100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
203 tayangan35 halaman

Profil PT International Paint Indonesia

PT International Paint Indonesia adalah perusahaan cat pelindung yang didirikan pada tahun 1992 dan sepenuhnya dimiliki oleh Akzo Nobel Belanda. Perusahaan ini berlokasi di Cikarang dan memproduksi berbagai jenis cat pelindung untuk industri, kapal, dan bangunan. PT IPI memiliki sertifikasi ISO dan komitmen untuk menjamin kesehatan, keselamatan, dan lingkungan kerja bagi karyawannya.

Diunggah oleh

Riandy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
203 tayangan35 halaman

Profil PT International Paint Indonesia

PT International Paint Indonesia adalah perusahaan cat pelindung yang didirikan pada tahun 1992 dan sepenuhnya dimiliki oleh Akzo Nobel Belanda. Perusahaan ini berlokasi di Cikarang dan memproduksi berbagai jenis cat pelindung untuk industri, kapal, dan bangunan. PT IPI memiliki sertifikasi ISO dan komitmen untuk menjamin kesehatan, keselamatan, dan lingkungan kerja bagi karyawannya.

Diunggah oleh

Riandy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB V

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

5.1 Deskripsi Perusahaan

5.1.1 Sejarah Perusahaan.

PT International Paint Indonesia merupakan suatu perusahaan investasi luar

negri yang bergerak di Indonesia sejak tahun 1992. perusahaan PT IPI

keseluruhannya dimiliki oleh Akzo Nobel yang berpusat di negri Belanda.

PT IPI terletak di jalan Jababeka Raya Blok E 9-11, Cikarang

( kawasan industri) Bekasi. Pabrik ini diselesaikan pada bulan October tahun 1993.

Pengembangannya direncanakan menjadi 2 fase, fase ( sudah selesai) tersedia

kapasitas5 juta liter, fase 2 akan menyediakan kapasitas 15 juta liter. PT IPI sudah

mencapai ISO 9001 : 2000 dan ISO 14001 dari KEMA Quality, B,V.

5.1.2 Latar Belakang Perusahaan.

PT IPI adalah sebuah perusahaan multi nasional dengan 4 area pasar utama

yaitu :

1) Marine Coatings

Specialis untuk masalah perlindungan kapal. Produk yang dijual meliputi

anti korosif dan anti fooling

2) Protective Coating

Yaitu menyuplai lapisan untuk perlindungan bahan keras terhadap korosi

kimia. Pemasarannya melingkupi industri migas, industri gas, yertas dan

bubur kertas.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


59
3) Coil Coatings.

Cat pelindung gulungan lembaran baja yang terus menerus

4) Powder Coatings

Pengolahan dan penyuplaian termasuk bubuk coatings untuk digunakan

dalam industri umum, componen automatif dan penyelasaian arsitektur.

PT International Paint Indonesia telah memiliki kedudukan kuat dalam pasar –

pasar tersebut dengan memenuhi kebutuhan pelanggan dalam hal :

1) Lebih cepat.

2) Lebih baik

3) Lebih khas

Untuk itu para karyawan International Paint Indonesia diharapkan, setiap

saat, bekerja dalam kondisi yang aman dan dengan cara yang dapat

dipertanggungjawabkan serta melakukan yang terbaik dalam rangka menjamin

perusahaan untuk jangka panjang.

5.1.3 Kebijakan Mutu

1) PT International Paint Indonesia bertekad meningkatkan mutu secara terus

menerus dibidang operasi, pelayanan dan produk yang akan diukur dengan

tercapainya otif dan minimalnya keluhan pelanggan, sehingga tercapai

kepuasan pelanggan yang optimum.

2) PT International Paint Indonesia bertekad mengadakan pelatihan yang

sesuai dan efektif sebagai bagian dari progam pengembangan karyawan

untuk membekali karyawan dengan keterampilan yang diperlukan untuk

tercapainya peningkatan mutu secara terus menerus, dengan secara terus

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


60
menerus mengukur dan memperbaiki pencapaian sasaran mutu di

Departemen.

3) PT International Paint Indonesia bertekad untuk mematuhi perundangan

yang berhubungan dengan produk, proses dan aktifitasnya, sesuai dengan

dikeluarkan oleh badan yang berwenang dan kebijakan AKZO NOBEL,

dan persyaratan Standar Internasional ISO9001:2000 tentang system

manajemen mutu.

4) Tujuannya adalah menyediakan produk dan layanan bermutu

5.14 Luas dan Sarana yang Tersedia di PT IPI.

51.4.1 luas pabrik

Total luas pabrik adalah 3,4 Hektar

1) Area produksi

ƒ Powder Coating : 1,000 M2

ƒ Marine Coating : 1,000 M2

ƒ Industri Coating : 1,000M2

2) Warehousing

ƒ Raw Material : 1,000 m2

ƒ Finished Goods : 1,000 m2

ƒ Labotaries : 500 m2

ƒ Canteen : 500 m2

ƒ Administration : 500 m2

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


61
[Link] Sarana yang tersedia

1) Manajemen computer terintregasi dan sistem MRP

2) Sistem pemadam kebakaran

3) Pengendalian polusi

4) Progam aktif keamanan dan kesehatan

5) ISO 9001 dan 14001 sertifikasi dari KEMA

5.14.3 Dukungan Teknis

Dukungan teknis disediakan dari team advisor teknik PT IPI. PT IPI

mempunyai advisor yang bertempat di Jakarta, Surabaya, Cilegon, Semarang, Balik

papan, Duri dan Medan. PT IPI menyediakan pelayanan teknis yang terkualifikasi

dan tersertifikasi NACE CIP Level 1 dan Level II teknik Representatif

5.1.5 Jumlah Kepegawaian

Jumlah seluruh pekerja yang melakukan kegiatan di area gedung baru

sekitar 38 orang yang terdiri dari pegawai tetap dan pegawai tidak tetap atau

pegawai Out Sourcing.

