2.
MENYUSUN DAFTAR KERJA
Anda selanjutnya akan diarahkan untuk menyusun daftar pekerjaan, mulai dari
memasukkan tanggal mulai proyek hingga menghubungkan pekerjaan.
MENENTUKAN TANGGAL MULAI PROYEK
1. Aktifkan lembar kerja Microsoft Project, Pada menu PROJECT, KLIK PROJECT
INFORMATION.
2. Ketik tanggal dimulainya Proyek pada kotak START DATE, kemudian klik OK.
MENYUSUN DAFTAR PEKERJAAN DAN WAKTU DURASI
Setelah menentukan tanggal mulai suatu pekerjaan, selanjutnya menyusun
daftar pekerjaan (task name) seperti contoh berikut:
TASK NAME DURASI
[Link] Persiapan 0d
2. pembersihan lokasi 1d
3. membuat gudang 4d
4. pembuatan bouwplank dan ukuran 2d
5. Pekerjaan Pondasi 0d
6. menggali tanah 1w
7. membuat lantai Kerja 4d
8. mengecor pondasi dan sloof 10d
9. Pekerjaan Beton 0d
10. pengecoran kolom 2d
11. pengecoran balok dan lisplang 2d
12. pengecoran tangga 1d
13. Pekerjaan Pemasangan 0d
14. pemasangan bata 45d
15. membuat plesteran 3w
16. mambuat benangan 2w
17. pekerjaan pemasangan selesai 0d
18. Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela 0d
19. memasang kusen 1w
20. memasang jendela dan pintu 2w
21. Pekerjaan Atap 0d
22. memasang kuda-kuda 2w
23. memasang gording 1w
24. memasang usuk dan reng 1w
25. memasang genteng 1w
26. memasang talang 1w
27. Pekerjaan Plafond 0d
28. memasang rangka 3w
29. memasang penutup triplek 10d
30. memasang list profil 3w
31. pekerjaan atap dan plafond selesai 0d
32. Pekerjaan Lantai 0d
33. memasang keramik dan tegel 3w
34. Pekerjaan Sanitasi 0d
35. membuat saluran talang tegak 2w
36. membuat saluran air kotor dan hujan 2w
37. membuat septic tank 1w
38. membuat tandon 3w
39. memasang kloset bathtub 1w
40. memasang porselen dinding dan lantai 1w
41. memasang avoer 3w
42. Pekerjaan Instalasi 0d
43. instalasi air dan pompa 4d
44. instalasi listrik 3w
45. Pekerjaan cat dan pelitur 0d
46. mengecat dinding 3w
47. mengecat plafond 3w
48. mempelitur kusen dan daun jendela 3w
49. pekerjaan cat dan pelitur selesai 0d
MENGELOMPOKKAN PEKERJAAN
Hal ini disebut outlining agar lebih mudah menganalisa dan mengubah tugas
menjadi rincian (Sub Task). Untuk itu yang Anda lakukan adalah :
1. Lakukan pengeblokan baris pekerjaan yang akan di-outlining, misalkan
baris 2 sampai 4.
2. Klik Menu PROJECT, OUTLINE, INDENT, atau klik icon INDENT (),
sehingga baris ke 1 tampak tercetak tebal yang disebut Summary
Task. Sedangkan baris 2 sampai 4 agak masuk kedalam disebut
Subtask. Apabila Anda melakukan kesalahan dalam melakukan
pengelompokan pekerjaan, kebalikan dari INDENT adalah PROJECT,
OUTLINE, OUTDENT. Sebagai latihan, lakukan hal yang sama untuk
daftar pekerjaan berikut ini :
Induk Cabang Induk Cabang Induk Cabang
1 2,3,4 18 19,20 34 35,36,37,38,39
5 6,7,8 21 22,23,24,25,26 40,41
9 10,11,12 27 28,29,30,31 42 43,44
13 14,15,16,17 32 33 45 46,47,48,49
3. Klik menu TOOLS, OPTIONS, VIEW, SHOW OUTLINE NUMBER jika ingin
menampilkan atau menyembunyikan simbol (bullet) click menu Project,
Outline, Show/Hide Outline Symbols.
MEMBUAT HUBUNGAN ANTAR TUGAS
Jika kita ingin menghubungkan antar pekerjaan dapt meng-klik ICON LINK dan
jika ingin memutus klik icon UNLINK.
