0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan62 halaman

Tutorial CSS untuk Pemula

CSS digunakan untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan HTML. CSS dapat mengatur ukuran gambar, warna teks, warna tabel, dan parameter tampilan lainnya. Terdiri dari selector yang menentukan elemen target dan deklarasi yang mengatur gaya tampilan melalui properti dan nilai. Terdapat berbagai jenis selector seperti tag, ID, dan kelas untuk mengatur kelompok elemen.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan62 halaman

Tutorial CSS untuk Pemula

CSS digunakan untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan HTML. CSS dapat mengatur ukuran gambar, warna teks, warna tabel, dan parameter tampilan lainnya. Terdiri dari selector yang menentukan elemen target dan deklarasi yang mengatur gaya tampilan melalui properti dan nilai. Terdapat berbagai jenis selector seperti tag, ID, dan kelas untuk mengatur kelompok elemen.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CSS Tutorial

MEMFORMAT TAMPILAN HALAMAN WEB DENGAN CSS

Lisensi Dokumen :
Materi dalam dokumen ini dapat digunakan, dimodifikasi, disebarluaskan secara bebas untuk
tujuan bukan komersial (non-profit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut
penulis dan pernyataan copyright yang disertakan. Tidak diperbolehkan melakukan
penulisan ulang atas isi dokumen ini kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari Penulis.
Bekasi – November 2013

Muhamad Chotim Web Developer & Trainer


HP. 0856 91800 976 | [Link]/muhatim | [Link] |
[Link]
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.....................................................................................................................................1
Bagian 1 - PENGENALAN CSS.......................................................................................................2
A. Apa itu CSS...................................................................................................................2
B. Sintaks CSS...........................................................................................................................2
C. Jenis-Jenis Selector pada CSS..............................................................................................3
D. Mengintegrasikan CSS pada Dokumen HTML..............................................................6
Bagian 2 – BASIC ELEMENT STYLING..........................................................................................8
A. Background Styling.......................................................................................................8
B. Text Styling.................................................................................................................13
C. Font Styling.................................................................................................................17
D. List Styling...................................................................................................................23
E. Link Styling..................................................................................................................28
F. Table Styling...............................................................................................................30
Bagian 3 - CSS BOX MODEL........................................................................................................35
A. Apa itu CSS Box Model ?............................................................................................35
B. Margin......................................................................................................................... 37
C. Border......................................................................................................................... 40
D. Padding....................................................................................................................... 45
E. Outline......................................................................................................................... 47

FREE TO SHARE

1
Bagian 1 - PENGENALAN CSS
A. Apa itu CSS
Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen
dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan
bahasa pemograman.
Sama halnya styles dalam aplikasi word processing seperti Microsoft Word yang dapat
mengatur beberapa style, misalnya heading, sub-bab, bodytext, footer, images, dan style
lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file). Pada umumnya
CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML
dan XHTML.
CSS dapat mengatur ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran
border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar
teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet
yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen. Dengan adanya CSS memungkinkan
kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.
Sumber dan informasi selengkapnya, bisa ditemukan di :
[Link]
[Link]

B. Sintaks CSS
Sintaks Dasar pada CSS
Sintaks pada CSS terdiri dari dua bagian, yakni bagian Selector dan bagian Declaration. Di
dalam Declaration terdapat sebuah Property dan Value. Ilustrasinya bisa dilihat pada
gambar di bawah ini :

Selector adalah bagian pada HTML yang akan menjadi target dari pemformatan oleh
CSS, umumnya adalah berupa elemen HTML. Sedangkan Declaration adalah bagian dari
sintaks CSS yang berisi format-format (styles) yang dinyatakan dengan Property dan Value.
Sebuah baris kode CSS bisa terdapat satu atau banyak Declaration.
Aturan penulisannya :
 Selector ditulis pada bagian awal baris kode CSS
 Declaration ditulis antara tanda “{“…. “}”
 Penulisan Property dan Value pada Declaration dibatasi dengan tanda
FREE TO SHARE
“:”

2
 Setiap Declaration diakhiri dengan tanda “;” sebelum ditulis Declaration baru.

3
Contoh
Berikut adalah contoh penulisan baris kode CSS :
p {color:blue;text-align:center;}

Atau, agar mudah dibaca bisa ditulis sebagai berikut :


p { color:blue;
text-align:center;
}

Penjelasan
Dari contoh di atas, bisa dijelaskan sebagai berikut :
 Selector yang digunakan adalah “p”, yakni sebuah tag HTML yang digunakan
untuk mendefinisikan sebuah paragraf.
 Declaration pada contoh diatas dinyatakan dengan “color:blue;" dan “text-
align:center;”
 Maka baris CSS tersebut akan menjadikan elemen paragraph (p) dalam dokumen
HTML sebagai target pemformatan. Dalam hal ini, konten dalam elemen “p” akan
diformat dengan warna biru dan perataan teksnya adalah center.

Bentuk Komentar pada CSS (CSS Comments)


Komentar (comment) digunakan untuk memberikan penjelasan pada baris kode CSS yang
kita buat, dan akan sangat berguna ketika kita akan mengedit baris kode tersebut di
kemudian hari. Baris kode yang dinyatakan sebagai komentar, tidak akan ditampilkan
pada browser.
Komentar pada CSS dimulai dengan tanda “/*” dan diakhiri dengan tanda “*/”, contoh :
/* ini adalah baris komentar */ p {
color:blue;
text-align:center;
}
/* ini adalah baris komentar yang lain */

C. Jenis-Jenis Selector pada CSS


Selector pada sintaks CSS umumnya adalah berupa tag HTML, namun bisa juga berupa
atribut ID ataupun CLASS pada elemen HTML yang akan dilakukan pemformatan
tampilan (styling).

Selector berupa Tag HTML


Semua tag HTML bisa digunakan sebagai Selector pada CSS, penulisannya adalah dengan
menyebutkan nama dari tag tersebut.
Contoh :
body {background:#ff0000;}
h1 {font-size: 36px;color:blue;} FREE TO SHARE
p {color:#333333;text-align:justify;} 3
Selector berupa atribut ID
Selector ID digunakan untuk melakukan pendefinisian style pada element HTML tunggal
dan bersifat unique. Selector ID menggunakan atribut ID pada tag HTML, yang kemudian
penyebutan dalam sintaks CSS menggunakan tanda “#” (tanda pagar).
Contoh :
File [[Link]]
<p>artikel pada paragraf</>
<p>artikel pada paragraf</>
<p id=”penting”>artikel pada paragraf</>

[Link]
P {
text-align:justify; color:grey;
}

#penting {
text-align:center; color:red;
}

Pemformatan dokumen HTML dengan bentuk CSS tersebut akan menghasilkan tampilan
halaman web dimana dua paragraf pertama berwarna abu-abu (grey) dengan alignment
“justify”, sedangkan paragraf ketiga, yang memiliki atribut ID=”penting” akan terformat dengan
alignment “center” dan warna teksnya adalah merah (CSS dengan selector “#penting”).
Artinya paragraf ketiga, akan berbeda dengan dua paragraf diatasnya yang tidak memiliki
atribut ID.

Selector berupa atribut CLASS


Selector CLASS digunakan untuk mendefinisikan pemformatan elemen HTML dengan
membaca atribut CLASS pada tag HTML. Berbeda dengan Selector ID yang digunakan untuk
pemformatan elemen tunggal, Selector CLASS umumnya digunakan untuk melakukan
pemformatan pada satu atau lebih elemen HTML (group of elements). Selector CLASS pada
penulisan baris kode CSS menggunakan tanda “.” (tanda titik).
Contoh :
File [[Link]]
<p class="merah">konten pada paragraf ke-1</p>
<p class="biru"> konten pada paragraf ke-2</p>
<p class="merah"> konten pada paragraf ke-3</p>
<p class="biru"> konten pada paragraf ke-4</p>
[Link]
p{
font-size: 12px;
text-alignment:justify;
}
.merah{
color: red;
} FREE TO SHARE
.biru{

4
color: blue;
}

Dengan bentuk seperti di atas, maka akan dihasilkan sebuah halaman web sejumlah
empat paragraf, dimana tiap paragraf memiliki ukuran huruf sebesar 12px dan alignment
teksnya adalah justify (CSS dengan selector “p”).
Dari keempat paragraf tersebut, juga akan dihasilkan tampilan berupa :
 Paragraf ke-1 dan ke-3 memiliki warna teks merah (CSS dengan selector “.merah”)
 Paragraf ke-2 dan ke-4 memiliki warna teks biru (CSS dengan selector “.biru”)
Namun, perlu diingat bahwa bentuk penulisan CSS seperti di atas (contoh pada Selector
Class) akan mengakibatkan semua elemen HTML yang memiliki atribut class=”biru” akan
ditampilkan dengan warna biru, dan semua elemen HTML yang memiliki atribut
class=”merah” akan ditampilkan dengan warna merah juga, tidak hanya berlaku pada
elemen “p”.
Sebagai contoh, apabila dokumen HTML berbentuk seperti di bawah ini :
<p class="merah">konten pada paragraf ke-1</p>
<p class="biru"> konten pada paragraf ke-2</p>
<p class="merah"> konten pada paragraf ke-3</p>
<p class="biru"> konten pada paragraf ke-4</p>
<div class=”biru”>konten dalam div .... </div>