5.6 Gambaran K3 perusahaan

5.6.1 Kebijakan Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan

PT IPI dalam proses kerjanya menggunakan beberapa bahan kimia yang

bersifat flamable, oleh karena itu PT IPI mengeluarkan kebijakan tentang HSE agar

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


62
dalam aktivitasnya tidak merugikan masyarakat sekitar atau pekerja yang bekerja di

PT IPI. Adapun kebijakan yang dikeluarkan PT IPI sebagai berikut :

1) Mematuhi perundangan kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan dan

bekerja sama dengan institusi yang berwenang serta pihak terkait lain untuk

memperbaiki kinerja kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan.

2) Mencegah kecelakaan, penyakit akibat kerja dan kerugian harta milik

perusahaan dan kerusakan pada lingkungan terhadap karyawan dan

kontraktor.

3) Secara terus menerus memperbaiki proses manufacturing dan produk

sehingga dapat menerapkan proses dan penggunaan bahan baku, energi, air

dan bahan baku lain secara sehat, aman dan ekonomis, dan meminimalisir

limbah padat, cair dan gas, dan secara aktif mencegah polusi.

4) Membudayakan bekerja dengan aman dan membuat produk yang aman

sejalan dengan program Coatings Care dan Product Stewardship dari Akzo

Nobel untuk mencegah gangguan pada kesehatan, keselamatan dan

lingkungan terhadap karyawan, pemasok, pelanggan, dan stake holder

lainnya.

5) Menjunjung standar kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan yang

berlaku dan bila memungkinkan standar yang lebih baik dari yang

dikehendaki oleh ketentuan yang berlaku, atau kebijakan Akzo Nobel.

6) Memenuhi persyaratan Standar International OHSAS 18001-1999 untuk

Sistem manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan ISO14001:1996

untuk Sistem Manajemen Lingkungan.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


63
7) Mengkomunikasikan masalah kesehatan, dan keselamatan kerja, dan

lingkungan kerja dan lingkungan serta perbaikannya secara internal kepada

karyawan secara eksternal kepada korporasi dan pihak luar lain yang

terkait.

5.6.2 Progam HSE ( Health, Sefety, Enviroment )

Depaertement Health, sefety, enviroment ( HSE ) yang dibawahi oleh seorang

manager. HSE membuat progam HSE agar mencegah terjadinya kerugian yang

diakibatkan pelaksanaan proses yang ada di PT IPI. Adapun progam tersebut adalah :

1) Internal Audit

2) Noise measurement.

3) Fire alarm check

4) Fire drill

5) Personal measurement dust

6) Manual handling training

7) Pressure tank

8) Monitoring no of Accident, incident and dengerous occorence

9) DLL

Selain progam di atas HSE juga menyusun managemen kebakaran. Adapun

managemen kebakaran tersebut adalah :

1) Kepala departement bertanggung jawab untuk mengidentifikasi area yang

berpotensi timbul kebakaran.

2) Fire Fighting Coordinator bertanggung jawab untuk

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


64
ƒ Memastikan sistem kebakaran aktif dan pasif berfungsi dengan baik

dan siap pakai.

ƒ Menjadwalkan pelatihan pemadam kebakaran.

ƒ Membentuk regu pemadam kebakaran dan menentukan tugas dan

wewenangnya.

3) HSE Reprentative bertanggung jawab untuk :

ƒ Menjadwalkan latihan evakuasi

ƒ Memberi ijin untuk kendaraan yang akan keluar/masuk pada saat

terjadi kebakaran.

4) Security bertangung jawab untuk menghubungi pemadam kebakaran

Jababeka dan mengontrol mobil yang masuk pada saat kebakaran.

5) Fire Chief bertanggung jawab untuk memimpin pemadaman api besar.

6) Fire Brigade bertanggung jawab untuk membantu memadamkan api.

7) Evacuation team leader bertanggung jawab untuk pelaksanaan evakuasi.

8) Karyawan bertanggung jawab untuk mengikuti prosedur.

Prosedur pencegahan terjadinya kebakaran.

1) Kepala departemen mengidentifikasi aktivitas/area didepartement masing-

masing yang berpotensi timbul kebakaran.

2) Fire Fighting Coordinator mengidentifikasi dan mengecek kefektifan sistem

kebakaran aktif dan pasif.

3) Pengecekan kebakaran dilakukan secara rutin tiap 3 bulan sekali untuk

memastikan kondisinya baik dan siap pakai.

4) Fire Fighting Coordinator membentuk regu pemadam kebakaran dan

menentukan tugas dan wewenangnya.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


65
5) Latihan pemadam kebakaran.

ƒ Fire Fighting Coordinator menentukan jadwal latihan pemadaman

kebakaran,2X setahun untuk Fire Brigade Team. Sedangkan simulasi

kebakaran dilakukan sekali setahun.

ƒ Untuk latihan pemadaman api besar dipimpin oleh Fire Chief,

sedangkan untuk latihan pemadaman api kecildipimpin oleh APAR

team leader.

ƒ Fire Fighting Coordinator mengamati jalannya pelatihan.

ƒ Setelah latihan selesai Fire Fighting Coordinator membuat laporan

tentang pelaksanaan pelatihan, kekurangan dan saran perbaikan bila

ada.

6) Latihan evakuasi dilakukan minimum setahun 2x dipimpin oleh HSE

Representative, sebagai latihan bagi karyawan bila terjadi kebakaran

dengan cara membunyikan alarm kebakaran, selanjutnya karyawan

berkumpul ditempat evakuasi yang ditentukan dideoan main office. Untuk

Fire Brigade Team berkumpul di pos penanggulangan kebakaran dekat

diesel pump.

7) Setelah latihan prosedur ditinjau kembali dan direvisi bila perlu

Penanganan kebakaran :

1) Karyawan yang melihat adanya api/sumber kebakaran untuk segera

memadamkan api dengan APAR jika api/kebakaran yang timbul tidak

terlalu besar dan tidak membahayakan keselamatannya, atau bila tidak

mampu segera memberitahu karyawan lain disekitar tempat kejadian.

Pastikan penanganan api dilakukan dengan cara benar.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


66
2) Jika api/ kebakaran tidak dapat ditanggulangi dengan APAR, segera

aktifkan alarm tanda kebakaran dengan memecahkan kaca alarm. Fire

Brigade jika mendengar alarm segera berkumpul di pos penanggulangan

kebakaran dekat diesel pump. Fire Chief segera mengabsen kelengkapan

anggota.

