BAB V
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
5.1 Deskripsi Perusahaan
5.1.1 Sejarah Perusahaan.
PT International Paint Indonesia merupakan suatu perusahaan investasi luar
negri yang bergerak di Indonesia sejak tahun 1992. perusahaan PT IPI
keseluruhannya dimiliki oleh Akzo Nobel yang berpusat di negri Belanda.
PT IPI terletak di jalan Jababeka Raya Blok E 9-11, Cikarang
( kawasan industri) Bekasi. Pabrik ini diselesaikan pada bulan October tahun 1993.
Pengembangannya direncanakan menjadi 2 fase, fase ( sudah selesai) tersedia
kapasitas5 juta liter, fase 2 akan menyediakan kapasitas 15 juta liter. PT IPI sudah
mencapai ISO 9001 : 2000 dan ISO 14001 dari KEMA Quality, B,V.
5.1.2 Latar Belakang Perusahaan.
PT IPI adalah sebuah perusahaan multi nasional dengan 4 area pasar utama
yaitu :
1) Marine Coatings
Specialis untuk masalah perlindungan kapal. Produk yang dijual meliputi
anti korosif dan anti fooling
2) Protective Coating
Yaitu menyuplai lapisan untuk perlindungan bahan keras terhadap korosi
kimia. Pemasarannya melingkupi industri migas, industri gas, yertas dan
bubur kertas.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
59
3) Coil Coatings.
Cat pelindung gulungan lembaran baja yang terus menerus
4) Powder Coatings
Pengolahan dan penyuplaian termasuk bubuk coatings untuk digunakan
dalam industri umum, componen automatif dan penyelasaian arsitektur.
PT International Paint Indonesia telah memiliki kedudukan kuat dalam pasar –
pasar tersebut dengan memenuhi kebutuhan pelanggan dalam hal :
1) Lebih cepat.
2) Lebih baik
3) Lebih khas
Untuk itu para karyawan International Paint Indonesia diharapkan, setiap
saat, bekerja dalam kondisi yang aman dan dengan cara yang dapat
dipertanggungjawabkan serta melakukan yang terbaik dalam rangka menjamin
perusahaan untuk jangka panjang.
5.1.3 Kebijakan Mutu
1) PT International Paint Indonesia bertekad meningkatkan mutu secara terus
menerus dibidang operasi, pelayanan dan produk yang akan diukur dengan
tercapainya otif dan minimalnya keluhan pelanggan, sehingga tercapai
kepuasan pelanggan yang optimum.
2) PT International Paint Indonesia bertekad mengadakan pelatihan yang
sesuai dan efektif sebagai bagian dari progam pengembangan karyawan
untuk membekali karyawan dengan keterampilan yang diperlukan untuk
tercapainya peningkatan mutu secara terus menerus, dengan secara terus
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
60
menerus mengukur dan memperbaiki pencapaian sasaran mutu di
Departemen.
3) PT International Paint Indonesia bertekad untuk mematuhi perundangan
yang berhubungan dengan produk, proses dan aktifitasnya, sesuai dengan
dikeluarkan oleh badan yang berwenang dan kebijakan AKZO NOBEL,
dan persyaratan Standar Internasional ISO9001:2000 tentang system
manajemen mutu.
4) Tujuannya adalah menyediakan produk dan layanan bermutu
5.14 Luas dan Sarana yang Tersedia di PT IPI.
51.4.1 luas pabrik
Total luas pabrik adalah 3,4 Hektar
1) Area produksi
Powder Coating : 1,000 M2
Marine Coating : 1,000 M2
Industri Coating : 1,000M2
2) Warehousing
Raw Material : 1,000 m2
Finished Goods : 1,000 m2
Labotaries : 500 m2
Canteen : 500 m2
Administration : 500 m2
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
61
[Link] Sarana yang tersedia
1) Manajemen computer terintregasi dan sistem MRP
2) Sistem pemadam kebakaran
3) Pengendalian polusi
4) Progam aktif keamanan dan kesehatan
5) ISO 9001 dan 14001 sertifikasi dari KEMA
5.14.3 Dukungan Teknis
Dukungan teknis disediakan dari team advisor teknik PT IPI. PT IPI
mempunyai advisor yang bertempat di Jakarta, Surabaya, Cilegon, Semarang, Balik
papan, Duri dan Medan. PT IPI menyediakan pelayanan teknis yang terkualifikasi
dan tersertifikasi NACE CIP Level 1 dan Level II teknik Representatif
5.1.5 Jumlah Kepegawaian
Jumlah seluruh pekerja yang melakukan kegiatan di area gedung baru
sekitar 38 orang yang terdiri dari pegawai tetap dan pegawai tidak tetap atau
pegawai Out Sourcing.
5.6 Gambaran K3 perusahaan
5.6.1 Kebijakan Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan
PT IPI dalam proses kerjanya menggunakan beberapa bahan kimia yang
bersifat flamable, oleh karena itu PT IPI mengeluarkan kebijakan tentang HSE agar
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
62
dalam aktivitasnya tidak merugikan masyarakat sekitar atau pekerja yang bekerja di
PT IPI. Adapun kebijakan yang dikeluarkan PT IPI sebagai berikut :
1) Mematuhi perundangan kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan dan
bekerja sama dengan institusi yang berwenang serta pihak terkait lain untuk
memperbaiki kinerja kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan.
2) Mencegah kecelakaan, penyakit akibat kerja dan kerugian harta milik
perusahaan dan kerusakan pada lingkungan terhadap karyawan dan
kontraktor.
3) Secara terus menerus memperbaiki proses manufacturing dan produk
sehingga dapat menerapkan proses dan penggunaan bahan baku, energi, air
dan bahan baku lain secara sehat, aman dan ekonomis, dan meminimalisir
limbah padat, cair dan gas, dan secara aktif mencegah polusi.
