A.
PEMAHAMAN DAN SARAN TERHADAP
KERANGKA ACUAN KERJA
1. Pemahaman Terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Dari kerangka Acuan Kerja dan penjelasan pekerjaan yang telah disampaikan oleh
pemberi tugas, pada prinsipnya dapat dipahami secara jelas oleh Penyedia Jasa.
Dalam pekerjaan akan dilakukan perumusan kondisi eksiting dan tingkat
perkembangan di masa yang akan datang. Penyedia Jasa telah mempelajari dengan
seksama dan memahami kerangka acuan kerja (KAK) yang dikeluarkan oleh Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tapanuli Tengah, maka kami
susun pendekatan dan metodologi pelaksanaan pekerjaan yang diharapkan akan
menghasilkan suatu Dokumen Rencana Induk SPAM (RISPAM) yang sesuai.
2. Tanggapan Terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Secara garis besar Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan “Penyusunan
Rencana Induk SPAM (RISPAM)” yang ada sudah memenuhi alur kerja yang
sistematis dan pada hakikatnya merupakan patokan dasar dalam pelaksanaan
pekerjaan yang di dalamnya telah di jelaskan secara rinci. oleh karena itu, pihak
Penyedia Jasa akan mengikuti semua ketentuan yang tercantum dalam KAK dan
syarat-syarat tersebut mulai dari tahapan mengikuti seleksi umum ini sampai dengan
tahapan pelaksanaan pekerjaan apabila pihak kami mendapat kepercayaan untuk
memenangkan seleksi ini.
Di samping itu dengan maksud untuk dapat memberikan masukan atau
pertimbangan bagi pihak panitia/direksi sehingga akan lebih menyempurnakan
Kerangka Acuan Kerja yang ada, diperlukan beberapa tanggapan terhadap Kerangka
Acuan Kerja. Untuk tanggapan yang lebih khusus tentang pemahaman terhadap
kerangka acuan kerja pekerjaan tersebut di atas dapat dilihat sebagai berikut :
Uraian Tanggapan/Saran
1. Latar Belakang Penyedia Jasa memahami bahwa Latar Belakang kegiatan
Penyusunan RISPAM ini adalah karena merupakan Kewajiban
menyusun Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan air
Minum (RISPAM), sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor
122 Tahun 2015 ini mengacu Permen PUPR No. 27/PRT/M/2016
tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum merupakan
tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemerintah
Kabupaten/Kota).
2. Maksud dan Tujuan Penyedia Jasa memahami bahwa
Maksud dari kegiatan ini adalah
Mengidentifikasi kebutuhan air minum pada daerah studi
perencanaan
Membantu Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam
menyusun rencana induk pengembangan SPAM didaerahnya.
Mengetahui program yang dibutuhkan untuk pencapaian
target pelayanan SPAM yang terukur pada setiap tahapan
rencana (per 5 tahun)
Memberikan masukan bagi pemerintah pusat, provinsi dan
kabupaten dalam upaya mengembangkan prasarana dan
sarana air minum di Kabupaten Tapanuli Tengah melalui
program berkelanjutan serta terpadu dengan prasarana dan
sarana sanitasi lingkungan
Mengevaluasi, updating data dan informasi terbaru
mengenai kebutuhan air masyarakat dan keberadaan
sumber air di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah
Mengevaluasi potensi sumber air baku bagi penyediaan air
bersih yang bersumber dari air permukaan, air tanah
dangkal dan air tanah dalam serta mata air di Kabupaten
Tapanuli Tengah
Mengevaluasi dan menyusun perencanaan dasar penyediaan
Uraian Tanggapan/Saran
dan pemanfaatan air baku
Menganalisa kebutuhan investasi dalam penyediaan sarana
air bersih.
Tujuan :
Menghasilkan draft dokumen rencana induk pengembangan
SPAM, yang akan dapat menjadi pedoman penyelenggaraan
pengembangan SPAM di wilayah studi perencanaan,
Kabupaten Tapanuli Tengah hingga 5 Tahun kedepan (2026)
dan nantinya di Perda kan dan di tetapkan oleh Surat
Keputusan Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah.
Tersedianya pedoman bagi pengambilan dan pemanfaatan
sumber air bersih .
Terpenuhinya kebutuhan air bersih dalam jumlah yang
cukup dengan kualitas yang memenuhi persyaratan air
minum bagi masyarakat sepanjang tahun
3. Sasaran Sasaran Penyusunan Rencana Induk SPAM (RISPAM) ini adalah:
Identifikasi permasalahan penyelenggara SPAM
Identifikasi kebutuhan penyelenggara SPAM (Unit Air Baku,
Produksi, Distribusi, Cakup Pelayanan, Pelayanan)
Tersusunnya strategi dan program penyelenggara SPAM
(Pola Investasi Dan Pembiayaan, Tahapan Pembangunan
SPAM)
4. Lokasi Pekerjaan Penyedia Jasa memahami Lokasi Penyusunan Rencana Induk
SPAM (RISPAM)di Kabupaten Tapanuli Tengah.
5. Sumber Pendanaan Penyedia Jasa memahami bahwa Pekerjaan ini dibiayai dari
dan Besarnya
Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten
Pembiayaan
Tapanuli Tengah Tahun Anggaran 2021 dan Dana yang
dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan ini kurang lebih
sebesar Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah).
6. Nama dan Penyedia Jasa memahami bahwa Pengguna Jasa Dinas Pekerjaan
Organisasi
Umum dan Penataan Ruang
Pengguna Jasa
7. Jangka Waktu Waktu pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan adalah 45
Uraian Tanggapan/Saran
Penyelesaian (Empat Puluh Lima) Hari kalender sejak diterbitkannya Surat
Pekerjaan
Perintah Melaksanakan Pekerjaan (SPMK).
