0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan7 halaman

Pengelolaan Keuangan Mahasiswa dan Literasi

Penelitian ini meneliti pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup mahasiswa terhadap pengelolaan keuangan mereka. Kuesioner disebarkan ke 305 mahasiswa dan data dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi keuangan dan gaya hidup berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa secara simultan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan7 halaman

Pengelolaan Keuangan Mahasiswa dan Literasi

Penelitian ini meneliti pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup mahasiswa terhadap pengelolaan keuangan mereka. Kuesioner disebarkan ke 305 mahasiswa dan data dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi keuangan dan gaya hidup berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa secara simultan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGELOLAAN KEUANGAN: LITERASI KEUANGAN DAN GAYA HIDUP

MAHASISWA

Dwi Iga Luhsasi1)


[Link]@[Link] 1)
Pendidikan ekonomi fkip uksw1)

ABSTRAK

Pada era industri 4.0 ini sangat mendukung adanya pembaharuan-pembaharuan yang modern.
Seperti contohnya banyak generasi muda mulai berkecimpung dalam dunia bisnis dan wirausaha.
Dengan kata lain, generasi muda harus mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan yang baik.
Adanya pencapaian tersebut dimulai dari pengelolaan keuangan individu. Sementara itu masih banyak
generasi muda terutama mahasiswa yang kemungkinan besar belum baik dalam pengelolaan
keuangan. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk mengetahui pengelolaan keuangan yang
ditinjau dari literasi keuangan dan gaya hidup mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan
kuesioner kepada 305 mahasiswa FKIP UKSW. Data diuji dengan uji regresi berganda. Hasilnya
terdapat pengaruh antara literasi keuangan dan gaya hidup mahasiswa terhadap pengelolaan keuangan
secara simultan.