4) Membudayakan bekerja dengan aman dan membuat produk yang aman
sejalan dengan program Coatings Care dan Product Stewardship dari Akzo
Nobel untuk mencegah gangguan pada kesehatan, keselamatan dan
lingkungan terhadap karyawan, pemasok, pelanggan, dan stake holder
lainnya.
5) Menjunjung standar kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan yang
berlaku dan bila memungkinkan standar yang lebih baik dari yang
dikehendaki oleh ketentuan yang berlaku, atau kebijakan Akzo Nobel.
6) Memenuhi persyaratan Standar International OHSAS 18001-1999 untuk
Sistem manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan ISO14001:1996
untuk Sistem Manajemen Lingkungan.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
63
7) Mengkomunikasikan masalah kesehatan, dan keselamatan kerja, dan
lingkungan kerja dan lingkungan serta perbaikannya secara internal kepada
karyawan secara eksternal kepada korporasi dan pihak luar lain yang
terkait.
5.6.2 Progam HSE ( Health, Sefety, Enviroment )
Depaertement Health, sefety, enviroment ( HSE ) yang dibawahi oleh seorang
manager. HSE membuat progam HSE agar mencegah terjadinya kerugian yang
diakibatkan pelaksanaan proses yang ada di PT IPI. Adapun progam tersebut adalah :
1) Internal Audit
2) Noise measurement.
3) Fire alarm check
4) Fire drill
5) Personal measurement dust
6) Manual handling training
7) Pressure tank
8) Monitoring no of Accident, incident and dengerous occorence
9) DLL
Selain progam di atas HSE juga menyusun managemen kebakaran. Adapun
managemen kebakaran tersebut adalah :
1) Kepala departement bertanggung jawab untuk mengidentifikasi area yang
berpotensi timbul kebakaran.
2) Fire Fighting Coordinator bertanggung jawab untuk
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
64
Memastikan sistem kebakaran aktif dan pasif berfungsi dengan baik
dan siap pakai.
Menjadwalkan pelatihan pemadam kebakaran.
Membentuk regu pemadam kebakaran dan menentukan tugas dan
wewenangnya.
3) HSE Reprentative bertanggung jawab untuk :
Menjadwalkan latihan evakuasi
Memberi ijin untuk kendaraan yang akan keluar/masuk pada saat
terjadi kebakaran.
4) Security bertangung jawab untuk menghubungi pemadam kebakaran
Jababeka dan mengontrol mobil yang masuk pada saat kebakaran.
5) Fire Chief bertanggung jawab untuk memimpin pemadaman api besar.
6) Fire Brigade bertanggung jawab untuk membantu memadamkan api.
7) Evacuation team leader bertanggung jawab untuk pelaksanaan evakuasi.
8) Karyawan bertanggung jawab untuk mengikuti prosedur.
Prosedur pencegahan terjadinya kebakaran.
1) Kepala departemen mengidentifikasi aktivitas/area didepartement masing-
masing yang berpotensi timbul kebakaran.
2) Fire Fighting Coordinator mengidentifikasi dan mengecek kefektifan sistem
kebakaran aktif dan pasif.
3) Pengecekan kebakaran dilakukan secara rutin tiap 3 bulan sekali untuk
memastikan kondisinya baik dan siap pakai.
4) Fire Fighting Coordinator membentuk regu pemadam kebakaran dan
menentukan tugas dan wewenangnya.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
65
5) Latihan pemadam kebakaran.
Fire Fighting Coordinator menentukan jadwal latihan pemadaman
kebakaran,2X setahun untuk Fire Brigade Team. Sedangkan simulasi
kebakaran dilakukan sekali setahun.
Untuk latihan pemadaman api besar dipimpin oleh Fire Chief,
sedangkan untuk latihan pemadaman api kecildipimpin oleh APAR
team leader.
Fire Fighting Coordinator mengamati jalannya pelatihan.
Setelah latihan selesai Fire Fighting Coordinator membuat laporan
tentang pelaksanaan pelatihan, kekurangan dan saran perbaikan bila
ada.
6) Latihan evakuasi dilakukan minimum setahun 2x dipimpin oleh HSE
Representative, sebagai latihan bagi karyawan bila terjadi kebakaran
dengan cara membunyikan alarm kebakaran, selanjutnya karyawan
berkumpul ditempat evakuasi yang ditentukan dideoan main office. Untuk
Fire Brigade Team berkumpul di pos penanggulangan kebakaran dekat
diesel pump.
7) Setelah latihan prosedur ditinjau kembali dan direvisi bila perlu
Penanganan kebakaran :
1) Karyawan yang melihat adanya api/sumber kebakaran untuk segera
memadamkan api dengan APAR jika api/kebakaran yang timbul tidak
terlalu besar dan tidak membahayakan keselamatannya, atau bila tidak
mampu segera memberitahu karyawan lain disekitar tempat kejadian.
Pastikan penanganan api dilakukan dengan cara benar.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
66
2) Jika api/ kebakaran tidak dapat ditanggulangi dengan APAR, segera
aktifkan alarm tanda kebakaran dengan memecahkan kaca alarm. Fire
Brigade jika mendengar alarm segera berkumpul di pos penanggulangan
kebakaran dekat diesel pump. Fire Chief segera mengabsen kelengkapan
anggota.
3) Prosedur ini ditinjau kembali untuk kecukupannya setelah dilakukan latihan
atau setelah terjadi kebakaran dan akan direvisi bila perlu untuk mencegah
kejadian yang sama terulang kembali.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
67
BAB VI
HASIL PENELITIAN
6.1 Deskripsi Area
Didalam gedung WeT Paint Production terdapat 2 bagian proses yaitu MPC
Marine Protective Coating, COIL Coating yaitu pembuatan Cat untuk lembaran –
lembaran baja. Didalam MPC terdapat beberapa mesin yaitu 3 mesin dengan jenis
HSD ( high Speed Disperser ), HBM ( Horizontal Beads Mill ), terdapat VBM (
vertical beads mill ), vessel ( proses tinter ), area drum, spindle ( untuk pewarnaan),
platform packing, kantor. Untuk proses COIL juga mempunyai beberapa mesin yaitu
HSD, HBM, reaktor, 1 Platform, dan penyimpanan drum. Kemudian untuk jenis
klasifikasi kebakaran gedung Wet Paint Production mempunyai jenis kebakaran
kelas berat karena menurut SNI 03-3989-2000 pabrik cat kimia dengan kemudahan
terbakar tinggi masuk kekelas bahaya kebakaran berat.
