0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan24 halaman

Pengawasan Teknis Pembangunan Jalan

Dokumen ini membahas latar belakang dan tujuan pengawasan teknis berkala pada beberapa ruas jalan di Provinsi Sulawesi Utara. Ruas jalan tersebut meliputi Batas Kota Limboto-Isimu sepanjang 3 km, Taludaa (Bts.Prov.Sulut)-Pel............... sepanjang 5,55 km, dan Jalan Mayor Dullah (..............) sepanjang 2 km. Tujuan pengawasan adalah memastikan pekerjaan konstruksi sesuai spesifikasi dan selesai t

Diunggah oleh

Mapan Jadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan24 halaman

Pengawasan Teknis Pembangunan Jalan

Dokumen ini membahas latar belakang dan tujuan pengawasan teknis berkala pada beberapa ruas jalan di Provinsi Sulawesi Utara. Ruas jalan tersebut meliputi Batas Kota Limboto-Isimu sepanjang 3 km, Taludaa (Bts.Prov.Sulut)-Pel............... sepanjang 5,55 km, dan Jalan Mayor Dullah (..............) sepanjang 2 km. Tujuan pengawasan adalah memastikan pekerjaan konstruksi sesuai spesifikasi dan selesai t

Diunggah oleh

Mapan Jadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB

PENDAHULUAN

1.2. LATAR BELAKANG PROYEK/PEKERJAAN


Pembangunan jalan raya pada umumnya
dimaksudkan untuk memperlancar arus
barang dan penumpang secara cepat,
mudah, dan menyenangkan. Alternatif
system pembangunan jaringan jalan
tersebut adalah pembangunan jalan raya
yang melalui tengah kota dan
pembangunan jalan raya tanpa melalui
kota merupakan jalan lingkar yang dihubungkan dengan satu atu beberapa jalan
penghubung ke tengah-tengah kota. Tujuan pembangunan jalan raya pada umumnya
dimaksudkan sebagai prasarana diantaranya agar kendaraan angkutan dapat mengangkut
penumpang dan atau barang langsung ke tempat tujuan dikota-kota yang dilalui atau yang
dituju serta agar biaya angkut dan biaya bongkar muat barang maupun penumpang dapat
ditekan. Namun di sisi lain setiap usaha pembangunan selalu mempunyai dampak positif
maupun negatif. Berdasarkan pengetahuan tentang kondisi proyek dan pemahaman
terhadap tujuan utama yang akan dilakukan, maka Konsultan akan mengembangkan suatu
pendekatan masalah dan metodologi dalam melaksanakan pekerjaan khusunya pada
pengawasan Teknis dalam proses pelaksanaan pekerjaan secara sitematis dan tepat waktu
sesuai ketentuan dalam Kerangka Acuan Kerja.

Menyikapi hal tersebut melalui Program Kerja Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat
Jenderal Bina Marga, Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional
Provinsi .............. maupun Satker Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Nasional
Provinsi .............., adalah perangkat dari Pemerintah Pusat, yang bertanggung jawab atas
pengembangan, pemeliharaan dan pembangunan seluruh ruas jalan dan jembatan yang ada

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-1
di wilayah Indonesia, khususnya Provinsi .............., baik Jalan Nasional maupun Jalan
Provinsi, hal tersebut sesuai Rencana Kerja Pemerintah khususnya dalam Bidang Bina
Marga.
Ketersediaan prasarana transportasi jalan raya yang memadai seringkali memiliki
permasalahan tersendiri yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi ............... Dalam kondisi
yang serba globalisasi dan terkaitnya dengan otonomi daerah dewasa ini, kemampuan
pemerintah daerah dalam mengembangkan rekayasa Teknis penyediaan prasarana
transportasi menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah.
Permasalahan sering muncul dan didapatkan secara nyata bahwa dalam rangka
pengembangan prasarana transportasi di suatu daerah ditemui masalah-masalah yang
sangat mempengaruhi akan perkembangan atau pembangunan jalan itu sendiri, dan
permasalahan tersebut diantaranya adalah :
 Terbatasnya lahan, tingginya harga pembebasan lahan dan mahalnya biaya
pembangunan jalan dalam upaya menambah kapasitas pelayanan.
 Kemampuan Sumber Daya Pemerintah Daerah yang terbatas membutuhkan
pertimbangan yang memadai untuk mengambil keputusan berdasarkan prioritas yang
disusun secara objektif.
 Terbatasnya data base, studi dan penelitian transportasi jalan yang dapat dijadikan
referensi Teknis pembangunan jalan.
Terkait dengan implementasi Pengawasan Jalan Nasional .............., maka diadakan suatu
Konsultan Supervisi yang dipercayakan kepada .............. dengan Kontrak No.
HK.02.03/SATKER-P2JN/324/III/2015 Tanggal 09 Maret 2015 dan Surat Perintah Mulai
Kerja/SPMK Nomor : HK.01.24/SATKER-P2JN/400/III/2015 tanggal 18 Maret 2015,
guna membantu dalam hal :
a. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh Kontraktor agar
hasil pekerjaan sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi pekerjaan yang ada.
b. Mengukur kuantitas pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan dan melakukan
pemeriksaan untuk pembayaran akhir pekerjaan.
c. Menjamin bahwa konstruksi yang telah selesai telah memenuhi syarat.
d. Memberikan saran-saran mengenai perubahan pekerjaan dan tuntutan (Claims).
e. Memberikan rekomendasi atas pengoperasian dan pemeliharaan peralatan yang
digunakan.
Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-2
f. Peninjauan kembali desain dan melaksanakan pemeriksaan gambar terlaksana.
g. Melaksanakan pemeriksaan gambar terpasang/terbangun secara bertahap sesuai
Progress Mutual Check dan Monthly Certifikate (MC) yang dicapai sampai dgn 100 %.
h. Melaporkan secara berkala tentang kemajuan pekerjaan dan permasalahannya, mutu
pekerjaan serta status keuangan proyek, berikut kondisi lainnya yang dapat diantisipasi

