Penyelesaian Masalah Transportasi dan Degeneracy
Penyelesaian Masalah Transportasi dan Degeneracy
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha esa. Atas rahmat dan hidayah-
Nya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul "Penyelesaian
masalah transportasi dan masalah degeneracy" dengan tepat waktu.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah "Program
Linear". Selain itu, makalah ini bertujuan agar Mahasiswa mampu memahami
serta mengaplikasikan materi yang ada di dalam makalah ini.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Rahmat [Link]., [Link]. selaku
dosen Mata Kuliah Profesi Kependidikan. Dan ucapan terima kasih juga
disampaikan kepada Rekan-rekan kelompok serta semua pihak yang telah
membantu menyelesaikannya makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
kesempurnaan makalah ini.
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I....................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN................................................................................................. 3
A. Latar Belakang.................................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah.............................................................................................. 4
C. Tujuan.................................................................................................................... 4
BAB II..................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN.................................................................................................... 5
A. Masalah Transportasi tidak seimbang..........................................................5
B. Penyelesaian Masalah Degenerasi..............................................................15
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 22
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permasalahan transportasi berkaitan dengan pendistribusian
beberapa komoditas dari beberapa pusat penyediaan, yang disebut dengan
sumber menuju ke beberapa pusat penerima yang disebut tujuan, dengan
maksud untuk memperkecil total biaya distribusi. Pengertian lain menurut
Anwar dan Nasandi (dalam Barani, 2002, hlm. 35) mengatakan bahwa
model transportasi (transportation models) merupakan salah satu bentuk
khusus atau variasi dari linier programming yang dikembangkan khusus
untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan
transportasi (pengangkutan) dan distribusi produk atau sumber daya dari
berbagai sumber (pusat pengadaan atau titik suplai) ke berbagai tujuan
(titik permintaan).
Sementara itu, Taha menyatakan bahwa model transportasi pada
dasarnya merupakan sebuah program linier yang dapat dipecahkan dengan
metode simpleks biasa. Tetapi strukturnya yang khusus memungkinkan
pengembangan sebuah prosedur pemecahan yang disebut teknik
transportasi yang lebih efisien dalam perhitungan. Model ini berkaitan
dengan penentuan rencana berbiaya terendah untuk mengirimkan satu
barang dari sejumlah sumber ke sejumlah tujuan. Model ini dapat
diperluas secara langsung
untuk mencakup situasi-situasi praktis dalam bidang pengendalian
mutu, penjadwalan dan penugasan tenaga kerja, diantara bidang-bidang
lainnya. Menurut Taha, dalam arti sederhana, model transportasi berusaha
menentukan sebuah rencana transportasi sebuah barang dari sejumlah
sumber ke sebuah tujuan. Data dalam model ini mencakup :
1. Tingkat penawaran di setiap sumber dan jumlah permintaan di setiap
tujuan.
2. Biaya transportasi per unit barang dari setiap sumber ke setiap tujuan.
Tujuan dari model transportasi adalah menentukan jumlah yang
harus dikirimkan dari setiap sumber ke setiap tujuan sedemikian rupa
sehingga biaya transportasi total diminimumkan. Sebuah tujuan dapat
menerima permintaannya dari satu sumber atau lebih.
B. Rumusan Masalah
1. Penyelesaian masalah Transportasi
2. Penyelesaian masalah degeneracy
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui penyelesaian masalah Transportasi
2. Untuk mengetahui penyelesaian masalah Degeneracy
A.
BAB II
PEMBAHASAN
Tujuan
1 2 3 4
A 45 17 21 30
B 14 18 19 31
Pada baris-1, dua sel yang biayanya terkecil adalah c12 = 17 dan c13 = 21.
Selisihnya adalah = 21 – 17 = 4. Pada baris-2, dua sel yang biayanya terkecil
adalah c21 = 14 dan c22 = 18. Selisihnya adalah = 18 – 14 = 4.
