0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan5 halaman

Peran E-Learning dalam Pendidikan Modern

Dokumen tersebut membahas tentang penggunaan e-learning sebagai peran teknologi informasi dalam modernisasi pendidikan. Dibahas pula pengertian e-learning, peran TI dalam modernisasi pendidikan, kendala dan manfaat implementasi e-learning."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan5 halaman

Peran E-Learning dalam Pendidikan Modern

Dokumen tersebut membahas tentang penggunaan e-learning sebagai peran teknologi informasi dalam modernisasi pendidikan. Dibahas pula pengertian e-learning, peran TI dalam modernisasi pendidikan, kendala dan manfaat implementasi e-learning."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama: Dino Sigit Adiharsa

Nim: 53200873

e-Learning Sebagai Peran Teknologi Informasi Dalam


Modernisasi Pendidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris


Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Bab 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Perkembangan zaman membuat banyak hal baru semakin menjadi lebih baik. Salah
satu contohnya adalah kemajuan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(IPTEK). Perkembangan ilmu pengetahuan dibarengi dengan semakin boomingnya
teknologi untuk melakukan penelitian. Teknologi yang digunakan tidak hanya
perangkat elektronik dan internet yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Pengolahan
data, penyimpanan dan pengarsipan data serta penyampaian informasi mulai
berkembang lebih baik. Perubahan lingkungan mulai dari lingkungan sosial,
ekonomi, teknologi, hingga politik menuntut dunia pendidikan untuk memikirkan
kembali bagaimana perubahan tersebut mempengaruhinya sebagai institusi sosial
dan bagaimana harus berinteraksi dengan perubahan tersebut. Salah satu perubahan
lingkungan yang sangat mempengaruhi dunia pendidikan adalah hadirnya
teknologi informasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan unsur
penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran teknologi informasi
dalam aktivitas manusia saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah
menjadi sarana utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan yang memberikan
kontribusi perubahan besar terhadap perubahan fundamental dalam struktur operasi
dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan dan penelitian.
Kegiatan belajar adalah
Media yang efektif membutuhkan media yang mendukung penyerapan informasi
sebanyak-banyaknya. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi informasi
berperan penting sebagai sarana untuk mendapatkan sebanyak mungkin sumber
informasi terkait dengan materi pelajaran yang diajarkan.

1.2 Pengertian E-Learning

E-learning terdiri dari 2 kata yaitu elektronik dan pembelajaran. Pengertian e-


learning secara harfiah adalah sistem pembelajaran dengan menggunakan
elektronik atau proses belajar mengajar yang dilakukan dalam jaringan, atau
online. E-learning, merupakan proses belajar mengajar yang memanfaatkan media
elektronik, khususnya internet, sebagai sistem pembelajaran. Secara umum, e-
learning merupakan proses pembelajaran berbasis elektronik. Dalam prakteknya, e-
learning menggunakan teknologi informasi sebagai sarana pembelajaran. Pada
umumnya e-learning dilakukan dengan menggunakan media berbasis internet dan
website. Materi yang disajikan oleh e-learning bisa berupa teks yang dibentuk
dalam format dokumen, berupa video pembelajaran, berupa penjelasan audio atau
suara saja, bahkan ada juga yang berupa video streaming di YouTube. Semua
materi pembelajaran tersebut, baik materi pembelajaran seperti catatan, kuis,
maupun ujian dapat diakses melalui website.