3) Prosedur ini ditinjau kembali untuk kecukupannya setelah dilakukan latihan

atau setelah terjadi kebakaran dan akan direvisi bila perlu untuk mencegah

kejadian yang sama terulang kembali.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


67
BAB VI
HASIL PENELITIAN

6.1 Deskripsi Area

Didalam gedung WeT Paint Production terdapat 2 bagian proses yaitu MPC

Marine Protective Coating, COIL Coating yaitu pembuatan Cat untuk lembaran –

lembaran baja. Didalam MPC terdapat beberapa mesin yaitu 3 mesin dengan jenis

HSD ( high Speed Disperser ), HBM ( Horizontal Beads Mill ), terdapat VBM (

vertical beads mill ), vessel ( proses tinter ), area drum, spindle ( untuk pewarnaan),

platform packing, kantor. Untuk proses COIL juga mempunyai beberapa mesin yaitu

HSD, HBM, reaktor, 1 Platform, dan penyimpanan drum. Kemudian untuk jenis

klasifikasi kebakaran gedung Wet Paint Production mempunyai jenis kebakaran

kelas berat karena menurut SNI 03-3989-2000 pabrik cat kimia dengan kemudahan

terbakar tinggi masuk kekelas bahaya kebakaran berat.

Setiap proses produksi mempunyai tahapan begitu juga dengan proses yang ada

di Wet Paint Production yaitu :

1) Tahap Persiapan

Menyediakan pot penampung untuk menampung material – material cair

yang akan digunakan sebagai bahan dasar, kemudian memasukan material –

material tersebut kedalam pot tersebut. Setelah memasukan material cair

yang telah ditentukan kemudian pot tersebut dibawa ke HSD.

2) Tahap Grinding

Yaitu memasukan powder kedalam pot penampung untuk digrinding.

Tujuan dari proses grinding adalah untuk menghaluskan powder dengan

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


68
ukuran yang telah direncanakan. Setelah powder di grinding kemudian di

buildup, proses Buildup yaitu melengkapkan material yang kurang terutama

material bahan cair.

3) Proses Filling

Yaitu proses terakhir untuk mengemasi bahan – bahan yang telah siap di

edarkan kedalam kaleng – kaleng pengemasan yang telah disiapkan.

6.2 Identifikasi Bahaya

Gedung Wet Paint Production PT IPI merupakan gedung yang berfungsi

sebagai tempat untuk melaksanakan proses pembuatan cat. Selain itu gedung Wet

Paint juga terdapat kantor yang berfungsi untuk mengontrol segala aktifitas dalam

pembuatan cat. Didalam setiap proses biasanya terdapat potensi bahaya yang timbul

akibat pelaksaan proses tersebut. Untuk dapat melihat potensi bahaya proses tersebut

dapat dilihat pada table dibawah ini.

Tabel 6.1 Identifikasi Bahaya


Tahapan Potensi Bahaya Pengendalian Penjelasan

Proses

Proses ƒ Terhirup bahan kimia ƒ Dengan ƒ Sesuai karena


persiapan yang akan dituangkan menggunakan APD dengan penggunaan
kedalam pot seperti masker. masker dapat
penampung. ƒ Penggunaan baju melindungi pekerja
ƒ Terkena percikan pelindung dan dari pencemaran
material cair tubuh sarung tangan yang ada diudara
oleh partikel
ƒ Untuk baju

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


69
pelindung sudah
sesuai karena untuk
melindungi tubuh
dari cairan dan
bahan – bahan
kimiawi sedangkan
untuk sarung tangan
sudah sesuai karena
sarung tangan dapat
melindungi dari
bahan – bahan
kimiawi
Proses ƒ Terjadinya kebakaran ƒ Dengan ƒ Fire sistem yang
grinding ƒ Terhirup uap solvent menggunakan fire digunakan untuk
ƒ Terkena percikan cat sistem mencegah kebakaran
ƒ Terhirup debu ƒ Menggunakan di gedung sudah
masker sesuai karena
ƒ Penggunaan baju menggunakan alat
pelindung pemadam berjenis
ƒ Menggunakan local Foam.
exhaust ƒ Sesuai karena
dengan penggunaan
masker dapat
melindungi pekerja
dari pencemaran
yang ada diudara
oleh partikel
ƒ Untuk baju
pelindung sudah
sesuai karena untuk
melindungi tubuh

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


70
dari cairan dan
bahan – bahan
kimiaw
ƒ Dalam penanganan
debu sudah sesuai
karena proses
penanganan debu
harus dengan
menggunakan
ventilasi yang baik.
Proses filling ƒ Tertimpa kaleng ƒ Penggunaan sepatu ƒ Sudah sesuai karena
ƒ Low Back Pain safety dengan
ƒ Manual material menggunankan sepatu
handling training. safety dapat
melindungi kaki dari
kejatuhan kaleng.
ƒ Dengan pelatihan
manual material
handling diharapakan
pekerja tidak bekerja
dengan postur janggal
agar tidak terkena
LBP.

Dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembuatan cat terdapat potensi

bahaya yang dapat merugikan pekerja, lingkungan, dan perusahaan yang terkait.

Tetapi dengan membuat progam pengendalian maka kerugian tersebut dapat

dihindari.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


71
6.3 Sumber Kebakaran

Pelaksanaan proses yang terdapat di gedung Wet Paint Production dapat

menimbulkan potensi bahaya kebakaran. Kebakaran dapat terjadi karena rata – rata

bahan material yang digunakan dalam pelaksanaan proses tersebut bersifat flamabel

liquid.

Salah satu proses di gedung Wet Paint Production yang berpotensi besar

menimbulkan terjadinya kebakaran adalah proses Grinding. Didalam poses tersebut

salah satu bahan yang digunakan adalah resin, resin adalah bahan bersifat mudah

terbakar. Resin mudah terbakar karena memiliki flash point 260 C, Ignition

Temperature 3900, lower explosif limit 1,2%, upper explosiv limit 11,5%. Selain

bahan yang digunakan, proses grinding juga bisa menyebabkan kebakaran.

