TABLE MANNER
Erna Febriani, [Link], [Link]
Table manner atau tata cara makan yang merupakan salah satu bentuk etiket pergaulan yang
harus dimengerti dan dipahami oleh setiap individu yang ingin mengembangkan diri. Tata cara makan
adalah aturan yang digunakan saat makan termasuk penggunaan alat makan yang tersedia. Tata cara
makan sifatnya tidak absolut atau mutlak, tergantung anda berada dimana atau menganut tata cara
makan Negara bagian mana seseorang ketika dijamu. Negara Timur tengah seperti Saudi Arabia atau
Negara di Asia Selatan seperti Pakistan dan India memiliki kebiasaan makan dengan menggunakan tangan,
berbeda dengan aturan makan di Negara-negara di Benua Eropa yang menggunakan peralatan seperti
sendok, garpu dan pisau. Sedangkan di Negara Cina atau Jepang, masyarakatnya menggunakan sumpit
(chopstick) sebagai alat untuk makan serta mangkuk-mangkuk kecil dan sendok untuk makan makanan
berkuah. Masyarakat di China juga selalu menyediakan teko berisi teh tawar panas yang hidangkan
sebagai pelengkap hidangan.
Selain aturan menyantap makanan, table manner juga mengatur etiket posisi duduk, susunan
penggunaan alat makan dan aktivitas yang dilakukan di meja makan. Oleh karena itu etiket makan ini
perlu diketahui oleh seorang praktisi humas yang sering menghadiri jamuan makan karena, bagaimana
anda bersikap saat jamuan makan juga akan mempengaruhi citra anda di mata tamu undangan lainnya.
Memiliki etiket makan yang tepat juga akan membuat relasi nyaman berada satu meja dengan anda, dan
hal tersebut berarti anda telah membuka kesempatan untuk menjalin hubungan baik dengan relasi anda.
Figure 1Tata cara makan Negara Timur Tengah
Figure 2 Peralatan Makan Masyarakat Cina,Jepang atau Korea
Figure 3 Formal Table Setting
Dalam table manner, tidak hanya cara makan dan penggunaan peralatan yang diperhatikan,
aturan makan juga dibagi berdasarkan waktu, berikut pembagian waktu makan dan penamaannya:
1. Breakfast : 06.00-10.00
2. Brunch (diambil dari kata breakfast and lunch) : 10.00-11.00
3. Lunch : 11.00-14.00
4. Hors de Vour : 15.00-18.00
5. Pre Dinner : 18.15-19.00
6. Dinner : 19.00-22.00
7. Supper : 24.00-02.00
Professional Table Manner
Adalah etiket dan seni beraktifitas di meja makan. Jamuan makan merupakan waktu yang tepat
untuk melakukan lobi atau negosiasi kepada relasi atau calon klien, oleh karena itu biasanya aturan makan
yang diterapkan adalah aturan makan yang digunakan pada gala dinner atau open house menggunakan
aturan makan internasional dimana menggunakan banyak cuttleries seperti sendok, garpu, pisau maupun
berbagai macam tipe gelas. Profesional table manner diperlukan sebagai salah satu cara membentuk
branding diri anda di mata relasi atau calon klien anda. Beberapa tujuan dari memiliki kemampuan table
manner adalah: menunjukkan kemampuan anda dalam menjalin hubungan, menunjukkan
profesionalisme dan kepercayaan diri, membuat diri anda nyaman ketika hadir dalam jamuan makan,
membuat calon relasi anda nyaman serta dapat membuat bisnis anda berkembang dan sukses.