Maka, apabila penulisan CSS seperti pada contoh di atas, akan menghasilkan tampilan konten
pada elemen div juga berwarna biru, karena elemen div memiliki atribut class=”biru”.
Untuk mengindari hal terserbut, atau agar pemformatan pada CSS hanya berlaku pada
elemen paragraf, maka penulisan pada CSSnya adalah sebagai berikut :
p{
font-size: 12px;
text-alignment:justify;
}
[Link]{
color: red;
}
[Link]{
color: blue;
}

Selector untuk Elemen Turunan


Dalam dokumen HTML, konten sebuah elemen bisa berupa elemen lainnya. Maka diperlukan
cara penulisan tersendiri untuk memilih sebuah elemen HTML yang akan ditetapkan
sebagai target pemformatan dengan CSS. Mari kita lihat contoh di bawah ini :
File [[Link]]
<h1>Judul dengan <em>bagian penting</em> di dalamnya</h1>
<p>Artikel yang terdapat <em>bagian penting</em> di dalamnya</p>

Apabila kita ingin melakukan pemformatan pada elemen “em” yang berada pada elemen
“h1”, h1
maka
empenulisan CSSnya
{ color:red; } adalah sebagai berikut :
FREE TO SHARE

5
Dengan penulisan CSS seperti di atas (menambahkan spasi antar Selector), maka hanya
bagian elemen “em” yang berada di dalam elemen “h1” saja yang akan ditampilkan
dengan warna merah, sedangkan elemen “em” diluar elemen “h1” akan tetap tampil
mengikuti tampilan default.

Pengelompokan Selector (Grouping)


Declaration pada CSS bisa diterapkan untuk satu jenis atau beberapa jenis elemen sekaligus.
Caranya adalah dengan menuliskan beberapa Selector dalam satu baris kode CSS yang
dipisahkan dengan tanda “,” (koma) sebelum penulisan Declaration. Contohnya, pada
CSS dinyatakan :
h1, h2, h3, h4{ color:red;
}

Maka akan mengasilkan tampilan halaman web dimana konten pada elemen “h1”, “h2”,
“h3” dan “h4” memiliki warna yang sama, yakni merah. Demikian juga pemformatan
untuk elemen yang lain bisa dilakukan dengan cara yang sama.

D. Mengintegrasikan CSS pada Dokumen HTML


Ada tiga cara untuk menerapkan pemformatan CSS pada dokumen HTML, yakni dengan metode
External Style Sheet, Internal Style Sheet dan Inline Style Sheet.

External Style Sheet


Cara pertama disebut dengan External Style Sheet, yaitu dengan cara membuat dokumen
CSS yang terpisah, kemudian dibuat tautan dengan tag <link> pada elemen header dalam
dokumen HTML yang akan diterapkan pemformatan dengan CSS tersebut.
Sebagai contoh, baris kode CSS dinyatakan sebagai berikut :
body {background:lavender;color:#333333;} h1{color:red;}

Disimpan dalam sebuah dokumen berformat style sheet dengan nama : [Link]
Maka, untuk menerapkan pemformatan tersebut ke dalam dokumen HTML, digunakan tag
<link> yang dituliskan pada elemen head sebagai berikut :
<head>
<title>Contoh penggunaan CSS External</title>
<link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”[Link]” />
<head>

Note: Dalam contoh ini, file [Link] berada dalam satu folder dengan file HTML-nya.

Dengan cara ini, kita bisa menerapkan pemformatan CSS tersebut ke banyak dokumen
HTML, dan cukup menambahkan tautan untuk tiap masing-masing dokumen. Keuntungan
lainnya, adalah apabila suatu saat kita ingin mengganti format tampilan halaman web dengan
format tampilan yang baru, cukup mengganti tautan tersebut ke file CSS baru yang akan
digFuRnEaEkaTnO. SHARE
6
Internal Style Sheet
Cara kedua adalah dengan menggunakan Internal Style Sheet, yakni dengan cara menuliskan
baris kode CSS pada elemen head menggunakan tag <style> seperti di bawah ini :
<head>
<style>
body {background:lavender;color:#333333;} h1{color:red;}
</style>

<body>
...

Cara ini biasa digunakan untuk melakukan pemformatan pada sebuah halaman web yang
akan ditampilkan berbeda dengan halaman web lainnya. Misalnya, apabila kita memiliki lima
halaman web yang sudah dihubungkan dengan sebuah file CSS, namun ada satu
halaman web yang memiliki format yang sedikit berbeda, maka digunakanlah Internal
style sheet.

Inline Style Sheet


Cara ketiga adalah menggunakan Inline Style Sheet, yaitu dengan menggunakan atribut
“style” pada tag-tag HTML yang akan ditambahkan pemformatan CSS. Misal, kita akan
membuat tampilan elemen h1 menjadi berwarna merah, maka penulisan elemen h1-nya
adalah sebagai berikut :
<h1 style=”color:red” >Ini adalah judul artikel</h1>

Atribut “style” pada tag HTML tersebut, bisa diberikan lebih dari satu property CSS sama
halnya dengan menggunakan Internal Style Sheet ataupun External Style Sheet.

7
FREE TO SHARE

8
Bagian 2 – BASIC ELEMENT STYLING
Pada bagian ini akan dibahas bagaimana cara melakukan pemformatan ( styling ) pada
elemen HTML dengan menggunakan baris kode CSS. Terdapat 6 (enam) hal mendasar yang
akan dibahas, yakni : Background styling, Text styling, Font styling, List styling, Link styling
dan Table styling.

Note : Contoh-contoh penerapan CSS pada bagian ini menggunakan


metode External Style Sheet

A. Background Styling
Sebuah elemen HTML bisa diberikan efek latar belakang (background) dengan menggunakan
Property “background” pada CSS. Property ini memiliki beberapa bentuk, yakni :

Background-color
Property “background-color” digunakan untuk mengatur latar belakang sebuah elemen
dengan nilai berupa warna.
Sintaks-nya :
background-color: color-value;

Keterangan :
 Nilai warna (color-value) pada CSS biasanya menggunakan kode warna dalam
beberapa varian, yakni Hexadesimal color, RGB color dan Color-name.
 Untuk mengetahui kode warna yang bisa digunakan, bisa dilihat dari tabel warna
dasar (basic color) di bawah ini.

Basic Color Keywords


Color Color name HEX RGB
black #000000 0,0,0
silver #C0C0C0 192,192,192
gray #808080 128,128,128
white #FFFFFF 255,255,255
maroon #800000 128,0,0
red #FF0000 255,0,0
purple #800080 128,0,128
fuchsia #FF00FF 255,0,255
green #008000 0,128,0
lime #00FF00 0,255,0
olive #808000 128,128,0
yellow #FFFF00 255,255,0
navy #000080 0,0,128
blue #0000FF 0,0,255
teal #008080 0,128,128
aqua #00FFFF 0,255,255 FRE

9
E TO SHARE

1
0
Selain warna-warna dasar tersebut, kita juga bisa memilih warna-warna lain yang lebih
spesifik dan sesuai dengan kebutuhan desain website kita. Untuk mendapatkan nilai
warna yang diinginkan, kita bisa menggunakan aplikasi-aplikasi yang menyediakan fitur color
picker, seperti pada aplikasi Adobe Photoshop dan sejenisnya.
Contoh penerapan Property "background”
: [ [Link] ]
<body>
<div class="artikel">
<h1>Judul Artikel</h1>
<p>text text text text text text text text text text text text text text text text
</p>
</div>
</body>

[ [Link] ]
body {
background-color:rgb(153,204,255);
}
.artikel {
background-color: #CC6666;
}
.artikel h1 {
background-color: maroon;
}

Dengan bentuk file HTML dan deklarasi CSS seperti contoh diatas, akan dihasilkan
sebuah tampilan halaman web seperti gambar berikut :

FREE TO SHARE

1
1
Background-image
Property “background-image” digunakan untuk menjadikan sebuah file gambar (image)
menjadi latar belakang pada sebuah elemen HTML.
Sintaks-nya :
background-image: url(‘url-file-gambar’);

Keterangan :
 File gambar yang digunakan bisa berupa file *.jpg, *.png ataupun *.gif.
 Secara default, gambar yang dijadikan background akan ditampilkan berulang,
secara horizontal dan vertikal.
 Url file gambar bisa menggunakan relative path ataupun absolute url.
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “body” pada file CSS, sehingga menjadi seperti berikut :
body {
background-color:rgb(153,204,255);
background-image : url([Link]);
}

Note : file “[Link]” berada dalam folder yang sama dengan file “[Link]”, dengan ukuran file 200 x
200 pixel.