Kata Kunci: literasi keuangan, gaya hidup, pengelolaan keuangan

Info Artikel

Diterima: 1 Januari 2021 Disetujui: 31 Januari 2021 Dipublikasikan: 5 Mei 2021

PENDAHULUAN
Saat ini tidak sedikit generasi muda yang sudah memulai usahanya dan tidak sedikit pula
yang sukses pada usia muda. Menuju kesuksesan tersebut tentunya membutuhkan proses yang harus
dilewati. Proses yang harus dilewati tidak terlepas dari pemahaman mengenai keuangan. Tentunya hal
tersebut bermula dari pemahaman tentang keuangan individu. Di sisi lain, masih terdapat generasi
muda yang awam dengan pengelolaan keuangan. Akibatnya banyak terjadi pemborosan, uang saku
yang habis sebelum waktunya, sampai dengan tindak kriminal. Salah satu hal yang menyebabkan
akibat tersebut yaitu terlambatnya pengenalan keuangan yang mandiri kepada generasi muda. Pada
umumnya definisi mandiri dimulai sejak seseorang mulai bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Tidak
jarang berangkat dari definisi ini, banyak orang mempelajari pengelolaan keuangan pribadi saat
memulai karirnya. Adanya permulaan ini membuat setiap orang tersebut belum melaksanakan
pengelolaan keuangannya dengan baik. Oleh karena itu pengetahuan mengenai keuangan individu
seharusnya diperkenalkan dan dipahami sejak dini (Suryanto, 2017).
Pemahaman dan pengetahuan mengenai keuangan inilah yang nantinya akan mendukung
pengelolaan keuangan yang lebih baik lagi. Mengapa diperlukan pengelolaan keuangan pada setiap
individu? Tentu pertanyaan ini sama dengan pertanyaan mengapa harus bekerja untuk mendapatkan
uang. Sama-sama untuk menjadikan setiap individu semakin berkembang dan lebih baik lagi.
Pengelolaan keuangan bukan hanya menjadi tugas pada ibu rumah tangga atau bagian keuangan suatu
perusahaan. Sebagai seorang individu mulai dari anak sekolah sampai dengan para orang tua penting
untuk melakukan pengelolaan keuangannya masing-masing. Dengan adanya pengelolaan inilah dapat
memberikan manfaat bagi setiap individu. Pengelolaan keuangan bisa membuat seseorang menjadi
lebih disiplin, cermat, dan menggunakan uangnya sesuai dengan kebutuhan (Yushita, 2017).
Misalnya, seseorang yang memahami pengelolaan keuangan akan menggunakan uangnya sesesuai
dengan kebutuhan yang sudah dirinci sebelumnya. Memakai sesuai dengan kebutuhan ini yang
membuat orang tersebut menjadi lebih disiplin. Adanya pengelolaan ini juga membuat orang tersebut
akan lebih cermat dalam menentukan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi
keinginan. Sementara itu, kondisi yang ideal seperti ini bisa saja berubah tidak sesuai dengan
ekspektasi. Perincian kebutuhan yang sudah dicatat sebelumnya, dapat dikalahkan dengan hasrat dari
dalam diri dan dari pihak lain. Salah satunya dikalahkan oleh gaya hidup.
Gaya hidup seseorang menentukan pengelolaan keuangannya (Eldista, Sulistiyo, &
Hisamuddin, 2020). Seseorang dengan pemahaman dan kontrol terhadap diri sendiri yang kuat, tidak
akan membawa seseorang pada “lubang” gaya hidup. Bergaul dan bersosialisasi dengan lingkungan
yang sederhana memperkecil celah untuk mengikuti gaya hidup yang melebihi kapasitas. Pertama,
faktor internal yang berasal dari diri sendiri. Perencanaan dan realisasi terkadang tidak sesuai, namun
akan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan apabila seseorang memiliki benteng untuk melawan
diri sendiri agar tidak melebihi kapasitanya. Kedua, dukungan eksternal. Lingkungan yang baik secara
tidak langsung membentuk kebiasaan yang baik pula. Seseorang yang diajarkan dan mempelajari
orientasi makan merupakan pemenuhan kebutuhan maka orang tersebut akan makan supaya kenyang.
Bukan makan untuk dipandang orang lain bahwa orang tersebut bisa makan ditempat yang mewah.
Di sisi lain, gaya hidup dapat memberikan dampak negatif. Seseorang yang terbiasa dengan
gaya hidup dan lingkungan yang mewah maka pengelolaan keuangannya juga mengikuti. Apabila
uang yang dimiliki tidak dapat memenuhi kebutuhan dengan gaya hidup yang mewah maka ibarat