Setiap proses produksi mempunyai tahapan begitu juga dengan proses yang ada
di Wet Paint Production yaitu :
1) Tahap Persiapan
Menyediakan pot penampung untuk menampung material – material cair
yang akan digunakan sebagai bahan dasar, kemudian memasukan material –
material tersebut kedalam pot tersebut. Setelah memasukan material cair
yang telah ditentukan kemudian pot tersebut dibawa ke HSD.
2) Tahap Grinding
Yaitu memasukan powder kedalam pot penampung untuk digrinding.
Tujuan dari proses grinding adalah untuk menghaluskan powder dengan
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
68
ukuran yang telah direncanakan. Setelah powder di grinding kemudian di
buildup, proses Buildup yaitu melengkapkan material yang kurang terutama
material bahan cair.
3) Proses Filling
Yaitu proses terakhir untuk mengemasi bahan – bahan yang telah siap di
edarkan kedalam kaleng – kaleng pengemasan yang telah disiapkan.
6.2 Identifikasi Bahaya
Gedung Wet Paint Production PT IPI merupakan gedung yang berfungsi
sebagai tempat untuk melaksanakan proses pembuatan cat. Selain itu gedung Wet
Paint juga terdapat kantor yang berfungsi untuk mengontrol segala aktifitas dalam
pembuatan cat. Didalam setiap proses biasanya terdapat potensi bahaya yang timbul
akibat pelaksaan proses tersebut. Untuk dapat melihat potensi bahaya proses tersebut
dapat dilihat pada table dibawah ini.
Tabel 6.1 Identifikasi Bahaya
Tahapan Potensi Bahaya Pengendalian Penjelasan
Proses
Proses Terhirup bahan kimia Dengan Sesuai karena
persiapan yang akan dituangkan menggunakan APD dengan penggunaan
kedalam pot seperti masker. masker dapat
penampung. Penggunaan baju melindungi pekerja
Terkena percikan pelindung dan dari pencemaran
material cair tubuh sarung tangan yang ada diudara
oleh partikel
Untuk baju
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
69
pelindung sudah
sesuai karena untuk
melindungi tubuh
dari cairan dan
bahan – bahan
kimiawi sedangkan
untuk sarung tangan
sudah sesuai karena
sarung tangan dapat
melindungi dari
bahan – bahan
kimiawi
Proses Terjadinya kebakaran Dengan Fire sistem yang
grinding Terhirup uap solvent menggunakan fire digunakan untuk
Terkena percikan cat sistem mencegah kebakaran
Terhirup debu Menggunakan di gedung sudah
masker sesuai karena
Penggunaan baju menggunakan alat
pelindung pemadam berjenis
Menggunakan local Foam.
exhaust Sesuai karena
dengan penggunaan
masker dapat
melindungi pekerja
dari pencemaran
yang ada diudara
oleh partikel
Untuk baju
pelindung sudah
sesuai karena untuk
melindungi tubuh
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
70
dari cairan dan
bahan – bahan
kimiaw
Dalam penanganan
debu sudah sesuai
karena proses
penanganan debu
harus dengan
menggunakan
ventilasi yang baik.
Proses filling Tertimpa kaleng Penggunaan sepatu Sudah sesuai karena
Low Back Pain safety dengan
Manual material menggunankan sepatu
handling training. safety dapat
melindungi kaki dari
kejatuhan kaleng.
Dengan pelatihan
manual material
handling diharapakan
pekerja tidak bekerja
dengan postur janggal
agar tidak terkena
LBP.
Dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembuatan cat terdapat potensi
bahaya yang dapat merugikan pekerja, lingkungan, dan perusahaan yang terkait.
Tetapi dengan membuat progam pengendalian maka kerugian tersebut dapat
dihindari.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
71
6.3 Sumber Kebakaran
Pelaksanaan proses yang terdapat di gedung Wet Paint Production dapat
menimbulkan potensi bahaya kebakaran. Kebakaran dapat terjadi karena rata – rata
bahan material yang digunakan dalam pelaksanaan proses tersebut bersifat flamabel
liquid.
Salah satu proses di gedung Wet Paint Production yang berpotensi besar
menimbulkan terjadinya kebakaran adalah proses Grinding. Didalam poses tersebut
salah satu bahan yang digunakan adalah resin, resin adalah bahan bersifat mudah
terbakar. Resin mudah terbakar karena memiliki flash point 260 C, Ignition
Temperature 3900, lower explosif limit 1,2%, upper explosiv limit 11,5%. Selain
bahan yang digunakan, proses grinding juga bisa menyebabkan kebakaran.
Pelaksanaan proses grinding bisa meyebabkan kebakaran karena dalam pelaksaannya
dengan cara mencampurkan bahan – bahan kima yang telah direncanakan dan setelah
mencampurkan kemudian di aduk dengan menggunakan mesin. Selain itu hasil
identifikasi yang ada dibagian Wet Paint Production juga menyimpulkan bahwa
dalam proses grinding bisa menyebabkan potensi kebakaran.
6.4 Sistem Proteksi Aktif
6.4.1 Alat Pemadam Api Ringan ( APAR )
Alat Pemadam Api Ringan yang terdapat di gedung Wet Paint Production
terdapat 2 buah dengan jenis sebanyak 2 buah. Dalam peletakannya APAR tersebut
diletakan di dinding dengan menggunakan cangkang pada ketinggian 150 cm dari
lantai. Pada setiap APAR yang terpasang terdapat tanda petunjuk yang menunjukan
adanya APAR tetapi tidak terdapat petunjuk penggunaan APAR
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
72
APAR seharusnya ditempatkan ditempat yang mudah terjangkau, namun
pada kenyataannya APAR yang terdapat di gedung Wet Paint Production disebelah
kiri dan kanannya terhalang oleh benda – benda yang akan digunakan untuk
kepentingan proses.
