KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa
karena berkat rahmat dan inayah-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan “ Program Kerja
Pokja Penurunan Pravelensi Stunting dan Wasting RS Al-Aziz Kota Jombang” dengan baik.
Program kerja ini disusun dalam rangka memberikan acuan dalam pelaksanaan kegiatan
penurunan pravelensi stunting dan wasting bagi semua jajaran di RS Al-Aziz. Melalui program
kerja ini diharapkan semua tenaga profesional pemberi asuhan serta tenaga terkait lainnya dapat
memahami berbagai hal yang berkaitan dengan pelayanan malnutrisi di RS Al –Aziz Kota
Jombang dan mampu mengambil peran sesuai keahliannya.
Ucapan terima kasih dan penghargaan selayaknya disampaikan kepada semua pihak yang
telah membantu penyusunan dan penerbitan program kerja ini. Program kerja ini semoga dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya. Permohonan maaf perlu kami sampaikan apabila dalam
penyusunannya masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan.
Jombang, Agustus 2022
TIM PENYUSUN
BAB I
PENDAHULUAN
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis
terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis
di masa dewasanya. Pravelensi stunting selama 10 tahun terakhir menunjukkan tidak adanya
perubahan yang signifikan dan in menunjukkan bahwa masalah stunting perlu ditangani segera.
Pemerintah pusat juga telah menyusun Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting
periode 2018-2024 (Stranas Stunting). Tujuan umum Stranas Stunting adalah mempercepat
pencegahan stunting dalam rangka kebijakan dan institusi yang ada. Tujuan tersebut akan dicapai
melalui lima tujuan khusus sebagai berikut :
A. Memastikan pencegahan stunting menjadi prioritas pemerintah dan masyarakat di semua
tingkatan;
B. Meningkatkan kesadaran publik dan perubahan perilaku masyarakat untuk mencegah
stunting;
C. Memperkuat konvergensi melalui koordinasi dan konsolidasi program dan kegiatan
pusat, daerah dan desa;
D. Meningkatkan akses terhadap makanan bergizi dan mendorong ketahanan pangan;
E. Meningkatkan pemantauan dan evaluasi sebagai dasar untuk memastikan pemberian
layanan yang bermutu, peningkatan akuntabilitas, dan percepatan pembelajaran.
Strategi Nasioan menggunakan pendekatan lima pilar pencegahan stunting, yaitu : 1)
Komitmen dan visi kepemimpinan; 2) Kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku;
3) Konvergensi, koordinasi, dan kosolidasi program pusat, daerah, dan desa; 4) Gizi dan
ketahanan pangan; 5) Pemantauan dan evaluasi, menetapkan kementrian / lembaga penanggung
jawab upaya percepatan pencegahan stunting, menetapkan wilayah prioritas dan strategi
percepatan pencegahan stunting, dan menyiapkan strategi kampnye nsional stunting.
Pelaksanan Intravensi Penurunan Stunting Terintegrasi dilaksanakan dengan
menggunakan pendekatan Holistik, Integratif, Tematik dan Spatial (HITS). Upaya penurunan
stunting akan lebih efektif apabila intervensi gizi spesifik dan sensitif dilakukan secara
terintegrasi atau terpadu. Komitmen untuk percepatan perbaikan gizi diwujudkan dengan
ditetapkannya Peraturan Presiden Nomr 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasioanal Percepatan
Perbaikan Gizi yang mengintegrasikan pelyanan kesehatan ibu, anak, dan pengendalian penyakit
dengan pendekatan berbagai program dan kegiatan yang dilakukan lintas sektor. Implementasi
perbaikan gizi juga dituangkan kedalam Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG)
2015-2019, pemerintah telah menetapkan Peraturan Presidn Nomor 59 tahun 2017 tentang
Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Upaya percepatan
perbaikan gizi merupakan bagian dari TPB tujuan dua yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai
ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan. Stunting
telah ditetapkan sebagai prioritas nasional dalam dokumen perencanaan dan TPB. Sasaran pokok
dan arah kebijakan RPJMN 2015-2019 tersebut diatas selanjutnya telah diterjemahkan ke dalam
perencanaan dan penganggaran tahunan (Rencana Kerja Pemerintah/RKP) dimana percepatan
perbaikan gizi masyarakat telah menjadi agenda prioritas. Sedangkan pada RKP 2019, program
prioritas peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat difokuskan pada lima kegiatan
prioritas mencakup : (a) peningkatan kesehatan ibu, anak, keluarga berencana, dan kesehatan
reproduksi; (b) percepatan penurunan stunting; (c) penguatan gerakan masyarakat hidup sehat
dan pengenalan penyakit; (d) peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, dan (e)
peningkatan efektifitas pengawasan obat dan makanan.
