Machine Design
Machine Design
Trakindo Utama
Training Center Cileungsi
Materi-materi subyek ini dikeluarkan oleh Trakindo Utama, Indonesia dengan pengertian bahwa:
1. Trakindo Utama, Indonesia, para staff, pengarang, atau siapapun yang terlibat dalam
persiapan dari publikasi ini dengan tegas menyangkal seluruh atau yang berkaitan dengan
kontrak apapun, kerugian, atau bentuk lain dari pertanggung jawaban kepada siapapun
(pemilik publikasi ini ataupun bukan) yang berhubungan dengan publikasi dan segala
konsekwensi yang timbul dari penggunaannya, termasuk segala kelalaian yang dibuat oleh
siapapun dalam hubungannya dengan keseluruhan atau sebagian isi dari publikasi ini.
2. Trakindo Utama, Indonesia dengan tegas menyangkal seluruh atau segala pertanggung
jawaban kepada siapapun yang berhubungan dengan konsekwensi apapun dari segala yang
telah dibuat atau kelalaian yang telah dibuat oleh orang-orang yang berkaitan, secara
keseluruhan atau parsial, atas keseluruhan atau sebagian atau bagian manapun dari isi
subject material ini.
PENJELASAN MODUL
Judul Modul
CAT Machine & Engine Designation
Uraian Modul
Modul ini mencakup pengetahuan yang berhubungan dengan komponen-komponen utama pada
produk caterpillar. Dengan menyelesaikan modul ini dengan baik, siswa akan mampu untuk
mengidentifikasi komponen utama machine dan engine caterpillar. Siswa juga diharapkan
mampu memahami interaksi antar komponen tersebut.
Pra-Syarat
Module berikut ini merupakan prasyarat yang harus diikuti sebelum pelaksanaan dari modul ini:
• Tidak ada
Sumber Referensi
• Training Center PT Trakindo Utama
Metode Penilaian
Kelas dan Praktikal
Untuk memberikan hasil kerja yang memuaskan dari modul ini, anda harus menunjukkan bahwa
anda sudah mampu dalam semua materi pelajaran. Sebagai konsekwensinya, setiap hasil
pekerjaan dan penilaian akan menjadi ukuran dari penilaian modul tersebut.
Dalam modul ini, anda diharuskan untuk berpartisipasi di dalam kelas dan tempat kerja.
DAFTAR I SI
TOPIK 1 : Track Type Tractor ..............................................................................1
Mechanical Drivetrain.................................................................................................... 2
Hydrostatic Drivetrain.................................................................................................... 5
System Hydraulic Track Type Tractor........................................................................... 6
Struktur Utama Track Type Tractor............................................................................... 7
Worktool dan GET....................................................................................................... 21
Topik 1
Track Type Tractor
Semenjak pertama kali dibuat pada tahun 1904, Track Track Tractor telah mengalami banyak
sekali pengembangan dari segi komponen dan kelengkapannya. Sistem penggerak track type
tractor terdapat dua macam, yaitu :
1. Mechanical Drivetrain
2. Hidrostatic Drivetrain
Mechanical Drivetrain
Agar track type tractor dengan baik, diperlukan adanya rangkaian komponen yang meneruskan
power dari sumber tenaga yang meliputi mekanisme pengatur kecepatan, torsi dan arah.
Komponen-komponen yang saling bekerjasama tersebut terdiri dari engine, torque converter,
transmisi, differensial dan final drive
a. Engine
Engine merupakan komponen penghasil tenaga sesuai dengan beban yang dipikul oleh
machine. Berbagai jenis engine dipasang pada track type tractor Caterpillar mulai dari 71 –
862 horse power dengan teknologi engine mechanical hingga electronic engine.
b. Torque Converter
Tenaga dari engine kemudian diteruskan ke torque converter. Torque converter merupakan
komponen yang berfungsi melipatgandakan torsi sehingga putaran engine dapat dirubah
menjadi torsi yang tinggi untuk melakukan kerja.
c. Transmisi
Dari torque converter tenaga diteruskan ke Transmisi. Transmisi merupakan komponen yang
berfungsi mengatur kecepatan, torsi dan arah putaran.
d. Bevel Gear
Dari transmisi, tenaga diteruskan menuju bevel gear untuk merubah sumbu putar sebesar
90o dan diteruskan menuju transmisi.
e. Steering
Komponen steering pada track type tractor terdiri dari dua jenis yaitu :
Steering Clutch
System steering clutch bekerja dengan menggunakan clutch untuk memutus tenaga ke
salah satu track dimana track yang lainnya tetap bergerak. Sistem control steering pada
machine model lama masih menggunakan tuas mechanical, sementara untuk machine
terbaru sudah menggunakan control electronic yang disebut finger tip control (FTC). Saat
salah satu control FTC ditarik penuh maka salah satu brake clutch akan terkunci sehingga
machine dapat berbelok.
f. Brake
Brake merupakan komponen yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan
pergerakan machine.
g. Final Drive
Final drive merupakan komponen penerus tenaga paling akhir menuju ke track assembly.
Final drive mengurangi kecepatan dan meningkatkan torsi.
Hydrostatic Drivetrain
System hydrostatic drivetrain digunakan pada track type tractor tipe kecil D3 – D5G.
Pada system hydrostatic, terdapat hydraulic pump yang merubah energi gerak dari engine
menjadi energi fluida, dan selanjutnya fluida tersebut dialirkan menuju control valve. Control valve
berfungsi untuk mengatur arah dan kecepatan machine. Selanjutnya fluida diteruskan menuju
hydraulic motor untuk merubah kembali energi fluida menjadi energi gerak mekanis dan
diteruskan ke final drive.
System hydrostatic dapat menghasilkan tingkat pengontrolan yang lebih halus dan presisi.
a. Engine
Engine menghasilkan energi mekanis yang selanjutnya diteruskan menuju pompa hydraulic.
b. Pompa Hydraulic
Pompa hydraulic akan merubah energi mekanis dari putaran engine menjadi energi fluida
dengan menghasilkan aliran oil menuju system hydraulic.
c. Control Valve
Control valve merupakan komponen yang mengatur jumlah dan arah aliran yang akan
menuju hydraulic cylinder.
d. Hydraulic Cylinder
Hydraulic cylinder merupakan komponen yang merubah energi fluida menjadi energi gerak
untuk menggerakkan blade dan ripper
Main Frame
Main frame merupakan komponen utama yang menyangga seluruh komponen track type tractor.
