Tutorial CSS untuk Pemula
Tutorial CSS untuk Pemula
Lisensi Dokumen :
Materi dalam dokumen ini dapat digunakan, dimodifikasi, disebarluaskan secara bebas untuk
tujuan bukan komersial (non-profit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut
penulis dan pernyataan copyright yang disertakan. Tidak diperbolehkan melakukan
penulisan ulang atas isi dokumen ini kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari Penulis.
Bekasi – November 2013
DAFTAR ISI.....................................................................................................................................1
Bagian 1 - PENGENALAN CSS.......................................................................................................2
A. Apa itu CSS...................................................................................................................2
B. Sintaks CSS...........................................................................................................................2
C. Jenis-Jenis Selector pada CSS..............................................................................................3
D. Mengintegrasikan CSS pada Dokumen HTML..............................................................6
Bagian 2 – BASIC ELEMENT STYLING..........................................................................................8
A. Background Styling.......................................................................................................8
B. Text Styling.................................................................................................................13
C. Font Styling.................................................................................................................17
D. List Styling...................................................................................................................23
E. Link Styling..................................................................................................................28
F. Table Styling...............................................................................................................30
Bagian 3 - CSS BOX MODEL........................................................................................................35
A. Apa itu CSS Box Model ?............................................................................................35
B. Margin......................................................................................................................... 37
C. Border......................................................................................................................... 40
D. Padding....................................................................................................................... 45
E. Outline......................................................................................................................... 47
FREE TO SHARE
1
Bagian 1 - PENGENALAN CSS
A. Apa itu CSS
Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen
dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan
bahasa pemograman.
Sama halnya styles dalam aplikasi word processing seperti Microsoft Word yang dapat
mengatur beberapa style, misalnya heading, sub-bab, bodytext, footer, images, dan style
lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file). Pada umumnya
CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML
dan XHTML.
CSS dapat mengatur ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran
border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar
teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet
yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen. Dengan adanya CSS memungkinkan
kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.
Sumber dan informasi selengkapnya, bisa ditemukan di :
[Link]
[Link]
B. Sintaks CSS
Sintaks Dasar pada CSS
Sintaks pada CSS terdiri dari dua bagian, yakni bagian Selector dan bagian Declaration. Di
dalam Declaration terdapat sebuah Property dan Value. Ilustrasinya bisa dilihat pada
gambar di bawah ini :
Selector adalah bagian pada HTML yang akan menjadi target dari pemformatan oleh
CSS, umumnya adalah berupa elemen HTML. Sedangkan Declaration adalah bagian dari
sintaks CSS yang berisi format-format (styles) yang dinyatakan dengan Property dan Value.
Sebuah baris kode CSS bisa terdapat satu atau banyak Declaration.
Aturan penulisannya :
Selector ditulis pada bagian awal baris kode CSS
Declaration ditulis antara tanda “{“…. “}”
Penulisan Property dan Value pada Declaration dibatasi dengan tanda
FREE TO SHARE
“:”
2
Setiap Declaration diakhiri dengan tanda “;” sebelum ditulis Declaration baru.
3
Contoh
Berikut adalah contoh penulisan baris kode CSS :
p {color:blue;text-align:center;}
Penjelasan
Dari contoh di atas, bisa dijelaskan sebagai berikut :
Selector yang digunakan adalah “p”, yakni sebuah tag HTML yang digunakan
untuk mendefinisikan sebuah paragraf.
Declaration pada contoh diatas dinyatakan dengan “color:blue;" dan “text-
align:center;”
Maka baris CSS tersebut akan menjadikan elemen paragraph (p) dalam dokumen
HTML sebagai target pemformatan. Dalam hal ini, konten dalam elemen “p” akan
diformat dengan warna biru dan perataan teksnya adalah center.
[Link]
P {
text-align:justify; color:grey;
}
#penting {
text-align:center; color:red;
}
Pemformatan dokumen HTML dengan bentuk CSS tersebut akan menghasilkan tampilan
halaman web dimana dua paragraf pertama berwarna abu-abu (grey) dengan alignment
“justify”, sedangkan paragraf ketiga, yang memiliki atribut ID=”penting” akan terformat dengan
alignment “center” dan warna teksnya adalah merah (CSS dengan selector “#penting”).
Artinya paragraf ketiga, akan berbeda dengan dua paragraf diatasnya yang tidak memiliki
atribut ID.
4
color: blue;
}
Dengan bentuk seperti di atas, maka akan dihasilkan sebuah halaman web sejumlah
empat paragraf, dimana tiap paragraf memiliki ukuran huruf sebesar 12px dan alignment
teksnya adalah justify (CSS dengan selector “p”).
Dari keempat paragraf tersebut, juga akan dihasilkan tampilan berupa :
Paragraf ke-1 dan ke-3 memiliki warna teks merah (CSS dengan selector “.merah”)
Paragraf ke-2 dan ke-4 memiliki warna teks biru (CSS dengan selector “.biru”)
Namun, perlu diingat bahwa bentuk penulisan CSS seperti di atas (contoh pada Selector
Class) akan mengakibatkan semua elemen HTML yang memiliki atribut class=”biru” akan
ditampilkan dengan warna biru, dan semua elemen HTML yang memiliki atribut
class=”merah” akan ditampilkan dengan warna merah juga, tidak hanya berlaku pada
elemen “p”.
Sebagai contoh, apabila dokumen HTML berbentuk seperti di bawah ini :
<p class="merah">konten pada paragraf ke-1</p>
<p class="biru"> konten pada paragraf ke-2</p>
<p class="merah"> konten pada paragraf ke-3</p>
<p class="biru"> konten pada paragraf ke-4</p>
<div class=”biru”>konten dalam div .... </div>
Maka, apabila penulisan CSS seperti pada contoh di atas, akan menghasilkan tampilan konten
pada elemen div juga berwarna biru, karena elemen div memiliki atribut class=”biru”.
Untuk mengindari hal terserbut, atau agar pemformatan pada CSS hanya berlaku pada
elemen paragraf, maka penulisan pada CSSnya adalah sebagai berikut :
p{
font-size: 12px;
text-alignment:justify;
}
[Link]{
color: red;
}
[Link]{
color: blue;
}
Apabila kita ingin melakukan pemformatan pada elemen “em” yang berada pada elemen
“h1”, h1
maka
empenulisan CSSnya
{ color:red; } adalah sebagai berikut :
FREE TO SHARE
5
Dengan penulisan CSS seperti di atas (menambahkan spasi antar Selector), maka hanya
bagian elemen “em” yang berada di dalam elemen “h1” saja yang akan ditampilkan
dengan warna merah, sedangkan elemen “em” diluar elemen “h1” akan tetap tampil
mengikuti tampilan default.
Maka akan mengasilkan tampilan halaman web dimana konten pada elemen “h1”, “h2”,
“h3” dan “h4” memiliki warna yang sama, yakni merah. Demikian juga pemformatan
untuk elemen yang lain bisa dilakukan dengan cara yang sama.