BAB II
LATAR BELAKANG
Indonesia adalah penyumbang balita stunting nomer 5 di dunia setelah India, Nigeria,
Pakistan, dan Cina sehingga diperkirakan 36% balita stunting di Indonesia akan mengalami
sindrom stunting jangka pendek di kemudian hari, terdiri dari hambatan perkembangan, depresi
fungsi imunitas dan kognitif serta gangguan metbolisme lemak yang jangka panjang akan
berakhir dengan obesitas, gangguan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan
osteoporosis. Suplementasi nutrisi pada bayi setelah usia puncak adipositas (nilai BMI tertinggi
pada grafik BMZ) akan beresiko early adiposity rebound, dimana 52,7% akan beresiko obesitas
dengan semua komorbidnya. Oleh karena itu malnutrisi pada usia 2 tahun pertama kehidupan
bersifat menetap meskipun telah dikoreksi. Hal ini mendukung pencegahan malnutrisi pada 1000
hari pertama kehidupan sebagai program utama dalam mmenghasilkan generasi muda yang
berkualitas.
RS Al-Aziz adalah rumah sakit swasta kota Jombang yan diberi amanah menjalankan
pelayanan kesehatan lanjutan yang berkualitas kepada masyarakat. Proyeksi angka stunting kota
Jombang mengalami penurunan dari tahun 2018 sebesar 20,1% turun pada tahun 2019 menjadi
17,9% dan tahun 2020 sebesar 16,9%. Saat ini pravelensi stunting di Kabupaten Jombang tahun
2021 berdasarkan data Elektronik Pencatatan Pelaporan igizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM)
bulan Agustus sebesar 10,6% atau 7518 bagita. Sedangkan data dari Survei Status Gizi Indonesia
(SSGI) Kabupaten Jombang pada tahun 2021 menurun menjadi 21,2% dari data tahun 2019
ebanyak 32,9%. Penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi
gizi spesifik dan gizi sensitif yang dilaksanakan secara holistik, integrative dan berkualitas antar
bidang rumah sakit dan stakeholder terkait. Rumah sakit sebagai bagian dari organisasi
perangkat daerah berkolaborasi dengan lintas sektor turut berpartisipasi menyukseskan program
lokus stunting tersebut baik di tingkat internal rumah sakit maupun eksternal. Untuk mencapai
hal tersebut, RS perlu menyusun program kerja tahun 2022 agar pelaksanaannya bisa berjalan
dengan baik dan optimal.
BAB III
TUJUAN UMUM DAN KHUSUS
A. Tujuan Umum
Menjadi acuan untuk menurunkan pravelensi stunting dan wasting di lingkungan RS Al-
Aziz.
B. Tujuan Khusus
1. Mendukung program nasional terkait penurunan angka stunting dan wasting
2. Menetapkan kebijakan stunting dan wasting
3. Menyusun panduan pelayanan penurunan stunting dan wasting
4. Memberikan edukasi kepada masyarakat terkait stunting dan wasting
5. Melakukan eliminasi stunting dan wasting dengan :
a. Promosi kesehatan internal dan eksternal
b. Proses deteksi stunting dan wasting di unit rawat jalan dan unit rawat inap
6. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia tentang stunting dan wasting
7. Melakukan koordinasi dengan dinas terkait