Main frame memiliki konstruksi yang kokoh dan kuat menahan tekanan, regangan (strain) dan
getaran.
Main frame sebuah track type tractor yang berfungsi untuk menyangga :
Push Arm
Push arm merupakan komponen yang berguna menyangga blade, meneruskan tenaga dari
machine menuju blade dan memungkinkan blade dikontrol naik, turun atau tilt.
Ripper Frame
Ripper frame merupakan komponen yang menyangga ripper tower dan ripper shank sehingga
ripper dapat dikontrol menggunakan ripper lift cylinder.
Ripper Carriage
Ripper tower merupakan komponen yang berguna sebagai housing ripper shank dan tempat
pemasangan ripper tip cylinder sehingga ripper tip dapat dikontrol sudut penetrasinya terhadap
permukaan tanah.
Roller/Track Frame
Roller/Track Frame terbuat dari dua bagian baja berbentuk pipa dengan steel support casting
yang dilas. Desain pipa yang bundar memberikan kekuatan maksimum supaya tahan terhadap
stres yang disebabkan kejutan dari permukaan tanah saat work tool dipergunakan dan ketika
machine beroperasi. Supaya tidak berputar, terdapat slot key pada track adjustment mechanism
roller frame depan yang akan masuk ke key pada selonsong roller frame balakang.
Bagian dari roller frame depan (telescopic) dapat diatur jaraknya terhadap bagian belakang.
Roller frame depan terdiri dari track adjustment mechanism yang dilengkapi dengan recoil spring
yang berfungsi untuk melakukan penyetelan jarak antara roller frame depan dan belakang,
sehingga kekencangan track dapat diatur.
Pengencangan track dapat dilakukan dengan mengisikan grease pada fill valve sehingga jarak
front roller frame dan rear roller frame akan semakin lebar.
Push Arm ditahan oleh trunnion pivot shaft yang terpasang pada roller frame belakang.
Pivot Shaft
Pivot shaft menghubungkan bagian belakang rear roller frame dengan main frame. Masing-
masing roller frame dapat berputar terhadap pivot shaft sebesar 3O kebawah dan 3O keatas.
Bushing yang terbuat dari bronze menjadi bantalan antara lubang rear roller frame dan pivot
shaft sedangkan sebagai pelumasnya dipergunakan oli yang disekat oleh seal untuk menghindari
kotoran masuk dan kebocoran oil.
Equalizer Bar
Bagian depan rear roller frame terhubung dengan main frame melalui sebuah equalizer bar. Pada
bagian atas equalizer bar terdapat rubber pad yang berguna mengontrol gerakan equalizar bar
dan meningkatkan kestabilan machine saat menanjak dan beroperasi pada permukaan yang
kasar.
Bagian tengah equalizer bar terhubung dengan main frame menggunakan sebuah pin yang
dilengkapi bantalan non metalik yang tidak memerlukan pelumasan. Setiap ujung equalizer bar
terhubung dengan bagian depan rear roller frame menggunakan sebuah pin.
Major bogie dan minor bogie dipasang menggunakan cartridge pin yang memiliki pelumas oli dan
penyekat.
Pada masing-masing major bogie terdapat rubber pad dan rubber pad pasangannya terpasang
pada roller frame.
Undercarriage
Machine yang dilengkapi dengan penggerak roda sering sekali tidak dapat bergerak pada kondisi
medan berlumpur dan tanah yang lembut. Oleh karena itu dibuat machine yang menggunakan
track sebagai pengganti roda, sehingga machine dapat beroperasi meskipun pada kondisi medan
yang berlumpur. Track dapat berputar menggunakan rangkaian komponen-komponen
pendukung lainnya yang secara keseluruhan disebut Undercarriage.
Desain Track
Rancangan undercarriage pada machine Caterpillar terdiri dari dua jenis yaitu :
1. Oval track
2. Elevated sprocket track
Oval Track
Oval track type tractor menjadi standar konfigurasi seluruh peralatan yang menggunakan track.
Sprocket berada pada bagian belakang machine dan idler berada pada bagian depan machine.
Terdapat satu atau dua buah carrier roller pada bagian atas track frame dan sejumlah rangkaian
track roller pada bagian bawah. Komponen penggerak machine yang langsung bersentuhan
dengan tanah terdiri dari track link yang bekerja sebagai rantai penghubung dan track shoe
sebagai tapakan.
Elevated sprocket track pertama kali diperkenalkan oleh Caterpillar pada tahun 1978 untuk
meningkatkan beberapa performa machine. Hanya produk Caterpillar yang menggunakan desain
ini karena hak paten yang dimiliki Caterpillar. Desain elevated sprocket seperti terlihat pada
gambar diatas memungkinkan final drive dan procket tidak memikul beban berat machine secara
langsung dan lebih bersih dari kotoran karena posisinya berada diatas. Hal ini memungkinkan
komponen final drive lebih awet, machine lebih seimbang, gaya dorong (traksi) lebih tinggi dan
memungkinkan track roller frame lebih fleksibel.
Konfigurasi Undercarriage
Standard Arrangement, Extra Long (XL), Extra Wide (XW), Extra Rear (XR) dan Low Ground
Pressure (LGP) tersedia untuk memungkinkan customer menyesuaikan konfigurasi machine
sesuai dengan kondisi operasi agar machine beroperasi dengan performa yang baik dan usia
pakai yang panjang.
XL undercarriage memiliki track yang lebih panjang untuk meningkatkan area kontak dengan
permukaan tanah. Hal ini juga meningkatkan kestabilan, performa flotation dan finish grading.
Konfigurasi XW track juga lebih panjang ke depan (tujuh roller dan sebuah carrier roller),
disamping memiliki track yang lebih lebar untuk mendapatkan stabilitas yang lebih pada daerah
yang miring. Konfigurasi XW memiliki traksi yang lebih baik pada kondisi basah namun tidak
pada aplikasi tanah yang sangat berlumpur.
Konfigurasi XR track memiliki track roller frame yang lebih panjang kearah belakang machine.
Fungsi utama konfigurasi XR track adalah untuk aplikasi melakukan penarikan.
LGP arrangement memiliki track yang lebih lebar dan track roller frame lebih panjang dibanding
standard track. Pada konfigurasi ini track lebih panjang kedepan dan kebelakang. Hal ini
mengurangi tekanan kepermukaan tanah untuk mendapatkan daya mengambang (flotation) pada
kondisi berlumpur.
a. Track link
Track link merupakan komponen yang berguna sebagai tempat pemasangan track shoe dan
bantalan bagi roller.