Disimpan dalam sebuah dokumen berformat style sheet dengan nama : [Link]
Maka, untuk menerapkan pemformatan tersebut ke dalam dokumen HTML, digunakan tag
<link> yang dituliskan pada elemen head sebagai berikut :
<head>
<title>Contoh penggunaan CSS External</title>
<link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”[Link]” />
<head>
Note: Dalam contoh ini, file [Link] berada dalam satu folder dengan file HTML-nya.
Dengan cara ini, kita bisa menerapkan pemformatan CSS tersebut ke banyak dokumen
HTML, dan cukup menambahkan tautan untuk tiap masing-masing dokumen. Keuntungan
lainnya, adalah apabila suatu saat kita ingin mengganti format tampilan halaman web dengan
format tampilan yang baru, cukup mengganti tautan tersebut ke file CSS baru yang akan
digFuRnEaEkaTnO. SHARE
6
Internal Style Sheet
Cara kedua adalah dengan menggunakan Internal Style Sheet, yakni dengan cara menuliskan
baris kode CSS pada elemen head menggunakan tag <style> seperti di bawah ini :
<head>
<style>
body {background:lavender;color:#333333;} h1{color:red;}
</style>
<body>
...
Cara ini biasa digunakan untuk melakukan pemformatan pada sebuah halaman web yang
akan ditampilkan berbeda dengan halaman web lainnya. Misalnya, apabila kita memiliki lima
halaman web yang sudah dihubungkan dengan sebuah file CSS, namun ada satu
halaman web yang memiliki format yang sedikit berbeda, maka digunakanlah Internal
style sheet.
Atribut “style” pada tag HTML tersebut, bisa diberikan lebih dari satu property CSS sama
halnya dengan menggunakan Internal Style Sheet ataupun External Style Sheet.
7
FREE TO SHARE
8
Bagian 2 – BASIC ELEMENT STYLING
Pada bagian ini akan dibahas bagaimana cara melakukan pemformatan ( styling ) pada
elemen HTML dengan menggunakan baris kode CSS. Terdapat 6 (enam) hal mendasar yang
akan dibahas, yakni : Background styling, Text styling, Font styling, List styling, Link styling
dan Table styling.
A. Background Styling
Sebuah elemen HTML bisa diberikan efek latar belakang (background) dengan menggunakan
Property “background” pada CSS. Property ini memiliki beberapa bentuk, yakni :
Background-color
Property “background-color” digunakan untuk mengatur latar belakang sebuah elemen
dengan nilai berupa warna.
Sintaks-nya :
background-color: color-value;
Keterangan :
Nilai warna (color-value) pada CSS biasanya menggunakan kode warna dalam
beberapa varian, yakni Hexadesimal color, RGB color dan Color-name.
Untuk mengetahui kode warna yang bisa digunakan, bisa dilihat dari tabel warna
dasar (basic color) di bawah ini.
9
E TO SHARE
1
0
Selain warna-warna dasar tersebut, kita juga bisa memilih warna-warna lain yang lebih
spesifik dan sesuai dengan kebutuhan desain website kita. Untuk mendapatkan nilai
warna yang diinginkan, kita bisa menggunakan aplikasi-aplikasi yang menyediakan fitur color
picker, seperti pada aplikasi Adobe Photoshop dan sejenisnya.
Contoh penerapan Property "background”
: [ [Link] ]
<body>
<div class="artikel">
<h1>Judul Artikel</h1>
<p>text text text text text text text text text text text text text text text text
</p>
</div>
</body>
[ [Link] ]
body {
background-color:rgb(153,204,255);
}
.artikel {
background-color: #CC6666;
}
.artikel h1 {
background-color: maroon;
}
Dengan bentuk file HTML dan deklarasi CSS seperti contoh diatas, akan dihasilkan
sebuah tampilan halaman web seperti gambar berikut :
FREE TO SHARE
1
1
Background-image
Property “background-image” digunakan untuk menjadikan sebuah file gambar (image)
menjadi latar belakang pada sebuah elemen HTML.
Sintaks-nya :
background-image: url(‘url-file-gambar’);
Keterangan :
File gambar yang digunakan bisa berupa file *.jpg, *.png ataupun *.gif.
Secara default, gambar yang dijadikan background akan ditampilkan berulang,
secara horizontal dan vertikal.
Url file gambar bisa menggunakan relative path ataupun absolute url.
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “body” pada file CSS, sehingga menjadi seperti berikut :
body {
background-color:rgb(153,204,255);
background-image : url([Link]);
}
Note : file “[Link]” berada dalam folder yang sama dengan file “[Link]”, dengan ukuran file 200 x
200 pixel.
Background-repeat
Property “background-repeat” digunakan untuk mengatur perulangan (repeatation)
pada gambar yang ditampilkan sebagai background dengan Property “background-image”.
Perulangan tampilan gambar tersebut, bisa diatur ke arah horizontal (sumbu x ) ataupun
ke arah vertikal (sumbu y).
Sintaks-nya :
Background-repeat: repeat | no-repeat | repeat-x | repeat-y;
FREE TO SHARE
10
Keterangan :
Value defaultnya adalah “repeat”, yaitu gambar ditampilkan berulang secara
horizontal dan vertikal.
No-repeat; gambar sebagai background hanya ditampilkan satu kali, tidak ada
perulangan.
Repeat-x; gambar ditampilkan berulang secara horizontal (sumbu x).
Repeat-y; gambar ditampilkan berulang secara vertikal (sumbu y).
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “body” pada file CSS, sehingga menjadi seperti berikut :
body {
background-color:rgb(153,204,255); background-image : url(‘[Link]’); backgr
}
Dengan penulisan CSS seperti di atas, akan menghasilkan tampilan halaman web
dengan background berupa file image seperti pada gambar berikut ini :
Background-position
Property “background-position” digunakan untuk mengatur letak atau posisi sebuah file
gambar yang dijadikan sebagai background. Biasanya digunakan apabila pada Property
“background- repeat” bernilai “no-repeat”, “repeat-x” atau “repeat-y”.
Sintaks-nya :
background-position: top | bottom | left | center | right;
Keterangan :
Value defaultnya adalah “top left”, sehingga apabila sebuah file gambar dijadikan
background dan diberikan deklarasi “background-repeat: no-repeat”, maka file
gambar akan ditampilkan di posisi kanan-atas.
Property ini bisa diberikan satu value atau lebih, seperti “top”, “bottom”, “center” atau
“bottom center”, “top center”.
11
FREE TO SHARE
12
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “body” pada file CSS, sehingga menjadi seperti berikut :
body {
background-color:rgb(153,204,255); background-image : url(‘[Link]’); backgr
}
FREE TO SHARE
12
B. Text Styling
Konten elemen HTML berupa teks bisa diatur tampilannya dengan melakukan
pemformatan pada CSS. Property pada CSS yang digunakan untuk pemformatan teks
antara lain : color, text- align, text-decoration, text-indent, dan text-transform.
Color
Property “color” digunakan untuk mengatur tampilan warna konten / teks pada elemen
HTML. Sintaks-nya :
color: color-value;
Keterangan :
Color-value bisa menggunakan Hexadecimal, RGB ataupun color name.
