0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan13 halaman

Pt. Kualitas Indonesia Sistem: JSA - Job Safety Analysis

Diunggah oleh

widya ayuni tbn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan13 halaman

Pt. Kualitas Indonesia Sistem: JSA - Job Safety Analysis

Diunggah oleh

widya ayuni tbn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jl. Kudus - Purwodadi Undaan Tengah RT. 004 RW.

002 Kudus
( 0291 ) 432366 kualitasindonesia@[Link]

PT. KUALITAS INDONESIA SISTEM

 Beranda
 Layanan
 Jadwal
 WhatsApp
 About Us
 Daftar

1. Home
2. News

News
JSA - Job Safety Analysis

Admin 02 November 2021 News 22748

JSA ( Job Safety Analysis) adalah teknik manajemen keselamatan yang fokusnya pada
identifikasi bahaya yang berhubungan dengan rangkaian pekerjaan atau tugas yang
dilakukan. JSA berfokus pada hubungan antar pekerja, tugas/pekerjaan, lingkungan kerja dan
peralatan. 

Silakan kunjungi pengertian JSO - Job Safety Observation 

 
 

Siapa yang Wajib Menerapkan JSA

Keselamatan dan Kesehatan Kerja wajib diterapkan oleh semua pihak yang terkait, seperti
halnya JSA baik supervisor maupun pekerja, mereka harus bekerja sama untuk menerapkan
JSA.

Pelaksanaan JSA dapat melibatkan berbagai pihak. Dalam perusahaan, pihak yang dapat
terlibat antara lain :

 Personil Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


 Manajer di lokasi dibuatnya JSA
 Operator
 Teknisi yang mendesain peralatan
 Personil Maintenance
 Konsultan K3

Tugas Supervisor dalam penerapan JSA 

 bertanggung jawab untuk membuat JSA


 mendokumentasikan berkas JSA
 memberi pelatihan kepada seluruh pekerja sesuai yang tercantum di JSA
 menegakkan prosedur kerja yang aman dan efisien.

Tugas Pekerja dalam penerapan JSA 

 pekerja juga didorong untuk terlibat dalam pembuatan dan penerapan JSA, karena
mereka yang paling mengetahui tentang bahaya serta bagaimana cara mengontrol dan
mengendalikan bahaya yang terdapat di area kerja mereka.

Pentingnya Penerapan JSA

Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan menjadi hal penting untuk
menciptakan lingkungan kerja aman dan menekan angka kecelakaan kerja. Dengan
membentuk operasi kerja yang sistematis, membangun prosedur kerja yang tepat, dan
memastikan setiap pekerja sudah mendapatkan pelatihan dengan benar, Anda dapat
membantu mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK) di tempat kerja.

Salah satu cara terbaik untuk menentukan prosedur kerja yang tepat adalah dengan
melakukan analisis bahaya yang terdapat di area kerja. Supervisor dapat menggunakan hasil
analisis tersebut untuk menghilangkan dan mencegah bahaya di area kerja. Hal ini mungkin
akan berdampak pada berkurangnya jumlah cedera dan PAK, berkurangnya absen pekerja,
biaya kompensasi pekerja jadi lebih rendah, bahkan meningkatkan produktivitas. JSA juga
menjadi alat yang sangat penting untuk melatih pekerja baru dalam melakukan langkah-
langkah pekerjaan dengan aman. 

Manfaat Menerapkan JSA 

 Membantu dalam mengidentifikasi persyaratan alat pelindung diri (APD) yang harus
digunakan seperti pelindung pendengaran, mata, tangan, kaki, kepala, tubuh,
pernapasan, peralatan bantuan manual handling dll.
 Membantu dalam mengidentifikasi sumber energy berbahaya – LOTO seperti sumber
panas, listrik, hydraulic, pneumatic energy, kimia, kinetik, mekanikal, sentrifugal,
gravitasi dll.
 Keterlibatan pekerja secara aktif dalam penerapan sistem keselamatan dan kesehatan
kerja.
 Meningkatkan komunikasi dan kepercayaan (trust) antara manajemen dan karyawan.

