0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan13 halaman

Membangun Potensi Peserta Didik Melalui Pembelajaran Kreatif

Dokumen tersebut membahas tentang komitmen seorang guru dalam mendidik peserta didiknya dengan penuh semangat dan dedikasi. Guru tersebut merasakan kebahagiaan besar saat peserta didiknya menunjukkan perkembangan dan pemahaman atas pelajaran, meskipun kontribusinya hanya sedikit bagian dari perjalanan hidup peserta didik. Guru tersebut juga berinisiatif untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan13 halaman

Membangun Potensi Peserta Didik Melalui Pembelajaran Kreatif

Dokumen tersebut membahas tentang komitmen seorang guru dalam mendidik peserta didiknya dengan penuh semangat dan dedikasi. Guru tersebut merasakan kebahagiaan besar saat peserta didiknya menunjukkan perkembangan dan pemahaman atas pelajaran, meskipun kontribusinya hanya sedikit bagian dari perjalanan hidup peserta didik. Guru tersebut juga berinisiatif untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bersama dengan manusia lain mempelajari tentang sesuatu selalu menjadi minat saya.

Memahami
karakter manusia dan membangun potensi atau menemukan potensi mereka selalu
membangkitkan semangat saya. Saya begitu termotivasi saat bekerja dengan sesama manusia.
Dan hal ini saya temukan saat saya menjadi seorang pendidik. Begitu bahagia dan membanggakan
saat seorang anak dapat dengan percaya diri menyampaikan apa yang dia pelajari di depan kelas,
padahal sebelumnya di ogah-ogahan atau tidak memahami tujuan dia datang ke kelas saya.
Melihat peserta didik bersemangat dalam menunjukkan perkembangan belajarnya, tak jarang
membuat saya tersentuh dan menambah kepercayaan diri bahwa saya memiliki kontribusi
terhadap hidup seseorang. Meskipun hanya sepersekian dari bagian hidup mereka.

Saya sangat tersentuh dan tergerak saat peserta didik dalam kelas saya menunjukkan perubahan
sikap yang mungkin terinspirasi saat belajar di kelas saya. Dan hal ini menambah semangat saya
untuk terus mencari cara agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berwarna.
Karena apa yang akan selalu mereka ingat bukan selalu apa yang mereka pelajari. Namun
bagaimana perasaan mereka saat mempelajarinya, ya kita libatkan emosi mereka, kesan apa yang
bisa mereka dapat? Penuh rasa ingin tahu? Kekhawatiran? Pengharapan? Atau kepuasan dan
kebahagiaan?

Kegiatan belajar mengajar bisa diibaratkan menulis sekenario, merencanakan sebuah adegan yang
akan menjadi bagian dari hidup peserta didik. Kesannya luar biasa ya? Namun ini adalah fakta
bahwa kita sebagai Pendidik akan selalu memperoleh bagian dalam mewarnai kisah hidup peserta
didiknya. Dan itu berada di tangan kita bagaimana kita akan mengawali, memberikan poin-poin
penting dan membuat mereka merefleksi apa yang mereka pelajari sehingga pembelajaran
mereka menjadi sesuatu yang bermakna dalam keseharian mereka.

Zaman sekarang, belajar di kelas bukan sekedar menumpahkan isi buku ke dalam pikiran mereka.
Belajar adalah proses memahami sesuatu, yang dalam dunia nyata bisa dilakukan dimana saja
dengan berbagai cara. Sebagai pendidik, tujuan utama bukan sekedar mencerdaskan bangsa,
namun menumbuhkan rasa ingin menjadi cerdas secara mandiri dan memerdekakan diri dari
ketidakmampuan. Menjadi sosok yang tercantum pada profil pelajar pancasila, yang 1. Beriman,
bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia; [Link] global; 3. Bergotong royong;
[Link]; 5. Bernalar kritis; 6. Kreatif.