Demikian seterusnya dihitung selisih 2 sel dengan biaya terkecil pada tiap
baris dan kolom. Hasilnya tampak pada table dibawah ini.
Selisih terbesar (=31) terjadi pada kolom ke-1. Biaya terkecil pada kolom
ke-1 adalah c21 = 14. Pada sel ini dimasukan barang-barang sebanyak-
banyaknya, yaitu 9 unit. Jadi x21 = 9. Dengan pengisian ini maka Tujuan
1 sudah terpenuhi permintaannya sehingga sel an pada kolom-1 tidak
diikutkan pada iterasi berikutnya.
Selisih terbesar (=4) terjadi pada baris ke-1, biaya terkecil pada baris ke-1
adalah c12 = 17. Pada sel ini dimasukan barang-barang sebanyak-
banyaknya, yaitu 6 unit. Jadi x12 = 6. Dengan pengisian ini maka Tujuan
2 sudah terpenuhi permintaannya sehingga sel an pada kolom-2 tidak
diikutkan pada iterasi berikutnya.
Selisih terbesar (=12) terjadi pada baris ke-2,Biaya terkecil pada baris ke-2
adalah c23 = 19. Pada sel ini dimasukan barang-barang sebanyak-
banyaknya, yaitu 4 unit. Jadi x23 = 4. Karena pada kolom ke-3 hanya
kurang pengisian di x13 maka x13 diisi dengan 7 - 4 = 3. Dengan
pengisian ini maka Tujuan 3 dan Garasi B sudah terpenuhi permintaannya
sehingga sel pada kolom-3 tidak diikutkan pada iterasi berikutnya.
Karena sekarang sisanya tinggal pada x14 maka x14 diisi dengan 15 – 6 –
3 = 6.
Sehingga tabel penyelesaian awal dengan Metode Pendekatan Vogel
tampak terlihat dibawah ini
Menguji sel–sel yang masih kosong, apakah masih bisa memiliki nilai
negatif atau tidak, artinya masih bisa menurunkan biaya transportasi atau
tidak. Sel yang diuji adalah : Sel x11, x22, x24, x31, x32 dan x33.
Pengujian dilakukan pada setiap sel kosong tersebut dengan
menggunakan metode SteppingStone.
Pada metode ini, pengujian dilakukan mulai dari sel kosong tersebut, selanjutnya
bergerak (boleh searah jarum jam dan boleh berlawanan) secara lurus/tidak
boleh diagonal, ke arah sel yang telah terisi dengan alokasi, begitu seterusnya
sampai kembali ke sel kosong tersebut. Setiap pergerakan ini akan mengurangi
dan menambah secara bergantian biaya pada sel kosong tersebut. Perhatikan
tanda panah dan tanda (+)/(-) nya.
Pengujian
Sel x11 = 45 – 21 + 19 –14 = 29
Sel x22 = 18 – 17 + 21 - 19 = 3
Sel x24= 31 – 30 + 21 – 19 = 3
Sel x31 = 0 – 14+ 19 – 21 + 30 - 0 = 14
Sel x32 = 0 – 17+ 30 – 0 = 13
Sel x33 = 0 – 21+ 30 - 0 = 9
Dari hasil pengujian tersebut, ternyata semua sel sudah tidak ada yang
bernilai negatif, atau dengan kata lain semua sel sudah tidak dapat
memberikan penurunan biaya lagi, sehingga dengan demikian dapat
dikatakan kasus telah optimal, dengan total biaya minimumnya :
6(17) + 3(21) + 6(30) +4(19) + 9(14) + 3(0) = 547 (ribuan)
Contoh 2 :
Sebuah perusahaan pakaian meiliki tiga pabrik yaitu pabrik Denim, Satin
dan Sutra. Selanjutnya dari ketiga pabrik tersebut akan mengirimkan
pakaian ke tiga toko untuk memenuhi kebutuhan toko. Dari pabrik-pabrik
dapat memasok masing-masing secara berurutan adalah dari pabrik Denim
40 pcs, pabrik satin 80 pcs dan pabrik sutra 120 pcs. Sedangkan
permintaan dari toko 1 sebanyak 50 pcs, toko 2 sebanyak 80 pcs, dan toko
3 sebanyak 70 pcs. Secara berurutan biaya angkut dari pabrik danim ke
toko 1,2 dan 3 adalah 10,3,3, dari pabrik satin ke toko 1,2 dan 3 adalah
9,8,5 serta dari pabrik sutra ke toko 1,2 dan 3 adalah 15, 10, 12 dalam ribu
rupiah. Maka berapakah biaya minimum dengan memenuhi batas pasokan
dan kebutuhan?
