0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan10 halaman

Efisiensi Biaya dengan Silver Meal

Jurnal ini membahas penggunaan metode heuristic silver meal untuk menghitung ukuran lot pemesanan bahan baku paving block di suatu perusahaan. Metode ini digunakan untuk mengatasi masalah permintaan yang fluktuatif dan menghasilkan efisiensi biaya persediaan sebesar 20,04%.

Diunggah oleh

sulaiman faqih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan10 halaman

Efisiensi Biaya dengan Silver Meal

Jurnal ini membahas penggunaan metode heuristic silver meal untuk menghitung ukuran lot pemesanan bahan baku paving block di suatu perusahaan. Metode ini digunakan untuk mengatasi masalah permintaan yang fluktuatif dan menghasilkan efisiensi biaya persediaan sebesar 20,04%.

Diunggah oleh

sulaiman faqih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp.

104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038

Efesiensi Biaya Persediaan Bahan Baku Pembuatan Paving Block


Menggunakan Metode Heuristic Silver Meal
Fitriani Surrayya Lubis1, Belia Gusti Fara Hitari2, Harpito3, Melfa Yola4, Nofirza5,
1,2,3,4,5)
Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim
Riau
Jl. HR. Soebrantas [Link]. 15, Tuah Karya, Kec. Tampan, Riau 28293
Email: farahitari27@[Link], [Link].l@[Link], harpito@[Link], melfayola@[Link],
nofirza@[Link]

ABSTRAK

Pengendalian persedian bahan baku perlu dilakukan untuk meminimalkan biaya penyimpanan dan
pemesanan bahan baku. Usaha Batu R/A Berlian Jaya merupakan sebuah perusahaan industri yang kegiatan
utamanya adalah memproduksi paving block. Permasalahan yang sering terjadi pada saat proses produksi paving
block adalah bahan baku yang tersedia dalam gudang tidak sesuai dengan kebutuhan produksi, sehingga
mengganggu proses produksi yang sedang berjalan, hal ini terjadi karena belum adanya metode perhitungan
ilmiah yang dapat dijadikan acuan untuk pengadaan bahan baku. Permintaan paving block di Usaha Batu R/A
Berlian Jaya bersifat fluktuatif sehingga diperlukan metode khusus untuk menangani permasalahan tersebut.
Heuristic silver meal merupakan salah satu metode pengendalian persediaan khusus untuk permintaan fluktuatif,
dengan pendekatan heuristic yang dapat memberikan solusi mendekati optimal secara cepat dan mudah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak bahan baku yang harus dipesan per periode untuk
memenuhi kebutuhan produksi menggunakan metode heuristic silver meal dan efesiensi yang diperoleh
menggunakan metode heuristic silver meal. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan metode
heuristic silver meal dapat mengefesiensi biaya persedian bahan baku sebesar 20,04%.

Kata kunci: Lot Size, Heuristic Silver Meal, Safety Stock, Reoder Point, Efesiensi Biaya

ABSTRACT

The inventory of raw materials should be controlled to reduce the cost of storage and order. Usaha Batu R/A
Berlian Jaya is one of the Small Medium Enterprise (SME) that produce paving block. The problems that often occur during
the paving block production process are the raw materials that available in the warehouse are not following production
needs, so it interferes with the ongoing production process. All of it could happen because no scientific calculation method
can be used as a reference to control the inventory of raw materials. The demand for paving block in Usaha Batu R/A
Berlian Jaya is still volatile, so it needed the specific method to solve this problem. Heuristic silver meal is one of the
methods to control the inventory with volatile demand, with a heuristic approach that can provide near-optimal solutions
quickly and easily. This study aims to determine how many raw materials must be ordered per period to fill the production
needs using the heuristic silver meal and the efficiency gained. The results showed that using the heuristic silver meal
method can disinfect the cost of supplying raw materials by 20.04%.

Keywords: Lot Size, Heuristic Silver Meal, Safety Stock, Reoder Point, Cost Efficiency