Pelaksanaan proses grinding bisa meyebabkan kebakaran karena dalam pelaksaannya

dengan cara mencampurkan bahan – bahan kima yang telah direncanakan dan setelah

mencampurkan kemudian di aduk dengan menggunakan mesin. Selain itu hasil

identifikasi yang ada dibagian Wet Paint Production juga menyimpulkan bahwa

dalam proses grinding bisa menyebabkan potensi kebakaran.

6.4 Sistem Proteksi Aktif

6.4.1 Alat Pemadam Api Ringan ( APAR )

Alat Pemadam Api Ringan yang terdapat di gedung Wet Paint Production

terdapat 2 buah dengan jenis sebanyak 2 buah. Dalam peletakannya APAR tersebut

diletakan di dinding dengan menggunakan cangkang pada ketinggian 150 cm dari

lantai. Pada setiap APAR yang terpasang terdapat tanda petunjuk yang menunjukan

adanya APAR tetapi tidak terdapat petunjuk penggunaan APAR

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


72
APAR seharusnya ditempatkan ditempat yang mudah terjangkau, namun

pada kenyataannya APAR yang terdapat di gedung Wet Paint Production disebelah

kiri dan kanannya terhalang oleh benda – benda yang akan digunakan untuk

kepentingan proses.

Setiap ruangan hanya ada 1 APAR. Kondisi tabung APAR dalam keadaan

cacat, setiap APAR terdapat lebel pengisian ulang dan tanggal kadaluarsa.

Pemeriksaan APAR dilakukan 6 bulan sekali.

6.4.2 Hidran

berdasarkan hasil observasi, di gedung Wet Paint Production PT IPI hanya

terdapat hidran halaman, tidak terdapat hidran gedung dan didalam gedung hanya

terdapat 4 buah Hose Reel yang diman setiap Hose Reel mempunyai tabung yang

berisikan Foam sekitar 10 liter dengan panjang selang 30m dan diameter selang 1,2

inch. Jumlah hidran halaman hanya terdapat 2 buah. Box hidran dalam kondisi baik

dimana didalam box hidran terdapat slang, nozle dan katup hidran. Untuk hidran

halamanseSlang yang tersedia panjangnya 30 cm dengan ukuran 2,5 inch tetapi

nozle tidak terpasang pada slang. Dalam penempatannya hidran ditempatkan

ditempat yang mudah terjangkau. Warna kotak hidran berwarna merah dengan

tulisan berwarna hitam sedangkan pilar hidran berwarna merah. Sumber persediaan

air berasal dari tangki penampung yang letaknya berdekatan dengan rumah pompa

dan tangki penyimpanan air untuk pemadaman api dengan kapasitas penampungan

mencapai 860 M3.

Sumber persediaan air untuk hidran kebakaran diperhitungkan untuk

pemakaian selama 6 jam dan tekanan yang terdapat pada pompa hidran 7,5 bar.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


73
Untuk memudahkan kerjasama dengan pihak pemadam kebakaran maka telah

tersedia kopling penyambung yang sama dengan kopling penyambung pemadam

kebakaran. Selain itu penempatan hidran halaman ditempatkan ditempat yang

mudah dijangkau dengan mobil pemadam kebakaran. Untuk aliran listrik, pompa

kebakaran mempunyai aliran listrik tersendiri dari sumber daya listrik darurat.

Sistim hidrant adalah sistim instalasi air basah dimana dalam keadaan normal,

hidran sudah terisi oleh air yang dapat dipergunakan setiap saat bila terjadi

kebakaran

Gambar 7.1 Tangki Air

Gambar 7.2 Pompa Hidran

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


74
6.4.3 Sprinkler

Instalasi sprinkler yang terdapat pada gedung Wet Paint Production terpasang

berdasarkan kepekaan suhu, dimana cairan pada kepala sprinkler berwarna merah

yang menandakan kepala sprinkler akan pecah pada suhu 68ºC. Jumlah kepala

sprinkler berjumlah 274 buah, dimana jarak antara sprinkler 3,7 m. Jumlah cadangan

kepala sprinkler berjumlah 3 buah.

Sistem sprinkler otomatis telah dilengkapi dengan satu jenis sistem penyedia

air yang bekerja otomatis. Sistem sprinkler telah dirancang untuk memadamkan

kebakaran atau sekurang – kurangnya mampu mempertahankan kebakaran untuk

tidak berkembang untuk sekurang – kurangnya 30 menit sejak sprinkler pecah.

Penyediaan air untuk springkler terdapat 1 tangki air pemadam yang letaknya

didekat kamar pompa yang dengan kapasitas penyimpananya dengan kapasitas :

860m3 dan 1 buah tangki yang isinya foam dengan kapasitas 4,5m3, untuk tangki

foam telah dilengkapi dengan alat pendeteksi tekanan.

Kepala sprinkler adalah ujung dari sistim sprinkler yang apabila terjadi

perubahan suhu maka kepala sprinkler akan pecah dan memancarkan Foam secara

otomatis. Arah pancaran sprinkler yang ada di Gedung Wet Paint Production. adalah

pancaran keatas, dengan pendent bulb color red temperatur. Sprinkler akan bekerja

secara otomatis jika api memecahkan pendent yang berwarna merah maka Foam

akan terpancar dari ujung nozzle springkler.

Untuk mendukung sistem sprinkler yang ada di Wet Paint Production tersedia

pompa untuk sistim sperinkler

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


75
Gambar 7.3 sprinkler

6.4.4 Sistim Peringatan Awal Kebakaran

Sistem peringatan awal kebakaran yang terpasang adalah sistim manual.

Sistim manual berupa titk panggil manual (TPM) tombol yang dilengkapi dengan

alat komunikasi satu arah, dimana alat ini hanya bisa dioperasikan secara manual

untuk menginformasikan adanya kebakaran disalah satu gedung

Jenis alarm kebakaran di gedung Wet Paint Production yaitu alarm kebakaran

audio yang memberikan isyarat berupa bunyi khusus. Jumlahnya terdapat 2 buah.