Satin 9 8 5 80
Sutra 15 10 12 120
Demmad 50 80 70 ?
Langkah 1 :
Selidiki apakah banyaknya persedian dan banyaknya permintaan
merupakan kasus tidak seimbang
Total persediaan = 40 + 80 + 120 = 240
Total permintaan = 50 + 80 + 70 = 200
Banyaknya persediaan ¿ banyaknya permintaan
∴ sehingga kondisi tidak seimbang
Langkah 2 :
Menambahkan 1 kolom tujuan semua/artificial destinatioan dengan biaya
setiap kolom tambahan bernilai 0.
Hitung banyaknya permintaan untuk kolom artifisial destination yaitu
sebanyak :
Sumber Tujuan Supply
1 2 3 Artificial
destination
Denim 10 3 9 0 40
Satin 9 8 5 0 80
Sutra 15 10 12 0 120
Demmad 50 80 70 40 240
Satin 10 9 - 8 70 5 - 0 80 10
0
Sutra 40 15 40 10 - 12 40 0 120 80
40
Demmad 50 40 0 80 40 0 70 0 40 0 240
Sutra 40 15 40 10 12 40 0 120
Demmad 50 80 70 40 240
TC (awal) :
(40 ×3 ) + (10×9) + (70 ×5) + (40×15) + (40 ×10) + (40×0) = 1.560
Satin 10 9 8 70 5 0 80
Sutra 40 15 40 10 12 40 0 120
Demmad 50 80 70 40 240
Satin 10 9 8 70 5 0 80 U 2=1
Demmad 50 80 70 40 240
Vj V 1=8 V 2=3 V 3=4 V 4 =−7
contoh soal :
perusahaan Anang HD memiliki tioga buah pabrik yaitu jambi dengan
kapasitas 370 unit, Aceh dengan kapasitas 330 unit, dan bali dengan
kapasitas 150 unit yang memili daerah pemasaran di Kota Malanga dengan
permintaan 450 unit, bekasi dengan permintaan 250 unit dan cikarang
dengan permintaan 150 unit. Biaya angkut per unit (dalam ribuan) dari
pabrik ke daerah pemasaran seperti yang tertera pada tebel di bawah ini :
Pada soal terlihat bahwa tabel terjadi degenerasi yang dimana henya
terdapat 4 sel yang terisi seharusnya persyaratannya harus ada 5 sel yang
terisi. Jadi variabel epsilon di butuhkan dan diletakan pada salah satu sel
yang kosong untuk memenuhi persyaratan yang ada. Penempatan ε dapat
dilakukan pada jambi-cikarang, aceh-cikarang, bali-malang, atau bali-
bekasi. Tetapi pada sel jambi-bekasi nilai ε tidak dapat di tempatkan,
karena terdapat tiga sel yang terisi disekitarnya sehingga pada saat proses
eksekusi solusi optimal tidak dapat di lakukan.
Karena jumlah sel yang terisi adalah 5 dan memenuhi syarat m+n-1 (3+3-
1=5). Lalu di lakukan pengujian menggunakan solusi optimal, pengujian
dengan metode batu loncatan (stepping stone) berdasarkan langkah-
langkahnya.