Dalam susunan pekerjaan, pekerjaan membuat lantai kerja dapat dilakukan
setelah pekerjaan menggali tanah. Dalam hal ini pekerjaan menggali tanah
disebut predecessor dari pekerjaan membuat lantai kerja.
Dalam MS Prject ini dikenal adanya 4 hubungan tugas, yaitu :
a. FS = Finish to Start , artinya pekerjaan B baru dapat dimulai setelah
pekerjaan A selesai (jika urutan pekerjaannya A – B)
b. FF = Finish to Finish, artinya pekerjaan A dan B harus selesai
bersamaan.
c. SS = Start to Start, artinya pekerjaan A dan B dimulai secara
bersamaan.
d. SF = Start to Finish, artinya pekerjaan A baru dapat diakhiri jika
pekerjaan B sudah dimulai.
LAG TIME DAN LEAD TIME
Ketika masing-masing pekerjaan dihubungkan adakalanya terdapat tenggang
waktu, artinya setelah pekerjaan A selesai 3 hari kemudian pekerjaan B baru
dapat dimulai. Tenggang waktu pekerjaan ini terdiri dari 2 macam, yaitu :
- Lag Time, yaitu tenggang waktu dalam bentuk bilangan positif, yang
ditulis setelah penentuan hubungan pekerjaan, contohnya : 6FS+2.
- Lead Time, yaitu tenggang waktu dalam bentuk bilangan negatif, yang
ditulis setelah penentuan hubungan pekerjaan, contohnya : 6SS-3.
Kemudian tentukanlah hubungan pekerjaan dan tenggang waktu sesuai daftar berikut ini :
No. Pek Predecessor No. Pek Predecessor No. Pek Predecessor
3 2SS 19 14SS+14d 35 14FF
4 3FS 20 30 36 33FF
6 4FS 22 14 37 35FF
7 6 23 22 38 33FF
8 7 24 23 39 43
10 8,14FF 25 24 40 14,25
11 14SS+7d 26 24SS+3d 41 40
12 11 28 25 43 14SS+30d
14 8 29 28SS+7d 44 14SS+30d
15 14SS+14d 30 29SS+7d 46,47,48 33
16 15SS+7d 31 30 49 48
17 16 33 29
3. SUMBER DAYA DAN BIAYA
Nama pekerjaan, waktu mengerjakan, hingga hubungan pekerjaan telah dibahas
pada penyusunan daftar kerja. Pada bagian ini akan dibahas cara menentukan
Sumber Daya (Tenaga Kerja / Peralatan) dan hubungannya pada tanggal selesai
serta biaya-biaya yang diperlukan, baik biaya tidak tetap (resource cost) yaitu
berupa gaji karyawan ataupun sewa pwralatan dan biaya tetap (fixed caost)
yang merupakan biaya material yang diperlukan.
MEMBUAT RESOURCE SHEET
Yang dimaksud dengan resource sheet adalah daftar tenaga kerja atau daftar
peralatan yang tersedia. Untuk membuatnya, Anda dapat melakukan hal berikut
ini :
1. Klik menu VIEW, RESOURCE SHEET, atau klik Resource Sheet pada View Bar
sisi kiri tampilan, lalu masukan data sebagai berikut :
Catatan : untuk mengganti satuan dari $ ke Rp, klik TOOLS, OPTIONS, VIEW,
ganti tanda $ yang terdapat pada kotak symbols menjadi Rp dan jumlah
desimal 2 pada Decimals Unit diganti menjadi 0 (nol), klik OK.
2. Kembali ke lembar kerja dengan mengklik VIEW, GANTT CHART agar dapat
menempatkan Sumber Daya ke masing-masing pekerjaan.
