0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
83 tayangan19 halaman

Teknik Dasar Operasional Yonif Mekanis

Bab ini membahas teknik-teknik dasar yang digunakan oleh Yonif Mekanis, termasuk kedudukan personel di dalam kendaraan tempur, teknik masuk dan keluar kendaraan, teknik pengelabuan, serta kedudukan senjata di dalam kendaraan. Teknik-teknik ini penting untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Yonif Mekanis.

Diunggah oleh

Alf
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
83 tayangan19 halaman

Teknik Dasar Operasional Yonif Mekanis

Bab ini membahas teknik-teknik dasar yang digunakan oleh Yonif Mekanis, termasuk kedudukan personel di dalam kendaraan tempur, teknik masuk dan keluar kendaraan, teknik pengelabuan, serta kedudukan senjata di dalam kendaraan. Teknik-teknik ini penting untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Yonif Mekanis.

Diunggah oleh

Alf
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

8

BAB III

TEKNIK-TEKNIK DASAR YONIF MEKANIS

9. Umum. Di satuan Yonif Mekanis penguasaan ranpur sangatlah penting untuk


menunjang kelancaran dalam pelaksanaan tugas. Seluruh awak ranpur harus
mengetahui tugas masing-masing. Demikian juga halnya dengan Teknik-teknik dasar
operasionalisasi Yonif Mekanis harus benar-benar dimengerti dan dipahami oleh
seluruh prajurit seperti : Kedudukan personel didalam ranpur, teknik masuk ranpur,
teknik keluar ranpur, teknik pengelabuan, kedudukan senjata didalam ranpur, teknik
penyamaran, posisi tembakan ranpur, teknik tembak gerak dan tanda isyarat ranpur.

10. Kedudukan Personel didalam Ranpur.

a. Kedudukan Regu didalam ranpur :

Keterangan :
1 1. Tamudi ranpur
2. Tabak ranpur
2 3. Tabak SO
4. Taban SO
3 6 5. Tabakpan 1
6. Wadanru
4 7. Tabakpan 2/Tayanrad
7 8 Danru
5 8

Kal : 40 mm

Gambar : Tamudi ranpur Gambar :Tabak ranpur


9

Gambar : Susunan regu di ranpur Gambar : Susunan regu di ranpur


dalam kondisi non taktis dalam kondisi taktis

b. Kedudukan Pokkoton didalam ranpur :

1 Keterangan :
1. Tamudi ranpur
3 2. Baton
3. Tabak ranpur
2 4 Tayanrad
5. Danton
43 5

Kal : 40 mm

Gambar : Tamudi ranpur Gambar : Tabak ranpur


10

Gambar : Susunan Pok koton di ranpur Gambar : Susunan Pok koton di ranpur
dalam kondisi non taktis dalam kondisi taktis

c. Kedudukan Pokkoki Kompi Mekanis didalam Ranpur :

Keterangan :
2 1
1. Tamudi ranpur
3 2. Batih Ki
3. Tabak ranpur
43 73 4 Bafurier
5. Bakes
53 83
6. Tajurlis

6 7. Tayanrad
8. Danki

Kal : 40 mm
Gambar : Tamudi dan batih Gambar : Tabak ranpur
11

Gambar : Susunan Pok koki di ranpur Gambar : Susunan Pok koki di ranpur
dalam kondisi non taktis dalam kondisi taktis

d. Kedudukan Pokkoki Kompi Bantuan didalam Ranpur :

Keterangan :
1
1. Tamudi ranpur
2. Danru
3. Tabak Mo
2
4 Taban Mo

43 3

Gambar : Tamudi Gambar : Danru Tabak dan


taban Mo
12

11. Teknik Masuk Ranpur. Masuk ranpur merupakan salah satu kemampuan
teknis yang harus dimiliki oleh prajurit Mekanis dalam rangka mempercepat
penempatan personel di kedudukannya masing-masing di dalam ranpur. Pasukan di
susun berdasarkan tugas dan jabatannya di dalam ranpur adapun teknik masuk ranpur
adalah sebagai berikut :

a. Danki/Danton/Danru bertindak selaku Komandan Kendaraan (Danran).

b. Sebelum naik ranpur Danran memeriksa kesiapan seluruh personel serta


materiilnya.

c. Setelah dilaksanakan pemeriksaan oleh Danran maka seluruh personel


masuk satu persatu kedalam ranpur.

d. Posisi senjata perorangan laras menghadap kebawah.

e. Danran masuk ranpur setelah semua personel masuk.

f. Danran laporan ke komando atas tentang kesiapan pelaksanaan tugas


yang akan dilaksanakan.

