0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
101 tayangan33 halaman

Model Multidekremen dalam Aktuaria

Dokumen tersebut membahas tentang model multidekremen dalam asuransi, yang melibatkan lebih dari satu penyebab klaim (decrement) seperti kematian, cacat, dan penyakit. Model ini menggunakan dua variabel acak untuk mendeskripsikan sisa umur dan penyebab decrement. Dokumen ini juga membahas tentang model survivorship acak dan deterministik untuk mengestimasi jumlah klaim.

Diunggah oleh

Dewa Sunandar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
101 tayangan33 halaman

Model Multidekremen dalam Aktuaria

Dokumen tersebut membahas tentang model multidekremen dalam asuransi, yang melibatkan lebih dari satu penyebab klaim (decrement) seperti kematian, cacat, dan penyakit. Model ini menggunakan dua variabel acak untuk mendeskripsikan sisa umur dan penyebab decrement. Dokumen ini juga membahas tentang model survivorship acak dan deterministik untuk mengestimasi jumlah klaim.

Diunggah oleh

Dewa Sunandar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Multi Decrement Models

January 23, 2014

Multi Decrement Models January 23, 2014 1 / 33


Outline

1 Pengantar Model Multidekremen


2 Model dua Variabel Random
3 Random Survivorship Group
4 Deterministic Survivorship Group
5 Tabel Dekremen Tunggal Terkait
Hubungan yang Mendasar
Nilai Pusat Multidekremen
Asumsi Constant Force untuk Multidekremen
Asumsi Berdistribusi Uniform untuk Multidekremen
Masalah Estimasi
6 Pembentukan Tabel Multidekremen
7 Catatan dan Rujukan

Multi Decrement Models January 23, 2014 2 / 33


Pengantar Model Multidekremen

Model Multidekremen merupakan Suatu model aktuaria dengan meli-


batkan satu orang tertanggung tetapi penyebab terjadinya klaim atau
jenis kerugian dalam dunia aktuaria (decrement) tidak hanya kematian
saja. Terdapat kerugian lain yang menyebabkan muculnya klaim dari
pemegang polis asuransi, misalnya disabilities atau sakit.

Multi Decrement Models January 23, 2014 3 / 33


Pengantar Model Multidekremen

Sebagai contoh asuransi yang sering menggunakan model multidekre-


men adalah Asuransi Kesehatan dan Dana Pensiun. Asuransi kesehatan
disini perusahaan asuransi memberikan perlindungan saat pemegang po-
lis mengalami sakit dengan tingkat keparahan tertentu bahkan medap-
atkan manfaat ketika pemegang polis mengalami kematian. Sedangkan
Dana pensiun memberi perlindungan berupa jaminan hari tua dan kece-
lakaan ataupun sakit sebelum pemegang polis memasuki masa pensiun.

Multi Decrement Models January 23, 2014 4 / 33


Model dua Variabel Random

Model multi decrement ini terdiri dari 2 buah variabel random yang
saling berubungan satu dengan yang lain, yaitu:
T (x) = T , variabel random kontinu yang mendeskripsikan sisa
usia seseorang pada waktu orang berusia x tahun.
J(x) = J , variabel random diskrit yang mendeskripsikan status
decrement seseorang.

Multi Decrement Models January 23, 2014 5 / 33


Model dua Variabel Random

Asumsi dalam model Multi decrement yaitu :

m
X
fj (j) = 1
j=1

jumlahan dari nilai marginal adalah 1

Z∞
fT (T ) = 1
0

luasan daerah dari fungsi marginal sisa usia adalah 1

Multi Decrement Models January 23, 2014 6 / 33


Model dua Variabel Random

Peluang densitas bersama pada T dan J adalah :

Z∞
fT,j (t, j)dt
0

peluang dekrement karena kasus J antara selang waktu t dan t + dt

Zt
fT,j (s, j)ds
0

peluang decrement karena kasus J mulai saat ini hingga t tahun


kedepan.

Multi Decrement Models January 23, 2014 7 / 33


Model dua Variabel Random

m Z b
X
fT,j (t, j)dt
j=1 a

peluang dekremen karena semua kasus dalam selang waktu antara


a dan b

Multi Decrement Models January 23, 2014 8 / 33


Model dua Variabel Random

Probabilitas kumulatif bersama dalam model multidekremen


Zt X
m Zt
(τ )
FT (t) = t qx = fT,j (s, j)ds = fT (s)ds
0 j=1 0

sehingga berlaku :
1 − FT (t) = t p(τ
x
)

Force of Decrement dari model multi decrement untuk orang berusia x


:
Jika diketahui nilai FT (t):

fT (t)
µ(j)
x (t) =
1 − FT (t)
fT (t)
= (τ )
t px

Multi Decrement Models January 23, 2014 9 / 33


Model dua Variabel Random

Jika diketahui masing-masing dekrement j adalah :

fT (t, j) fT,j (t, j)