Di masa Pandemi ini, sebagai seorang pendidik saya merasakan dan memahami kekahawatiran
orang tua akan kualitas pendidikan putra-putri mereka. Selama rentang waktu hampir dua tahun,
peserta didik mengalami perubahan yang kita belum ketahui dampaknya di masa mendatang.
banyak hal yang perlu di tanamakan kembali kepada peserta didik, nilai-nilai budi pekerti,
kebiasaan baik, dan kemampuan sosialisasi yang tak kalah penting dari peningkatan kemampuan
akademik. Konsep merdeka belajar yang diusung oleh Kemdikbud diharapkan dapat mempercepat
proses tersebut dan mengurangi dampak dari Learning Loss yang dikhawatirkan terjadi pada
peserta didik kita.

Ikut ambil bagian dalam memerdekakan peserta didik dalam pembelajaran perlu diawali dengan
pemahaman konsep merdeka belajar itu sendiri. Hal ini saya lakukan dengan aktif mengikuti seri
Ayo Belajar di [Link] secara daring dan berbagai
kelompok belajar lainnya yang dapat meningkatkan penguasaan Teknologi informasi yang
mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh/daring. Melalui kanal tersebut, saya dapat
mengembangkan diri di sela-sela waktu mengajar dan waktu istirahat saya. saya bisa belajar
dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Komunitas saya pun semakin berkembang. Yang
semula saya hanya berdiskusi dengan rekan sejawat di sekolah yang sama atau rekan sejawat se
kabupaten Madiun, sekarang saya tergabung di komunitas guru se Indonesia melalui aplikasi
Telegram, Whats App, Instagram, dan Facebook.

Fasilitas Kuota data Internet dari Pemerintah saya optimalkan untuk mengakses aneka Learning
Management System, aplikasi yang mendukung pembelajaran, dan streaming Youtube yang berisi
berbagai video pembelajaran dari berbagai guru dari seluruh dunia yang menginspirasi. Semoga
semua fasilitas dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak dapat bergerak dengan hati pulihkan
pendidikan
Kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak adalah sebagai berikut :

a) Sikap religius dalam keseharian saya dan memiliki akhlak dan kepribadian yang baik. Hal ini
diharapkan akan memberikan tauladan dan inspirasi yang baik bagi peserta didik dalam rangka
menanamkan karakter Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. karena
sebagai pendidik, jika hal ini belum melekat dan menjadi kesehariannya, maka tidaklah mudah
untuk mengajak orang lain melakukan hal yang sama. karena sejatinya ilmu yang diimbaskan
adalah ilmu yang telah diterapkan dalam keseharian dan menjadi karakter yang bisa ditauladani.

b) Profesionalisme dalam berinteraksi dengan semua elemen sekolah, baik itu dengan sesama
rekan guru, siswa, orang tua/wali murid tanpa membeda-bedakan ras, agama, suku ataupun
golongan manapun. Menjaga netralitas menurut saya adalah salah satu kunci yang harus dimiliki
untuk dapat masuk ke dalam berbagai kalangan. Dengan menjadi calon guru penggerak, maka
saya harus mampu untuk menggandeng sebanyak mungkin tangan untuk bergerak dan mengubah
keadaan. Saya akan memerlukan begitu banyak tangan yang mau membantu dan terlibat dalam
kegiatan ini. Karena perubahan tidaklah selalu nyaman, tapi masa depan yang lebih baik yang akan
menjadi penyemangat untuk bergerak bersama mencapai tujuan.

c) Kemandirian dan kemampuan bekerja dalam kelompok untuk mendukung berbagai Program
yang menjadi Agenda Sekolah. Pepatah mengatakan, jika ingin bekerja dengan cepat maka
bekerjalah sendiri, namun jika ingin bekerja untuk hasil yang besar maka bekerjasamalah.
Kombinasi antara kemandirian dan kemampuan berkoordinasi sangatlah penting dalam upaya
membuat perubahan. Menjadi calon guru penggerak, saya dapat mengambil keputusan secara
mandiri dan mampu berkoordinasi dengan baik untuk melangkah menuju perubahan. Karena
pribadi yang mandiri namun terkoordinasi akan dapat menyampaikan pesan dan bekerja secara
efektif dan efisien.

d) Tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dan kewajiban. Kedua hal tersebut merupakan hal
penting yang perlu dimiliki oleh seorang calon guru penggerak. Saya berusaha semampu saya agar
tugas yang perlu diselesaikan dan didiseminasikan kepada rekan sejawat dapat terselesaikan
dengan baik. sehingga di masa mendatang saya dapat ikut serta mengawal dan menggerakkan
arah pendidikan Indonesia menjadi semakin baik.

e) Kemampuan mengelola informasi maupun data yang berhubungan dengan pengambilan


keputusan dalam pengelolaan manajemen kelas dan dalam kapasitasnya mendukung program
sekolah. Saya berusaha mengidentifikasi informasi secara bijak. menyikapi bagaimana kita
memahami dan menindaklanjuti sesuai dengan kapasitas yang saya miliki agar keputusan yang
diambil sesuai dengan tupoksi masing-masing.
f) Kemampuan mengelola pembelajaran secara menyenangkan dengan memanfaatkan
teknologi dan sumberdaya yang dimiliki oleh sekolah serta aktif mengembangkan diri melalui
[Link] adalah salah satu kompetensi yang terus saya kembangkan.
Karena saya memahami bahwa situasi dan kondisi sekolah di Indonesia sangat beragam. Sehingga
dengan memusatkan perhatian kepada potensi yang dimiliki lingkungan sekitar meliputi, SDM,
sarana prasarana dan hal-hal pendukung lainnya akan memberikan keleluasaan dalam merancang
Kegiatan Pembelajaran yang kontekstual dan memerdekaan peserta didik maupun pendidiknya.
Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan
dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal
tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya
yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat
bila ada)

Masa Pandemi adalah masa dimana kita didorong untuk memasuki babak yang berbeda dari
kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Banyak perjalanan dibatalkan, pertemuan dan kegiatan
yang mengumpulkan massa dibatasi dan dilarang. Hal ini membawa dampak perubahan yang
sangat besar di semua bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kelas-kelas tinggallah
bangku dan meja kosong yang semakin hari semakin berdebu. Para peserta didik dan guru terpisah
oleh ruang dan waktu. Kegiatan belajar mengajar menjadi tidak optimal. Para orang tua pun
banyak yang mengeluh karena khawatir dan kewalahan karena harus mendidik anak-anak mereka
dengan kemampuan mereka yang serba terbatas.

Melihat fenomena ini, sebagai pendidik saya merasa resah dan mencoba mencari solusi terbaik
apa yang bisa membantu mengatasi keadaan dan bisa diterapkan di sekolah untuk meringankan
kondisi tersebut. Terinspirasi dari gerakan pendidik lain di seluruh dunia yang mulai mengajar dari
mana saja melalui berbagai macam cara maka saya dan beberapa teman rekan sejawat mulai
berdiskusi dan merangcang program LAGU KEMBAR 1000. Kami pun mendiskusikan nya dengan
bapak Kepala Sekolah dan beliau menyutujuinya.

Program LAGU KEMBAR 1000 adalah program yang mewadahi video kegiatan pembelajaran Bapak
ibu guru berbasis Web Sekolah yang dapat diakses oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Video ini
dapat ditautkan di berbagai media sosial seperti aplikasi Whats App yang menjadi andalan kami
ketika awal pandemi. Dimana kuota Internet membetasi ruang gerak kami sebelum bantuan dari
pemerintah mulai terdistribusi kala itu. Selain itu video juga dapat ditautkan pada LMS seperti
Google Classroom yang memudahkan bapak ibu guru mengatur Pembelajaran Jarak Jauh selama
masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Bapak Kepala Sekolah mendukung penuh dan memfasilitasi program tersebut dengan
menggandeng pengembang Web dan bahkan ikut ambil bagian dalam In House Training (IHT)
pembuatan Video Pembelajaran. Beliau turut memberikan motivasi dan dukungan agar bapak ibu
guru tetap semangat menghadapi kondisi yang serba tidak meentu dan mau dan mampu terus
belajar sepanjang hayat demi peningkatan kualitas pendidikan.