12. Teknik keluar Ranpur. Teknik keluar ranpur adalah suatu cara bagi personel
untuk keluar dari ranpur secara cepat dan tepat guna menghadapi tugas yang telah
diberikan. Dengan teknik yang tepat diharapkan, pasukan dapat menjalankan peranya
dengan baik.

a. Urut – urutan keluar ranpur :

1) Dalam situasi non taktis. Teknik keluar ranpur pada saat situasi non
taktis adalah sebagai berikut :

a) Ranpur berhenti pada suatu tempat yang aman.

b) Tamudi membuka ramp door dari tempat kemudi.

c) Tabakpan turun terlebih dahulu diikuti oleh


Danru/Danton/Danki.

d) Prajurit yang terakhir turun dari ranpur adalah


Wadanru/Baton/Batih. Seluruh prajurit turun dari ranpur kecuali
tabak ranpur dan tamudi.

e) Pasukan turun ranpur menuju tempat yang telah ditentukan


dipimpin oleh Danru/Danton/Danki.
13

f) Wadanru memeriksa posisi ranpur dan mengarahkan


Tamudi ranpur pada posisi yang aman. Penempatan posisi ranpur
harus memperhatikan keadaan medan disekelilingnya.

2) Dalam situasi taktis. Teknik keluar ranpur pada saat situasi taktis
adalah sebagai berikut :

a) Tamudi membuka Ramp door dari tempat kemudi.

b) Personel keluar dari ranpur menuju ke tempat yang aman


sesuai instruksi Danru/Danton/Danki.

c) Tabak turun terlebih dahulu diikuti oleh Danru/Danton/Danki


menuju ke tempat yang terlindung dari peninjauan maupun
tembakan musuh.

d) Prajurit yang terakhir turun dari ranpur adalah


Wadanru/Baton/Batih untuk mengarahkan ranpur serta arah
tembakan senjata yang ada di ranpur.

e) Setelah melaksanakan PKT/PKM singkat,


Danru/Danton/Danki menentukan arah tujuan gerakan yang akan
dituju.

f) Tamudi menutup ramp door selanjutnya wadanru, Baton


dan Batih mengarahkan ranpur sesuai petunjuk Danru, selanjutnya
memimpin tembakan bantuan baik SO, AGL ataupun SM yang ada
diranpur.

b. Formasi Keluar Ranpur.

1) Formasi keluar ranpur secara terpisah. Dalam formasi ini, pada


saat pasukan keluar dari ranpur maka pasukan dibagi dua kekuatan di
kanan kiri ranpur. Yaitu tiga orang dipimpin oleh danru ( Danru, Tayanrad
dan Tabak ) dan tiga orang dipimpin oleh Wadanru ( Wadanru, Tabak SO,
Taban SO ). Setelah keluar maka pasukan berlindung pada tempat yang
memiliki nilai taktis.
14

Gambar : Formasi Keluar Ranpur Terpisah

2) Formasi keluar ranpur ke sisi dalam. Dalam formasi ini pada saat
pasukan keluar dari ranpur maka pasukan seluruhnya keluar merapat ke
sisi dalam sesuai dengan formasi pergerakan ranpur. Pasukan disusun
sebagai berikut :

a. Ranpur yang bergerak di sebelah kanan pada poros gerakan


maka setelah pasukan keluar dari ranpur segera bergerak kearah
kiri ranpur.

b. Ranpur yang bergerak di sebelah kiri pada poros pada


gerakan maka setelah pasukan keluar ranpur segera bergerak ke
arah kanan ranpur.

Gambar :Formasi Keluar ranpur ke sisi dalam


15

13. Pengelabuan. Pengelabuan adalah gerakan mundur ranpur untuk


mengelabui musuh sebelum maju dalam rangka mengamankan bagian lambung
ranpur. Pengelabuan dilaksanakan dengan cara mengganti kedudukan ranpur dari satu
titik ke titik yang lain dengan memundurkan ranpur terlebih dahulu ke belakang.

a. Pengelabuan dilaksanakan pada saat :

1) Setelah menembak musuh.

2) Mencari kedudukan penembakan yang lebih baik.

3) Mencari kedudukan pengintaian yang lebih baik.

4) Meninggalkan kedudukan yang telah tertinjau oleh musuh.