kata “Besar pasak dari pada tiang”. Artinya kebutuhan dengan gaya hidup mewah tidak dapat
diimbangi dengan uang atau penghasilan yang diperoleh. Dengan kata lain, gaya hidup seseorang
akan memberikan dampak yang positif dan negatif pada pengelolaan keuangannya. Seseorang dengan
sejumlah uang yang dimiliki mempunyai pilihan bagaimana cara menggunakannya. Lingkungan
sekitar dan keinginan dari diri sendiri berdampak pada kegunaan uang sejumlah tersebut untuk
memenuhi gengsi dan kepuasan sosial seseorang. Tas merek baru, sepatu model baru, baju, café, dan
semacamnya yang menuntut seseorang untuk memenuhi gaya hidup yang tinggi. Ditambah dengan
hasrat ingin memenuhi tuntutan tersebut, seseorang cenderung akan mengikuti gaya hidupnya.
Pengelolaan keuangan yang baik dan buruk berkaitan pula dengan pengetahuan mengenai keuangan
seseorang (Fattah, Indriayu, & Sunarto, 2018).
Pengetahuan keuangan inilah yang sering disebut dengan literasi keuangan. Sering kali
pengetahuan identik dengan hal-hal yang diajarkan guru di sekolah atau yang dipelajari pada mata
pelajaran tertentu. Namun pengetahuan tidak hanya berhenti disitu saja. Seperti halnya pengetahuan di
sekolah, literasi keuangan juga merupakan pengetahuan yang penting untuk dipahami oleh setiap
individu. Hal ini disebabkan setiap orang pada saatnya harus mengelola sendiri keuangannya bahkan
harus mengelola keuangan suatu entitas. Oleh karena itu penting untuk setiap orang mengerti dan
memahami literasi keuangan. Apabila tidak dimulai dari sekarang lalu kapan setiap orang, mulai dari
generasi muda, memahami literasi keuangan. Generasi muda yang dimaksud yaitu mahasiswa yang
notabene sudah mengatur keuangannya sendiri. Literasi keuangan inilah yang seringkali dikaitkan
dengan pengelolaan keuangan seseorang (Nurjanah, Ilma, & Suparno, 2018).
Mahasiswa dalam mengelola keuangan kemungkinan besar akan mendasarinya dengan
pengetahuannya mengenai keuangan yang mana terdapat pada literasi keuangan (T. P. ; S. Putri,
2018). Banyak mahasiswa yang mengerti betul literasi keuangan yang baik itu seperti apa.
Pengetahuan yang didapat dari pembelajaran saat kuliah, organisasi, ataupun pada lingkungan
keluarga. Di sisi lain, pemahaman mengenai literasi keuangan ini sering kali tertutup dengan
pergaulan dan gaya hidup mahasiswa. Banyaknya trend-trend terkini mengenai kuliner, fashion dan
lainnya membuat idealisme tentang literasi keuangan yang benar terlupakan. Seperti halnya yang
terjadi pada mahasiswa yang ada pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen
Satya Wacana (FKIP UKSW). Berdasarkan pengamatan awal tidak sedikit mahasiswa yang kesulitan
dalam pengelolaan keuangannya karena menuruti gaya hidupnya. Ajakan dari teman-teman untuk
membeli sesuatu atau karena ada promo barang tertentu yang ingin dibeli yang membuat uang yang
dimiliki habis sebelum waktunya. Pengetahuan keuangan seperti literasi keuangan yang notabene
dipelajari pada beberapa mata kuliah serta dipelajari dari organisasi-organisasi yang diikuti
sebenarnya dapat saja menjadi dasar dalam mengelola keuangannya. Pada prakteknya tidak jarang
pengetahuan tersebut tidak digunakan dengan baik. Sementara itu, ada pula yang berusaha untuk
menggunakan pengetahuan tersebut untuk pengelolaan keuangannya. Beberapa penelitian terdahulu
telah meneliti mengenai literasi keuangan yang dikaitkan dengan perilaku konsumtif (Fattah et al.,
2018)(Imawati, 2013)(Kanserina, 2015)(Nurjanah et al., 2018). Ada pula yang menjelaskan literasi
keuangan dan pengelolaan keuangan (Yushita, 2017)(Remund, 2010). Sementara itu masih jarang
penelitian yang meneliti pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup terhadap pengelolaan keuangan di
kalangan mahasiswa. Oleh karena itu terdapat kemungkinan adanya pengaruh antara literasi keuangan
dan gaya hidup terhadap pengelolaan keuangan.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dibentuk kerangka berfikir sebagai
berikut:
X1