8. Data dasar Penyedia Jasa memahami bahwa data dasar yang dibutuhkan dari
kegiatan Penyusunan RISPAM ini adalah Informasi Kabupaten
tentang Kondisi Eksisting SPAM
9. Standard Teknis Standart /Kriteria Perencana (KP) yang digunakan adalah
- Prosentase pelayanan
- Konsumsi pemakaian dalam l/orang/hari
- Jumlah orang atau jiwa per Kepala Keluarga (KK)
10. Lingkup Pekerjaan Secara Umum lingkup pekerjaan akan meliputi :
a) Kajian kepustakaan
b) Survei data primer dan sekunder, yang meliputu aspek
teknis, geografi dan sosial- ekonomi masyarakat
c) Pemantauan kuantitas dan kualitas potensi air baku
d) Diskusi dan pembahasan
e) Analisis dan penyusunan dokumen.
Sedangkan detil dari kegiatan yang akan dilakukan meliputi :
a) Melakukan evaluasi kondisi kota/kawasan, untuk
mengetahui karakter, fungsi strategis dan konteks regional
nasional kota/kawasan yang bersangkutan.
b) Melakukan evaluasi kondisi eksisting SPAM (tingkat
kehilangan air), dengan nginventarisasi peralatan dan
perlengkapan sistem penyediaan air minum eksisting.
c) Merencanaan sistem transmisi air minum dan distribusi
baik untuk SPAM jaringan perpipaan maupun SPAM bukan
jaringan perpipaan.
d) Melakukan identifikasi permasalahan dan kebutuhan
pengembangan, perkiraan kebutuhan air dan identifkasi air
baku serta kajian hidrologi.
e) Menentukan kriteria teknis dan standar pelayanan
yang akan diaplikasikan, yang meliputi tingkat pelayanan
Uraian Tanggapan/Saran
yang diinginkan, cakupan pelayanan, dan jenis pelayanan
yang dapat ditawarkan ke pelanggan jika kegiatan ini
direalisasikan.
f) Menyusun rencana kebutuhan air minum
g) Menentukan skala prioritas penggunaan sumber air baku,
kebutuhan kapasitas air baku (disesuaikan dengan rencana
kebutuhan air minum), dan menyusun rencana alokasi air
baku yang dibutuhkan untuk SPAM yang direncanakan.
h) Menyusun identifikasi potensi pencemar air baku,
identifikasi area perlindungan air baku, dan
menentukan jenis proses pengelolaan sanitasi (terutama
air limbah dan persampahan) di sekitar sumber air baku
petensial.
i) Menyusun program dan investasi pengembangan
SPAM untuk jangka pendek (2 tahun), jangka menengah
(5 tahun), dan jangka panjang (10-15 tahun) di wilayah
studi baik untuk kawasan perkotaan maupun perdesaan
berupa rencana tahapan pengembangan, rencana
pengembangan kelembagaan dan SDM, rekayasa awal
sistem, rekomendasi langkahlangkah penguasaan dan
pengamanan sumber air baku, serta rencana tindak lanjut
studi kelayakan.
j) Menyusun rencana pembiayaan dan pola investasi, yang
berupa indikasi besar biaya tingkat awal, sumber
pembiayaan, dan pola pembiayaan bagi pengembangan
SPAM, serta analisis finansial (tarif air).
k) Menyusun rencana konsep pengembangan kelembagaan
penyelenggara SPAM dan rencana berjalannya
penyelenggaraan SPAM tersebut serta peninjauan aspek
pemasaran dan manajemen.
l) Melakukan koordinasi dengan berbagai
stakeholders terkait untuk mendukung subtansi dokumen
Uraian Tanggapan/Saran
RI-SPAM yang sedang disusun .
11. Keluaran Penyedia Jasa memahami bahwa Keluaran dari kegiatan ini
adalah
Buku laporan dan buku Draft/Konsep Rencana Induk Sistem
Pengembangan Air Minum yang siap ditindaklanjuti pemerintah
kabupaten untuk menjadi dokumen legal Rencana Induk
Pengembangan SPAM Kabupaten Tapanuli Tengah
12. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa memahami Batasan Kegiatan yang dipersyaratkan
Penyedia Jasa
oleh Pengguna Jasa.
13. Personil Penyedia jasa memahami dan akan menyediakan personil sesuai
dengan yang dipersyaratkan dalam KAK.
14. Output dan Pelaporan Penyedia jasa memahami bahwa Laporan yang harus diserahkan
antara lain :
a. Laporan Pendahuluan
Konsep Laporan Pendahuluan harus diserahkan 15 hari
setelah SPMK yang berisikan penjelasan kembali terhadap
metodologi, rencana kerja dan susunan personel termasuk
base- line informasi yang telah di-update terhadap
kerangka penugasan, konsepsi- konsepsi, wilayah studi dan
standar teknis penanganan awal. Laporan Pendahuluan
disiapkan sebanyak 5 (Sepuluh) copy untuk diserahkan pada
pemilik pekerjaan. berikut file dalam cakram padat (compact
disc).
b. Laporan Akhir
Selambat-lambatnya 45 hari setelah SPMK, konsultan harus
menyerahkan Konsep Laporan Akhir yang berisikan pokok
sasaran sesuai dengan sasaran dan ruang lingkup studi
dilengkapi dengan peta rencana pengembangan sistem
sesuai prioritas yang ditentukan. Untuk keperluan
pembahasan, Konsep Laporan Akhir disiapkan sebanyak 10
(sepuluh) copy. Disertai dengan album peta yang berisi peta-
peta rencana sebagai hasil dari analisis data berikut file
Uraian Tanggapan/Saran
dalam cakram padat (compact disc).