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN


1.2.1. MAKSUD
Adapun maksud dari rencana pekerjaan pengawasan tersebut adalah mengadakan
pengawasan pada pekerjaan Pengawasan Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK-04 dan
Wilayah SKPD yang berada pada beberapa paket yaitu 1). Paket ruas Jalan Batas Kota
Limboto-Isimu, 2). Paket Ruas Ruas Jalan Taludaa ([Link])-Pel............... dan 3).
Paket Ruas Jalan Mayor Dullah (..............) dangan total panjang efektif keseluruhan
mencapai 10,55 KM. Maka dari itu Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal
Bina Marga, Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional maupun
Satker Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Nasional Provinsi .............. untuk mengoptimalkan
penanganan pekerjaan pembangunan/peningkatan jalan yang ada yang akan dilaksanakan
oleh Penyedia Jasa Kostruksi (Kontraktor). Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan
tersebut sesuai dengan rencana mutu, biaya, volume dan waktu yang telah ditetapkan di
dalam kontrak jasa konstruksi, maka diperlukan adanya suatu team yang akan bertugas
sebagai pengawas yang berperan membantu Pejabat Pembuat Komitmen/PPK yang
bersangkutan didalam melaksanakan pengawasan teknis pada lokasi kegiatan yang sedang
dilaksanakan.
Team Pengawas yang dimaksud adalah Penyedia Jasa Konsultansi Pengawasan
Teknis/Supervisi.

1.2.2 TUJUAN
 Tujuan umum
 Adalah dalam rangka program peningkatan kualitas pekerjaan untuk mendapatkan
hasil pekerjaan konstruksi yang memenuhi persyaratan yang tercantum di dalam
spesifikasi (tepat mutu), dan dilaksanakan secara tepat biaya serta tepat waktu, yang

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-3
bersasaran untuk mendapatkan jaminan bahwa, hasil pekerjaan yang diperoleh sudah
sesuai dengan isi dokumen kontrak, sehingga kinerja pekerjaan yang ditangani
diharapkan dapat memberikan layanannya sampai akhir umur rencana.
 Tujuan pokok
Tercapainya penyesuaian terhadap tingkat optimum dari investasi serta pentahapan
pelaksanaan dalam batas-batas kemampuan pembiayaan dalam tahun anggaran 2015,
yang dimaksudkan adalah :
a) Mengontrol tercapainya mutu pekerjaan konstruksi yang di harapkan;
b) Membantu PPK di dalam melakukan pengawasan teknis terhadap kegiatan
pekerjaan konstruksi di lapangan yang dilaksanakan oleh Pemborong,
sehubungan dengan keterbatasan tenaga yang bersangkutan, baik dari segi
jumlah maupun dari segi kualifikasinya;
c) Meminimalkan kendala-kendala teknis yang sering dihadapi oleh Penyedia
Jasa Konstruksi di lapangan dalam menerapkan design yang memenuhi
persyaratan spesifikasinya;
d) Membantu menyelesaikan revisi design, bilamana terdapat perbedaan antara
desain yang ada dengan kondisi lapangan;
Secara khusus konsultan akan memberikan pengertian kepada semua personil yang terlibat
dilapangan bahwa Dokumen Kontrak didasarkan pada perencanaan yang disederhanakan,
maka untuk itu Konsultan akan membuat peninjauan kembali (Review Design) apabila
diperlukan, dengan mengacu kepada :
a. Metodologi perencanaan yang digunakan oleh BIPRAN.
b. Buku petunjuk Teknis tentang Pekerjaan Jalan dan Jembatan yang meliputi :
c. Dokumen Tender Jasa Konstruksi
d. Spesifikasi Teknis yang berlaku

1.3. LINGKUP PEKERJAAN

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-4
Pengawasan Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK-04 dan Wilayah SKPD berada pada
Wilayah Kota .............. dan ..............-Batas Sulawesi Utara Provinsi .............. dengan
masing-masing Paket Pekerjaan Jalan tersebut adalah :
1) Batas kota Limboto-Isimu, Panjang efektif= 3 KM
Lingkup Pekerjaan meliputi :
Mobilisasi, Managemen dan Keselamatan Lalu Lintas, Galian Perkerasan beraspal
tanpa Cold Milling Machine, Penyiapan Badan Jalan, Lapis Pondasi Agregat Kelas
“S”, Lapis Perekat-Aspal Cair, Laston Lapis Aus (AC-WC), Laston Lapis Pondasi
Perata (AC Base (L)), Bahan Anti Pengelupasan, Marka Jalan Termoplastik.

2) Taludaa ([Link])-Pel............... PPK-01, Panjang efektif = 5,55 KM


Lingkup Pekerjaan meliputi :
Mobilisasi, Managemen dan Keselamatan Lalu Lintas, Galian untuk Selokan Drainase
dan Saluran Air, Pasangan Batu dengan Mortar, Galian Perkerasan beraspal tanpa Cold
Milling Machine, Penyiapan Badan Jalan, Lapis Pondasi Agregat Kelas “S”, Lapis
Perekat-Aspal Cair, Laston Lapis Aus (AC-WC), Laston Lapis Pondasi Perata (AC
Base (L)), Bahan Anti Pengelupasan, Beton Mutu Rendah fc’15 MPa, Pasangan Batu,
Marka Jalan Termoplastik.

3) Jalan Mayor Dullah (..............) PPK-02, Panjang efektif = 2 KM


Lingkup Pekerjaan meliputi :
Mobilisasi, Managemen dan Keselamatan Lalu Lintas, Galian untuk Selokan Drainase
dan Saluran Air, Pasangan Batu dengan Mortar, Galian Biasa, Galian Perkerasan
beraspal tanpa Cold Milling Machine, Penyiapan Badan Jalan, Lapis Pondasi Agregat
Kelas “S”, Lapis Perekat-Aspal Cair, Laston Lapis Aus (AC-WC), Laston Lapis
Pondasi Perata (AC Base (L)), Bahan Anti Pengelupasan, Pasangan Batu, Marka Jalan
Termoplastik.

