0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan32 halaman

Puskesmas Tanjungsiang: Visi dan Misi Kesehatan

Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang, tujuan, dan manfaat penyusunan rencana usulan kegiatan (RUK) Puskesmas Tanjungsiang. Dokumen ini juga menjelaskan kondisi umum wilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang yang meliputi luas wilayah, desa-desa yang masuk dalam wilayah tersebut, serta visi dan misi Puskesmas Tanjungsiang dalam pelayanan kesehatan.

Diunggah oleh

Fahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan32 halaman

Puskesmas Tanjungsiang: Visi dan Misi Kesehatan

Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang, tujuan, dan manfaat penyusunan rencana usulan kegiatan (RUK) Puskesmas Tanjungsiang. Dokumen ini juga menjelaskan kondisi umum wilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang yang meliputi luas wilayah, desa-desa yang masuk dalam wilayah tersebut, serta visi dan misi Puskesmas Tanjungsiang dalam pelayanan kesehatan.

Diunggah oleh

Fahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tujuan bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945 alenia
ke-4 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan program Pembangunan Nasional
secara berkelanjutan, terencana dan terarah. Pembangunan Kesehatan merupakan
bagian integral dan terpenting dari pembangunan Nasional.
Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat kesehatan masyarakat yang optimal, keberhasilan pembangunan Kesehatan
berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia
Indonesia.
Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan
berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas
adalah penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang tingkat
pertama.
Dalam penyelenggaraan upaya kesehatan tersebut bagi setiap Puskesmas wajib
untuk menyusun Rencana Kegiatan Tahunan yang disebut dengan PTP yaitu
Perencanaan Tingkat Puskesmas, dimana secara umum perencanaan tersebut adalah
suatu proses penyusunan yang sistematis mengenai kegiatan – kegiatan yang perlu
dilakukan untuk mengatasi masalah –masalah yang dihadapi dalam rangka pencapaian
tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga Puskesmas dapat mewujudkan tujuan
pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya yaitu tercapainya derajat kesehatan
masyarakat yang setinggitingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat.

B. PENGERTIAN PUSKESMAS

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014,


Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan
tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk
mrncapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Puskesmas merupkan fasilitas pelayanan tingkat pertama yang memiliki peranan penting
dalam sistem kesehatan nasional, khususnya subsistem upaya kesehatan.
Puskesmas adalah suatu organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat
pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat
disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarkat di

1
wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Menurut Depkes RI (2004)., puskesmas
merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang
bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja.
Pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas merupakan pelayanan
kesehatan yang menyeluruh yang meliputi pelayanan kuratif (pengobatan), preventif
(pencegahan), promotif (peningkatan kesehatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan).
Pelayanan tersebut ditujukan kepada semua penduduk dengan tidak membedakan jenis
kelamin dan golongan umur, sejak dari pembuahan dalam kandungan sampai tutup usia
(Effendi,2009).

C. FUNGSI PUSKESMAS

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 tahun 2014, Puskesmas


memiliki fungsi sebagai berikut :
a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya dan
b. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.
Fungsi Puskesmas berdasarkan Kepmenkes No 128 tahun 2004 dibagi 3 yaitu :
a. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan yang berarti puskesmas
selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelengaraan pembangunan
lintas sektor termasuk oleh masyarkat dan dunia usaha di wiliyah kerjanya
b. Sebagai pusat pemberdayaan masyarakat
c. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama baik pelayanan kesehatan perorangan
maupun masyarakat di wilayah kerjanya.

D. VISI DAN MISI PUSKESMAS


Dalam penyelenggaraan upaya kesehatan Puskesmas Tanjungsiang mempunyai
Motto serta membentuk Visi, Misi dan strategi:

MOTTO
“Puskesmas Tanjungsiang SIAP (Smile, Inovatif, Akuntabel, Profesional) memberikan
pelayanan PRIMA”

TATA NILAI SIAP


1. Smile, Senyum (Melayani pelanggan dengan keramahan dan sopan santun)
2. Inovatif ( Usaha untuk mendayagunakan pemikiran , kemampuan untuk menghasilkan
pembaharuan yang lebih baik dan bermutu baik untuk diri sendiri maupun lingkungan )
3. Akuntabel (jujur, dapat diukur dan dapat dipercaya)
4. Profesional (Memiliki kompetensi dalam memberikan pelayanan)

VISI

2
Memberikan pelayanan PRIMA untuk mewujudkan masyarakat Subang mandiri gotong
royong untuk hidup sehat.
P : Profesional
Memiliki kompetensi dan kemampuan dalam memberikan pelayanan yang
terbaik dalam bidang kesehatan
R : Ramah
Memiliki sikap yang sopan dan santun kepada seluruh masyarakat dan rekan
sekerja.
.I : Inisiatif dan inovasi
Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri dengan ide-ide kreatif serta
memberikan terobosan bagi peningkatan pelayanan kesehatan.
M : Malu
Memiliki budaya malu bila tidak melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
A : Akuntabel
Memberikan pelayanan kesehatan sesuai pedoman dan standard pelayanan
yang ditetapkan, dapat diukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