Program ini tidaklah serta merta dapat terlaksana dengan baik. Ketika program ini mulai di inisiasi,
belum semua bapak ibu guru mampu menghasilkan video pembejaran. Hal ini dikarenakan
beragamnya karakter dan perbedaan kompetensi penguasaan bidang teknologi Informasi bapak
ibu guru. Komunikasi kami dengan rekan sejawat untuk selalu menyemangati dan saling
membantu dan dukungan bapak Kepala Sekolah yang tak henti mampu menggerakkan bapak ibu
guru mata pelajaran untuk mencoba dan berkreasi membuat video pembelajaran dan di unggah di
web sekolah.
Kejadian ini terjadi ketika mempersiapkan peserta didik saat berkompetisi. Saya perlu dukungan
dan berkoordinasi dengan beberapa rekan sejawat yang berkompeten atau yang diberi mandat
untuk bekerjasama dengan saya. Saat itu pihak yang berkompeten memiliki karakter yang tidak
mudah untuk diajak kerjasama. Ada alasan pribadi atau kadang memang karakter orang tersebut
yang menurut beberapa orang rekan sejawat akan bermasalah jika dimintai bantuan atau sekedar
berkoordinasi untuk kepentingan sekolah, dalam hal ini peserta didik. Namun hal tersebut
membuat saya semakin tertantang untuk semakin mempelajari bagaimana cara berkomunikasi
dengan rekan sejawat yang lebih senior, junior, maupun yang berbeda pandangan dengan
keseharian saya.

Ternyata, dengan lebih banyak mendengar dan meminta umpan balik, saya memahami bahwa
sebenarnya semua rekan sejawat saya selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam
melakukan pekerjaannya. Namun komunikasi yang buruk dan kesalahpahaman sering
mengakibatkan kurang harmonis dan munculnya selisih paham yang tidak perlu terjadi. Senioritas
juga bukan lah hal yang perlu ditakuti atau di segani, karena dengan menganggap bahwa rekan
sejawat memiliki hak dan kewajiban yang setara dalam memajukan sekolah adalah bekal yang
saya pegang agar koordinasi dan kerjasama dalam program apapun dapat terlaksana dengan baik.
Upaya yang saya lakukan agar berbagai pihak mau berkomitmen untuk diajak bekerjasama
adalah :

1. Melakukan sosialisasi mengenai program yang harus diselesaikan (tujuan, komponen, beban
kerja, pembagian tugas).

Dengan melakukan sosialisasi dalam rapat kecil, kami bisa menginformasikan pada tim kecil
(anggota inti) agar semua orang dalam tim tersebut memiliki kesepahaman yang sama mengenai
tugas yang di emban. selanjutnya akan bisa direncanakan pembagian tugas yang proporsional agar
pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik tanpa membebani salah satu pihak

2. Meminta dukungan pihak terkait seperti Kepala Sekolah, tim pengembang sekolah, dan rekan
sejawat yang kompeten.

Dukungan dari berbagai pihak akan semakin menambah semangat dan diharapkan semakin
melancarkan proses penyelesaian tugas. Karena dengan mengetahui bahwa program ini di dukung
oleh berbagai elemen sekolah, maka diharapkan akan adanya sinergi yang positif saat
menyelesaikannya.