5) Musuh menembaki/melihat kedudukan kita.

b. Kesalahan umum yang terjadi pada saat pelaksanaan Teknik


pengelabuan, adalah :

1) Pengunduran ranpur kurang jauh.

2) Pengunduran ranpur terlalu jauh.

3) Ranpur muncul di tempat yang sama.

4) Ranpur menimbulkan debu, asap serta mesin kendaraan yang


bergemuruh akan memudahkan pendeteksian dari musuh.

Gambar : Bentuk Y Gambar : Bentuk Diamond


16

Gambar : Menghilangkan Jejak

14. Kedudukan Senjata.

a. Keadaan taktis. Yang dimaksudkan dengan keadaan taktis adalah suatu


keadaan dimana dinamika yang dihadapi membutuhkan pertimbangan dan
penilaian dari aspek cuaca, medan dan musuh. Contohnya : perpindahan
pasukan dari titik bongkar ke daerah operasi. Pengaturan kedudukan senjata
dalam situasi taktis adalah sebagai berikut :

1) Senjata yang ada di kopula siap memberikan bantuan tembakan


selama pergerakan. Arah senjata di ranpur disesuaikan dengan
sektor tembakan yang sudah dibagi, yaitu arah depan, kanan, kiri dan
belakang.

Gambar : Senjata SM V2 kal 7,62 mm Gambar : Senjata AGL kal 40 mm

2) Senjata perorangan. Senjata perorangan diarahkan keluar lubang


penembakan yang ada di bagian kanan/kiri ranpur. Senjata dalam
keadaan tersandang dan laras terbidik pada medan kritik yang berada di
sepanjang arah gerakan.
17

Gambar : posisi senjata di lubang Gambar : posisi laras senjata di lubang


penembakan penembakan

b. Keadaan administrasi. Yang dimaksudkan dengan keadaan administrasi


adalah suatu keadaan dimana kemungkinan kontak dengan musuh tidak ada.
Contohnya, perpindahan pasukan dari Home base ke daerah latihan.

1) Senjata kelompok tidak dipasang di kopula akan tetapi dimasukkan


ke dalam ranpur dalam posisi terikat di bawah tempat duduk.

2) Senjata perorangan. Senjata perorangan dipegang perorangan


masing – masing dengan arah laras kebawah.

15. Penyamaran ranpur.

a. Penyamaran ranpur. Penyamaran ranpur merupakan suatu upaya


untuk menyesuaikan bentuk dan warna menyerupai lingkungan sekitar sehingga
musuh sulit meninjau kedudukan ranpur. Penyamaran dilaksanakan dengan
menggunakan peralatan samaran buatan manusia dan benda-benda yang ada di
alam sekitarnya.

1) Keuntungan penyamaran.

a) Memberikan pendadakan. Mengejutkan secara tiba-tiba dari


tempat persembunyian dengan kekuatan dan senjata yang dimiliki
memberikan keuntungan di pihak sendiri.

b) Memberikan perlindungan. Jika musuh tidak bisa melihat


secara langsung maka tidak dapat melakukan tembakan langsung
secara akurat atau tepat.

2) Penyamaran dalam berbagai medan.

a) Daerah Perkotaan. Pada daerah perkotaan, penyamaran ranpur


bertujuan untuk menyembunyikan kendaraan dengan menggunakan corak
18

pemukiman perkotaan sehingga perpindahan ranpur dari gedung ke gedung


berikutnya tidak akan terlihat.

Gambar : Penyamaran di perkotaan

b) Daerah hutan. Penyamaran di daerah hutan dapat


menggunakan bahan-bahan seperti daun dan ranting alam yang
akan digunakan pada kendaraan untuk merubah, menyamar atau
menghilangkan bentuk ranpur. Daun dan ranting alam yang
digunakan tidak boleh mempengaruhi pengoperasian ranpur
(menghalangi penglihatan, membatasi pergerakan). Penggunaan
samaran daun dan ranting alam diganti secara berkala untuk
menyesuaikan dengan keadaan sekitarnya.
19

Gambar : Penyamaran di hutan

c) Daerah semak belukar. Penyamaran di daerah semak


belukar, samaran menggunakan vegetasi yang ada di sekitarnya.
Tanaman dan rumput yang ada digunakan untuk menghilangkan
bentuk dari ranpur tersebut, sehingga tidak tertinjau oleh musuh.