Track link harus dapat menahan berat machine, tahan terhadap bidang kontak yang abrasive
dan dapat merusak, harus sanggup menyerap beban kejut dari shoe. Track link dibuat melalui
proses permesinan dengan toleransi yang kecil pada tempat pemasangan pin, bushing dan
pemasangan shoe. Track link memiliki tingkat keausan yang kecil, tahan terhadap keretakan,
spalling dan kerusakan karena kelelahan material.
b. Track Pin
Track pin bersama-sama dengan bushing berfungsi sebagai penahan dan penyambung antara
track link yang satu dengan yang lain.
Pin harus memiliki tahan dari kebengkokan, aus dan retak meskipun telah mencapai batas
keausannya. Pin dibuat melalui proses permesinan yang akurat dan press fit dengan bore track
link.
c. Track Bushing
Pada system undercarriage, track bushing dan pin bersama-sama menahan track link,
menyambung track link yang satu dengan yang lain dan menyekat rangkaian antara link dan
bushing. Bushing ini harus tahan keretakan.
Master Link
Master link memiliki bentuk yang berbeda dengan link lainnya dimana link terbagi menjadi dua
berbentuk serrated diagonal yang diikat satu sama lain menggunakan baut.
Master pin
Master pin merupakan metode penyambungan track link menggunakan sebuah pin yang lebih
panjang dan setiap ujung memiliki step. Bushing pada master pin lebih pendek dari bushing yang
lainnya.
e. Track Shoe
Track Shoe berfungsi menahan berat machine, menyediakan traksi melalui tahanannya dengan
permukaan tanah guna memungkinkan track-type machine bergerak .
Track Shoe memiliki beberapa tipe sesuai dengan kondisi tempat machine beroperasi yang terdiri
dari :
Trapezoidal center holes shoe memungkinkan sprocket mendorong keluar kotoran dan
bongkahan material yang berada diantara shoe dan bushing.
Chopper Shoe
Chopper shoe memiliki front grouser yang penuh untuk memberikan tahanan belok dan sisi
diagonal untuk meningkatkan kemampuan pemotongan dan dilengkapi dengan trapezoidal center
hole untuk tempat pembuangan material.
Chopper shoe bekerja dengan baik pada daerah dimana kotoran cenderung tersangkut pada
shoe dan direkomendasikan pada apllikasi tempat pembuangan sampah, penghancuran
bangunan dan tempat penampungan material sementara.
f. Track Roller
Track Roller menahan machine pada track dan memandu machine untuk tepat bergerak diatas
track. Track Roller terdiri dari dua jenis yaitu :
Single flange
Single flange roller digunakan pada machine-machine terbaru dimana proses pelepasan dan
pemasangan lebih mudah dan lebih sedikit bidang yang mengalami keausan.
Double flange
Double flange dipergunakan pada machine-machine terdahulu dan lebih memakan waktu dalam
melakukan perbaikan.
g. Carrier Roller
Carrier roller digunakan pada system undercarriage pada sejumlah machine untuk menahan
berat track antara idler dan sprocket. Carrier roller juga menghaluskan gerakkan track bagian
atas dan meningkatkan jarak antara track roller dan frame.
Carrier roller umumnya memiliki konstruksi single flange. Carrier roller harus sejajar dengan
sprocket dan front idler. Carrier roller berputar pada dua buah roller bearing yang terpisah.
Terdapat floating duo cone seal untuk mencegah kebocoran oil pada sisi bagian dalam roller.
Sebuah O-ring seal pada cover menyekat oil pada ujung roller yang lainnya
h. Sprocket
Fungsi dari sprocket assembly adalah untuk meneruskan tenaga dari final drive menuju bushing
track link.
Gigi-gigi sprocket bekerja dengan menarik track bushing dan menggerakkan track group
sehingga machine bergerak. Permukaan Sprocket rim memiliki kekerasan tinggi dan ketahanan
terhadap keausan.
Machine terbaru menggunakan sprocket tipe segmen yang dibautkan ke rim final drive.
Sedangkan machine terdahulu masih menggunakan sebuah sprocket yang utuh dibautkan atau
di las ke rim
i. Idler
Idler memandu track keluar dan masuk ke track roller , menahan sebagian beban machine dan
komponen yang memungkinkan kekencangan track dikontrol. Undercarriage dengan Elevated
sprocket memiliki dua idler yang berada pada bagian depan dan belakang machine.
Undercarriage dengan Oval track hanya memiliki satu idler yang ada pada bagian depan
machine.
Track link assembly yang terdiri dari link kiri dan kanan, yang merupakan gabungan dari
komponen yang telah dibahas diatas, terdiri dari pin dan bushing yang tergabung pada masing-
masing track link. Masing-masing track section digabungkan membentuk link assembly dan
diatas link assembly diikatkan track shoes dengan baut sehingga menghasilkan track group.
Worktool dan ground engaging tool merupakan perlengkapan yang terdapat pada track type
tractor untuk melakukan pekerjaan mendorong, menarik dan mengeruk tanah. Worktool dan
ground engaging tool yang umumnya terpasang pada track type tractor Caterpillar adalah :
Blade
Blade berfungsi melakukan penetrasi dan mendorong material yang akan dipindahkan dan
terpasang pada bagian depan track type tractor.
Ground engaging tool yang umum terpasang pada blade terdiri dari :
Cutting edge, melindungi blade saat bersentuhan dengan material yang akan dipindahkan.
End bit, bersama-sama dengan cutting edge melindungi blade saat bersentuhan dengan
material yang dipindahkan.
Wear plate, berfungsi untuk memperbaiki atau mengganti permukaan moldboard yang aus atau
rusak dan juga dapat dipasang untuk melindungi moldboard dari matrial yang sangat abrasive.
Push Plate, dipergunakan sebagai pelindung moldboard pada aplikasi TTT yang mendorong
scraper.