3. Mengomunikasikan dan memohon dukungan Orang tua/wali murid.

Pelibatan orang tua/walimurid dalam hal memberi dukungan secara moril maupun materiil secara
proporsional dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik saat terlibat dalam persiapan
kompetisi. karena dalam menyiapkan pribadi yang tahan banting dan siap berkompetisi tidak
dibangun dari sekolah saja, Namun diawali dan diteruskan di rumah bersama keluarga dan
komponen pendukung yang dimiliki oleh peserta didik.

Menyelesaikan tugas apapun akan terasa lebih ringan dan lebih cepat terselesaikan jika kita
mampu mengordinasikan dengan baik antara semua pihak yang terlibat. Perselisihan paham
akibat kurang efektifnya komunikasi dapat dijembatani dengan cara duduk bersama
mendiskusikan secara terbuka dan kekeluargaan mengenai permasalahan yang dihadapi untuk
mencapai tujuan bersama. Karena melalui cara itulah kita akan mendapatkan kesepemahaman
mengenai dukungan dan upaya apa saja yang dibutuhkan agar tugas atau program sekolah dapat
terlaksana dan terselesaikan dengan baik. Karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang
saling membutuhkan dan berinteraksi dengan sesamanya sebagai bentuk aktualisasi diri. Dengan
pemikiran yang terbuka, semua orang baik itu rekan sejawat, Kepala sekolah, Orangtua/ walimurid
dan bahwan masyarakat sekitar dapat diajak kerjasama jika kita mampu memberikan informasi
yang tepat dan proporsional sesuai dengan peruntukannya. Kemampuan untuk berkoordinasi dan
bekerjasama agar pihak lain memiliki kesepemahaman yang sama dan mau berkomitmen dengan
kita adalah kompetensi yang perlu selau diasah dari waktu ke waktu. karena hal ini adalah salah
satu modal dalam berorganisasi dan mengembangkan institusi dimanapun kita berada demi
kemajuan dan keberhasilan bersama

Pengalaman saya dalam menghadapi situasi yang paling menantang, kompleks atau sulit saat
menjalankan tugas sebagai Pendidik saya temui saat Pandemi COVID-19 melanda negeri ini. Dulu,
sebelum Pandemi COVID-19 melanda penguasaan Teknologi Informasi adalah suatu pilihan. Kala
itu, saya sudah bersemangat dan mencoba mengikuti perkembangannya. Namun setelah Maret
2020, ketika Pandemi COVID-19 merubah semua keseharian kita, adaptasi pendidik terhadap
penguasaan teknologi informasi adalah suatu keharusan. Berbagai hal yang berbau teknologi
informasi meliputi pembuatan video, animasi sederhana, Learning Management System, lembar
kerja daring, ruang penyimpanan virtual, pertemuan virtual harus dikuasai dengan cepat.

Tantangan ini tidak saya hadapi sendiri, pendidik di seluruh dunia juga mengalaminya. Dan saya
merasa jika saya tidak menguasainya dengan cepat, bagaimana saya melaksanakan tanggung
jawab saya sebagai seorang pendidik yang harus memberikan pelayanan pendidikan bagi peserta
didik saya. Karena saya berada dalam suatu Ekosistem Sekolah dimana saya bergerak selain atas
nama pribadi, saya juga harus memikirkan rekan sejawat saya yang dengan beragam
kompetensinya pun harus menguasai kompetensi ini. Karena saya merasa bagian dari warga
sekolah, saya merasa perlu adanya solusi agar kami sesama rekan sejawat pendidik di SMPN 1
Mejayan dapat maju bersama dan memberikan pelayanan pendidikan yang prima untuk peserta
didik.

Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif yang saya hadirkan dalam membuat keputusan adalah
:

1. Tingkat kebermanfaatan webinar/pelatihan tersebut dalam mendukung tugas saya sebagai


pendidik

Beragam Institusi memberikan webinar dan pelatihan daring secara gratis memiliki pokok bahasan
yang beragam pula. Saya perlu memilih dan memilah materi mana yang saya ikuti yang akan
semakin meningkatkan kompetensi dan pelayanan di bidang pendidikan. Dimana akan
memberikan manfaat yang lebih besar untuk peserta didik.