Setiap ruangan hanya ada 1 APAR. Kondisi tabung APAR dalam keadaan
cacat, setiap APAR terdapat lebel pengisian ulang dan tanggal kadaluarsa.
Pemeriksaan APAR dilakukan 6 bulan sekali.
6.4.2 Hidran
berdasarkan hasil observasi, di gedung Wet Paint Production PT IPI hanya
terdapat hidran halaman, tidak terdapat hidran gedung dan didalam gedung hanya
terdapat 4 buah Hose Reel yang diman setiap Hose Reel mempunyai tabung yang
berisikan Foam sekitar 10 liter dengan panjang selang 30m dan diameter selang 1,2
inch. Jumlah hidran halaman hanya terdapat 2 buah. Box hidran dalam kondisi baik
dimana didalam box hidran terdapat slang, nozle dan katup hidran. Untuk hidran
halamanseSlang yang tersedia panjangnya 30 cm dengan ukuran 2,5 inch tetapi
nozle tidak terpasang pada slang. Dalam penempatannya hidran ditempatkan
ditempat yang mudah terjangkau. Warna kotak hidran berwarna merah dengan
tulisan berwarna hitam sedangkan pilar hidran berwarna merah. Sumber persediaan
air berasal dari tangki penampung yang letaknya berdekatan dengan rumah pompa
dan tangki penyimpanan air untuk pemadaman api dengan kapasitas penampungan
mencapai 860 M3.
Sumber persediaan air untuk hidran kebakaran diperhitungkan untuk
pemakaian selama 6 jam dan tekanan yang terdapat pada pompa hidran 7,5 bar.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
73
Untuk memudahkan kerjasama dengan pihak pemadam kebakaran maka telah
tersedia kopling penyambung yang sama dengan kopling penyambung pemadam
kebakaran. Selain itu penempatan hidran halaman ditempatkan ditempat yang
mudah dijangkau dengan mobil pemadam kebakaran. Untuk aliran listrik, pompa
kebakaran mempunyai aliran listrik tersendiri dari sumber daya listrik darurat.
Sistim hidrant adalah sistim instalasi air basah dimana dalam keadaan normal,
hidran sudah terisi oleh air yang dapat dipergunakan setiap saat bila terjadi
kebakaran
Gambar 7.1 Tangki Air
Gambar 7.2 Pompa Hidran
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
74
6.4.3 Sprinkler
Instalasi sprinkler yang terdapat pada gedung Wet Paint Production terpasang
berdasarkan kepekaan suhu, dimana cairan pada kepala sprinkler berwarna merah
yang menandakan kepala sprinkler akan pecah pada suhu 68ºC. Jumlah kepala
sprinkler berjumlah 274 buah, dimana jarak antara sprinkler 3,7 m. Jumlah cadangan
kepala sprinkler berjumlah 3 buah.
Sistem sprinkler otomatis telah dilengkapi dengan satu jenis sistem penyedia
air yang bekerja otomatis. Sistem sprinkler telah dirancang untuk memadamkan
kebakaran atau sekurang – kurangnya mampu mempertahankan kebakaran untuk
tidak berkembang untuk sekurang – kurangnya 30 menit sejak sprinkler pecah.
Penyediaan air untuk springkler terdapat 1 tangki air pemadam yang letaknya
didekat kamar pompa yang dengan kapasitas penyimpananya dengan kapasitas :
860m3 dan 1 buah tangki yang isinya foam dengan kapasitas 4,5m3, untuk tangki
foam telah dilengkapi dengan alat pendeteksi tekanan.
Kepala sprinkler adalah ujung dari sistim sprinkler yang apabila terjadi
perubahan suhu maka kepala sprinkler akan pecah dan memancarkan Foam secara
otomatis. Arah pancaran sprinkler yang ada di Gedung Wet Paint Production. adalah
pancaran keatas, dengan pendent bulb color red temperatur. Sprinkler akan bekerja
secara otomatis jika api memecahkan pendent yang berwarna merah maka Foam
akan terpancar dari ujung nozzle springkler.
Untuk mendukung sistem sprinkler yang ada di Wet Paint Production tersedia
pompa untuk sistim sperinkler
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
75
Gambar 7.3 sprinkler
6.4.4 Sistim Peringatan Awal Kebakaran
Sistem peringatan awal kebakaran yang terpasang adalah sistim manual.
Sistim manual berupa titk panggil manual (TPM) tombol yang dilengkapi dengan
alat komunikasi satu arah, dimana alat ini hanya bisa dioperasikan secara manual
untuk menginformasikan adanya kebakaran disalah satu gedung
Jenis alarm kebakaran di gedung Wet Paint Production yaitu alarm kebakaran
audio yang memberikan isyarat berupa bunyi khusus. Jumlahnya terdapat 2 buah.
Pengecekan dilakukan 1 minggu sekali tiap hari senin. Dalam pengecekan yang
dilakukan adalah dengan menggunakan alat khusus yang ditusukan ke breakglass
kealarm tersebut, kalau alarm berbunyi maka alarm dapat berfungsi dengan baik.
Untuk pemeliharaan alarm dilakukan oleh bagian maintenance sedangkan untuk yang
4 bulan sekali dilakukan oleh kontraktor, sedangkan untuk pemasangan alarm
dipasang didinding dalam gedung Wet Paint Production.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
76
1) Spesifikasi alarm
Merk : Yodalarm
Volt : 24
Soundoutput : lebih dari 80 db
Warna : merah
Titik panggil manual (TPM) berwarna merah dengan break glass yang
dipasang pada jalan keluar atau didekat pintu keluar dan sebagian lagi ditempatkan
didalam ruangan pada ketinggian kurang lebih 1,5 meter dari lantai. Jumlah titik
panggil manual berjumlah 4 buah.
