ROTASI UNIPMA
ROTASI
______________________________________
HAMIDA SUCIANA 2102101104
EVANA MIRBAWANI PRAYITNA 2102101128
AZIZAH BAITI LESTARI 2102101129
______________________________________
3D
______________________________________
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FALKUTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2022
_____________________________________
A. Definisi
Rotasi adalah perputaran yang ditentukan oleh titik pusat tertentu atau dapat dipahami
sebagai memindahkan dari suatu titik ke titik yang lain. Prinsipnya yaitu dengan memutar
terhadap sudut dan titik pusat tertentu yang memiliki arah sama dengan setiap titik yang
diputar. Arah rotasi disepakati dengan aturan bahwa jika perputaran belawanan dengan
arah jarum jam, maka rotasi bernilai positif. Sedangkan jika perputaran searah jarum jam
maka rotasi bernilai negative. Besar sudut rotasi dapat dinyatakan dalam satuan derajat
maupun satuan radian.
Rotasi (perputaran) sebuah titik atau benda ditentukan oleh :
1. Pusat rotasi
2. Besar sudut rotasi
3. Arah rotasi
B. Teorema
Jika s dan t garis-garis yang tidak tegak lurus berpotongan di A dan jika sudut diantara
1
garis s ke garis t adalah 2 𝜃. Maka 𝑅𝐴𝜃 = 𝑀𝑡 𝑀𝑠 .
Bukti :
• Andaikan sebuah titik P≠A dan titik K≠A pada garis s.
1
• Andaikan K′ = 𝑀𝑡 𝑀𝑠 (K) maka 𝑚 (< 𝐾𝐴𝐾′) = 2𝑥 2 𝜃.
• Jika 𝑃′ = 𝑀𝑡 𝑀𝑠 (𝑃) maka 𝑚 (< 𝑃𝐴𝑃′ ) = m (< KAK ′ ) sehingga, 𝑚 (< 𝑃𝐴𝑃′ ) = 𝜃
• Berhubung 𝐴′ = 𝑀𝑡 𝑀𝑠 (𝐴) = 𝐴 dan berhubung 𝑀𝑡 𝑀𝑠 sebuah isometri, maka
𝑃′ 𝐴′ = 𝑃𝐴 = 𝑃′ 𝐴.
• Menurut ketentuan, maka 𝑀𝑡 𝑀𝑠 = 𝑅𝐴𝜃
C. Sifat Rotasi
Sifat-sifat rotasi:
1.) Bangun yang diputar (rotasi) tidak mengalami perubahan bentuk dan ukuran.
2.) Bangun yang diputar (rotasi) mengalami perubahan posisi.
Bentuk Rotasi Sudut Istimewa dan hasil rotasinya
Refkesi sebesar 𝒂 Pemetaan Persamaan Matriks
Transformasinya
90° 𝐴 (𝑥, 𝑦) → 𝐴′(−𝑦, 𝑥) 𝑥′ 0 −1 𝑥
( )=( ) (𝑦 )
𝑦′ 1 0
180° 𝐴 (𝑥, 𝑦) → 𝐴′ (−𝑥, −𝑦) 𝑥′ −1 0 𝑥
( )=( ) (𝑦)
𝑦′ 0 −1
270° 𝐴(𝑥, 𝑦) → 𝐴′(𝑦, −𝑥) 𝑥′ 0 1 𝑥
( )=( )( )
𝑦′ −1 0 𝑦
Jenis-jenis rotasi :
1. Rotasi dengan Pusat Titik 0(0,0)
Dengan menggunakan jangka, Anakota membuat membuat sebuah busur lingkaran. Ia
menusukkan jarum jangka pada titik o, kemudian memutar jangka dengan sudut putar 𝛼
berlawanan dengan arah perputaran jarum jam. Melalui peragaan ini, Anakota telah melakukan
rotasi sebesar a dengan pusat titik 0.