Peran Teknologi Informasi dalam Modernisasi Pendidikan


Menurut Resnick (2002) ada tiga hal penting yang harus dipikirkan kembali terkait modernisasi
pendidikan:
1. Bagaimana kita belajar (how people learn);
2. Apa yang kita pelajari (what people learn); dan
3. Kapan dan dimana kita belajar (where and when people learn).
Dengan melihat jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut, dan potensi Teknologi Informasi (TI)
yang dapat dimanfaatkan sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, dapat dirumuskan peran TI
dalam memodernisasi pendidikan bangsa. Pertanyaan pertama, bagaimana kita belajar, berkaitan
dengan metode atau model pembelajaran. Cara interaksi antara guru dan siswa sangat
menentukan model pembelajaran. Terkait dengan hal tersebut, menurut Pannen (2005), saat ini
terjadi perubahan paradigma pembelajaran terkait ketergantungan pada guru dan peran guru
dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran seharusnya tidak lagi 100% bergantung pada
guru (instructor dependent) tetapi lebih berpusat pada siswa (student centered learning atau
independent instruktur). Guru juga tidak lagi dijadikan sebagai satu-satunya rujukan segala
pengetahuan melainkan sebagai fasilitator atau konsultan. Peran yang dapat dimainkan TI dalam
model pembelajaran ini sangat jelas. Kehadiran e-learning dengan segala tingkatannya telah
memfasilitasi perubahan tersebut. Secara umum, e-learning dapat didefinisikan sebagai
pembelajaran yang disampaikan melalui semua media elektronik termasuk, internet, intranet,
ekstranet, satelit, kaset audio/video, TV interaktif, dan CD ROM. Menurut Kirkpatrick (2001), e-
learning telah mendorong demokratisasi proses belajar mengajar dengan memberikan kontrol
belajar yang lebih besar kepada siswa. Secara umum peran e-learning dalam proses pembelajaran
dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu komplementer dan substitusi. Yang pertama
mengandaikan cara pembelajaran dengan tatap muka tetap berjalan namun ditambah dengan
model interaksi berbantuan IT, sedangkan yang kedua sebagian besar proses pembelajaran
dilakukan dengan bantuan IT. Saat ini, regulasi yang dikeluarkan pemerintah juga telah
memfasilitasi penggunaan e-learning sebagai pengganti proses pembelajaran konvensional.
.

1.3 Problem Statement

a. Kendala apa saja yang dihadapi dalam implementasi e-learning?


b. Apa kelemahan dari e-learning?
c. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam implementasi e-learning?

1.4 Research Purpose

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif dan seberapa jauh pengaruh
penggunaan e-learning terhadap perkembangan belajar siswa.

a. Sekolah dan pemerintah daerah bekerja sama dalam menyiapkan infrastruktur yang
diperlukan. Membiasakan guru dan siswa menggunakan perangkat TIK dalam kegiatan
pembelajaran. Pembiasaan ini dapat dilakukan dengan cara pelatihan berkala yang dibimbing
oleh guru lain yang berkompeten dalam menggunakan perangkat TIK. Guru membiasakan
menggunakan perangkat TIK dalam memberikan tugas maupun dalam memberikan bahan ajar
tambahan yang dapat diakses oleh siswa kapan saja dan dari mana saja, Menentukan aplikasi
LMS yang paling disukai dan familiar digunakan sehari-hari agar lebih adaptif dan lebih mudah
memahami materi isi

b. Pembuatan media pembelajaran, sistem media yang dapat digunakan untuk media
pembelajaran sistem online, media tersebut dapat berupa video dan juga jika ada beberapa orang
tua siswa yang tidak memiliki handphone dapat diberikan materi berupa modul kepada siswa.
Komunikasi dengan orang tua siswa sangat diperlukan karena untuk dapat mensosialisasikan
tentang peran orang tua dalam membantu siswa belajar secara daring, Pembuatan Rangkuman
materi yang memuat inti materi sangat diperlukan siswa untuk memahami pembelajaran
sehingga guru dapat memberikan beberapa rangkuman materi kepada siswa dari beberapa
sumber, Memberikan tugas yang dapat mendorong siswa aktif. Kebanyakan orang tua siswa
mengeluh karena banyaknya tugas yang diberikan guru kepada siswa. Oleh karena itu guru harus
dapat mempertimbangkan porsi tugas yang diberikan selain itu guru juga harus memberikan
tugas yang dapat mendorong siswa untuk aktif.

c. Penyiapan biaya konversi pembelajaran di kelas ke format elektronik multimedia, penyiapan


bahan transisi ke model e-learning, verifikasi efektifitas proses transisi.