2. Waktu yang harus saya luangkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Meskipun kegiatan belajar secara tatap muka dibatasi, Kami pendidik tetap memiliki tugas untuk
selalu memantau kondisi peserta didik. Menyemangati dan memberikan dukungan secara daring
membuat kami siaga 24 jam melalui aplikasi Whats App. Sehingga kami sebagai pendidik harus
bisa mengatur waktu yang baik agar seluruh tanggung jawab dalam kegiatan pembelajaran Jarak
jauh tetap terpenuhi.
3. Kredibilitas Institusi atau penyelenggara Webinar atau Pelatihan

Kredibilitas Institusi atau penyelenggara Webinar atau Pelatihan merupakan hal yang perlu
dipertimbangkan. Karena kesesuaian materi, pembicara dan kredibilitas institusi merupakan faktor
yang cukup penting sebagai bahan pertimbangan untuk mengikutinya.

Informasi yang saya gunakan untuk memperkuat keputusan dalam meningkatkan kompetensi
penguasaan Teknologi Infomasi adalah :

1. Mencari informasi yang berasal dari Institusi pemerintah seperti Kemdikbudristek, Dinas
Pendidikan, dan berbagai kanal terpercaya.

2. Mencari informasi dari rekomendasi rekan sejawat yang telah mengikuti program tersebut
terlebih dahulu.

3. Mencari informasi dari rekomendari MGMPS atau MGMP Kab. Madiun

Setelah saya memutuskan Materi apa saja yang saya pilih untuk saya ikuti webinar dan
pelatihannya secara daring, banyak informasi yang saya peroleh yang mencerahkan dan
memberikan wawasan baru mengenai peningkatan kualitas pelayanan pendidikan. Informasi
pencegahan dan penanganan Pandemi COVID-19 termasuk materi wajib yang saya ikuti, agar saya
tidak salah mengambil tindakan saat Kegiatan Tatap Muka Terbatas dilangsungkan. Berbagai
pelatihan penguasaan Teknologi informasi seperti pemanfaatan Learning Management Sytem,
berbagai fitur di Google, dsb sangat membantu pelaksanaan Pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Saya perlu meningkatkan kemampuan saya dalam hal berbicara di depan orang banyak/public
speaking skills. Hal ini saya terima ketika saya melakukan diseminasi materi Pendekatan
pembelajran STEM (Science Technology Engineering and Mathematics) kepada rekan sejawat di
SMPN 1 Mejayan. Kepercayaan diri saya saat berbicara di depan publik perlu ditingkatkan. Karena
saya masih nampak kurang menguasai audiens dan apa yang hendak saya sampaikan masih
terkesan menghafal materi dengan penyampaian yang kaku dan kurang luwes. Tingkat
ketertarikan dan pelibatan audiens dalam penyampaian materi saya kurang. Sehingga
penyampaian materi masih monoton dan kurang menarik.

Saat saya menerima masukan ini, saya sangat berbahagia. Karena hal ini berarti saya masih diberi
kepercayaan dan harapan untuk memperbaiki dan mengembangkan diri. Karena ternyata
berbicara di depan kelas dengan peserta didik memiliki atmosfer yang berbda jika dilakukan di
depan rekan sejawat. Saya juga perlu mempersiapkan diri untuk audiens yang lebih luas seperti,
orang tua/wali murid, institusi di luar sekolah yang berpotensi utnuk diajak kerjasama, atau warga
masyarakat.

Saya adalah orang yang tidak mudah untuk masuk ke lingkungan atau komunitas baru yang
sebagian besar anggotanya tidak saya kenal. Hal lain yang saya lakukan agar saya bisa belajar
untuk keluar dari zona nyaman saya adalah dengan mencoba melakukan aktifitas baru di
lingkungan baru tanpa banyak pertimbangan. Contohnya adalah dengan mulai mengikuti kelas
Yoga di komunitas baru yang menerapkan Prokes, masuk ke dalam komunitas guru di Telegram
dan membuat komunitas belajar Canva.

