Tugas Fabrikasi
KESELAMATAN KERJA
Disusun Oleh:
Rendy Murdifin (20067018)
Program Studi :
Pendidikan Teknik Mesin
Universitas Negeri Padang
2020
KEGIATAN KULIAH 2
Kv KESELAMATAN KERJA DI WORKSHOP FABRIKASI
A. Tujuan Kegiatan Perkuliahan
Perkuliahan ini mengharapkan mahasiswa mampu mengetahui keselamatan
kerja,pekerjaan berbahaya,alat-alat keselamatan kerja dan keselamatan kerja
sebelum,sewaktu dan sesudah kerja serta menerapkannya dalam pekerjaannya
B. Materi
1. Keselamatan Kerja
Sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja bahwa:
1. Tempat dimana dilakukan pekerjaan bagi suatu usaha;
2. Adanya tenaga kerja yang bekerja di sana;
3. Adanya bahaya kerja di tempat itu.
Tujuan K3 adalah melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja
dan orang lain di tempat kerja; menjamin setiap sumber produksi dapat
digunakan secara aman dan efisien.
Workshop K3 dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu tanggal 02 – 03
Oktober 2019 di PT PLN Batubara. Dengan diadakannya workshop tesebut
agar para pegawai memahami dan melaksanakan program K3 di Perusahaan
sehingga tidak adanya kecelakaan di tempat kerja.
Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
Undang-Undang ini mengatur mengenai segala hal yang berhubungan dengan
ketenagakerjaan mulai dari upah kerja, jam kerja, hak maternal, cuti sampai
dengan keselamatan dan kesehatan kerja.
Sebagai penjabaran dan kelengkapan Undang-undang tersebut, Pemerintah
juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) dan Keputusan Presiden terkait
penyelenggaraan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), diantaranya adalah :
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 11 Tahun 1979 tentang
Keselamatan Kerja Pada Pemurnian dan Pengolahan Minyak dan Gas
Bumi.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973 tentang Pengawasan Atas
Peredaran, Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1973 tentang Pengaturan dan
Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang Pertambangan.
4. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit Yang Timbul
Akibat Hubungan Kerja.
Tujuan K3L
Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) memiliki beberapa
tujuan dalam pelaksanaannya berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970
tentang Keselamatan Kerja. Di dalamnya terdapat 3 (tiga) tujuan utama dalam
Penerapan K3 berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang
Keselamatan Kerja yaitu antara lain :
1. Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain
di tempat kerja.
2. Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan
efisien.
Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Nasional.
Ruang lingkup K3L
Mengacu pada pengertian K3 di atas, ada beberapa aspek yang harus
diperhatikan oleh perusahaan dalam pelaksanaan K3, yaitu:
1. Lingkungan Kerja
Ini adalah lokasi dimana para pekerja melakukan aktifitas bekerja. Kondisi
lingkungan kerja harus memadai (suhu, ventilasi, penerangan, situasi)
untuk meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan atau penyakit.
2. Alat Kerja dan Bahan
Ini adalah semua alat kerja dan bahan yang dibutuhkan suatu perusahaan
untuk memproduksi barang/ jasa. Alat-alat kerja dan bahan merupakan
penentu dalam proses produksi, tentunya kelengkapan dan kondisi alat
kerja dan bahan harus diperhatikan.
3. Metode Kerja
Ini merupakan standar cara kerja yang harus dilakukan oleh pekerja agar
tujuan pekerjaan tersebut tercapai secara efektif dan efisien, serta
keselamatan dan kesehatan kerja terjaga dengan baik. Misalnya,
pengetahuan tentang cara mengoperasikan mesin dan juga alat pelindung
diri yang sesuai standar.
2. Pekerjaan Berbahaya atau Kecelakaan Kerja
Menurut Bird dan Germain “1990” terdapat tiga jenis kecelakaan kerja yaitu:
1. Accident yaitu kejadian yang tidak diinginkan yang menimbulkan kerugian
baik bagi manusia maupun terhadap harta benda.