Blade terdiri dari berbagai jenis guna menyesuaikan dengan aplikasi pekerjaan dan jenis material
yang didorong guna diperoleh hasil produksi yang efisien dan usia pakai komponen yang
panjang. Jenis-jenis blade tersebut adalah :
c. Carry-dozer (CD)
Carry-dozer blade tersedia hanya untuk D11 R Carrydozer dimana memiliki standard tinggi yang
sama dengan tipe universal dan semi universal, perbedaannya adalah bentuk yang unik
menyerupai bucket sehingga dapat mendorong material dengan jumlah yang lebih besar. Blade
tipe ini tidak sesuai dipergunakan mendorong material yang lengket .
d. Straight (S)
Straight blade memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding SU dan U sehingga machine lebih
mudah untuk bermanuver dan memiliki daya penetrasi yang lebih besar. Straight blade dapat
mendorong material yang lebih berat dengan mudah.
e. Angling (A)
Angling blade dapat diposisikan lurus atau miring 25 derajat ke masing-masing sisi. Blade ini
didesain untuk membuat sudut miring, meratakan jalan dan permukaan tanah, membuang
lapisan salju, membersihkan area kerja dari pohon dan tumbuhan (land clearing) dan mendorong.
Blade jenis ini terpasang pada C frame dan dengan desain seperti ini dapat mengurangi
manuver machine selama pekerjaan berlangsung. Blade tidak direkomendasikan untuk material
berbatu dan aplikasi dengan beban terlalu berat.
f. Cushion Blade
Cushion blade dipergunakan untuk pendorong beban sambil berjalan seperti mendorong
scrapper. Bantalan karet memungkinkan dozer menyerap beban kejut saat blade kontak dengan
push block scraper.
Ketika tidak memikul beban, dozer dapat dipergunakan untuk merawat jalan. Permukaan yang
tidak begitu cembung meningkatkan kemampuan bermanuver machine dan memperkecil
kemungkinan ban scraper terpotong.
Ripper
Ripper berfungsi untuk memecahkan tanah yang keras atau lapisan batuan sehingga dapat
didorong, dimasukkan ke truk atau diambil menggunakan scraper.
Ripper yang terpasang pada track type tractor terdiri dari komponen berikut :
Ripper terdiri dari beberapa jenis yang dapat dipilih sesuai dengan material yang akan
digemburkan, terdiri dari :
a. Fixed Hinged
Fixed hinged ripper dapat ditemukan pada model terdahulu dari D8 dan D9 track type tractor.
Sebuah linkage terpasang pada sebuah titik yang tetap dibagian belakang tractor. Tipe ini
memiliki dua buah silinder hydrolik yang berfungsi menurunkan dan menaikkan ripper tanpa
dapat mengontrol sudut penetrasi atau dengan kata lain, sudut penetrasinya tetap.
b. Fix Parallelogram
Pada fixed parallelogram ripper, linkage memikul beam dan shank, menjaga sudut tip sama
dengan sudut kemiringan tanah. Jenis ini dapat menyediakan penetrasi yang diperlukan pada
material tertentu. Namun tipe ini tidak dapat menghasilkan sudut penetrasi yang besar saat
pertama kali memecahkan material yang cukup keras.
c. Adjustable Parallelogram
Ripper dengan tipe adjustable parallelogram memiliki dua buah heavy duty hydraulic cylinder
yang berada dibagian atas link sama seperti fixed parallelogram. Dengan Cylinder ini, sudut tip
terhadap ground dapat bervariasi untuk memperoleh sudut penetrasi yang optimal. Hal lainnya
yang jiga tidak kalah pentingnya, sudut tip dapt disetel ketika machine bergerak, memungkinkan
operator menyetel sudut ripping sesuai dengan material yang sedang diripper.
d. Impact Ripping
Pada kondisi ripping yang sangat sulit, impact ripper harus dipergunakan. Impact ripper
dipasang pada tractor dengan multishank adjustable parallelogram frame. Ripper ini
menggunakan pipa berat yang dilengkapi hydraulic hammer.
Impact ripper tidak diaktifkan sampai bertemu material yang keras, saat diaktifkan, impact ripper
akan meretakkan material dan dapat lebih mudah di ripping.
Winch
Winch merupakan perlengkapan tambahan yang dapat dipasang dibelakang track type tractor
yang berfungsi menarik log kayu pada aplikasi forestry.
Dua merek yang dipergunakan pada machine Caterpillar yaitu Pakkar dan Allied.
Topik 2
Wheel Loader &
Integrated Tool Carrier
Wheel loader memiliki komponen dengan ketahanan dan kekuatan yang tinggi sehingga dapat
bertahan pada kondisi pengoperasian yang berat dalam jangka waktu lama. Komponen utama
pada wheel loader adalah:
Engine end frame merupakan full box section frame yang kuat, kaku, tahan puntiran dan beban
kejut, dilengkapi dengan hitch plate pada ujung depan. Bagian belakang frame terdiri dari
dudukan counterweight, battery box dan toolbox.
Z-Bar Linkage
Pada wheel loader yang dilengkapi dengan lift arm, terdapat Z-bar linkage yang berfungsi
sebagai penerus tenaga dari tilt cylinder menuju Bucket.
Cabin
Cabin merupakan ruang pengontrolan machine oleh operator yang dilengkapi dengan berbagai
perlengkapan seperti steering wheel, tuas kecepatan machine, perlengkapan monitoring,
AC/heater dan lain sebagainya. Cabin melindungi operator dari kejatuhan material dan debu
selama operasi.
Counterweight
Counterweight merupakan perlengkapan penyeimbang machine yang dipasang dibagian
belakang rear frame. Dengan adanya counterweight machine dapat tetap stabil saat berjalan
membawa beban.
Engine Hood
Engine hood merupakan perlengkapan pelindung engine dari cuaca dan kotoran maupun
benturan dari luar. Pada machine-machine terbaru, engine hood dapat diangkat dan diturunkan
menggunakan motor listrik.
Mechanical Drivetrain
Pada sistem yang menggunakaan mechanical drivetrain terdapat komponen sebagai berikut:
a. Engine
Engine merupakan penghasil tenaga sesuai dengan beban yang diterima oleh machine.
Berbagai jenis engine dipasang pada wheel loader Caterpillar mulai dari 53 – 1600
horsepower dengan berbagai teknologi engine yang dipergunakan, mulai dari mechanical
hingga electronic engine.
b. Torque Converter
Tenaga dari engine kemudian diteruskan ke torque converter. Torque converter merupakan
komponen yang berfungsi melipat gandakan torsi sehingga putaran engine dapat dirubah
menjadi torsi yang tinggi untuk melakukan kerja.
c. Transmisi
Dari torque converter tenaga diteruskan ke transmisi. Transmisi merupakan komponen yang
berfungsi mengatur kecepatan, torsi dan arah putaran.
d. Axle
Tenaga dipindahkan dan dikontrol dari transmisi menuju masing-masing roda menggunakan
mekanisme bevel gear, differential, brake dan final drive yang terdapat dalam suatu
komponen yang disebut axle.