Untuk detektor tidak tersedia
Gambar 7.4 Alarm dan Bell yang terdapat pada gedung Wet Paint Production
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
77
BAB VII
PEMBAHASAN
7.1 Perbandingan antara standar NFPA dan Pemenaker
Dalam hal pemeliharaan dan penempatan dari alat proteksi aktif telah
ditentukan oleh standar. Dalam hal ini penulis menggunakan standar NFPA dan
Permenaker. Diantara dua standart tersebut mempunyai perbedaan , untuk itu
perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 7.1 Tabel mengenai perbandingan antara NFPA dan Permenaker
mengenai APAR
peraturan Menteri NFPA 10 Keterangan
Tenaga Kerja No. Per
04/Men/1980
APAR harus ditempatkan Terdapat tanda atau label Permen telah sesuai
pada posisi yang mudah penempatan APAR dengan NFPA 10
dilihat dengan jelas, mudah
dicapai serta dilengkapi tanda
pemasangan.
Pemasangan APAR adalah Berada pada ketinggian 5 ft Terdapat perbedaan antara
1,2 cm dari dasar lantai. atau 1,53 meter dari lantai. Permenaker dan NFPA 10
dalam hal pemasangan
APAR
Jarak antara tabung APAR Penempatan APAR Terdapat perbedaan dalam
dengan yang lainnya tidak maksimal 50 ft atau 15,25 penempatan jarak APAR
boleh melebihi 15 meter. meter dari satu APAR ke dengan APAR yang
APAR yang lainnya. lainnya antara NFPA 10
dan Permenaker
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
78
Setiap satu atau kelompok Mudah dilihat, mudah Dalam penempatan APAR
APAR harus ditempatkan diambil, dan mudah sesuai antara NFPA 10
pada posisi yang mudah digunakan pada saat terjadi dan Permenaker
dilihat dengan jelas, mudah kebakaran, penyimpanan
dicapai dan dimabil serta tidak terhalang oleh benda
dilengkapi tanda pemasangan lain.
Tabel 7.2 Tabel mengenai perbandingan antara NFPA dan Permenaker
mengenai Sprinkler
Menurut Peraturan NFPA 13 Keterangan
KEPMEN PU
NO/02/KPTS/1985
Jarak maksimum antara Jarak maksimum antara Tidak Terdapat perbedaan
sprinkler kedinding sprinkler kedinding antara jarak maksimum
disesuaikan dengan jeis disesuaikan dengan jeni sprinkler kedinding antara
klsifikasi kebakaran kalsifikasi kebakaran NFPA 13 dan Permenaker
Jarak maksimum antara Jarak maksimum antara tidak terdapat perbedaan
sprinkler dengan sprinkler sprinkler dengan sprinkler antara jarak maksimum
lainnya disesuaikan dengan lainnya disesuaikan antara sprinkler antara
jenis klasifikasi kebakaran dengan jenis kalsifikasi NFPA 13 dan Permenaker
kebakaran
Penggunaan kepala sprinkler Pengunaan kepala sprinkler Tidak ada perbedaan antara
disesuaikan dengan aktivitas disesuaikan dengan NFPA 13 dengan
ruangan aktivitas ruangan Permenaker
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
79
Tabel 7.3 Tabel mengenai perbandingan antara NFPA dan Permenaker
mengenai Hidran
KEPMEN PU NFPA 14 Keterangan
NO/02/KPTS/1985
Panjang maksimal selang 30m Panjang maksimal selang Tidak ada perbedaan antara
30m NFPA 14 dengan
Permenaker
Slang kebakaran harus dalam Slang hidran dalam Tidak ada perbedaan antara
keadaan baik dan siap keadaan baik NFPA 14 dengan
digunakan Permenaker
Kotak hidran di cat berwarna Kotak hidran di cat yang Untuk warna kotak hidran
merah menggunakan warna cat yang digunakan sama –
mencolok pada mata sama mencolok mata
Tabel 7.4 Tabel mengenai perbandingan antara NFPA dan Permenaker
mengenai alat deteksi dini.
Permenaker NFPA Keterangan
Didekat panel indikator harus Lokasi penempatan titik Tidak ada perbedaan antara
dipasang titik panggil manual panggil manual tidak NFPA 72 dengan
yang mudah dicapai. mudah terkena gangguan, Permenaker
tidak tersembunyi, mudah
tercapai.
detektor harus dipilih Detektor panas harus Tidak ada perbedaan antara
berdasarkan temperatur disesuaikan dengan NFPA 72 dengan
kerjannya. temperatur kerja. Permenaker
Sistem alarm kebakaran harus Alarm harus mempunyai Tidak ada perbedaan antara
dilengkapi sekurang – bunyi irama yang khas. NFPA 72 dengan
kurannya sebuah lonceng. Permenaker
Panel inidkator dilengkapi Panel kontrol harus bisa Tidak ada perbedaan antara
dengan pemancar berita menunjukan lokasi NFPA 72 dengan
kebakaran. kebakaran. Permenaker
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
80
Lonceng harus terdengar dari Bunyi alarm kebakaran Untuk frekwensi bunyi
jalan masuk utama mempunyai frekwensi antara NFPA dan
antara 500Hz dengan Permenaker sama – sama
tingkat kekerasan minimal menekanakna harus
65 Db terdengar dengan jelas.
Perbedaan antara antara NFPA dengan Permenaker Mengenai alat proteksi
aktif hanya terdapat pada Pemasangan APAR yaitu untuk Permenaker adalah 1,2 cm
dari dasar lantai dan penempatan APAR menurut NFPA adalah atau 1,53 meter dari
lantai. Sedangkan jarak antara APAR ke APAR yang lainnya untuk Permenaker
adalah tidak boleh melebihi 15 meter dan menurut NFPA adalah maksimal 50 ft
atau 15,25 meter dari satu APAR ke APAR yang lainnya. Untuk penelitian ini
mengenai standar penempatan APAR memakai standar Permenaker karena standar
Permenaker mengenai penempatan APAR lebih cocok untuk dipakai orang
Indonesia karena dilihat dari postur tubuh orang indonesia.