Pendahuluan

Perkembangan dunia industri yang semakin cepat membuat perusahaan harus dapat bersaing dan
bertahan dalam keadaan apapun. Salah satu kegiatan utama bagi sebuah perusahaan adalah kegiatan produksi.
Kegiatan produksi yang baik dapat didukung dengan perencanaan pengendalian persediaan bahan baku yang
tepat. Pengendalian persediaan merupakan sejumlah kegiatan yang berurut dalam proses produksi dan sesuai
dengan apa yang telah direncanakan di awal baik jumlah, kuantisa, waktu dan lain sebagainya [1]. Pengendalian
persediaan bahan baku berguna untuk menghindari perusahaan dari kerugian, karena terjadinya kelebihan
persediaan (overstock) dan kekurangan persediaan (outstock). Kekurangan persediaan bahan baku dapat
mengganggu kegiatan produksi karena kurangnya bahan baku yang tersedia sedangkan bahan baku yang
berlebihan akan memicu biaya simpan (warehouse cost) yang tinggi [2].
Usaha Batu R/A Berlian Jaya merupakan sebuah perusahaan industri yang kegiatan utamanya adalah
memproduksi paving block. Permasalahan yang sering terjadi pada saat proses produksi paving block adalah
terganggunya proses produksi karena bahan baku yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan produksi.

104
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038

Kekurangan bahan baku (outstock) akan memicu pemesanan secara kecil-kecilan dan berulang sehingga akan
menimbulkan biaya pemesanan yang besar bagi perusahaan, sedangkan kelebihan bahan baku (overstock) akan
menimbulkan biaya penyimpanan yang besar serta kemungkinan kerusakan dan penyusutan bahan baku karena
terlalu lama disimpan.
Ketidakpastian permintaan dari pelanggan seringkali terjadi di Usaha Batu R/A Berlian Jaya, sehingga
perusahaan harus memiliki persediaan bahan baku yang optimal di gudang. Oleh karena itu, pengendalian
persediaan bahan baku penting dilakukan, agar proses produksi tetap berjalan dengan lancar dan terkendali dan
dapat meminimalisir terjadinya kerusakan pada material, serta mampu menentukan persediaan bahan baku yang
optimal.
Permintaan paving block di Usaha Batu R/A Berlian Jaya fluktuatif, oleh karena itu diperlukan metode
khusus untuk menangani masalah persediaan bahan baku dengan tingkat permintaan yang fluktuatif. Metode
heuristic silver meal sesuai digunakan untuk mengatasi permasalah tersebut karena metode heuristic silver meal
merupakan salah satu metode lot sizing dinamis yang khusus digunakan untuk menangani masalah persediaan
yang bersifat fluktuatif berdasarkan kondisi least period cost sehingga dapat menentukan biaya persediaan rata-
rata per periode. [3].

Metode Penelitian

Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode heuristic silver meal untuk menghitung
ukuran lot pemesanan yang dihitung berdasarkan peramalan yang telah dilakukan sebelumnya menggunakan
perhitungan permalan (forecasting). Tahapan pengumpulan dan pengolahan data adalah sebagai berikut :

Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan kegiatan mencari data yang berkaitan dengan penelitian yang akan
digunakan untuk menjawab permasalahan yang ada pada penelitian. Pengumpulan data pada penelitian ini
dibagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti. Pada penelitian ini data
primer diperoleh dari observasi langsung dan wawancara.
a. Observasi
Observasi dilakukan secara langsung di Usaha Batu R/A Berlian jaya. Observasi dilakukan pada
bagian penyimpanan bahan baku pembuatan paving block.
b. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan pemilik perusahaan yaitu Bapak Armadi. Dari wawancara yang
telah dilakukan peneliti menemukan permasalahan yang sering terjadi yaitu persediaan bahan baku
yang tidak sesuai dengan permintaan.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang digunakan sebagai pendukung data primer. Data sekunder
merupakan informasi yang telah tersedia disebuah perusahaan berupa data historis dan dokumen.
Adapun data sekunder yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah profil perusahaan, data permintaan
paving block, data biaya pemesanan bahan baku, data biaya pembelian bahan baku. Data biaya
penyimpanan bahan baku, serta data lead time.

Pengolahan Data
Data yang telah dikumpulkan pada saat melakukan pengumpulan data selanjutnya diolah untuk
mendapatkan hasil dari sebuah penelitian. Pada penelitian ini terdapat beberapa langkah pengolahan data yaitu :
1. Peramalan (Forecasting)
Peramalan (forecasting) merupakan proses meramalkan keadaan yang akan terjadi dimasa yang akan
datang dengan berdasarkan data yang ada pada masa lampau [4] dikutip oleh [5]. Peramalan yang
dilakukan akan menjadi landasan untuk manajer menetapkan kebijakan jumlah produksi dan jumlah
persediaan bahan baku [6]. Berdasarkan data permintaan yang telah dikumpulkan terlihat bahwa
permintaan fluktuatif oleh karena itu metode peramalan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah
metode exponential smoothing dan weighted moving average dengan menggunakan software POM-
QM.
Metode Exponential Smoothing yaitu metode yang membentuk hubungan eksponensial dimana
perhitunganya berasal dari faktor pemulusan (pembobotan) dari periode-periode sebelumnya, model ini
berdasarkan pada gagasan bahwa peramalan yang terpercaya bisa diperoleh dengan cara memodelkan
pola-pola didalam data yang ditampilkan pada grafik deret waktu, kemudian mengekstrapolasi pola-