2. Incident yaitu kejadian yang tidak diinginkan yang belum menimbulkan
kerugian.
3. Near miss yaitu kejadian hampir celaka dengan kata lain kejadian ini
hampir menimbulkan kejadian incident ataupun accident.
Berdasarkan tingkatan akibat yang ditimbulkan, kecelakaan kerja dibagi
menjadi tiga jenis yaitu (Suma’mur, 1981):
1. Kecelakaan Kerja Ringan
Yaitu kecalakan kerja yang perlu pengobatan pada hari itu dan bisa
melakukan pekerjaannya kembali atau istirahat<2 hari. Contoh
terpeleset, tergores, terkena pecahan beling, terjatuh dan terkilir.
2. Kecelakaan Kerja Sedang
Yaitu kecelakaan kerja yang memerlukan pengobatan dan perlu
istirahat selama >2 hari. Contoh: terjepit, luka sampai robek, luka
bakar.
3. Kecelakaan Kerja Berat
Yaitu kecelakaan kerja yang mengalami amputasi dan kegagalan
fungsi tubuh. Contoh: patah tulang.
Pengendalian kecelakaan kerja
Kecelakaan kerja dapat dicegah dengan memperhatikan beberapa
faktor, antara lain sebagai berikut (Suma’mur, 2009):
Faktor Lingkungan
Lingkungan kerja yang memenuhi persyaratan pencegahan kecelakaan kerja
yaitu:
1. Memenuhi syarat aman, meliputi higiene umum, sanitasi, ventilasi udara,
dan penerangan ditempat kerja dan pengaturan suhu udara dari ruang kerja.
2. Memenuhi syarat keselamatan, meliputi kondisi gedung dan tempat kerja
yang dapat menjamin keselamatan.
3. Memenuhi penyelenggaraan ketata rumah tanggaan meliputi pengaturan
penyimpanan barang, penempatan dan pemasangan mesin, penggunaan
tempat dan ruangan.
Faktor Mesin Dan Peralatan Kerja
Mesin dan peralatan kerja harus didasarkan pada perencanaan yang baik
dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. Perencanaan yang baik
terlihat dari baiknya pagar atau tutup pengaman pada bagian-bagian mesin
atau perkakas yang bergerak antara lain bagian yang berputar.
Bila pagar atau tutup pengaman telah terpasang, harus diketahui dengan pasti
efektif tidaknya pagar atau tutup pengaman tersebut yang dilihat dari bentuk
dan ukurannya yang sesuai terhadap mesin atau alat serta perkakas yang
terhadapnya keselamatan pekerja dilindungi.
Faktor Perlengkapan Kerja
Alat pelindung diri merupakan perlengkapan kerja yang harus terpenuhi bagi
pekerja. Alat pelindung diri berupa pakaian kerja, kacamata, sarung tangan,
yang kesemuanya harus cocok ukurannya sehingga menimbulkan
kenyamanan dalam penggunaannya.
Faktor Manusia
Pencegahan kecelakaan terhadap faktor manusia meliputi peraturan kerja,
mempertimbangkan batas kemampuan dan ketrampilan pekerja, meniadakan
hal-hal yang mengurangi konsentrasi kerja, menegakkan disiplin kerja,
menghindari perbuatan yang mendatangkan kecelakaan serta menghilangkan
adanya ketidakcocokan fisik dan mental.
Tindakan setelah terjadi kecelakaan kerja
Pencegahan dan Penanggulangan Kecelakaan :
a) Pemasangan poster/himbauan tentang K3
b) Penggunaan alat keselamatan kerja yang memadai (helm, sarung tangan,
sepatu dll)
c) Pemberian rambu-rambu petunjuk dan larangan.
d) Pemasangan pagar pengaman di antara lantai dan tangga.
e) Briffing setiap pagi kepada Mandor dan Sub yang terlibat.
f) Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai.
g) Penempatan material/bahan yang sensitif/berbahaya dengan benar
h) Perlu mendapat perhatian terhadap alat yang menimbulkan suara bising,
asap dan residu lainnya.
i) Penyediaaan alat pemadam kebakaran
j) Penempatan Satpam.
k) Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat.