Dalam aturan makan terdapat tiga jenis style penyajian makanan, yaitu:
1. Buffet Style
Buffet style atau prasmanan (istilah popular di Indonesia) adalah cara penyajian dimana tamu undangan
bisa mengambil sendiri makanannya dan memilih ragam makanan yang diinginkan. Cara penyajian buffet
style biasanya terdapat di hotel, restaurant dan beragam event. Buffet style ini juga diadaptasi oleh
restaurant yang menyediakan hidangan all you can eat (AYCE). Esensi dari cara penyajian ini terdapat pada
kebebasan memilih ragam dan jumlah makan yang diinginkan. Cara penyajian buffet style menu ini juga
akan memperkecil kesempatan seseorang mendapatkan makanan yang tidak disukai atau dihindari
karena alergi tertentu. Pada tipe penyajian seperti ini posisi tamu ada yang menggunakan meja makan
dan ada yang berdiri, karena itu peralatan makan yang digunakan tidak terlalu beragam, hanya sebatas
piring/mangkuk, serta garpu dan sendok.
2. Ala Carte
Ala carte adalah cara penyajian makanan dengan satu porsi makanan. Karakter utama penyajian ala carte
adalah price per dish atau terdapat harga dari setiap satu menu yang dipesan. Karakter lainnya adalah
makanan dimasak setelah dipesan dan tidak memerlukan menu komplit. Menu dalam penyajian makan
ala carte menyebutkan satu jenis makanan beserta harganya. Penggunaan alat makan juga praktis, karena
tak banyak menu yang disajikan. Kunci dari penyajian ala carte ini adalah semakin banyak menu semakin
bervariasi alat makan yang disediakan.
3. Set Menu atau Table D’Hote
Set menu adalah cara penyajian makan dengan jeda dan berurutan, aturannya adalah anda tidak
bisa memilih makanan atau hanya memakan apa yang anda inginkan. Set menu adalah cara penyajian
yang biasa digunakan pada jamuan makan resmi. Set menu terdiri dari appetizer, soup, entrée, sorbet,
main course, dessert dan ditutup dengan teh atau kopi. Set menu juga bisa hanya terdiri dari hidangan
pembuka, sup, hidangan utama, makanan penutup serta kopi atau teh. Ciri dari set menu yang paling
mudah dikenali adalah peralatan makan seperti sendok,garpu dan pisau yang sudah tertata rapi diatas
meja. Tak lupa serbet dan menu makanan yang akan dihidangkan. Anda tidak bisa memilih makanan yang
anda akan anda makan pada cara penyajian ini, jika anda tidak suka diamkan saja makanannya dan tunggu
sampai makanan berikutnya datang.
Beberapa hal yang harus diingat ketika berada di meja makan saat sedang melakukan jamuan resmi:
1. Lepaskan topi atau long suit yang dikenakan
2. Tidak menggunakan tusuk gigi dihadapan orang lain saat jamuan makan sedang berlangsung
3. Tidak melakukan touch up terhadap riasan (menggunakan bedak, lipstik dan lain sebagainya).
4. Tidak merokok
Aturan dalam menggunakan peralatan makan:
- Tidak bermain main dengan peralatan makan yang ada
- Gunakan alat makan dengan posisi genggaman yang tepat
Posisi tangan ketika di meja makan:
- Posisi genggaman tangan tidak terlalu jauh dari badan, ini bertujuan agar posisi duduk anda tegak
dan tidak terlihat membungkuk atau kaku.
- Relax atau santai, tapi tidak menyenderkan badan terlalu berlebihan di kursi makan
- Tidak menyembunyikan tangan di bawah meja atau meletakkan di atas pangkuan
- Jika ingin mengambil sesuatu (misal: garam) di luar jangkauan anda, mintalah pertolongan orang
yang lebih dekat dengan benda tersebut. Jangan lupa gunakan kata “tolong” dan “terima kasih”.
Dalam jamuan makan, banyak interaksi yang akan terjadi antara anda dan relasi anda, oleh karena itu
dalam menghadiri jamuan makan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar reputasi anda dapat
terjaga. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam menghadiri jamuan makan:
- Invitation
1. 4 W’s (What, When, Where, whom), penting untuk membaca dan memahami undangan jamuan
makan dengan seksama. Apa jenis acaranya? Kapan? Dimana? Siapa yang mengundang? Dan siapa
saja yang hadir?. Dengan memahami 4 W’s ini Anda dapat menyesuaikan pakaian apa yang anda
gunakan, pukul berapa anda harus sudah tiba, dan informasi apa yang harus anda ketahui agar bisa
memiliki percakapan yang menyenangkan dengan tuan rumah dan tamu undangan lainnya. Dalam
jamuan makan resmi, sebaiknya anda hadir 30 menit sebelum acara dimulai.
