STASE ANC
REFLEKSI KASUS MANFAAT TEH JAHE UNTUK IBU
HAMIL YANG MENGALAMI HYPEREMESIS
GRAVIDARUM
OLEH:
PUTU DESI SAGITARIANA
20089152106
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG
TAHUN 2021
ESSAY REFLEKSI ANC
DI BPM KI
DESA PEJARAKAN, KECAMATAN GEROKGAK
ESSAY REFLEKSI MANFAAT TEH JAHE
UNTUK IBU HAMIL YANG MENGALAMI HIPEREMESIS GRAVIDARUM
Introduction
Kasus yang akan saya ambil pada stase ANC ini yaitu mengenai manfaat the jahe
untuk ibu hamil TW 1 di BPM KI Desa Pejarakan,Kecamatan Gerogkgak.
Description
Rotasi kami selajutnya di stase Asuhan Kebidanan Pada ibu hamil (ANC) dimana
banyak sekali di temukan pasien ibu hamil TW satu yang mengalami hyperemesis
gravidarum di BPM ketut indrawati. Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman herbal yang
umum dikonsumsi untuk mengatasi rasa mual dan muntah pada ibu hamil. Sejak dulu,
tanaman rimpang satu ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai bumbu makanan, melainkan juga
untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Bahkan, untuk ibu hamil. Tapi, penggunaan
jahe untuk ibu hamil sebenarnya harus dibatasi. Karenanya, sebelum mengonsumsinya,
ketahui dulu kandungan nutrisi dan manfaat jahe untuk ibu hamil, serta risiko yang dapat
terjadi jika konsumsinya terlalu banyak.
Evaluation/evaluasi
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang muncul secara berlebihan selama
hamil. Mual dan muntah (morning sickness) pada kehamilan trimester awal sebenarnya
normal. Namun pada hiperemesis gravidarum, mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari
dan berisiko menimbulkan dehidrasi.
Tidak hanya dehidrasi, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan ibu hamil
mengalami gangguan elektrolit dan berat badan turun. Hiperemesis gravidarum perlu segera
ditangani untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada ibu hamil dan janin yang
dikandungnya.
1. Penyebab Hiperemesis Gravidarum
Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti, namun kondisi ini
sering kali dikaitkan dengan tingginya kadar hormon human chorionic gonadotropin
(HCG) dalam darah. Hormon ini dihasilkan oleh ari-ari (plasenta) sejak trimester
pertama kehamilan dan kadarnya terus meningkat sepanjang masa kehamilan.
Ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil lebih berisiko mengalami hiperemesis
gravidarum, yaitu:
Baru pertama kali mengandung
Mengandung anak kembar
Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami hiperemesis gravidarum
Mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya
Mengalami obesitas
Mengalami hamil anggur
2. Gejala Hiperemesis Gravidarum
Gejala utama hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah saat hamil, yang bisa
terjadi hingga lebih dari 3-4 kali sehari. Kondisi ini bisa sampai mengakibatkan
hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan. Muntah yang berlebihan juga
dapat menyebabkan ibu hamil merasa pusing, lemas, dan mengalami dehidrasi.
Selain mual dan muntah secara berlebihan, penderita hiperemesis gravidarum juga
dapat mengalami gejala tambahan berupa:
Sakit kepala
Konstipasi
Sangat sensitif terhadap bau
Produksi air liur berlebihan
Inkontinensia urine
Jantung berdebar
Analisys
Dalam mendiagnosis hiperemesis gravidarum, dokter akan menanyakan gejala dan
memeriksa riwayat kesehatan ibu hamil dan keluarga. Pemeriksaan fisik juga
dilakukan untuk melihat dampak dari hiperemesis gravidarum, seperti tekanan darah
rendah dan denyut jantung cepat.
Dari pemeriksaan fisik tersebut, dokter dapat menentukan apakah muntah yang
dialami ibu hamil masih normal atau sudah berlebihan (hiperemesis gravidarum).
Untuk melihat lebih detail akibat dari hiperemesis gravidarum, dokter akan
melakukan pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan lanjutan tersebut dapat dilakukan dengan tes darah dan urine. Tes ini
dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda dehidrasi dan gangguan elektrolit yang dapat
muncul akibat terjadi hiperemesis gravidarum. USG kehamilan juga dilakukan untuk
memantau kondisi janin dan mendeteksi kelainan dalam kandungan.
Selain itu, untuk memastikan gejala mual dan muntah yang dialami ibu hamil bukan
disebabkan oleh suatu penyakit, misalnya penyakit liver, dokter akan melakukan
pemeriksaan lanjutan
Conclusion and action plan
Pengobatan dilakukan dengan tujuan untuk menghentikan mual dan muntah,
mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat muntah berlebihan, memenuhi
kebutuhan nutrisi, serta mengembalikan nafsu makan.
Beberapa obat yang dapat dokter diberikan adalah:
Obat antimual, seperti promethazine.
Vitamin B1 atau tiamin.
Pyridoxine atau vitamin B6.
Suplemen vitamin dan nutrisi.
Jika hiperemesis gravidarum menyebabkan ibu hamil tidak mampu menelan cairan
atau makanan sama sekali, obat dan nutrisi akan diberikan melalui infus. Selain
melalui infus, ibu hamil juga dapat menerima asupan makanan melalui selang makan
dan mengkonsumsi the jahe setiap pagi.
Khasiat jahe terhadap kesehatan tubuh untuk ibu hamil
Gingerol adalah antioksidan kuat sekaligus zat yang bersifat antiinflamasi. Tidaklah
heran jika jahe dielu-elukan sebagai makanan super yang berkhasiat bagi kesehatan
tubuh. Beberapa manfaat jahe tersebut meliputi:
1. Mengatasi masalah pencernaan. Senyawa kimia di dalamnya diperkirakan mampu
menjelaskan dan meredakan sakit perut.
2. Meredakan peradangan. Karena gingerol bersifat antiinflamasi, jahe sering
digunakan untuk mengurangi peradangan serta mengatasi nyeri pada rematik dan
osteoarthritis. Jahe diduga menghambat zat yang berperan dalam respon inflamasi
seperti sitokin, kemokin, kondrosit, dan leukosit.
3. mencegah dan membantu penyembuhan flu. Kandungan gingerol memiliki efek
cerah, dan bersama shogaol diyakini mampu mengatasi gejala flu. Kedua senyawa
tersebut dapat menurunkan suhu tubuh ketika demam, mengurangi nyeri, serta
menyembuhkan batuk. Konsumsi air jahe pun akan memicu keringat serta racun
dari dalam tubuh.
4. menurunkan berat badan. Konsumsi diklaim sebagai salah satu cara alami untuk
menurunkan berat badan karena bisa membuat Anda merasa kenyang dan
menekan nafsu makan.
Referensi
1. [Link] [Link]/manfaat jahe untuk ibu hamil
2. [Link] pendidik/adalah
3. Elizbeth dalam diah,2012: [Link]. com).
4. Penanganan infertile, Djuwantono,2008
5. Sarwono dalam diah, 2012: [Link]
6. diah, 2012: [Link]