3. Klik icon ASSIGN RESOURCES atau klik menu PROJECT, TASK INFORMATION,
pastikan pada view RESOURCES lalu sesuaikan data berikut ini :
TASK NAME TENAGA KERJA
[Link] Persiapan
2. pembersihan lokasi pembantu(200)
3. membuat gudang tukang kayu(200),pembantu(200)
4. pembuatan bouwplank dan ukuran tukang batu, pembantu
5. Pekerjaan Pondasi
6. menggali tanah tukang gali(600)
7. membuat lantai kerja tukang batu(200),pembantu(200)
8. mengecor pondasi dan sloof tukang besi(200),[Link](200),pembantu
9. Pekerjaan Beton
10. pengecoran kolom tukang batu(200),pembantu(200)
11. pengecoran balok dan lisplang tukang batu(200),pembantu(200)
12. pengecoran tangga tukang batu, pembantu
13. Pekerjaan Pemasangan
14. pemasangan bata tukang batu(400),pembantu(200)
15. membuat plesteran tukang batu(400),pembantu(200)
16. mambuat benangan tukang batu(300)
17. pekerjaan pemasangan selesai
18. Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela
19. memasang kusen tukang batu,pembantu
20. memasang jendela dan pintu tukang kayu(200), pembantu
21. Pekerjaan Atap
22. memasang kuda-kuda tukang kayu(300), pembantu
23. memasang gording tukang kayu(200), pembantu
24. memasang usuk dan reng tukang kayu(200), pembantu
25. memasang genteng tukang kayu(200)
26. memasang talang tukang talang(200)
27. Pekerjaan Plafond
28. memasang rangka tukang kayu(300), pembantu
29. memasang penutup triplek tukang kayu, pembantu
30. memasang list profil tukang teralis
31. pekerjaan atap dan plafond selesai
32. Pekerjaan Lantai
33. memasang keramik dan tegel tukang batu(200), pembantu
34. Pekerjaan Sanitasi
35. membuat saluran talang tegak tukang batu(200), pembantu
36. membuat saluran air kotor dan hujan tukang batu(200), pembantu
37. membuat septic tank tukang batu, pembantu
38. membuat tandon tukang batu, pembantu(200)
39. memasang kloset bathtub tukang ledeng
40. pasang porselen dinding dan lantai tukang batu(200), pembantu
41. memasang avoer tukang batu
42. Pekerjaan Instalasi
43. instalasi air dan pompa tukang ledeng, pembantu
44. instalasi listrik tukang listrik, pembantu
45. Pekerjaan cat dan pelitur
46. mengecat dinding tukang cat(300), pembantu
47. mengecat plafond tukang cat(300), pembantu
48. mempelitur kusen dan daun jendela tukang cat(300), pembantu
49. pekerjaan cat dan pelitur selesai
MENGISI BIAYA TETAP (FIXED COST)
Yang dimaksud dengan biaya tetap adalah perhitungan bahan / material
yang digunakan dalam suatu task/pekerjaan. Sebagai contoh dalam melakukan
pekerjaan cor pondasi dibutuhkan berbagai material seperti penyekat, paku,
bekisting, pasir, semen, batu, dan lain-lain. Karena kompleksnya unsur yang
mempengaruhi biaya tetap, maka biaya tetap dilakukan diluar MS Project,
misalnya MS Excel, sehingga biaya yang dikeluarkan adalah biaya yang telah
melalui proses perhitungan secara pasti. Selain itu pada umumnya biaya tetap
tidak mempengaruhi cepat atau tidak selesainya suatu pekerjaan. Berikut ini
cara mengisi biaya tetap :
1. Aktifkan Gantt Chart dengan meng-klik menu VIEW, GANTT CHART.
2. Klik menu VIEW, TABLE, COST maka di layar akan tampak tampilan
sebagai berikut :
3. Ketik biaya tetap pada kolom FIXED COST sesuai task name berikut
ini :
Task Name Fixed Cost
Pembersihan lokasi 15000
Membuat gudang 200000
Pembuatan bouwplank dan pengukuran 125000
Membuat lantai kerja 1000000
Mencor pondasi dan sloof 2000000
Mencor kolom 200000
Mencor balok dan lisplank 500000
Mencor tangga 50000
Memasang bata 2250000
Membuat plesteran 1000000
Pekerjaan benangan 200000
Memasang kusen 5000000
Memasang pintu dan jendela 6000000
Memasang kuda-kuda 2000000
Memasang gording 3000000
Berikut ini adalah kolom-kolom yang terdapat pada tabel fixed cost:
- Fixed Cost Accrual menentukan bentuk pembayaran biaya tetap,
apakah pada saat dimulai (start), pembayaran berkala / diangsur
(prorated), atau setelah pekerjaan selesai (end). Dalam contoh diatas
pekerjaan instalasi diganti dengan end karena merupakan pekerjaan
borongan.