B. PENDEKATAN DAN METODOLOGI
Rencana induk pengembangan SPAM adalah suatu rencana jangka panjang (15-20
tahun) yang merupakan bagian atau tahap awal dari perencanaan air minum
jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan berdasarkan proyeksi kebutuhan
air minum pada satu periode yang dibagi dalam beberapa tahapan dan memuat
komponen utama
sistem beserta dimensi-dimensinya. Mengacu pada Peraturan Pemerintah No.122
tahun 2015, maka rencana induk pengembangan SPAM disusun berdasarkan rencana
pengelolaan sumber daya air, rencana tata ruang wilayah, kebijakan dan strategi
pengembangan SPAM, kondisi setempat (lingkungan, budaya, sosial, ekonomi),
kondisi kota serta rencana pengembangan kota.
Metoda pelaksanaan yang dibuat dalam kegiatan Penyusunan Rencana
Induk Sistem Penyediaan Air Minum Tapanuli Tengah ini secara garis besar disusun
dalam langkah-langkah dan tahapan sebagai berikut.
I. Kajian kepustakaan/studi terdahulu terkait dengan kebijakan dan strategi
pengembangan SPAM, landasan hukum pengembangan SPAM, kebijakan dan
tata cara implementasinya, RTRW, dan acuan normatif terkait lainnya.
II. Pengumpulan data sekunder ( RTRW, BPS, data PDAM, Perda) dan survey data
primer (kuantitas dan kualitas air baku, koordinat dan elevasi, identifikasi
kebutuhan air)
III. Identifikasi dan evaluasi kondisi SPAM eksisting (teknis dan non teknis, cakupan
& kualitas pelayanan, idle capacity, kehilangan air, kondisi keuangan dan tarif
air)
IV. Analisis dan penyusunan rencana pengembangan SPAM ( kebijakan tata ruang,
teknis teknologi SPAM, ekonomi, dan kelembagaan)
V. Pelaporan (Laporan Pendahuluan, Laporan Antara, Konsep Laporan Akhir dan
Laporan Final)
VI. Diskusi dan pembahasan laporan
Tahapan kegiatan tersebut digambarkan dalam diagram sebagaimana pada
Gambar 1 berikut:
DATA SEKUNDER
I
Tata Ruang Kab. Tapanuli Tengah
Peta Hidrogeologi, Rupa Bumi, Geologi
Statistik Sosial-Ekonomi-Budaya dan
Kesehatan (BPS)
Kondisi Pelayanan Air Minum (PDAM)
Statisik Keuangan Daerah
PENGUMPULAN Organisasi dan Tata Laksana Pemerintahan
DATA
&
INFORMASI DATA PRIMER
Kondisi Air Tanah Dangkal
Alternatif Sumber Air Baku
Kuantitas (debit) & Kualitas Air
Kordinat & Elevasi Sumber Air
Jarak daerah pelayanan
Jalur Pipa Transmisi dan Distribusi
II Kinerja, tingkat, periode dan
jangkauan pelayanan
Iddle capacity
IDENTIFIKASI Angka kehilangan air
DAN Prosedur, kondisi operasi dan
EVALUASI perawatan
Cakupan Pelayanan
Proyeksi Kebutuhan air
Daerah layanan
Kemampuan keuangan daerah
III Rencana Umum
Rencana Jaringan
Rencana Kegiatan Pengembangan
RENCANA Rencana Sumber Dan Alokasi Air Baku
Rencana Keterpaduan Prasarana/Sarana
Sanitasi
Rencana Pembiayaan Dan Pola Investasi
Rencana Pengembangan Kelembagaan
Gambar 1 Diagram Tahapan Kegiatan
A. Metode Pengumpulan Data
Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum diawali dengan
mengumpulkan data primer dan sekunder sebagai gambaran kondisi awal dalam
perencanaan.
Untuk memperoleh data sekunder digunakan instrument checklist, daftar
isian dan penggandaan (copy), sedang untuk memperoleh data primer digunakan
instrument:
Format Pendataan
Survey pengukuran : GPS, meteran, stopwatch
Pengambilan sampel air dan uji laboratorium
Data sekunder dan data primer dimaksud yang diperlukan, antara lain meliputi :
Data geografis, klimatologi, topografi, geologi, geohidrologi
Peta Administratif [Link] Tengah
Arahan Struktur Ruang, Pola Ruang dan Kawasan Strategis (Rencana Tata
Ruang Wilayah/RTRW)
Data demografi, laju pertumbuhan penduduk
Data social ekonomi
Data keuangan daerah
Data kesehatan-kondisi sanitasi
Data prasarana perekonomian
Sarana dan prasarana
Data kondisi PDAM : kelembagaan/ keuangan/ tarif air, unit SPAM, kapasitas
terpasang, kapasitas produksi, periode pelayanan, jumlah pelanggan, konsumsi
air, kehilangan air, wilayah pelayanan.
Sumber air baku : debit air, kualitas air, koordinat, elevasi, wilayah tangkapan
air
Data-data sekunder dan primer tersebut dapat diperoleh dari instansi
terkait dengan prosedur sebagai berikut :
1. Membawa surat pengantar untuk melakukan survey dan pengambilan data.
2. Menggandakan data – data yang diperoleh
3. Mendokumentasikan pengukuran di lapangan serta mengumpulkan informasi
dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pihak terkait.