2. RSVP (Respondez s’il Vouz Plait) adalah singkatan yang kadang muncul dalam undangan. Singkata
tersebut bukan singkatan bahasa inggris melainkan bahasa Perancis. Karena singkatan bahasa Prancis,
maka arti atau kepanjangannya pun bahasa Prancis, yaitu Répondez S'il Vous Plaît (dibaca: Repongdey
Sil Vu Ple). Artinya, “Anda perlu konfirmasi untuk datang”. Jika menggunakan bahasa Inggris, kira-kira
berbunyi, “Please Respond”.
- Datang tepat waktu
Datang tepat waktu merupakan salah satu etiket menghadiri jamuan makan. Siapapun yang
mengundang anda usahakan hadir 30 menit sebelum acara. Datang terlambat akan mengurangi nilai
profesionalisme anda di mata orang lain. Oleh karena itu anda harus menghindarinya.
- Bereaksi dengan cara yang positif
Dalam menghadiri jamuan makan anda juga harus memperhatikan penampilan dan juga bahasa
tubuh anda. Aturan dalam berinteraksi dengan relasi yang duduk semeja yaitu penampilan rapi,
senyuman yang tulus, ucapan salam, sikap sopan dan fleksibel serta bahasa tubuh yang luwes. Cara
bereaksi di meja makan akan mempengaruhi persepsi orang lain terhadap anda. Jangan lupa
membawa kartu nama jika sewaktu-waktu ada relasi yang memintanya.
- Tunjukan perhatian kepada tamu undangan lain
Dengan mengulurkan tangan dan menjabat tangan dengan hangat maka pintu networking anda
akan terbuka. Relasi anda akan merasa dihargai dan nyaman dengan anda. Selain jabat tangan,
kontak mata juga penting untuk diperhatikan, Selain itu tunjukkan bahwa anda antusias dengan
percakapan yang terjadi di meja jamuan tersebut.
Aturan meletakkan napkin:
- Buka terlebih dahulu lipatan serbet dan letakkan di pangkuan
- Serbet yang ada hanya digunakan untuk membersihkan mulut. JIka ada sesuatu yang tumpah,
hindari mengelapnya dengan serbet.
- Jika anda butuh untuk meninggalkan ruangan sejenak dan akan kembali lagi lipat serbet dengan
rapi (dilipat dua) dan letakkan di kursi atau sandarannya. Itu menandakan anda hanya izin
meninggalkan ruangan sejenak dan pelayan tidak akan mengosongkan meja anda
- Jika anda sudah selesai dan akan meninggalkan ruangan jamuan makan, lipat serbet dengan rapi
dan letakkan diatas meja makan.
Aturan lain:
- Hindari Sendawa, batuk, menguap dan bersin di meja jamuan.
- Pada saat acara jamuan makan berlangsung, jangan aktifkan nada dering telepon anda. Hindari
pula meletakkan telepon genggam di atas meja dan menggunakannya. Jika darurat harus
mengangkat telepon maka mintalah izin keluar ruangan untuk menerima panggilan tersebut.
Aturan saat makan
- Kunyah perlahan makanan anda
- Tidak meninggalkan meja jamuan sebelum acara berakhir
- Jangan memindahkan makanan atau memberikan makanan kepada orang yan berada di sebelah
anda.
- Jika anda tidak menyukai makanan yang dihidangkan atau menderita alergi terhadap makanan,
biarkan saja makanan tersebut dan hindari meminta menu lainnya.