Contoh :
Masing menggunakan file pada contoh sebelumnya (background styling), editlah Declaration
pada bagian Selector “.artikel h1”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel h1 {
background-color: maroon;
color: #ffffff;
}
FREE TO SHARE
13
Text-align
Property “text-align” digunakan untuk mengatur perataan teks secara horizontal (mendatar).
Sintaks-nya :
text-align: left | center | right | justify;
Keterangan :
Left : teks ditampilkan dengan rata kiri
Center : teks ditampilkan dengan rata tengah
Right : teks ditampilkan dengan rata kanan
Justify : teks ditampilkan dengan perataan kanan-kiri
Inherit : format perataanya mengikuti nilai alignment elemen induknya
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel” dan “.artikel h1”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel {
background-color: #CC6666;
text-align:justify;
}
.artikel h1 {
background-color:maroon; color:#ffffff;
text-align:center;
}
Note : masing-masing Selector ditambahkan Property “text-align” dengan nilai yang berbeda.
Hasilnya akan terlihat seperti gambar berikut :
FREE TO SHARE
14
Text-decoration
Property “text-decoration” digunakan untuk menambah atau membuang ornamen
tertentu pada teks.
Sintaks-nya :
text-decoration : none | underline | overline | line-through | blink;
Property ini biasa digunakan untuk menghilangkan ornamen underline pada hyperlink,
atau memberikan efek tertentu untuk bagian-bagian yang dianggap perlu pada sebuah
artikel.
Contoh :
Edit file HTML pada contoh sebelumnya sehingga menjadi seperti berikut :
<div id="artikel">
<h1>Judul Artikel<sup>Penting</sup></h1>
<p>text text text text text text text text text text text text text text text text
<a href="#">Baca Selengkapnya...</a>
</p>
</div>
Dari struktur dokumen HTML dan pemformatan CSS seperti di atas, akan dihasilkan tampilan
halaman web seperti gambar di bawah ini:
FREE TO SHARE
15
Catatan : Ada beberapa browser yang tidak bisa menampilkan teks Blink
FREE TO SHARE
16
Text-indent
Propety “text-indent” digunakan untuk membuat indentasi pada teks, yang akan diterapkan
pada baris pertama teks/konten dalam sebuah elemen.
Sintaks-nya :
text-indent: length;
Keterangan :
Length : menentukan panjang dari indentasi teks, bisa menggunakan satuan pixel
(px), point (pt), Ems (em), centimeter (cm) dan persen (%).
Khusus untuk persen (%), nilai yang didapatkan adalah persentasi dari lebar
elemen HTML yang menjadi target.
Contoh :
Edit file CSS dengan menambahkan baris berikut :
.artikel p {
text-indent:50px;
}
Hasilnya, konten pada elemen P akan diset dengan indentasi sebesar 50pixel seperti
terlihat pada gambar di bawah ini :
Text-transform
Property “text-transform” digunakan untuk melakukan transformasi bentuk teks, seperti
menjadikannya capital, lowercase, atau uppercase.
Sintaks-nya :
text-transform: none | capitalize | uppercase | lowercase;
Keterangan :
None : teks ditampilkan apa adanya, seperti nilai FREE TO SHARE
aslinya
Capitalize : teks ditampilkan dengan huruf awal tiap kata berupa huruf besar (capital)
16
Uppercase : teks ditampilkan dengan huruf besar seluruhnya
Lowercase : teks ditampilkan dengan huruf kecil seluruhnya
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel h1” dan “.artikel h1 sup”, sehingga menjadi
seperti berikut :
.artikel h1 {
background-color:maroon; color:#ffffff;
text-align:center;
text-transform: uppercase;
}
.artikel h1 sup { color:#FF0;
text-decoration:blink;
text-transform: lowercase;
}
Hasilnya, konten pada Class “artikel” elemen H1 akan diubah menjadi bentuk huruf
kapital, sedangkan pada elemen SUP menjadi huruf kecil. Perhatikan gambar di bawah
ini :
C. Font Styling
CSS juga memungkinkan kita untuk melakukan pemformatan pada font, seperti menentukan
ukuran font atau memilih jenis font yang akan digunakan. Property pada CSS yang
digunakan untuk melakukan pemformatan font antara lain : font-size, font-family, font-
style dan font- weight.
Font-size
Property “font-size” digunakan untuk menentukan ukuran dari font (huruf) yang akan
ditampilkan. Property ini bisa diterapkan untuk elemen-elemen HTML yang berhubungan
17
dengan pengolahan teks, seperti heading dan FREE TO SHARE
paragraf.
18
Namun perlu dicatat bahwa, meskipun kita bisa melakukan pemformatan pada ukuran
font, tetapi sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan Property ini untuk menjadikan
heading terlihat seperti paragraf dengan mengecilkan ukuran font-nya ataupun sebaliknya,
menjadikan paragraf seperti heading dengan memperbesar ukuran font-nya. Tetap gunakan
Tag Heading untuk membuat heading pada artikel.
Sintaks-nya :
font-size: <absolute-size> | <relative-size> | <lenght> | <percent>;
Keterangan :
Value pada Property “font-size” bisa berupa :
Absolute-size, yakni ditentukan dengan nilai : xx-small, x-small, small, medium,
large, x-large, dan xx-large.
Relative-size, yakni ditentukan dengan nilai : larger atau smaller
Lenght, yakni dengan menentukan ukuran font dalam satuan pixel atau dalam em.
Percent, yakni menentukan ukuran font dengan nilai persen (%)
Jika ukuran font tidak ditentukan, maka akan digunakan nilai default, yakni untuk
teks normal seperti paragraf akan memiliki nilai 16px (1em = 16px = 100%).
Dengan menentukan ukuran font seperti di atas, maka akan dihasilkan tampilan halman
web dengan ukuran font untuk h1 sebesar 40px, h2 sebesar 30px dan font normal untuk
paragraf sebesar 14px.
Pada contoh di atas, memungkinkan browser (seperti Internet Explorer 9, Firefox,
Chrome, Opera, dan Safari ) untuk me-resize ukuran font apabila user mengaktifkan
fungsi zoom-in ataupun zoom-out pada browser. Khusus untuk Internet Explorer, hanya
berlaku untuk versi IE9.
Untuk menghitung nilai pixel ke dalam satuan em, yaitu dengan berpatokan bahwa 1em
adalah ukuran normal untuk sebuah teks, dimana 1em = 16px. Sehingga untuk mengkonversi
FREE TO SHARE
18
nilai pixel ke dalam em bisa dihitung dengan rumus em = pixel/16.
FREE TO SHARE
19
Dengan menggunakan satuan em, memungkinkan semua browser (termasuk IE versi
sebelum IE9) untuk me-resize ukuran font saat user mengaktifkan fungsi zoom-in
ataupun zoom-out. Penggunaan satuan em ini juga telah direkomendasikan oleh W3C.
Namun, pada contoh diatas masih terdapat satu kekurangan. Yakni apabila user
menggunakan IE versi yang lebih lama, ukuran font akan lebih besar dari seharusnya apabila
di zoom-in dan lebih kecil dari seharusnya apabila di zoom-out.
Dengan penulisan CSS seperti di atas, akan dihasilkan sebuah halaman web dengan
ukuran font normal adalah 100% (16px / 1em). Sedangkan untuk h1 pada Class “artikel”
ukuran font-nya adalah 2.5em (40px) dan untuk paragraf pada Class “artikel” ukuran font-
nya adalah 0.875em (14px).