Terdapat dua jenis axle yang terpasang pada wheel loader saat ini yaitu :
1. Conventional axle, dimana mekanisme brake dan final drive terletak diujung kedua sisi
axle
2. Four Piece Axle, dimana mekanisme final drive dan brake terletak dibagian tengah axle.
e. Brake
Brake merupakan system track type tractor yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan
dan menghentikan machine.
Dua jenis brake yang dipergunakan pada wheel loader dewasa ini adalah :
1. Wet Disk
2. Caliper Disk
f. Final Drive
Final drive merupakan komponen penerus tenaga akhir menuju ke roda. Final drive
menurunkan kecepatan dan peningkatan torsi.
Hydrostatic Drivetrain
Pada Hydrostatic system, energi mekanis dari engine dirubah menjadi tenaga energi fluida oleh
hydraulic pump dan diteruskan ke control valve. Control valve berfungsi untuk mengatur arah dan
kecepatan machine. Selanjutnya aliran hydraulic diteruskan menuju hydraulic motor untuk
merubah kembali energi fluida menjadi energi mekanis dan diteruskan menuju axle dan roda.
Keuntungan dari system hydrostatic adalah dapat menghasilkan tingkat pengontrolan yang lebih
halus dan presisi.
a. Engine
Engine menghasilkan energi mekanis yang selanjutnya diteruskan menuju pompa hydraulic.
b. Pompa Hydraulic
Pompa hydraulic pump mengubah energi mekanis menjadi energi fluida dengan
menghasilkan aliran cairan atau oil menuju system hydraulic.
c. Control Valve
Control valve merupakan komponen yang mengatur jumlah dan arah aliran yang akan
menuju hydraulic cylinder.
d. Hydraulic Cylinder
Hydraulic cylinder mengubah energy fluid menjadi kerja untuk menggerakkan Steering
Cylinder, Bucket Lift Cylinder dan Bucket Tilt Cylinder.
Worktool dan ground engaging tool merupakan perlengkapan yang terdapat pada wheel loader
untuk melakukan pekerjaan memindahkan, mengangkat material dan pekerjaan lainnya
tergantung pada jenis worktool yang terpasang. Worktool dan ground engaging tool yang
umumnya terpasang pada wheel loader Caterpillar adalah :
Bucket
Bucket merupakan komponen GET utama wheel loader. Berguna untuk melakukan
penetrasi, mengangkat dan membawa material yang akan dipindahkan. Tersedia berbagai
ukuran bucket untuk wheel loader Caterpillar mulai dari 1.31 yard kubik ( 1.0 meter kubik )
hingga 13.5 yard kubik (atau 10.4 meter kubik).
GET lainnya yang umum yang terpasang pada bucket terdiri dari :
Wear plates, melindungi bagian bawah bucket, mencegah kerusakan struktur bucket
sehingga dapat memiliki usia pakai yang panjang.
Cutting Edge, melindungi sisi ujung bawah bucket yang kontak dengan material. Cutting
edge Caterpillar terdiri dari berbagai konfigurasi dan ketebalan untuk menyesuaikan dengan
aplikasi customer.
Adapter, menyediakan gaya penetrasi yang besar, melindungi cutting edge dan bagian sisi
ujung bucket.
Tip, meningkatkan gaya penetrasi, melindungi adapter yang lebih mahal dan mudah
diganti-ganti dengan menyesuaikan dengan kebutuhan customer.
Jenis-Jenis Bucket
Bucket terdiri dari berbagai jenis sesuai dengan material yang dikerjakan yang terdiri dari :
a. Rock Bucket
Digunakan untuk memindahkan material berbatu dan terdapat beban kejut selama operasi.
d. Coal Bucket
Coal Bucket memiliki ukuran yang lebih besar karena hanya menindahkan batubara dengan
berat jenis yang rendah sehingga volume material yang dipindahkan lebih besar.
Worktool lainnya
Worktool lainnya yang umum terpasang pada wheel loader adalah :
a. Quick Coupler
Quick Coupler merupakan perlengkapan yang dipasang sebagai pemegang berbagai macam
work tool sehingga machine dapat dipergunakan untuk berbagai macam pekerjaan
tergantung pada work tool yang terpasang.
b. Fork
Fork adalah worktool berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan kotak atau pallet yang
dimuat dengan material.
f. Broom
Broom (sikat) dipergunakan untuk membersihkan jalan atau lantai.
Topik 3
Track Type Loader
Keuntungan dari system hydrostatic adalah dapat menghasilkan tingkat pengontrolan yang lebih
halus dan presisi.
a. Engine
Engine menghasilkan energi mekanis yang selanjutnya diteruskan menuju pompa hydraulic.
b. Pompa Hydraulic
Pompa hydraulic pump mengubah energi mekanis menjadi energi fluida dengan
menghasilkan aliran cairan atau oil menuju system hydraulic.
c. Control Valve
Control valve merupakan komponen yang mengatur jumlah dan arah aliran yang akan
menuju hydraulic cylinder.
d. Hydraulic Cylinder
Hydraulic cylinder mengubah energi fluida menjadi kerja untuk menggerakkan Bucket Lift
Cylinder dan Bucket Tilt Cylinder.
Topik 4
Excavator
b. Main Frame
Main frame merupakan rangka utama untuk memasang track roller frame dan dudukan bagi
semua komponen utama excavator.
c. Operator Compartment/kabin
Kabin merupakan ruang operator dan tempat peralatan kontrol serta monitor. Ruangan ini
dibuat senyaman mungkin untuk mengurangi kelelahan operator dengan dilengkapi dengan
air conditioner.
d. Counterweight
Counter weight merupakan pemberat yang dipasang dibagian belakang excavator untuk
menjaga keseimbangan excavator saat mengangkat beban.
e. Boom
Boom merupakan lengan yang terhubung ke mainframe untuk menyangga stick dan bucket.
f. Stick
Stick merupakan lengan tempat pemasangan bucket dan peralatan kerja lainnya yang
digerakkan oleh silinder hydraulic.
g. Undercarriage
Undercarriage merupakan rangkaian komponen yang memungkinkan excavator bergerak
dengan adanya track link, track roller, final drive dan travel motor.
h. Powerlink
Powerlink merupakan perlengkapan yang digunakan untuk menghubungkan antara stick dan
bucket atau perlengkapan kerja lainnya.