MISI
Untuk mewujudkan Visi tersebut diatas, Puskesmas Tanjungsiang memiliki Misi
yaitu :
a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan standard yang telah
ditetapkan.

b. Meningkatkan profesionalisme SDM Puskesmas.

c. Mendorong kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan


sehat.

d. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara terpadu dengan seluruh


lapisan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang.

e. Meningkatkan kerjasama baik lintas program maupun lintas sektor


terutama di wilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang.

f. Memberikan inovasi yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu


pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas
Tanjungsiang.

Strategi yang dipergunakan dalam rangka mencapai visi dan misi Puskesmas
Tanjungsiang yaitu :
 Meningkatkan keterampilan dan mutu pelayanan menuju puskesmas efektif dan
responsive.
 Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.
3
 Meningkatkan kemitraan dengan institusi dan lembaga masyarakat.
 Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta sistem kewaspadaan dini
terhadap penyakit menular potensial wabah oleh masyarakat.
 Pemberdayaan upaya kesehatan bersumber masyarakat
 Keterpaduan lintas program dan lintas sektor
 Sistem rujukan yang efektif

E. TUJUAN PENYUSUNAN RUK

1. Tujuan Umum

Meningkatkan kemampuan manajemen Puskesmas dalam mengelola kegiatannya


dalam upaya meningkatkan fungsi Puskesmas sebagai Pusat Pengembangan,
Pembinaan dan Pelaksanaan Upaya Kesehatan di Wilayah Kerjanya.

2. Tujuan khusus

a. Dapat disusunnya Rencana Usulan Kegiatan (RUK) Puskesmas yang akan


dilaksanakan pada tahun berikutnya (2019) dalam rangka meningkatkan
cakupan dan mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan
keadaan di wilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang.

b. Dapat disusunnya Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) Puskesmas


yang akan dilaksanakan setelah diterimanya alokasi sumber dari berbagai
sumber dalam rangka menetapkan penggerakan pelaksanaan kegiatan
dalam tahun yang sedang berjalan (2018).

F. MANFAAT PENYUSUNAN RUK

Manfaat penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) yaitu :

a. Terususunnya Perencanaan Program Kesehatan Anak / UKS


yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya (2019) dalam
rangka meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan
kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan di wilayah
kerja Puskesmas Tanjungsiang.
b. Memudahkan dalam penyusunan kebutuhan anggaran dan
sarana prasarana tahun 2019.

4
BAB II
ANALISA SITUASI

A. KONDISI UMUM
1. GEOGRAFI
Puskesmas Tanjungsiang terletak di kecamatan Tanjungsiang, sebelah selatan
kabupaten Subang dengan luas Wilayah 14. 963 Km2 dan berbatasan dengan:

Utara : Kecamatan Cijambe

Selatan : Kabupaten Bandung Barat

Timur : Kabupaten Sumedang

Barat : Kecamatan Cisalak

Peta Wilayah Puskesmas Tanjungsiang

Wilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang meliputi 10 desa, yaitu :


5
Tabel 2.1.1. Luas wilayah Desa di Kecamatan Tanjungsiang
NO. DESA LUAS DESA Jumlah RW Jumlah RT

1 Tanjungsiang 544.65 Ha 9 25
2 Kawung Luwuk 441.923 Ha 6 25
3 Cibuluh 5.631.798 Ha 11 45
4 Buniara 1.713.566 Ha 5 25
5 Cimeuhmal 375.28 Ha 6 24
6 Cikawung 305.352 Ha 6 24
7 Sirap 2.738.694 Ha 6 25
8 Sindanglaya 410.92 Ha 6 29
9 Rancamanggung 551.065 Ha 6 21
10 Gandasoli 654.192 Ha 6 20
Jumlah 13.367.77 Ha 67 263

Jarak tempuh dari Puskesmas Tanjungsiang ke kabupaten ±30 km dengan waktu


tempuh ± 1 jam.
Wilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang merupakan daerah pegunungan dengan
sebagian besar persawahan dan perkebunan. Pada umumnya akses jalan menuju ke desa-
desa memiliki kriteria baik yaitu bisa dilalui dengan kendaraan roda dua dan roda empat.
Jarak terjauh dari Puskesmas ke desa yaitu 8 km dengan waktu tempuh 30 menit seperti
tampak pada tabel dibawah ini.