1.4. JENIS LAYANAN KONSULTAN

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-5
CATATAN UMUM SUPERVISION ENGINEERS
Peket Pengawasan Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK-04 dan Wilayah SKPD

1. Sebagai salah satu langkah awal dalam sebuah


proses pelaksanaan pekerjaan harus mengadakan
manajemen dan keselamatan lalu lintas baik
pada saat melakukan mobilisasi maupun sedang
melaksanakan pekerjaan serta Demobilisasi
untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

2. Untuk menjamin terlaksananya pekerjaan


dengan baik dan tepat waktu maka salah satu
indikatornya adalah mengadakan peralatan
sesuai dengan daftar peralatan Kontaktor yang tertuang di dalam kontrak.
1.4.1. Lingkup Layanan Konsultan

Bekerja sama dengan pihak Satker Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Nasional
Provinsi .............. pada Wilayah PPK-04 dan Wilayah SKPD, Satker Perencanaan
dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional (P2JN) Provinsi .............., dalam
melaksanakan fungsi Pengawasan Teknis (Supervisi) dengan penuh tanggung jawab
sesuai kebijakan dan ketentuan yang telah ditetapkan didalam Kerangka Acuan
Kerja.
Lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan dalam melakukan
pengawasan Teknis pekerjaan jalan yaitu :

 Pengawasan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan proyek


selama masa pelaksanaan fisik.
 Membantu Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah PPK-04 dan Wilayah SKPD
dalam mengidentifikasi setiap persoalan yang mungkin terjadi dilapangan
sehubungan dengan aktivitas Kontaktor dan memberikan rekomendasi dalam
menyelesaikan masalah yang ada.

Tim Pengawasan Teknis bertanggung jawab untuk :

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-6
 Membantu Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah PPK-04 dan Wilayah SKPD
dan seluruh stafnya untuk semua hal-hal yang berhubungan dengan
administrasi, Teknis dan kontrak yang mungkin timbul selama pelaksanaan
fisik.
 Membantu Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah PPK-04 dan Wilayah SKPD
dan seluruh stafnya dalam pengawasan pekerjaan fisik pada tahap konstruksi.
 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh
Kontaktor.
 Mengevaluasi statemen bulanan dari Kontaktor dan menyiapkan sertifikat
bulanan, mengevaluasi kemajuan pekerjaan yang dilakukan oleh Kontaktor
termasuk rekomendasi terhadap kinerja Kontaktor dilapangan.
 Mempersiapkan dan menyampaikan laporan bulanan dan laporan-laporan
lainnya yang diperlukan.
 Menyimpan semua catatan koresponden dan dokumen sehubungan dengan
perubahan-perubahan yang ada dilapangan.
 Koordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang sehubungan dengan
pelaksanaan proyek.

1.4.2. Jenis Layanan Konsultan

Jenis layanan yang harus dipersiapkan oleh Konsultan Field Supervision Team
meliputi :

 Membantu Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah PPK-04 dan Wilayah SKPD


dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya mengendalikan pelaksanaan
pekerjaan agar pekerjaan dapat selesai sesuai dengan desain dan target waktu
serta mengikuti persyaratan dan kententuan yang tercantum dalam dokumen
kontrak.
 Membantu Pejabat Pembuat Komitmen Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah
PPK-04 dan Wilayah SKPD dalam memahami dan menerapkan syarat-syarat
dan ketentuan dalam dokumen kontrak, terutama yang berkaitan dengan
pemenuhan tugas dan kewajiban Kontaktor.
 Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada Pejabat Pembuat
Komitmen Wilayah PPK-04 dan Wilayah SKPD .
Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-7
 Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan
pekerjaan yasng telah ditetapkan dalam kontrak.
 Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat akurat dan penuh
tanggungjawab sesuai yang ditetapkan dalam kontrak.
 Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan
pelaksanaan yang dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah PPK-04 dan
Wilayah SKPD.
 Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang
telah ditetapkan dalam kontrak.
 Melaporkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah PPK-04 dan Wilayah
SKPD semua masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan,
termasuk keterlambatan pencapaian target fisik, serta usaha-usaha
penanggulangan yang diperlukan yang terlebih dahulu mengkonsultasikan pada
Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional (P2JN)
Provinsi ...............
 Melakukan pemeriksaan secara cermat terhadap semua hasil pengukuran dan
perhitungan volume pekerjaan yang akan dipergunakan sebagai dasar
pembayaran sehingga semua pengukuran pekerjaan, perhitungan volume dan
pembayaran sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam dokumen kontrak
 Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan secara kontinue terhadap semua
kegiatan yang berhubungan dengan pengendalian mutu dan volume pekerjaan
yang dilaksanakan mengikuti ketentuan dalam dokumen kontrak.
 Menandatangani Sertifikasi Bulanan (Monthly Certificate) apabila mutu dan
pelaksanaan pekerjaan telah memenuhi semua ketentuan dan persyaratan dalam
dokumen kontrak.
 Menyusun laporan-laporan hasil pengawasan pekerjaan meliputi laporan
Pendahuluan, Laporan Bulanan, Laporan Triwulan, Laporan Mutu dan Laporan
Akhir.

