STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Nama : Tn. S
Umur : 44 th
Tgl MRS : 13 Desember 2022
Jenis kelamin : Laki-laki
Dx Medis : Dyspepsia
Ruang : UGD
▪ Kondisi klien :
Alasan masuk RS :
Pasien merasa lemas dan merasa nyeri pada ulu hati yang tak tertahankan.
Data fokus :
DS: Pasien mengeluh nyeri
P : Dyspepsia
Q : Ditusuk-tusuk
R : Ulu ati
S : skala nyeri 3
T : terus menerus
DO: Pasien tampak meringis , mengeluh nafsu makan menurun dan tampak gelisah
▪ Keperawatan (masalah)
Nyeri akut bd agen pencedera fisiologis dd mengeluh nyeri, tampak meringis, gelisah dan
mengatakan nafsu makan menurun.
▪ Tujuan khusus :
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1 x 30 menit diharapkan nyeri pasien
berkurang dengan kriteria hasil:
1. Nyeri pasien menurun
2. Pasien tidak meringis
3. Pasien tidak gelisah
4. Nafsu makan bertambah
▪ Tindakan keperawatan :
Tindakan keperawatan: tindakan apa yang dilakukan, SOP tindakan tersebut
KOMPETENSI : PEMASANGAN INFUS
KOMPETEN
Aspek yang Dinilai
ya tdk ya tdk ya tdk
Tahap Pra Interaksi
1. Kaji kebutuhan pasien dengan
melihat catatan
keperawatan/medis
2. Cuci tangan efektif
3. Siapkan alat-alat :
a. Troly
b. Standar infus
c. Infus set (makro/mikro/blood)
sesuai kebutuhan
d. Cairan infus (sesuai
kebutuhan)
e. Abocath sesuai kebutuhan
f. Kapas injeksi dalam
tempatnya
g. Alkohol 70%
h. Kasa steril dalam tempatnya
i. Plaster/hepavik
j. Gunting plaster
k. Baki obat/ bak suntik/ Kupet
steril
l. Pinset anatomis steril (1 buah)
m. Pengalas
n. Bengkok
o. Torniqet
p. Handscoond
q. Korentang
r. CM keperawatan
s. Chart kontrol cairan
t. Tempat sampah tajam (safety
box)
u. Tempat sampah medis
4. Cuci tangan efektif
Tahap Orientasi
1. Salam pembuka dan perkenalkan
diri
2. Lakukan identifikasi, 2 identitas
( tanyakan nama dan lihat no
RM/tanggal lahir )
3. Jelaskan prosedur
4. Jelaskan tujuan tindakan pada
pasien dan keluarga
5. Kontrak waktu
6. Tanyakan keluhan pasien dan
adanya alergi
7. Berikan kesempatan pasien untuk
bertanya
Tahap Kerja
1. Jaga privasi pasien tutup sampiran
2. Dekatkan peralatan (troly injeksi)
ke area pemasangan infus
3. Siapkan plester, dan 1 plester
bertuliskan tanggal dan jam
4. Cuci tangan efektif
5. Pakai Handscoen
6. Sepakati lokasi pemasangan infus
berdasarkan prioritas
7. Pasang pengalas
8. Periksa label infus sesuai program
terapi
9. Hubungkan cairan infus dengan
infus set (infus set diklem)
10. Isi selang kontrol dengan cairan
sampai 1/3 bagian
11. Alirkan cairan untuk pengisian
selang infus set
12. Pastikan selang infus set bebas
udara
13. Pasang tourniquet untuk
melakukan fiksasi diatas lokasi
terpilih 10-15 cm
14. Palpasi dan Tentukan area suntikan
(diusahakan mencari vena yang
paling ujung dan tidak bercabang)*
15. Desinfeksi daerah yang akan di
tusuk dengan alkohol arah
melingkar dari dalam keluar
dengan diameter 4-5 cm*
16. Tusukkan abocath dengan
kemiringan 30 derajat dengan
mengarah ke jantung*
17. Pastikan darah tampak keluar,
tarik mandrin ½ cm sambil