7.2 Sistem Proteksi Aktif
Setelah disajikan data hasil penelitian mengenai penilaian Alat proteksi
kebakaran aktif, maka bab ini melakukan evaluasi antara hasil yang didapat dari
pengamatan dengan acuan yang ada.
Dari hasil pembahasan ada beberapa acuan mengenai sistem proteksi aktif yang
belum terpenuhi. Standart yang digunakan adalah NFPA ( 10,72,14, 13 ), Per
04/Men/1980, KEPMEN PU NO/02/KPTS/1985
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
81
Tabel 7.5 Perbandingan APAR di Gedung Wet Paint Production Dengan
Standar Yang Digunakan
STANDAR KONDISI GEDUNG KETERANGAN
MENURUT NFPA 10/ No. WET PAINT
Per 04/Men/1980 PRODUCTION
Terdapat APAR yang sesuai APAR yang terdapat pada Sesuai
dengan jenis kebakaran gedung Wet Paint
Production adalah jenis
Foam
Tedapat label penempatan Terdapat label Sesuai
APAR penempatan APAR pada
setiap APAR yang
ditempel di dinding di
atas APAR yang terlkait
Penempatan APAR mudah APAR ditempatkan Tidak Sesuai
dilihat, mudah diambil, dan ditempat yang tidak
mudah digunakan pada saat mudah dijangkau
terjadi kebakaran tepatnya APAR
ditempatkan diantara
mesin yang digunakan
dalam menjalankan
proses
Terdapat instruksi Didekat APAR tidak ada Tidak Sesuai
pengoperasian APAR instruksi mengenai
penggunaan APAR
Penempatan APAR maksimal Didalam satu ruangan Tidak Sesuai
15,25 meter dari satu APAR ke hanya tersedia satu
APAR lainnya. APAR
Terdapat segel dalam kondisi Segel dalam kondisi baik Sesuai
baik
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
82
APAR tidak boleh dipasang di Suhu ruangan 32º C Sesuai
dalam ruangan yang
mempunyai suhu lebih dari
49oC dan dibawah 4oC
Dilakukan pemeriksaan APAR APAR diperiksa 3 bulan Sesuai
2 kali dalam setahun yaitu 6 sekali
bulan sekali
Setiap APAR harus dipasang APAR digantung Sesuai
menggantung pada dinding didinding dengan
dengan penguatan sengkang penguatan sengkang
atau dalam lemari kaca, dan
dapat digunakan dengan mudah
pada saat diperlukan.
Pemasangan APAR bagian Pemasangan APAR Sesuai
paling atas berada pada bagian paling atas berada
ketinggian 1,2 ,m dari pada ketinggian 1,2 m
permukaan lantai dari permukaan lantai
Bagian luar tabung tidak boleh Bagian luar tabung Tidak sesuai
cacat termasuk handel dan label dalam keadaan cacat.
harus selalu dalam keadaan
baik.
Semua tabung apar berwarna Warna APAR tabung Tidak Sesuai
merah. yang tersedia adalah
orange
Dari hasil perbandingan di dapatkan hasil bahwa :
Menurut standar yang digunakan jenis APAR yang digunakan sudah sesuai
dengan dengan jenis kebakarannya. Setiap APAR terdapat label penempatannya.
APAR yang terpasang tidak dicantumkan instruksi penggunaan APAR Setiap APAR
ditempatkan ditempat yang tidak mudah dijangkau tepatnya APAR ditempatkan
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
83
diantara mesin yang digunakan dalam menjalankan proses Untuk segel pengaman
dan tutup tabung sudah terpasang kuat. Sedangkan tabung APAR yang terdapat di
gedung Wet Paint Production berwarna orange
Tabel 7.6 Perbandingan Hidran di Gedung Wet Paint Production Dengan
Standar Yang Digunakan
STANDAR KONDISI GEDUNG KETERANGAN
MENURUT NFPA 14/ WET PAINT
KEPMEN PU PRODUCTION
NO/02/KPTS/1985
Kotak hidran mudah dilihat, Kotak hidran mudah Sesuai
dibuka, dan dijangkau. dibuka dan mudah
dijangkau
Hidran ditempatkan ditempat Hidran dapat mudah Sesuai
yang mudah dijangkau dan dilihat dan dijangkau
tidak terhalang
Pilar hidran dicat berwarna warna pilar hidran adalah sesuai
merah merah
Kotak hidran gedung berwarna Kotak hidran berwarna Tidak sesuai
merah bertuliskan hidran merah tapi bertuliskan
berwarna putih hitam
Kotak hidran terdiri dari rak Kotak hidran terdiri dari Sesuai
slang, slang, nozle, dan katup slang nozle dan katup
slang.
Sumber persediaan air untuk Persediaan air Sesuai
hidran kebakaran harus diperhitungkan dapat
diperhitungkan minimum pemakaian selama 30
pemakaian selama 30 menit menit
Pompa kebakaran dan peralatan Pompa kebakaran listrik Sesuai
listrik lainnya harus mempunyai peralatan
mempunyai aliran listrik listrik dengan sendiri
tersendiri dari sumber daya
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
84
listrik darurat
Harus disediakan kopling Tersedia kopling Sesuai
penyambung yang sama dengan penyambung yang sama
kopling dari unit pemadam dengan pemadam
kebakaran kebakaran
Penempatan hidran halaman Hidran halaman mudah Sesuai
tersebut harus mudah dicapai dicapai oleh unit
oleh mobil pemadam unit pemadam kebakaran
kebakaran
Hidran halaman yang Ukuran katup pembuka Sesuai
mempunyai 2 kopling hidran halaman
pengeluaran harus berdiameter 4 inch
menggunakan katup pembuka
yang diameter minimum 4 inchi
(10 cm) dan mempunyai 3
kopling pengeluaran harus
menggunakan pembuka
berdiameter 6 inchi (15 cm)
Dari hasil perbandingan di dapatkan hasil bahwa :
Hidran yang ada dihalaman dalam keadaan terlihat dan mudah tercapai.