1.4.3 MOBILISASI/ DEMOBILISASI

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-8
Berdasarkan perjanjian kontrak dengan .............. Nomor : HK-02.03/
SATKER-P2JN/324/III/2015 tanggal 09 Maret 2015 dan Surat Perintah Mulai
Kerja/SPMK Nomor : HK.01.24/SATKER-P2JN/400/III/2015 tanggal 18 Maret 2015
dengan ini dilakukan mobilisasi tenaga Konsultan Supervsi yang akan bertugas pada
Paket Pekerjaan Pengawasan Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK-04 dan Wilayah SKPD
Provinsi ...............
Sesuai dengan Surat Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional
Provinsi .............. : (Terlampir Surat Mobilisasi Tenaga Konsultan Supervisi dari Satker P2JN).
1. Nomor : PW.04.01/MOB/610 tanggal 17 April 2015 perihal Surat Mobilisasi Tenaga
Konsultan Supervisi paket berkala jalan [Link] Limboto-Isimu ;
2. Nomor : 04.01/MOB/401 tanggal 18 Maret 2015 perihal Surat Mobilisasi Tenaga
Konsultan Supervisi paket berkala jalan Taludaa ([Link])-Pel............... ;
3. Nomor : 04.01/MOB/492 tanggal 01 April 2015 perihal Surat Mobilisasi Tenaga
Konsultan Supervisi paket berkala jalan Mayor Dullah ;
Berikut daftar Personil Konsultan yang bertugas dalam pelaksanaan pekerjaan
pengawasan diatas seperti pada tabel berikut :

JADUAL PERSONIL
PROYEK PENGAWASAN TEKNIS BERKALA JALAN
WILAYAH PPK 04 DAN WILAYAH SKPD

Masa Waktu Penugasan Ket


No Nama Jabatan Bulan Bulan Bulan Bulan
I II III IV
1 Ir. [Link] Site Engineer
4 Bulan
Kasaming
Quality
2 M. Suadi, ST 4 Bulan
Engineer
3 Ir. Yauri Razak CI/ Quantity
4 Bulan
Engineer
4 Roni Angio Inspector 1 4 Bulan
5 Yusuf Kadir Inspector 2 3 Bulan
6 Jayanuddin Inspector 3 3 Bulan
7 Albertius Surveyor 1 4 Bulan
8 Ahmad Sugianto Surveyor 2 3 Bulan
9 Bunyamil Matiti Surveyo 3 3 Bulan

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-9
10 Wahyuddin Lab.1 4 Bulan
11 Achmad Faisal Lab.2 3 Blan

12 Rahman Sekretaris 4 Bulan


13 Idhan Ismail [Link] 4 Bulan
14 Udin Asbullah Office Boy 4 Bulan

1.4.4 ORGANISASI DAN MANAGEMEN PROYEK

a. ORGANISASI

Struktur organisasi Konsultan ini disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi


lapangan. Lokasi pekerjaan Pengawasan Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK-04
dan Wilayah SKPD yang meliputi 3 Paket yairu : 1). Paket Jalan Batas Kota
Limboto-Isimu, 2). Paket Ruas Jalan Taludaa (Bts,Sulut)-Pel............... PPK-01
dan 3). Paket Ruas Jalan Mayor Dullah (..............) PPK-02 dengan total panjang
efektif keseluruhan mencapai 10,55 KM yang berada di Propinsi ...............
Penempatan personil ini diupayakan dapat secara maksimal melaksanakan tugas
dalam pengawasan pekerjaan sesuai kebutuhan lapangan. Adapun tugas dan
tanggung jawab personil Konsultan adalah :
1). Site Engineer/Ketua Team
Site Engineer adalah pemimpin tim (Ketua Tim) Konsultan atau Direksi
Teknis yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Satuan Kerja
Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional .............. melalui
koordinasi pada Wilayah PPK 04, Wilayah SKPD dan Core Team
Pengawas, dimana timnya ditugaskan untuk melaksanakan Jasa Pengawasan
Teknis/Supervisi.
Site Engineer sekurang-kurangnya seorang Sarjana Teknis Sipil (Sl) dari
suatu perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta yang telah disamakan
atau perguruan tinggi internasional yang diakui. Untuk perguruan tinggi
swasta yang belum disamakan, harus telah lulus ujian negara.

Site Engineer harus memiliki pengalaman selama sekurang-kurangnya 6


(enam) tahun dalam bidang pengawasan pelaksanaan pekerjaan jalan dan
atau jembatan sejak lulus.

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-10
Tugas dan Tanggung Jawab Site Engineer sebagai berikut :
a. Menjamin bahwa semua isi dari Kerangka Acuan Kerja ini akan
dipenuhi dengan baik sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.
b. Membantu dan memberikan petunjuk kepada Quantity Engineer,
Quality Engineer, Senior Inspector dan atau Petugas Pengawas lainnya
pada tiap paket pekerjaan, dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan
Teknis/Supervisi.
c. Mengikuti petunjuk-petunjuk dan persyaratan yang telah
ditentukan, terutama sehubungan dengan :
 Inspeksi secara teratur ke paket-paket pekerjaan untuk
melakukan monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan arahan
perbaikan agar pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan
ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan dalam Dokumen
Kontrak.
 Memberikan arahan dan pengertian yang benar tentang
Spesifikasi Teknis, metode pelaksanaan tiap jenis pekerjaan,
metode pengukuran volume pekerjaan dan rincian teknis justifkasi
Teknis sehubungan dengan cara dan syarat Change Order
d. Membuat pernyataan penerimaan (Acceptance) atau penolakan
(Rejection) atas material dan produk pekerjaan.
e. Melakukan pemantauan dengan ketat atas prestasi kontaktor dan
segera melaporkan kepada PPK dan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan
Jalan dan Jembatan Nasional Provinsi .............. apabila kemajuan
pekerjaan ternyata mengalami keterlambatan lebih dari 5% dari
rencana, membuat saran-saran penanggulangan serta perbaikan.
f. Melakukan pengecekan secara cermat semua pengukuran pekerjaan
dan secara khusus harus ikut serta dalam proses pengukuran akhir
pekerjaan.
g. Menyusun laporan bulanan tentang kemajuan fisik dan financial,
serta menyerahkannya kepada PPK dan Kepala Satuan Kerja
Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Nasional Provinsi ...............