Misalkan, posisi awal pensil jangka pada titik A(a,b). Setelah dirotasi sebesar 𝛼 dengan
pusat titik 0, posisi pensil jangka ini berada pada titik A (𝑎′ , 𝑏 ′ ) seperti pada gambar berikut.
Pada gambar diatas, titik A(a,b) diputar dengan pusat titik 0(0,0) dan arahnya
berlawanan dengan arah putar jarum jam sejauh radian sehingga bayangan titik A adalah
𝐴′ (𝑎′ , 𝑏 ′ ). Untuk menentukan hubungan antara titik 𝐴′ (𝑎′ , 𝑏 ′ ) dan titik A(a,b), perhatikan
segitiga OBA.
Segitiga OBA pada gambar siku-siku di B. Jika panjang OA= r dan susut yang dibentuk
oleh ruas garis OA terhadap sumbu x adalah θ maka x = e cos θ dan y = r sin θ. Misalkan
titikA(a,b) diputar sejauh 𝑎 (dalam derajat atau radian) sehingga bayangannya adalah
𝐴′(𝑟 cos(𝜃 + 𝑎)).
Posisi awal pensil jangka ini dapat ditulis dalam koordinat kutub, A(r cosθ,r sinθ).
Adapun posisi pensil jangka setelah diputar sebesar 𝑎 dengan arah berlawanan dengan arah
perputaran jarum dapat ditulis sebagai 𝐴′(𝑟 cos(𝜃 + 𝑎)).
Jadi, dinyatakan dalam bentuk matriks, persamaan tersebut menjadi matriks berikut.
𝑎′ 𝑟 cos(𝜃 + 𝛼)
𝐴′ = ( ) = ( )
𝑏′ 𝑟 sin(𝜃 + 𝛼
= (𝑟𝑟 cos 𝜃 cos 𝛼−𝑟 sin 𝜃 sin 𝛼
cos 𝜃 sin 𝛼+𝑟 sin 𝜃 cos 𝛼
)
= (𝑎𝑎 cos 𝛼−𝑏 sin 𝛼
sin 𝛼+𝑏 cos 𝛼
)
= (cos 𝛼−sin 𝛼
sin 𝛼+cos 𝛼
) (𝑎𝑏)
Jadi, posisi pensil jangka setelah diputar sebesar 𝑎 tersebut adalah
cos 𝑎 − sin 𝑎 𝑎
( )( )
sin 𝑎 cos 𝑎 𝑏
cos 𝑎 − sin 𝑎
Matriks M = ( ) disebut matriks perputaran dengan pusat titik 0(0,0) dan
sin 𝑎 cos 𝑎
sudut putar 𝑎. Selanjutnya, rotasi dengan pusat titik 0(0,0) dan sudut putar 𝑎 ditulis 𝑅(0,𝛼)0 .
2. Rotasi dengan Pusat Titik P(a,b)
Adapun untuk rotasi sebesar 𝑎 dengan pusat titik P(a,b) dapat ditentukan sebagai
berikut.
𝑥′ cos 𝛼 − sin 𝛼 𝑥 − 𝑎 𝑎
𝐴′ = ( ′ ) = ( )( )+ ( )
𝑦 sin 𝛼 cos 𝛼 𝑦−𝑏 𝑏
cos 𝛼 − sin 𝛼
Matriks ( ) disebut matriks perputaran dengan pusat titik P(a,b) dan sudut 𝛼.
sin 𝛼 cos 𝛼
Selanjutnya , rotasi dengan pusat titik P(a,b) dan sudut 𝛼 ditulis 𝑅(𝐴,𝛼)0
Nilai 𝛼 bertanda positif jika arah putaran sudut berlawanan dengan arah perputaran
jarum jam dan bertanda negative jika arah putaran sudut searah dengan arah perputaran jarum
jam.
Bagaimana jika titik 𝐴 (𝑎, 𝑏) dirotasi sebesar 𝛼 dengan pusat titik 𝑂 (0,0). Kemudian,
rotasi lagi sebesar 𝛽 dengan pusat yang sama?
Perhatikan gambar berikut !