B. Metode Identifikasi dan Evaluasi
B.1 Identifikasi dan Evaluasi Daerah Layanan SPAM Perpipaan
Survey Identifikasi dan Pengkajian Wilayah Studi dan Wilayah Pelayanan
Survey wilayah studi dan wilayah pelayanan dilaksanakan dengan mengikuti
ketentuan-ketentuan teknis survey sebagai berikut:
- Peta RTRW berupa peta rencana struktur & pola ruang, dan kawasan strategis
telah diperoleh dan dijadikan acuan dalam pelaksanaan survey.
- Peta Jaringan Pipa PDAM telah di peroleh dan dijadikan acuan dalam
pelaksanaan survey.
- Melakukan identifikasi zona pelayanan, berdasarkan kondisi geografis, prioritas
air baku dengan pertimbangan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan
pengembangan SPAM.
- Melakukan identifikasi kepadatan penduduk berdasarkan data sekunder dan
pengamatan visual lapangan.
- Melakukan identifikasi kawasan strategis yang membutuhkan pelayanan air
minum.
Metode Evaluasi Daerah Layanan SPAM
Pada dasarnya sasaran wilayah pelayanan suatu daerah tergantung pada fungsi
strategis kota atau kawasan, tingkat kepadatan penduduk, tingkat kepuasan
pelayanan dan potensi air tanah dangkal. Wilayah pelayanan tidak terbatas pada
wilayah administrasi yang bersangkutan sesuai hasil kesepakatan dan koordinasi
dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka menunjang pembangunan sistem
penyediaan air minum.
B.2 Metode Evaluasi Demografi
Tingkat kekotaan wilayah pelayanan dapat dibedakan menjadi beberapa
kategori berdasarkan jumlah penduduk.
No. Kategori Wilayah Jumlah Penduduk (Jiwa) Jumlah Rumah
1 Kota > 1.000.000 > 200.000
2 Metropolitan 500.000 – 1.000.000 100.000 – 200.000
3 Kota Besar 100.000 – 500.000 20.000 – 100.000
4 Kota Sedang 10.000 – 100.000 2.000 – 20.000
5 Kota Kecil Desa 3.000 – 10.000 600 – 2.000
Sumber : Permen PU No.18 tahun 2007
Proyeksi penduduk dapat menggunakan salah satu dari metode Arithmatik,
geometric, kuadrat terkecil (least square), atau metode lainnya sesuai dengan
karakteristik pertumbuhan penduduk kota/wilayah.
1. Metode Arithmatik
Penggunaan metode Arithmatik pada kota/wilayah yang memiliki karakterik
pertumbuhan penduduknya relative konstan setiap tahunnya.
Rumus: Pn= P0 + Ka(Tn – T0)
Dimana: Pn = jumlah penduduk pada tahun ke n;
P0= jumlah penduduk pada tahun dasar;
Tn= tahun ke n;
T0= tahun dasar;
Ka= konstanta arithmatik (pertumbuhan penduduk rata-rata dari T 0
hingga Tn).
2. Metode Geometrik
Penggunaan metode Geometrik pada kota/wilayah yang memiliki karakteristik
pertumbuhan penduduknya mengalami peningkatan dengan laju pertumbuh-an
yang relatip sama pada setiap tahunnya
Rumus: Pn= Po (1 + r)n
Dimana Pn= jumlah penduduk pada tahun ke n;
P0= jumlah penduduk pada tahun dasar;
r= laju pertumbuhan penduduk rata-rata dari tahun 0 hingga tahun n;
n= jumlah interval tahun (n-0).
3. Metode Kuadrat Terkecil
Penggunaan metode Kuadrat Terkecil pada kota/wilayah yang memiliki data
karakteristik pertumbuhan penduduknya yang mengalami peningkatan secara
linier atau multi-linier. Metode yang paling umum digunakan adalah metode
regresi linier dengan runus Y= a +bX dimana Y= nilai variable jumlah penduduk
berdasarkan garis linier, X= nilai variable bebas yang memiliki korelasi tinggi
terhadap pertumbuhan penduduk, a= konstanta, dan b= koefisien arah garis
linier Y= a + bX.
b= (nYX – xY)/(nX2- xX)
a= –b dimana = Y/n dan = x/n
n= jumlah tahun
Untuk menentukan metode proyeksi jumlah penduduk yang akan digunakan dengan
hasil perhitungan yang paling mendekati harus dilakukan analisis dengan
menghitung standar deviasi atau koefisien korelasi.
1. Rumus Standar Deviasi: S2= xi- )2/(n-1) untun n> 20, dan
S2= xi- )2/n untun n≤ 20.
Metode perhitungan proyeksi penduduk yang paling tepat adalah metoda yang
memberikan harga standar deviasi terkecil.
2. Rumus Koefisien korelasi (r): r2= (YX-n )2/(X2- n 2)(Y2- n 2)
Metode perhitungan proyeksi jumlah penduduk dengan koefisien paling
mendekati 1 adalah metoda yang terpilih.
B.3 Identifikasi dan Evaluasi Sumber Daya Air Baku
Identifikasi Sumber Daya Air Baku
Dalam melaksanakan identifikasi sumber air baku harus memenuhi ketentuan teknis
sebagai berikut:
- Menggunakan Peta Hidrologi/ Peta Geohidrologi/Peta Rupa Bumi sebagai acuan
pemilihan alternative sumber air baku.
- Menentukan lokasi pengambilan sumber air baku beberapa alternative dengan
menggunakan peralatan GPS untuk mendapatkan koordinat dan elevasi.