Hasilnya akan terlihat seperti gambar berikut :

Background-repeat
Property “background-repeat” digunakan untuk mengatur perulangan (repeatation)
pada gambar yang ditampilkan sebagai background dengan Property “background-image”.
Perulangan tampilan gambar tersebut, bisa diatur ke arah horizontal (sumbu x ) ataupun
ke arah vertikal (sumbu y).
Sintaks-nya :
Background-repeat: repeat | no-repeat | repeat-x | repeat-y;
FREE TO SHARE

10
Keterangan :
 Value defaultnya adalah “repeat”, yaitu gambar ditampilkan berulang secara
horizontal dan vertikal.
 No-repeat; gambar sebagai background hanya ditampilkan satu kali, tidak ada
perulangan.
 Repeat-x; gambar ditampilkan berulang secara horizontal (sumbu x).
 Repeat-y; gambar ditampilkan berulang secara vertikal (sumbu y).
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “body” pada file CSS, sehingga menjadi seperti berikut :
body {
background-color:rgb(153,204,255); background-image : url(‘[Link]’); backgr
}

Dengan penulisan CSS seperti di atas, akan menghasilkan tampilan halaman web
dengan background berupa file image seperti pada gambar berikut ini :

Background-position
Property “background-position” digunakan untuk mengatur letak atau posisi sebuah file
gambar yang dijadikan sebagai background. Biasanya digunakan apabila pada Property
“background- repeat” bernilai “no-repeat”, “repeat-x” atau “repeat-y”.
Sintaks-nya :
background-position: top | bottom | left | center | right;

Keterangan :
 Value defaultnya adalah “top left”, sehingga apabila sebuah file gambar dijadikan
background dan diberikan deklarasi “background-repeat: no-repeat”, maka file
gambar akan ditampilkan di posisi kanan-atas.
 Property ini bisa diberikan satu value atau lebih, seperti “top”, “bottom”, “center” atau
“bottom center”, “top center”.

11
FREE TO SHARE

12
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “body” pada file CSS, sehingga menjadi seperti berikut :
body {
background-color:rgb(153,204,255); background-image : url(‘[Link]’); backgr
}

Simpan pekerjaan dan lihat tampilan halaman web pada browser.

Meringkas Penulisan Property Background


Pada contoh-contoh sebelumnya, kita harus menuliskan beberapa Property untuk mengatur
tampilan background agar sesuai dengan kebutuhan desain. Namun, kita bisa meringkas
penulisan Property tersebut dengan cukup menuliskan value-nya dalam satu baris pada
Property “background”.
Contoh :
Editlah file CSS pada Selector “body” sehingga menjadi sebagai berikut :
body {
background: rgb(153,204,255) url([Link]) repeat-y top center;
}

Keterangan : Masing-masing value dibatasi dengan spasi.


Hasilnya akan terlibat seperti gambar berikut ini :

FREE TO SHARE

12
B. Text Styling
Konten elemen HTML berupa teks bisa diatur tampilannya dengan melakukan
pemformatan pada CSS. Property pada CSS yang digunakan untuk pemformatan teks
antara lain : color, text- align, text-decoration, text-indent, dan text-transform.

Color
Property “color” digunakan untuk mengatur tampilan warna konten / teks pada elemen
HTML. Sintaks-nya :
color: color-value;

Keterangan :
 Color-value bisa menggunakan Hexadecimal, RGB ataupun color name.
Contoh :
Masing menggunakan file pada contoh sebelumnya (background styling), editlah Declaration
pada bagian Selector “.artikel h1”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel h1 {
background-color: maroon;
color: #ffffff;
}

Note : ditambahkan property “color”


Hasilnya, konten pada elemen H1 akan berwarna putih (#FFFFFF) seperti terlihat pada
gambar di bawah ini :

FREE TO SHARE

13
Text-align
Property “text-align” digunakan untuk mengatur perataan teks secara horizontal (mendatar).
Sintaks-nya :
text-align: left | center | right | justify;

Keterangan :
 Left : teks ditampilkan dengan rata kiri
 Center : teks ditampilkan dengan rata tengah
 Right : teks ditampilkan dengan rata kanan
 Justify : teks ditampilkan dengan perataan kanan-kiri
 Inherit : format perataanya mengikuti nilai alignment elemen induknya
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel” dan “.artikel h1”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel {
background-color: #CC6666;
text-align:justify;
}

.artikel h1 {
background-color:maroon; color:#ffffff;
text-align:center;
}

Note : masing-masing Selector ditambahkan Property “text-align” dengan nilai yang berbeda.
Hasilnya akan terlihat seperti gambar berikut :

FREE TO SHARE

14
Text-decoration
Property “text-decoration” digunakan untuk menambah atau membuang ornamen
tertentu pada teks.
Sintaks-nya :
text-decoration : none | underline | overline | line-through | blink;

Property ini biasa digunakan untuk menghilangkan ornamen underline pada hyperlink,
atau memberikan efek tertentu untuk bagian-bagian yang dianggap perlu pada sebuah
artikel.
Contoh :
Edit file HTML pada contoh sebelumnya sehingga menjadi seperti berikut :
<div id="artikel">
<h1>Judul Artikel<sup>Penting</sup></h1>
<p>text text text text text text text text text text text text text text text text
<a href="#">Baca Selengkapnya...</a>
</p>
</div>

Editlah file CSS dengan menambahkan baris berikut :


.artikel h1 sup { color:#FF0;
text-decoration:blink;
}
.artikel p a {
color:#ffffff;
text-decoration:none;
}

Dari struktur dokumen HTML dan pemformatan CSS seperti di atas, akan dihasilkan tampilan
halaman web seperti gambar di bawah ini:

FREE TO SHARE

15
Catatan : Ada beberapa browser yang tidak bisa menampilkan teks Blink

FREE TO SHARE

16
Text-indent
Propety “text-indent” digunakan untuk membuat indentasi pada teks, yang akan diterapkan
pada baris pertama teks/konten dalam sebuah elemen.
Sintaks-nya :
text-indent: length;

Keterangan :
 Length : menentukan panjang dari indentasi teks, bisa menggunakan satuan pixel
(px), point (pt), Ems (em), centimeter (cm) dan persen (%).
 Khusus untuk persen (%), nilai yang didapatkan adalah persentasi dari lebar
elemen HTML yang menjadi target.
Contoh :
Edit file CSS dengan menambahkan baris berikut :
.artikel p {
text-indent:50px;
}

Hasilnya, konten pada elemen P akan diset dengan indentasi sebesar 50pixel seperti
terlihat pada gambar di bawah ini :

Text-transform
Property “text-transform” digunakan untuk melakukan transformasi bentuk teks, seperti
menjadikannya capital, lowercase, atau uppercase.
Sintaks-nya :
text-transform: none | capitalize | uppercase | lowercase;

Keterangan :
 None : teks ditampilkan apa adanya, seperti nilai FREE TO SHARE
aslinya
 Capitalize : teks ditampilkan dengan huruf awal tiap kata berupa huruf besar (capital)
16
 Uppercase : teks ditampilkan dengan huruf besar seluruhnya
 Lowercase : teks ditampilkan dengan huruf kecil seluruhnya
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel h1” dan “.artikel h1 sup”, sehingga menjadi
seperti berikut :
.artikel h1 {
background-color:maroon; color:#ffffff;
text-align:center;
text-transform: uppercase;
}
.artikel h1 sup { color:#FF0;
text-decoration:blink;
text-transform: lowercase;
}

Hasilnya, konten pada Class “artikel” elemen H1 akan diubah menjadi bentuk huruf
kapital, sedangkan pada elemen SUP menjadi huruf kecil. Perhatikan gambar di bawah

ini :

C. Font Styling
CSS juga memungkinkan kita untuk melakukan pemformatan pada font, seperti menentukan
ukuran font atau memilih jenis font yang akan digunakan. Property pada CSS yang
digunakan untuk melakukan pemformatan font antara lain : font-size, font-family, font-
style dan font- weight.

Font-size
Property “font-size” digunakan untuk menentukan ukuran dari font (huruf) yang akan
ditampilkan. Property ini bisa diterapkan untuk elemen-elemen HTML yang berhubungan

17
dengan pengolahan teks, seperti heading dan FREE TO SHARE
paragraf.

18
Namun perlu dicatat bahwa, meskipun kita bisa melakukan pemformatan pada ukuran
font, tetapi sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan Property ini untuk menjadikan
heading terlihat seperti paragraf dengan mengecilkan ukuran font-nya ataupun sebaliknya,
menjadikan paragraf seperti heading dengan memperbesar ukuran font-nya. Tetap gunakan
Tag Heading untuk membuat heading pada artikel.
Sintaks-nya :
font-size: <absolute-size> | <relative-size> | <lenght> | <percent>;

Keterangan :
 Value pada Property “font-size” bisa berupa :
 Absolute-size, yakni ditentukan dengan nilai : xx-small, x-small, small, medium,
large, x-large, dan xx-large.
 Relative-size, yakni ditentukan dengan nilai : larger atau smaller
 Lenght, yakni dengan menentukan ukuran font dalam satuan pixel atau dalam em.
 Percent, yakni menentukan ukuran font dengan nilai persen (%)
 Jika ukuran font tidak ditentukan, maka akan digunakan nilai default, yakni untuk
teks normal seperti paragraf akan memiliki nilai 16px (1em = 16px = 100%).