105
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038

pola tersebut untuk meramalkan periode setelahnya [7]. Perhitungan Exponential Smoothing dilakukan
dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Ft +1 = α. Xt + (1-α) . Ft (1)
Keterangan
Ft +1 = Permintaan pada periode t
α = Konstanta pemulusan
Xt = Nilai ramalan periode sebelumnya
Ft = Hasil peramalan untuk periode t+1
Metode weighted moving average (WMA) merupakan metode yang perhitungan disetiap data per
periode diberi bobot yang berbeda, bobot yang lebih besar diberikan pada data periode terbaru
dibandingkan dengan data periode yang sebelumnya (Solikin dan Hardini, 2019). Perhitungan
weighted moving average dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

F1 =W1At-1 + W2At-2 + W3At-3 +……+ WnAn-1 (2)

Keterangan
F1 = forecasting volume permintaan periode akan datang
Wt = Bobot (probabilitas) keberulangan kegiatan pertama di masa datang, pembobotan atau W
ditentukan sedemikian rupa sehingga totalnya sama dengan satu
At-1 = Volume permintaan pada waktu sebelumnya
At-n = Volume permintaan n periode sebelumnya
Menentukan metode terpilih dengan memperhatikan nilai error terkecil berdasarkan hasil pengukuran
akurasi peramalan. Pengukuran akurasi peramalan adalah pengukuran akurasi peramalan berdasarkan
tingkat perbedaan antara hasil peramalan dan permintaan actual [8], [9].

2. Perhitungan Ukuran Lot dengan Metode Heuristic Silver Meal


Perhitungan lot sizing berguna untuk menentukan besar pesanan optimum yang dapat dilakukan oleh
perusahaan [10]. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu metode Heuristic Silver Meal.
Metode Heuristic Silver Meal dikembangkan oleh Edward Silver dan Harlan Meal pada tahun 1960
[11]. Hasil peramalan metode terpilih akan digunakan untuk perhitungan ukuran lot menggunakan
metode Heuristic Silver Meal. Langkah-langkah yang dilakukan dengan menggunakan metode
Heuristic Silver Meal adalah sebagai berikut :
a) Menghitung biaya pesan untuk periode 1, 2...n.
Rumus yang digunakan untuk menghitung biaya pesan adalah sebagai berikut:

S+{(1−1)𝐷1 +(2−1)𝐷2 +(3−1)𝐷3 ……….+(𝑇−1)𝐷𝑡} (𝐼)


AC = (5)
T

Perhitungan dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya periode sebelumnya dengan periode
setelahnya.
b) Perhitungan diberhentikan setelah ditemui biaya periode n-1< biaya periode n
c) Ulangi langkah tersebut sehingga semua periode terhitung

3. Perhitungan Safety Stock


Perhitungan safety stock bertujuan untuk menghindari kekosongan persediaan bahan baku karena
adanya lead time atau selisih waktu pemesanan dengan waktu kedatangan bahan baku (Indah et al.,
2018). Rumus yang digunakan untuk perhitungan safety stock adalah sebagai berikut :

SS = z √𝐿𝑇 𝜕𝑑 (4)

4. Perhitungan Reorder Point


Perhitungan reorder point dilakukan untuk mengetahui kapan waktu dilakukanya pemesanan kembali.
Reorder point terjadi apabila jumlah persediaan yang terdapat di dalam stok berkurang terus menerus
[12]. Perhitungan reorder point didasarkan pada lead time dan perhitungan safety stock. Adapun rumus
yang digunakan untuk menghitung reorder point adalah sebagai berikut:

ROP = d.L + SS (5)

106
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038

5. Perbandingan Perhitungan Menggunakan Metode Heuristic Silver Meal dengan Metode Rill Home
Industry
Sesuai dengan rumusan masalah yaitu bagaimana efesiensi biaya persediaan bahan baku pembuatan
paving bloock menggunakan metode Heuristic Silver Meal di usaha batu r/a berlian jaya, maka perlu
dilakukan perbandingan perhitungan metode yang digunakan yaitu metode Heuristic Silver Meal
dengan metode Rill Home Industry. Dari perbandingan perhitungan yang dilakukan akan terlihat
apakah metode yang digunakan dapat mengefesiensi biaya dan jumlah efesiensi yang dihasilkan.
Adapun rumus yang digunakan untuk mencari persentase efesiensi adalah sebagai berikut :