Aturan bercakap-cakap saat makan:
- Berhati-hati memilih topik perbincangan, hindari topik yang akan menimbukan pertentangan atau
membuat lawan bicara tidak nyaman.
- Kontrol emosi anda.
- Dalam aturan makan, suara gesekan alat makan tidak diperkenankan oleh karena itu usahakan
hanya ada suara percakapan di meja jamuan makan.
Aturan perpisahan saat jamuan makan:
- Wanita lebih dulu keluar ruangan, atau orang dengan jabatan lebih tinggi yang lebih dulu keluar
ruangan.
- Tunggulah sinyal bahwa acara telah selesai dan tamu undangan dipersilahkan meninggalkan
ruangan.
- Jangan lupa ucapkan terima kasih kepada tuanrumah serta salam perpisahan bagi tamu undangan
lainnya.
- Tetap menjalin hubungan meskipun acara jamuan makan telah berakhir.
TABLE MANNER IN ACTION
1. ROTI (BREAD)
Peralatan makan (cuttleries) yang digunakan dalam makan roti adalah BnB knife da BnB Plate. Posisi
piring berada di kiri anda, maka pastikan anda mengambil piring yang berada di kiri anda. Cara makan
roti ini dimulai dengan menyobek dengan ukuran secukupnya, lalu oleskan butter yang tersedia di
hadapan anda secukupnya (dengan menggunakan pisau BnB) menggunakan tangan kanan lalu roti siap
untuk dinikmati. Anda boleh makan dengan tangan kiri anda atau dengan tangan kanan anda dengan
meletakkan pisau terlebih dahulu dan pindahkan sobekan roti ke tangan kanan anda. Jangan memotong
roti anda dengan pisau BnB, pisau tersebut hanya digunakan untuk mengoleskan mentega.
APPETIZER (MAKANAN PEMBUKA)
Makanan pembuka biasanya terdiri dua jenis yaitu hot appetizer dan cold appetizer, hot appetizer biasa
berupa sup dan cold appetizer biasanya berupa salad. Terdapat beberapa jenis appetizer yang
dihidangkan sesuai dengan tema table manner seperti otak-otak (Indonesia), escargot (Perancis), atau
Samosa (India). Dalam penyajian cold appetizer peralatan makan yang digunakan adalah dessert fork
serta dessert knife. Dalam table manner posisi peralatan makan yang digunakan adalah yang paling luar
terlebih dahulu.
Hidangan pembuka biasanya memiliki ciri khas rasa asam atau pedas, dengan tujuan untuk
membangkitkan selera makan.
Cara menggenggam alat makan tidak boleh terlalu kuat atau terlalu lemah.
Posisi yang menandakan anda berhenti makan sementara
Posisi peralatan makan yang menandakan telah selesai makan
Dalam penyajian salad, penggunaan dressing bisa bermacam-macam. Jenis salad dressing harus anda
ketahui sebagai berikut:
- Thousand Island adalah saus salad yang paling populer karena cocok digunakan sebagai dressing
aneka bahan salad baik yang mentah maupun yang direbus. Thousand Island dibuat dari
campuran mayones, air lemon, paprika, worcestershire sauce atau saus BBQ, mustard, cuka, krim,
saus sambal, sari tomat, atau tabasco. Saus dengan tekstur kental ini ini memiliki warna pink yang
cantik dan rasa manis gurih.
- Italian Dressings tidak seperti saus pada umumnya, saus ini tidak terlalu kental. Rasanya juga
asam segar tanpa rasa gurih karena terbuta dari campuran air, cuka atau perasan lemon, minyak
sayur, paprika cincang, gula atau sirop jagung, adas, dan garam. Sebagai penguat rasa, bisa juga
ditambahkan bawang putih dan bawang bombai.
- Oil and Vinegar cocok bagi yang menyukai salad yang renyah seperti garden salad, oiland vinegar
biasa disebu french dressing adalah pilihan yang paling tepat untuk dijadikan sebagai sausnya.