dorong iv cath atau sesuai
dengan petunjuk masing-masing
iv cath*
18. Cabut mandrin/jarum kemudian
sambungankan iv cath dengan
selang cairan yang telah
dipersiapkan*
19. Lepaskan toerniquet
20. Buka klem infus set, alirkan
cairan sampai mengalir lancar
21. Fiksasi iv cath dengan
plaster/hepavik tanpa menutupi
insersi
22. Tutup tempat insersi dengan
kasa steril
23. Lepaskan handscoon
24. Pasang bidai dan verban (anak),
atau diplaster (dewasa)
25. Atur tetesan infus sesuai
program
26. Pasang stiker bertuliskan tgl,
bulan dan jam pemasangan pada
tempat pemasangan infus
27. Pasang form pantau cairan
28. Pasien dan peralatan dibereskan
29. Lakukan observasi terhadap
aliran infus (atur posisi pasien
agar aliran infus lancar)
30. Jelaskan kepada pasien apabila
infus tidak menetes atau ada
darah pada selang agar segera
melaporkan kepada perawat
31. Cuci tangan efektif
32. Buka sampiran
Tahap Terminasi
1. Evaluasi hasil kegiatan (subyektif
dan obyektif)
2. Berikan reinforcement posistif
pada pasien
3. Kontrak pertemuan selanjutnya
(kegiatan, waktu dan tempat)
4. Beri salam penutup
5. Cuci tangan efektif
Dokumentasi
Catat hasil tindakan dan respon pasien di
dalam catatan keperawatan
………………………………………………………………………………………………..
STRATEGI KOMUNIKASI
DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
PEMASANGAN INFUS
ORIENTASI
Salam terapeutik
“Selamat pagi bapak perkenalkan nama saya A A Istri Revaliana Pradnyandari dari Mahasiswa
Program Studi Keperawatan Program Sarjana STIKes Wira Medika Bali yang bertugas pada
pagi hari ini”
Evaluasi/validasi
“Kalau boleh tahu nama bapak siapa? Apakah bapak masih ingat dengan tanggal lahir bapak?”
Kontrak
Topik
“Baik pak disini saya akan memasangkan infus pada tangan bapak dimana yang bertujuan
untuk mempertahankan atau mengganti cairan tubuh bapak”
Waktu
“Nanti untuk waktu yang saya perlukan kurang lebih 10 menit pak ya”
Tempat
“Untuk tempatnya kita bisa melakukan ditempat tidur saja ya”
KERJA
(Langkah-langkah tindakan keperawatan): komunikasi saat melakukan tindakan)
“Baik pak saya akan mulai tindakanya ya, pertama bapak posisi tetap berbaring ya?” Baik pak,
tangannya bisa digenggam ngih pak? kalau bapak takut bapak bisa pejamkan matanya ngih,
tiang mulai suntikkan ya pak, bapak akan saya masukkan obat ketorolac dan omeprazole untuk
meringankan nyeri dan melapisi lambung bapak melalui infus ya pak, baik pak saya masukkan
obatnya ngih, mungkin agak sedikit sakit bapak.”
TERMINASI
Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
DS :
- Pasien mengatakan sakit saat ditusuk jarum
DO :
- Pasien tampak kooperatif saat perawat melakukan tindakan
- Pasien tampak tegang
Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah
dilakukan)
“Baik pak nanti bapak bisa panggil saya jika membutuhkan bantuan ngih ”
Kontrak yang akan datang
Topik
“Baik nanti saya akan kesini lagi untuk mengecek keadaan bapak ya”
Waktu
“Baik untuk waktunya apakah bapak bersedia pukul 11.00 wita?”
Tempat
“Untuk tempatnya kita sepakati disini lagi pak ya?”