Tabel 2.1.2 Jarak, Kondisi Jalan dan waktu tempuh dari puskesmas
Tanjungsiang ke desa

WAKTU
NO DESA JARAK STATUS KONDISI KENDARAAN
TEMPUH

1 Tanjungsiang 500 m 5 Menit Baik Beraspal Roda 2 & 4


2 Kawung Luwuk 2 Km 10 Menit Baik Beraspal Roda 2 & 4
3 Cibuluh 3 Km 20 Menit Baik Beraspal Roda 2 & 4
4 Buniara 3 Km 15 Menit Baik Beraspal Roda 2 & 4
5 Cimeuhmal 3 Km 15 Menit Baik Beraspal Roda 2 & 4
6 Cikawung 4 Km 15 Menit Baik Beraspal Roda 2 & 4
7 Sirap 2 Km 15 Menit Baik Beraspal Roda 2 & 4
8 Sindanglaya 4 Km 20 Menit Baik Beraspal Roda 2 & 4
9 Rancamanggung 8 Km 30 Menit Baik Beraspal Roda 2 & 4
10 Gandasoli 8 Km 30 Menit Baik Beraspal Roda 2 & 4

Sumber : Profil kecamatan Tanjungsiang tahun 2017

2. DEMOGRAFI
6
Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang adalah 45.299 jiwa
terdiri dari 22.714 laki-laki dan 22.585 perempuan.

Tabel 2.2.1. Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin dan Jumlah KK

JUMLAH PENDUDUK
NO DESA JUMLAH KK
L P JUMLAH

1 Tanjungsiang 3.525 3.366 6.647 2.067

2 Kawungluwuk 2.055 1.999 3.697 1.224

3 Cibuluh 2.882 2.983 5.550 2.127

4 Buniara 3.030 2.804 5.829 1.794

5 Cimeuhmal 1.728 1.738 3.636 1.173

6 Cikawung 2.162 2.096 4.298 1.230

7 Sirap 1.437 1.587 2.983 1.015

8 Sindanglaya 2.640 2576 5.003 1.772

9 Rancamanggung 1.507 1.516 2.982 1.109

10 Gandasoli 1.748 1.920 3.555 1.131

Jumlah 22.714 22.585 45.299 14.642

Sumber : Profil kecamatan Tanjungsiang tahun 2017

Sebagian besar penduduk mempunyai mata pencarian sebagai pekerja Petani (76%),
diikuti dengan Swasta (11%), Pedagang (5,2%) dan PNS (4.7%). Jumlah penduduk miskin
yang terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang tahun 2017 sebanyak 10.589 jiwa
(23,42%), Jumlah KK miskin 2.108 KK (14.61 %). Jumlah peserta BPJS 13.326 Jiwa.

C. SARANA DAN PRASARANA KESEHATAN

Sarana dan prasarana yang tersedia di kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang


diantaranya :

1. Puskesmas induk : 1 buah dengan Poned dan UGD

2. Puskesmas Pembantu : 2 buah (Desa Cibuluh dan Sindanglaya)

3. Polindes : 14 Buah polindes

 Desa Tanjungsiang 2 buah

 Cibuluh 1 buah

 Buniara 1 buah

7
 Cimeuhmal 2 buah

 Sirap 1 buah

 Sindanglaya 2 buah

 Rancamanggung 1 buah

 Gandasolih 1 buah

 Kawungluwuk 2 buah

 Cikawung 1 buah

4. Posyandu : Keadaan Posyandu tampak pada Tabel dibawah ini :

Table [Link]. JUMLAH POSYANDU

DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNGSIANG TAHUN 2017

DESA JUMLAH POSYANDU JUMLAH POSBINDU

Tanjungsiang 9 1

Kawung Luwuk 5 1

Cibuluh 11 1

Buniara 5 1

Cimeuhmal 7 1

Cikawung 6 1

Sirap 6 2

Sindanglaya 7 2

Rancamanggung 6 2

Gandasoli 6 1

TOTAL 68 13

Jumlah Posyandu yang ada diwilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang tahun


2017 yaitu 68 posyandu balita dan 13 Posyandu lansia,dengan jumlah desa 10.

Jumlah kader aktif yang ada di wilayah kerja puskesmas Tanjungsiang tahun 2017 sebanyak
360 orang seperti tampak pada tabel di bawah ini :

