MAKALAH
TEKNOLOGI FITOFARMASETIKA
PEMBUATAN BODY WASH LIQUID DARI EKSTRAK ETANOL BUNGA
TELANG (Clitoria ternatea L)
OLEH :
HILDAYANTI
(SF21273)
PROGRAM STUDI S1 FARMASI
UNIVERSITAS BORNEO LESTARI
BANJARBARU
2022
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengendalian mikroorganisme dari bunga telang [Link] L. terbukti pada
pemanfaatan senyawa antibakteri yang diaplikasikan pada makanan sehingga makanan
menjadi tahan simpan (tidak cepat rusak atau bau busuk). Makanan yang menjadi tahan
simpan karena adanya aktivitas mikroba penyebab bau busuk dapat dikendalikan pada
tanaman bunga [Link] L. karena memiliki senyawa antibakteri berupa pigmen
antosianin sehingga dapat berfungsi sebagai pewarna alami. Antosianin merupakan pigmen
yang berwarna biru pada bunga [Link] L. yang telah banyak dimanfaatkan sebagai
pewarna alami pada beberapa negara. Bunga [Link] L. mengandung senyawa alkaloid,
flavonoid, tanin, saponin atau senyawa metabolit sekunder aromatik lainnya merupakan
bagian dari fitokimia yang berperan sebagai antibakteri pada bakteri gram positif yang
menjadi saprofit pada kulit manusia yaitu, [Link] (Hidayah, 2015).
Penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri [Link] umumnya dapat
diobati dengan memberikan secara langsung pada bagian yang terkena infeksi. Infeksi yang
disebabkan oleh bakteri tersebut adalah bagian kulit seperti luka. Liquid body wash
merupakan suatu sediaan farmasi yang telah banyak dimanfaatkan untuk mengobati pada
bagian kulit yang telah terinfeksi. Sediaan- sediaan farmasi seperti sabun tentunya memiliki
khasiat sebagai antibakteri yang cukup untuk menghambat pertumbuhan bakteri
[Link] penyebab infeksi pada kulit. Sediaan farmasi yang banyak digemari dan juga
diterima oleh masyarakat pada umumnya adalah liquid body wash. Liquid body wash juga,
selain banyak digemari oleh masyarakat sebagai kosmetik dapat terbukti secara empiris
memiliki khasiat sebagai antibakteri. Belakangan ini banyak sekali sediaan liquid body
wash yang berbahan kimia seperti triclocarban. Triclocarban merupakan zat antibakteri
yang paling banyak digunakan dalam liquid body wash, namun menurut Badan Obat dan
Makanan Amerika Serikat (FDA) jika digunakan dalam jangka panjang dapat menyebabkan
resistensi bakteri terhadap antibiotik (Pratiwia et al., 2022).
1
1.2 Tujuan
1. Mengetahui porses ekstraksi tanaman bunga telang [Link] L.
2. Mengetahui cara pembuatan formulasi sediaan body wash liquid dari ekstrak etanol
bunga telang [Link] L.
3. Mengetahui evaluasi sediaan body wash liquid dari ekstrak etanol bunga telang
[Link] L.
2
BAB II
METODE PENELITIAN
2.1 Alat dan Bahan Penelitian
2.1.2 Alat Penelitian
Peralatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu blender, alat gelas
laboratorium, timbangan analitik, kertas label, rotary evaporator, kertas saring whatman,
spirtus, kaki tiga, autoklaf, botol steril, mikropipet, tips mikropipet, cawan petri, cotton bud
steril, handscoon, tisu, hot plate, eppendorf tube, inkubator, jarum ose, kain kasa steril,
kapas steril, lemari aseptis, kaca preparat, viscometer dan pH meter.
2.1.3 Bahan Penelitian
Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu ekstrak etanol bunga [Link]
L., bakteri [Link], etanol 70%, akuades, logam magnesium, kloroform, FeCl3,
pereaksi Meyer, preaksi Wegner, preaksi Dragendroff, H2SO4 pekat, NaOH, asam asetat
anhidrat, FeCl3,, minyak zaitun, KOH 40%, Na-CMC, asam strearat, Sodium lauryl sulfate
(SLS), Butyl hydroxyl toluene (BHT), olium akasia, Phenoxyethanol.