Pengecekan dilakukan 1 minggu sekali tiap hari senin. Dalam pengecekan yang

dilakukan adalah dengan menggunakan alat khusus yang ditusukan ke breakglass

kealarm tersebut, kalau alarm berbunyi maka alarm dapat berfungsi dengan baik.

Untuk pemeliharaan alarm dilakukan oleh bagian maintenance sedangkan untuk yang

4 bulan sekali dilakukan oleh kontraktor, sedangkan untuk pemasangan alarm

dipasang didinding dalam gedung Wet Paint Production.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


76
1) Spesifikasi alarm

ƒ Merk : Yodalarm

ƒ Volt : 24

ƒ Soundoutput : lebih dari 80 db

ƒ Warna : merah

Titik panggil manual (TPM) berwarna merah dengan break glass yang

dipasang pada jalan keluar atau didekat pintu keluar dan sebagian lagi ditempatkan

didalam ruangan pada ketinggian kurang lebih 1,5 meter dari lantai. Jumlah titik

panggil manual berjumlah 4 buah.

Untuk detektor tidak tersedia

Gambar 7.4 Alarm dan Bell yang terdapat pada gedung Wet Paint Production

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


77
BAB VII
PEMBAHASAN

7.1 Perbandingan antara standar NFPA dan Pemenaker

Dalam hal pemeliharaan dan penempatan dari alat proteksi aktif telah

ditentukan oleh standar. Dalam hal ini penulis menggunakan standar NFPA dan

Permenaker. Diantara dua standart tersebut mempunyai perbedaan , untuk itu

perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 7.1 Tabel mengenai perbandingan antara NFPA dan Permenaker


mengenai APAR
peraturan Menteri NFPA 10 Keterangan

Tenaga Kerja No. Per

04/Men/1980

APAR harus ditempatkan Terdapat tanda atau label Permen telah sesuai
pada posisi yang mudah penempatan APAR dengan NFPA 10
dilihat dengan jelas, mudah
dicapai serta dilengkapi tanda
pemasangan.
Pemasangan APAR adalah Berada pada ketinggian 5 ft Terdapat perbedaan antara
1,2 cm dari dasar lantai. atau 1,53 meter dari lantai. Permenaker dan NFPA 10
dalam hal pemasangan
APAR
Jarak antara tabung APAR Penempatan APAR Terdapat perbedaan dalam
dengan yang lainnya tidak maksimal 50 ft atau 15,25 penempatan jarak APAR
boleh melebihi 15 meter. meter dari satu APAR ke dengan APAR yang
APAR yang lainnya. lainnya antara NFPA 10
dan Permenaker

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


78
Setiap satu atau kelompok Mudah dilihat, mudah Dalam penempatan APAR
APAR harus ditempatkan diambil, dan mudah sesuai antara NFPA 10
pada posisi yang mudah digunakan pada saat terjadi dan Permenaker
dilihat dengan jelas, mudah kebakaran, penyimpanan
dicapai dan dimabil serta tidak terhalang oleh benda
dilengkapi tanda pemasangan lain.

Tabel 7.2 Tabel mengenai perbandingan antara NFPA dan Permenaker


mengenai Sprinkler
Menurut Peraturan NFPA 13 Keterangan
KEPMEN PU
NO/02/KPTS/1985
Jarak maksimum antara Jarak maksimum antara Tidak Terdapat perbedaan
sprinkler kedinding sprinkler kedinding antara jarak maksimum
disesuaikan dengan jeis disesuaikan dengan jeni sprinkler kedinding antara
klsifikasi kebakaran kalsifikasi kebakaran NFPA 13 dan Permenaker
Jarak maksimum antara Jarak maksimum antara tidak terdapat perbedaan
sprinkler dengan sprinkler sprinkler dengan sprinkler antara jarak maksimum
lainnya disesuaikan dengan lainnya disesuaikan antara sprinkler antara
jenis klasifikasi kebakaran dengan jenis kalsifikasi NFPA 13 dan Permenaker
kebakaran
Penggunaan kepala sprinkler Pengunaan kepala sprinkler Tidak ada perbedaan antara
disesuaikan dengan aktivitas disesuaikan dengan NFPA 13 dengan
ruangan aktivitas ruangan Permenaker

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


79
Tabel 7.3 Tabel mengenai perbandingan antara NFPA dan Permenaker
mengenai Hidran
KEPMEN PU NFPA 14 Keterangan
NO/02/KPTS/1985
Panjang maksimal selang 30m Panjang maksimal selang Tidak ada perbedaan antara
30m NFPA 14 dengan
Permenaker
Slang kebakaran harus dalam Slang hidran dalam Tidak ada perbedaan antara
keadaan baik dan siap keadaan baik NFPA 14 dengan
digunakan Permenaker
Kotak hidran di cat berwarna Kotak hidran di cat yang Untuk warna kotak hidran
merah menggunakan warna cat yang digunakan sama –
mencolok pada mata sama mencolok mata

Tabel 7.4 Tabel mengenai perbandingan antara NFPA dan Permenaker


mengenai alat deteksi dini.
Permenaker NFPA Keterangan
Didekat panel indikator harus Lokasi penempatan titik Tidak ada perbedaan antara
dipasang titik panggil manual panggil manual tidak NFPA 72 dengan
yang mudah dicapai. mudah terkena gangguan, Permenaker
tidak tersembunyi, mudah
tercapai.
detektor harus dipilih Detektor panas harus Tidak ada perbedaan antara
berdasarkan temperatur disesuaikan dengan NFPA 72 dengan
kerjannya. temperatur kerja. Permenaker
Sistem alarm kebakaran harus Alarm harus mempunyai Tidak ada perbedaan antara
dilengkapi sekurang – bunyi irama yang khas. NFPA 72 dengan
kurannya sebuah lonceng. Permenaker
Panel inidkator dilengkapi Panel kontrol harus bisa Tidak ada perbedaan antara
dengan pemancar berita menunjukan lokasi NFPA 72 dengan
kebakaran. kebakaran. Permenaker

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


80
Lonceng harus terdengar dari Bunyi alarm kebakaran Untuk frekwensi bunyi
jalan masuk utama mempunyai frekwensi antara NFPA dan
antara 500Hz dengan Permenaker sama – sama
tingkat kekerasan minimal menekanakna harus
65 Db terdengar dengan jelas.