Tampilan pada browser akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini :
FREE TO SHARE
20
Font-family
Pada CSS, dikenal dua jenis nama font family, yakni :
Font Family; yaitu sebuah nama jenis font yang spesifik, seperti : “Times New
Roman” atau “Arial”.
Generic Family; yaitu kelompok font family yang memiliki kemiripan tampilan,
seperti “serif”, “sans-serif” atau “monospace”.
Perhatikan tabel di bawah ini !
Generic family Font family Keterangan
Times New Roman Font “Serif” mempunyai bentuk ujung
Serif
Georgia yang runcing pada beberapa bentuk
karakternya
“Sans” berarti “tidak dengan/tanpa”,
Arial
Sans-serif artinya jenis huruf ini tidak mempunyai
Verdana
bentuk ujung runcing pada tiap
karakternya.
Courier New Semua karakter jenis font ini memiliki
Monospace
Lucida Console ukuran lebar yang sama.
Keterangan :
Value pada Property ini harus dinyatakan lebih dari satu jenis font (font-family),
sebagai cadangan apabila font pertama tidak ditemukan, akan dicari font kedua,
apabila tidak ditemukan juga akan dicari yang sejenis dengannya (generic-family)
Jika nama font-family terdiri dari dua kata atau lebih, ditulis dengan menggunakan
tanda petik ( “contoh nama font” ).
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel h1” dan “.artikel p”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel h1 {
font-size:2.5em;
font-family:"Trebuchet MS", Arial, Helvetica, sans-serif;
}
.artikel p { FREE TO SHARE
font-size: 0.875em; 20
font-family: "Palatino Linotype", "Book Antiqua", Palatino, serif;
}
Hasilnya, font pada elemen H1 akan ditampilkan dengan jenis font “Trebuchet MS” sedangkan
pada elemen P dengan font “Palatino Linotype”. Perhatikan gambar di bawah ini:
Font-style
Property “font-style” umumnya digunakan untuk mengatur tampilan italic text. Property
ini memiliki tiga value, yakni : normal, italic dan oblique.
Sintaks-nya :
font-style : normal | italic | oblique;
Keterangan :
Value defaultnya berupa normal.
Italic; menghasilkan teks miring
Oblique; sama dengan italic, yaitu membuat tampilan teks miring.
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel h1 sup”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel h1 sup { color:#FF0;
text-decoration:blink; text-transform: lowercase; font-style:italic;
}
Hasilnya, teks pada elemen SUP akan diubah menjadi bentuk italic (miring), seperti terlihat
pada gambar di bawah ini :
FREE TO SHARE
21
Font-variant
Property “font-variant” digunakan untuk membuat variasi pada teks, dimana value dari
Property ini adalah “normal” dan “small-caps”.
Sintaks-nya :
font-variant: normal | small-caps;
Keterangan:
Value defaultnya adalah normal.
Small-caps; menghasilkan tampilan teks berupa “SMALL
CAPS”. Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel p a”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel p a {
color: #ffffff;
text-decoration: none;
font-variant: small-caps;
}
Font-weight
Property “font-weight” digunakan untuk menentukan nilai ketebalan font (weightness). Nilai
dari Property ini adalah : “normal”, “bold”, “bolder”, “lighter” atau dengan menggunakan
nilai antara 100, 200, s/d 900.
Sintaks-nya :
font-weight : normal | bold | bolder | lighter | <100 s/d 900>
Keterangan : 700 )
Value defaultnya adalah normal (bisa menggunakan nilai 400)
Bold; menghasilkan jenis font yang tebal ( bisa menggunakan nilai
22
FREE TO SHARE
23
Bolder; menghasilkan jenis font yang lebih tebal dari bold
Lighter; menghasilkan jenis font yang lebih tipis dari normal.
Contoh :
Edit Declaration untuk Selector “.artikel p a”, sehingga menjadi seperti berikut :
.artikel p a {
color: #ffffff;
text-decoration: none; font-variant: small-caps; font-weight: bold;
}
Keterangan :
Property “font-size” dan “font-family” harus selalu disertakan, jika salah satunya hilang
akan digunakan nilai default dari masing-masing Property.
Penggunaan Property “line-height” bisa dibaca di bagian yang berhubungan.
D. List Styling
Pada dokumen HTML, terdapat dua jenis list yang sering digunakan, yakni :
Unordered list, dengan Tag <ul> atau biasa disebut dengan bullets.
Ordered list, dengan Tag <ol> atau biasa disebut dengan numbering.
Dengan CSS, kita bisa mengatur tampilan pada masing-masing jenis list. Untuk Unordered
List, kita bisa mengatur bentuk bullets-nya apakah berbentuk circle, disc atau square.
Sedangkan untuk Ordered List, kita bisa mengatur bentuk numbering-nya apakah
menggunakan angka, huruf, huruf romawi, dan lain sebagainya.
Property CSS yang digunakan untuk melakukan pemformatan pada list adalah : list-style-type,
list-style-position, dan list-style-image.
List-style-type
Property “list-style-type” digunakan untuk mengatur bentuk dari bullets atau numbering
yang digunakan.
FREE TO SHARE
23
Sintaks-nya :
list-style-type : <marker-type> | none ;
Keterangan :
Property ini bisa digunakan pada elemen <ul>, <ol> atapun <li>.
Nilai default untuk <ul> adalah “disc” dan nilai default untuk <ol> adalah “decimal”.
Value (marker type) yang biasa digunakan untuk bullets dan numbering adalah
sebagai berikut :
Value Keterangan
Bullets berbentuk lingkaran
circle
Bullets berbentuk bulatan hitam
disc
Bullets berbentuk kotak
square
Numbering berupa angka desimal (1, 2, 3 dst)
decimal
Numbering berupa angka desimal dengan nilai 0 di
decimal-leading-zero
depan
(01, 02, 03, dst)
Numbering berupa huruf kecil (a, b, c, d dst)
lower-alpha
Numbering berupa angka romawi kecil (i, ii, iii, iv dst)
lower-roman
Numbering berupa huruf besar (A, B, C, D dst)
upper-alpha
Numbering berupa angka romawi besar (I, II, III, IV dst)
upper-roman
Selain jenis bullets dan numbering tersebut, masih terdapat beberapa jenis lagi seperti :
armenian, georgian, hiragana, katakana, dsb.
Contoh :
File [ [Link] ]
<body>
Contoh CSS styling pada elemen list :
<ul class="square">
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
</ul>
<ol class="roman">
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
</ol>
<ol class="alpha">
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
</ol>
</body>
FREE TO SHARE
24
File [ [Link] ]
[Link] {
list-style-type:square;
}
[Link] {
list-style-type:upper-roman;
}
[Link] {
list-style-type:upper-alpha;
}
List-style-position
Property “list-style-position” digunakan untuk mengatur posisi dari bullets atau numbering
pada elemen list. Nilai default-nya adalah outside, namun bisa diganti menjadi inside.