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-11
h. Menyusun Justifikasi Teknis, termasuk gambar dan perhitungan
sehubungan dengan usulan perubahan kontrak.
i. Memeriksa dan menandatangani gambar kerja (Shop Drawing)
yang diajukan oleh Kontraktor sebelum pelaksanaan pekerjaan
dilaksanakan.
j. Mengecek dan menandatangani dokumen pembayaran bulanan
(MC).
k. Mengecek dan menandatangani dokumen-dokumen tentang
pengendalian mutu dan volume pekerjaan.
l. Membantu PPK dan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan
Nasional dan Jembatan Nasional Provinsi .............. dalam
penyelesaian pekerjaan, baik dari segi teknis, maupun administrasi.
Bantuan teknis dapat berupa menyiapkan rekomendasi secara
terperinci atas usulan perubahan Design termasuk data pendukung
yang diperlukan, memberi saran dalam mengendalikan kegiatan-
kegiatan kontraktor termasuk pengendalian pemenuhan waktu
pelaksanaan pekerjaan serta mencari pemecahan-pemecahan atas
permasalahan yang timbul baik secara teknis maupun permasalahan
kontrak dan lainnya.
Bantuan administrasi dapat berupa pengumpulan data proyek, rapat-
rapat koordinasi lapangan, data pengukuran kuantitas, pembayaran
kepada kontraktor dan pengumpulan semua data tersebut diatas dalam
bentuk laporan kemajuan bulanan, memberikan saran-saran untuk
mempercepat pekerjaan serta memberikan penyelesaian terhadap
kesulitan yang timbul baik secara teknis maupun kontraktual untuk
menghindari keterlambatan pekerjaan lainnya.
m. Bertanggung jawab atas seluruh tugas-tugas pengawasan petugas
lainnya, apabila tenaga tersebut tidak disediakan dalam kontrak ini.
Dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Site Engineer bertanggung
jawab kepada Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan
dan Jembatan Nasional .............. yang terlebih dahulu berkoordinasi
dengan Core Team Pengawas.

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-12
2). Quality Engineer
Quality Engineer (QE), sekurang-kurangnya seorang Sarjana Teknis Sipil (Sl) dari
suatu perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta yang telah disamakan atau
perguruan tinggi internasional yang diakui. Untuk perguruan tinggi swasta yang belum
disamakan, harus telah lulus ujian negara. Quality Engineer (QE), harus memiliki
pengalaman selama sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun dalam bidang pengawasan
pelaksanaan jalan dan / jembatan sejak lulus.
Quality Engineer bertanggungjawab terutama atas mutu hasil pekerjaan yang
dilaksanakan oleh kontraktor berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah
ditentukan dalam dokumen kontrak.
Quality Engineer akan berkedudukan ditempat yang berdekatan dengan tempat-tempat
pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dan atau ditempat yang akan ditentukan
lain oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Nasional
Prov. ...............
Tugas dan tanggung jawab Quality Engineer akan mencakup tapi tidak terbatas, hal-
hal sebagai berikut:
a. Mengikuti petunjuk-petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan dalam
spesifikasi.
b. Membuat pernyataan penerimaan (Acceptance) atau penolakan (Rejection) atas
material dan produk pekerjaan.
c. Membuat dan menghimpun semua data sehubungan dengan pengendalian mutu
pekerjaan.
d. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Site Engineer serta mengusahakan
agar Site Engineer dan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan dan Jembatan
Nasional Provinsi .............. dan Pejabat Pembuat Komitmen selalu mendapat
informasi yang diperlukan sehubungan dengan pengendalian mutu pekerjaan.
e. Melakukan pengawasan dan pemantauan ketat atas pengaturan personil dan
peralatan laboratorium kontraktor, agar pelaksanaan pekerjaan selalu didukung
tersedianya tenaga dan peralatan pengendalian mutu sesuai dengan persyaratan
dalam dokumen kontrak.
f. Melakukan pengawasan setiap hari semua kegiatan pemeriksaan mutu dan bahan
dan pekerjaan, serta segera memberikan laporan kepada Site Engineer setiap

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-13
permasalahan yang timbul sehubungan dengan pengendalian mutu bahan dan
pekerjaan.
g. Menyerahkan kepada Site Engineer himpunan data bulanan pengendalian mutu
paling lambat tanggal 10, bulan berikutnya. Himpunan data harus mencakup
semua data test laboratorium dan lapangan secara jelas dan terperinci.
Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Quality Engineer bertanggung jawab kepada
Site Engineer.

3). Chief Inspector/Quantity Engineer


Chief Inspector/Quantity Engineer (CI/QE), sekurang-kurangnya seorang Sarjana
Teknis Sipil (Sl) dari suatu perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta yang telah
disamakan atau perguruan tinggi internasional yang diakui. Untuk perguruan tinggi
swasta yang belum disamakan, harus telah lulus ujian negara. Chief Inspector/Quantity
Engineer (CI/QE), harus memiliki pengalaman selama sekurang- kurangnya 4 (empat)
tahun dalam bidang pengawasan pelaksanaan jalan dan /atau jembatan sejak lulus.
Chief Inspector/Quantity Engineer (CI/QE),berdomisili di lokasi proyek bersangkutan,
atau disalah satu lokasi proyek bila ia bertugas pada lebih dari satu paket proyek.
Tugas utama dari Chief Inspector/Quantity Engineer adalah pengendalian kegiatan yang
berhubungan dengan aspek desain, pengukuran volume bahan dan pekerjaan sebagai
dasar pembayaran prestasi pekerjaan. Chief Inspector/Quantity Engineer bertanggung
jawab kepada Site Engineer.
Tugas dan tanggung jawab Chief Inspector/Quantity Engineer mencakup, tetapi tidak
terbatas, hal-hal sebagai berikut :
a. Melaksanakan pengawasan harian, agar pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan
oleh kontraktor sesuai dengan desain yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak.
b. Setiap saat mengikuti petunjuk teknis dan spesifikasi Teknis yang tercantum
dalam dokumen kontrak.
c. Menyiapkan data terinci serta rekomendasi teknis sehubungan dengan akan
dilaksanakan fariasi kontrak.
d. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Supervision Engineer serta
mengusahakan agar Site Engineer, PPK dan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan
Jalan dan Jembatan Nasional Provinsi .............. selalu mendapat informasi yang