Berdasarkan fungsinya, system hydraulic pada excavator dapat dikelompokkan menjadi tiga,
yaitu :
a. Hydraulic Cylinder
Hydraulic cylinder yang menggerakkan work tool untuk melakukan kerja yang terdiri dari tiga
jenis yaitu :
1. Boom Cylinder
2. Stick Cylinder
3. Bucket Cylinder
1. Excavation (X)
Excavation bucket berfungsi menggali dan memuat material lembut dan sedang seperti tanah
dan tanah liat. Terdiri dari tip adapter, wear resistant steel alloy cutting edge (tip), wear plate
dan high grade steel side bar.
4. Quick Coupler
Caterpillar quick coupler memungkinkan operator dengan mudah mengganti-ganti work tool
sehingga hydraulic excavator dapat memiliki berbagai kegunaan.
5. Work Tools
Berbagai macam worktool dapat dipasang pada Excavator seperti hammer, crusher,
pulverizer, shear, multiprocessor dan grapple.
Topik 5
Off Highway Truck
a. Main Frame
Main frame menggunakan Box-Section Design dan besi cor pada area yang memiliki stress
tinggi. Bahan frame terbuat dari mild steel dengan yield strength 42.000 psi dan besi cor
(casting) dengan yield strength minimum 35.000 psi, sehingga memiliki fleksibilitas, tahan
terhadap tekanan dan beban kejut meskipun pada kondisi daerah operasi yang sangat
dingin.
b. Cabin
Cabin memberikan perlindungan yang baik terhadap keselamatan operator dengan
dilengkapi system perlindungan apabila terguling atau disebut Rollover Protection Structure
(ROPS).
c. Suspension
Didesain untuk meredam kejutan karena kondisi jalan atau tempat pembuangan yang buruk.
Dengan adanya suspension akan diperoleh usia main frame yang lebih panjang. Off-High
Way Truck terdiri dari empat buah suspension independent dengan system oil pneumatic.
d. Dump Body
Dump body merupakan komponen dengan permukaan baja yang sangat tahan aus, yang
digunakan untuk menampung muatan.
Dump body yang dapat dipasang pada Off highway truck terdiri dari tiga macam, yaitu :
1. Dual-Slope Body
Dual-slope body memiliki desain dengan lantai berbentuk V untuk meningkatkan
penahanan beban, menjaga center of gravity tetap rendah, mengurangi beban kejut,
dan menjaga distribusi beban yang optimal pada saat menanjak dan pada kondisi jalan
yang buruk.
a. Engine
Engine merupakan komponen penghasil tenaga sesuai dengan beban yang diterima oleh
machine. Berbagai jenis engine dipasang pada off highway truck Caterpillar mulai dari 53 –
1600 horsepower dengan berbagai teknologi engine yang dipergunakan, mulai dari
mechanical hingga electronic engine.
b. Torque Converter
Tenaga dari engine kemudian diteruskan ke torque converter. Torque converter merupakan
komponen yang berfungsi melipatgandakan torsi sehingga putaran engine dapat dirubah
menjadi torsi yang tinggi untuk melakukan kerja.
c. Transmisi
Dari torque converter tenaga diteruskan ke transmisi. Transmisi merupakan komponen yang
berfungsi untuk mengatur kecepatan, torsi dan arah putaran.
d. Axle
Tenaga diteruskan dan dikontrol dari transmisi menuju masing-masing roda menggunakan
mekanisme bevel gear, differential, brake dan final drive yang terdapat dalam suatu
komponen yang disebut axle.
e. Brake
Brake merupakan sistem yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan
pergerakan machine.
f. Final Drive
Final drive merupakan komponen penerus tenaga akhir menuju ke roda. Final drive dapat
menurunkan kecepatan dan peningkatan torsi.
a. Engine
Engine menghasilkan energi mekanis yang selanjutnya diteruskan menuju pompa hydraulic.
b. Pompa Hydraulic
Pompa hydraulic pump mengubah energi mekanis dari engine menjadi energi fluida dengan
menghasilkan aliran fluida atau oil menuju system hydraulic.
c. Control Valve
Control valve merupakan komponen yang mengatur jumlah dan arah aliran yang akan
menuju hydraulic cylinder.
d. Hoist Cylinder
Hydraulic cylinder mengubah energy fluida menjadi energi mekanis yang menggerakkan
sepasang hoist cylinder untuk menaikkan dan menurunkan dump body saat pembuangan
muatan. Disamping itu sepasang hydraulic cylinder lainnya terpasang pada kedua roda
depan untuk membelokkan machine kekiri dan kekanan.
Topik 6
Articulated Truck
a. Frame
Terdapat dua buah frame pada articulated truck yang terdiri dari :
1. Front Frame
Front memiliki box section yang besar, lebar dan kaku untuk memikul beban torsi.
Rancangan frame juga mengurangi stress pada area hitch dan mengoptimalkan ukuran
suspension. Pengelasan dilakukan menggunakan metode pengelasan robotic dan
dianalisa dengan teknologi Finite Element Analysis
2. Rear Frame
Rear Frame menggunakan Twin-box construction yang sebelumnya dikembangkan pada
E-Series II trucks dan telah terbukti ketangguhannya. Rancangan ini menghasilkan
berat yang rendah dan umur pemakaian panjang. Front dan rear frames disambung
dengan heavy-duty steel castings untuk memikul konsentrasi stress.
b. Oscillating Hitch
Oscillating hitch menjaga semua roda tetap kontak dengan tanah pada kondisi jalan yang
sangat buruk. Terdiri dari dua bagian yang diikatkan dengan baut memudahkan proses
perbaikan.
Hitch tube dibuat dengan proses forging dengan bearing area dan trust face yang
dikeraskan (hardened) menghasilkan hitch dengan kekuatan tinggi. Desain yang kompak dan
diameter bearing yang dipergunakan berukuran besar dapat mengurangi terjadinya stress.
Oscillating hitch juga didesain untuk memikul beban vertical dan longitudinal.
c. Suspension
Terdapat dua jenis suspension yang dipergunakan pada 740 articulated truck, yaitu :
Hydraulic oscillating front axle suspension dilengkapi dengan dua buah hydraulic cylinder dan
dua buah nitrogen charged oil accumulator.
Pada bagian belakang dipergunakan mechanical balance beam dengan elastomer spring.
Penggunaan rubber suspension ini memungkinkan machine lebih stabil dan mudah dalam
penggantian.