Pemeliharaan Kesehatan :
a) Penyediaan air bersih.
b) Pembuatan sarana MCK yang memadai.
c) Penyediaan tempat sampah dan pembuangan keluar lokasi kerja.
d) Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat.
3. Alat keselamatan Kerja atau Alat Pelindung Diri
Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment adalah
alat-alat atau perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi dan
menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki
potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja. Alat-alat Pelindung Diri (APD)
yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya
sehingga efektif melindungi pekerja sebagai penggunanya.
Jenis alat-alat pelindung diri
1. Pelindung Tangan
Berikut adalah beberapa jenis sarung tangan dengan fungsi yang berbeda-
beda.
a) Metal mesh, sarung tangan yang tahan terhadap ujung benda yang
tajam dan melindungi tangan dari terpotong benda-benda tajam
b) Leather gloves, melindungi tangan dari permukaan yang kasar
c) Vinyl dan neoprene gloves, melindungi tangan dari bahan kimia
beracun
d) Rubber gloves, melindungi tangan saat bekerja dengan listrik
e) Padded cloth gloves, melindungi tangan dari sisi yang tajam,
bergelombang dan kotor
f) Heat resistant gloves, melindungi tangan dari panas dan api
g) Latex disposable gloves, melindungi tangan dari bakteri dan kuman
2. Pelindung kaki
Berikut adalah jenis pelindung kaki dengan fungsi yang berbeda-beda.
a) Steel toe, sepatu yang didesain untuk melindungi jari kaki dari kejatuhan
benda
b) Metatarsal, sepatu yang didesain khusus untuk melindungi seluruh kaki
dari bagian tuas sampai jari.
c) Reinforced sole, sepatu ini didesain dengan bahan penguat dari besi yang
akan melindungi dari tusukan pada kaki
d) Latex/Rubber, sepatu yang tahan terhadap bahan kimia dan memberikan
daya cengkeram yang lebih kuat pada permukaan yang licin.
e) PVC boots, sepatu yang melindungi dari lembab dan membantu berjalan
di tempat becek
f) Vinyl boots, sepatu yang tahan larutan kimia, asam, alkali, garam, air
dan darah
g) Nitrile boots, sepatu yang tahan terhadap lemak hewan, oli, dan bahan
kimia
3. Pelindung Kepala
a) Helm Kelas G untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh dan
melindungi dari sengatan listrik sampai 2.200 volts.
b) Kelas E untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh, dan dapat
melindungi dari sengatan listrik sampai 20.000 volts.
c) Kelas F untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh, TIDAK
melindungi dari sengatan listrik, dan TIDAK melindungi dari bahan-bahan
yang merusak (korosif).
4. Plindung Mata
a) Kaca mata safety merupakan peralatan yang paling banyak digunakan
sebagai pelindung mata. Meskipun kelihatannya sama dengan kacamata
biasa, namun kaca mata safety lebih kuat dan tahan benturan serta tahan
panas dari pada kaca mata biasa.
b) Goggle memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan safety
glass sebab lebih menempel pada wajah.
5. Pelindung Wajah
a) Pelindung wajah memberikan perlindungan menyeluruh pada wajah dari
bahaya percikan bahan kimia, obyek yang beterbangan atau cairan besi.
Biasanya dipakai bersamaan dengan penggunaan helm.
b) Helm pengelas memberikan perlindungan baik pada wajah dan juga mata.
Terdapat lensa penahan khusus yang berfungsi untuk menyaring
intensitas cahaya dan energi panas yang dihasilkan dari proses
pengelasan.
6. Pelindung badan (Celemek)
Apron atau sering disebut dengan Celemek adalah alat pelindung tubuh dari
percikan bahan kimia dan suhu panas. Apron atau Celemek sering digunakan
dalam proses persiapan bahan-bahan kimia dalam produksi seperti Grease,
Oli, Minyak dan Adhesive (perekat).