𝑟𝑖𝑙𝑙 ℎ𝑜𝑚𝑒 𝑖𝑛𝑑𝑢𝑠𝑡𝑟𝑦−ℎ𝑒𝑢𝑟𝑖𝑠𝑡𝑖𝑐 𝑠𝑖𝑙𝑣𝑒𝑟 𝑚𝑒𝑎𝑙


% efisiensi = x 100% (6)
𝑟𝑖𝑙𝑙 ℎ𝑜𝑚𝑒 𝑖𝑛𝑑𝑢𝑠𝑡𝑟𝑦

Hasil dan Pembahasan

Data Permintaan Paving Block


Data permintaan digunakan untuk melakukan peramalan (forecasting) permintaan periode berikutnya.
Adapun data permintaan paving bock adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Data permintaan paving block


Bulan Paving block segi empat (buah) Paving block segi enam (buah) Total permintaan (buah)
Maret’20 3.960 3.600 7.550
April 5.720 4.500 10.220
Mei 3.520 5.400 8.920
Juni 4.400 4.032 8.432
Juli 4.928 3.600 8.528
Agustus 5.324 3.528 8.852
September 7.260 5.400 12.660
Oktober 9.240 5.580 14.820
November 3.608 6.300 9.908
Desember 9.680 8.820 18.500
Januari’21 8.140 6.948 15.088
Februari 5.280 6.300 11.580
Maret 10.780 10.152 20.932
April 2.869 5.472 8.332
Mei 10.208 8.569 18.776
Juni 8.448 7.056 15.504
Juli 11.440 10.512 21.952
Agustus 23.320 8.280 31.600
September 9.328 5.580 14.908
Oktober 9.680 8.784 18.464
November 5.324 6.624 11.948
Desember 5.730 4.500 10.230

Biaya Pemesanan Bahan Baku


Biaya pemesanan bahan baku terdiri dari biaya transportasi yaiu gaji sopir dan biaya bensir serta biaya telepon
untuk melakukan pemesanan.
Tabel 2. Biaya pemesanan bahan baku pasir per sekali pemesanan
NO Keterangan Biaya
1 Telepon Rp. 10.000
2 Transportasi Rp. 100.000
Total Rp. 110.000

Tabel 3. Biaya pemesanan bahan semen per sekali pemesanan


NO Keterangan Biaya
1 Telepon Rp. 20.000
2 Bongkar Muat Barang Rp. 50.000
Total Rp. 70.000

107
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038

Biaya Pembelian Bahan Baku


Tabel 4. Biaya Pembelian Bahan Baku
NO Keterangan Biaya
1 Pasir cor/ m3 Rp. 110.000
2 Pasir Urug/m3 Rp. 72.000
3 Semen/sak Rp. 68.000

Biaya Penyimpanan Bahan Baku


Biaya penyimpanan atau holding cost merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menangani
penyimpanan bahan baku pembuatan paving block [13]. Perusahaan menetapkan biaya penyimpanan untuk pasir
cord dan pasir urug dalam bentuk persen yaitu sebesar 7%, dimana 2% untuk biaya listrik penerangan gudang
bahan baku selama bahan baku menunggu untuk proses produksi dan 5% untuk biaya kerusakan dan penyusutan
nilai bahan baku yang disimpan sedangkan untuk semen ditetapkan biaya penyimpanan sebesar Rp. 1.000 per
sak.

Tabel 5. Biaya penyimpanan bahan baku per bulan


NO Keterangan Harga Biaya simpan
1 Pasir cor Rp. 110.000 Rp. 7.700
2 Pasir urug Rp. 72.000 Rp. 5.040
3 Semen Rp. 68.000 Rp. 1.000

Waktu Lead Time


Lead Time merupakan waktu tenggang atau selisih perbedaan waktu pemesanan bahan baku hingga
bahan baku sampai di gudang [14]. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pemilik perusahaan diketahui
bahwa lead time pemesanan bahan baku adalah sebagai berikut:

Tabel 6. Data lead time


NO Keterangan Lead time (hari)
1 Pasir cor 1
2 Pasir urug 2
3 Semen 1

Peramalan (forecasting)
Metode peramalan yang digunakan adalah metode kuantitatif yaitu metode eksponential smoothing dan
weighted moving average (WMA). Peramalan dengan metode kuantitatif merupakan peramalan yang di analisa
secara statistik menggunakan data masa lalu kemudian dicari bentuk atau rumusan yang tepat dan sesuai untuk
meramalkan keadaan pada masa yang akan datang [15].
Metode metode eksponential smoothing dan weighted moving a verage (WMA) dipilih karena pola
permintaan paving block yang fluktuatif. Peramalan (Forecasting) dilakukan menggunakan software POM QM
Versi 5.2. Hasil akurasi peramalan (forecasting) adalah sebagai berikut :

Tabel 7. Perbandigan pengukuran akurasi peramalan


Akurasi peramalah Exponential smoothing WMA
MAD 4582.294 4691.667
MSE 35703330 34310200
MAPE 32.006% 31.939%

Berdasarkan perbandingan akurasi peramalan diatas dapat dilihat bahwa persentase error terkecil
terdapat pada metode Weighted Moving Avarage, jadi metode yang akan digunakan untuk perhitungan heuristic
Silver Meal adalah metode Weighted Moving Avarage.
Adapun hasi peramalan permintaan paving block dan kebutuhan bahan baku pembuatan paving block
menggunakan metode Weighted Moving Avarage dengan n=3 periode adalah sebagai berikut:

Tabel 8. Rekapitulasi kebutuhan bahan baku


Periode Paving block (buah) Pasir cor (m3) Pasir urug (m3) Semen (sak)
Januari 12.175 6,76 13,53 60,88
Februari 11.488,83 6,38 12,77 57,44
Maret 11.507,75 6,39 12,79 57,54
April 11.612,65 6,45 12,90 58,06

108
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038

Mei 11.557,05 6,42 12,84 57,79


Juni 11.567,37 6,43 12,85 57,83
Juli 11.571,48 6,43 12,85 57,86
Agustus 11.567,71 6,43 12,85 57,83
September 11.568,91 6,43 12,85 57,84
Oktober 11.568,94 6,43 12,85 57,84
November 11.568,72 6,43 12,85 57,84
Desember 11.568,83 6,43 12,85 57,84

Perhitungan Ukuran Pemesanan (Heuristic Silver Meal)


Penggunaan metode Heuristic Silver Meal bertujuan untuk meminimalkan rata-rata biaya tiap periode.
Penggunaan metode Heuristic Silver Meal ini nantinya diharapkan agar dapat menentukan jumlah pemesanan
bahan baku yang optimal sehingga perusahaan tidak menanggung biaya pemesanan yang cukup mahal dengan
proses produksi yang lancar tidak ada masalah keterlambatan bahan baku yang mengakibatkan terhentinya
proses produksi. Perhitungan ukuran pemesanan pasir cor menggunakan metode heuristic silver meal adalah
sebagai berikut:
Pemesanan 1

Biaya Pemesanan = Rp. 110.000


Biaya Penyimpanan = Rp. 7.700
1. m=1
A (Biaya Pemesanan) = Rp. 110.000
h (Biaya Penyimpanan) = Rp. 0
1
Biaya rata-rata perbulan = x (110.000 + 0)
1
= Rp. 110.000
2. m=2
A (Biaya Pemesanan) = Rp. 110.000
D2 Permintaan Periode -2 = 6,38 Kubik
h (Biaya Penyimpanan) = Rp. 7.700 x 6,38 = 49.126
1
Biaya rata-rata perbulan = 2 x (110.000 + 49.126)
= Rp. 79.563
3. m=3
A (Biaya Pemesanan) = Rp. 110.000
D4 Permintaan Periode -3 = 6,39 Kubik
h (Biaya Penyimpanan) = 2 (Rp. 7.700 x 6,39) = 98.400
1
Biaya rata-rata perbulan = x (110.000 + 49.126 + 98.400)
3
= Rp. 85.842
Karena biaya untuk m = 3 > biaya untuk m = 2 atau Rp 85.842 > Rp 79.563maka diambil m = 2 Jumlah bahan
baku yang diorder Pertama adalah : 6,76+ 6,38 = 13,14 Kubik.