Sintaks-nya :
list-style-position: outside | inside;
Contoh :
File [ [Link] ]
<body>
List-style-position : outside | inside
<ol class="roman">
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
</ol>
<ol class="alpha">
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
</ol>
</body>
[[Link] ] FREE TO SHARE
File
25
ol { width:300px;
}
li {
border: 1px solid #333;
}
[Link] {
list-style-type:upper-roman;
}
[Link] {
list-style-type:upper-alpha; list-style-position:inside;
}
List-style-image
Property “list-style-image” digunakan untuk mengantikan bentuk-bentuk bullets pada elemen
list menjadi bentuk bullets khusus yang kita buat dalam bentuk file gambar. Biasanya hal ini
kita lakukan pada saat membuat link menu atau memang ingin menampilkan list dalam
bentuk yang tidak biasa.
Sintaks-nya :
list-style-image : url(‘url-file-gambar’);
Keterangan :
Value default dari Property ini adalah none.
Gambar bisa menggunakan jenis file PNG, GIF ataupun JPG.
Sebisa mungkin ukuran file gambar sesuai dengan ukuran font yang diterapkan
pada elemen list.
Contoh :
26
FREE
TO
SHARE
27
File [ [Link] ]
<ul>
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
<li>List item 4</li>
<li>List item 5</li>
</ul>
File [ [Link] ]
ul {
list-style-image:url('[Link]');
}
Dengan struktur file HTML dan CSS seperti di atas, akan dihasilkan tampilan halaman web
seperti pada gambar di bawah ini :
Keterangan : file gambar bullets ([Link]) berada dalam satu folder yang sama
dengan file CSS.
Keterangan :
Value pada Property ini dituliskan secara berurutan seperti terlihat pada sintaks di atas
Apabila salah satu bagian hilang, akan digunakan nilai default dari masing-
masing Property.
FREE TO SHARE
Contoh
:
27
File [ [Link] ]
<ul>
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
<li>List item 4</li>
<li>List item 5</li>
</ul>
File [ [Link] ]
ul {
list-style-image: square inside url('[Link]');
}
Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar berikut ini: (bandingkan dengan contoh sebelumnya)
Keterangan :
Jika file “[Link]” tidak ditemukan, akan digunakan bullet dengan bentuk “square”
Jika value berupa posisi “inside” tidak dinyatakan, akan digunakan nilai default-nya
yakni “outside”.
E. Link Styling
Sebuah link (hyperlink) pada halaman web bisa diatur tampilannya dengan menggunakan
CSS. Property yang digunakan bisa berupa Property apa saja yang biasa untuk
mengatur tampilan elemen HTML, seperti : background-color, color, font-size, dll.
Sebuah link bisa diatur tampilannya sesuai dengan keadaan/status dari link itu sendiri. Status
dari link adalah :
a:link, yaitu keadaan normal dimana sebuah elemen HTML menjadi sebuah link.
a:visited, yakni keadaan dimana sebuah link sudah dikunjungi/dilihat tautannya.
a:hover, yakni keadaan dimana pointer mouse melewati sebuah link.
a:active, yakni keadaan dimana link itu sedang di-klik.
FREE TO SHARE
Contoh
:
28
File [ [Link] ]
<body>
<ul>
<li><a href=”[Link]”> Home </a></li>
<li><a href=”[Link]”> About Us </a></li>
<li><a href=”[Link]”> Contact Us</a></li>
</ul>
</body>
File [ [Link] ]
ul li {
list-style:square inside url('[Link]'); background: url(‘[Link]’)
}
a:link, a:visited { color:#ff0000;
text-decoration:none; font-size:24px;
font-weight:bold;
}
a:hover {
color:#03c;
}
a:active {
color: #000;
}
Keterangan :
Ketika melakukan pemformatan untuk beberapa keadaan dari sebuah hyperlink, maka aturan
penulisannya adalah;
a:hover harus dituliskan setelah a:link, dan a:visited
a:active harus dituliskan setelah a:hover
Contoh diatas akan menghasilkan tampilan seperti gambar berikut : (arahkan mouse ke
link untuk melihat efek yang dihasilkan)
29
F. Table Styling
Elemen Table (tabel) pada halaman web, bisa diformat sedemikian rupa sehingga
menghasilkan tampilan yang cantik dan menarik. Pemformatan yang dilakukan bisa
berupa penambahan background, mengatur bentuk garis (border), text alignment dan
lain sebagainya.
Secara umum sebuah elemen tabel pada dokumen HTML terdiri dari beberapa unsur Tag
HTML, yakni <table>, <tr>, <td>, <th> dan <caption>. Masing-masing Tag HTML tersebut
mendefinisikan bagian tertentu dari sebuah elemen tabel, sehingga Selector yang digunakan
harus disesuaikan dengan bagian mana yang akan dipilih untuk diatur tampilannya.
Pada bagian ini akan dibahas beberapa pemformatan pada tabel yang biasa dilakukan
untuk menghasilkan tampilan tabel yang menarik.
Table Border
Dalam pembuatan sebuah tabel tentu tidak terlepas dari bagaimana bentuk dan tampilan
dari tabel tersebut, salah satunya adalah bentuk dari garis tabel (border). Untuk mengatur
bentuk dar border kita bisa menggunakan Property “border”.
Sintaks-nya :
border: <width> <style> <color>;
Keterangan :
Selector yang digunakan bisa table, th ataupun td
Dalam Property ini harus dinyatakan dengan tiga value, yakni : width, style dan color.
Value berupa width, menentukan ketebalan dari border. Nilainya adalah “thin”,
“medium” dan “thick”, atau bisa juga menggunakan nilai dalam satuan pixel (1px,
2px, 3px, dst.)
Value berupa style, menentukan jenis dari border. Nilainya adalah “hidden”,
“dotted”, “dashed”, “solid”, “double”, “groove”, “inset”, “outset” dan “none”.
Value berupa color, menentukan warna dari border. Bisa menggunakan nilai
hexadesimal, RGB atau color-name.
Contoh :
File [[Link]]
<table>
<caption>Daftar Alamat dan Nomor Telepon Perusahaan </caption>
<tr>
<th>Nama Perusahaan</th>
<th>Alamat</th>
<th>Nomor Telp</th>
</tr>
<tr>
<td>PT. ABC Indonesia</td>
<td>Jakarta Pusat</td>
<td>021 - 123123</td>
</tr>
<tr>
<td>PT. Nusantara Abadi</td> FREE TO SHARE
<td>Bekasi Barat</td>
30
<td>021 - 234567</td>
</tr>
<tr>
<td>PT. Citra Perkasa</td>
<td>Tangerang Selatan</td>
<td>021 - 567890</td>
</tr>
</table>
File [[Link]]
table, td{
border:1px solid red;} th{
background-color: #C00000; border:3px outset red; color:#ffffff;}
Bentuk file HTML dan CSS diatas, akan menghasilkan tampilan halaman web seperti
pada gambar di bawah ini:
Border Collapse
Dari contoh pada gambar di atas, terlihat bahwa tabel tersebut memiliki border dengan
bentuk ganda (double), padahal kita sudah menentukan bahwa table dan td memiliki
Property border : 1px solid red. Hal ini disebabkan karena masing-masing sel pada tabel
tersebut memiliki jarak, karena memang secara default sel pada tabel dalam HTML akan
selalu diberi jakar 1px di tiap sisinya. Untuk menghilangkan jarak tersebut, kita bisa
menggunakan Property “border- collapse”.