Y
X2

Dirumuskan hipotesis penelitian ini adalah :


H0 = Tidak ada pengaruh antara literasi keuangan (X1) dan gaya hidup (X2) dengan
pengelolaan keuangan (Y) baik secara parsial ataupun simultan
H1 = Ada pengaruh antara literasi keuangan (X1) dan gaya hidup (X2) dengan
pengelolaan keuangan (Y) baik secara parsial ataupun simultan
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara literasi keuangan
dan gaya hidup terhadap pengelolaan keuangan baik secara parsial maupun simultan.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang termasuk dalam jenis penelitian
deskriptif kuantitatif. Penelitian yang menerangkan dan menjelaskan ada atau tidaknya pengaruh
antara variabel bebas literasi keuangan dan gaya hidup dengan variabel terikat pengelolaan keuangan.
Populasi penelitian ini terdiri dari 1.291 mahasiswa FKIP UKSW dan diambil sampel sebanyak 298
mahasiswa. Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik cluster sampling dengan
menetapkan daerah populasi yang terbagi dalam 7 program studi. Program studi tersebut terdiri dari
PGSD, PG PAUD, Pendidikan Matematika, PPKN, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sejarah, dan
Bimbingan Konseling. Sumber data penelitian ini adalah data primer. Pengumpulan data
menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert. Instrumen penelitian
sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh akan diolah menggunakan
aplikasi SPSS dan dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Uji T dan uji F juga dilakukan
pada penelitian ini dengan nilai α sebesar 0,005.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini dapat dilihat dari beberapa uji yang dilakukan yaitu uji T dan uji F.
Berikut tabel dan hasil penelitian ini.
Tabel 1. Hasil Uji T
Variabel t Sig.
(Constant) 2,964 0,003
X1 11,307 0,000
X2 7,946 0,000