8
Table [Link]. STRATA POSYANDU

DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNGSIANG TAHUN 2017

JUMLAH STRATA POSYANDU


DESA
POSYANDU PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI

Tanjungsiang 9 6 3

Kawungluwuk 5 4 1

Cibuluh 11 9 2

Buniara 5 4 1

Cimeuhmal 7 5 2

Cikawung 6 4 2

Sirap 6 4 2

Sindanglaya 7 5 2

Rancamanggung 6 5 1

Gandasoli 6 5 1

TOTAL 68 51 17

Table [Link]. STRATA DESA SIAGA AKTIF

DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNGSIANG TAHUN 2017

JUMLAH STRATA DESA SIAGA AKTIF


DESA JUMLAH DESA
PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI

Tanjungsiang 1 1

Kawungluwuk 1 1

Cibuluh 1 1

Buniara 1 1

Cimeuhmal 1 1

Cikawung 1 1

Sirap 1 1

Sindanglaya 1 1

Rancamanggung 1 1

Gandasoli 1 1

TOTAL 10 4 6

9
Tabel [Link]. Jumlah kader Posyandu

NO. DESA AKTIF TDK AKTIF JUMLAH

1. Tanjungsiang 45 45

2. Kawung Luwuk 25 25

3. Cibuluh 55 55

4. Buniara 25 25

5. Cimeuhmal 35 35

6. Cikawung 30 30

7. Sirap 30 30

8. Sindanglaya 35 35

9. Rancamanggung 30 30

10. Gandasoli 30 30

Jumlah 340 340

Sarana kesehatan swasta yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang :

a. Dokter Praktek : 2 (desa Tanjungsiang dan Kawungluwuk)

b. Apotik : 2 (desa Tanjungsiang)

c. Toko Obat : 1 (desa Tanjungsiang)

Tabel [Link]. Sarana Pendidikan

NO. DESA SD/MI SMP SMA

1. Tanjungsiang 5 3 2

2. Kawung Luwuk 4 0 1

3. Cibuluh 5 1 0

4. Buniara 5 0 0

5. Cimeuhmal 3 0 0

6. Cikawung 3 0 0

7. Sirap 2 0 0

8. Sindanglaya 4 2 2

9. Rancamanggung 3 0 0

10. Gandasoli 3 0 0

Jumlah 37 6 5

10
Sarana pendidikan yang ada di Wilayah kerja Puskesmas Tanjungsiang yaitu SD
sebanyak 37, SMP 6, dan SMA 5 buah. Sedangkan jumlah Tk/PAUD sebanyak 21 buah.

D. KETENAGAAN

Jumlah tenaga yang ada di Puskesmas Tanjungsiang yaitu 54 orang dengan jumlah
PNS 40 orang, PTT 2 orang dan 12 orang tenaga sukwan. Jenis ketenagaan dan standard
tenaga menurut permenkes no 75 tahun 2014 tampak pada tabel dibawah ini :

Tabel [Link] Keadaan Tenaga di Puskesmas Tanjungsiang

JENIS YANG ADA STANDARD


NO KEKURANGAN
KETENAGAAN SEKARANG PUSKESMAS

1. Kepala Puskesmas 1 1 -

2. Kepala TU 1 1

3. Dokter 0 2 2

4. Dokter Gigi 1 1 -

5. Bidan Puskesmas 10 4 -

6. Bidan Desa 12 12 -

7. Perawat Puskesmas 21 8

8. Perawat gigi 2 2

9. Sanitarian 1 1

10. Nutrision 1 1

11. Ka Pustu 2 2

12. Tenaga Kes Lain 2 2

13. Apoteker 1 1

14. Asisten Apoteker 1 2

15. Analis kesehatan 2 1

16. OB 1 1

17 Supir 0 1

Jumlah

(Standard Puskesmas berdasarkan permenkes 75 thn 2014)

11
Pada Tahun 2017 Puskesmas Tanjungsiang memiliki 1 orang dokter yang merangkap
kepala puskesmas, 1 orang dokter gigi, 1 orang apoteker, 12 orang bidan desa (10 Desa ),
dan tenaga kesehatan lain seperti tampak pada tabel diatas. Berdasarkan permenkes no 75
tahun 2014 puskesmas Tanjungsiang masih kekurangan tenaga dokter ( 2 orang ).

Tabel [Link]. Jumlah karyawan berdasarkan Pendidikan

PENDIDIKAN
KETENAGAAN
SD SMP SMA SMF SPK D1 D3 D4 S1 S2 Profesi
Kepala Puskesmas                 1