Sintaks-nya :
border: <border-width> <border-style> <border-color>;
Keterangan :
Property ini bisa diletakkan pada Selector table
Value berupa ”collapse” menghasilkan sel tanpa jarak, sedangkan value berupa
”separate” menghasilkan tabel tanpa jarak pada tiap selnya. FREE TO SHARE
31
Contoh :
Edit file CSS pada contoh sebelumnya menjadi :
table, td{
border:1px solid red; border-collapse: collapse;
}
Keterangan :
Value untuk Property width dan height bisa menggunakan nilai length ataupun persen.
Nilai length bisa menggunakan nilai berupa angka dalam satuan px, em ataupun cm.
Nilai berupa persen (%) menyatakan ukuran berdasarkan persentasi dari area
yang melingkupinya, sehingga didapatkan nilai yang fleksibel.
Contoh :
Pada file [Link], edit bagian elemen table heading sehingga menjadi seperti berikut :
<tr>
<th class="kolom1">Nama Perusahaan</th>
<th class="kolom2">Alamat</th>
<th class="kolom3">Nomor Telp</th>
</tr>
FREE TO SHARE
32
Kemudian pada file [Link], edit dan tambahkan baris CSS sehingga menjadi
seperti berikut ini :
td{
height: 30px;
}
th{
background-color: #C00000; border:3px outset red; color:#ffffff; height:40px;
}
.kolom1, .kolom2 { width:200px;
}
.kolom3 {
width:100px;
}
Table Padding
Untuk membuat tampilan data pada tabel lebih nyaman untuk dibaca, maka perlu
diberikan jarak dari garis tepi sel dengan teks yang ada di dalam sel tersebut. Property
yang digunakan adalah “padding”.
Sintak-nya :
padding : length;
Keterangan :
Nilai length bisa bisa menggunakan nilai berupa angka dalam satuan px, em ataupun cm.
Contoh :
Edit file CSS pada contoh sebelumnya menjadi :
33
FREE TO SHARE
34
table, td{
border:1px solid red; border-collapse: collapse; padding: 5px;
}
FREE TO SHARE
34
Bagian 3 - CSS BOX MODEL
Pada bagian ini, kita akan membahas sebuah bentuk styling dalam CSS yang disebut dengan
istilah “Box Model”. Apa itu CSS Box Model ? Bagaimana prinsip kerja dan cara
implementasinya dalam desain web? Ikuti pembahasannya pada bagian ini dengan seksama
dan jangan lupa untuk langsung mencobanya.
Keterangan :
Margin, adalah area kosong yang berada di bagian paling luar dari sebuah elemen
HTML. Nilai yang dinyatakan dalam bagian ini, menyatakan jarak atau batas dari
elemen HTML tersebut dengan elemen HTML lainnya. Margin tidak memiliki nilai
background warna, tetapi selalu bersifat transparent.
Border, adalah sebuah garis pembatas yang mengelilingi sebuah elemen HTML
namun berada didalam wilayah Margin.
Padding, adalah sebuah area kosong yang berada diantara Border dan Content
dari elemen HTML. Berbeda dengan Margin yang tidak memiliki warna, unsur
warna dari Padding didapatkan dari nilai background element HTML yang
bersangkutan.
FREE TO SHARE
35
Content, adalah bagian utama dari elemen HTML yang berisi teks atau gambar
yang akan ditampilkan.
FREE TO SHARE
36
Perlu diketahui bahwa posisi dari Margin, Border dan Padding berada diluar dari
Content, sehingga nilai yang diberikan untuk ketiganya akan berpengaruh menambah
luas area dari elemen HTML. Simak baik-baik pembahasan berikut ini!
Keterangan :
Value default dari Property “width” dan “height” adalah auto, yang berarti browser
akan melakukan perhitungan secara otomatis untuk menentukan nilainya.
Value berupa lenght, bisa menggunakan nilai desimal dengan satuan px, em atau cm,
namun yang paling umum digunakan adalah dengan satuan pixel (px).
Value berupa percent, akan diterjemahkan oleh browser dengan menghitung
persentasi dari nilai lebar atau tinggi elemen induknya.
Contoh :
<!DOCTYPE html>
<html">
<head>
<title>CSS Box Model</title>
<style>
.container {
background: #06F; width:400px; height:300px;
}
.artikel {
background: #CCF;
}
img { width:340px; height:180px;
}
</style>
</head>
<body>
<div class="container">
<img src="[Link]" width="200" />
<div class="artikel"> Ini adalah artikel singkat yang berisi penjelasan tentang ga
</div>
</body>
</html>
36
Penjelasan :
Elemen div dengan atribut Class=”container” ditentukan dengan nilai width:400px;
nilai height:300px; dan background:#06F; sehingga menghasilkan sebuah tampilan area
kotak berukuran 400x300px dengan latar belakang warna biru.
Elemen div dengan atribut Class=”artikel” ditentukan dengan nilai background:#CCF;
namun tidak diberikan deklarasi untuk width dan height, sehingga nilai keduanya
adalah auto. Dalam hal ini nilai width mengikuti nilai width dari elemen induk
(Container), sedangkan untuk nilai height mengikuti kebutuhan content-nya (teks
didalamnya).
Elemen img ditentukan dengan nilai width:340px; dan nilai height:180px;
sehingga menghasilkan tampilan gambar dengan ukuran lebar 340x180px.
B. Margin
Jarak sebuah elemen HTML dengan elemen HTML lain yang bersinggungan disebut dengan
“margin”. Tiap elemen HTML memiliki empat sisi margin yaitu margin atas, margin
kanan, margin bawah dan margin kiri.
Luas area dari masing-masing margin bisa diatur dengan menggunakan Property berikut :
“margin-top” - untuk margin atas,
“margin-right” - untuk margin kanan,
“margin-bottom” - untuk margin bawah, dan
“margin-left” - untuk margin
kiri. Sintaks-nya :
margin-top: auto | length | percent; margin-right: auto | length | percent; margi
FREE TO SHARE
37
Keterangan :
Value default untuk masing-masing Property adalah “0”
Value yang bisa digunakan untuk mengatur nilai margin bisa berupa nilai auto,
length dan percent.
Value berupa auto, akan menghasilkan nilai margin yang diperhitungkan secara
otomatis oleh browser mengikuti keadaan disekeliling elemen.
Value berupa length, bisa menggunakan satuan px, em atau cm. Namun yang
umum digunakan adalah menggunakan satuan px (pixel).
Value berupa percent, akan menghasilkan nilai margin yang dihitung dari persentasi
area yang berada di sekelilingnya.