Perbedaan antara antara NFPA dengan Permenaker Mengenai alat proteksi

aktif hanya terdapat pada Pemasangan APAR yaitu untuk Permenaker adalah 1,2 cm

dari dasar lantai dan penempatan APAR menurut NFPA adalah atau 1,53 meter dari

lantai. Sedangkan jarak antara APAR ke APAR yang lainnya untuk Permenaker

adalah tidak boleh melebihi 15 meter dan menurut NFPA adalah maksimal 50 ft

atau 15,25 meter dari satu APAR ke APAR yang lainnya. Untuk penelitian ini

mengenai standar penempatan APAR memakai standar Permenaker karena standar

Permenaker mengenai penempatan APAR lebih cocok untuk dipakai orang

Indonesia karena dilihat dari postur tubuh orang indonesia.

7.2 Sistem Proteksi Aktif

Setelah disajikan data hasil penelitian mengenai penilaian Alat proteksi

kebakaran aktif, maka bab ini melakukan evaluasi antara hasil yang didapat dari

pengamatan dengan acuan yang ada.

Dari hasil pembahasan ada beberapa acuan mengenai sistem proteksi aktif yang

belum terpenuhi. Standart yang digunakan adalah NFPA ( 10,72,14, 13 ), Per

04/Men/1980, KEPMEN PU NO/02/KPTS/1985

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


81
Tabel 7.5 Perbandingan APAR di Gedung Wet Paint Production Dengan
Standar Yang Digunakan
STANDAR KONDISI GEDUNG KETERANGAN
MENURUT NFPA 10/ No. WET PAINT
Per 04/Men/1980 PRODUCTION
Terdapat APAR yang sesuai APAR yang terdapat pada Sesuai
dengan jenis kebakaran gedung Wet Paint
Production adalah jenis
Foam
Tedapat label penempatan Terdapat label Sesuai
APAR penempatan APAR pada
setiap APAR yang
ditempel di dinding di
atas APAR yang terlkait
Penempatan APAR mudah APAR ditempatkan Tidak Sesuai
dilihat, mudah diambil, dan ditempat yang tidak
mudah digunakan pada saat mudah dijangkau
terjadi kebakaran tepatnya APAR
ditempatkan diantara
mesin yang digunakan
dalam menjalankan
proses
Terdapat instruksi Didekat APAR tidak ada Tidak Sesuai
pengoperasian APAR instruksi mengenai
penggunaan APAR
Penempatan APAR maksimal Didalam satu ruangan Tidak Sesuai
15,25 meter dari satu APAR ke hanya tersedia satu
APAR lainnya. APAR
Terdapat segel dalam kondisi Segel dalam kondisi baik Sesuai
baik

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


82
APAR tidak boleh dipasang di Suhu ruangan 32º C Sesuai
dalam ruangan yang
mempunyai suhu lebih dari
49oC dan dibawah 4oC
Dilakukan pemeriksaan APAR APAR diperiksa 3 bulan Sesuai
2 kali dalam setahun yaitu 6 sekali
bulan sekali
Setiap APAR harus dipasang APAR digantung Sesuai
menggantung pada dinding didinding dengan
dengan penguatan sengkang penguatan sengkang
atau dalam lemari kaca, dan
dapat digunakan dengan mudah
pada saat diperlukan.
Pemasangan APAR bagian Pemasangan APAR Sesuai
paling atas berada pada bagian paling atas berada
ketinggian 1,2 ,m dari pada ketinggian 1,2 m
permukaan lantai dari permukaan lantai
Bagian luar tabung tidak boleh Bagian luar tabung Tidak sesuai
cacat termasuk handel dan label dalam keadaan cacat.
harus selalu dalam keadaan
baik.
Semua tabung apar berwarna Warna APAR tabung Tidak Sesuai
merah. yang tersedia adalah
orange

Dari hasil perbandingan di dapatkan hasil bahwa :

Menurut standar yang digunakan jenis APAR yang digunakan sudah sesuai

dengan dengan jenis kebakarannya. Setiap APAR terdapat label penempatannya.

APAR yang terpasang tidak dicantumkan instruksi penggunaan APAR Setiap APAR

ditempatkan ditempat yang tidak mudah dijangkau tepatnya APAR ditempatkan

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


83
diantara mesin yang digunakan dalam menjalankan proses Untuk segel pengaman

dan tutup tabung sudah terpasang kuat. Sedangkan tabung APAR yang terdapat di

gedung Wet Paint Production berwarna orange

Tabel 7.6 Perbandingan Hidran di Gedung Wet Paint Production Dengan


Standar Yang Digunakan
STANDAR KONDISI GEDUNG KETERANGAN
MENURUT NFPA 14/ WET PAINT
KEPMEN PU PRODUCTION
NO/02/KPTS/1985
Kotak hidran mudah dilihat, Kotak hidran mudah Sesuai
dibuka, dan dijangkau. dibuka dan mudah
dijangkau
Hidran ditempatkan ditempat Hidran dapat mudah Sesuai
yang mudah dijangkau dan dilihat dan dijangkau
tidak terhalang
Pilar hidran dicat berwarna warna pilar hidran adalah sesuai
merah merah
Kotak hidran gedung berwarna Kotak hidran berwarna Tidak sesuai
merah bertuliskan hidran merah tapi bertuliskan
berwarna putih hitam
Kotak hidran terdiri dari rak Kotak hidran terdiri dari Sesuai
slang, slang, nozle, dan katup slang nozle dan katup
slang.
Sumber persediaan air untuk Persediaan air Sesuai
hidran kebakaran harus diperhitungkan dapat
diperhitungkan minimum pemakaian selama 30
pemakaian selama 30 menit menit
Pompa kebakaran dan peralatan Pompa kebakaran listrik Sesuai
listrik lainnya harus mempunyai peralatan
mempunyai aliran listrik listrik dengan sendiri
tersendiri dari sumber daya

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


84
listrik darurat
Harus disediakan kopling Tersedia kopling Sesuai
penyambung yang sama dengan penyambung yang sama
kopling dari unit pemadam dengan pemadam
kebakaran kebakaran
Penempatan hidran halaman Hidran halaman mudah Sesuai
tersebut harus mudah dicapai dicapai oleh unit
oleh mobil pemadam unit pemadam kebakaran
kebakaran
Hidran halaman yang Ukuran katup pembuka Sesuai
mempunyai 2 kopling hidran halaman
pengeluaran harus berdiameter 4 inch
menggunakan katup pembuka
yang diameter minimum 4 inchi
(10 cm) dan mempunyai 3
kopling pengeluaran harus
menggunakan pembuka
berdiameter 6 inchi (15 cm)

Dari hasil perbandingan di dapatkan hasil bahwa :

Hidran yang ada dihalaman dalam keadaan terlihat dan mudah tercapai.