Gambar : Penyamaran di semak belukar

d) Daerah gurun/padang rumput. penyamaran di daerah


gurun/padang rumput dapat menggunakan samaran buatan yang
mempunyai warna menyerupai kondisi alam sekitar sehingga dapat
menghilangkan bentuk dari ranpur.

Gambar : penyamaran di gurun/padang rumput


20

16. Posisi penembakan ranpur. Posisi penembakan ranpur merupakan suatu


kedudukan ranpur dimana ranpur dapat memberikan bantuan tembakan dalam
keadaan berhenti. Ada tiga jenis kedudukan penembakan ranpur, yaitu :

a. Sepenuhnya tersembunyi. Posisi taktis ranpur sepenuhnya


tersembunyi artinya bahwa seluruh badan ranpur berada di bawah garis
ketinggian, sehingga sepenuhnya tidak terlihat dari peninjauan arah depan
musuh. Pada kedudukan ini, sepenuhnya memberikan perlindungan terhadap
peninjauan maupun tembakan musuh. Kedudukan ini memiliki beberapa
keunggulan dan kelemahan. Keunggulannya, yaitu memiliki lindung tinjau dan
lindung tembak yang baik dari musuh. Sedangkan kelemahannya, adalah sulit
untuk meninjau kedepan dan memberikan perlawanan tembakan. Disamping itu,
kedudukan seperti ini cukup membahayakan bagi awak ranpur itu sendiri.

Gambar : Sepenuhnya tersembunyi

b. Setengah tersembunyi. Posisi taktis ranpur setengah tersembunyi


Maksudnya adalah sebagian badan ranpur berada di atas garis ketinggian dan
sebagian lagi berada di bawah garis ketinggian. Kedudukan seperti ini
memberikan keuntungan, yaitu cukup mudah meninjau pada saat melaksanakan
tembakan kedepan. Kelemahannya, yaitu perlindungan dari peninjauan dan
tembakan musuh kurang. Kedudukan seperti ini dapat digunakan dalam
mempertahankan medan pada waktu yang tidak terlalu lama.
21

Gambar : Setengah tersembunyi

c. Seluruhnya terlihat. Posisi taktis ranpur seluruhnya terlihat adalah apabila


seluruh badan ranpur berada di atas garis ketinggian. Hal ini akan memberikan
keuntungan, antara lain kecepatan bermanuver, keunggulan tembakan serta
peninjauan lebih leluasa ke depan. Kelemahannya adalah kurangnya
perlindungan terhadap tembakan maupun peninjauan musuh. Posisi kedudukan
seperti ini dapat digunakan dalam melaksanakan perpindahan pasukan dari
suatu tempat ke tempat yang lain. Dengan kedudukan yang seluruhnya terlihat
sama sekali tidak ada perlindungan terhadap peninjauan musuh sehingga
diperlukan adanya penyamaran yang baik terhadap ranpur untuk membatasi
peninjauan dari darat maupun udara.

Gambar : Seluruhnya terlihat

17. Tembak Gerak.

a. Tembak gerak adalah suatu teknik perpindahan dengan menggunakan


tembakan untuk melindungi gerakan pasukan yang terlihat oleh musuh. Apabila
bergerak dalam hubungan peleton, kegiatan ini dilaksanakan oleh satu regu atau
lebih untuk melindungi gerakan regu yang lainnya. Apabila dilaksanakan oleh
satu regu, teknik ini dapat dilaksanakan dengan menggunakan SO untuk
menutup gerakan anggota yang lain.
22

Gambar : 1 Gambar : 2 Gambar : 3 Gambar : 4

Gambar : Tembak Gerak


b. Teknik ini juga dapat digunakan oleh masing – masing prajurit dalam
suatu kelompok. Tekniknya adalah dengan cara bergerak ke depan secara
bergantian dimana salah satu bagian / kelompok bergerak dan kelompok yang
lainnya berada dalam posisi siap tembak. Hal – hal dasar yang perlu
diperhatikan oleh regu dan peleton dalam melaksanakan tembak gerak, yaitu :

1) Dikendalikan oleh seorang komandan.

2) Kecepatan dalam bergerak.

3) Menggunakan kekuatan senjata bantuan untuk melindungi pasukan yang


bergerak.

4) Penggunaan perlindungan yang maksimal.

5) Tembakan perlindungan agar gerakan tidak terlihat musuh.