1.5 Benefits of Research

Penggunaan e-learning di kelas memiliki banyak manfaat, seperti lebih mudah mendapatkan
materi atau informasi. Jika menggunakan sistem pembelajaran berbasis e-learning maka proses
pembelajaran akan lebih mudah baik dalam mencari maupun mendapatkan materi atau informasi.
Tinggal ketik apa yang dicari, tunggu sebentar, siswa bisa langsung mendapatkan materinya.
Bisa mendapatkan lebih banyak materi. Pendidik dan siswa bisa mendapatkan banyak materi,
tidak hanya dari dalam negeri, bahkan bisa mencari materi yang berasal dari luar negeri tentunya.
akan menambah wawasan mereka dan juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa,
pembelajaran lebih efektif dan efisien dalam waktu dan tenaga, jika ada tugas, siswa dapat
menemukan materi yang mereka butuhkan dengan cepat. Tidak harus pergi kesana kemari untuk
mendapatkan bahan yang mereka butuhkan. Cukup duduk di depan komputer atau laptop, lalu
cari yang dibutuhkan. Setelah itu, atur tugas dan selesaikan. Dapat berinteraksi langsung dengan
siapa saja Seorang pembelajar tinggal bertanya kepada temannya materi apa yang diajarkan hari
ini atau tugas apa yang diberikan, jika hari itu ia berhalangan karena suatu hal. Siswa juga dapat
bertanya langsung kepada guru materi apa yang diajarkan atau tugas apa yang diberikan.
Bab 2

LITERATURE REVIEW

E-learning juga didefinisikan oleh beberapa ahli. Menurut Naidu (2006:1), E-learning biasanya
mengacu pada penggunaan jaringan teknologi informasi dan komunikasi yang sengaja disiapkan
untuk proses belajar mengajar. E-learning, didefinisikan oleh Bullen & Janes (2007: 176) sebagai
proses mengajar dan diajar yang terjadi ketika menggunakan teknologi internet untuk
menyampaikan, memfasilitasi, dan memungkinkan proses pembelajaran meskipun terhalang oleh
jarak yang jauh.

E-learning pertama kali diperkenalkan oleh University of Illinois yang berlokasi di Urbana-
Champaign. University of Illinois memperkenalkan e-learning yang menggunakan komputer
bernama PLATO, dalam sistem instruksi berbantuan komputer. Perkembangan e-learning sejak
saat itu terus berjalan seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Pada tahun 1990,
Era Computer Based Training (CBT) dimulai, dimana banyak bermunculan aplikasi e-learning
yang menggunakan PC standalone atau dikemas dalam CD-ROM. Materi yang disajikan bisa
dalam bentuk tulisan atau multimedia, seperti audio dan video, dalam format mpeg-1, avi, atau
mov. Hingga tahun 1994, Pelatihan Berbasis Komputer terus diterima oleh masyarakat luas.
Oleh karena itu, Pelatihan Berbasis Komputer mulai bermunculan dalam beberapa bentuk paket
yang lebih menarik dan CBT mulai diproduksi secara masal.

Tahun 1999 ditetapkan sebagai tahun lahirnya aplikasi e-learning berbasis website.
Pengembangan Learning Management System menjadi aplikasi e-learning berbasis website
merupakan pengembangan total yang mengubah sistem pembelajaran dan administrasi
pembelajaran. Learning Management System mulai dipadukan dengan majalah, surat kabar, dan
situs informasi lainnya. Konten e-learning juga semakin kaya, dengan kombinasi multimedia
seperti video streaming dan presentasi interaktif, yang hadir dalam berbagai pilihan format data
yang lebih kecil dan standar. E-learning memungkinkan fleksibilitas dan efektifitas dalam proses
pembelajaran. Oleh karena itu, e-learning dikatakan sebagai sistem pembelajaran masa depan
yang akan terus berkembang dari waktu ke waktu.

Anda mungkin juga menyukai