- Total Cost = Fixed Cost +Resource Cost (gaji kali jam kerja). Contoh
perhitungan Total Cost :
- Pembersihan lokasi =15000 + (1000 x 16), dimana 15000 adalah
fixed cost, 1000 adalah upah pembantu per jam, dan 16 adalah
lama mengerjakan pembersihan lokasi dalam satuan jam.
- Membuat gudang = 200000 + (128/2 +1500 +128/2 x 1000),
dimana 200000 adalah fixed cost, 128 adalah waktu membuat
gudang dalam satuan jam, 2 adalah jumlah tenaga yang
mengerjakan yaitu tukang kayu dan pembantu, 1500 adalah upah
tukang kayu per jam, dan 1000 adalah upah pembantu per jam.
- Baseline = Total Cost apabila disimpan dalam Baseline dan menjadi
kontrol pengeluaran biaya (dibahas selanjutnya)
- Actual =adalah biaya nyata yang secara otomatis terjadi karena hasil
tracking (dibahas selanjutnya)
- Remaining = sisa biaya yang masih diperlukan (Total Cost – Actual
Cost)
4. KONFLIK DAN KALENDER KERJA
Pada bagian ini akan dibahas mengenai cara mengatasi konflik akibat kelebihan
alokasi pekerjaan da kekurangan tenaga kerja, juga kalender kerja. Dikenal 2
kalender kerja yaitu Base Calendar dan Resource Calendar (kalender kerja yang
berlaku untuk sumber daya tertentu). Apabila kalender kerja telah diterapkan
maka besar kemungkinan akan terjadi masalah, dan Anda sebagai manajer
proyek akan lebih mudah mengatasinya dengan program ini.
MENYUSUN KALENDER KERJA
1. Klik menu TOOLS, CHANGE WORKING TIME di layar akan tampak seperti
berikut ini :
2. Pastikan kalender yang aktif adalah kalender standard, lalu klik NEW sehingga
layar akan tertampil :
3. Ketik nama Base Calendar, misalnya : MEI 1999 lalu klik OK dan pastikan
penanggalan yang aktif adalah bulan Mei 1999.
4. Klik OPTIONS, tentukan hari pertama (WEEK STARTS ON) hari Senin
(Monday), jam kerja 1 minggu (HOURS PER WEEK) 48 jam, klik OK.
5. Blok huruf nama-nama hari (M T W Th F S), klik WORKING TIME karena hari
kerja adalah hari Senin sampai dengan Sabtu, lalu klik pada salah satu kotak
tanggal.
6. Tentukan hari libur nasional dengan meng-klik NON WORKING TIME pada
tanggal dan bulan sebagaimana berikut ini :
1,19,20 Januari 1999; 18 Maret 1999, 2,17 April 1999, 13 Mei 1999, 26 Juni
1999, 7 Juni, 17 Agustus 1999, 6 Nopember 1999, 25 Desember 1999.
7. Tentukan resource calendar (jam kerja khusus) untuk Tukang Ledeng yang
hanya bekerja hari Senin, Rabu, Jumat jam 09:00 – 12:00 PM dan Tukang
Listrik hanya bekerja pada hari Senin, Selasa, Jumat jam 10:00 AM – 01:00
PM.
8. Klik OK untuk mengakhiri penentuan kalender kerja.
MENYESUAIKAN KALENDER KERJA
1. Klik menu VIEW, RESOURCE SHEET.
2. Pastikan aktif di baris petama BASE CALENDAR sehingga tampak muncul
tanda lalu ganti semua base calendar standard menjadi MEI 1999, kecuali
Tukang Ledeng diganti dengan resource calendar TUKANG LEDENG dan
Tukang Listrik diganti menjadi TUKANG LISTRIK.
3. Jika ingin menampilkan total jam kerja :
a. Berdasarkan Task Name : klik VIEW, GANTT CHART, VIEW, TABLE,
USAGE.
b. Berdasarkan Resources Name : klik VIEW, RESOURCE USAGE, atau klik
VIEW, MORE VIEWS, RESOURCE FORMS, APPLY, lalu klik NEXT untuk
melanjutkan menampilkan berdasarkan resources name lainnya.