Mengatur Ukuran Font dalam Satuan Pixel


Berikut ini adalah contoh penentukan ukuran font pada CSS dengan satuan Pixel :
h1 { font-size: 40px; } h2 { font-size: 30px; } p { font-size: 14px; }

Dengan menentukan ukuran font seperti di atas, maka akan dihasilkan tampilan halman
web dengan ukuran font untuk h1 sebesar 40px, h2 sebesar 30px dan font normal untuk
paragraf sebesar 14px.
Pada contoh di atas, memungkinkan browser (seperti Internet Explorer 9, Firefox,
Chrome, Opera, dan Safari ) untuk me-resize ukuran font apabila user mengaktifkan
fungsi zoom-in ataupun zoom-out pada browser. Khusus untuk Internet Explorer, hanya
berlaku untuk versi IE9.

Mengatur Ukuran Font dalam Satuan Em


Berikut ini adalah contoh penentuan ukuran font pada CSS dengan satuan Em.
h1 { font-size: 2.5em; } h2 { font-size:
>> 40px/16
1.875em;
= 2.5em
} p { font-size: 0.875em; }
>> 30px/16 = 1.875em
>> 14px/16 = 0.875em

Untuk menghitung nilai pixel ke dalam satuan em, yaitu dengan berpatokan bahwa 1em
adalah ukuran normal untuk sebuah teks, dimana 1em = 16px. Sehingga untuk mengkonversi

FREE TO SHARE

18
nilai pixel ke dalam em bisa dihitung dengan rumus em = pixel/16.

FREE TO SHARE

19
Dengan menggunakan satuan em, memungkinkan semua browser (termasuk IE versi
sebelum IE9) untuk me-resize ukuran font saat user mengaktifkan fungsi zoom-in
ataupun zoom-out. Penggunaan satuan em ini juga telah direkomendasikan oleh W3C.
Namun, pada contoh diatas masih terdapat satu kekurangan. Yakni apabila user
menggunakan IE versi yang lebih lama, ukuran font akan lebih besar dari seharusnya apabila
di zoom-in dan lebih kecil dari seharusnya apabila di zoom-out.

Menggabungkan Satuan Em dengan nilai Persen


Sebagai solusi untuk kedua masalah di atas, agar ukuran Font sesuai dengan pengaturan
yang ditetapkan dan berlaku untuk seluruh browser, adalah dengan menyatakan ukuran Font
default dalam satuan persen pada elemen <body>.
Contoh :
Masih menggunakan file HTML dan CSS pada contoh sebelumnya, tambahkan dan editlah
baris kode CSS seperti pada contoh di bawah ini:
body {
font-size:100%;
}
.artikel h1 {
font-size:2.5em;
}
.artikel p {
font-size: 0.875em;
}

Dengan penulisan CSS seperti di atas, akan dihasilkan sebuah halaman web dengan
ukuran font normal adalah 100% (16px / 1em). Sedangkan untuk h1 pada Class “artikel”
ukuran font-nya adalah 2.5em (40px) dan untuk paragraf pada Class “artikel” ukuran font-
nya adalah 0.875em (14px).
Tampilan pada browser akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini :

FREE TO SHARE

20
Font-family
Pada CSS, dikenal dua jenis nama font family, yakni :
 Font Family; yaitu sebuah nama jenis font yang spesifik, seperti : “Times New
Roman” atau “Arial”.
 Generic Family; yaitu kelompok font family yang memiliki kemiripan tampilan,
seperti “serif”, “sans-serif” atau “monospace”.
Perhatikan tabel di bawah ini !
Generic family Font family Keterangan
Times New Roman Font “Serif” mempunyai bentuk ujung
Serif
Georgia yang runcing pada beberapa bentuk
karakternya
“Sans” berarti “tidak dengan/tanpa”,
Arial
Sans-serif artinya jenis huruf ini tidak mempunyai
Verdana
bentuk ujung runcing pada tiap
karakternya.
Courier New Semua karakter jenis font ini memiliki
Monospace
Lucida Console ukuran lebar yang sama.

Perbedaan antara font Serif dan font Sans-serif.


Untuk mengatur jenis font agar sesuai dengan yang diinginkan, pada CSS digunakan Property
“font-family”.
Sintaks-nya :
font-family: <family-name> | <generic-family>;

Keterangan :
 Value pada Property ini harus dinyatakan lebih dari satu jenis font (font-family),
sebagai cadangan apabila font pertama tidak ditemukan, akan dicari font kedua,
apabila tidak ditemukan juga akan dicari yang sejenis dengannya (generic-family)
 Jika nama font-family terdiri dari dua kata atau lebih, ditulis dengan menggunakan
tanda petik ( “contoh nama font” ).
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel h1” dan “.artikel p”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel h1 {
font-size:2.5em;
font-family:"Trebuchet MS", Arial, Helvetica, sans-serif;
}
.artikel p { FREE TO SHARE
font-size: 0.875em; 20
font-family: "Palatino Linotype", "Book Antiqua", Palatino, serif;
}

Hasilnya, font pada elemen H1 akan ditampilkan dengan jenis font “Trebuchet MS” sedangkan
pada elemen P dengan font “Palatino Linotype”. Perhatikan gambar di bawah ini:

Font-style
Property “font-style” umumnya digunakan untuk mengatur tampilan italic text. Property
ini memiliki tiga value, yakni : normal, italic dan oblique.
Sintaks-nya :
font-style : normal | italic | oblique;

Keterangan :
 Value defaultnya berupa normal.
 Italic; menghasilkan teks miring
 Oblique; sama dengan italic, yaitu membuat tampilan teks miring.
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel h1 sup”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel h1 sup { color:#FF0;
text-decoration:blink; text-transform: lowercase; font-style:italic;
}

Hasilnya, teks pada elemen SUP akan diubah menjadi bentuk italic (miring), seperti terlihat
pada gambar di bawah ini :

FREE TO SHARE

21
Font-variant
Property “font-variant” digunakan untuk membuat variasi pada teks, dimana value dari
Property ini adalah “normal” dan “small-caps”.
Sintaks-nya :
font-variant: normal | small-caps;

Keterangan:
 Value defaultnya adalah normal.
 Small-caps; menghasilkan tampilan teks berupa “SMALL
CAPS”. Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel p a”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel p a {
color: #ffffff;
text-decoration: none;
font-variant: small-caps;
}

Simpan file CSS, dan perhatikan hasilnya pada tampilan browser.

Font-weight
Property “font-weight” digunakan untuk menentukan nilai ketebalan font (weightness). Nilai
dari Property ini adalah : “normal”, “bold”, “bolder”, “lighter” atau dengan menggunakan
nilai antara 100, 200, s/d 900.
Sintaks-nya :
font-weight : normal | bold | bolder | lighter | <100 s/d 900>

Keterangan : 700 )
 Value defaultnya adalah normal (bisa menggunakan nilai 400)
 Bold; menghasilkan jenis font yang tebal ( bisa menggunakan nilai

22
FREE TO SHARE

23
 Bolder; menghasilkan jenis font yang lebih tebal dari bold
 Lighter; menghasilkan jenis font yang lebih tipis dari normal.
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel p a”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel p a {
color: #ffffff;
text-decoration: none; font-variant: small-caps; font-weight: bold;
}

Simpan file CSS, dan perhatikan hasilnya pada tampilan browser.

Meringkas Penggunaan Property Font


Pengaturan jenis font dengan Property yang banyak pada sebuah elemen, bisa diringkas
dengan menggunakan Property “font”. Cara penggunaannya adalah dengan menuliskan
Property- Property yang dibutuhkan sesuai dengan urutannya. Sintaks-nya :
font : <font-style> <font-variant> <font-weight> <font-size/line- height> <font-

Keterangan :
 Property “font-size” dan “font-family” harus selalu disertakan, jika salah satunya hilang
akan digunakan nilai default dari masing-masing Property.
 Penggunaan Property “line-height” bisa dibaca di bagian yang berhubungan.

D. List Styling
Pada dokumen HTML, terdapat dua jenis list yang sering digunakan, yakni :
 Unordered list, dengan Tag <ul> atau biasa disebut dengan bullets.
 Ordered list, dengan Tag <ol> atau biasa disebut dengan numbering.
Dengan CSS, kita bisa mengatur tampilan pada masing-masing jenis list. Untuk Unordered
List, kita bisa mengatur bentuk bullets-nya apakah berbentuk circle, disc atau square.
Sedangkan untuk Ordered List, kita bisa mengatur bentuk numbering-nya apakah
menggunakan angka, huruf, huruf romawi, dan lain sebagainya.
Property CSS yang digunakan untuk melakukan pemformatan pada list adalah : list-style-type,
list-style-position, dan list-style-image.