2.3 Prosedur Kerja
2.3.1 Pengambilan dan Preparasi Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bunga [Link] L. varietas
ungu sebanyak 10 kg yang dikumpulkan dari daerah Cibaliung Provinsi Banten. Sampel
berupa bunga [Link] L., dipetik dalam keadaan mekar. Lakukan sortasi basah untuk
memilih bunga [Link] L. yang masih utuh dan menghilangkan benda asing yang
terdapat pada bunga [Link] L. kemudian dicuci dengan air mengalir untuk
menghilangkan kotoran dan ditiriskan. Setelah dibersihkan bunga dikeringkan dengan cara
ditutupi kain berwarna hitam, agar terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung
karena dapat menghilangkan zat kimia yang terkandung pada bunga [Link] L.,
pengeringan dilakukan selama 3 hari. Setelah itu, lakukan sortasi kering untuk memisahkan
benda asing atau bagian tanaman yang tidak diperlukan dan sampel dihaluskan
menggunakan blender sampai menjadi serbuk. Serbuk yang dihasilkan diayak
menggunakan ayakan mesh 60, hingga diperoleh serbuk yang halus dan seragam. Hasilnya
3
ditimbang dan dimasukkan ke dalam wadah gelas tertutup.
2.3.2Pembuatan Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang (Clitoria ternatea L)
Ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L) diperoleh dengan cara maserasi
menggunakan pelarut etanol 70%. Serbuk bunga telang ditimbang sebanyak 1 kg kemudian
dimasukkan ke dalam wadah kaca untuk ditambahkan etanol 70% dengan perbandingan 1:5
sebanyak 5L ., aduk lalu diamkan selama 1x24 jam. Simpan ditempat yang gelap supaya
terhindar dari sinar matahari. Sampel bunga telang yang telah dimaserasi kemudian
disaring menggunakan kertas saring sampai menghasilkan filtrat dan residu. Kemudian
residu kembali sampel bunga telang yang telah dimaserasi untuk ditambahkan etanol
sebesar 70% menggunakan perbandingan 1:1,5 sebanyak 1,5 L. Aduk sampai dalam
kondisi merata, lalu tutup wadah, dan rendam selama 1 hari. Ekstrak etanol 70% pada
bunga telang yang dihasilkan kemudian masuk pada tahapan uap dengan menggunakan
rotary evaporator dengan tujuan untuk memperoleh ekstrak kental pada suhu kurang dari
550C.
2.4 Formulasi Dasar Liquid Body Wash Formulasi dasar liquid body wash
Tabel 1. Formulasi Dasar Liquid Body Wash
Bahan
Cara pembuatan liquid body wash ekstrak etanol bunga [Link] L. yaitu, semua bahan ditimbang.
Masukkan minyak zaitun kedalam beakerglass sebanyak 15 mL lalu tambahkan KOH 40% sebanyak 8
mL sedikit demi sedikit sambil dipanaskan pada suhu 600C-700C sampai memperoleh sabun pasta dan
tambahkan akuades sebanyak 15 mL (campuran 1). Dalam air panas masukan Na-CMC diamkan sampai
mengembang dan tambahkan asam stearat, lalu tambahkan campuran 1 aduk hingga homogen kemudian
4
tambahkan Sodium lauryl Sulfate (SLS), aduk hingga homogen. Tambahakan Butyl Hydroxy Toluen
(BHT) aduk hingga homogen dan masukan phenoxyethanol aduk sampai homogen dan tambahkan olium
akasia aduk hingga homogen. Setelah itu cukupkan liquid body wash dengan akuades sampai 100 mL,
masukkan kedalam wadah bersih yang telah disiapkan.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Pembuatan Ekstrak Kental Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L)
Tanaman [Link] L. yang digunakan pada penelitian ini ialah bagian bunga. Pembuatan simplisia
bunga [Link] L. yaitu dimulai dengan mengumpulkan bunga [Link] L. varietas ungu sebanyak 10
kg yang diambil dalam keadaan mekar. Kemudian bunga [Link] L. dijadikan simplisia dan diperoleh
sebanyak 1,2 kg. Simplisia bunga [Link] L. dihaluskan menggunakan mesh 60 untuk mendapatkan
serbuk halus. Lalu serbuk halus bunga [Link] L. ditimbang dan diperoleh sebanyak 1 kg selanjutnya
diekstraksi. Proses ekstraksi pada penelitian ini menggunakan metode maserasi. Dalam bahasa latin
maserasi artinya merendam. Maserasi merupakan metode penyarian zat aktif menggunakan pelarut yang
sesuai dengan pengadukan yang dilakukan beberapa kali pada suhu kamar selama periode waktu tertentu.