 
Pekerjaan seperti apa yang membutuhkan JSA?

Hampir semua jenis pekerjaan membutuhkan JSA. Namun, ada beberapa faktor yang perlu
diperhatikan dalam menentukan pekerjaan yang akan di analisa, diantaranya:

 Pekerjaan yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja atau PAK


 Pekerjaan yang berpotensi menyebabkan cedera serius atau PAK yang mematikan,
bahkan untuk pekerjaan yang tidak ada riwayat kecelakaan sebelumnya
 Pekerjaan dimana satu kelalaian kecil yang dilakukan pekerja dapat menyebabkan
kecelakaan fatal atau cedera serius
 Setiap pekerjaan baru atau pekerjaan yang telah mengalami perubahan proses dan
prosedur kerja
 Pekerjaan yang cukup kompleks dan membutuhkan instruksi tertulis  

Langkah-langkah Pembuatan JSA

1. Menentukan aktivitas pekerjaan untuk pelaksanaan JSA


Sebelum melaksanakan JSA, diperlukan penentuan aktivitas pekerjaan dengan membuat
daftar aktivitas pekerjaan yang dirasa memerlukan penilaian bahaya. Dalam penentuan
aktivitas pekerjaan ini dapat dilakukan dengan mempertimbangkan aktivitas pekerjaan yang
memiliki risiko terjepit, kontak dengan bahan berbahaya, potensi terkena paparan
bahan/benda bergerak, terjatuh, maupun terpeleset. Pekerjaan-pekerjaan ini dapat berupa :

 Bekerja di ketinggian
 Pengangkatan, angkat-angkut, mendorong, menarik, dan pekerjaan manual handling
lainnya.
 Bekerja dekat dengan peralatan yang dekat dengan sumber energi.
 Penggunaan cranes, alat bantu pengangkatan atau peralatan mesin lainnya.
 Bekerja sendiri atau bekerja di area yang terisolasi.
 Pekerjaan lainnya yang mengharuskan pekerja naik ke atas maupun di bawah area
kerja, seperti penggalian.

Dalam menentukan aktivitas pekerjaan untuk melaksanakan JSA, diperlukan pula data
tambahan dengan mengkaji ulang data-data sebagai berikut :

 Riwayat cedera/penyakit akibat kerja


 Laporan Insiden – Nearmiss
 Data statistik kejadian First Aid
 Safety Data Sheet (SDS)
 Notulen rapat K3
 Laporan Inspeksi K3
 JSA sebelumnya
 Prosedur kerja yang ada
 Manual dari peralatan
 Data preventive maintenance
 Regulasi pemerintah
 

2. Menentukan dan mencatat langkah-langkah dari aktivitas pekerjaan tersebut

Setelah kita menentukan aktivitas pekerjaan yang akan dilaksanakan JSA, maka selanjutnya
kita catat langkah-langkah aktivitas pekerjaan tersebut. Mencatat langkah kerja adalah
dengan :

 Mengobservasi aktivitas pekerjaan.


 Mencatat informasi untuk mendeskripsikan secara benar langkah yang dilakukan.
Dalam pencatatan ini perlu menghindari langkah pekerjaan yang terlalu detail maupun
deskripsi yang terlalu panjang serta hindari langkah yang terlalu umum sehingga
banyak langkah yang tidak tercatat.
 Ambil gambar atau video di masing-masing langkah pekerjaan.
 Setelah itu, review langkah-langkah tersebut dengan karyawan.
 Libatkan karyawan dalam seluruh aktivitas analisis.

Contoh pencatatan langkah-langkah dari aktivitas pekerjaan

Contoh pengisian form JSA


Contoh pengisian form JSA
 

3. Mengidentifikasi bahaya dari masing-masing langkah pekerjaan

Dalam tahap ini diperlukan analisis dengan pertanyaan-pertanyaan seperti :

 Apa yang terjadi jika terdapat kesalahan?


 Apa konsekuensi dari aktivitas pekerjaan ini?
 Bagaimana bahaya dapat muncul?
 Apa saja faktor yang berkontribusi?
 Seberapa sering bahaya dan risiko dapat terjadi?