List-style-type
Property “list-style-type” digunakan untuk mengatur bentuk dari bullets atau numbering
yang digunakan.
FREE TO SHARE

23
Sintaks-nya :
list-style-type : <marker-type> | none ;

Keterangan :
 Property ini bisa digunakan pada elemen <ul>, <ol> atapun <li>.
 Nilai default untuk <ul> adalah “disc” dan nilai default untuk <ol> adalah “decimal”.
 Value (marker type) yang biasa digunakan untuk bullets dan numbering adalah
sebagai berikut :
Value Keterangan
Bullets berbentuk lingkaran
circle
Bullets berbentuk bulatan hitam
disc
Bullets berbentuk kotak
square
Numbering berupa angka desimal (1, 2, 3 dst)
decimal
Numbering berupa angka desimal dengan nilai 0 di
decimal-leading-zero
depan
(01, 02, 03, dst)
Numbering berupa huruf kecil (a, b, c, d dst)
lower-alpha
Numbering berupa angka romawi kecil (i, ii, iii, iv dst)
lower-roman
Numbering berupa huruf besar (A, B, C, D dst)
upper-alpha
Numbering berupa angka romawi besar (I, II, III, IV dst)
upper-roman

 Selain jenis bullets dan numbering tersebut, masih terdapat beberapa jenis lagi seperti :
armenian, georgian, hiragana, katakana, dsb.
Contoh :
File [ [Link] ]
<body>
Contoh CSS styling pada elemen list :
<ul class="square">
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
</ul>
<ol class="roman">
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
</ol>
<ol class="alpha">
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
</ol>
</body>

FREE TO SHARE

24
File [ [Link] ]
[Link] {
list-style-type:square;
}
[Link] {
list-style-type:upper-roman;
}
[Link] {
list-style-type:upper-alpha;
}

Perhatikan tampilan yang dihasilkan seperti pada gambar di bawah ini :

List-style-position
Property “list-style-position” digunakan untuk mengatur posisi dari bullets atau numbering
pada elemen list. Nilai default-nya adalah outside, namun bisa diganti menjadi inside.
Sintaks-nya :
list-style-position: outside | inside;

Contoh :
File [ [Link] ]
<body>
List-style-position : outside | inside
<ol class="roman">
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
</ol>
<ol class="alpha">
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
</ol>
</body>
[[Link] ] FREE TO SHARE
File

25
ol { width:300px;
}
li {
border: 1px solid #333;
}
[Link] {
list-style-type:upper-roman;
}
[Link] {
list-style-type:upper-alpha; list-style-position:inside;
}

Perhatikan tampilan yang dihasilkan seperti gambar di bawah ini :

List-style-image
Property “list-style-image” digunakan untuk mengantikan bentuk-bentuk bullets pada elemen
list menjadi bentuk bullets khusus yang kita buat dalam bentuk file gambar. Biasanya hal ini
kita lakukan pada saat membuat link menu atau memang ingin menampilkan list dalam
bentuk yang tidak biasa.
Sintaks-nya :
list-style-image : url(‘url-file-gambar’);

Keterangan :
 Value default dari Property ini adalah none.
 Gambar bisa menggunakan jenis file PNG, GIF ataupun JPG.
 Sebisa mungkin ukuran file gambar sesuai dengan ukuran font yang diterapkan
pada elemen list.
Contoh :

26
FREE
TO
SHARE

27
File [ [Link] ]
<ul>
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
<li>List item 4</li>
<li>List item 5</li>
</ul>

File [ [Link] ]
ul {
list-style-image:url('[Link]');
}

Dengan struktur file HTML dan CSS seperti di atas, akan dihasilkan tampilan halaman web
seperti pada gambar di bawah ini :

Keterangan : file gambar bullets ([Link]) berada dalam satu folder yang sama
dengan file CSS.

Meringkas Penggunaan Property List


Pada contoh sebelumnya, kita telah menggunakan tiga Property pada list yakni “list-style-
type”, “list-style-position” dan “list-style-image”. Untuk menggunakan ketiga Property tersebut
secara bersamaan, kita bisa meringkas penulisannya dengan memanfaatkan Property “list-
style”.
Sintaks-nya :
list-style: <list-style-type> <list-style-position> <list-style- image>;

Keterangan :
 Value pada Property ini dituliskan secara berurutan seperti terlihat pada sintaks di atas
 Apabila salah satu bagian hilang, akan digunakan nilai default dari masing-
masing Property.

FREE TO SHARE
Contoh
:
27
File [ [Link] ]
<ul>
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
<li>List item 4</li>
<li>List item 5</li>
</ul>

File [ [Link] ]
ul {
list-style-image: square inside url('[Link]');
}

Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar berikut ini: (bandingkan dengan contoh sebelumnya)

Keterangan :
 Jika file “[Link]” tidak ditemukan, akan digunakan bullet dengan bentuk “square”
 Jika value berupa posisi “inside” tidak dinyatakan, akan digunakan nilai default-nya
yakni “outside”.

E. Link Styling
Sebuah link (hyperlink) pada halaman web bisa diatur tampilannya dengan menggunakan
CSS. Property yang digunakan bisa berupa Property apa saja yang biasa untuk
mengatur tampilan elemen HTML, seperti : background-color, color, font-size, dll.
Sebuah link bisa diatur tampilannya sesuai dengan keadaan/status dari link itu sendiri. Status
dari link adalah :
 a:link, yaitu keadaan normal dimana sebuah elemen HTML menjadi sebuah link.
 a:visited, yakni keadaan dimana sebuah link sudah dikunjungi/dilihat tautannya.
 a:hover, yakni keadaan dimana pointer mouse melewati sebuah link.
 a:active, yakni keadaan dimana link itu sedang di-klik.
FREE TO SHARE
Contoh
:
28
File [ [Link] ]
<body>
<ul>
<li><a href=”[Link]”> Home </a></li>
<li><a href=”[Link]”> About Us </a></li>
<li><a href=”[Link]”> Contact Us</a></li>
</ul>
</body>

File [ [Link] ]
ul li {
list-style:square inside url('[Link]'); background: url(‘[Link]’)
}
a:link, a:visited { color:#ff0000;
text-decoration:none; font-size:24px;
font-weight:bold;
}
a:hover {
color:#03c;
}
a:active {
color: #000;
}

Keterangan :
Ketika melakukan pemformatan untuk beberapa keadaan dari sebuah hyperlink, maka aturan
penulisannya adalah;
 a:hover harus dituliskan setelah a:link, dan a:visited
 a:active harus dituliskan setelah a:hover
Contoh diatas akan menghasilkan tampilan seperti gambar berikut : (arahkan mouse ke
link untuk melihat efek yang dihasilkan)

Note : Untuk mendapatkan sebuah tampilan menu navigasi yang menarik


dan “keren” dengan CSS bisa dibaca pada bagian lain tutorial ini.
FREE TO SHARE

29
F. Table Styling
Elemen Table (tabel) pada halaman web, bisa diformat sedemikian rupa sehingga
menghasilkan tampilan yang cantik dan menarik. Pemformatan yang dilakukan bisa
berupa penambahan background, mengatur bentuk garis (border), text alignment dan
lain sebagainya.
Secara umum sebuah elemen tabel pada dokumen HTML terdiri dari beberapa unsur Tag
HTML, yakni <table>, <tr>, <td>, <th> dan <caption>. Masing-masing Tag HTML tersebut
mendefinisikan bagian tertentu dari sebuah elemen tabel, sehingga Selector yang digunakan
harus disesuaikan dengan bagian mana yang akan dipilih untuk diatur tampilannya.
Pada bagian ini akan dibahas beberapa pemformatan pada tabel yang biasa dilakukan
untuk menghasilkan tampilan tabel yang menarik.