- Sumber air baku harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
Debit andalan dari sumber air baku mencukupi untuk digunakan sebagai
sumber air baku air minum
Pemanfaatan sumber air baku terhindar dari potensi konflik social dan
potensial untuk mendapatkan SIPA
Sumber air baku harus terhindar dari potensi pencemaran
Kualitas air baku harus memenuhi ketentuan baku mutu air baku yang
berlaku
Jarak sumber air baku kedaerah pelayanan yang paling menguntungkan
dari berbagai aspek penilaian
Sumber air baku terdiri dari beberapa jenis, yaitu mata air, air tanah dalam dan air
permukaan (sungai, embung/danau dan waduk).
Kegiatan survey ini mengacu kepada SNI 06-2412-1991 tentang metode
pengambilan contoh uji kualitas air. Ambil contoh air untuk diperiksa di laboratorium
lengkapi dengan data lokasi, nomor contoh dan waktu pengambilan yang ditulis pada
label dan ditempel pada tempat contoh air.
Evaluasi Sumber Daya Air Baku
Terhadap keberadaan air baku dilakukan evaluasi data sumber air baku, debit
air baku (kuantitas), lokasi dan kualitasnya. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan
tabel kriteria berikut ini.
Tabel 1 Evaluasi Alternatif Air Baku
No Sumber Air Baku Data Yang Diperlukan Keterangan
1. Mata Air Lokasi dan ketinggian Sumber layak dipilih jika tidak ada konflik
Kualitas air ( visual dan kepentingan (musyawarah)
pemeriksaan laboratorium) Kualitas dan kuantitas memenuhi
Kuantitas dan kontinuitas air ketentuan yang berlaku
(hasil pengamatan dan
pengukuran pada musim
kemarau)
Peruntukan saat ini
Kepemilikan lahan di sekitar mata
air
Jarak ke daerah pelayanan
Hal-hal yang mempengaruhi
kualitas
Akses jalan masuk
Akses PLN (jika diperlukan)
2. Air Tanah Lokasi Untuk mengetahui kondisi air tanah
Kualitas, kuantitas dan kontinuitas dalam di lokasi, perlu pembanding dari
data sumur bor yang ada pada areal
pelayanan. Sedangkan untuk mengetahui
kondisi air tanah dangkal dapat melihat
peta kondisi air tanah yang dikeluarkan
oleh Ditjen Geologi Tata Lingkungan
3. Air Permukaan Lokasi dan ketinggian Sumber dipilih dengan kajian alternative
Kualitas air ( visual dan yang paling potensial dan
pemeriksaan laboratorium) menguntungkan
Kuantitas dan kontinuitas air
( hasil pengamatan dan
pengukuran pada kondisi
normal)
Peruntukan saat ini
Jarak ke unit pengolahan dan ke
daerah pelayanan
Hal-hal yang mempengaruhi
kualitas
Akses jalan masuk
Akses PLN (jika diperlukan)
A. Evaluasi Kualitas Air
Proses pengolahan air baku air minum agar menjadi air yang memenuhi
persyaratan standar air minum yang diterapkan saat ini, secara umum mencakup
proses fisik, kimiawi dan biologis.
Standard kualitas air baku air minum mengacu pada Peraturan Pemerintah RI
No.82 tanggal 14 Desember 2001 tentang standar kualitas air baku.
Sebagai gambaran efektivitas proses pengolahan air secara fisik-kimiawi-
biologis terhadap parameter yang melebihi standar kualitas air minum pada air baku
alamiah, tersebut dapat diuraikan secara kualitatif sebagai berikut :
Tabel 2 Efektivitas Proses Pengolahan Air
Proses Pengolahan Air
Parameter Aerasi Koagulasi Sedimentas Saringan Saringan Klorinasi
Kualitas *) Flokulasi i Pasir Pasir **)
Air **) *) Cepat *) Lambat
***)
Kandungan
Oksigen + 0 0 - -- +
Terlarut
Kandungan
Karbon - 0 0 + ++ +
Dioksida
Pengurangan 0 +++ + +++ ++++ 0
Kekeruhan
Pengurangan 0 ++ + + ++ ++
Warna Air
Pengurangan
Rasa dan ++ + + ++ ++ +
Bau
Pengurangan 0 + ++ ++ ++++ ++++
Bakteri
Pengurangan
Besi dan ++ + + ++++ ++++ 0
Mangan
Pengurangan
Materi + + ++ +++ ++++ +++
Organik
Sumber : dari berbagai literatur
++++ efek positif dan peningkatannya *) proses fisik
0 tidak ada efek **) proses kimiawi
_ efek negative/ pengurangan ***) proses fisik-biologis
B.4 Identifikasi dan Evaluasi Reservoir Distribusi
Air yang dihasilkan dari IPA (Instalasi Penjernihan Air) dapat ditampung
dalam reservoir air yang berfungsi untuk menjaga kesetimbangan antara produksi
dengan kebutuhan, sebagai penyimpan kebutuhan air dalam kondisi darurat (system
fire hydrant), dan sebagai penyediaan kebutuhan air untuk keperluan instalasi.
Volume reservoir pelayanan (service reservoir) ditentukan berdasarkan
pertimbangan sebagai berikut:
a. Jumlah volume air maksimum yang harus ditampung pada saat pemakaian air
minimum ditambah volume air yang harus disediakan pada saat pengaliran jam
puncak karena adanya fluktuasi pemakaian air di wilayah pelayanan dan periode
pengisian reservoir.
b. Cadangan air untuk pemadam kebakaran kota sesuai dengan peraturan yang
berlaku untuk daerah setempat Dinas Kebakaran.