Penempatan hidran halaman mudah dicapai oleh unit pemadam kebakaran. Setiap
kotak hidran terdapat tulisan hidran dengan warna hitam. Tersedia kopling
penyambung yang sama dengan pemadam kebakaran. Untuk Persediaan air
diperhitungkan dapat pemakaian lebih dari 30 menit. Kotak hidran yang terdapat
dihalaman terdiri dari rak slang, slang, nozle. Sedangkan untuk pencegahan
kebakaran didalam gedung disediakan 4 buah Hose Reel dengan diameter selang
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
85
hose reel 1,2 inch panjang 30 m. Setiap Hose Reel terdapat tabung yang isinya Foam
dengan kapasitas 10 liter.
Tabel 7.7 Perbandingan Sprinklerd d iGedung Wet Paint Production Dengan standar
Yang Digunakan
STANDAR KONDISI GEDUNG KETERANGAN
MENURUT NFPA 13/ WET PAINT
KEPMEN PU PRODUCTION
NO/02/KPTS/1985
Harus tersedia cadangan kepala Hanya tersedia 3 Tidak sesuai
sprinkler. Dan untuk jumlahnya cadangan kepala
disesuaikan dengan klasifikasi sprinkler sedangkan
bahaya kebakaran. untuk standarnya 36
kepala sprinkler, karena
pabrik kima masuk ke
kalsifikasi bahaya
kebakaran berat
Jenis kepala sprinkler yang Jenis tabung yang Sesuai
digunakan sesuai dengan digunakan adalah tabung
kondisi ruangan berwarna merah
Batas jarak maksimum antara Jarak antara titik Sesuai
kepala sprinkler disesuaikan springkler yang ada di
dengan kelas kebakaran. kurang lebih 3 meter
Batas jarak maksimum kepala Jarak antara springkler Sesuai
sprinkler dengan dinding kedinding yang ada di
disesuaikan dengan kelas lebih 1.7 meter
kebakaran
Sistem sprinkler otomatis harus Tersedianya penyedia air Sesuai
dilengkapi dengan sekurang – yang bekerja secara
kurangnya satu jenis sistem otomatis untuk sistem
penyedia air yang bekerja sprinkler.
secara otomatis.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
86
Tangki bertekanan diberikan Tangki bertekanan Sesuai
alat deteksi yang dapat diberikan alat deteksi
memberikan tanda apabila untuk memberikan tanda
tekanan atau tinggi muka air apabila tekanan atau
dalam tangki turun melampaui tinggi muka air dalam
batas. tangki turun melampui
batas
Terdapat jaringan air bersih, Air yang ada didalam Sesuai
tangki adalah air bersih
Sistem sprinkler harus Sistem sprinkler mampu Sesuai
dirancang untuk memadamkan mamadamkan kebakaran
kebakaran atau sekurang – atau sekurang –
kurangnya mampu kurangnya mampu
mempertahankan kebakaran mempertahankan
untuk tetap tidak berkembang, kebakaran untuk tetap
untuk sekurang- kurannya 30 tidak berkembang, untuk
menit sejak sprinkler pecah sekurang- kurannya 30
Dari hasil perbandingan di dapatkan hasil bahwa :
Sesuai dengan NFPA 13 tentang installation of springkler system maka jarak
antara sprinkler kedinding dan dari sprinkler satu dengan yang lainya sudah sesuai
dengan acuan yang ada. Untuk jenis kepala dan jumlah sprinkler sudah sesuai dengan
klasifikasi kebakaran berdasarkan tempat kerja. Sprinkler yang di gedung Wet Paint
Production mempunyai cadangan kepala springkler tapi belum memenuhi syarat.
Sistem sprinkler mampu mamadamkan kebakaran atau sekurang – kurangnya mampu
mempertahankan kebakaran untuk tetap tidak berkembang. Tangki bertekanan
diberikan alat deteksi untuk memberikan tanda apabila tekanan atau tinggi muka air
dalam tangki turun melampui batas.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
87
Tabel 7.8 Perbandingan Sistem Deteksi Dini Kebakaran di Gedung Wet Paint
Production Dengan Standar Yang Digunakan
STANDAR KONDISI GEDUNG KETERANGAN
NFPA 72/ Peraturan WET PAINT
Menteri Tenaga Kerja PRODUCTION
No. Per 02/Men/1983
tentang instalsi
kebakaran otomatik
Titik panggil manual TPM ditempatkan pada Sesuai
ditempatkan pada lintasan jalur lintasan jalur keluar
keluar dengan ketinggian dengan ketinggian
maksimal 1,4 m dari lantai maksimal 1,4 m dari
lantai
Lokasi penempatan TPM harus Salah satu lokasi TPM Tidak sesuai
tidak mudah terkena gangguan, ditutupi oleh mesin yang
tidak tersembunyi, mudah akan digunakan dalam
kelihatan, mudah dicapai. proses
Titik panggil manual berwarna Warna TPM berwarna Sesuai
merah
merah
Bunyi alarm frekwensinya Bunyi alarm sekitar 700 Sesuai
Hz
antara 500 – 1000 Hz
Tingkat kekerasan suara Tingkat kekerasan suara Sesuai
minimal 65 dB alarm lebih dari 65 db
Panel kontrol harus bisa Panel kontrol yang ada di Sesuai
menunjukan asal lokasi gedung Wet Paint
kebakaran Production bisa
menunjukan asal lokasi
kebakaran
Terdapat prosedur pemeriksaan terdapat prosedur Sesuai
dan uji coba pemeriksaan dan uji coba
untuk alarm
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
88
Sumber tenaga listrik untuk Tegangan alarm Sesuai
sistem alarm kebakaran harus kebakaran lebih dari 6
dengan tegangan tidak kurang volt yaitu 24 volt
dari 6 Volt