Table Border
Dalam pembuatan sebuah tabel tentu tidak terlepas dari bagaimana bentuk dan tampilan
dari tabel tersebut, salah satunya adalah bentuk dari garis tabel (border). Untuk mengatur
bentuk dar border kita bisa menggunakan Property “border”.
Sintaks-nya :
border: <width> <style> <color>;

Keterangan :
 Selector yang digunakan bisa table, th ataupun td
 Dalam Property ini harus dinyatakan dengan tiga value, yakni : width, style dan color.
 Value berupa width, menentukan ketebalan dari border. Nilainya adalah “thin”,
“medium” dan “thick”, atau bisa juga menggunakan nilai dalam satuan pixel (1px,
2px, 3px, dst.)
 Value berupa style, menentukan jenis dari border. Nilainya adalah “hidden”,
“dotted”, “dashed”, “solid”, “double”, “groove”, “inset”, “outset” dan “none”.
 Value berupa color, menentukan warna dari border. Bisa menggunakan nilai
hexadesimal, RGB atau color-name.
Contoh :
File [[Link]]
<table>
<caption>Daftar Alamat dan Nomor Telepon Perusahaan </caption>
<tr>
<th>Nama Perusahaan</th>
<th>Alamat</th>
<th>Nomor Telp</th>
</tr>
<tr>
<td>PT. ABC Indonesia</td>
<td>Jakarta Pusat</td>
<td>021 - 123123</td>
</tr>
<tr>
<td>PT. Nusantara Abadi</td> FREE TO SHARE
<td>Bekasi Barat</td>
30
<td>021 - 234567</td>
</tr>
<tr>
<td>PT. Citra Perkasa</td>
<td>Tangerang Selatan</td>
<td>021 - 567890</td>
</tr>
</table>

File [[Link]]
table, td{
border:1px solid red;} th{
background-color: #C00000; border:3px outset red; color:#ffffff;}

Bentuk file HTML dan CSS diatas, akan menghasilkan tampilan halaman web seperti
pada gambar di bawah ini:

Border Collapse
Dari contoh pada gambar di atas, terlihat bahwa tabel tersebut memiliki border dengan
bentuk ganda (double), padahal kita sudah menentukan bahwa table dan td memiliki
Property border : 1px solid red. Hal ini disebabkan karena masing-masing sel pada tabel
tersebut memiliki jarak, karena memang secara default sel pada tabel dalam HTML akan
selalu diberi jakar 1px di tiap sisinya. Untuk menghilangkan jarak tersebut, kita bisa
menggunakan Property “border- collapse”.
Sintaks-nya :
border: <border-width> <border-style> <border-color>;

Keterangan :
 Property ini bisa diletakkan pada Selector table
 Value berupa ”collapse” menghasilkan sel tanpa jarak, sedangkan value berupa
”separate” menghasilkan tabel tanpa jarak pada tiap selnya. FREE TO SHARE

31
Contoh :
Edit file CSS pada contoh sebelumnya menjadi :
table, td{
border:1px solid red; border-collapse: collapse;
}

Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini :

Table Width dan Table Height


Sebuah tabel dalam halaman web, bisa kita atur ukuran(size)-nya. Dalam hal ini, ukuran
bisa berarti lebar dan tinggi dari tabel (table) ataupun lebar dan tinggi dari masing-masing sel
(th dan td). Property yang digunakan adalah Property “width” dan “height”.
Sintaks-nya :
width: length | percent; height: length | percent;

Keterangan :
 Value untuk Property width dan height bisa menggunakan nilai length ataupun persen.
 Nilai length bisa menggunakan nilai berupa angka dalam satuan px, em ataupun cm.
 Nilai berupa persen (%) menyatakan ukuran berdasarkan persentasi dari area
yang melingkupinya, sehingga didapatkan nilai yang fleksibel.
Contoh :
Pada file [Link], edit bagian elemen table heading sehingga menjadi seperti berikut :
<tr>
<th class="kolom1">Nama Perusahaan</th>
<th class="kolom2">Alamat</th>
<th class="kolom3">Nomor Telp</th>
</tr>

FREE TO SHARE

32
Kemudian pada file [Link], edit dan tambahkan baris CSS sehingga menjadi
seperti berikut ini :
td{
height: 30px;
}
th{
background-color: #C00000; border:3px outset red; color:#ffffff; height:40px;
}
.kolom1, .kolom2 { width:200px;
}
.kolom3 {
width:100px;
}

Hasilnya, tampilan tabel akan terlihat seperti gambar berikut ini :

Table Padding
Untuk membuat tampilan data pada tabel lebih nyaman untuk dibaca, maka perlu
diberikan jarak dari garis tepi sel dengan teks yang ada di dalam sel tersebut. Property
yang digunakan adalah “padding”.
Sintak-nya :
padding : length;

Keterangan :
 Nilai length bisa bisa menggunakan nilai berupa angka dalam satuan px, em ataupun cm.
Contoh :
Edit file CSS pada contoh sebelumnya menjadi :

33
FREE TO SHARE

34
table, td{
border:1px solid red; border-collapse: collapse; padding: 5px;
}

Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar berikut :

Note : Pembahasan lebih lengkap mengenai Property-property yang bisa


diterapkan pada elemen table, bisa dibaca pada bagian “CSS Box Model”.

FREE TO SHARE

34
Bagian 3 - CSS BOX MODEL
Pada bagian ini, kita akan membahas sebuah bentuk styling dalam CSS yang disebut dengan
istilah “Box Model”. Apa itu CSS Box Model ? Bagaimana prinsip kerja dan cara
implementasinya dalam desain web? Ikuti pembahasannya pada bagian ini dengan seksama
dan jangan lupa untuk langsung mencobanya.

Note : Contoh-contoh penerapan CSS pada bagian ini menggunakan


metode Internal Style Sheet

A. Apa itu CSS Box Model ?


Pada dasarnya semua elemen HTML bisa dianggap sebagai sebuah “box”. Istilah “Box
Model” dalam CSS erat kaitannya ketika kita berbicara tentang desain dan layout
website. CSS Box Model pada dasarnya adalah sebuah area yang melingkupi sebuah
elemen HTML, yang didalamnya terdiri dari : margin, border, padding dan content itu
sendiri.
Berikut ini adalah ilustrasi yang bisa menggambarkan apa itu “Box Model” dalam CSS.

Keterangan :
 Margin, adalah area kosong yang berada di bagian paling luar dari sebuah elemen
HTML. Nilai yang dinyatakan dalam bagian ini, menyatakan jarak atau batas dari
elemen HTML tersebut dengan elemen HTML lainnya. Margin tidak memiliki nilai
background warna, tetapi selalu bersifat transparent.
 Border, adalah sebuah garis pembatas yang mengelilingi sebuah elemen HTML
namun berada didalam wilayah Margin.
 Padding, adalah sebuah area kosong yang berada diantara Border dan Content
dari elemen HTML. Berbeda dengan Margin yang tidak memiliki warna, unsur
warna dari Padding didapatkan dari nilai background element HTML yang
bersangkutan.

FREE TO SHARE

35
 Content, adalah bagian utama dari elemen HTML yang berisi teks atau gambar
yang akan ditampilkan.

FREE TO SHARE

36
Perlu diketahui bahwa posisi dari Margin, Border dan Padding berada diluar dari
Content, sehingga nilai yang diberikan untuk ketiganya akan berpengaruh menambah
luas area dari elemen HTML. Simak baik-baik pembahasan berikut ini!

Menetapkan Ukuran Sebuah Elemen ( Width dan Height )


Sebuah elemen HTML dalam halaman web bisa kita atur nilai lebar dan tingginya. Property
yang digunakan untuk menetapkan ukuran dari sebuah elemen HTML ini adalah Property
“width” dan “height”.
Sintaks-nya :
width: auto | length | percent ; height: auto | length | percent ;

Keterangan :
 Value default dari Property “width” dan “height” adalah auto, yang berarti browser
akan melakukan perhitungan secara otomatis untuk menentukan nilainya.
 Value berupa lenght, bisa menggunakan nilai desimal dengan satuan px, em atau cm,
namun yang paling umum digunakan adalah dengan satuan pixel (px).
 Value berupa percent, akan diterjemahkan oleh browser dengan menghitung
persentasi dari nilai lebar atau tinggi elemen induknya.
Contoh :
<!DOCTYPE html>
<html">
<head>
<title>CSS Box Model</title>
<style>
.container {
background: #06F; width:400px; height:300px;
}
.artikel {
background: #CCF;
}
img { width:340px; height:180px;
}
</style>
</head>

<body>
<div class="container">
<img src="[Link]" width="200" />
<div class="artikel"> Ini adalah artikel singkat yang berisi penjelasan tentang ga
</div>
</body>
</html>

Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar berikut ini


: FREE TO SHARE

36
Penjelasan :
 Elemen div dengan atribut Class=”container” ditentukan dengan nilai width:400px;
nilai height:300px; dan background:#06F; sehingga menghasilkan sebuah tampilan area
kotak berukuran 400x300px dengan latar belakang warna biru.
 Elemen div dengan atribut Class=”artikel” ditentukan dengan nilai background:#CCF;
namun tidak diberikan deklarasi untuk width dan height, sehingga nilai keduanya
adalah auto. Dalam hal ini nilai width mengikuti nilai width dari elemen induk
(Container), sedangkan untuk nilai height mengikuti kebutuhan content-nya (teks
didalamnya).
 Elemen img ditentukan dengan nilai width:340px; dan nilai height:180px;
sehingga menghasilkan tampilan gambar dengan ukuran lebar 340x180px.