µ(j)
x (t) = = (τ )
1 − FT (t) t px
m
X
µ(τ )
x (t) = µ(j)
x (t)
j=1

Multi Decrement Models January 23, 2014 10 / 33


Model dua Variabel Random

Probabilitas dekremen dari semua sebab antara usia x + t dan x + t + k


tertunda k tahun :

(τ ) R1 (τ ) (τ )
qx+k = s px+k .µx+k (s)ds
0
R1 (τ )
m
P (j)
= s px+k . µx+k (s)ds
0 j=1
m
P (j)
= qx+k
j=1

Multi Decrement Models January 23, 2014 11 / 33


Random Survivorship Group

Sekelompok orang yang berusia a tahun, yang masih hidup dan aktif
bekerja disimbolkan dengan
laτ
masing-masing individu diasumsikan memiliki distribusi sampai pada
waktu decrement
(j)
fT,j (t, j) = t Pa(τ ) .µ(a+t)

Multi Decrement Models January 23, 2014 12 / 33


Random Survivorship Group

Jumlah orang yang hidup dan meninggal pada kelompok karena sebab
j antara usia x hingga x + n tahun, dinotasikan dengan
(j)
n Dx

dengan
x≥a
sehingga nilai harapan hidup jumlah orang pada kelompok tersebut
x+n−a
(j) R (τ )
E(n Dx ) = la .fT,j (t, j)dt
x−a
x+n−a
(τ ) R
= la fT,j (t, j)dt
x−a
x+n−a
(τ ) R (τ ) (j)
= la t pa .µ(a+t) dt
x−a

Multi Decrement Models January 23, 2014 13 / 33


Random Survivorship Group

sedangkan jumlah orang yang hidup dan meninggal pada kelompok karena
semua sebab antara usia x hingga x + n, dinotasikan dengan
(τ )
n Dx

dengan
x≥a

Multi Decrement Models January 23, 2014 14 / 33


Random Survivorship Group

sehingga jumlah nilai harapan hidupa orang pada kelompok tersebut


adalah

x≥a !
m
(τ ) P (j)
E(n Dx ) =E n Dx
j=1
x+n−a m
R (τ ) (τ ) P (j)
= la .t pa . µ(a+t) dt
x−a j=1
m x+n−a
P R (τ ) (τ ) (τ )
= la .t pa .µ(a+t) dt
j=1 x−a
m x+n−a
P R (τ )
= la .fT,j (t, j).dt
j=1 x−a

Multi Decrement Models January 23, 2014 15 / 33


Deterministic Survivorship Group

(τ )
Banyaknya survivor sampai usia x dari kelompok asal dengan Ia hidup
pada usia a adalah:
 Z x 
Ix(τ ) = Ia(τ ) exp − µa (τ ) (y − a) dy (1)
a

Multi Decrement Models January 23, 2014 16 / 33


Deterministic Survivorship Group

dan total dekremen antara usia x dan x + 1 adalah

d(τ ) (τ )
x = lx qx 6(τ )

dan dari persamaan (1) didapatkan:


(τ )
1 dlx
µ(τ )
a (x − a) = − (τ ) dx
lx

Multi Decrement Models January 23, 2014 17 / 33


Deterministic Survivorship Group

didefinisikan force of decrement pada usia x dikarenakan sebab j adalah:

lx (j) − lx+h (j)


µ(j)
a (x − a) = lim
h→0 hlx (τ )
1 dlx (j)
= − (τ )
lx dx

Multi Decrement Models January 23, 2014 18 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait

Didefinisikan dengan fungsi:


Z t
0 (j)
t px = exp[− µ(j)
x (s) ds]
0

dan
0 (j) 0
t qx = 1 − t px(j)
0 (j)
t qx adalah nilai mutlak dekremen karena sebab j pada interval (x, x+t].

Multi Decrement Models January 23, 2014 19 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait Hubungan yang Mendasar

Z t
Jelast p(τ
x
)
= exp{− [µ(1) (2) (m)
x (s) + µx (s) + ... + µx (s)] ds}
0
m
0 (j)
Y
= t px
i=0

secara intuitif kita dapatkan hubungan


0 (j)
t px ≥ t p(τ
x
)

Akibatnya
0 (j) (j)
t px µx (t) ≥ t p(τ ) (j)
x µx (t)

Multi Decrement Models January 23, 2014 20 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait Hubungan yang Mendasar

jika fungsi-fungsi ini diintegralkan terhadap t pada interval (0, 1) maka


Z 1
0 (j) 0 (j) (j)
qx = t px µx (t) dt
0
Z 1
(τ ) (j)
≥ t px µx (t) dt
0
(j)
= qx

Multi Decrement Models January 23, 2014 21 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait Nilai Pusat Multidekremen

pada konteks mortalita, nilai kematian pusat pada usia x adalah


R1
t px µx (t) dt
mx = 0 R 1
0 t px dt
R1
lx+t µx (t) dt
= 0R1
0 lx+t dt
dx
=
Lx

Multi Decrement Models January 23, 2014 22 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait Nilai Pusat Multidekremen