Kepala TU 1

Dokter                  

Dokter Gigi               1

Bidan Puskesmas             10    

Bidan Desa           11 1   

Perawat Puskesmas     1        13   7  

Perawat gigi             2    

Sanitarian           1     

Nutrision 1

Ka Pustu              

Tenaga Kes Lain     1           1  

Apoteker                   1

Asisten Apoteker                  

Analis kesehatan          2      

Supir 1

OB 1

Tabel [Link]. Jumlah karyawan berdasarkan Status kepegawaian


No. Ketenagaan CPNS PNS PTT SUKWAN MAGANG

1. Kepala Puskesmas 1

2. Kepala TU 1

3. Dokter

4. Dokter Gigi 1

5. Bidan Puskesmas 5 5

12
6. Bidan Desa 10 1

7. Perawat Puskesmas 11 1 4

8. Perawat gigi 2

9. Sanitarian 1

10. Nutrision 1

11. Ka Pustu 2

12. Tenaga Kes Lain 3

13. Apoteker 1

14. Asisten Apoteker 1

15. Analis kesehatan 1

16. OB 1

17. Supir 1

Jumlah 40 2 1 11

E. CAPAIAN PROGRAM KESEHATAN


1. DERAJAT KESEHATAN
Ada beberapa indikator yang dipergunakan untuk menentukan derajat Kesehatan
yaitu:
a. Proposi Suspek = 406 orang
b. Proporsi BTA Positif Ditemukan Diantara Suspek Diperiksa = 11 orang
c. Penemuan kasus (CDR) = 36 orang
d. Proporsi Penderita TBC Paru BTA Positif Diantara Semua Penderita Tercatat
= 37 orang
e. Kesembuhan (Curate) 2015 = 40 orang
f. Konversi = 36 orang

13
2. CAPAIAN PROGRAM

Indikator Target Cakupan Kesenja-


No Upaya Kesehatan
Pelayanan (%) (%) ngan

UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT ESENSIAL

TB 16,7
Proposi Suspek 100 83,3
+1,2
Proporsi BTA 10 11,2
Positif Ditemukan
Diantara Suspek
Diperiksa
10
Penemuan kasus 100 90
(CDR)
-
Proporsi Penderita 65 78,7
TBC Paru BTA
Positif Diantara
Semua Penderita
Tercatat
-
Kesembuhan 85 97,56
(Curate)
-
Konversi 80 100

2.1 Grafik Indikator Trend

1. Proporsi Suspek

Angka ini ditampilkan secara kumulatif per triwulan selama Tahun 2016

14
2. Proporsi BTA Positif

Angka di atas merupakan tampilan angka per desa dan dirata-ratakan menjadi
angka Puskesmas Tanjungsiang sebesar 9,2%.

3. CDR

Angka ini ditampilkan secara kumulatif per triwulan selama 2016.

4. Proporsi Penderita TBC paru

15
Keterangan : BTA (+) baru (73,5%), BTA (+) Kambuh (2%), BTA (-) ro (+) (2%),Ekstra
Paru (0%) dan Anak (6,1%).

5. Angka Konversi

a. Kasus Baru BTA positif

b. Kasus Kambuh BTA positif


Angka Konversi untuk kasus kambuh BTA positif 100%.

6. Angka Kesembuhan

Grafik di bawah ini merupakan angka kesembuhan Tahun 2015 per triwulan.

7. CNR

Secara kumulatif CNR Tahun 2016 semua Kasus adalah sebagai berikut :

16
BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH

3.1 Identifikasi Masalah


No Upaya Kesehatan Target Pencapaian Masalah
1 UKM Esensial Absolut % Absolut %
Penemuan suspek 1 Cakupan penemuan suspek
penderita TBC penderita TBC di Puskesmas
484 100 406 83,3 Tanjungsiang tahun 2016
(83,3%) belum mencapai
target (100%)
Penemuan 2 Cakupan penemuan penderita
penderita TBC TBC BTA positif di Puskesmas
BTA positif 40 100 36 90% Tanjungsiang tahun 2016
(90%) tidak mencapai target
(100%).

3.2 Menetapkan Urutan Masalah

NO Masalah U S G Total
Cakupan penemuan suspek penderita TBC dib
1 Puskesmas Tanjungsiang tahun 2016 (83,3%) 3 3 3 9
belum mencapai target (100%)
Cakupan penemuan penderita TBC BTA positif di
2 Puskesmas Tanjungsiang tahun 2016 (90%) tidak 2 3 3 8
mencapai target (100%)

Skala Likert 1 – 5 ( 5 = sangat besar, 4 = besar, 3 = sedang, 2 = kecil, 1 =


sangat kecil)

Keterangan :

U : Urgency

S : Seriousness

17
G : Growth

Berdasarkantabel di atas, maka urutan prioritas masalah Program TB Paru Puskesmas


