STANDAR PELAYANAN SURAT KETERANGAN KESEHATAN HEWAN (SKKH)
I. PELAYANAN RUMAH POTONG HEWAN
A. DASAR HUKUM
NO KOMPONEN URAIAN
1 Dasar Hukum a. Undang - Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan
(aturan Umum) Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5015) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang
Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 338)
b. Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan
Masyarakat Veteriner dan Kesehjateraan ewan
c. Permentan Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pesyaratan Rumah
Potong Hewan Ruminansia da Unit Usaha Penanganan Daging
(Meat Cutting Plant)
d. Peraturan Daerah Kabupaten Sumba Bara Daya Nomor 1 Tahun
2021 tentang Retribusi Jasa Usaha
B. PROSES PENYAMPAIAN PELAYANAN
NO KOMPONEN URAIAN
1 Persyaratan; a. Fotokopi identitas diri
b. Surat permohonan
2 Sistem,
mekanisme Uraian prosedur Tahapan pelayanan
a. Pemohon
dan Mengajukan permohonan surat
(Jagal/Pengusaha/Perorang keterangan kesehatan hewan (SKKH)
Prosedur; an) mengajukan
Tim Pemeriksa kesehatan hewan pada
permohonan pemotongan seksiMenerima dan menelaah
Pelayanan Keswan dan Obat
dengan membawa ternak permohonan sesuai dengan
Hewan (pemeriksaan fisik danitem
lampiran yang
laboratorium ada
untuk olehkuda,
ternak sekretariat
sapi,
dan menunjukkan kerbau dandinas
pemeriksaan fisik untuk
Kepala mendisposisikan
kelengkapan dokumen ternak kambing,ke
permohonan babi serta unggas),
Kepala Bidang
Disposisi
Bidang Kepala
Keswan
Agribisnis Dinas,
dan melalui
Kesmavet
dan Kelembagaan
ternak yang akan dipotong melakukan sekretariat
pemeriksaan baik fisik dan
Peternakan dan Kepala Bidang
ke petugas RPH laboratorium
Keswan dan Kesmavet ada
terhadap ternak yang
b. Sekretariat menerima dan
menelaah kesesuaian
dokumen dengan ternak
yang akan dipotong, jika
sesuai maka proses
dilanjutkan jika tidak maka
ternak dikembalikan kepada
pemohon
(jagal/Pengusaha/Perorang
an)
c. Disposisi kepala dinas
melalui secretariat
d. Kepala dinas
mendisposisikan
permohonan ke kepala
bidang Keswan dan
Kesmavet untuk
menindaklanjuti
e. Kepala Bidang Keswan dan
Kesmavet menugaskan Kepala Bidang Agribisnis dan
Kelembagaan Peternakan
kepala seksi kesmavet menugaskan kepala seksi pelayanan
untuk menindaklanjuti usaha peternakan dan kemitraan serta
Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet
f. Kepala seksi kesmavet menugaskan kepala seksi pelayanan
menugaskan dokter hewan keswan dan obat hewan untuk
Tim pemeriksa dokumen dan fisik
menindaklanjuti
RPH dan Keurmaster untuk dari seksi pelayanan usaha
peternakan dan kemitraan bidang
menindaklanjuti agribisnis dan kelembagaan
g. Dokter hewan RPH dan peternakan melakukan pengecekan
kesesuaian dokumen dengan fisik
Keurmaster mengarahkan Tim Pemeriksa
ternak kesehatan
yang ada hewan
agar ternak ke kendang pada seksi Pelayanan Keswan dan
Obat Hewan (pemeriksaan fisik
penampungan dan laboratorium untuk ternak
kuda, sapi, kerbau dan
h. Dokter hewan RPH dan
pemeriksaan fisik untuk ternak
Keurmaster melakukan kambing, babi serta unggas),
Bidang Keswan dan Kesmavet
pemeriksaan fisik ternak
melakukan pemeriksaan baik fisik
sebelum dipotong dan laboratorium terhadap ternak
yang ada
(antemortem), jika layak
dipotong maka dokter
hewan RPH akan
menerbitkan surat
keterangan Kesehatan
(SKKH) dan surat Tim pemeriksa kesehatan hewan