18. Tanda Isyarat Ranpur Non Taktis. Untuk memudahkan didalam


mengendalikan arah ranpur diperlukan adanya tanda isyarat lapangan. Tanda isyarat
digunakan pada saat ranpur akan menduduki suatu kedudukan dimana tamudi memiliki
keterbatasan untuk melihat keadaan medan diluar ranpur. Penggunaan tanda-tanda
isyarat ini dapat dilakukan pada situasi taktis seperti di daerah persiapan, konsolidasi
atau situasi administrasi. Tanda-tanda isyarat yang digunakan adalah sebagai berikut :

a. Maju. Pemandu berdiri didepan ranpur + 10 meter dengan posisi


sikap sempurna menghadap ke ranpur dan kedua tangan direntangkan kedepan
dengan sudut 90 derajat, telapak tangan menghadap ke atas kemudian
diayunkan kebelakang secara berulang – ulang.
23

Gambar : Aba – aba “maju”

b. Mundur. Pemandu berdiri didepan ranpur + 10 meter dengan posisi


sikap sempurna menghadap ke ranpur. Angkat kedua tangan lurus diatas kepala,
telapak tangan menghadap ke depan kemudian diayunkan kedepan. Gerakan
tangan dilakukan sekali ayunan ke depan.

Gambar : Aba – aba “mundur”

c. Berhenti. Pemandu berdiri didepan ranpur + 10 meter dengan posisi


sikap sempurna menghadap ke ranpur kemudian tangan kanan direntangkan
kedepan dengan telapak tangan menghadap kedepan membentuk sudut 90
derajat, sedangkan tangan kiri tergantung lemas disamping badan. Gerakan
tangan dilakukan sampai ranpur berhenti.

Gambar : Aba – aba “berhenti”


24

d. Belok arah.

1) Aba – aba bergerak ranpur belok kanan. Pemandu berdiri didepan


ranpur + 10 meter dengan posisi sikap sempurna menghadap ke ranpur.
Kemudian tangan kiri direntangkan ke samping mengepal dengan sudut
90 derajat dan tangan kanan lurus disamping badan tergantung lemas.
Gerakan tangan dilakukan sampai ranpur bergerak kekanan.

Gambar : Aba – aba “Belok kanan”

2) Pemandu berdiri didepan ranpur + 10 meter dengan posisi sikap


sempurna menghadap ke ranpur. Tangan kanan direntangkan ke samping
mengepal dengan sudut 90 derajat dan tangan kiri lurus disamping badan
tergantung lemas. Gerakan tangan dilakukan sampai ranpur bergerak.

Gambar : Aba – aba “Belok kiri”

e. Mesin mati. Pemandu berdiri didepan ranpur + 10 meter dengan posisi


sikap sempurna menghadap ke ranpur, tangan kanan direntangkan kesamping
kemudian siku dilipat kedepan leher posisi telapak tangan terbuka menghadap
kebawah. Gerakan dilakukan dengan menarik/membawa telapak tangan
25

kesamping seperti gerakan memotong leher. Tangan kiri tergantung lemas


disamping badan, setelah itu gerakan tangan dilakukan sekali.

f. Buka/tutup pintu belakang. Pemandu berdiri didepan ranpur ± 10 M


dengan posisi sikap sempurna menghadap ke ranpur, lalu telapak tangan
kanan diangkat setinggi bahu
Gambar : Abadengan posisi
– aba “Mesin menghadap ke depan. Gerakan
mati”
dilanjutkan dengan tangan kanan direntangkan ke depan membuka 45 derajat.
Selanjutnya untuk menutup pintu belakang adalah dengan menggunakan
gerakan yang sama, telapak tangan dijulurkan kedepan dengan sudut 45 derajat,
selanjutnya menarik tangan kedepan dada dengan posisi telapak tangan
menghadap ke belakang

Gambar : Aba – aba “Buka pintu belakang ”


26

Gambar : Aba – aba “Tutup pintu belakang ”

g. Berputar arah. Pemandu berdiri didepan ranpur + 10 meter dengan


posisi sikap sempurna menghadap ke ranpur. Gerakan berputar ke kanan,
tangan kanan diangkat kesamping bahu setinggi bahu dan telapak tangan
terbuka menghadap kedepan kemudian tangan kanan di putar membentuk
setengah lingkaran ke kesamping bahu. Sedangkan untuk berputar ke arah kiri,
dilaksanakan dengan mengangkat tangan kiri setinggi dada, dengan telapak
tangan menghadap ke depan kemudian tangan kiri diputar setengah lingkaran
ke depan dada.

Gambar : Aba – aba “Berputar arah”

Anda mungkin juga menyukai