KD. 3.
8 Menerapkan cara perawatan sistem air
conditioner (Pertemuan 4)
24 Februari 2022
| Tidak ada komentar
Kegiatan Belajar 4. Sistem Air Conditioner (AC) Mobil
Tujuan Pembelajaran:
Memahami grafik perubahan wujud sistem AC
Memahami Teori Dasar Penyerapan Panas
Memahami Teori Dasar Pengeluaran Panas
Memahami cara kerja sistem AC
Memahami Anti frosting devices, pressure switch, idle up
Halo sahabat oto pada materi kali ini nanti kita akan belajar kembali tentang sistem air conditioner atau AC.
Materi ini adalah materi lanjutan dari materi sistem AC Pertemuan Ke-3. Jika pada video sebelumnya sudah
kita bahas tentang fungsi sistem AC, Teori Pendinginan, komponen-komponen dari sistem AC, Cara Kerja
Sistem AC serta Refrigerant. Nah pada materi kali ini nanti kita akan belajar tentang Cara kerja dari sistem Air
Conditioner (AC).
Sahabat oto perlu diketahui bahwa refrigerant atau freon dapat berubah wujud dari gas menjadi cair maupun
sebaliknya dari cair menjadi gas. Nah… Bagaimana proses perubahan wujud dari refrigerant tersebut??
Sahabat oto dapat melihat grafik dibawah ini:
Grafik Perubahan Wujud Refrigerant
Untuk penjelasan cara membaca grafik perubahan wujud refrigerant sahabat oto dapat melihat video di bawah
ini:
Sahabat oto setelah memahami proses perubahan wujud refrigerant selanjutnya kita akan bahas penyerapan
panas maupun pengeluaran panas.
1. Penyerapan Panas
Gambar Prinsip Ekspansi dan Penguapan
Tekanan awal refrigerant saat di receiver/driyer adalah 15 kg/cm2 dan temperatur 50° celcius setelah melewati
katup ekspansi temperatur maupun suhunya turun menjadi 2,1 kg/cm2 dan suhu 0° celcius. Dengan melihat
grafik perubahan wujud refrigerant diatas maka refrigerant yang awalnya berwujud cair akan berubah menjadi
kabut saat masuk kedalam evaporator. Selanjutnya udara panas dari ruang kabin nantinya akan dihembuskan
oleh blower melewati sirip-sirip (fine) evaporator sehingga hal tersebut akan mengubah kembali wujud
refrigerant yang ada di dalam evaporator awalnya berwujud kabut saat keluar dari evaporator akan menjadi gas
efek dari proses penguapan.
2. Pengeluaran Panas
Refrigerant setelah dari evaporator akan dihisap oleh kompresor dengan suhu masih dingin 0° Celcius
tekanannya 2,1 kg/cm2 kemudian oleh kompresor refrigerant akan dimampatkan dan ditekan kembali menuju
ke kondensor. Karena proses pemampatan dan penekanan ini maka refrigerant (freon) akan naik temperaturnya
menjadi sekitar 80° Celcius dan tekanannya juga naik dari awalnya 2,1 kg/cm2 menjadi 15 kg/cm2 kemudian
refrigerant masuk ke dalam kondensor. Di depan kondensor terdapat kipas elektrik yang berfungsi untuk
menurunkan suhu dari refrigerant, dengan diturunkannya suhu pada evaporator dari awalnya 80° celcius
menjadi 50° celcius namun tekanannya tetap sama yaitu 15 kg/cm2 terlihat pada grafik perubahan wujud
dengan dengan diturunkan suhu dari 80° celcius menjadi 50° celcius menjadikan wujud refrigerant di dalam
kondensor dari awalnya gas menjadi setengah gas setengah cair.
Siklus Cara Kerja Sistem AC
Kompresor digerakkan oleh tali kipas dari puli engine. Perputaran kompresor ini akan
menggerakkan Piston/Vane dan gerakan Piston/Vane ini akan menimbulkan tekanan bagi Refrigerant yang
berbentuk gas sehingga tekanannya meningkat yang dengan sendirinya juga akan meningkatkan
temperaturnya, dari kompresor refrigerant selanjutnya masuk ke condensor.
Didalam Condenser karena bentuk dalam kondensor yang berliku-liku dan dibantu adanya aliran udara fan
pada engine akan mempermudah pelepasan panas Refrigerant, sehingga pada Refrigerant terjadilah perubahan
bentuk dari gas ke zat cair.
Refrigerant dari Condenser masuk ke tabung Receifer/Driyer melalui lubang masuk (Inlet Port), kemudian
melalui Dryer, Desiccant dan Filter Refrigerant cair naik dan keluar melalui lubang keluar (Outlet Port)
menuju ke Expansion Valve.
Zat cair Refrigerant oleh karena tekanan Compresor dan harus melalui Orifice Expansion Valve,
maka Refrigerant cair keluar ke Evaporator dalam bentuk kabut. Sedang besar kecilnya Orifice ditentukan
oleh Heat Sensitizing Tube yang berfungsi sebagai sensor panas.
Refrigerant yang keluar dari Expansion Valve masih dalam bentuk setengah cair setengah gas dan masuk ke
dalam Evaporator dan oleh karena bentuknya yang sedemikian rupa menyebabkan terjadinya perubahan ke
wujud gas dengan sangat cepat. Hal ini berpengaruh pada penyerapan panas udara sekelingnya dengan cepat
pula. Selanjutnya kerja dari Blower udara dingin disemburkan kedalam ruang kabin mobil
Alat Pencegah Pembekuan (Anti Frosting Devices)
Untuk menghidari berkurangnya efek pendinginan yang disebabkan pembekuan air yang ada di fin
pada Evaporator yang terlalu dingin < 0oC, dapat dipasangkan peralatan ini yang terdiri atas dua jenis, yaitu:
Tipe Thermistor
Tipe EPR (Evaporator Pressure Regulator)
Pressure Switch
Presure Switch berfungsi untuk mengontrol tekanan yang terjadi pada sisi tekanan tinggi, bila tekanan
siklus Refrigerant terlalu berlebihan, baik terlalu tinggi (27 kg/cm2) maupun terlalu rendah (2,1 kg/cm2) maka
secara otomatis akan menyetop Switch sehingga Magnetic Clutch menjadi Off. Kondisi tekanan yang tidak
normal akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada berbagai komponen yang lain. Letak Pressure
Switch ada diantara Receifer dan Expansion Valve.
Peralatan Idle Up
Peralatan idle up digunakan untuk meningkatkan RPM mesin pada kondisi Idle dan AC dalam keadaan hidup.
Tanpa alat ini mesin akan menjadi sangat berat karena harus mengangkat beban kompresor sehingga mesin
akan sering mati dan kenyamanan berkendaraan akan menjadi terganggu. Alat ini penggunaannya tergantung
dari tipe dan jenis bahan bakarnya.
Untuk jenis mobil konvensional (menggunakan karburator) digunakan Vacuum Switching Valve (VSV) serta
sebuah Actuator untuk membuka Throttle, sehingga putaran mesin akan meningkat pada putaran idle dan AC
dalam keadaan hidup. (Lihat gambar)
Untuk mobil EFI, digunakan VSV yang dilengkapi diapraghma yang menyebabkan udara akan melalui surge
tank, dan ECU akan
menginjeksikan sejumlah tambahan bahan bakar sesuai dengan udara bypass, sehingga idling mesin akan
meningkat.
Untuk lebih detail sahabat oto dapat melihat video dibawah ini:
Download Soal Evaluasi pada materi diatas dapat Klik Disini