Keterangan :
Property “margin” digunakan untuk menentukan nilai margin keempat sisi elemen HTML
Value dari Property ini bisa terdiri dari satu sampai empat nilai, yang aturannya
adalah sebagai berikut :
Property “margin” dengan 4 value
margin: 10px 20px 30px 40px;
Margin atas = 10px
Margin kanan = 20px
Margin bawah = 30px
Margin kiri = 40px
(dibaca searah jarah jarum jam)
Property “margin” dengan 3 value
margin: 10px 20px 30px;
Margin atas = 10px
Margin kanan dan kiri = 20px
Margin bawah = 30px
Property “margin” dengan 2 value
margin: 10px 20px;
Margin atas dan bawah = 10px;
Margin kanan dan kiri = 20px
Property “margin” dengan 1 value
margin: 10px;
FREE TO SHARE
Margin keempat sisinya (atas-kanan-bawah-kiri) = 10px
38
Contoh :
Editlah bagian CSS pada contoh sebelumnya sehingga menjadi seperti berikut ini :
.container {
background: #06F; width:400px; height:300px; margin:auto;
}
.artikel {
background: #CCF;
margin:10px;
}
img { width:340px; height:180px; margin:20px;
}
Penjelasan :
Margin pada “container” bernilai auto, sehingga menghasilkan nilai margin untuk
keempat sisi elemen dengan nilai yang sama. Pada kasus ini menghasilkan
tampilan “container” yang berada di tengah-tengah jendela browser.
Margin pada “artikel” bernilai 10px, sehingga menghasilkan sebuah area kosong
(jarak) di sekeliling elemen tersebut dengan sebesar 10px.
Margin pada “img” bernilai 20px, sehingga menghasilkan sebuah area kosong (jarak)
sekeleiling <img> sebesar 20px.
Jarak antara “artikel” dengan “img” adalah sebesar 30px, dihitung dari margin
“artikel” 10px ditambah margin ”img” 20px.
FREE TO SHARE
39
C. Border
Border adalah sebuah garis pembatas yang mengelilingi sebuah elemen HTML, posisinya
diluar Content namun berada di dalam Margin. Karena posisinya berada diluar bagian
Content, maka keberadaanya berpengaruh terhadap kebutuhan ruang yang digunakan untuk
menampilkan sebuah elemen HTML.
Sebuah elemen HTML memilki Border untuk keempat sisinya, dimana bentuk, ketebalan dan
warnanya bisa kita atur sesuai dengan kebutuhan desain.
Border-style
Property “border-style” digunakan untuk menentukan bentuk dari sebuah border. Value
dari Property ini bisa menggunakan : “dotted”, “dashed”, “solid”, “double”, “inset”,
“outset”, “ridge”, “groove”, “hidden” dan “none”.
Berikut adalah contoh bentuk (style) dari sebuah border :
Sintaks-nya :
border-style: <border-top-style> < border-left-style > < border- bottom-style > <
Keterangan :
Property “border-style” digunakan untuk menentukan bentuk (style) dari border pada
keempat sisi elemen HTML.
40
FREE TO SHARE
41
Property ini tidak memiliki nilai default, sehingga valuenya harus ditentukan.
Pada Property ini bisa diberikan 1 sampai 4 buah value, yang masing-masingnya
menentukan bentuk border untuk tiap sisi elemen HTML. Aturannya adalah
sebagai berikut :
Border-style dengan 4 value
border-style: dashed solid dotted solid;
Border-top-style = dahsed
Border-right-style = solid
Border-bottom-style = dotted
Border-left-style = solid
(dibaca searah jarum jam)
Border-top-style = dahsed
Border-right-style dan border-left-style = solid
Border-bottom-style = dotted
Selain menggunakan cara di atas, kita juga bisa menentukan bentuk border secara spesifik
untuk masing-masing sisi border dengan Property berikut :
Border-top-style : menentukan style / bentuk border bagian sisi atas
Border-right-style : menentukan style / bentuk border bagian sisi kanan
Border-bottom-style : menentukan style / bentuk border bagian sisi bawah
Border-left-style : menentukan style / bentuk border bagian sisi kiri
Border-width
Property “border-width” digunakan untuk mengatur ketebalan dari border. Ketebalan sebuah
border bisa dinyatakan dengan nilai “thin”, “medium” dan “thick”, tapi bisa juga
dinyatakan dalam satuan pixel.
Sintaks-nya :
border-width : thin | medium | thick | <length>; FREE TO SHARE
41
Keterangan :
Property “border-width” digunakan untuk menentukan ketebalan border untuk
keempat sisi elemen HTML.
Value default untuk Property ini adalah medium.
Value berupa “thin” menghasilkan sebuah border yang tipis, Value berupa “thick”
menghasilkan sebuah border yang tebal, dan Value berupa “medium”
menghasilkan sebuah border dengan ketebalan antara thin dan thick.
Selain menggunakan ketiga Value tersebut, bisa juga menggunakan nilai length
dengan satuan pixel seperti 1px, 5px, 10px, dst.
Property ini bisa diberikan 1 sampai 4 buah value, yang masing-masingnya
mendefinisikan ketebalan dari border untuk masing-masing sisi. Aturan
penggunaannya sama dengan penggunaan Property “border-style”.
Selain menggunakan Property “border-width” untuk menentukan ketebalan keempat sisi
border, kita juga bisa menentukan ketebalan border secara spesifik untuk masing-masing sisi
border dengan Property berikut :
Border-top-width : menentukan ketebalan border bagian sisi atas
Border-right-width : menentukan ketebalan border bagian sisi kanan
Border-left-width : menentukan ketebalan border bagian sisi bawah
Border-top-width : menentukan ketebalan border bagian sisi kiri
Border-color
Property “border-color” digunakan untuk menentukan warna dari border pada elemen
HTML. Seperti pada penentuan warna pada Property lain dalam CSS, Property ini juga
bisa juga bisa diberikan value dengan nilai warna Hexadecimal, RGB ataupun color
name.
Sintaks-nya :
border-color : color-value | transparent;
Keterangan :
Property “border-color” digunakan untuk menentukan warna border sebuah
elemen pada keempat sisinya.
Property ini tidak bisa berdiri sendiri, harus diawali dengan penentuan ketebalan
border dengan menggunakan Property “border-width”.
Value untuk Property ini bisa menggunakan nilai warna Hexadecimal, RGB ataupun
color name, dimana nilai defaultnya adalah hitam (black).
Selain menggunakan color-value, bisa juga digunakan nilai transparent yang
menghasilkan border tidak terlihat.
Property ini bisa diberikan 1 sampai 4 buah value, yang masing-masingnya
mendefinisikan warna dari border untuk masing-masing sisi. Aturan penggunaannya
sama dengan penggunaan Property “border-style” dan “border-width”.
FREE TO SHARE
42
Selain menggunakan Property “border-color”, kita juga bisa mendefinisikan warna border
untuk masing-masing sisi border dengan Property :
Keterangan :
Property “border” digunakan untuk memformat border dengan mendefinisikan
ketiga unsur border secara bersamaan, yakni bentuk, ketebalan dan warna
border.
Dengan menggunakan Property ini, maka nilai yang didefinisikan adalah nilai masing-
masing unsur border pada keempat sisinya.
Pada Property ini, value untuk border-style harus dinyatakan secara spesifik.
Sedangkan apabila border-width dan border-color tidak dinyatakan, akan
digunakan nilai default dari masing-masing Property tersebut.