Dressing yang juga dikenal dengan nama vinaigrette ini dibuat dari campuran aneka minyak dan
cuka. Minyak yang biasa digunakan adalah minyak kedelai, canola, zaitun, bunga matahari,
safflower, kacang tanah, dan biji anggur. Untuk penambah rasa, anda juga bisa menambahkan
rempah-rempah dan sari buah.
- Tartar Sauce adalah saus kental berwarna putih yang dibuat dari mayones dan asinan ketimun
dalam botol, caper, bawang bombay (atau chives) dan daun parsli (peterseli) segar. Potongan kecil
telur rebus, buah zaitun dan horseradish juga sering ditambahkan sesuai selera orang yang
membuatnya. Saus tartar kadang-kadang ditambahkan sedikit cuka agar menjadi lebih segar.
SOUP
Dalam penyajian sup, beberapa peralatan makan yang digunakan ada: sendok sup, mangkuk sup dan
tatakan (saucer). Penyajian sup biasanya panas atau hangat. Anda dapat menghabiskan sup sebagaimana
yang anda inginkan namun, cara untuk menghabiskannya adalah dengan memiringkan mangkuk sup ke
arah dalam (tanpa mengangkat saucer). Cara menyendok sup adalah dari dalam keluar.
Cream soup
Zuppa Soup
Consomme Soup
Terdapat berbagai macam jenis sup yang mungkin saja dihidangkan pada jamuan makan, seperti
mushroom soup, zuppa soup, cream soup serta consommé soup (vegetable and meat). Semua jenis sup
tersebut biasanya disajikan dalam keadaan panas/hangat.
Dalam etiket makan, terdapat tanda-tanda yang harus kita pahami:
Letakkan sendok di dalam mangkuk seperti gambar diatas jika anda ingin berhenti makan sejenak. Tanda
ini menunjukkan bahwa anda masih akan melanjutkan atau menghabiskan sup anda.
Letakkan sendok diatas saucer dengan posisi seperti gambar diatas jika anda telah selesai menikmati sup
anda.
MAIN COURSE
Dalam susunan penyajian makan biasanya dibedakan menjadi tiga bagian yaitu hidangan pembuka
(appetizer), Hidangan Utama (main course) serta hidangan penutup (dessert). Hidangan main course
adalah hidangan utama dalam rangkaian set menu. Main course dalam european style bisa berupa steak
seperti chicken steak, wagyu steak, fish steak dan lain sebagainya. Peralatan makan yang digunakan
untuk main course yaitu berupa garpu, piring dan sendok. Dalam menikmati main course ini biasanya
orang akan mendapati ukuran yang lebih besar dari hidangan pembuka. Ragam main course lokal
Indonesia juga berupa sate, rendang atau nasi goreng. Dalam jamuan makan tertentu menu main course
bisa berupa kepiting atau lobster. JIka main coursenya adalah kepiting atau lobster, maka peralatan
makan akan disesuaikan dan dilengkapi dengan pembuka cangkang seperti gambar di bawah ini:
Posisi Tangan ketika menggenggam gelas Wine
DESSERT
Hidangan terakhir dalam susunan set menu adalah dessert. Dessert biasanya dapat berupa kue atau es
krim. Hidangan penutup ini identik dengan hidangan pencuci mulut yang didominasi rasa manis. Dalam
menikmati hidangan penutup, peralatan makan yang digunakan adalah dinner spoon yang merupakan
peralatan terakhir yang ada di meja makan.
Sendok dessert
TEH DAN KOPI
Teh dan kopi biasanya disajikan di waktu paling akhir pada jamuan makan. Dalam waktu inilah biasanya
orang akan menghabiskan waktunya untuk berbincang-bincang sambil menikmati teh atau kopi tersebut.
Aturan dalam menikmati kopi atau teh ini adalah, ketika minum anda hanya perlu mengangkat gelas saja,
tidak perlu mengangkat saucernya. Gunakan sendok teh untuk mengaduk gula atau krim.