Mengapa mengikuti olahraga seperti Yoga saya masukkan ke dalam kegiatan yang mendukung
pembelajaran? Karena dengan keluar dari zona nyaman, saya belajar bagaimana bersikap di
lingkungan baru. Jadi saya bisa memahami siswa baru saya saat tatap muka dimulai. Bagaimana
berinteraksi dengan keahlian baru dan komunitas baru. ini akan meningkatkan kepercayaan diri
saya yang dapat saya imbaskan ke peserta didik saya. Hal ini juga berlaku saat saya memasuki
komunitas baru. Saya akan belajar bagaimana membaca dinamika kelompok dan bersikap sesuai
dengan karakter dan kepentingan bersama.
Melalui upaya yang saya ambil untuk meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara di depan
publik, saya semakin mengenali kekuatan dan kelemahan saya. Karena sebelum saya menguatkan
dan mengembangkan potensi orang lain, saya harus memahami kekuatan dan kelemahan saya
sendiri dan melakukan upaya pengembangan diri. Sedikit demi sedikit saya semakin terbiasa
dengan berbicara di depan rekan sejawat. dan semoga dengan semakin bertambahnya jam
terbang dalam berbicara di depan umum, kemampuan saya akan semakin meningkat dan materi
yang tersampaikan semakin baik dan tepat sasaran.

Kegiatan Diseminasi yang akan selalu ada setelah kegiatan webinar, bimtek, atau diklat adalah
peluang/kesempatan yang akan saya manfaatkan untuk menambah jam terbang dan melatih
ketrampilan berbicara di depan umum. semakin luas spektrum kegiatan bimtek/diklatnya maka
semakin luas pula audiens nya. sehingga dengan berjalannya waktu maka ketrampilan saya dapat
semakin terasah dan semoga membawa dampak positif bagi saya pribadi maupun sekolah yang
menaungi saya.
Pengembangan kompetensi penguasaan Teknologi Informati (IT) di masa Pandemi COVID-19
mutlak diperlukan. Salah satunya adanya penggunaan aplikasi Quizziz. rekan sejawat kami
menginisiasi pelatian Trainer Of Trainer sebanyak 12 Guru yang akan mengimbaskan materi ke
guru yang lain. kami diberi pelatihan dulu sebelum melatih rekan sejawat kami lainnya. Ternyata
mengikuti pelatihan menjadi pelatih/trainer cukup menyenangkan. Pada saat itu kami aktif
berdiskusi, berkolaborasi dan saling memberi masukan satu sama lain dam prosesnya. Ketika tiba
saat mengimbaskan ke rekan guru, kami tidak mengalami kesulitan yang berarti. Ilmu yang kami
peroleh dengan mudah kami imbaskan ke rekan guru. Karena proses belajar yang menyenangkan
dimana tidak ada sekat antara pelatih dan yang dilatih memudahkan kami dalam berkomunikasi.
sehingga ibarat pelatihan adalah belajar bersama seperti peserta didik yang sedang kerpok (Kerja
Kelompok).

Motivasi utama yang membuat saya ingin ikut terlibat dalam pelatihan ini adalah kesempatan
untuk mempelajari Ketrampilan mengimbaskan materi, ketrampilan tertentu kepada rekan
sejawat dengan usia yang sama atau lebih dari saya. sehingga keahlian dalam berkmunikasi secara
efektif akan semakin bertambah. Terutama ketrampilan dalam pendekatan andragogi dimana kita
berbagi ilmu dengan orang dewasa yang memiliki pendekatan yang berbeda dari peserta didik
yang merupakan audien kita sehari-hari sebagai pendidik

Fokus yang dikembangkan adalah penguasaan aplikasi Quizziz, dimana di skema pembelajaran
terdapat serangkaian materi yang perlu dipahami dan keahlian yang perlu dikuasai. Bukti
penguasaan ketrampilan adalah dari resume/tugas yang dikumpulkan secara daring ke drive
ketua. mulai dari awal kegiatan kami memberikan penjelasan tujuan pembelajaran. di setiap awal
pokok materi pun, tujuan kembali dimunculkan agar peserta pelatihan dapat memahami dan
menyelesaikan tuntutan/tagihan hasil kerja dengan baik.