B. Margin
Jarak sebuah elemen HTML dengan elemen HTML lain yang bersinggungan disebut dengan
“margin”. Tiap elemen HTML memiliki empat sisi margin yaitu margin atas, margin
kanan, margin bawah dan margin kiri.
Luas area dari masing-masing margin bisa diatur dengan menggunakan Property berikut :
 “margin-top” - untuk margin atas,
 “margin-right” - untuk margin kanan,
 “margin-bottom” - untuk margin bawah, dan
 “margin-left” - untuk margin
kiri. Sintaks-nya :
margin-top: auto | length | percent; margin-right: auto | length | percent; margi

FREE TO SHARE
37
Keterangan :
 Value default untuk masing-masing Property adalah “0”
 Value yang bisa digunakan untuk mengatur nilai margin bisa berupa nilai auto,
length dan percent.
 Value berupa auto, akan menghasilkan nilai margin yang diperhitungkan secara
otomatis oleh browser mengikuti keadaan disekeliling elemen.
 Value berupa length, bisa menggunakan satuan px, em atau cm. Namun yang
umum digunakan adalah menggunakan satuan px (pixel).
 Value berupa percent, akan menghasilkan nilai margin yang dihitung dari persentasi
area yang berada di sekelilingnya.

Meringkas Penggunaan Property Margin


Jika pada penjelasan sebelumnya kita menentukan nilai margin dengan menggunakan
Property untuk masing-masing sisi elemen, berikut ini kita akan menggunakan satu
Property untuk mengatur ke-empat sisi dari elemen HTML. Property yang digunakan
adalah “margin”.
Sintaks-nya :
margin:<margin-top> <margin-right> <margin-bottom> <margin-left>;

Keterangan :
 Property “margin” digunakan untuk menentukan nilai margin keempat sisi elemen HTML
 Value dari Property ini bisa terdiri dari satu sampai empat nilai, yang aturannya
adalah sebagai berikut :
 Property “margin” dengan 4 value
margin: 10px 20px 30px 40px;
Margin atas = 10px
Margin kanan = 20px
Margin bawah = 30px
Margin kiri = 40px
(dibaca searah jarah jarum jam)
 Property “margin” dengan 3 value
margin: 10px 20px 30px;
 Margin atas = 10px
 Margin kanan dan kiri = 20px
 Margin bawah = 30px
 Property “margin” dengan 2 value
margin: 10px 20px;
 Margin atas dan bawah = 10px;
 Margin kanan dan kiri = 20px
 Property “margin” dengan 1 value
margin: 10px;
FREE TO SHARE
 Margin keempat sisinya (atas-kanan-bawah-kiri) = 10px

38
Contoh :
Editlah bagian CSS pada contoh sebelumnya sehingga menjadi seperti berikut ini :
.container {
background: #06F; width:400px; height:300px; margin:auto;
}
.artikel {
background: #CCF;
margin:10px;
}
img { width:340px; height:180px; margin:20px;
}

Hasilnya akan terlihat seperti gambar berikut ini :

Penjelasan :
 Margin pada “container” bernilai auto, sehingga menghasilkan nilai margin untuk
keempat sisi elemen dengan nilai yang sama. Pada kasus ini menghasilkan
tampilan “container” yang berada di tengah-tengah jendela browser.
 Margin pada “artikel” bernilai 10px, sehingga menghasilkan sebuah area kosong
(jarak) di sekeliling elemen tersebut dengan sebesar 10px.
 Margin pada “img” bernilai 20px, sehingga menghasilkan sebuah area kosong (jarak)
sekeleiling <img> sebesar 20px.
 Jarak antara “artikel” dengan “img” adalah sebesar 30px, dihitung dari margin
“artikel” 10px ditambah margin ”img” 20px.

FREE TO SHARE

39
C. Border
Border adalah sebuah garis pembatas yang mengelilingi sebuah elemen HTML, posisinya
diluar Content namun berada di dalam Margin. Karena posisinya berada diluar bagian
Content, maka keberadaanya berpengaruh terhadap kebutuhan ruang yang digunakan untuk
menampilkan sebuah elemen HTML.
Sebuah elemen HTML memilki Border untuk keempat sisinya, dimana bentuk, ketebalan dan
warnanya bisa kita atur sesuai dengan kebutuhan desain.

Border-style
Property “border-style” digunakan untuk menentukan bentuk dari sebuah border. Value
dari Property ini bisa menggunakan : “dotted”, “dashed”, “solid”, “double”, “inset”,
“outset”, “ridge”, “groove”, “hidden” dan “none”.
Berikut adalah contoh bentuk (style) dari sebuah border :

Sintaks-nya :
border-style: <border-top-style> < border-left-style > < border- bottom-style > <

Keterangan :
 Property “border-style” digunakan untuk menentukan bentuk (style) dari border pada
keempat sisi elemen HTML.

40
FREE TO SHARE

41
 Property ini tidak memiliki nilai default, sehingga valuenya harus ditentukan.
 Pada Property ini bisa diberikan 1 sampai 4 buah value, yang masing-masingnya
menentukan bentuk border untuk tiap sisi elemen HTML. Aturannya adalah
sebagai berikut :
 Border-style dengan 4 value
border-style: dashed solid dotted solid;

 Border-top-style = dahsed
 Border-right-style = solid
 Border-bottom-style = dotted
 Border-left-style = solid
(dibaca searah jarum jam)

 Border-style dengan 3 value


border-style: dashed solid dotted;

 Border-top-style = dahsed
 Border-right-style dan border-left-style = solid
 Border-bottom-style = dotted

 Border-style dengan 2 value


border-style: dashed solid;

 Border-top-style dan border-bottom-style = dahsed


 Border-right-style dan border-left-style = solid

 Border-style dengan 1 value


border-style: dashed;

 Border-style untuk keempat sisi = dashed

Selain menggunakan cara di atas, kita juga bisa menentukan bentuk border secara spesifik
untuk masing-masing sisi border dengan Property berikut :
 Border-top-style : menentukan style / bentuk border bagian sisi atas
 Border-right-style : menentukan style / bentuk border bagian sisi kanan
 Border-bottom-style : menentukan style / bentuk border bagian sisi bawah
 Border-left-style : menentukan style / bentuk border bagian sisi kiri

Border-width
Property “border-width” digunakan untuk mengatur ketebalan dari border. Ketebalan sebuah
border bisa dinyatakan dengan nilai “thin”, “medium” dan “thick”, tapi bisa juga
dinyatakan dalam satuan pixel.

Sintaks-nya :
border-width : thin | medium | thick | <length>; FREE TO SHARE

41
Keterangan :
 Property “border-width” digunakan untuk menentukan ketebalan border untuk
keempat sisi elemen HTML.
 Value default untuk Property ini adalah medium.
 Value berupa “thin” menghasilkan sebuah border yang tipis, Value berupa “thick”
menghasilkan sebuah border yang tebal, dan Value berupa “medium”
menghasilkan sebuah border dengan ketebalan antara thin dan thick.
 Selain menggunakan ketiga Value tersebut, bisa juga menggunakan nilai length
dengan satuan pixel seperti 1px, 5px, 10px, dst.
 Property ini bisa diberikan 1 sampai 4 buah value, yang masing-masingnya
mendefinisikan ketebalan dari border untuk masing-masing sisi. Aturan
penggunaannya sama dengan penggunaan Property “border-style”.
Selain menggunakan Property “border-width” untuk menentukan ketebalan keempat sisi
border, kita juga bisa menentukan ketebalan border secara spesifik untuk masing-masing sisi
border dengan Property berikut :
 Border-top-width : menentukan ketebalan border bagian sisi atas
 Border-right-width : menentukan ketebalan border bagian sisi kanan
 Border-left-width : menentukan ketebalan border bagian sisi bawah
 Border-top-width : menentukan ketebalan border bagian sisi kiri

Border-color
Property “border-color” digunakan untuk menentukan warna dari border pada elemen
HTML. Seperti pada penentuan warna pada Property lain dalam CSS, Property ini juga
bisa juga bisa diberikan value dengan nilai warna Hexadecimal, RGB ataupun color
name.
Sintaks-nya :
border-color : color-value | transparent;

Keterangan :
 Property “border-color” digunakan untuk menentukan warna border sebuah
elemen pada keempat sisinya.
 Property ini tidak bisa berdiri sendiri, harus diawali dengan penentuan ketebalan
border dengan menggunakan Property “border-width”.
 Value untuk Property ini bisa menggunakan nilai warna Hexadecimal, RGB ataupun
color name, dimana nilai defaultnya adalah hitam (black).
 Selain menggunakan color-value, bisa juga digunakan nilai transparent yang
menghasilkan border tidak terlihat.
 Property ini bisa diberikan 1 sampai 4 buah value, yang masing-masingnya
mendefinisikan warna dari border untuk masing-masing sisi. Aturan penggunaannya
sama dengan penggunaan Property “border-style” dan “border-width”.