Tanjungsiang 2016 adalah sebagai berikut

1. Cakupan penemuan suspek penderita TBC dib Puskesmas Tanjungsiang tahun 2016
(83,3%) belum mencapai target (100%

2. Cakupan penemuan penderita TBC BTA positif tahun 2016 sebnyak 36 kasus (90%)
tidak mencapai target 40 kasus (80%)

3.3 Identifikasi Penyebab Masalah

Metode yang digunakan untuk menganalisis akar penyebab masalah pada program
TB Paru di Puskesmas Tanjungsiang adalah dengan menggunakan metode diagram sebab
akibat (Cause and Effect) dari Ishikawa (Fishbone/Tulang ikan), yaitu mencari penyebab
masalah sampai ditemukan akar penyebabnya kemudian dicari solusinya. Dengan diagram
ini, semuanya menjadi lebih jelas dan memungkinkan kita untuk dapat melihat semua
kemungkinan “penyebab” dan mencari “akar” permasalahan sebenarnya. Pada bagian
kepala dituliskan Akibat/masalah yang timbul (Effect) dan pada tulang - tulang besar
dituliskan faktor faktor penyebab utama masalah (Cause).
Upaya pencarian akar penyebab masalahnya dengan mencoba menelusuri faktor
penyebab yang berpengaruh terhadap cakupan Pemberdayaan Masyarakat baik secara
langsung maupun tidak langsung. Beberapa faktor akar penyebab masalah tersebut
dikelompokkan dalam berbagai kelompok faktor internal (sumber daya /manusia) maupun
faktor eksternal (lingkungan, metode, dan material) yang dapat dilihat sebagai berikut :

18
Manusia Metode

Petugas yang bekerja rangkap

Kurangnya penyuluhan tentang TB


Koordinasi lintas sektor dan lintas program
yang belum optimal

Pelayanan dan promosi TB belum optimal Cakupan


penemuan
suspek
penderita
TBC di
Dana yang diperlukan belum Puskesmas
Blanko pencatatan dan pelaporan mencukupi Tanjungsian
Jarak tempuh dari lokasi ke PKM cukup jauh
belum mencukupi g tahun
2016
(83,3%)
belum
Media Informaasi belum mencukupi Adanya isu TB merupakan penyakit mencapai
target (100%
turunan

Sarana Dana Lingkungan

19
Manusia Metode

Petugas yang bekerja rangkap

Kurangnya penyuluhan tentang TB

Cakupan
Koordinasi lintas sektor dan lintas program
penemuan
yang belum optimal
penderita
TBC BTA
positif di
Puskesmas
Tanjungsian
g tahun
Blanko pencatatan dan pelaporan
2016 (90%)
belum mencukupi Jarak tempuh dari lokasi ke PKM cukup jauh tidak
mencapai
target
(100%).
Media Informaasi belum mencukupi Adanya isu TB merupakan penyakit
turunan

Sarana Dana Lingkungan

20
3.4 Menetapkan Cara Pemecahan Masalah

No Prioritas Masalah Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Terpilih Ket

1 Cakupan penemuan Manusia Pelayanan dan promosi TB Penyuluhan tentang Penyakit TB * Pencarian suspek secara pasif  
suspek penderita belum optimal terhadap Masyarakat intensif di faskes (Puskesmas)
TBC di Puskesmas
  Tanjungsiang tahun   * Melakukan pencarian suspek  
2016 (83,3%) belum Koordinasi lintas sektor dan lintas Meningkatkan kerjasama lintas secara aktif dan/atau massif
mencapai target program belum optimal sektor dan lintas program berbasis keluarga
(100%)

      * Kolaburasi TB-HIV, TB-Gizi, * Penyuluhan tentang penyakit TB  


Promkes, program lansia terhadap masyarakat
         
        * Pembentukan Pos TB/Melakukan * Pembentukan pos  
koordinasi lintas sektor tingkat desa TB/Melakukan koordinasi lintas
dalam pembentukan forum peduli sektor tingkat desa dalam
TB pembentukan forum peduli TB

      Petugas yang bekerja rangkap * Pengurangan beban kerja      


        * Tenaga pendamping      
21
    Kurangnya penyuluhan dan * Penyuluhan tentang penyakit TB      
Metode konseling tentang TB terhadap masyarakat
      Penyuluhan tentang penyakit TB      
* terhadap masyarakat
      Pencarian kontak TB yang belum pencarian suspek secara pasif      
*
optimal intensif di faskes (Puskesmas)
        * Melakukan pencarian suspek      
secara aktif dan/atau massif
berbasis keluarga
    Lingkungan Jarak tempuh dari lokasi ke PKM * Kerjasama lintas program (titp      
cukup jauh sputum pot kepada bidan yang
akan ke puskesmas)
        * Pembentukan pos TB/Melakukan      
koordinasi lintas sektor tingkat desa
dalam pembentukan forum peduli
TB
      Adanya isu TB merupakan * Penyuluhan tentang penyakit TB      
penyakit turunan terhadap masyarakat
    Dana Dana yang belum mencukupi * Kerjasama dengan desa untuk      
menganggarkan dari ADD
    Sarana Blanko pencatatan dan * Penggandaan formulir secara      
pelaporan belum mencukupi bertahap

