Efisiensi Biaya dengan Silver Meal
Efisiensi Biaya dengan Silver Meal
104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038
ABSTRAK
Pengendalian persedian bahan baku perlu dilakukan untuk meminimalkan biaya penyimpanan dan
pemesanan bahan baku. Usaha Batu R/A Berlian Jaya merupakan sebuah perusahaan industri yang kegiatan
utamanya adalah memproduksi paving block. Permasalahan yang sering terjadi pada saat proses produksi paving
block adalah bahan baku yang tersedia dalam gudang tidak sesuai dengan kebutuhan produksi, sehingga
mengganggu proses produksi yang sedang berjalan, hal ini terjadi karena belum adanya metode perhitungan
ilmiah yang dapat dijadikan acuan untuk pengadaan bahan baku. Permintaan paving block di Usaha Batu R/A
Berlian Jaya bersifat fluktuatif sehingga diperlukan metode khusus untuk menangani permasalahan tersebut.
Heuristic silver meal merupakan salah satu metode pengendalian persediaan khusus untuk permintaan fluktuatif,
dengan pendekatan heuristic yang dapat memberikan solusi mendekati optimal secara cepat dan mudah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak bahan baku yang harus dipesan per periode untuk
memenuhi kebutuhan produksi menggunakan metode heuristic silver meal dan efesiensi yang diperoleh
menggunakan metode heuristic silver meal. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan metode
heuristic silver meal dapat mengefesiensi biaya persedian bahan baku sebesar 20,04%.
Kata kunci: Lot Size, Heuristic Silver Meal, Safety Stock, Reoder Point, Efesiensi Biaya
ABSTRACT
The inventory of raw materials should be controlled to reduce the cost of storage and order. Usaha Batu R/A
Berlian Jaya is one of the Small Medium Enterprise (SME) that produce paving block. The problems that often occur during
the paving block production process are the raw materials that available in the warehouse are not following production
needs, so it interferes with the ongoing production process. All of it could happen because no scientific calculation method
can be used as a reference to control the inventory of raw materials. The demand for paving block in Usaha Batu R/A
Berlian Jaya is still volatile, so it needed the specific method to solve this problem. Heuristic silver meal is one of the
methods to control the inventory with volatile demand, with a heuristic approach that can provide near-optimal solutions
quickly and easily. This study aims to determine how many raw materials must be ordered per period to fill the production
needs using the heuristic silver meal and the efficiency gained. The results showed that using the heuristic silver meal
method can disinfect the cost of supplying raw materials by 20.04%.
Keywords: Lot Size, Heuristic Silver Meal, Safety Stock, Reoder Point, Cost Efficiency
Pendahuluan
Perkembangan dunia industri yang semakin cepat membuat perusahaan harus dapat bersaing dan
bertahan dalam keadaan apapun. Salah satu kegiatan utama bagi sebuah perusahaan adalah kegiatan produksi.
Kegiatan produksi yang baik dapat didukung dengan perencanaan pengendalian persediaan bahan baku yang
tepat. Pengendalian persediaan merupakan sejumlah kegiatan yang berurut dalam proses produksi dan sesuai
dengan apa yang telah direncanakan di awal baik jumlah, kuantisa, waktu dan lain sebagainya [1]. Pengendalian
persediaan bahan baku berguna untuk menghindari perusahaan dari kerugian, karena terjadinya kelebihan
persediaan (overstock) dan kekurangan persediaan (outstock). Kekurangan persediaan bahan baku dapat
mengganggu kegiatan produksi karena kurangnya bahan baku yang tersedia sedangkan bahan baku yang
berlebihan akan memicu biaya simpan (warehouse cost) yang tinggi [2].
Usaha Batu R/A Berlian Jaya merupakan sebuah perusahaan industri yang kegiatan utamanya adalah
memproduksi paving block. Permasalahan yang sering terjadi pada saat proses produksi paving block adalah
terganggunya proses produksi karena bahan baku yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan produksi.
104
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038
Kekurangan bahan baku (outstock) akan memicu pemesanan secara kecil-kecilan dan berulang sehingga akan
menimbulkan biaya pemesanan yang besar bagi perusahaan, sedangkan kelebihan bahan baku (overstock) akan
menimbulkan biaya penyimpanan yang besar serta kemungkinan kerusakan dan penyusutan bahan baku karena
terlalu lama disimpan.
