Muhammad Ihwal, [Link]., [Link].
Universitas Halu Oleo Kendari
Pengertian
Model ARIMA juga dapat digunakan
untuk fitting data yang berpola
musiman
Perbedaan Prosedur SARIMA dengan
ARIMA terletak pada identifikasi
perilaku ACF dan PACF yang
mengandung unsur musiman
Langkah awal adalah penentuan s atau
panjang periode musiman.
Model MA(1) Musiman
Bila periode musiman s = 12 maka
model musiman MA(1)
Zt = a t − Θ Zt −12
Mudah ditunjukkan bahwa series
tersebut memiliki autokorelasi tidak
nol hanya untuk lag 12 saja.
Model MA(q) Musiman
Secara umum, model musiman
MA(Q) adalah
Zt = at − Θ1Zt−s −Θ2Zt−2s −. . .− ΘqZt−Qs
dengan persamaan poinomial ciri musimannya
Seperti model MA(q) non musiman,
MA(q) musiman memiliki autokorelasi
yang tidak nol untuk lag s, 2s, . . . , Qs.
Model MA(1) Musiman
Untuk model AR(1) musiman masih dengan s = 12
Zt = Φ Zt −12 + a t
Secara umum, model AR(P) musiman adalah
Zt = Φ1Zt−s + Φ2Zt−2s + . . . + Φp Zt−Ps + at
dengan persamaan polinomial ciri AR musimannya
Model Seasonal
Pada model ini komponen musiman berinteraksi
dengan komponen nonmusiman dalam model
secara multiplikatif, dapat ditulis sebagai
dinotasikan sebagai model ARIMA
Identifikasi model SARIMA
ACF PACF MODEL
Cut off setelah lag 1 atau 2 tail Off Non seasonal –
Koefisien korelasi tidak signifikan moving average
pada lag-lag musiman (q=1 atau q=2)
Cut off setelah lag musiman L, tail Off Seasonal – moving
Koefisien korelasi tidak signifikan average (Q=1)
pada lag-lag nonmusiman
Cut off setelah lag musiman L, tail Off Non seasonal –
terdapat koefisien korelasi yang seasonal moving
signifikan pada lag non musiman average (q=1 atau
ke 1 atau 2 q=2,Q=1)
Identifikasi model SARIMA
ACF PACF MODEL
tail Off Cut off setelah lag 1 atau 2 Non seasonal – moving
Koefisien korelaasi tidak average (p=1 atau p=2)
signifikan pada lag-lag musiman
tail Off Cut off setelah lag musiman L, Seasonal – Autregressive
Koefisien korelasi tidak (P=1)
signifikan pada lag-lag
nonmusiman
tail Off Cut off setelah lag musiman L, Non seasonal – seasonal
terdapat koefisien krelasi yang moving average (p=1 atau
signifikan pada lag non musiman p=2,P=1)
ke 1 atau 2
tail Off tail OFF Mixed (Autregressive-
moving average) Non
Seasonal
Penerapan SARIMA
Transformasi Data
Differencing pada lag 1, d=1
Plot ACF
PACF
Differencing pada d=1 dan D=6
Plot ACF
Non Musiman Musiman
6
(0,1,2) (0,1,2)
PACF
Non Musiman Musiman
(2,1,0) (1,1,0) 6
Kandidat Model
Model Tentative
Hasil Overfitting
Diagnostic Model
Menyebar Normal
Sisaan Saling Bebas
TERIMAKASIH