Contoh :
Editlah bagian CSS pada contoh sebelumnya sehingga menjadi seperti berikut ini :
.container {
background: #06F; width:400px; height:300px; margin:auto; border:10px ridge #F30;
}
.artikel {
background: #CCF;
margin:0 20px;
border-style:dashed dotted; border-width:2px;
border-color:#FFF;
}
FREE TO43
SHARE
img { width:340px; height:180px; margin:20px;
border-style:solid; border-width:5px 10px; border-color:#000000;
}
Penjelasan :
Border pada “img” dinyatakan dengan { border-style:solid; border-width:5px 10px;
border-color:#000000; } sehingga menghasilkan border dengan bentuk solid
berwarna hitam, dengan ketebalan sisi atas-bawah 5px, dan kanan-kiri 10px.
Dengan deklarasi CSS pada “img” tersebut, menyebabkan bertambahnya luas area
pada elemen image yang sebelumnya 340x180 pixel menjadi 400x230 pixel.
Perhitungannya adalah sebagai berikut :
Lebar elemen; 340 (width) + 40 (margin-right + margin-left) + 20 (border-right-
width + border-left-width) = 400px.
Tinggi elemen; 180 (height) + 40 (margin-top + margin-bottom) + 10 (border-top-
width + border-bottom-width) = 230px.
Border pada “container” dinyatakan dengan { border:10px ridge #F30; }
Border pada “artikel” dinyatakan dengan { border-style:dashed dotted; border-
width:2px; border-color:#FFF; }
FREE TO SHARE
44
D. Padding
Padding adalah area kosong yang mengelilingi sebuah elemen HTML dan memberikan jarak
antara Content dengan Border. Sama halnya dengan Margin dan Border, Padding yang
letaknya berada di bagian luar elemen HTML akan berpengaruh terhadap kebutuhan
ruang untuk penempatan sebuah elemen HTML.
Padding tidak memiliki unsur warna, namun keberadaanya terpengaruhi oleh unsur warna
dari latar belakang sebuah elemen yang dinaunginya.
Tiap elemen HTML memiliki empat sisi Padding yaitu padding atas, padding kanan,
padding bawah dan padding kiri. Masing-masing besaran luas padding bisa ditentukan
dengan menggunakan Property :
“padding-top” - untuk padding atas,
“padding-right” - untuk padding kanan,
“padding-bottom” - untuk padding bawah, dan
“padding-left” - untuk padding
kiri. Sintaks-nya :
padding-top:length | percent; padding-right:length | percent; padding-bottom:lengt
Keterangan :
Value default untuk masing-masing Property adalah “0”
Value yang bisa digunakan untuk mengatur nilai margin bisa berupa nilai length dan
percent.
Value berupa length, bisa menggunakan satuan px, em atau cm. Namun yang
umum digunakan adalah menggunakan satuan px (pixel).
Value berupa percent, akan menghasilkan nilai margin yang dihitung dari persentasi
area yang berada di sekelilingnya.
Keterangan :
Property “padding” digunakan untuk menentukan nilai Padding dari keempat sisi
elemen HTML
Value dari Property ini bisa terdiri dari satu sampai empat nilai, yang
pe n g g un a an n ya sama dengan Property Margin dan Property Border.
F R E E T O S H ARE
45
Contoh :
Editlah bagian CSS untuk Selector “.artikel” pada contoh sebelumnya sehingga menjadi
seperti berikut ini :
.artikel {
background: #CCF; margin:0 20px;
border-style:dashed dotted; border-width:2px;
border-color:#FFF;
padding:5px 15px;
}
Penjelasan :
Pada gambar di atas, terlihat bahwa diantara Content (teks) dan Border terdapat jarak
(Padding). Padding bagian atas dan bawah sebesar 5px, dan Padding bagian kanan dan kiri
sebesar 15px.
Dalam mendesain sebuah halaman web, penggunaan nilai padding sangat berpengaruh
dalam hal kenyamanan user saat membaca artikel yang kita sajikan. Sebuah artikel yang
diberikan jarak dengan garis tepinya kan lebih nyaman dibaca daripada artikel yang posisinya
menempel dengan garis tepinya.
Pertimbangkan besaran nilai Padding dengan konsep desain web yang diterapkan, sehingga
akan menghasilkan sebuah tampilan halaman web yang cantik dan nyaman untuk
dibaca.
46
FREE TO SHARE
47
E. Outline
Outline adalah sebuah garis yang mengelilingi sebuah elemen HTML, letaknya berada diluar
Border. Seperti halnya Border, Outline terdiri dari 3 unsur dasar yakni ketebalan, bentuk
dan warna. Masing-masing unsur tersebut didefinisikan dengan Property :
outline-width : untuk menentukan ketebalan outline,
outline-style : untuk menentukan bentuk dari outline,
outline-color : untuk menentukan warna dari outline.
Penulisan deklarasi untuk membentuk sebuah Outline pada elemen HTML juga bisa
diringkas menggunakan sebuah Property, yaitu Property “outline”.
Sintaks-nya :
outline : <outline-width> <outline-style> <outline-color>;
Penggunaan dan value dari masing-masing Property tersebut sama dengan penggunaan dan
value dari Property yang digunakan untuk mengatur Border.
Outline vs Border
Secara umum Outline dan Border memiliki kesamaan, yaitu membentuk garis tepi yang
mengelilingi sebuah elemen HTML. Value yang digunakan untuk mendefinisikan masing-
masing Property-nya pun menggunakan nilai yang sama. Perbedaannya dari keduanya
(Outline dan Border) adalah pada posisi atau letaknya dan efek yang dipengaruhinya.
Border mengelilingi sebuah elemen dan berada diluar Content, diantara Margin dan Padding,
dan keberadaannya membutuhkan sebuah ruang khusus sehingga berpengaruh
terhadap kebutuhan ruang untuk penempatan sebuah elemen HTML.
Berbeda dengan Border, Outline mengelilingi sebuah elemen dan berada di luar Border
namun keberadaanya tidak membutuhkan sebuah ruang khusus, sehingga tidak berpengaruh
terhadap kebutuhan ruang untuk penempatan sebuah elemen HTML.
Perhatikan contoh berikut ini !
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>CSS Box Model</title>
<style>
.gbr1 {
width:200px; padding:10px;
border:5px solid #000000; outline:5px solid #00FF00;
}
.gbr2 {
width:150px; padding:10px; border:5px solid #F00;
outline:5px dotted #0033CC;
}
FREE TO SHARE
47
</style>
</head>
<body>
<img class="gbr1" src="[Link]" /><img class="gbr2" src="[Link]" />
</body>
</html>
Penjelasan :
Nilai Border-width ditentukan sebesar 5px, sedangkan nilai Outline-width ditentukan 5px juga.
Border dari masing-masing elemen gambar membutuhkan ruang khusus, sehingga keduanya
hanya bersinggungan saja. Berbeda dengan Outlin yang tidak membutuhkan ruang
khusus, terlihat bahwa Outline dari masing-masing elemen gambar saling memasuki area
dari elemen yang bersinggungan.
Ringkasnya, keberadaan sebuah Outline pada elemen HTML tidak mempengaruhi kebutuhan
area yang akan digunakan untuk menempatkan sebuah elemen HTML tersebut.
FREE TO SHARE
48