Ketidakpastian permintaan dari pelanggan seringkali terjadi di Usaha Batu R/A Berlian Jaya, sehingga
perusahaan harus memiliki persediaan bahan baku yang optimal di gudang. Oleh karena itu, pengendalian
persediaan bahan baku penting dilakukan, agar proses produksi tetap berjalan dengan lancar dan terkendali dan
dapat meminimalisir terjadinya kerusakan pada material, serta mampu menentukan persediaan bahan baku yang
optimal.
Permintaan paving block di Usaha Batu R/A Berlian Jaya fluktuatif, oleh karena itu diperlukan metode
khusus untuk menangani masalah persediaan bahan baku dengan tingkat permintaan yang fluktuatif. Metode
heuristic silver meal sesuai digunakan untuk mengatasi permasalah tersebut karena metode heuristic silver meal
merupakan salah satu metode lot sizing dinamis yang khusus digunakan untuk menangani masalah persediaan
yang bersifat fluktuatif berdasarkan kondisi least period cost sehingga dapat menentukan biaya persediaan rata-
rata per periode. [3].
Metode Penelitian
Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode heuristic silver meal untuk menghitung
ukuran lot pemesanan yang dihitung berdasarkan peramalan yang telah dilakukan sebelumnya menggunakan
perhitungan permalan (forecasting). Tahapan pengumpulan dan pengolahan data adalah sebagai berikut :
Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan kegiatan mencari data yang berkaitan dengan penelitian yang akan
digunakan untuk menjawab permasalahan yang ada pada penelitian. Pengumpulan data pada penelitian ini
dibagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti. Pada penelitian ini data
primer diperoleh dari observasi langsung dan wawancara.
a. Observasi
Observasi dilakukan secara langsung di Usaha Batu R/A Berlian jaya. Observasi dilakukan pada
bagian penyimpanan bahan baku pembuatan paving block.
b. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan pemilik perusahaan yaitu Bapak Armadi. Dari wawancara yang
telah dilakukan peneliti menemukan permasalahan yang sering terjadi yaitu persediaan bahan baku
yang tidak sesuai dengan permintaan.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang digunakan sebagai pendukung data primer. Data sekunder
merupakan informasi yang telah tersedia disebuah perusahaan berupa data historis dan dokumen.
Adapun data sekunder yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah profil perusahaan, data permintaan
paving block, data biaya pemesanan bahan baku, data biaya pembelian bahan baku. Data biaya
penyimpanan bahan baku, serta data lead time.
Pengolahan Data
Data yang telah dikumpulkan pada saat melakukan pengumpulan data selanjutnya diolah untuk
mendapatkan hasil dari sebuah penelitian. Pada penelitian ini terdapat beberapa langkah pengolahan data yaitu :
1. Peramalan (Forecasting)
Peramalan (forecasting) merupakan proses meramalkan keadaan yang akan terjadi dimasa yang akan
datang dengan berdasarkan data yang ada pada masa lampau [4] dikutip oleh [5]. Peramalan yang
dilakukan akan menjadi landasan untuk manajer menetapkan kebijakan jumlah produksi dan jumlah
persediaan bahan baku [6]. Berdasarkan data permintaan yang telah dikumpulkan terlihat bahwa
permintaan fluktuatif oleh karena itu metode peramalan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah
metode exponential smoothing dan weighted moving average dengan menggunakan software POM-
QM.