4. Mendeskripsikan cedera/injury yang mungkin terjadi dari bahaya tersebut

Pada langkah ini pengamat memerlukan informasi mengenai jenis bahaya apa saja yang dapat
terjadi dan potensi cedera apa saja yang didapatkan. Informasi mengenai hal tersebut
dijelaskan dalam tabel di bawah ini:

Jenis Bahaya Potensi Cedera


Terjepit, Terpotong Luka memar, luka tergores, amputasi, fatality
Terbakar, kebutaan, penyakit akut dan
Bahan Kimia Berbahaya
kronis, fatality.
Tersengat listrik, terbakar, amputasi,
Bahaya Listrik
kebutaan, fatality
Bahan Mudah Terbakar Terbakar, amputasi
Bising dan Getaran Muntah, kerusakan syaraf, penurunan
pendengaran
Manual Handling (Mengangkat, Menarik, Strain, Sprain, dan Musculoskeletal Disorders
Mendorong) lainnya
Luka memar, luka tergores, amputasi, fraktur
Tertabrak/Terkena
tulang, fatality
Terpeleset, Terjatuh, Tersandung Luka memar, fraktur tulang, fatality
Suhu Heat/Cold stress, terbakar, stroke, fatality
Gas beracun, fumes, vapor atau debu Penyakit [Link], asfiksia, terbakar, fatality

5. Mengidentifikasikan cara untuk mengeliminasi atau mengendalikan bahaya

Setelah bahaya dan risiko teridentifikasi, selanjutnya adalah mengetahui pengendalian apa
yang sesuai. Jika terdapat potensi bahaya, langkah awal adalah menentukan pengendalian
teknis (engineering control), administratif (administrative) dan membuat prosedur.
Penyediaan alat pelindung diri yang tepat dan efektif merupakan pengendalian terakhir.

Revisi Job Safety Analysis

Revisi atau perbaikan JSA dilakukan ketika telah terjadi kecelakaan kerja dan cedera. Selain
itu JSA direvisi pada saat terdapat perubahan pekerjaan/aktivitas, setelah terjadi keadaan
berbahaya, jika peralatan mengalami kerusakan, dan pada saat jadwal kaji ulang rutin, seperti
setahun sekali ataupun dua tahun sekali.

Sumber :
- [Link]
- [Link]

Share this Post

Info Terbaru

Pertolongan Pertama Pada Kejang Epilepsi 05 September 2022 55


Pengertian Tempat Kerja Menurut Undang-undang dan ISO 19 July 2022 309

Promo 17 Agustus 2022 19 July 2022 412

Perubahan WA Center PT KIS 22 June 2022 252

Perpanjangan Sertifikat Bimtek SMKK 16 June 2022 432

Tugas dan Tanggung Jawab HSE 27 May 2022 6894

Jadwal Pelatihan
Pelatihan Petugas P3K

07/09/2022 Jadwal Daftar

Pelatihan Petugas Peretugas P3K - Blended Training.


Pelatihan DAMKAR D

09/09/2022 Jadwal Daftar

Pelatihan Petugas Peran Kebakaran Kategori D - Blended Training.


Ahli K3 Umum

05/09/2022 Jadwal Daftar

Training Ahli K3 Umum Online.


Bimtek SMKK PUPR Online

11/07/2022 Jadwal Daftar

Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi ( SMKK ).

Kategori
News Events Tips

PT. KUALITAS INDONESIA SISTEM ( KIS )

adalah perusahaan Jasa Keselamatan Kerja (PJK3) Bidang Pembinaan yang telah
terakreditasi dari kementrian Ketenagakerjaan RI.

Navigasi

 Home
 Tentang Kami
 Mendaftar
 Hubungi Kami

Upcoming

Hubungi Kami

PT. KUALITAS INDONESIA SISTEM

 Jl. Kudus - Purwodadi Undaan Tengah RT. 004 RW. 002 Kudus
 Telp: ( 0291 ) 432366
 Email: kualitasindonesia@[Link]

©Copyright PT. KUALITAS INDONESIA SISTEM

Anda mungkin juga menyukai