22
        * Pengiriman laporan secara      
elektronik
      Media Informasi belum * Menggunakan sarana audio visual      
mencukupi untuk di dalam gedung
        * Menggunakan media informasi      
yang tersedia
      Ruang konseling yang terbatas * Memberikan konseling secara      
bergantian diruang konseling yang
tersedia
        * Mengusulkan ruang konseling      
khusus TB
  Cakupan penemuan Manusia Pelayanan dan promosi TB * Penyuluhan tentang penyakit TB * Pencarian suspek secara pasif  
penderita TBC BTA belum optimal intensif di faskes (Puskesmas)
  positif di     * Melakukan pencarian suspek  
Puskesmas secara aktif dan/atau massif
Tanjungsiang tahun berbasis keluarga
2016 (90%) tidak
mencapai target
(100%)

      Koordinasi lintas sektor dan lintas * Pembentukan Pos TB/Melakukan * Penyuluhan tentang penyakit TB  
program belum optimal koordinasi lintas sektor tingkat desa terhadap masyarakat
dalam pembentukan forum peduli

23
TB
        * Kolaburasi TB-HIV, TB-Gizi, * Advokasi tingkat kecamatan  
Promkes, program lansia
      Petugas yang bekerja rangkap * Pengurangan beban kerja * Kerjasama dengan faskes  
swasta
        * Tenaga pendamping * Pembentukanpos TBMelakukan  
koordinasi lintas sektor tingkat
desa dalam pembentukan forum
peduli TB
    Metode Kurangnya pengetahuan dari * Penyuluhan tentang penyakit TB      
masyarakat tentang TB terhadap masyarakat
      Kurangnya penyuluhan dan * Penyuluhan tentang penyakit TB      
konseling tentang TB terhadap masyarakat
      Pencarian kontak TB yang belum * pencarian suspek secara pasif      
optimal intensif di faskes (Puskesmas)
        * Melakukan pencarian suspek      
secara aktif dan/atau massif
berbasis keluarga
    Lingkungan Jarak tempuh dari lokasi ke PKM * Kerjasama lintas program (titp      
cukup jauh sputum pot kepada bidan yang
akan ke puskesmas)
        * Pembentukan pos TB/Melakukan      
koordinasi lintas sektor tingkat desa

24
dalam pembentukan forum peduli
TB
      Adanya isu TB merupakan * Penyuluhan tentang penyakit TB      
penyakit turunan terhadap masyarakat
    Dana Dana yang belum mencukupi * Kerjasama dengan desa untuk      
menganggarkan dari ADD
    Sarana Blanko pencatatan dan * Penggandaan formulir secara      
pelaporan belum mencukupi bertahap
        * Pengiriman laporan secara      
elektronik
      Media Informasi belum * Menggunakan sarana audio visual      
mencukupi untuk di dalam gedung
        * Menggunakan media informasi      
yang tersedia
      Ruang konseling yang terbatas * Memberikan konseling secara      
bergantian diruang konseling yang
tersedia
        * Mengusulkan ruang konseling      
khusus TB

25
BAB IV
RENCANA USULAN KEGIATAN

4.1 Rencana Usulan Kegiatan Tahun 2018

26
Upaya Target Penan Waktu Sum
N Kebutuhan Indikator
Keseha Kegiatan Tujuan Sasaran Sasara ggung Pelaks Kebutuhan Anggaran ber
o Sumber Daya Kinerja
tan n Jawab anaan Biaya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
UKM Esensial                
1 Penang 1 Penjaringan Terdeteksi Pasien 100% PJ dokter, Petugas Februar Transport petugas 1 org x 100% BOK
gulanga   terduga TB nya terduga   UKM TB Perawat, i, April, 10 desa x 4 kali x Rp pasien
n TB   oleh pasien TB     Bidan, petugas Juli, 80.000 = Rp 3.200.000 terduga
  petugas terduga       gizi, petugas Oktobe Honor pengganti Transport TB dapat
  Kesehatan TB       Perkesmas, r 2018 1 org x 10 desa x 4 kali x dideteksi
            pencatatan dan   Rp 40.000 = Rp 1.600.000
        pelaporan
38

2 Kunjungan Tidak Pasien 50% PJ Petugas TB, Juni Transport petugas 1 org x 50% BOK
  rumah adanya TB   UKM Petugas gizi, 2018 15 kss x 4 kali x Rp 80.000 penderita
  penderita penderita dalam     Petugas kesling,   = Rp 1.200.000 TB
  TB TB yang masa     petugas   Transport kader 1 org x 15 terkunjung
    mangkir pengobat     perkesmas,   kss x 4 kali x Rp 40.000 = i
18
  dan lost to an     pencatatan dan   Rp 600.000
folow up   pelaporan  
3 Pelacakan Tidak Pasien 100% PJ Petugas TB, Mei, Transpor petugas 100% BOK
  penderitaTB adanya TB yang   UKM Kader, Septem 1 org 5 kss x 2 kali x Rp Penderita
  mangkir penderita mangkir     pencatatan ber 80.000 = Rp 800.000 TB yang