Penempatan hidran halaman mudah dicapai oleh unit pemadam kebakaran. Setiap

kotak hidran terdapat tulisan hidran dengan warna hitam. Tersedia kopling

penyambung yang sama dengan pemadam kebakaran. Untuk Persediaan air

diperhitungkan dapat pemakaian lebih dari 30 menit. Kotak hidran yang terdapat

dihalaman terdiri dari rak slang, slang, nozle. Sedangkan untuk pencegahan

kebakaran didalam gedung disediakan 4 buah Hose Reel dengan diameter selang

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


85
hose reel 1,2 inch panjang 30 m. Setiap Hose Reel terdapat tabung yang isinya Foam

dengan kapasitas 10 liter.

Tabel 7.7 Perbandingan Sprinklerd d iGedung Wet Paint Production Dengan standar
Yang Digunakan
STANDAR KONDISI GEDUNG KETERANGAN
MENURUT NFPA 13/ WET PAINT
KEPMEN PU PRODUCTION
NO/02/KPTS/1985
Harus tersedia cadangan kepala Hanya tersedia 3 Tidak sesuai
sprinkler. Dan untuk jumlahnya cadangan kepala
disesuaikan dengan klasifikasi sprinkler sedangkan
bahaya kebakaran. untuk standarnya 36
kepala sprinkler, karena
pabrik kima masuk ke
kalsifikasi bahaya
kebakaran berat
Jenis kepala sprinkler yang Jenis tabung yang Sesuai
digunakan sesuai dengan digunakan adalah tabung
kondisi ruangan berwarna merah
Batas jarak maksimum antara Jarak antara titik Sesuai
kepala sprinkler disesuaikan springkler yang ada di
dengan kelas kebakaran. kurang lebih 3 meter
Batas jarak maksimum kepala Jarak antara springkler Sesuai
sprinkler dengan dinding kedinding yang ada di
disesuaikan dengan kelas lebih 1.7 meter
kebakaran
Sistem sprinkler otomatis harus Tersedianya penyedia air Sesuai
dilengkapi dengan sekurang – yang bekerja secara
kurangnya satu jenis sistem otomatis untuk sistem
penyedia air yang bekerja sprinkler.
secara otomatis.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


86
Tangki bertekanan diberikan Tangki bertekanan Sesuai
alat deteksi yang dapat diberikan alat deteksi
memberikan tanda apabila untuk memberikan tanda
tekanan atau tinggi muka air apabila tekanan atau
dalam tangki turun melampaui tinggi muka air dalam
batas. tangki turun melampui
batas
Terdapat jaringan air bersih, Air yang ada didalam Sesuai
tangki adalah air bersih
Sistem sprinkler harus Sistem sprinkler mampu Sesuai
dirancang untuk memadamkan mamadamkan kebakaran
kebakaran atau sekurang – atau sekurang –
kurangnya mampu kurangnya mampu
mempertahankan kebakaran mempertahankan
untuk tetap tidak berkembang, kebakaran untuk tetap
untuk sekurang- kurannya 30 tidak berkembang, untuk
menit sejak sprinkler pecah sekurang- kurannya 30

Dari hasil perbandingan di dapatkan hasil bahwa :

Sesuai dengan NFPA 13 tentang installation of springkler system maka jarak

antara sprinkler kedinding dan dari sprinkler satu dengan yang lainya sudah sesuai

dengan acuan yang ada. Untuk jenis kepala dan jumlah sprinkler sudah sesuai dengan

klasifikasi kebakaran berdasarkan tempat kerja. Sprinkler yang di gedung Wet Paint

Production mempunyai cadangan kepala springkler tapi belum memenuhi syarat.

Sistem sprinkler mampu mamadamkan kebakaran atau sekurang – kurangnya mampu

mempertahankan kebakaran untuk tetap tidak berkembang. Tangki bertekanan

diberikan alat deteksi untuk memberikan tanda apabila tekanan atau tinggi muka air

dalam tangki turun melampui batas.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


87
Tabel 7.8 Perbandingan Sistem Deteksi Dini Kebakaran di Gedung Wet Paint
Production Dengan Standar Yang Digunakan

STANDAR KONDISI GEDUNG KETERANGAN


NFPA 72/ Peraturan WET PAINT
Menteri Tenaga Kerja PRODUCTION
No. Per 02/Men/1983
tentang instalsi
kebakaran otomatik
Titik panggil manual TPM ditempatkan pada Sesuai
ditempatkan pada lintasan jalur lintasan jalur keluar
keluar dengan ketinggian dengan ketinggian
maksimal 1,4 m dari lantai maksimal 1,4 m dari
lantai
Lokasi penempatan TPM harus Salah satu lokasi TPM Tidak sesuai
tidak mudah terkena gangguan, ditutupi oleh mesin yang
tidak tersembunyi, mudah akan digunakan dalam
kelihatan, mudah dicapai. proses
Titik panggil manual berwarna Warna TPM berwarna Sesuai
merah
merah
Bunyi alarm frekwensinya Bunyi alarm sekitar 700 Sesuai
Hz
antara 500 – 1000 Hz
Tingkat kekerasan suara Tingkat kekerasan suara Sesuai
minimal 65 dB alarm lebih dari 65 db
Panel kontrol harus bisa Panel kontrol yang ada di Sesuai
menunjukan asal lokasi gedung Wet Paint
kebakaran Production bisa
menunjukan asal lokasi
kebakaran
Terdapat prosedur pemeriksaan terdapat prosedur Sesuai
dan uji coba pemeriksaan dan uji coba
untuk alarm