7. Pelindung Hidung dan Mulut
a) Masker adalah alat yang digunakan untuk melindungi alat-alat pernafasan
seperti Hidung dan Mulut dari resiko bahaya seperti asap solder, debu dan
bau bahan kimia yang ringan. Masker biasanya terbuat dari Kain atau
Kertas. Masker umumnya dipakai di proses menyolder.
b) Respirator adalah alat yang digunakan untuk melindungi alat-alat
pernafasan seperti Hidung dan Mulut dari resiko bahaya seperti asap
solder, bau bahan kimia, debu, Uap, Gas serta Partikel Mist dan Partikel
Fume. Respirator sering dipakai oleh Teknisi Mesin Solder, Operator
Pengecatan (Painting) dan Proses bahan Kimia lainnya.
8. Pelindung telinga
a) Penyumbat Telinga atau Ear Plug digunakan untuk melindungi alat
pendengaran yaitu telinga dari Intensitas Suara yang tinggi. Dengan
menggunakan Ear Plug, Intensitas Suara dapat dikurangi hingga 10 ~ 15
dB. Ear Plug biasanya digunakan oleh Pekerja yang bekerja di daerah
produksi yang memiliki suara mesin tinggi seperti SMT (Surface Mount
Technology) ataupun Mesin Produksi lainnya.
b) Penutup Telinga (Ear Muff)
Penutup Telinga atau Ear Muff adalah alat yang digunakan untuk
melindungi alat pendengaran dari Intensitas Suara yang tinggi. Ear Muff
dapat mengurangi intensitas suara hingga 20 ~ 30dB. Ear Muff terdiri dari
Head Band dan Ear Cup yang terbuat dari bantalan busa sehingga dapat
melindungi bagian luar telinga (daun telinga). Ear Muff sering digunakan
oleh Teknisi Mesin dan Generator (Genset).
4. Keselamatan Kerja Sebelum,sewaktu dan sesudah kerja
a. Sebelum Kerja
Keselamatan kerja yang harus diperhatikan sebelum melaksakan pekerja
meliputi :
1. Persiapan dan pemakaian pelengkapan keselamatan kerja untuk si pekerja
yakni; pakaian kerja sepatu kerja , helm , sarung tangan dan lain-lain.
2. Pemeriksaan alat-alat dan perlengkapan yang digunakan seperti;
pemeriksaan kepala palu , perlengkapan pengaman pada mesin-mesin dan
lain-lain
3. Pemeriksaan terhadap bahan yang akan dipekerjakan seperti pemeriksaan
sisi-sisi pelat yang tajam.
4. Lingkungan tempat bekerja juga perlu diperhatikan, sebab lingkungan
kerja yang nyaman dapat memberikan motivasi terhadapsi pekerja untuk
bekerja untuk bekerja untuk berja lebih kosenstrasi, sehingga
kemungkinan terjadinya kecelakaan kecil terjadi.
b. Sewaktu bekerja
1. Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2. Jangan coba-coba mengoperasikan mesin yang tidak mengetahui
prinsip-prinsip kerja yang benar tehadap pekerjaan- pekerjaan yang
dilakukan.
3. Si pekerja harus menguasai pengetahuan keselamatan kerja.
4. Konsentrsi penuh dalam bekerja.
c. Selesai Bekerja
Setelah selesai bekerja keselamatan kerja juga perlu mendapat perhatian. Sebab
akibat-akibat yang sering terjadi setelah selesai bekerja ini diantaranya terjadi
kerusakan pada peralatan dan mesin-mesin, juga memungkinkan terjadinya
kecelakaan terhadap si pekerja dan lingkungan tempat bekerja. Di samping itu
kelalaian yang sering terjadi adalah lupa mematikan panel kontrol listrik. Hal ini
sangat membahayakan bagi pekerja lainnya yang tidak mengetahui seperti tanpa
sengaja menekan tombol mesin atau terpijaknya kabel arus listrik dan
sebagainya.
Sumber :
[Link]
kesehatan-kerja-k3-umum/
[Link]
[Link]