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-14
diperlukan sehubungan dengan pengendalian mutu pekerjaan kontraktor sebagai
dasar pembuatan pembayaran bulanan (MC).
e. Melaporkan segera kepada Site Engineer atau PPK dan Satuan Kerja Pelaksanaan
Jalan dan Jembatan Nasional Provinsi .............. apabila ternyata pelaksanaan
pekerjaan akan mengakibatkan terlampauinya volume pekerjaan yang tercantum
dalam dokumen kontrak.
f. Membuat catatan yang lengkap tentang pembayaran kepada kontraktor, sehingga
tidak terjadi pembayaran ganda atau pembayaran lebih.
g. Mengawasi dan membuat pengendalian pelaksanaan pekerjaan yang didasarkan
kepada system pembayaran harian “Day Work”.
h. Memahami dan menguasai pasal-pasal dalam Dokumen Kontrak sehingga tata
cara pengukuran dan pembayaran pekerjaan dan atau semua pembayaran
pekerjaan kepada kontraktor benar-benar didasarkan kepada ketentuan yang
tercantum dalam Dokumen Kontrak.
i. Membuat dan menghimpun semua data sehubungan dengan pengendalian
pekerjaan dalam memantau kemajuan fisik.
j. Melaksanakan pengarsipan surat-surat, laporan bulanan, jadwal kemajuan
pekerjaan dan lain-lain.
k. Membantu Site Engineer dalam menyiapkan data untuk “final payment”.
l. Melakukaan pengawasan dan pemantauan ketat atas hasil volume peleksanaan
pekerjaan sesuai dengan ketentuan dalam dokumen kontrak.
m. Mengecek Gambar Kerja (Shop Drawing) dan Gambar Terlaksana (As Built
Drawing) yang dibuat oleh kontraktor.
n. Memeriksa dokumen pembayaran bulanan (Monthly Certificate) yang diajukan
oleh kontraktor.
o. Menyerahkan kepada Site Engineer himpunan data bulanan tentang volume hasil
pekerjaan yang telah dilaksanakan. Himpunan data harus mencakup semua data
pengukuran berikut gambar-gambar yang diperlukan secara jelas dan terinci.

4). Asisten Ahli Teknis Jalan (Inspector)


Inspector seorang Sarjana Muda Teknis (S0/D3) yang mempunyai pengalaman sebagai
Inspector pada pekerjaan pembangunan/peningkatan/Preservasi Jalan dan jembatan atau

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-15
proyek jalan dan jembatan selama sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun atau ekivalen
dengan seorang lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mempunyai
pengalaman sebagai Inspector pada pekerjaan pembangunan/peningkatan/Preservasi
Jalan dan jembatan atau proyek jalan dan jembatan selama sekurang-kurangnya 5 (lima)
tahun.
Dia harus menguasai dan memahami tugasnya sebagai Inspector, berada dibawah
kendali Chief Inspector/Quantity Engineer dan harus selalu berkoordinasi dengan Chief
lnspector/Quantity Engineer dan Site Engineer.
Tugas dan kewajiban Inspector adalah mencakup tapi tidak terbatas hal-hal sebagai
berikut:
a. Bertanggung jawab kepada Site Engineer dan Chief Inspector/Quantity Engineer
untuk mengawasi kuantitas dari pada konstruksi dan memastikan berdasarkan basis
harian bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan dokumen kontrak, spesifikasi,
gambar-gambar kerja yang disyahkan oleh Site Engineer.
b. Melakukan pengawasan dan pemantauan atas produksi “Stone Crusher“dan
“Asphalt Mixing Plant” atau peralatan lain yang beroperasi.
c. Membuat catatan harian tentang aktivitas kontraktor atau engineernya dan atau
pelaksana lapangan dengan format laporan standar dan memberitahukan kepada
kontraktor secara
tertulis apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan dalam
pelaksanaan konstruksi.
d. Menggambarkan kemajuan harian yang dicapai kontraktor pada grafik (Chart)
yang telah disetujui.
e. Mencatat rencana kemajuan yang terbaru dan membantu Site Engineer dan
Chief Inspector/Quantity Engineer dalam penyerahan data fisik dan keuangan
(Finansial) pada waktu yang diperlukan.
f. Membuat laporan harian untuk kemajuan pekerjaan, terdiri dari cuaca, material
yang datang (termasuk), perubahan bentuk dan ukuran dari pekerjaan, peralatan
dilapangan, kuantitas dari pekerjaan yang telah diselesaikan, pengukuran
dilapangan dan kejadian-kejadian khusus.
g. Membantu Site Engineer dalam membuat laporan dan serah terima sementara
serta pemeriksaan kuantitas di lapangan.

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-16
Memonitor dan melaporkan setiap kejadian (kecelakaan, kebakaran, dan lain-lain)
serta ketidak beresan di lapangan kepada Site Engineer.