Tabel 9. Rekapitulasi perhitungan lot size untuk bahan baku pasir cor
Pasir Cor A H
Rp. 110.000 Rp. 7.700
Gab. Periode Trial Total Demand TC TC/t

1 6,76 110.000 110.000


1,2* 13,14 159.126 79.563
1,2,3 19,5 257.526 85.842
3 6,39 110.000 110.000
3,4* 12,84 159.665 79.832,5
3,4,5 19,26 285.533 86.177,67
5 6,42 110.000 110.000
5,6* 12,85 159.511 . 79.755,5
5,6,7 19,28 182.533 86.177,67
7 6,43 110.000 110.000
7,8* 12,86 159.511 79.755,5
7,8,9 19,29 258.533 86.177,67
9 6,43 110.000 110.000

109
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038

9,10* 12,86 159.511 79.755,5


9,10,11 19,29 258.533 86.177,67
11 6,43 110.000 110.000
11,12* 12,86 159.511 79.755,5
Keterangan : *=Optimal

Tabel 10. Rekapitulasi perhitungan lot size untuk bahan baku pasir urug
Pasir Urug A H
Rp. 110.000 Rp. 7.700
Gab. Periode Trial Total Demand TC TC/t
1 13,53 110.000 110.000
1,2* 26,3 174.360,8 87.180,4
1,2,3 39,09 326.103 108.701
3 12,79 110.000 110.000
3,4* 25,69 175.016 87.508
3,4,5 38,53 304.443,2 101.481,06
5 12,84 110.000 110.000
5,6* 25,69 174.764 87.382
5,6,7 38,54 304.292 101.430,66
7 12,85 110.000 110.000
7,8* 25,7 174.764 87.382
7,8,9 38,55 304.292 101.430,66
9 12,85 110.000 110.000
9,10* 25,7 174.764 87.382
9,10,11 38,55 304.292 101.430,66
11 12,85 110.000 110.000
11,12* 25,7 174.764 87.382
Keterangan : *=Optimal

Tabel 11. Rekapitulasi perhitungan lot size untuk bahan baku semen
Semen A H
Rp. 110.000 Rp. 7.700
Gab. Periode Trial Total Demand TC TC/t
1 60,88 70.000 70.000
1,2* 118,32 127.440 63.720
1,2,3 175,85 242.520 80.840
3 57,54 70.000 70.000
3,4* 115,6 128.060 64.030
3,4,5 173,39 243.640 81.213,33
5 57,79 70.000 70.000
5,6* 115,62 127.830 63.915
5,6,7 173,48 243.550 81.183,33
7 57,86 70.000 70.000
7,8* 115,69 127.830 63.915
7,8,9 173,53 243.510 81.170
9 57.84 70.000 70.000
9,10* 115,68 127.540 63.770
9,10,11 173,52 243.220 81.072,33
11 57.84 70.000 70.000
11,12* 115,68 127.540 63.770
Keterangan : *=Optimal

Berdasarkan tabel perhitungan heurusitic silver meal dapat disimpulkan bahwa pemesanan optimal bahan baku
pembuatan paving block dilakukan sebanyak 6 kali pada tahun 2022.

Tabel 12. Pembelian bahan baku pembuatan paving block tahun 2022
Orderan Waktu order Kuantitas order
Pasir cor (m3) Pasir urug (m3) Semen (sak)
1 Januari 13,14 26,3 118,32

110
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038

2 Maret 12,84 25,69 115,6


3 Mei 12,85 25,69 115,62
4 Juli 12,86 25,7 115,69
5 September 12,86 25,7 115,68
6 November 12,86 25,7 115,68

Perhitungan Safety Stock


Perhitungan Safety Stock dilakukan utnuk meminimalisir gangguan proses produksi akibat
ketidakpastian bahan baku (Dwiputranti dan Gandara, 2021).
Perusahaan menetapkan risiko kehabisan persediaan untuk seluruh jenis bahan baku tidak lebih dari 5%
maka:
Service Level (z) = 100% - risiko
= 99% -5 % = 95%
= z, untuk 95% = 1,95 (lihat tabel z terlampir)
1. Perhitungan Safety Stock Pasir Cor
Standar deviasi permintaan (σd) = 0,10 / bulan
1
Lead Time (LT) = 1 = 30 (bulan) = 0,03
SS = z √𝐿𝑇 𝜕𝑑
= 1,95 √0,3 𝑥 0.10
= 0,34 Kubik
2. Perhitungan Safety Stock Pasir Urug
Standar deviasi permintaan (σd) = 0,20
2
Lead Time (LT) = 2 = 30 (bulan) = 0,06
SS = z √𝐿𝑇 𝜕𝑑
= 1,95 √0,6 𝑥 0.20
= 0,67 Kubik

3. Perhitungan Safety Stock Semen


Standar deviasi permintaan (σd) = 0,93
1
Lead Time (LT) = 1 = 30 (bulan) = 0,03
SS = z √𝐿𝑇 𝜕𝑑
= 1,95 √0,03 𝑥 0.93
= 1,03 Sak