Untuk setiap ruangan dengan tidak terdapat detektor di Tidak Tersedia
2
luas 46 m dengan tinggi langit- gedung Wet Paint
langit 3 m, dipasang 1 buah alat Production
pengindera panas
Pada satu kelompok detektor, tidak terdapat deteckor di Tidak Tersedia
tidak boleh dipasang lebih dari gedung Wet Paint
40 buah detektor panas Production
Pada setiap luas lantai 92 m2 tidak terdapat detektor di Tidak Tersedia
harus dipasang sebuah alat gedung Wet Paint
pengindera asap Production
Detektor tidak boleh dipasang tidak terdapat detektor di Tidak Tersedia
dalam jarak kurang dari 1,5 m gedung Wet Paint
dari AC Production
Untuk setiap kelompok sistem tidak terdapat detektor di Tidak Tersedia
harus dibatasi maskimum 20 gedung Wet Paint
buah alat pengindera nyala api Production
yang dapat melindungi ruangan
Adanya pemeliharaan bulanan tidak terdapat detektor di Tidak Tersedia
terhadap detektor gedung Wet Paint
Production
Dari hasil perbandingan di dapatkan hasil bahwa :
Tegangan alarm kebakaran lebih dari 6 volt yaitu 24 volt. Untuk Semua Titik
Panggil Manual dipasang pada ketinggian kurang lebih 1,5 m dari lantai dan
Penempatannya Titik Panggil Manual hanya 2 TPM yang kelihatan sedangkan 2
TPM tersembunyi. Alarm kebakaran yang terdapat dalam gedung Wet Paint
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
89
Production mempunyai bunyi yang [Link] bunyinya mudah dikenal Agar pekerja
yang ada di gedung dapat langsung mengetahui bila terjadi kebakaran. Adapun
Tingkat kekerasan suara alarm yang ada didalam gedung Wet Paint Production tidak
bisa dipastikan secara tepat tapi menurut perkiraan lebih dari 85db. Panel kontrol
yang terdapat di gedung Wet Paint Production mudah telihat dan mempunyai ruang
bebas didepannya tepatnya berada depan gedung dan bisa menunjukan lokasi
kebakaran. Dalam pengecekan alarm yang dilakukan adalah dengan menggunakan
alat khusus yang ditusukan ke breakglass kealarm tersebut, kalau alarm berbunyi
maka alarm dapat berfungsi denganp baik. Dan terdapat juga prosedur pemeriksaan
dan uji coba untuk alarm. Detektor tidak tersedia hal ini tidak sesuai karena salah
satu tujuan detektor adalah memberi peringatan akan adanya bahaya kebakaran
sehingga penghuni dapat menyelamatkan diri.
7.3 Gambaran Pengetahuan Pekerja
penelitian ini untuk melihat gambaran pengetahuan mengenai penggunaan
alat proteksi aktif yang terdapat di Gedung Wet Paint Production. Sampel
merupakan karyawan yang bekerja di gedung Wet Paint Production. Penelitian ini
hanya menggambarkan pengetahuan kerja yang dibagi menjadi tiga kategori yaitu
baik, cukup dan kurang baik. Selain itu juga melihat rata – rata lamanya bekrja
karyawan, pekerja yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan tingkat pendidikan
terakhir karyawan.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
90
Tabel 7.9 Distribusi responden menurut lama bekerja
Lama Kerja Jumlah Persentase
< 5 Tahun 11 39,3 %
5 – 10 tahun 5 17,9 %
> 10 Tahun 12 42,9 %
Total 28 100%
Dari tabel di atas didapatkan hasil mengenai lama kerja rata – rata lama
bekerja karyawan yang bekerja di area Wet Paint Production lebih dari >10 tahun
yaitu sebanyak 42,9 % sedangkan karyawan yang bekerja 5-10 tahun 17,9% dan
yang < 5 tahun sebanyak 39,3%
Tabel 7.10 Distribusi responden yang pernah mengikuti pelatihan
Pelatihan Jumlah Persentase
Pernah 27 96,4%
Tidak Pernah 1 3,64%
Total 28 100%
Dari tabel di atas didapatkan hasil mengenai pelatihan rata – rata para
karyawan sudah pernah mengikuti pelatihan sebanyak 96,4% dan yang tidak pernah
mengikuti pelatihan sebanyak 3,6%.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
91
Tabel 7.11 Distribusi responden menurut pendidikan terakhir
Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase
SMA 25 89,3%
D3 1 3,6%
Sarjana 2 7,1%
Total 28 100%
Dari tabel di atas didapatkan hasil mengenai pendidikan rata – rata
pendidikan terakhir karyawan adalah SMA sebanyak 89,3%, sedangkan pendidikan
terakhir karyawan selain SMA seperti D3 sebanyak 3,6% dan Sarjana sebanyak
7,1%.
Tabel 7.12 Distribusi responden mengenai pengetahuan penggunaan alat proteksi
kebakaran aktif
Tingkat pengetahuan Jumlah Persentase
Kurang 2 7,1%
Cukup 8 28,6%
Baik 18 64,3%
Total 28 100%
Dari tabel di atas didapatkan hasil mengenai pengetahuan pekerja dalam
penggunaan alat proteksi aktif yaitu Pekerja yang memiliki tingkat pengetahuan
baik sebanyak 64,3 %, pekerja yang memilki tingkat pengetahuan cukup sebanyak
28,6 %, Pekerja yang memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 7,1%.
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
92
Penelitian ini hanya bersifat univariat, jika ingin mengetahui lebih lanjut
mengenai hubungannya maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia
93