Maserasi termasuk kedalam metode cara dingin yang dapat melindungi senyawa metabolit sekunder yang
tidak tahan terhadap pemanasan salah satunya adalah flavonoid. Mekanisme metode maserasi yaitu
adanya proses pengadukan serta penambahan pelarut saat proses ekstraksi berlangsung. Faktor waktu
ekstraski berbanding lurus dengan ekstrak yang diperoleh, dimana semakin lama waktu ekstraksi maka
ekstrak yang diperoleh semakin banyak. Waktu maserasi yang terlalu singkat akan mengakibatkan tidak
semua senyawa terlarut dalam pelarut yang digunakan. Range waktu ekstraksi ideal untuk maserasi yaitu
antara 24, 48 dan 72 jam. Perlakuan tersebut berdasarkan penelitian bahwa lama ideal ekstraksi terdapat
pada kelipatan 24. Selain itu, suhu operasi juga berbanding lurus dengan rendemen, dikarenakan
kelarutan suatu bahan dapat dipengaruhi oleh suhu ekstraksi. Pelarut yang digunakan dalam pembuatan
ekstrak ini yaitu etanol 70%. Pemilihan etanol 70% dikarenakan memiliki kemampuan penetrasi yang
baik pada sisi hidrofil dan lipofil, sehingga dapat menembus membran sel lalu dapat masuk ke dalam sel
dan berinteraksi dalam metabolit yang terdapat dalam sel. Etanol 70% juga mampu mengambil senyawa
5
yang diperlukan seperti flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid dan saponin pada bunga [Link] L. Untuk
memperoleh ekstrak kental yaitu dengan melakukan penguapan ekstrak cair yang sudah didapatkan
menggunakan rotary evaporator pada suhu 55 ̊C dengan putaran 80 rpm, kelebihan dalam alat ini yaitu
efektif dalam menguapkan solven namun tidak merusakan senyawa-senyawa yang terkandung didalam
bunga [Link] L. Hasil ekstraksi diperoleh rendemen sebesar 9,45% yang artinya dari 1.000 g serbuk
simplisia bunga [Link] L. dengan ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% didapat
ekstrak kental sebanyak 94,5 g.
3.3 Hasil Evaluasi Sediaaan Liquid Body Wash
Pengujian evaluasi sediaan liquid body wash yang dilakukan meliputi pengamatan uji organoleptik,
pengamatan uji homogenitas, penentuan uji pH, pengamatan uji tinggi busa dan pengamatan uji
viskositas. Berikut hasil pengujiannya:
a. Pengamatan Uji Organoleptik
Uji organoleptik dilakukan dengan cara mengamati secara langsung sediaan liquid body wash selama 14
hari. Bagian yang diamati meliputi bentuk, bau, dan warna dari sediaan. Pengamatan organoleptik
terhadap sediaan liquid body wash meliputi bentuk, bau, dan warna. Standar yang ditetapkan SNI untuk
uji organoleptik pada sediaan liquid body wash yaitu memiliki bentuk cair, bau dan warna yang khas
(Korompis et al., 2020).