Metode Exponential Smoothing yaitu metode yang membentuk hubungan eksponensial dimana
perhitunganya berasal dari faktor pemulusan (pembobotan) dari periode-periode sebelumnya, model ini
berdasarkan pada gagasan bahwa peramalan yang terpercaya bisa diperoleh dengan cara memodelkan
pola-pola didalam data yang ditampilkan pada grafik deret waktu, kemudian mengekstrapolasi pola-
105
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038
pola tersebut untuk meramalkan periode setelahnya [7]. Perhitungan Exponential Smoothing dilakukan
dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Ft +1 = α. Xt + (1-α) . Ft (1)
Keterangan
Ft +1 = Permintaan pada periode t
α = Konstanta pemulusan
Xt = Nilai ramalan periode sebelumnya
Ft = Hasil peramalan untuk periode t+1
Metode weighted moving average (WMA) merupakan metode yang perhitungan disetiap data per
periode diberi bobot yang berbeda, bobot yang lebih besar diberikan pada data periode terbaru
dibandingkan dengan data periode yang sebelumnya (Solikin dan Hardini, 2019). Perhitungan
weighted moving average dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan
F1 = forecasting volume permintaan periode akan datang
Wt = Bobot (probabilitas) keberulangan kegiatan pertama di masa datang, pembobotan atau W
ditentukan sedemikian rupa sehingga totalnya sama dengan satu
At-1 = Volume permintaan pada waktu sebelumnya
At-n = Volume permintaan n periode sebelumnya
Menentukan metode terpilih dengan memperhatikan nilai error terkecil berdasarkan hasil pengukuran
akurasi peramalan. Pengukuran akurasi peramalan adalah pengukuran akurasi peramalan berdasarkan
tingkat perbedaan antara hasil peramalan dan permintaan actual [8], [9].
Perhitungan dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya periode sebelumnya dengan periode
setelahnya.
b) Perhitungan diberhentikan setelah ditemui biaya periode n-1< biaya periode n
c) Ulangi langkah tersebut sehingga semua periode terhitung
SS = z √𝐿𝑇 𝜕𝑑 (4)
106
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038
5. Perbandingan Perhitungan Menggunakan Metode Heuristic Silver Meal dengan Metode Rill Home
Industry
Sesuai dengan rumusan masalah yaitu bagaimana efesiensi biaya persediaan bahan baku pembuatan
paving bloock menggunakan metode Heuristic Silver Meal di usaha batu r/a berlian jaya, maka perlu
dilakukan perbandingan perhitungan metode yang digunakan yaitu metode Heuristic Silver Meal
dengan metode Rill Home Industry. Dari perbandingan perhitungan yang dilakukan akan terlihat
apakah metode yang digunakan dapat mengefesiensi biaya dan jumlah efesiensi yang dihasilkan.
Adapun rumus yang digunakan untuk mencari persentase efesiensi adalah sebagai berikut :
107
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038
Peramalan (forecasting)
Metode peramalan yang digunakan adalah metode kuantitatif yaitu metode eksponential smoothing dan
weighted moving average (WMA). Peramalan dengan metode kuantitatif merupakan peramalan yang di analisa
secara statistik menggunakan data masa lalu kemudian dicari bentuk atau rumusan yang tepat dan sesuai untuk
meramalkan keadaan pada masa yang akan datang [15].
Metode metode eksponential smoothing dan weighted moving a verage (WMA) dipilih karena pola
permintaan paving block yang fluktuatif. Peramalan (Forecasting) dilakukan menggunakan software POM QM
Versi 5.2. Hasil akurasi peramalan (forecasting) adalah sebagai berikut :
Berdasarkan perbandingan akurasi peramalan diatas dapat dilihat bahwa persentase error terkecil
terdapat pada metode Weighted Moving Avarage, jadi metode yang akan digunakan untuk perhitungan heuristic
Silver Meal adalah metode Weighted Moving Avarage.