Pada konteks multidekremen, nilai pusat dekremen dari semua penyebab


adalah R 1 (τ ) (τ )
0 t px µx (t) dt
m(τ )
x = R 1 (τ )
0 t px dt
untuk nilai pusat dekremen dengan sebab j adalah
R1 (τ ) (j)
0 t px µx (t) dt
m(j)
x = R 1 (τ )
0 t px dt

sehingga didapatkan hubungan


m
X
m(τ
x =
)
m(j)
x
j=1

Multi Decrement Models January 23, 2014 23 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait Nilai Pusat Multidekremen

Nilai pusat yang sesuai untuk tabel dekremen tunggal terkait adalah
R1 0 (j) 0 (j)
0 (j)
0 t px µx t dt
mx = R 1 0 (j)
0 t px dt

Multi Decrement Models January 23, 2014 24 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait Asumsi Constant Force untuk Multidekremen

Dengan asumsi constant force untuk dekremen j dan untuk jumlah


dekremen atas interval (x,x+1) mengakibatkan

µ(j) (j)
x (t) = µx (0)

dan
µ(τ ) (τ )
x (t) = µx (0) 0≤t<1
sehingga didapatkan

0 (j)
 s qx(j) /s qx(τ )
qx =1− p(τ
x
)
(2)

Multi Decrement Models January 23, 2014 25 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait Asumsi Berdistribusi Uniform untuk Multidekremen

Asumsi Berdistribusi Uniform untuk Multidekremen

Sebagai bentuk alternatif persamaan (2), multidekremen pada interval


(x, x + 1) bisa kita asumsikan dengan
(j)
t qx = t qx(j)

dan
(τ )
t qx = t qx(τ )

Multi Decrement Models January 23, 2014 26 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait Asumsi Berdistribusi Uniform untuk Multidekremen

sehingga didapatkan
Z s
0 (j)
s px = exp[− µ(j)
x (t) dt]
0
!
Z s (j)
qx
= exp − (τ )
dt
0 1 − t qx
 qx(j) /qx(τ )
(τ )
= s px

Multi Decrement Models January 23, 2014 27 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait Masalah Estimasi

Jika p.d.f. gabungan fT,J (t, j) diketahui maka fungsi survival dan per-
cepatan dekremen (forces of decrement) ditentukan menggunakan rumus-
rumus yang ada pada bagian 10.2. Masalah yang terjadi?
Pada kondisi yang bagaimana saja informasi bisa diperoleh dalam dekre-
men tunggal untuk membentuk distribusi (T, J)?

Multi Decrement Models January 23, 2014 28 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait Masalah Estimasi

fungsi survival gabungan T1 (x) dan T2 (x) adalah:

sT1 ,T2 (t1 , t2 ) = P r{(T1 (x) > t1 ) ∩ (T2 (x) > t2 )}

untuk T1 (x) dan T2 (x) independen, maka:

sT (t) = sT1 (t), sT2 (t) = sT1 ,T2 (t, 0)sT1 ,T2 (0, t)

dan
d
µ(τ )
x (t) = − log sT1 (t) sT2 (t)
dt
= µ(1) (2)
x (t) + µx (t)

Multi Decrement Models January 23, 2014 29 / 33


Tabel Dekremen Tunggal Terkait Masalah Estimasi

jika T1 (x) dan T2 (x) tidak independen, maka:

d
µ(τ )
x (t) = − log sT1 ,T2 (t, t)
dt
d d
6 − log sT1 ,T2 (t, 0) − log sT1 ,T2 (0, t)
=
dt dt

Multi Decrement Models January 23, 2014 30 / 33


Pembentukan Tabel Multidekremen

Contoh: Tentukan peluang dekremen untuk usia 65-69 berdasarkan


tabel berikut dengan asumsi uniform.
0 (1) 0 (2) 0 (3)
x qx qx qx
65 0,02 0,02 0,04
66 0,025 0,02 0,06
67 0,03 0,02 0.08
68 0,035 0,02 0,1
69 0,04 0,02 0,12

Multi Decrement Models January 23, 2014 31 / 33


Pembentukan Tabel Multidekremen

Penyelesaian: Dengan menerapkan rumus-rumus yang ada, maka di-


dapatkan:
0 (1) 0 (2) 0 (3) (1) (2) (3)
x qx qx qx qx qx qx
65 0,02 0,02 0,04 0,01941 0,01941 0,03921
66 0,025 0,02 0,06 0,02401 0,01916 0,05866
67 0,03 0,02 0,08 0,02852 0,01892 0,07802
68 0,035 0,02 0,1 0,03292 0,01867 0,09727
69 0,04 0,02 0,12 0,03723 0,01843 0,11643

Multi Decrement Models January 23, 2014 32 / 33


Catatan dan Rujukan

Dasar model multidekremen dibangun oleh Makeham (1874).


Bicknell dan Nesbitt (1956) membentuk teori yang sangat umum untuk
asuransi individu menggunakan model multidekremen.
Analisis tabel mortalita dengan sebab kematian adalah topik pada paper-
paper yang ditulis oleh Greville (1948) dan Preston, dkk (1973).

Multi Decrement Models January 23, 2014 33 / 33

Anda mungkin juga menyukai