Rancangan suspension terbaru dengan cylinder yang besar memungkinkan articulated truck
untuk :
a. Dapat dikendarai dengan nyaman
b. Dapat dikontrol dengan baik sehingga memungkinkan articulated truck beroperasi lebih
cepat pada kondisi jalan yang buruk / kasar.
c. Machine cocok dipergunakan dengan pembebanan dan kondisi operasi yang beragam.
Komponen Powertrain
Articulated truck 700 series memiliki desain engine, torque converter dan transmisi integral atau
tergabung manjadi satu sehingga kerusakan yang diakibatkan oleh gaya dari luar dapat dihindari
dan meningkatkan effisiensi pendistribusian tenaga.
Pendistribusian tenaga dimulai dari engine yang merupakan penghasil tenaga diteruskan ke
komponen-komponen berikut :
a. Torque converter
Torque converter meneruskan putaran engine ke transmisi dan melipatgandakan torsi.
b. Transmission
Transmission dirancang khusus untuk off road machine dengan control secara elektronik.
Penggunaan individual clutch modulation mengurangi hentakan yang dirasakan operator.
c. Transfer Gear
Pembagian tenaga dan torsi menuju axle belakang dan depan dilakukan oleh output transfer
gear yang dilengkapi interaxle differential dengan multi locking clutch. Interaxle differential
memungkinkan torsi dari planetary transmisi dapat dibagi antara axle depan dan belakang.
Axle depan menerima porsi torsi yang lebih kecil dari pada axle tengah dan belakang. Hal ini
mencegah torsi yang berlebihan dipindahkan ke axle depan.
d. Parking Brake
Parking brake yang dipergunakan jenis dry disc yang berada pada bagian depan center axle.
Parking brake sktif oleh tekanan spring dan release oleh tekanan hydraulic. Parking brake
dapat disetel untuk memperoleh daya cengkram yang baik.
Parking brake akan aktif saat engine mati atau pada saat push button ditarik ketika engine
hidup. Pada saat push button parking brake pada kabin ditekan maka parking brake akan
lepas release. Dilengkapi dengan accumulator yang berfungsi menyimpan tekanan oil dan
memungkinkan parking brake direlease saat engine mati.
e. Axle
Axle merupakan housing bevel gear dan differential. Bevel gear merupakan komponen yang
merubah arah putaran sebesar 90 derajat sedangkan differential yang merupakan rangkaian
gigi-gigi yang memungkinkan sebuah shaft dapat menggerakkan dua shaft dengan torque
yang sama atau berbeda pada saat machine berbelok. Pada saat machine berbelok, roda
dibagian dalam belokan akan menempuh jarak yang lebih pendek daripada roda bagian luar
belokan. Dengan adanya differential maka roda yang sebelah dalam belokan akan berputar
lebih lambat dan roda bagian luar akan berputar lebih cepat.
Pada kondisi jalan yang berlumpur, satu atau lebih roda dapat kehilangan traksi. Apabila
salah satu roda berputar dengan resistance yang rendah maka seluruh torsi akan
dipindahkan ke roda yang memiliki resistance rendah sehingga roda tersebut akan slip.
Differential pada masing-masing axle dapat di lock pada kondisi jalan yang berlumpur dan
rusak. Penguncian differential mengakibatkan direct drive pada semua roda sehingga
memiliki speed, traksi dan resistance yang sama.
f. Service Brake
Service brake terdiri dari multi-plate yang didinginkan oleh oli (Enclosed, Oil-Cooled Brakes).
Brake jenis ini menyediakan tingkat pengereman yang baik dan memiliki ketahanan yang
tinggi dengan tingkat keausan yang rendah.
g. Final Drive
Single stage final drive sebagai penerus tenaga menuju roda dan juga menaikkan torsi. Final
drive memiliki rancangan yang sangat sederhana dan mudah dalam melakukan perbaikan.
Final drive depan dan tengah memiliki mekanisme service brake, sementara final drive
belakang tidak. Komponen gear final drive belakang hampir sama dengan final drive di axle
depan dan tengah.
a. Hoist Cylinder
Hoist system memiliki cycle time yang cepat dengan waktu untuk naik 12 detik dan turun 7
detik. Sudut dump body maksimal adalah 71° dan muatan dapat turun dengan kondisi dump
body bersih. Double-acting, single stage hoist cylinders dan hydraulic system yang bertenaga
memungkinkan articulated truck menjadi yang terbaik dikelasnya.
b. Steering Cylinder
Steering Cylinder terpasang pada bagian belakang frame depan, terhubung ke oscillating
hitch. Pada saat bekerja, steering cylinder memungkinkan frame depan bergerak ke kiri dan
kekanan sebesar 45° sehingga dapat bermanuver dengan baik pada daerah yang sempit.
1. Tipe Standard
Dump Body tipe standard menggunakan dua buah hoist cylinder yang berguna mengangkat
dan menurunkan dum body sehingga tidak ada material yang tertinggal saat machine
kembali mengambil muatan.
2. Tipe Ejector
Dump Ejector didesain untuk membuang material sambil berjalan untuk mempercepat waktu
pembuangan dan mengurangi biaya untuk meratakan material. Ejector body memiliki
kemampuan membuang material pada daerah yang ketinggian tempat pembuangan terbatas
dan kondisi permukaan tanah tempat pembuangan lembut.
Articulated truck sangat baik dipergunakan untuk menimbun jalan ataupun lahan/tanah.
Topik 7
Wheel Tractor Scraper
a. Cushion Hitch
Cushion Hitch berfungsi menyerap kejutan dari jalan raya, menstabilkan jalannya machine,
memungkinkan machine beroperasi pada kecepatan tinggi dan meminimalkan goncangan
pada bowl saat berjalan di jalan yang tidak rata. Elevating model yang lebih kecil tidak
dilengkapi Cushion hitch. Saat pengisian, cushion hitch harus dalam keadaan terkunci.
b. Apron
Apron merupakan pintu depan scraper body yang menahan muatan tetap pada bowl. Apron
dinaikkan cukup tinggi untuk memudahkan masuknya material saat pengisian dan ditutup
saat machine berjalan ke tempat pembuangan.
c. Bowl
Bowl merupakan komponen penampung material. Saat pengisian, bowl dapat diturunkan ke
permukaan tanah supaya material dapat bergerak masuk dengan baik dan mendapatkan
sudut pemotongan yang baik.