Adapun hasi peramalan permintaan paving block dan kebutuhan bahan baku pembuatan paving block
menggunakan metode Weighted Moving Avarage dengan n=3 periode adalah sebagai berikut:
108
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038
Tabel 9. Rekapitulasi perhitungan lot size untuk bahan baku pasir cor
Pasir Cor A H
Rp. 110.000 Rp. 7.700
Gab. Periode Trial Total Demand TC TC/t
109
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038
Tabel 10. Rekapitulasi perhitungan lot size untuk bahan baku pasir urug
Pasir Urug A H
Rp. 110.000 Rp. 7.700
Gab. Periode Trial Total Demand TC TC/t
1 13,53 110.000 110.000
1,2* 26,3 174.360,8 87.180,4
1,2,3 39,09 326.103 108.701
3 12,79 110.000 110.000
3,4* 25,69 175.016 87.508
3,4,5 38,53 304.443,2 101.481,06
5 12,84 110.000 110.000
5,6* 25,69 174.764 87.382
5,6,7 38,54 304.292 101.430,66
7 12,85 110.000 110.000
7,8* 25,7 174.764 87.382
7,8,9 38,55 304.292 101.430,66
9 12,85 110.000 110.000
9,10* 25,7 174.764 87.382
9,10,11 38,55 304.292 101.430,66
11 12,85 110.000 110.000
11,12* 25,7 174.764 87.382
Keterangan : *=Optimal
Tabel 11. Rekapitulasi perhitungan lot size untuk bahan baku semen
Semen A H
Rp. 110.000 Rp. 7.700
Gab. Periode Trial Total Demand TC TC/t
1 60,88 70.000 70.000
1,2* 118,32 127.440 63.720
1,2,3 175,85 242.520 80.840
3 57,54 70.000 70.000
3,4* 115,6 128.060 64.030
3,4,5 173,39 243.640 81.213,33
5 57,79 70.000 70.000
5,6* 115,62 127.830 63.915
5,6,7 173,48 243.550 81.183,33
7 57,86 70.000 70.000
7,8* 115,69 127.830 63.915
7,8,9 173,53 243.510 81.170
9 57.84 70.000 70.000
9,10* 115,68 127.540 63.770
9,10,11 173,52 243.220 81.072,33
11 57.84 70.000 70.000
11,12* 115,68 127.540 63.770
Keterangan : *=Optimal
Berdasarkan tabel perhitungan heurusitic silver meal dapat disimpulkan bahwa pemesanan optimal bahan baku
pembuatan paving block dilakukan sebanyak 6 kali pada tahun 2022.
Tabel 12. Pembelian bahan baku pembuatan paving block tahun 2022
Orderan Waktu order Kuantitas order
Pasir cor (m3) Pasir urug (m3) Semen (sak)
1 Januari 13,14 26,3 118,32
110
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038
111
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038
3. Semen
Biaya Persedian Silver meal
Biaya pesan = Jumlah order x Biaya Pesan
= 6 x Rp. 70.000
= Rp. 420.000
Biaya Simpan = Biaya Simpan OH + Biaya Simpan SS
= Rp. 347.840 + Rp. 1.030
= Rp. 348.870
Tabel 13. Perbandingan harga persediaan aktual dan heuristic silver meal
Jenis Baha Baku Aktual (Rp) Silver Meal (Rp)
Pasir cor 1.320.000 959.531
Pasir urug 1.320.000 1.054.289,8
Semen 840.000 768.870
Jumlah 3.480.000 2.782.690,7
Jadi penghematan menggunakan metode heuristic silver meal adalah Rp. 697.309,3 jika
dipersentasekaan menjadi :
𝐴𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙−𝑆𝑖𝑙𝑣𝑒𝑟 𝑀𝑒𝑎𝑙
%penghematan = x 100%
𝐴𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙
697.309,3
%penghematan = 3.480.000 x 100% = 20,04%
Simpulan
Berdasakan perhitungan dengan menggunakan metode heuristic silver meal didapatkan hasil bahwa metode
heuristic silver meal lebih baik dibandingkan dengan metode aktual perusahaan. Dengan jumlah pemesanan yang optimal
adalah 6 kali pemesanan dalam satu tahun (2022). Untuk mengantisipasi kekurangan persedian Safety stock atau persediaan
pengaman yang didapatkan adalah pasir cor 0,34 kubik, pasir urug 0,67 kubik dan semen 1,03 sak dan pemesanan
ulang harus dilakukan ketika persedian pasir cor tinggal 0,53 Kubik, pasir urug 1,44 dan semen 2,77 sak.
112
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038
Efesiensi biaya persedian menggunakan metode heuristic silver meal adalah Rp. 697.309,3 dan persentase
efesiensi yang diperoleh adalah 20,04%.
Daftar Pustaka
[1] R. Vikaliana, Y. Sofian, N. Solihati, D. B. Adji, and S. S. Maulia, Manajemen Persediaan. Media Sains
Indonesia, 2020.
[2] H. Tannady and K. Filbert, “Pengendalian Persediaan dengan Menggunakan Metode Economic Oreder
Quantity dan Silver Meal Algorithm (Studi Kasus PT SAI),” J. Tek. dan Ilmu Komput., 2018.