27
    TB yang dalam     pelaporan 2018 Transport kader 1 org x 5 mangkir
    mangkir masa       kss x 2 kali x Rp 40.000 = dapat
    dan lost to pengobat       Rp 400.000 menyeles
  folow up an     aikan
    pengobata
  n sampai
sembuh
4 Pelacakan Terdeteksi Penderit 70% PJ Petugas TB, Februar Transport Petugas 1 org x 70% BOK
  kontak TB nya dan a TB   UKM pencatatan dan i, 30 kss x 1 kali x Rp 80.000 Terdeteksi
  BTA (+) terkunjung BTA (+)     pelaporan Agustu = Rp 2.400.000 nya dan
    inya dan     s 2018   terkunjung
    kontak kontak         inya
  penderita sosial       kontak
  TB BTA       penderita
(+)    TB BTA
(+) 
5 Penyuluhan Masyarak Masyara 10% PJ Petugas TB, alat Juni    10% (1 -
  program TB at kat,   UKM penyuluhan, 2018   desa  
  di tingkat mengetah Toma,     pencatatan dan     menerima  
desa ui tentang Toga,     laporan     penyuluha
  penyakit kades,     n penyakit
  TB organisa   TB)
  si  

28
kemasya  
rakatan

6 Melakukan Terbentuk Kader, 10% PJ Petugas TB, April ,   10% (1 -


  koordinasi nya forum kades   UKM pencatatan dan 2018   desa
lintas sektor peduli     pelaporan   terbentuk
tingkat desa TB/POS forum
dalam TB tingkat peduli
pembentuk desa TB/pos TB
an forum   tingkat
peduli desa)
TB/pembent
ukan POS
TB
7 Pemberian Mengobati Pasien 100% PJ dokter, perawat, Januari   100% -
  obat TB TB dan terdiagno   UKM petugas TB,, -   Pasien  
Pengobatan Pencegah sis TB,   apoteker/asisten Desem   terdiagnos
pencegaha an TB aktif ODHA apoteker, Obat ber   is TB,
n dengan   yang 2018   ODHA
INH tidak   yang tidak
  tebukti tebukti TB
TB aktif, aktif,
Balita Balita

29
  diberi
PPINH
9 Pengendali Menguran Masyara 100% PJ Dokter, perawat, Januari 100% -
  an faktor gi sampai kat,   UKM petugas TB, - faktor  
  resiko TB dengan petugas     bidan, petugas Desem resiko TB  
    mengelimi Yankes     lab, petugas ber dapat  
    nasipenul       imunisasi, 2018 dikendalik  
    aran dan       petugas kesling,   an  
    kejadian       petugas Gizi,    
    sakit TB       Petugas    
          promkes,Petugas    
      kesnak, petugas  
    ispa, petugas  
  perkesmas,  
pencatatan dan  
pelaporan
11 Surveilans Memperol Dinas 100% PJ Petugas TB, Maret,   100%  
  TB eh data kesehata   UKM Pencatatan Juni,   data  
  /pencatatan epidemiol n/Wasor     pelaporan Septem   epidemiol  
dan ogi yang TB   ber,   ogi yang
pelaporan diperlukan   Desem   diperlukan
  dalam   ber   dalam
  sistem 2018   sistem

30
informasi     informasi
program   program
penanggul penanggul
angan TB angan TB
dapat
diperolh

31
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Dengan adanya pengelola program TBC yang merangkap dengan program lain,
program penanggulangan TBC menjadi sedikit terganggu.
2. Dengan terlaksananya pelayanan DOTS ditempat – tempat pelayanan kesehatan
swasta diharapkan peningkatan cakupan maupun penatalaksanaan penderita TB dapat
meningkat.
3. Komitmen semua sektor di tingkatkan sehingga Program Penanggulangan
Tuberkulosis dapat terlaksana dengan maksimal dan mencapai hasil yang di harapkan
sesuai dengan tujuan program penanngulangan TB
4. Pemberdayaan masyarakat dalam program penanggulangan TB

5.2 Saran
1. Karena masih banyak petugas TBC yang merangkap sebagai petugas lain dan banyak
yang sekolah, diharapkan kepala puskesmas dapat mengatur, memonitor serta
mengevaluasi kinerja petugas tersebut.
2. Perlu adanya sosilisasi maupun pelatihan metode DOTS dalam penanganan penderita
TB di tempat – tempat pelayanan kesehatan swasta.
3. Advokasi untuk semua stik holder yang berkaitan dengan program TB sehingga
program TB menjadi milik bersama dalam penanggulangannya.
4. Dalam rangka meningkatkan cakupan BTA positif perlu diadakan kegiatan lain
disamping pemeriksaan kontak.

32

Anda mungkin juga menyukai