MENAMPILKAN PEKERJAAN KRITIS
Pekerjaan kritis adalah pekerjaan yang berpengaruh terhadap tanggal
selesai proyek, jika pekerjaan ini terlambat maka akan mempengaruhi pekerjaan
lainnya, begitu pula tanggal selesai proyek secara keseluruhan.
Berikut ini cara menampilkan pekerjaan kritis :
1. Aktifkan Gantt Chart dengan meng-klik menu VIEW, GANTT CHART, VIEW,
TABLE, ENTRY.
2. Klik menu FORMAT, TEXT STYLES sehingga di layar akan tampak kotak dialog
text styles.
3. Klik tanda pada kotak ITEM TO CHANGE lalu klik CRITICAL TASKS.
4. Klik ITALIC untuk cetak miring dari FONT STYLE, lalu klik COLOR, pilih BLUE
untuk memilih warna biru, OK.
Perhatikan tampilan Gantt Chart, pada kolom task name terdapat task
berwarna biru tercetak miring.
MENAMPILKAN LINTASAN KRITIS
1. Klik Icon GANTT CHART WIZARD atau klik menu FORMAT, GANTT CHART
WIZARD, lalu akan muncul kotak dialog Gantt Chart Wizard, klik NEXT,
kemudian layar akan tampak seperti ini :
MENGATASI KONFLIK KEKURANGAN TENAGA
Untuk mengatasi konlik terdapat 2 cara, yaitu cara MANUAL yang terdiri
dari dari :
Mengurangi jumlah resource pada task yang mengalami konflik.
Menambah jumlah resource yang kurang pada tanggal terjadinya
konflik.
Menggantikan resource yang kekurangan dengan resource lain.
Melemburkan resources pada hari liburnya.
Menggeser jadual Task yang mengalami konflik.
Mengubah hubungan antar task.
Alternatif cara manual diatas dapat dilakukan secara langsung dari Gantt Chart
dengan memperhatikan prioritas penyelesaian pekerjaan.
5. BASELINE & TRACKING
Gambaran pelaksanaan proyek/pekerjaan telah tercapai setelah berhasil
menyusun daftar kerja (task name) yang dilengkapi dengan waktu (durasi),
hubungan pekerjaan (predecessor), dan siapa yang akan mengerjakan, serta
telah teratasinya pekerjaan kritis dan konflik maka selanjutnya adalah
menetapkan rencana kerja tersebut sebagai perbandingan yang disebut
BASELINE dengan realitas pekerjaan yang disebut TRACKING.
MEMBUAT BASELINE
Baseline dapat dilakukan untuk seluruh pekerjaan atau sebagian pekerjaan yang
telah disetujui. Dan jadual akan menjadi acuan / potret sementara jadual yang
akan menjadi pembanding apabila terjadi perubahan rencana. Pada contoh ini
akan dibuat baseline untuk seluruh pekerjaan.
1. Aktifkan Gantt Chart dengan meng-klik menu VIEW, GANTT CHART.
2. Klik menu TOOLS, TRACKING, SAVE BASELINE, akan tampak tampilan
sebagai berikut :
3. Pastikan aktif SAVE BASELINE, ENTIRE PROJECT, klik OK.
4. Klik VIEW, TABLE COST perhatikan kolom BASELINE saat ini telah terisi
nominal biaya yang diperlukan.
Sebagai pengawas proyek Anda masih memiliki kesempatan dalam melakukan
perubahan-perubahan, misalnya durasi MEMBUAT GUDANG yang sebelumnya 4
diganti dengan 3 hari, sehingga akan terjadi selisih (keuntungan) pada kolom
VARIANCE. Perubahan-perubahan yang dapat dilakukan untuk memperoleh
gambaran keuntungan sebelum proyek terlaksana merupakan manfaat Baseline.
MELAKUKAN TRACKING
TRACKING adalah mengaktualisasikan kenyataan di lapangan ke rencana kerja
sehingga akan dapat dianalisa apakah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan
volume kerja yang telah dilaksanakan. Tracking dapat dilakukan apbila kita telah
mengisi sebagian / atau seluruh prosentase pekerjaan yang telah dilakukan.
Misalnya pekerjaan mengecor kolom telah sampai pada prestasi 50%. Anda
dapat mengisikan prosentase pekerjaan yang telah dicapai pada TASK
INFORMATION.