Perhitungan Reorder Point


Suatu titik dari jumlah persediaan yang ada pada saat dimana pemesanan kembali dilakukan disebut
dengan reoder poiny (ROP) ( Hazimah et al., 2020). Perhitungan reorder point bahan baku pembuatan paving
block adalah sebagai berikut :
1. Perhitungan Reorder Point Pasir Cor
Safety Stock = 0,34 Kubik
Rata-rata tingkat permintaan (d) = 6,45 Kubik
1
Lead Time = 30 (bulan) = 0,03
ROP = [Link] + SS
= 6,45 (0,03) + 0,34
= 0,53 Kubik
Dengan demikian perusahaan harus memesan kembali minimal apabila stok pasir cor tinggal 0,53
Kubik
2. Perhitungan Reorder Point Pasir Urug
Safety Stock = 0,67
Rata-rata tingkat permintaan (d) = 12,90 Kubik
2
Lead Time = 30 (bulan) = 0,06
ROP = [Link] + SS
= 12,90 (0,06) + 0,67
= 1,44 Kubik
Dengan demikian perusahaan harus memesan kembali minimal apabila stok pasir urug tinggal 1,44
Kubik
3. Perhitungan Reorder Point Semen

111
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038

Safety Stock = 1,03 Sak


Rata-rata tingkat permintaan (d) = 58,13 Kubik
1
Lead Time = 30 (bulan) = 0,03
ROP = [Link] + SS
= 58,13 (0,03) + 1,03
= 2,77 Sak
Dengan demikian perusahaan harus memesan kembali minimal apabila stok semen tinggal 2,77 Sak

Perbandingan Biaya Persediaan


Perbandingan biaya persediaan dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dengan aktual :
1. Pasir Cor
Biaya Persedian Silver meal
Biaya pesan = Jumlah order x Biaya Pesan
= 6 x Rp. 110.000
= Rp. 660.000
Biaya Simpan = Biaya Simpan Oh + Biaya Simpan SS
= Rp. 296.832 + Rp. 2.618
= Rp. 299.531
2. Pasir Urug
Biaya Persedian Silver meal
Biaya pesan = Jumlah order x Biaya Pesan
= 6 x Rp. 110.000
= Rp. 660.000

Biaya Simpan = Biaya Simpan OH + Biaya Simpan SS


= Rp. 300.913 + Rp. 3.376,8
= Rp. 394.289,8

3. Semen
Biaya Persedian Silver meal
Biaya pesan = Jumlah order x Biaya Pesan
= 6 x Rp. 70.000
= Rp. 420.000
Biaya Simpan = Biaya Simpan OH + Biaya Simpan SS
= Rp. 347.840 + Rp. 1.030
= Rp. 348.870

Tabel 13. Perbandingan harga persediaan aktual dan heuristic silver meal
Jenis Baha Baku Aktual (Rp) Silver Meal (Rp)
Pasir cor 1.320.000 959.531
Pasir urug 1.320.000 1.054.289,8
Semen 840.000 768.870
Jumlah 3.480.000 2.782.690,7

Jadi penghematan menggunakan metode heuristic silver meal adalah Rp. 697.309,3 jika
dipersentasekaan menjadi :
𝐴𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙−𝑆𝑖𝑙𝑣𝑒𝑟 𝑀𝑒𝑎𝑙
%penghematan = x 100%
𝐴𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙
697.309,3
%penghematan = 3.480.000 x 100% = 20,04%

Simpulan

Berdasakan perhitungan dengan menggunakan metode heuristic silver meal didapatkan hasil bahwa metode
heuristic silver meal lebih baik dibandingkan dengan metode aktual perusahaan. Dengan jumlah pemesanan yang optimal
adalah 6 kali pemesanan dalam satu tahun (2022). Untuk mengantisipasi kekurangan persedian Safety stock atau persediaan
pengaman yang didapatkan adalah pasir cor 0,34 kubik, pasir urug 0,67 kubik dan semen 1,03 sak dan pemesanan
ulang harus dilakukan ketika persedian pasir cor tinggal 0,53 Kubik, pasir urug 1,44 dan semen 2,77 sak.