Pada Tabel 1 terlihat bahwa terdapat pengaruh antara literasi keuangan dengan pengelolaan keuangan.
Hasil ini dikuatkan dengan nilai sig. yang didapat untuk variabel literasi keuangan terhadap variabel
pengelolaan keuangan. Hal ini terlihat pada nilai sig. sebesar 0,000 ≤ α sebesar 0,005. H0 ditolak
dan H1 diterima. Artinya bahwa variabel literasi keuangan (X1) memiliki pengaruh terhadap
pengelolaan keuangan. Gaya hidup juga memiliki pengaruh terhadap pengelolaan keuangan. Ini dapat
dilihat dari nilai sig. sebesar 0,000 ≤ α sebesar 0,005. Sama halnya dengan variabel sebelumnya,
H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, variabel gaya hidup (X2) berpengaruh pada pengelolaan
keuangan mahasiswa FKIP UKSW.
Literasi keuangan penting dipelajari dan dipahami supaya dalam pengelolaan
keuangan dapat diterapkan dengan baik. Terbukti pada penelitian ini literasi keuangan
memiliki pengaruh pada pengelolaan keuangan. Jika literasi keuangan dipahami dengan baik
maka pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan baik pula. Khususnya pada penelitian ini
mahasiswa yang memperoleh pengetahuan terkait dengan literasi keuangan dari proses
perkuliahan dan organisasi-organisasi yang diikuti. Ini membantu mahasiswa dalam
mempraktekkannya dalam pengelolaan keuangan masing-masing. Literasi keuangan yang
didapatkan dari proses perkuliahan dapat dipahami dan secara sadar ataupun tidak sadar
membawa pengaruh dalam pengelolaan keuangannya. Perlu atau tidak untuk dibeli,
kebutuhan atau keinginan, berapa yang harus ditabung dan berapa yang harus digunakan,
serta masih banyak lagi hal-hal terkait pengelolaan keuangan yang dipengaruhi oleh literasi
keuangan mahasiswa. Melalui organisasi yang diikuti juga dapat membantu mahasiswa untuk
berlatih cara pengelolaan keuangan yang baik. Mengingat bahwa sebagian mahasiswa ada
yang kost dan sebagian lainnya sudah bekerja. Serta sebagian besar sudah mengatur
keuangannya secara mandiri. Sama halnya seperti yang dihasilkan pada penelitian-penelitian
sebelumnya bahwa literasi keuangan seseorang dapat mempengaruhi pengelolaan
keuangannya (Suryanto, 2017)(Wicaksono & Nuryana, 2020).
Gaya hidup sebagai variabel independen kedua memiliki pengaruh terhadap pengelolaan
keuangan mahasiswa. Gaya hidup yang dimaksud misalnya trend berpakaian yang diikuti, trend
penyanyi atau grup idola dengan membeli pernak Pernik yang berkaitan dengannya, dan masih
banyak lagi. Sebagian gaya hidup yang dijalani oleh mahasiswa tergerak semata-mata karena
keinginan bukan karena kebutuhan. Celana jeans dengan model yang sama namun berbeda merek
menyebabkan harga yang berbeda. Penyebab merek inilah yang tidak jarang mahasiswa membeli
dengan harga yang lebih mahal. Sementara itu, ada pula mahasiswa yang mengerti betul gaya hidup
seperti apa dan bagaimana pengelolaan keuangannya. Oleh karena itu tidak jarang mahasiswa yang
sudah bekerja guna menghasilkan uang lebih supaya gaya hidup mereka bisa terpenuhi. Di sisi lain,
gaya hidup tidak selalu memberikan efek yang buruk bagi para mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa
yang termotivasi untuk mengelola keuangannya dengan baik supaya uang yang dimiliki dapat
memenuhi semua kebutuhan dan gaya hidupnya. Lainnya adalah dengan mengikuti gaya hidup maka
mahasiswa dapat mengambil peluang tersebut untuk menghasilkan tambahan uang. Beberapa hal ini
yang membuktikan bahwa gaya hidup memiliki pengaruh terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa.
Begitu halnya seperti yang dijelaskan pada penelitian-penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa
gaya hidup dapat mempengaruhi pengelolaan keuangan seseorang (Eldista et al., 2020)(N. A. Putri &
Lestari, 2019).