d. Auger
Auger merupakan perlengkapan yang mengangkat material dari cutting edge menuju bowl
sehingga memungkinkan pengisian sendiri material yang sulit masuk ke bowl. Auger
dioperasikan sebelum bowl diturunkan, material akan dihancurkan oleh gigi auger setelah
dipotong cutting edge,
e. Ejector
Ejector merupakan komponen dengan sayap yang memiliki kemiringan tertentu yang
berfungsi mendorong muatan keluar bowl.
f. Gooseneck
Gooseneck terikat ke hitch mengikatkan scraper bowl ke main frame dan sebagai tumpuan
saat bowl didorong ke tanah.
g. Frame
Frame merupakan komponen yang menyangga berbagai komponen lainnya sehingga dapat
dirangkai satu sama lain serta mendistribusikan beban.
h. Draft arms
Draft arm mengikat scraper bowl ke gooseneck pada mainframe, menarik dan mendorong
scraper bowl dari permukaan tanah dan juga sebagai tumpuan apron.
j. Cabin/Operator Compartment
Cabin merupakan ruang pengontrolan machine oleh operator yang dilengkapi dengan
berbagai perlengkapan seperti steering wheel, tuas kecepatan machine, perlengkapan
monitoring, AC/heater dan lain sebagainya. Cabin melindungi operator dari kejatuhan
material dan debu selama operasi.
h. Elevator
Elevator merupakan mekanisme rantai yang dilengkapi bilah pemuat yang mendorong
material naik menuju bowl sehingga scraper dapat melakukan pengisian dengan sendirinya.
i. Push Block
Push block merupakan sisi dibagian belakang machine yang tahan terhadap dorongan,
berfungsi sebagai bidang kontak push pull arrangement.
Pada machine terbaru, engine dan powertrain sudah dikontrol secara elektronik dengan tingkat
kehandalan yang tinggi dan tingkat pengontrolan yang lebih presisi.
a. Engine
Engine merupakan komponen penghasil tenaga sesuai dengan beban yang diterima oleh
machine. Berbagai jenis engine dipasang pada wheel tractor scraper Caterpillar mulai dari
178 - 608 horse power dengan berbagai teknologi engine yang dipergunakan, mulai dari
mechanical hingga electronic engine.
b. Torque Converter
Tenaga dari engine kemudian diteruskan ke torque converter. Torque converter merupakan
komponen yang berfungsi melipat gandakan torsi sehingga putaran engine dapat dirubah
menjadi torsi yang tinggi untuk melakukan kerja.
c. Transmisi
Dari torque converter tenaga diteruskan ke Transmisi. Transmisi merupakan komponen yang
berfungsi mengatur kecepatan, torsi dan arah putaran.
d. Axle
Tenaga dipindahkan dan dikontrol dari transmisi menuju masing-masing roda menggunakan
mekanisme bevel gear, differential, brake dan final draive yang terdapat dalam suatu
komponen yang disebut axle.
e. Brake
Brake merupakan system scraper yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan dan
menghentikan machine.
f. Final Drive
Final drive merupakan komponen penerus tenaga akhir menuju roda. Final drive menurunkan
kecepatan dan peningkatan torsi.
Ditinjau dari cara pemasukan material ke dalam bowl, wheel tractor scrapper dapat di bagi
menjadi tigamacam, yaitu :
Selain menggunakan metode diatas, dapat juga scraper didorong oleh dozer hingga
muatannya penuh dan pada beberapa aplikasi, dozer dilengkapi dengan ripper guna
memudahkan pengisian. Sebua dozer dapat mendorong tiga hingga lima scraper tergantung
pada material yang dipotong.
b. Auger Scraper
Auger scraper memiliki produktifitas yang tinggi dibanding open bowl scraper. Dengan
system auger, debu yang dihasilkan saat pengisian lebih sedikit dan dapat memuat barbagai
material yang sulit dimuat meskipun material yang lengket sekalipun.
c. Elevated Scraper
Elevating wheel tractor-scrapers sangat baik dipergunakan pada jarak kerja yang dekat,
tahanan roda yang rendah (lower rolling resistance) dan pada material yang gembur.
Elevating scraper merupakan machine yang dapat bekerja sendiri mengisi, membawa,
membuang dan bahkan melakukan pemotongan ahir permukaan.
Saat pengisian , flight atau paddle pada dua roller chain berputar untuk mengangkat
material yang dipotong oleh cutting edge. Sudut potong cutting edge terhadap elevator
dapat disetel untuk menyesuaikan dengan jenis material yang dimuat.
Topik 8
Engine Designation
Pengelompokan Engine
Engine adalah suatu alat yang memiliki kemampuan untuk merubah energi panas yang dimiliki
oleh bahan bakar menjadi energi gerak. Secara umum engine diesel dikelompokkan
berdasarkan:
1. Stroke (jumlah langkah piston yang diperlukan untuk menghasilkan satu kali kerja)
2. Letak cylinder
3. Arah putaran
4. Letak camshaft
5. Besar putaran
6. Cara pemasukkan bahan bakar kedalam cylinder
7. Cara pemasukkan udara kedalam cylinder
Untuk menentukan penomoran cylinder kita harus mengetahui bagian depan, belakang, samping
kanan dan kiri engine terlebuh dahulu.
Letak vibration damper merupakan bagian depan engine, dan posisi ini berlawanan dengan
flywheel yang merupakan bagian belakang engine. Selanjutnya bagian kanan dan kiri dapat
ditentukan.
a. In-Line Type
In-line type digunakan pada engine yang mempunyai jumlah cylinder 4 dan 6 buah (kecuali
3608).
Penomoran dimulai dari cylinder yang berada pada bagian paling depan.
b. Vee Type
Vee type digunakan pada engine yang mempunyai jumlah cylinder 8, 12 dan 16 (kecuali
3608) dengan derajat vee sebagai berikut:
Vee – 50o (engine seri 3600)
Vee – 60o (engine seri 3500)
Vee – 65o (engine seri 3400)
Vee – 90o (engine seri 3200)
Penomoran dimulai dari cylinder yang berada pada bagian paling depan kemudian penentuan
nomor selanjutnya dihitung bersilang.
REV/CW
STD/CCW
Berdasarkan RPM
Pengelompokan engine berdasar besar putaran adalah :
a. 350 – 1000 rpm : low speed engine
b. 1000 – 1500 rpm : low medium speed engine
c. 1500 – 2000 rpm : upper medium speed engine
d. 2000 – 3500 rpm : high speed engine
Untuk fungsi dan cara kerja masing-masing komponen dibahas pada modul engine.