Lokasi dan tinggi reservoir ditentukan berdasarkan pertimbangan sebagai
berikut:
a. Reservoir pelayanan di tempat sedekat mungkin dengan pusat daerah
pelayanan, kecuali kalau keadaan tidak memungkinkan.
b. Selain itu harus dipertimbangkan pemasangan pipa paralel;
c. Tinggi reservoir pada sistem gravitasi ditentukan sedemikian rupa sehingga
tekanan minimum sesuai hasil perhitungan hidrolis dijaringan pipa distribusi.
d. Muka air reservoir rencana diperhitungkan berdasarkan tinggi muka air
minimum;
e. Jika elevasi muka tanah wilayah pelayanan bervariasi, maka wilayah pelayanan
dapat dibagi menjadi beberapa zona wilayah pelayanan yang dilayani masing-
masing dengan satu reservoir.
B.5 Identifikasi dan Evaluasi Rencana Jaringan Utama
Pipa transmisi distribusi pada dasarnya harus dirancang untuk dapat
mengalirkan debit aliran untuk kebutuhan jam puncak, sedangkan pipa transmisi air
baku dirancang mengalirkan kebutuhan maksimum.
Pipa transmisi sedapat mungkin harus diletakkan sedemikian rupa dibawah
level garis hidrolis untuk menjamin aliran sebagaimana diharapkan dalam
perhitungan agar debit aliran yang dapat dicapai masih sesuai, untuk menentukan
kapasitas yang optimal digunakan model analisa optimasi investasi ( link vesion).
Sistem transmisi harus menerapkan metode-metode yang mampu
mengendalikan pukulan air (water hammer) yaitu bilamana sistem aliran tertutup
dalam suatu pipa transmisi terjadi perubahan kecepatan aliran air secara tiba-tiba
yang menyebabkan pecahnya pipa transmisi atau berubahnya posisi pipa transmisi
dari posisi semula.
Tabel 3 Kriteria Pipa Transmisi
No Uraian Notasi Kriteria
1 Debit Perencanaan Q max Kebutuhan air hari maksimum
Q max = F max x Q rata-rata
2 Faktor hari maksimum Fmax 1,10 – 1,50
3 Jenis saluran Pipa atau saluran terbuka
4 Kecepatan aliran air dalam pipa
a) Kecepatan minimum V min 0,3-0,6 m/det
b) Kecepatan maksimum
-Pipa PVC V max 3,0-4,5 m/det
-Pipa DCIP V max 6,0 m/det
5 Tekanan air dalam pipa
a) Tekanan minimum H min 1 atm
b) Tekanan maksimum
-Pipa PVC H maks 6-8 atm
-Pipa DCIP 10 atm
-Pipa PE 100 12,4 Mpa
-Pipa PE 80 9,0 Mpa
6 Kecepatan saluran terbuka
a) Kecepatan minimum V min 0,6 m/det
b) Kecepatan maksimum V maks 1,5 m/det
7 Kemiringan saluran terbuka S (0,5 -1) 0/00
8 Tinggi bebas saluran terbuka Hw Minimum 15 cm
9 Kemiringan tebing terhadap 450 (utk bentuk trapezium)
dasar saluran
*) Saluran terbuka hanya digunakan untuk transmisi air baku ;
Sumber : Permen PU No.18 tahun 2007
Perencanaan teknis pengembangan SPAM unit distribusi dapat berupa
jaringan perpipaan yang terkoneksi satu dengan lainnya membentuk jaringan
tertutup (loop), sistem jaringan distribusi bercabang (dead-end distribution system),
atau kombinasi dari kedua sistem tersebut (gradesystem).
Bentuk jaringan pipa distribusi ditentukan oleh kondisi topografi, lokasi
reservoir, luas wilayah pelayanan, jumlah pelanggan dan jaringan jalan dimana pipa
akan dipasang. Perhitungan hidrolis dilakukan dengan metoda Hardy Cross,
menggunakan soft ware Epanet.
Ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam perancangan denah (lay-
out) sistem distribusi adalah sebagai berikut:
a. Denah (Lay-out) sistem distribusi ditentukan berdasarkan keadaan topografi
wilayah pelayanan dan lokasi instalasi pengolahan air;
b. Tipe sistem distribusi ditentukan berdasarkan keadaan topografi wilayah
pelayanan;
c. Jika keadaan topografi tidak memungkinkan untuk sistem gravitasi seluruhnya,
diusulkan kombinasi sistem gravitasi dan pompa. Jika semua wilayah pelayanan
relatif datar, dapat digunakan system perpompaan langsung, kombinasi dengan
menara air, atau penambahan pompa penguat (booster pump);
d. Jika terdapat perbedaan elevasi wilayah pelayanan terlalu besar atau lebih dari
40 m, wilayah pelayanan dibagi menjadi beberapa zone sedemikian rupa
sehingga memenuhi persyaratan tekanan minimum.
Untuk mengatasi tekanan yang berlebihan dapat digunakan katup pelepas
tekan (pressure reducing valve). Untuk mengatasi kekurangan tekanan dapat
digunakan pompa penguat.