Tabel 2. Hasil Uji F


F Sig.
239,521 0,000
Uji yang kedua pada penelitian ini menguji kedua variabel bebas apakah terdapat
pengaruhnya dengan variabel terikat. Dilihat dari nilai sig. 0,000 yang lebih kecil dari nilai α sebesar
0,005 maka dikatakan H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya bahwa variabel literasi keuangan
dan variabel gaya hidup memiliki pengaruh terhadap variabel gaya hidup. Hasil ini dapat
dilihat pada Tabel 2. Ketika diuji secara bersama-sama atau yang sering disebut simultan
hasilnya masih tetap sama yaitu terdapat pengaruh antara kedua variabel bebas terhadap
variabel terikat (Gunawan, Pirari, & Sari, 2020)(N. A. Putri & Lestari, 2019). Pemahaman
akan literasi keuangan dan gaya hidup mahasiswa menentukan bagaimana pengelolaan
keuangannya. Pada mahasiswa yang sadar betul akan literasi keuangan yang ideal itu seperti
apa dan gaya hidup mereka seperti apa akan mudah dalam menentukan bagaimana
pengelolaan keuangannya. Pengetahuan dan pemahaman yang baik akan literasi keuangan,
misalkan investasi seperti apa yang cocok dilakukan oleh mahasiswa serta berapa uang yang
harus dikeluarkan untuk membeli sepatu dengan merek tertentu dapat memberikan kontribusi
pada bagaimana dan berapa alokasi yang harus dibuat pada pegelolaan keuangannya.
Apabila dicermati lebih mendalam lagi literasi keuangan dan gaya hidup pada mahasiswa
merupakan dua hal yang menguatkan dan melengkapi untuk melakukan pengelolaan keuangan
(Suryanto, 2017). Mahasiswa yang memiliki lebih banyak referensi dan pengetahuan mengenai
literasi keuangan memudahkan mahasiswa mengambil keputusan membeli suatu barang. Beberapa
daftar barang yang hendak dibeli dengan terbatasnya uang yang dimiliki, akan lebih mudah
pengambilan keputusannya dengan dasar literasi keuangan yang memadai. Pada keputusan investasi,
mahasiswa terbantu dengan dasar literasi keuangan yang dipahaminya. Jumlah uang menganggur
yang dimiliki dan jenis-jenis investasi yang menjadi pilihan menjadi acuan dalam memilih investasi.
Salah satu contohnya investasi dengan membeli barang yang pada masa akan datang memiliki nilai
yang lebih tinggi atau setidaknya stabil. Selain itu, dengan berbekal pemahaman mengenai literasi
keuangan, mahasiswa dapat memilih tempat penyimpanan uangnya dengan cermat (T. P. ; S. Putri,
2018). Tempat mana yang lebih membelikan keuntungan bagi mahasiswa. Keputusan untuk
meminjam sejumlah uang juga dapat dilakukan dengan bijak karena adanya pemahaman literasi
keuangan. Sementara itu, gaya hidup juga mempengaruhi pengelolaan keuangan mahasiswa.
Gaya hidup yang sering kali dikaitkan dengan hal-hal yang tidak baik atau negatif dan
cenderung membuat seseorang menjadi boros. Banyak pernyataan yang mengatakan bahwa seseorang
termasuk di dalamnya mahasiswa ketika menuruti keinginan dari gaya hidupnya maka orang tersebut
akan merelakan uangnya demi memenuhi gaya hidup tersebut. Tidak sedikit pula yang mengalami
kekurangan dana atau uang untuk membeli barang supaya sesuai dengan gaya hidupnya. Menuruti
keinginan pergaulan teman-teman dan masih banyak lagi. Hal seperti ini memang sering terjadi,
namun gaya hidup juga dapat memberikan hal-hal baik dan positif. Seseorang yang mengatur gaya
hidupnya menjadi lebih baik dan teratur maka pengelolaan keuangannya juga akan dilakukan dengan
lebih baik (Kanserina, 2015). Pemilihan dan pembatasan pembelian barang ataupun pergaulan yang
membuat uang menipis sebelum waktunya, akan membuat orang tersebut lebih disiplin termasuk di
dalamnya disiplin mengelola uangnya. Dengan kata lain, semakin baik gaya hidup seseorang maka
semakin baik pula pengelolaan keuangannya. Hal ini dikuatkan dengan hasil yang diperoleh pada
Tabel 3.
Ketika literasi keuangan dilihat pengaruhnya secara bersama-sama terhadap pengelolaan
keuangan maka hasilnya akan sama. Seseorang yang memiliki pemahaman yang luas tentang literasi
keuangan dan mengikuti gaya hidup yang baik maka orang tersebut akan memiliki pengelolaan
keuangan yang baik. Mahasiswa yang mendapatkan lebih banyak pengetahuan literasi keuangan dan
menerapkan gaya hidup yang tepat, maka mahasiswa tersebut dapat mengelola keuangan dengan baik.
Tabel 3. Persamaan Linear
Variabel Unstandardized
Coefficients (B)
(Constant) 4,378
X1 0,516
X2 0,348