5). Asisten Ahli Ukur (Surveyor)


Surveyor harus seorang Sarjana Muda Teknis (S0/D3) yang mempunyai pengalaman
sebagai Surveyor pada pekerjaan pembangunan/peningkatan/Preservasi Jalan dan
jembatan atau proyek jalan dan jembatan selama sekurang-kurang 3 (tiga) tahun atau
ekivalen dengan seorang lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK/STM Bangunan)
yang mempunyai pengalaman sebagai Surveyor pada pekerjaan pembangunan/
peningkatan/ Preservasi Jalan dan jembatan atau proyek jalan dan jembatan selama
sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
Dia harus menguasai dan memahami tugasnya sebagai Surveyor, berada dibawah
kendali Chief Inspector/Quantity Engineer dan harus selalu berkoordinasi dengan
Chief Inspector/Quantity Engineer dan Site Engineer,
Tugas dan kewajibannya adalah mencakup, tapi tidak terbatas hal-hal sebagai berikut :
a. Bertanggung jawab terhadap semua pengukuran kuantitas dan pekerjaan sementara
seta membuat catatan untuk semua pengukuran, perhitungan kuantitas dan
sertifikasi pembayaran untuk memastikan kontraktor dibayar sesuai dengan kontrak.
b. Mengawasi survey Teknis lapangan yang dilakukan kontraktor untuk memastikan
pengukuran dengan akurat telah mewakili kuantitas untuk pembayaran sertifikat
bulanan atau untuk pembayaran akhir (final).
c. Membantu dan berhubungan dengan tim supervisi dalam semua hal yang
berhubungan dengan pengukuran kuantitas.
d. Membantu dan atau memeriksa perhitungan kuantitas kontraktor.
e. Mencatat rencana dan kemajuan survey yang terbaru dan membantu Site Engineer
dan Chief Inspector/Quantity Engineer dalam penyerahan data fisik pada waktu
yang diperlukan.
f. Membuat catatan/laporan harian untuk kemajuan pekerjaan survey, perubahan
bentuk dan ukuran dari pekerjaan, peralatan dilapangan, kuantitas dari pekerjaan
yang telah diselesaikan pengukuran dilapangan dan setiap pekerjaan yang
merupakan atau mungkin akan menjadi pekerjaan tambahan (extra) dan atau
kegiatan khusus.

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-17
Membantu Site Engineer dalam melaksanakan dan melaporkan serah terima
pekerjaan sementara (PHO).

6). Lab. Technician

Tugas dan kewajibannya adalah mencakup tetapi tidak terbatas hal-hal sebagai berikut :
a. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Site Engineer dan Quality
Engineer, serta mengusahakan agar Site Engineer dan PPK selalu mendapat
informasi yang diperlukan dengan pengendalian mutu.
b. Mengawasi semua pengambilan contoh materil dan pengadaan transpotasi ke
laboratorium untuk dites, setelah dites Inspector harus menginformasikan kepada
kontraktor tentang hasil pengujian dan setiap perbaikan yang dibutuhkan.
c. Melakukan pengawasan dan pemantauan ketat atas pengaturan personil dan
peralatan laboratorium kontraktor, agar pelaksanaan pekerjaan selalu didukung
tersedianya tenaga dan peralatan dan pengendalian mutu sesuai dengan persyaratan
dalam dokumen kontrak.
d. Melakukan pengawasan setiap hari semua kegiatan pemeriksaan mutu bahan
dan pekerjaan, serta memberikan laporan kepada Site Engineer setiap permasalahan
yang timbul sehubungan dengan pengendalian mutu bahan dan pekerjaan.
e. Melakukan analisis semua hasil test, termasuk usulan komposisi campuran (Job
Mix Formula), baik untuk pekerjaan aspal, Soil Cement, dan beton, serta
memberikan rekomendasi dan justifikasi teknik atas persetujuan dan penolakan
usulan tersebut.
f. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan “Coring” perkerasan jalan yang
dilakukan oleh Kontraktor, sehingga baik jumlah serta lokasi “Coring”
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan.
g. Menyerahkan kepada Site Engineer himpunan data bulanan pengendalian mutu
paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya.
h. Memberi petunjuk kepada staf kontraktor, agar semua teknisi laboratorium dan
staf pengendali mutu mengenai dan memahami semua prosedur dan tata cara
pelaksanaan test/uji sesuai dengan yang tercantum dalam spesifikasi teknik.

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-18
7). Sekretaris dan [Link]

Tugas Sekretaris dan [Link] adalah mendampingi Site Engineer dalam


melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan administrasi dan lain-lain
yang dianggap diperlukan dalam hal mendukung proses pekerjaan berlangsung.

STRUKTUR ORGANISASI KONSULTAN

Direktur Utama
PT. SAICLE JASA

Sekretaris
Rahman
SITE ENGINEER
Supervisi Ir. HM. FaisalJalan
Teknis Berkala Kasaming
Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD
Opr. Komputer BAB I-19
Idhan Ismail

Office Boy
Udin Anbdullah
Quality Engineer
CI/Quantity Engineer
M. Suaidi, ST Ir. Yauri Razak

Lab. Technician SITE ENGINEER


Inspector Surveyor
-Wahyuddin - Roni Angio
Ir. HM. Faisal Kasaming -Albertius
-Achmad Faisal -Yusuf Kadir -Ahmad Sugianto
-Jayanuddin -Bunyamil Matiti

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-20
b. Manajemen Proyek

Dalam pengendalian pelaksanaan pekerjaan ini Site Engineer diberi kuasa untuk memimpin
seluruh kegiatan pengawasan (Supervisi) dibantu oleh Quantity/Quality Engineer serta para
staf pendukungnya. Site Engineer akan melakukan monitoring kemajuan pekerjaan,
pengendalian mutu, volume pekerjaan dan masalah-masalah yang berkaitan dengan
dokumen kontrak fisik.

 Pemeriksaan dan Persetujuan Pelaksanaan


Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-21
 Pemeriksaan dan Persetujuan Gambar Rencana (Shop Drawing)
Seluruh gambar rencana (Shop Drawing) yang digunakan oleh Kontaktor sebagai
acuan kerja, adalah hasil atau produk yang dikerjakan oleh Kontaktor dan pihak
direksi PU Bina Marga saat investigasi lapangan. Gambar rencana yang ada menjadi
acuan Kontaktor.