Tampak bahwa posisi rotasi sebesar 𝛼 dengan pusat titik 𝑂(0,0). K emudian
dilanjutkan rotasi sebesar 𝛽 dengan pusat yang sama diwakili oleh rotasi sebesar (𝛼 + 𝛽)
dengan pusat titik 𝑂(0,0).
Akibatnya, bayangan titik A dapat kalian tentukan sebugai berikut.
𝑎′ cos(𝛼 + 𝛽 − sin(𝛼 + 𝛽) 𝑎
𝐴" = ( ) = ( )( )
𝑏′ sin(𝛼 + 𝛽) cos(𝛼 + 𝛽) 𝑏
D. Contoh Masalah Rotasi dan Penyelesaiannya
1. Tentukan bayangan titik 𝐴(−1, −2) yang dirotasi berturut-turut sebesar 180° dan 90°
berlawanan dengan arah perputaran jarum jam dengan pusat yang sama, yaitu titik 𝑂(0,0).
Solusi :
Merotasi titik A(−1, −2) berturut-turut sebesar 180° dan 90° berlawanan dengan arah putaran
jarum jam dengan pusat yang sama, yaitu titik O (0,0) sama artinya dengan merotasi titik A
sebesar 270° dengan pusat O (0,0).
Bayangan titik A adalah sebagai berikut.
𝐴" = (𝑎"
𝑏"
) (cos 270°−sin 270°
sin 270° cos 270°
) (−1
−2
)
0 1 −1
= ( ) ( ) = (−2 )
−1 0 −2 1
Jadi, bayangan titik A (−1, −2) adalah 𝐴" (−2,1)
2. Tentukan bayangan dari titik 𝐴(2,3) yang diputar sejauh 90° terhadap 𝑂(0,0).
Solusi :
Misalkan bayangan titik A adalah 𝐴′(𝑥 ′ , 𝑦 ′ )
𝑥′
(𝑦′ ) = (cos 90°−sin 90° 2
)( )
sin 90° cos 90° 3
0 −1 2
=( )( )
1 0 3
−3
= ( )
2
−3
Jadi, bayangan titik 𝐴(2,3) yang diputar sejauh 90° terhadap titik 𝑂(0,0) adalah ( )
2
3. Tentukan bayangan dari titik 𝑃(1,1) yang diputar dengan pusat titik 𝐴(3,4) dan sudut putar
90°.
Solusi :
Misalkan bayangan dari titik 𝑃(1,1) yang diputar dengan pusat titik 𝐴(3,4) dan sudut putar
90° adalah 𝑃′ (𝑥 ′ , 𝑦 ′ ).
𝑥′
(𝑦′ ) = (cos 90° −sin 90° 1−3
)( ) + (34)
sin 90° cos 90° 1−4
= (01 −1 −2
)( ) + (34)
0 −3
3
= (−2 ) + (34) = (62)
Jadi, bayangan dari titik 𝑃(1,1) yang diputar dengan pusat titik 𝐴(3,4) dan sudut putar 90°
adalah (62).
Kesimpulan
Rotasi adalah suatu transformasi memutar setiap titip pada suatu bidang rotasi pada bidang
tersebut khususnya pada bidang datar ditentukan oleh titik pusat rotasi, besar sudut rotasi, arah
rotasi. Apabila arah rotasi berlawanan dengan arah putar jarum jam, arah putarnya dikatakan
positif. Sebaliknya, jika arah rotasi sejalan dengan arah putar jarum jam, arah putarnya
dikatakan negatif. Suatu rotasi dengan sudut putar 360 disebut rotasi satu putaran penuh, rotasi
dengan sudut putar 180 disebut rotasi setengah putaran dan rotasi dengan sudut putar 90 disebut
rotasi seperempat putaran. Rotasi dengan pusat titik A(a,b) dan sudut putar dapat ditulis dengan
rotasi R(a, ) jenis-jenis rotasi sendiri terdiri dari rotasi dengan pusat titik O(0,0) dan rotasi
dengan pusat titik P (a,b).