Tabel 4 Kriteria Pipa Distribusi
No. Uraian Notasi Kriteria
1 Debit Perencanaan Q puncak Kebutuhan air jam puncak
Q peak = F peak x Q rata-rata
2 Faktor jam puncak F puncak 1,15 - 3
3 Kecepatan aliran air dalam pipa
a) Kecepatan minimum
V min 0,3 – 0,6 m/det
b) Kecepatan maksimum
Pipa PVC atau ACP V max 3,0 – 4,5 m/det
Pipa baja atau DCIP V max 6,0 m/det
4 Tekanan air dalam pipa
a) Tekanan minimum h min (0,5-1,0) atm,pada titik jangkauan
pelayanan terjauh
b) Tekanan maksimum
Pipa PVC atau ACP h max 6-8 atm
Pipa baja atau DCIP h max 10 atm
Pipa PE 100 h max 12,4 MPa
Pipa PE 80 h max 9,0 MPa
Sumber : Permen PU No.18 tahun 2007
B.6 Identifikasi dan Evaluasi Sumber Pendanaan Dan Keuangan
Langkah pelaksanaan kegiatan survey biaya, sumber pendanaan dan
keuangan untuk kegiatan perencanaan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan data eksisting PDAM : jumlah pelanggan, konsumsi air, harga air
rata-rata.
2. Mengumpulkan data laporan keuangan yang terdiri dari biaya –biaya,
pendapatan dan laba-rugi.
3. Mengumpulkan data kemampuan sumber pendanaan daerah
4. Mengumpulkan data sekunder kemampuan masyarakat untuk mengetahui data
masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat mampu
5. Analisa biaya operasional, pemeliharaan untuk SPAM yang akan dikembangkan
6. Evaluasi peluang adanya KPS (kerja sama pemerintah dan swasta), pinjaman
perbankan dengan perkiraan besar Rate of Return, NPV, IRR berdasarkan
kondisi tarif air yang ada dan rencana.
7. Analisa alternative sumber pembiayaan
C. RENCANA KERJA
Kegiatan konsultan berupa Penyusunan Rencana Induk SPAM Kabupaten
Tapanuli Tengah. Dengan demikian kerja sama yang baik sangat diperlukan dengan
instansi terkait pada Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah yang menjadi
penerima manfaat dari kegiatan ini.
Tahapan kegiatan/ aktivitas pekerjaan ini berdasarkan keluarannya secara
garis besar mencakup kegiatan yang saling berkaitan seperti pada Bagan Alir
Kegiatan Konsultan (Gambar 2.), yaitu :
I. Kajian kepustakaan/studi terdahulu terkait dengan kebijakan dan strategi
pengembangan SPAM, landasan hukum pengembangan SPAM Regional,
kebijakan dan tata cara implementasinya, RTRW, RI SPAM Kabupaten/Kota, dan
acuan normatif terkait lainnya.
II. Pengumpulan data sekunder ( RTRW, BPS, data PDAM, Perda) dan survey data
primer (kuantitas dan kualitas air baku, koordinat dan elevasi, identifikasi
kebutuhan air)
III. Identifikasi dan evaluasi kondisi SPAM eksisting (teknis dan non teknis, cakupan
& kualitas pelayanan, idle capacity, kehilangan air, kondisi keuangan dan tarif
air)
IV. Analisis dan penyusunan rencana pengembangan SPAM ( kebijakan tata ruang,
teknis teknologi SPAM, ekonomi, dan kelembagaan)
V. Pelaporan (Laporan Pendahuluan, Laporan Data & Analisa, Draft Laporan Akhir
dan Laporan Akhir)
VI. Diskusi dan pembahasan laporan
Metode kerja yang akan diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan
untuk pencapaian keluaran yang diinginkan dalam KAK tersebut di atas, akan
dilakukan konsultan dengan pola operasional sebagai berikut:
Studi referensi yang dibedakan sebagai acuan normative dan acuan keilmuan
yang relevan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Pemetaan cakupan dan intensitas pelayanan air minum yang ada pada wilayah
perkotaan Sibolga dan Pandan, serta permasalahan dan kendala yang dihadapi.
Identifikasi kebutuhan air dan prioritas air baku yang dapat digunakan untuk
kedua wilayah tersebut saat ini dan di masa mendatang.
Penyusunan outline plan system penyediaan air minum yang bersifat regional
dan pentahapannya.
Melakukan justifikasi teknis & keuangan pengembangan SPAM Regional
Penyusunan konsep kelembagaan penyelenggara SPAM Regional.
Melakukan koordinasi untuk membangun persepsi dan sinergitas.
Melakukan ekspose/ diskusi
Melakukan penyempurnaan konsep
Menyerahkan Laporan Akhir
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut ada pekerjaan yang dapat dilakukan
bersamaan sekaligus/ paralel dan ada pekerjaan yang mesti dilakukan secara seri,
dimana kegiatan analisa dan proyeksi dapat dilakukan manakala data yang
diperlukan sudah diperoleh.
Gambar [Link] Alir Kegiatan Konsultan
Inventori Data Brain storming,
Mobilisasi Koordinasi/ sekunder/ studi penyusunan
Personil, Konsolidasi yang ada/ data kriteria, pemilahan
Peralatan Internal ,Pendalaman PDAM skala prioritas
KAK
Koordinasi, Status, kondisi, issue, Penyusunan
permasalahan, base line Metodologi, Laporan
sosialisasi y
kegiatan Rencana Kerja , Pendahuluan
kegiatan, a
identifikasi Format – Format
permasalahan pendataan
Justifikasi Teknis:
Pemetaan Hidrolika, Perpipaan,
cakupan & Hidrologi, Sosek, Penyusunan Konsep Rencana Induk
intensitas Keuangan SPAM Regional;
pelayanan, Rapat pembahasan/ diskusi
permasalahan
dan kendala yg
dihadapi
Data & Draft Revisi Laporan
y Analisa [Link] Akhir
a
Identifikasi
kebutuhan air &
prioritas air baku Pengembangan
kelembagaan
Penyelenggara
Kompilasi Data: SPAM
RTRW, air baku,
topografi, Sosial
Ekonomi, Tarif Air,
Keuangan, dll
Organisasi dan Personil
Konsultan dalam tugasnya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten
Tapanuli Tengah (Bappeda, PDAM dan instansi terkait lainnya).
Dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut, perlu dicermati
koordinasi pekerjaan agar dapat dicapai pelaksanaan pekerjaan yang efektif dan
terukur dengan baik sesuai dengan tupoksi masing-masing pada tahap –tahap
pelaksanaan kegiatan.
Dalam rangka efektivitas pelaksanaan pekerjaan, maka setiap tenaga ahli harus
mempersiapkan format-format pendataan, peralatan yang diperlukan sebelum
dilakukan survey lapangan.
Keberhasilan kegiatan penyusunan Rencana Induk SPAM Kabupaten Tapanuli
Tengah sangat bergantung pada dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah,
antara lain dalam hal memfasilitasi data sekunder yang diperlukan, seperti : RTRW,
Data PDAM, Peta Jaringan Distribusi, dan lain-lain.
Ketersediaan data sekunder tersebut akan sangat membantu masing-masing
tenaga ahli dalam melakukan analisa dan proyeksi-proyeksi, serta penyusunan rencana
pengembangan SPAM regional.
Struktur Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan
Penyusunan RI SPAM Regional [Link] Tengah
Instansi :
Dinas Pekerjaan Umum dan
-Bappeda
Penataan Ruang Kabupaten
-PDAM /UPTD
Tapanuli Tengah
Tim Teknis
TEAM LEADER
Konsultan
AHLI
PERENCANAAN WILAYAH
KOTA
AHLI SUMBER DAYA AIR
AHLI EKONOMI
Jadwal tahapan pekerjaan untuk seluruh kegiatan ini secara garis besar, seperti pada Tabel 5
TABEL 5
Rencana Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
Durasi (Bulan)
No
Kegiatan I II
.
1 2 3 4 1 2
I. Mobilisasi dan Laporan Pendahuluan
1,1 Mobilisasi Personil & Peralatan
1,2 Pemahaman KAK, pemetaan kondisi awal, issue strategis
1,3 Penyusunan Metodologi
1,4 Penyusunan Rencana Kerja
1,5 Penyiapan Format-Format Pendataan
1,6 Penyusunan Laporan Pendahuluan
II. Koordinasi & Survei Lapangan
III
. Penyusunan Laporan Data & Analisa
3,1 Statistik : klimatologi, demografi, sosial ekonomi, kesehatan
3,2 Tata Ruang : struktur ruang, pola ruang, kawasan strategis
3,3 PDAM : kelembagaan, kondisi prasarana, pelayanan
3,4 Keuangan Daerah
3,5 Air Baku : alternatif, prioritas, debit & kualitas air, elevasi
3,6 Analisa & proyeksi
IV. Penyusunan Rencana Induk SPAM
4,1 Rencana SPAM & jaringan utama
4,2 Perkiraan biaya Investasi, O&M, NPV, IRR, pola pendanaan
4,3 Pengembangan Kelembagaan
4,4 Penyusunan Konsep Laporan Akhir
V. Laporan Akhir
5,1 Presentasi/ Diskusi Konsep Laporan Akhir
5,2 Perbaikan/ Penyempurnaan
5,3 Laporan Akhir
Dengan jangka waktu pelaksananaan pekerjaan tersebut, kebutuhan tenaga ahli dan
durasinya disusun berdasarkan Komposisi Tim dan Penugasan, seperti pada Tabel 6
Tabel 6 Komposisi Tim dan Penugasan
Jumlah
Lingkup Posisi
No. Nama Personil Uraian Pekerjaan Orang
Keahlian Diusulkan
Bulan
1 Ronald Leonardo Ahli Teknik Team Leader Koordinator Tim 1,5
Siregar, ST,MT Lingkungan Koordinasi External
Penyiapan Laporan
Survei Lapangan
Mengarahkan Output
Menyampaikan Ekspose
2 Hasrul Rizka, ST Ahli Perencanaan Ahli Perencanaan Membantu Penyiapan 1,5
Wilayah Wilayah Laporan
Survei Lapangan
Interpretasi RTRW & arahan
pengembangan perkotaan
Proyeksi Penduduk
3 Hendrik Setiawan Ahli Teknik Ahli Teknik • Justifikasi Teknis : 1,5
Sumber Daya Air Sumber Daya Air identifikasi prioritas air
baku, proyeksi kebutuhan
air, kapasitas sistem air
minum, pengolahan air,
hidrolika, perpipaan,
kebutuhan mekanikal dan
daya listrik
4 Ardianto Panjaitan, SE Ahli Ekonomi Ahli Ekonomi Membantu Penyiapan 1,5
Laporan
identifikasi kondisi social
ekonomi areal pelayanan
Analisa Indikasi Kelayakan
Investasi : IRR, NPV
Interpretasi keuangan
daerah
Menyusun pola pendanaan
program
5 To be name Surveyor Surveyor Membantu Tim 1,5
To be name Surveyor Surveyor Membantu Tim 1,5
To be name Surveyor Surveyor Membantu Tim 1,5
To be name Administrasi Administrasi Membantu Tim 1,5
To be name Operator Operator Membantu Tim 1,5
Komputer Komputer
To be name Drafman Drafman Membantu Tim 1,5
To be name Drafman Drafman Membantu Tim 1,5