 Pemeriksaan dan Persetujuan Rencana Kerja (Request Sheet)


Setiap akan memulai pekerjaan, Kontaktor akan mengajukan permintaan kerja
(Request Sheet) dibuat untuk masa kerja 1 (satu) minggu pada setiap awal pekan.
Volume dan item pekerjaan dalam Request Sheet diperiksa oleh direksi, jika data-data
yang tercantum telah sesuai dengan kemampuan kerja Kontaktor seperti yang tertera
dalam Request Sheet, maka Kontaktor akan memulai kegiatannya.
 Pemeriksaan dan Persetujuan Sertifikasi Pembayaran Bulanan (Monthly Certificate).
Tagihan bulanan (Monthly Sertificate) diajukan oleh Kontaktor yang dilengkapi
Backup data Quantity dan Quality Control (jika pada item tersebut memerlukan data
quality). Tagihan bulanan (Monthly Certificate) beserta Backup Data diajukan
Kontraktor ke Pihak Direksi untuk dilakukan Cross Check dengan hasil opname
lapangan yang dilakukan oleh Kontaktor dan Pihak Direksi. Apabila telah memenuhi
unsur kebenaran sesuai realisasi lapangan, maka tagihan bulanan (Monthly
Certificate) dapat diproses ketahap pencairan.
 Pemeriksaan kualitas dan kuantitas Hasil Pekerjaan
 Pemeriksaan kualitas (Quality Control)
 Pemeriksaan dan pengujian material perkerasan jalan baik melalui laboratorium
maupun pengujian dilapangan seperti kepadatan dll.

 Pemeriksaan kuantitas (Quantity Control)


 Kuantitas tentu harus sesuai dengan Shop Drawing sebagai rujukan kerja
Kontaktor (tidak termasuk didalamnya apabila terjadi Review Design), sebab
dalam Shop Drawing tersebut telah mengkafer seluruh item pekerjaan yang
telah sesuai dengan volume kontrak yang dibuat oleh Konsultan perencana
sebelumnya.
 Proses pemeriksaan kuantitas pekerjaan dilakukan bersama-sama Kontaktor
dan pihak direksi Teknis PU Bina Marga dan Konsultan Pengawas.

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-22
 Setelah pemeriksaan kuantitas pekerjaan telah selesai, Kontaktor mengajukan
backup data kuantitas setiap item pekerjaan ke pihak direksi Teknis untuk
mendapatkan persetujuan bahwa kuantitas pekerjaan tersebut sudah dapat
diterima.
 Pemeriksaan Gambar Terlaksana (As-Built Drawing)
Pada akhir pelaksanaan proyek Kontaktor harus menyiapkan As Built Drawing
atau gambar terlaksana As Built Drawing tersebut mengkafer seluruh item
pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kontaktor sesuai kontrak atau kontrak
perubahan volume.
As Built Drawing merupakan salah satu rangkaian kegiatan di dalam kontrak
yang harus diselesaiakan karena merupakan pengukuran akhir yang dapat
memperlihatkan kuantitas hasil pekerjaan.
As Built Drawing sudah harus selesai sebelum masa PHO. Selain menyiapkan
As Built Drawing, Kontaktor juga harus menyiapkan data-data pendukung lain,
misalnya data Quality, kuantitas pekerjaan, dokumentasi foto proyek dan
adminstrasi lainnya. Kemudian As Built Drawing tersebut diajukan ke direksi
Teknis (PU Bina Marga dan Konsultan pengawas) untuk diperiksa sesuai
keadaan lapangan sesungguhnya. Untuk mendapatkan persetujuan (Legalisasi).
Dalam As Built Drawing tersebut mencakup gambar situasi proyek, profit
memanjang (Long Section), dan profit melintang (Cross section)

RAPAT/KUNJUNGAN

Untuk menjalin koordinasi ketiga unsur (Direksi P2JN, Konsultan Supervisi dan
Kontaktor perihal kemungkinan-kemungkinan terjadinya hasil pekerjaan tidak sesuai
kontrak dan tepat waktu dan atau masalah-masalah lain yang muncul serta tindak
lanjutnya maka dalam setiap minggu dilakukan rapat koordinasi di lokasi proyek masing-
masing.

1.4.5. RINGKASAN LAPORAN KONSULTAN

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-23
Dalam Pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan Pembangunan Berkala Jalan Wilayah PPK-04
dan Wilayah SKPD untuk 3 Paket tersebut dapat di laporkan sesuai keluaran yang
berbentuk penyusunan Laporan hasil kerja lapangan, yaitu :

BENTUK KELUARAN HASIL PENGAWASAN

Nama Masa
Lokasi Penyimpanan
No Rekaman/Bukti Jumlah Rekaman Simpan
Rekaman
Kerja Rekaman
1 RMK 1 kali 5 (lima) buku Sesuai Petunjuk Disesuaikan
2 Lap. Pendahuluan 1 kali @5 (lima) buku Sesuai Petunjuk Disesuaikan
3 Laporan Bulanan 4 kali 5 (lima) buku Sesuai Petunjuk Disesuaikan
4 Laporan Triwulan 1 Kali @5 (lima) buku Sesuai Petunjuk Disesuaikan
5 Laporan Mutu 1 kali 5 (lima) buku Sesuai Petunjuk Disesuaikan
6 Laporan Akhir 1 kali 5 (lima) buku Sesuai Petunjuk Disesuaikan

Semua Pelaporan tersebut diatas disusun dan dijilid rapi dalam bentuk dokumen/buku hasil
Pengawasan pekerjaan dan akan diserahkan kepada bagian-bagian proyek yang
bersangkutan.

Supervisi Teknis Berkala Jalan Wilayah PPK.04 Dan Wilayah SKPD BAB I-24

Anda mungkin juga menyukai