menerbitkan SKKH maupun hasil
keterangan status
pemeriksaan laboratorium
reproduksi (SKSR) serta
ternak akan langsung
diserahkan kepada juru
sembelih halal (juleha),
sedangkan jika keputusan
hasil pemeriksaan
antemortem ternak ditunda
pemotongannya maka
ternak akan diisolasi ke Tim pemeriksa kesehatan hewan
menyerahkan SKKH maupun hasil
kendang penampungan pemeriksaan laboratorium melalui
untuk dilakukan bidang agribisnis dan kelembagaan
peternakan kepada kepala dinas
pengamatan dan
perlakukan dan jika ditolak
pemotongannya maka akan
dikembalikan kepada
pemohon
(Jagal/Pengusaha/Perorang
an)
i. Pemohon menerima surat
keterangan Kesehatan
hewan (SKKH) dan surat
Pemohon menerima dokumen
keterangan status rekomendasi, hasil laboratorium dan
reproduksi (SKSR) SKKH setelah membayar biaya
administrasi dan pelayanan kepada
j. Juru sembelih halal (juleha) bendahara penerimaan
melaksanakan pemotongan
ternak sesuai ketentuan
k. Dokter hewan RPH dan
keurmaster melakukan
pemeriksaan terhadap
karkas, organ-organ
dalam/visceral ternak yang
telah dipotong (postmortem)
l. Keurmaster melakukan
pemusnahan daging/organ-
organ yang tidak layak
konsumsi
m. Keurmaster memberikan
label (cap) pada
daging/organ-organ yang
layak konsumsi.
n. Pemohon
(Jagal/Pengusaha/Perorang
an) menerima/mengambil
daging/karkas/organ hasil
pemotongan
o. Pemohon
(Jagal/Pengusaha/Perorang
an) melakukan pembayaran
administrasi pemotongan
ternak melalui kepala seksi
kesmavet kepada
bendahara penerimaan
3 Jangka 2 Hari
Waktu;
4 Biaya / Tarif Rp 55000/ekor
5 Produk Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), Surat Keterangan
Pelayanan; Status Reproduksi dan Keterangan layak konsumsi
6 Penanganan Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumba
Pengaduan; Barat Daya
C. PROSES PENGELOLAAN PELAYANAN
NO KOMPONEN URAIAN
1 Sarana 1. ATK
Prasarana/Fasilitas 2. Kwitansi
3. Alat Angkut
4. Kandang penampung
5. Kandang Isolasi
6. Peralatan Pemotongan Ternak
7. Peralatan Pemeriksaan Ternak
2 Kompetensi a. Dokter Hewan
pelaksana b. Petugas pemeriksa Kesehatan hewan/keurmaster
Pendidikan minimal D3 Kesehatan Hewan atau sederajat
c. Juru sembelih halal pendidikan minimal SMP atau
sederajat dan memiliki sertifikat pemotongan ternak
3 Pengawasan a. Dilakukan secara terus menerus oleh Medik Veteriner dan
internal Paramedik Veteriner
b. Dilakukan oleh Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet
c. Dilakukan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan Kabupaten Sumba Barat Daya sebagai atasan
langsung
4 Jumlah pelaksana Maksimal 5 (Lima) orang
5 Jaminan Diwujudkan dalam kualitas proses pelayanan dan produk
pelayanan layanan yang di dukung oleh petugas yang berkompeten di
bidang tugasnya, dengan perilaku pelayanan yang terampil,
melayani dengan cepat, tepat dan santun.
6 Jaminan Jaminan keamanan dan keselamatan dalam pelayanan
keamanan dan diberikan dalam bentuk pelarangan pengiriman ternak ke luar
keselamatan kabupaten yang tidak disertai dokumen SKKH
pelayanan
7 Evaluasi kinerja Evaluasi kinerja Pelayanan dilakukan melalui pengukuran
pelaksana penerapan standar pelayanan terkait keluar masuk hewan
selama 1 tahun
Ditetapkan di : Tambolaka
Pada tanggal :
KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA,
drh. OKTAVIANUS DAPADEDA, [Link]
PEMBINA TK. I
NIP : 19741004 200012 1 005