Tabel 2. Hasil Pengamatan Uji Organoleptik
b. Pengamatan Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk menunjukkan bahwa sediaan liquid body wash dapat dikatakan
homogen jika setiap konsentrasi tidak terdapat butiran-butiran pada sekeping kaca. Tujuan dilakukannya
uji homogenitas adalah untuk melihat apakah bahan-bahan sediaan telah tercampur sempurna (Lumentut
et al., 2020). Hasil pengamatan homogenitas pada sediaan liquid body wash ekstrak etanol bunga
[Link] bahwa sediaan menunjukkan hasil yang homogen pada masing-masing konsentrasi, karena
tidak menunjukkan adanya butiran- butiran pada kepingan kaca.
Tabel 3. Hasil Pengamatan Uji Homogenitas Selama 14 Hari
6
c. Penentuan pH
Uji pH bertujuan untuk mengetahui keamanan sediaan pada saat digunakan. Jika pH dalam liquid body
wash tidak sesuai dengan pH kulit maka akan menimbulkan masalah pada kulit seperti iritasi yang
disebabkan karena memiliki pH yang sangat tinggi sehingga dapat menambah daya absorpsi kulit.
Menurut SNI 06-4085-1996 liquid body wash dapat dikatakan baik jika memiliki pH 8-1. Pengujian pH
pada sediaan liquid body wash ekstrak etanol bunga [Link] L. dilakukan dengan menggunakan pH
meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan selama 14 hari menghasilkan nilai pH yang
berbeda pada masing-masing konsentrasi. Hasil pengukuran pH pada sediaan liquid body wash ekstrak
etanol bunga [Link] L. dapat dilihat pada Tabel 4.9 dengan rentang nilai pH 10,24-9,1. Nilai pH yang
dihasilkan pada sediaan liquid body wash ekstrak etanol bunga [Link] L. terbukti telah memenuhi
standar (SNI, 1996).
Tabel 4. Hasil pengamatan uji pH
d. Pengamatan Uji Visikositas
Hasil Pengamatan Uji Visikositas Selama 14 HariTujuan dilakukan pengujian viskositas adalah
mengetahui konsistensi sediaan, yang mana akan mempengaruhi terhadap penggunaan, seperti misalnya
sediaan mudah dituang dari wadah namun tidak mudah mengalir tumpah dari tangan. Oleh sebab itu,
viskositas berpengaruh terhadap acceptable dari konsumen. Syarat viskositas sediaan liquid body wash
yakni 500-20.000 cP (Komala et al., 2020). Hasil pengukuran viskositas sediaan liquid body wash ekstrak
etanol bunga [Link] L. pada formulasi 0 (tanpak ekstrak), formulasi I (ekstrak 10%), formulasi II
(ekstrak 15%) dan formulasi III (ekstrak 20%) menunjukkan nilai viskositas dalam rentang 500-20.000
cP. Artinya semua sediaan liquid body wash ekstrak etanol bunga [Link] L. telah menenuhi
7
persyaratan viskositas.
Tabel 5. Hasil pengamatan uji viskositas
8
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Ekstrak bunga [Link] L. dapat diformulasikan menjadi
sediaan liquid body wash dan telah memenuhi persyaratan evaluasi sediaan liquid body wash meliputi uji
organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji viskositas. Ekstrak etanol bunga [Link]
L. sediaan liquid body wash pada formulasi ke-3 yaitu 20% mempunyai daya hambat bakteri yang efektif
dengan rata-rata diameter zona hambat 6,13 mm masuk dalam kategori sedang.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayah, S. N. 2015. Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria
ternatea L.) Dan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap
Staphylococcus aureus Dan Staphylococcus epidermidis. Surakarta: Universitas
Sebelas Maret.
Komala,O., Andini. S.,& Zahra. F. 2020. Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Wajah Ekstrak Daun
Beluntas (Plucheaindica L.) Terhadap Propionibacterium acnes. Fitofarmaka Jurnal
Ilmiah Farmasi. 10(1): 12-21.
Korompis, F. C., Yamlean, P. V., & Lolo, W. A., 2020. Formulasi dan uji efektivitas antibakteri
sediaan sabun cair ekstrak etanol daun kersen (Muntingia Calabura L.) terhadap bakteri
Staphlococcous epidermidis. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT. 9(1): 30-
37.