[3] S. T. Nofirza, “Optimalisasi Biaya Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Menggunakan Metode
Silver-Meal (Studi Kasus CV. Dhika Putra),” J. Tek. Ind. J. Has. Penelit. dan Karya Ilm. dalam Bid.
Tek. Ind., vol. 3, no. 1, pp. 17–25, 2017.
[4] A. Nugroho, A. Suyitno, R. A.-U. J. of, and undefined 2016, “Perbandingan Algoritma Branch And
Bound Dan Algoritma Genetika Untuk Mengatasi Travelling Salesman Problem (Tsp)(Studi Kasus Pt.
Jne Semarang),” [Link], 2016, Accessed: Feb. 08, 2022. [Online]. Available:
[Link]
[5] D. Junaedi and M. I. Mas’ ud, “Penerapan Metode Forecasting dalam Perencanaan Produksi Bakpia
dengan Menggunakan Software POM Guna Memenuhi Permintaan Konsumen,” JKIE (Journal Knowl.
Ind. Eng., vol. 5, no. 3, pp. 121–128, 2018.
[6] J. N. A. Aziza, “Perbandingan Metode Moving Average, Single Exponential Smoothing, dan Double
Exponential Smoothing Pada Peramalan Permintaan Tabung Gas LPG PT Petrogas Prima Services,” J.
Teknol. dan Manaj. Ind. Terap., vol. 1, pp. 35–41, 2022, doi: [Link]
[7] S. M. Robial, “Perbandingan Model Statistik Pada Analisis Metode Peramalan Time Series:(Studi
Kasus: Pt. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Kandatel Sukabumi),” SANTIKA is a Sci. J. Sci. Technol.,
vol. 8, no. 2, pp. 823–838, 2018.
[8] J. Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah et al., “Optimalisasi Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja pada Stasiun
Kerja Hoisting Crane Menggunakan Metode Work Sampling (Studi Kasus: PT. X),” [Link]-
[Link], vol. x, No. x, 2018, Accessed: Jun. 05, 2022. [Online]. Available: [Link]
[Link]/[Link]/jti/article/view/8984.
[9] M. Rizki, A. Wenda, … F. P.-2021 I., and undefined 2021, “Comparison of Four Time Series
Forecasting Methods for Coal Material Supplies: Case Study of a Power Plant in Indonesia,”
[Link], Accessed: Jun. 05, 2022. [Online]. Available:
[Link]
[10] J. Maury, A. K. T. Dundu, and T. T. Arsjad, “Perencanaan Biaya Berdasarkan Jumlah Dan Waktu
Pemesanan Dengan Metode Mrp (Material Requirement Planning)(Studi Kasus: Dilakukan Pada Proyek
Pembangunan Terminal Akap Tangkoko Bitung),” J. SIPIL STATIK, vol. 6, no. 10, 2018.
[11] A. R. T. P. Christi and E. Yuliawati, “Analisis Perencanaan Dan Pengendalian Material Produk Mytea
Untuk Meminimalkan Biaya Persediaan,” in Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan,
2018, pp. 485–492.
[12] R. Ismunandar, A. A. Hendriadi, and G. Garno, “Kajian Metode Economic Order Quantity dan Reorder
Point pada Aplikasi Point Of Sale,” J. Inform. J. Pengemb. IT, vol. 3, no. 3, pp. 316–323, 2018.
[13] N. Chamidah and T. A. Auliandri, “Analisis Persediaan Bahan Baku Produksi Beton dengan Metode
Material Requirement Planning (MRP) pada PT. Merak Jaya Beton Plant Kedung Cowek Surabaya,”
INOBIS J. Inov. Bisnis dan Manaj. Indones., vol. 2, no. 4, pp. 505–512, 2019.
[14] T. Handra and S. Rangian, “Analisis Perbandingan Total Biaya Persediaan antara Kebijakan Perusahaan
dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) pada PT Lcg,” J. Bina Manaj., vol. 6, no. 1, pp. 77–
101, 2017.
[15] C. I. Parwati, I. Sodikin, and S. A. Isworo, “Usulan Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Bahan
Baku,” Ind. Eng. J. Univ. SARJANAWIYATA TAMANSISWA, vol. 1, no. 1, 2017.
113