Kami sadar, bahwa bekerjasama dengan peserta pelatihan yang terdiri dari orang dewasa yang
seumuran atau lebih senior perlu metode yang khusus. Dimana kita harus mampu bersikap sopan
dan santun serta memberikan perhatian ekstra jika mengalami kesulitan dalam pengoperasian
atau aplikasi Quizziz. Pemahaman akan pendekatan Andragogi kembali mengambil porsi penting
dalam berinteraksi dengan orang dewasa. dan ini adalah ketrampilan yang akan memberi dampak
pada pelatih, yakni saya pribadi yang ikut terlibat dalam pelatihan ini.

Bekerjasama dengan orang dewasa dalam pelatihan memberikan ilmu dan mengasah ketrampilan
saya dalam memahami pendekatan Andragogi. Pembelajaran orang dewasa memerlukan keahlian
komunikasi yang efektif dan menekankan pada konsep merdeka belajar. Dimana peserta pelatihan
di dorong untuk belajar mandiri karena dianggap sebagai orang dewasa yang memiliki tanggung
jawab penuh kepada dirinya sendiri. Sehingga saya sebagai pelatih rekan sejawat saat itu, lebih ke
memberi dukungan mengenai kesulitan atau hambatan yang mungkin ditemui ketika mencoba
aplikasi Quizziz.
Dukungan tambahan yang perlu diberikan adalah : pengakuan, berpusat pada peserta,
pengalaman dalam menguasai aplikasi yang berbasis teknplogi informasi yang pernah
dioperasikan sebelumnya, membentuk atmosfer belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Hambatan yang kadang muncul saat melakukan pelatiahn dengan rekan sejawat adalah motivasi
yang rendah dan upaya untuk mempengaruhi rekan kerja lainnya. Hal ini dapat diselesaikan
dengan menunjukkan berbagai macam manfaat yang diperoleh kika pelatiha dapat terselesaikan.
Bisa juga dengan meminta dukungan dari Kepala Sekolah atau reward dalam bentuk kegiatan yang
mendukung penerapan kelahlian yang dimiki oleh bapak ibu guru rekan sejawat.

Selain itu kami yang terlibat dalam tim pelatih tak lupa untuk selalu mengingatkan mengenai
target belajar dan pengumpulan tugas secara berkala sehingga pelatihan dapat berlangsung secara
serius tapi santai.

Motivasi peserta pelatihan kami pertahankan dengan cara selebrasi dengan memberikan tepuk
tangan, dan sertifikat penyelesaian program di akhir kegiatan. Penguatan berupa ucapan positif
kepada peserta ketika berhasil menguasai keahlian tertentu dalam pelatihan ternyata cukup baik
dalam mempetahankan motivasi peserta pelatihan.

Melalui Pendekatan Andragogi, pelatihan dengan melibatkan orang dewasa memiliki hasil yang
positif. Motivasi peserta pelatihan dipertahankan dengan cara memberikan ucapan dan ungkapan
yang membangun. Hal ini tidak saja diberikan saat peserta pelatihan sukses mencapai
keterampilan tertentu, tapi juga diberikan kepada peserta yang tetap mau berusaha dan mencoba
meskipun belum berhasil dalam upaya menguasai materi atau keterampilan tertentu.

Refleksi dan perayaan tak lupa juga dilakukan agar peserta memiliki kesan mendalam dan
bermakna atas apa yang telah dilakukan selama pelatihan.

Anda mungkin juga menyukai