FREE TO SHARE

42
Selain menggunakan Property “border-color”, kita juga bisa mendefinisikan warna border
untuk masing-masing sisi border dengan Property :

 Border-top-color : menentukan warna border bagian sisi atas


 Border-right-color : menentukan warna border bagian sisi kanan
 Border-left-color : menentukan warna border bagian sisi bawah
 Border-top-color : menentukan warna border bagian sisi kiri

Meringkas Penggunaan Property Border


Secara umum sebuah border dalam CSS terdiri dari tiga unsur, yakni :
 Bentuk border – yang dinyatakan dengan Property “border-style”,
 Ketebalan border – yang dinyatakan dengan Property “border-width”, dan
 Warna border – yang dinyatakan dengan Property “border-color”.
Ketiga unsur tersebut harus dinyatakan untuk mendefinisikan sebuah border yang akan
diterapkan pada elemen HTML. Namun, seringkali kita hanya memformat tampilan
elemen HTML dengan border yang cukup sederhana. Oleh karenanya, CSS menyediakan
cara meringkas penulisan baris kode CSS untuk memformat sebuah border dengan satu
Property yaitu “border”.
Sintaks-nya :
border: <border-width> <border-style> <border-color>;

Keterangan :
 Property “border” digunakan untuk memformat border dengan mendefinisikan
ketiga unsur border secara bersamaan, yakni bentuk, ketebalan dan warna
border.
 Dengan menggunakan Property ini, maka nilai yang didefinisikan adalah nilai masing-
masing unsur border pada keempat sisinya.
 Pada Property ini, value untuk border-style harus dinyatakan secara spesifik.
Sedangkan apabila border-width dan border-color tidak dinyatakan, akan
digunakan nilai default dari masing-masing Property tersebut.

Contoh :
Editlah bagian CSS pada contoh sebelumnya sehingga menjadi seperti berikut ini :
.container {
background: #06F; width:400px; height:300px; margin:auto; border:10px ridge #F30;
}
.artikel {
background: #CCF;
margin:0 20px;
border-style:dashed dotted; border-width:2px;
border-color:#FFF;
}

FREE TO43
SHARE
img { width:340px; height:180px; margin:20px;
border-style:solid; border-width:5px 10px; border-color:#000000;
}

Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini :

Penjelasan :
 Border pada “img” dinyatakan dengan { border-style:solid; border-width:5px 10px;
border-color:#000000; } sehingga menghasilkan border dengan bentuk solid
berwarna hitam, dengan ketebalan sisi atas-bawah 5px, dan kanan-kiri 10px.
 Dengan deklarasi CSS pada “img” tersebut, menyebabkan bertambahnya luas area
pada elemen image yang sebelumnya 340x180 pixel menjadi 400x230 pixel.
Perhitungannya adalah sebagai berikut :
Lebar elemen; 340 (width) + 40 (margin-right + margin-left) + 20 (border-right-
width + border-left-width) = 400px.
Tinggi elemen; 180 (height) + 40 (margin-top + margin-bottom) + 10 (border-top-
width + border-bottom-width) = 230px.
 Border pada “container” dinyatakan dengan { border:10px ridge #F30; }
 Border pada “artikel” dinyatakan dengan { border-style:dashed dotted; border-
width:2px; border-color:#FFF; }

FREE TO SHARE

44
D. Padding
Padding adalah area kosong yang mengelilingi sebuah elemen HTML dan memberikan jarak
antara Content dengan Border. Sama halnya dengan Margin dan Border, Padding yang
letaknya berada di bagian luar elemen HTML akan berpengaruh terhadap kebutuhan
ruang untuk penempatan sebuah elemen HTML.
Padding tidak memiliki unsur warna, namun keberadaanya terpengaruhi oleh unsur warna
dari latar belakang sebuah elemen yang dinaunginya.
Tiap elemen HTML memiliki empat sisi Padding yaitu padding atas, padding kanan,
padding bawah dan padding kiri. Masing-masing besaran luas padding bisa ditentukan
dengan menggunakan Property :
 “padding-top” - untuk padding atas,
 “padding-right” - untuk padding kanan,
 “padding-bottom” - untuk padding bawah, dan
 “padding-left” - untuk padding
kiri. Sintaks-nya :
padding-top:length | percent; padding-right:length | percent; padding-bottom:lengt

Keterangan :
 Value default untuk masing-masing Property adalah “0”
 Value yang bisa digunakan untuk mengatur nilai margin bisa berupa nilai length dan
percent.
 Value berupa length, bisa menggunakan satuan px, em atau cm. Namun yang
umum digunakan adalah menggunakan satuan px (pixel).
 Value berupa percent, akan menghasilkan nilai margin yang dihitung dari persentasi
area yang berada di sekelilingnya.

Meringkas Penggunaan Property Padding


Agar penulisan nilai padding sebuah elemen HTML lebih ringkas, bisa digunakan Propery
“padding”.
Sintaks-nya :
padding:< padding-top> < padding-right> <padding-bottom>
<padding-left>;

Keterangan :
 Property “padding” digunakan untuk menentukan nilai Padding dari keempat sisi
elemen HTML
 Value dari Property ini bisa terdiri dari satu sampai empat nilai, yang
pe n g g un a an n ya sama dengan Property Margin dan Property Border.
F R E E T O S H ARE

45
Contoh :
Editlah bagian CSS untuk Selector “.artikel” pada contoh sebelumnya sehingga menjadi
seperti berikut ini :
.artikel {
background: #CCF; margin:0 20px;
border-style:dashed dotted; border-width:2px;
border-color:#FFF;
padding:5px 15px;
}

Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar berikut ini :

Penjelasan :
Pada gambar di atas, terlihat bahwa diantara Content (teks) dan Border terdapat jarak
(Padding). Padding bagian atas dan bawah sebesar 5px, dan Padding bagian kanan dan kiri
sebesar 15px.
Dalam mendesain sebuah halaman web, penggunaan nilai padding sangat berpengaruh
dalam hal kenyamanan user saat membaca artikel yang kita sajikan. Sebuah artikel yang
diberikan jarak dengan garis tepinya kan lebih nyaman dibaca daripada artikel yang posisinya
menempel dengan garis tepinya.
Pertimbangkan besaran nilai Padding dengan konsep desain web yang diterapkan, sehingga
akan menghasilkan sebuah tampilan halaman web yang cantik dan nyaman untuk
dibaca.

46
FREE TO SHARE

47
E. Outline
Outline adalah sebuah garis yang mengelilingi sebuah elemen HTML, letaknya berada diluar
Border. Seperti halnya Border, Outline terdiri dari 3 unsur dasar yakni ketebalan, bentuk
dan warna. Masing-masing unsur tersebut didefinisikan dengan Property :
 outline-width : untuk menentukan ketebalan outline,
 outline-style : untuk menentukan bentuk dari outline,
 outline-color : untuk menentukan warna dari outline.
Penulisan deklarasi untuk membentuk sebuah Outline pada elemen HTML juga bisa
diringkas menggunakan sebuah Property, yaitu Property “outline”.
Sintaks-nya :
outline : <outline-width> <outline-style> <outline-color>;

Penggunaan dan value dari masing-masing Property tersebut sama dengan penggunaan dan
value dari Property yang digunakan untuk mengatur Border.

Outline vs Border
Secara umum Outline dan Border memiliki kesamaan, yaitu membentuk garis tepi yang
mengelilingi sebuah elemen HTML. Value yang digunakan untuk mendefinisikan masing-
masing Property-nya pun menggunakan nilai yang sama. Perbedaannya dari keduanya
(Outline dan Border) adalah pada posisi atau letaknya dan efek yang dipengaruhinya.
Border mengelilingi sebuah elemen dan berada diluar Content, diantara Margin dan Padding,
dan keberadaannya membutuhkan sebuah ruang khusus sehingga berpengaruh
terhadap kebutuhan ruang untuk penempatan sebuah elemen HTML.
Berbeda dengan Border, Outline mengelilingi sebuah elemen dan berada di luar Border
namun keberadaanya tidak membutuhkan sebuah ruang khusus, sehingga tidak berpengaruh
terhadap kebutuhan ruang untuk penempatan sebuah elemen HTML.
Perhatikan contoh berikut ini !
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>CSS Box Model</title>
<style>
.gbr1 {
width:200px; padding:10px;
border:5px solid #000000; outline:5px solid #00FF00;
}
.gbr2 {
width:150px; padding:10px; border:5px solid #F00;
outline:5px dotted #0033CC;
}

FREE TO SHARE

47
</style>
</head>

<body>
<img class="gbr1" src="[Link]" /><img class="gbr2" src="[Link]" />
</body>
</html>

Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini :

Penjelasan :
Nilai Border-width ditentukan sebesar 5px, sedangkan nilai Outline-width ditentukan 5px juga.
Border dari masing-masing elemen gambar membutuhkan ruang khusus, sehingga keduanya
hanya bersinggungan saja. Berbeda dengan Outlin yang tidak membutuhkan ruang
khusus, terlihat bahwa Outline dari masing-masing elemen gambar saling memasuki area
dari elemen yang bersinggungan.
Ringkasnya, keberadaan sebuah Outline pada elemen HTML tidak mempengaruhi kebutuhan
area yang akan digunakan untuk menempatkan sebuah elemen HTML tersebut.

FREE TO SHARE

48

Anda mungkin juga menyukai