Tabel 3 tersebut menjelaskan persamaan linier yang ada antar setiap variabel. Sebesar 0,516 untuk
variabel literasi keuangan. Setara dengan 51,6% pengelolaan keuangan dipengaruhi oleh literasi
keuangan. Sementara itu, variabel gaya hidup sebesar 0,348. Sama dengan 34,8% pengelolaan
keuangan dipengaruhi oleh gaya hidup. Terdapat pengaruh lain diluar dari kedua variabel ini terhadap
variabel terikat sebesar 4,378. Oleh karena itu maka dapat dirumuskan persamaan linier pada
penelitian ini yaitu:
Y = 4,378 + 0,516X1 + 0,348 X2
Sebesar 4,378 dapat dipengaruhi oleh variabel lain. Kemungkinan besar bisa dipengaruhi oleh
perilaku konsumtif seseorang ataupun pola asuh orangtua, dan variabel-variabel lainnya. Sementara
itu, terdapat pengaruh positif dari variabel literasi keuangan terhadap variabel pengelolaan keuangan.
Hal ini dibuktikan pada nilai dari X1 senilai positif 0,516. Begitupun pada variabel gaya hidup yang
bernilai 0,348. Artinya bahwa variabel ini berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan
mahasiswa.

SIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan hasil dan analisis yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa
literasi keuangan mempengaruhi pengelolaan keuangan mahasiswa. Begitu pula pada variable
bebas kedua yaitu gaya hidup berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa. Selain
itu, hasil yang diperoleh pada kedua variabel bebas juga berpengaruh pada variable terikat.
Dengan kata lain, terdapat pengaruh antara literasi keuangan dan gaya hidup terhadap
pengelolaan keuangan secara simultan. Besarnya pengaruh dari literasi keuangan sebesar
51% dan pengaruh dari gaya hidup sebesar 34,8%. Sebesar 4,378 adalah pengelolaan
keuangan dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil dari penelitian ini melihat bahwa ada beberapa
variabel yang kemungkinan besar memiliki pengaruh terhadap pengelolaan keuangan
mahassiwa. Variabel tersebut yaitu variabel pola asuh orangtua, perilaku konsumtif, dan
variabel lainnya. Oleh karena itu, saran untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti
pengelolaan keuangan yang dilihat pengaruhnya dari variabel-variabel tersebut.
UCAPAN TERIMAKASIH
Terimakasih penulis ucapkan kepada para mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
yang bersedia menjadi sampel pada penelitian ini sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan
baik. Selain itu dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Khususnya program studi Pendidikan
Ekonomi, penulis ucapkan terimakasih karena telah memberikan peluang dan kesempatan dalam
penulisan artikel ini sampai dengan artikel ini dapat diselesaikan. Begitu pula bagi para pihak yang
berhubungan dengan penulisan artikel ini dan segala pihak lainnya karena telah memberikan
dukungan berupa informasi dan data yang diperlukan dalam penulisan ini.

DAFTAR PUSTAKA
Eldista, E., Sulistiyo, A. B., & Hisamuddin, N. (2020). Mental Accounting: Memaknai Kebahagiaan
Dari Sisi Lain Gaya Hidup Mahasiswa Kos. Jurnal Akuntansi Universitas Jember, 17(2), 123.
[Link]
Fattah, F. A., Indriayu, M., & Sunarto. (2018). Pengaruh Literasi Keuangan dan Pengendalian Diri
Terhadap Perilaku Konsumtif Siswa SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Jurnal Pendidikan
Bisnis Dan Ekonomi (BISE), 4(1), 11–21. Retrieved from [Link]
Gunawan, A., Pirari, W. S., & Sari, M. (2020). Pengaruh Literasi Keuangan dan Gaya Hidup
Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara. Jurnal Humaniora, 4(2), 23–35.
Imawati, I. & S. & I. (2013). Pengaruh Financial Literacy Terhadap Perilaku Konsumtif Remaja pada
Program IPS SMA Negeri 1 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Jupe UNS, 2 No.1(1), 48–58.
Kanserina, D. (2015). Perilaku Konsumtif Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Undiksha. (1).
Nurjanah, S., Ilma, R. Z., & Suparno, S. (2018). Effect of Economic Literacy and Conformity on
Student Consumptive Behaviour. Dinamika Pendidikan, 13(2), 198–207.
[Link]
Putri, N. A., & Lestari, D. (2019). Pengaruh Gaya Hidup dan Literasi Keuangan Terhadap
Pengelolaan Keuangan Tenaga Kerja Muda di Jakarta. AKURASI: Jurnal Riset Akuntansi Dan
Keuangan, 1(1), 31–42. [Link]
Putri, T. P. ; S. (2018). Pengaruh Kontrol Diri, Literasi Keuangan Dan Inklusi Keuangan Terhadap
Perilaku Menabung Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Surabaya. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 6(3), 323–330.
Remund, D. L. (2010). Financial literacy explicated: The case for a clearer definition in an
increasingly complex economy. Journal of Consumer Affairs, 44(2), 276–295.
[Link]
Suryanto. (2017). Pola Perilaku Keuangan Mahasiswa Di Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmu Politik Dan
Komunikasi, VII(1), 11–20.
Wicaksono, A. B., & Nuryana, I. (2020). Pengaruh Sikap Keuangan, Teman Sebaya, dan Kecerdasan
Spiritual Melalui Kontrol Diri Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan. Economic Education
Analysis Journal, 9(3), 940–958. [Link]
Yushita, A. N. (2017). Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Pengelolaan Keuangan Pribadi. Nominal,
Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 6(1). [Link]

PROFIL SINGKAT
Penulis pada tahun 2013 lulus dari program sarjana ekonomi FEB UKSW dan pada tahun 2016
meraih gelar magister akuntansi di FEB UKSW. Saat ini bekerja sebagai pengajar di UKSW. Penulis
tertarik pada bidang akuntansi termasuk pengajaran akuntansi.

Anda mungkin juga menyukai