Sedang cara melakukan Tracking adalah sebagai berikut :
1. Aktifkan baris pekerjaan yang telah terealisasi (tracking) dari Gantt
Chart.
2. Klik menu TOOLS, TRACKING, UPDATE TASK, berikut tampilan di layar.
3. Isi % Complete dengan 75, Actual dur dengan 1 d, Actual Start dengan
5/3/1999 (3 Mei 1999), dan Actual Finish dengan 5/3/99, klik OK.
4. Klik VIEW, MORE VIEWS, TRACKING GANTT untuk menampilkan hasil
pengaktualisasian pekerjaan.
Selain mengaktualisasikan realita volume pekerjaan dengan tracking, dapat juga
dilakukan melalui TASK INFORMATION.
a. Klik menu PROJECT, TASK INFORMATION
b. Isi kotak Percent Complete dengan prosentase volume pekerjaan yang
telah dilakukan, klik OK untuk mengakhiri.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mencatat jam kerja masing-masing
resource lalu mengisi jam kerja aktual melalui menu TOOLS, CHANGE WORKING
TIME sehingga perhitungan biaya sesuai dengan yang sesungguhnya dan akan
diperoleh laporan untung rugi dari hasil pekerjaan.
6. MENAMPILKAN LAPORAN
Report atau laporan adalah merupakan hal yang paling penting di seluruh
aktifitas, dan pada bagian ini akan dibahas cara menampilkan laporan setelah
mengaktualisasikan pelaksanaan proyek, yaitu prosentase volume pekerjaan,
tanggal pelaksanaan, dan jam kerja pelaksana.
MENAMPILKAN LAPORAN
1. Klik menu VIEW, REPORTS sehingga diperoleh tampilan berikut ini:
2. Tentukan pilihan anda dengan uraian berikut ini :
OVERVIEW
Project Summary yaitu laporan tentang kondisi proyek untuk
dikoreksi.
Top Level Taskberupa laporan hasil rangkuman.
Critical Task : laporan tentang pekerjaan yang harus diselesaikan
tepat waktu.
Milestone : laporan yang berdurasi 0 (nol)
Working Days : menampilkan Base Calendar.
CURRENT ACTIVITIES
Unstarted task : menampilkan daftar pekerjaan yang belum
dimulai.
Task Started Soon : pekerjaan yang harus segera dimulai.
Task in Progress : pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
Completed Task : yaitu pekerjaan yang telah selesai total.
Should have started Task : pekerjaan yang seharusnya sudah
dimulai.
Slipping Task : yaitu pkerjaan yang sudah melewati tanggal
pelaksanaan namun belum terlaksana.
COST REPORT
Weekly Cash Flow : laporan tentang biaya yang harus dibayar
dalam mingguan
Budget Report : menampilkan biaya-biaya secara urut dari biaya
terbesar dan terkecil.
Over Budget task : menampilkan pekerjaan yang kolom variancenya
bernilai positif (melebihi Baseline)
Over Budget Resources : Menampilkan data yang melebihi
anggaran.
Earned Value : terdiri dari :
- BCWS (Budgeted Cost of Work Performed) yaitu biaya sesuai
rencana dikali volume pekerjaan.
- BCWP (Budgeted Cost of Work Performed) yaitu total prosentase
(100%) kali biaya yang direncanakan untuk setiap pekerjaan.
- ACWP (Actual Cost of Work Performed) : biaya yang
sesungguhnya untuk masing-masing pekerjaan.
- SV (Earned Value Schedule Variance) antara BCWP yaitu
dengan ACWP>
- BAC (Budgeted At Completion) yaitu biaya yang dikeluarkan
apabila pekerjaan selesai dengan rencana.
- FAC (Forecast At Completion) yaitu biaya yang dikeluarkan
apabila pekerjaan selesai sesuai rencana.
- Variance : perbedaan antara biaya sesungguhnya dengan biaya
yang direncanakan.
ASSIGNMENT
Who Does What : menampilkan daftar tenaga kerja dan pekerjaan
yang dijadualkan.
Who Does What When : rincian masing-masing tenaga kerja pada
task dan tanggal berapa pekerjaan.
Weekly To Do List : menampilkan daftar pekerjaan dari masing-
masing tenaga kerja per minggu.
Over Allocated Resource : daftar nama tenega yang mengalami
kelebihan pekerjaan.