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


88
Sumber tenaga listrik untuk Tegangan alarm Sesuai
sistem alarm kebakaran harus kebakaran lebih dari 6
dengan tegangan tidak kurang volt yaitu 24 volt
dari 6 Volt
Untuk setiap ruangan dengan tidak terdapat detektor di Tidak Tersedia
2
luas 46 m dengan tinggi langit- gedung Wet Paint
langit 3 m, dipasang 1 buah alat Production
pengindera panas
Pada satu kelompok detektor, tidak terdapat deteckor di Tidak Tersedia
tidak boleh dipasang lebih dari gedung Wet Paint
40 buah detektor panas Production
Pada setiap luas lantai 92 m2 tidak terdapat detektor di Tidak Tersedia
harus dipasang sebuah alat gedung Wet Paint
pengindera asap Production
Detektor tidak boleh dipasang tidak terdapat detektor di Tidak Tersedia
dalam jarak kurang dari 1,5 m gedung Wet Paint
dari AC Production
Untuk setiap kelompok sistem tidak terdapat detektor di Tidak Tersedia
harus dibatasi maskimum 20 gedung Wet Paint
buah alat pengindera nyala api Production
yang dapat melindungi ruangan
Adanya pemeliharaan bulanan tidak terdapat detektor di Tidak Tersedia
terhadap detektor gedung Wet Paint
Production

Dari hasil perbandingan di dapatkan hasil bahwa :

Tegangan alarm kebakaran lebih dari 6 volt yaitu 24 volt. Untuk Semua Titik

Panggil Manual dipasang pada ketinggian kurang lebih 1,5 m dari lantai dan

Penempatannya Titik Panggil Manual hanya 2 TPM yang kelihatan sedangkan 2

TPM tersembunyi. Alarm kebakaran yang terdapat dalam gedung Wet Paint

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


89
Production mempunyai bunyi yang [Link] bunyinya mudah dikenal Agar pekerja

yang ada di gedung dapat langsung mengetahui bila terjadi kebakaran. Adapun

Tingkat kekerasan suara alarm yang ada didalam gedung Wet Paint Production tidak

bisa dipastikan secara tepat tapi menurut perkiraan lebih dari 85db. Panel kontrol

yang terdapat di gedung Wet Paint Production mudah telihat dan mempunyai ruang

bebas didepannya tepatnya berada depan gedung dan bisa menunjukan lokasi

kebakaran. Dalam pengecekan alarm yang dilakukan adalah dengan menggunakan

alat khusus yang ditusukan ke breakglass kealarm tersebut, kalau alarm berbunyi

maka alarm dapat berfungsi denganp baik. Dan terdapat juga prosedur pemeriksaan

dan uji coba untuk alarm. Detektor tidak tersedia hal ini tidak sesuai karena salah

satu tujuan detektor adalah memberi peringatan akan adanya bahaya kebakaran

sehingga penghuni dapat menyelamatkan diri.

7.3 Gambaran Pengetahuan Pekerja

penelitian ini untuk melihat gambaran pengetahuan mengenai penggunaan

alat proteksi aktif yang terdapat di Gedung Wet Paint Production. Sampel

merupakan karyawan yang bekerja di gedung Wet Paint Production. Penelitian ini

hanya menggambarkan pengetahuan kerja yang dibagi menjadi tiga kategori yaitu

baik, cukup dan kurang baik. Selain itu juga melihat rata – rata lamanya bekrja

karyawan, pekerja yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan tingkat pendidikan

terakhir karyawan.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


90
Tabel 7.9 Distribusi responden menurut lama bekerja

Lama Kerja Jumlah Persentase

< 5 Tahun 11 39,3 %

5 – 10 tahun 5 17,9 %

> 10 Tahun 12 42,9 %

Total 28 100%

Dari tabel di atas didapatkan hasil mengenai lama kerja rata – rata lama

bekerja karyawan yang bekerja di area Wet Paint Production lebih dari >10 tahun

yaitu sebanyak 42,9 % sedangkan karyawan yang bekerja 5-10 tahun 17,9% dan

yang < 5 tahun sebanyak 39,3%

Tabel 7.10 Distribusi responden yang pernah mengikuti pelatihan

Pelatihan Jumlah Persentase

Pernah 27 96,4%

Tidak Pernah 1 3,64%

Total 28 100%

Dari tabel di atas didapatkan hasil mengenai pelatihan rata – rata para

karyawan sudah pernah mengikuti pelatihan sebanyak 96,4% dan yang tidak pernah

mengikuti pelatihan sebanyak 3,6%.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


91
Tabel 7.11 Distribusi responden menurut pendidikan terakhir

Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase

SMA 25 89,3%

D3 1 3,6%

Sarjana 2 7,1%

Total 28 100%

Dari tabel di atas didapatkan hasil mengenai pendidikan rata – rata

pendidikan terakhir karyawan adalah SMA sebanyak 89,3%, sedangkan pendidikan

terakhir karyawan selain SMA seperti D3 sebanyak 3,6% dan Sarjana sebanyak

7,1%.

Tabel 7.12 Distribusi responden mengenai pengetahuan penggunaan alat proteksi

kebakaran aktif

Tingkat pengetahuan Jumlah Persentase

Kurang 2 7,1%

Cukup 8 28,6%

Baik 18 64,3%

Total 28 100%

Dari tabel di atas didapatkan hasil mengenai pengetahuan pekerja dalam

penggunaan alat proteksi aktif yaitu Pekerja yang memiliki tingkat pengetahuan

baik sebanyak 64,3 %, pekerja yang memilki tingkat pengetahuan cukup sebanyak

28,6 %, Pekerja yang memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 7,1%.

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


92
Penelitian ini hanya bersifat univariat, jika ingin mengetahui lebih lanjut

mengenai hubungannya maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut

Evaluasi alat..., Redion Iskandar, FKM UI, 2008 Universitas Indonesia


93

Anda mungkin juga menyukai