Sehingga total biaya awal :
¿ ( 370 ×15 ) + ( 0 ×11 ) + ( 80 × 29 ) + ( 250 ×19 ) + ( 150 ×19 )=Rp 15 . 470
Karena tadi masih menghasilkan nilai negatif maka kita harus melakukan
perhitungan melakukan perhitungan dengan metode batu loncatan
sehingga menghasilkan sel-sel yang kosong :
Jambi-bekasi = 9-19+23-11 = 2
Aceh-malang = 29-23+11-15 = 2
Bali-bekasi =17-19+23-11+15-5 = 20
Bali-cikarang =19-11+15-5 = 18
Kesimpulan :
Dari hasil perhitungan, karena sudah tidak ada nilai negatif maka solusi
yang di tunjukan oleh tabel sebelumnya adalah solusi optimal.
Degenerasi ( Metode MODI)
Menghitung dan mengisi nilai pada kolom sumber dan baris tujuan.
Ri + K j=C ij → misalkan R1=0
jambi-malang → R1 + K 1=15 → K 1=15
jambi-cikarang → R1 + K 3=11 → K 3=11
aceh-malang → R2 + K 1=29 → R2=14
aceh-bekasi → R2 + K 2=19 → K 2=5
bali-cikarang → R3 + K 3=19→ R3=8
Tujuan Tujuan (pemasaran) Kapasitas
(supply)
Malang Bekasi Cikarang
sumber
K 1=15 K 2=5 K 3=11
S 15 9 11 370
U Jambi
370 × 0
M R1 = 0
B aceh 29 19 23 330
E R2= 14
R 80 250 ×
Bali 5 17 19 150
R3 = 8
× × 150
Permintaan 450 250 150 850
(demand)
Menghitung perubahan nilai pada setiap sel yang kosong, menggunakan
rumus :
I ij =Cij −Ri −K j
Sehingga di dapatkan :
Jambi-bekasi → I 12 =9−0−5=4
Aceh-cikarang → I 23=23−14−11=−2
Bali-malang → I 31 =5−8−15=−18 (negatif terbesar)
bali-bekasi → I 32=17−8−5=4
Menghitung dan mengisi nilai pada kolom sumber dan baris tujuan.
Ri + K j=C ij → misalkan R1=0
jambi-malang → R1 + K 1=15 → K 1=15
jambi-cikarang → R1 + K 3=11 → K 3=11
aceh-malang → R2 + K 1=29 → R2=14
aceh-bekasi → R2 + K 2=19 → K 2=5
bali-malang → R3 + K 1=5 → R3=−10
Tujuan Tujuan (pemasaran) Kapasitas
(supply)
Malang Bekasi Cikarang
sumber
K 1=15 K 2=5 K 3=11
S 15 9 11 370
U Jambi
220 × 150
M R1= 0
B aceh 29 19 23 330
E R2= 14
R 80 250 ×
Bali 5 17 19 150
R3= -10
150 × X
Permintaan 450 250 150 850
(demand)
Menghitung dan mengisi nilai pada kolom sumber dan baris tujuan.
Ri + K j=C ij → misalkan R1=0
jambi-malang → R1 + K 1=15 → K 1=15
jambi-cikarang → R1 + K 3=11 → K 3=11
aceh-bekasi → R2 + K 2=19 → K 2=7
aceh-cikarang → R2 + K 3=23→ R2=12
bali-malang → R3 + K 1=5 → R3=−10
Tujuan Tujuan (pemasaran) Kapasitas
(supply)
Malang Bekasi Cikarang
sumber
K 1=15 K 2=7 K 3=11
S 15 9 11 370
U Jambi
300 × 70
M R1= 0
B aceh 29 19 23 330
E R2= 12
R X 250 80
Bali 5 17 19 150
R3= -10
150 × X
Permintaan 450 250 150 850
(demand)
Kesimpulan :
Karena tidak ada nilai yang negatif, maka solusi yang di tunjukan oleh tabel
sebelumnya adalah solusi optimal.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
[Link]
[Link]