112
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) Vol. 19, No. 2, Juni 2022 pp. 104 - 113
P-ISSN: 2829-0232 E-ISSN: 2829-0038

Efesiensi biaya persedian menggunakan metode heuristic silver meal adalah Rp. 697.309,3 dan persentase
efesiensi yang diperoleh adalah 20,04%.
Daftar Pustaka

[1] R. Vikaliana, Y. Sofian, N. Solihati, D. B. Adji, and S. S. Maulia, Manajemen Persediaan. Media Sains
Indonesia, 2020.
[2] H. Tannady and K. Filbert, “Pengendalian Persediaan dengan Menggunakan Metode Economic Oreder
Quantity dan Silver Meal Algorithm (Studi Kasus PT SAI),” J. Tek. dan Ilmu Komput., 2018.
[3] S. T. Nofirza, “Optimalisasi Biaya Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Menggunakan Metode
Silver-Meal (Studi Kasus CV. Dhika Putra),” J. Tek. Ind. J. Has. Penelit. dan Karya Ilm. dalam Bid.
Tek. Ind., vol. 3, no. 1, pp. 17–25, 2017.
[4] A. Nugroho, A. Suyitno, R. A.-U. J. of, and undefined 2016, “Perbandingan Algoritma Branch And
Bound Dan Algoritma Genetika Untuk Mengatasi Travelling Salesman Problem (Tsp)(Studi Kasus Pt.
Jne Semarang),” [Link], 2016, Accessed: Feb. 08, 2022. [Online]. Available:
[Link]
[5] D. Junaedi and M. I. Mas’ ud, “Penerapan Metode Forecasting dalam Perencanaan Produksi Bakpia
dengan Menggunakan Software POM Guna Memenuhi Permintaan Konsumen,” JKIE (Journal Knowl.
Ind. Eng., vol. 5, no. 3, pp. 121–128, 2018.
[6] J. N. A. Aziza, “Perbandingan Metode Moving Average, Single Exponential Smoothing, dan Double
Exponential Smoothing Pada Peramalan Permintaan Tabung Gas LPG PT Petrogas Prima Services,” J.
Teknol. dan Manaj. Ind. Terap., vol. 1, pp. 35–41, 2022, doi: [Link]
[7] S. M. Robial, “Perbandingan Model Statistik Pada Analisis Metode Peramalan Time Series:(Studi
Kasus: Pt. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Kandatel Sukabumi),” SANTIKA is a Sci. J. Sci. Technol.,
vol. 8, no. 2, pp. 823–838, 2018.
[8] J. Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah et al., “Optimalisasi Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja pada Stasiun
Kerja Hoisting Crane Menggunakan Metode Work Sampling (Studi Kasus: PT. X),” [Link]-
[Link], vol. x, No. x, 2018, Accessed: Jun. 05, 2022. [Online]. Available: [Link]
[Link]/[Link]/jti/article/view/8984.
[9] M. Rizki, A. Wenda, … F. P.-2021 I., and undefined 2021, “Comparison of Four Time Series
Forecasting Methods for Coal Material Supplies: Case Study of a Power Plant in Indonesia,”
[Link], Accessed: Jun. 05, 2022. [Online]. Available:
[Link]
[10] J. Maury, A. K. T. Dundu, and T. T. Arsjad, “Perencanaan Biaya Berdasarkan Jumlah Dan Waktu
Pemesanan Dengan Metode Mrp (Material Requirement Planning)(Studi Kasus: Dilakukan Pada Proyek
Pembangunan Terminal Akap Tangkoko Bitung),” J. SIPIL STATIK, vol. 6, no. 10, 2018.
[11] A. R. T. P. Christi and E. Yuliawati, “Analisis Perencanaan Dan Pengendalian Material Produk Mytea
Untuk Meminimalkan Biaya Persediaan,” in Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan,
2018, pp. 485–492.
[12] R. Ismunandar, A. A. Hendriadi, and G. Garno, “Kajian Metode Economic Order Quantity dan Reorder
Point pada Aplikasi Point Of Sale,” J. Inform. J. Pengemb. IT, vol. 3, no. 3, pp. 316–323, 2018.
[13] N. Chamidah and T. A. Auliandri, “Analisis Persediaan Bahan Baku Produksi Beton dengan Metode
Material Requirement Planning (MRP) pada PT. Merak Jaya Beton Plant Kedung Cowek Surabaya,”
INOBIS J. Inov. Bisnis dan Manaj. Indones., vol. 2, no. 4, pp. 505–512, 2019.
[14] T. Handra and S. Rangian, “Analisis Perbandingan Total Biaya Persediaan antara Kebijakan Perusahaan
dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) pada PT Lcg,” J. Bina Manaj., vol. 6, no. 1, pp. 77–
101, 2017.
[15] C. I. Parwati, I. Sodikin, and S. A. Isworo, “Usulan Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Bahan
Baku,” Ind. Eng. J. Univ. SARJANAWIYATA TAMANSISWA, vol. 1, no. 1, 2017.

113

Anda mungkin juga menyukai