Alat Bantu Pembuka Bantalan Roller
Alat Bantu Pembuka Bantalan Roller
Oleh :
Julian Nuryadin
D3
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SAMAWA
2022
PRAKATA
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME yang telah memberikan
Tugas Akhir dengan judul “Rancang Bangun Alat Bantu Pembuka Bantalan Roller
Pemeras”. Laporan Tugas Akhir ini dibuat untuk melengkapi Mata Kuliah Tugas Akhir
yang menjadi salah satu syarat kelulusan mahasiswa di Program Studi Teknik Mesin
Universitas Samawa.
Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada pihak yang telah memberi dukungan dan bimbingan kepada penulis
sehingga dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini. Diantaranya yang terhormat:
1. Bapak/ibu selaku dosen pembimbing Tugas Akhir penulis yang telah memberikan
banyak ilmu serta bimbinginya dengan ketelitian dari awal hingga akhir proses
2. Segenap Dosen Pengajar yang telah memberikan ilmu dan bantuan kepada penulis
3. Kedua orangtua, yang telah memberikan kasih sayang, nasehat, selalu memberikan
5. Seluruh teman-teman yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu terimakasih
teknik penyajian maupun pembahasan. Demi kesempurnaan Laporan Tugas Akhir ini,
saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semoga Laporan
Penulis
ABSTRAK
Di dunia industri ada banyak macam jenis komponen mesin yang digunakan,
salah satunya adalah bearing. Dimana bearing biasa digunakan sebagai bantalan poros
supaya pada saat perpindahan daya, mengurangi terjadinya kehilangan daya akibat
gesekan. Untuk melepas bearing di sebuah poros dibutuhkan suatu alat, biasanya disebut
tracker.
Tracker yang digunakan di PT. IRNC Departemen HAPL telah mampu melepas
bantalan pada poros namun kurang efisien dan resiko bahayanya masih tinggi. Pada
penelitian ini, telah dibuat alat pelepas bantalan yang mempunyai kelebihan dari alat
pelepas bantalan yang berada di PT. IRNC Departemen HAPL. Alat pelepas bantalan ini
terbuat dari besi plat ST 37 dengan ketebalan 20 mm, di sisi depan alat ini terdapat sebuah
pengunci untuk mencekam bantalan pada poros, dan sebuah dongkrak manual yang berada
di tengah alat akan mendorong poros hingga bearing terlepas. Alat yang dibuat telah
mampu melepas bearing pada poros secara horizontal dengan maksimum ukuran lingkaran
poros bearing 300 x 400 mm dan maksimum ketinggian 900 mm serta proses maintenance
pelepasan bearing lebih mudah dan safety dan tidak merusak bantalan.
DAFTAR ISI
PRAKATA 2
ABSTRAK 3
DAFTAR ISI 4
DAFTAR GAMBAR 5
DAFTAR TABEL 6
BAB 1 7
PENDAHULUAN 7
1.2 Tujuan 8
1.4.3 Bantalan/Bearing 9
1.4.5 Pengelasan 10
1.4.6 Hidrolik 12
1.4.7 Baja st 37 13
1.5 Metodologi 16
BAB 2 20
LAPORAN KERJA 20
2.1 Perencanaan 20
2.2 Perancangan 20
2.3 Perancangan 39
2.7 Asembly 42
2.8 Pengujian 44
PENUTUP 46
DAFTAR PUSTAKA 47
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 25
Gambar 2. 2 27
Gambar 2. 3 29
Gambar 2. 4 31
Gambar 2. 5 33
Gambar 2. 6 35
Gambar 2. 7 37
Gambar 2. 8 39
Gambar 2. 9 45
Gambar 2. 10 45
Gambar 2. 11 46
Gambar 2. 12 46
Gambar 2. 13 47
Gambar 2. 14 48
Gambar 2. 15 48
Gambar 2. 16 49
Gambar 2. 17 49
Gambar 2. 18 49
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 26
Tabel 2. 2 28
Tabel 2. 3 30
Tabel 2. 4 32
Tabel 2. 5 34
Tabel 2. 6 36
Tabel 2. 7 38
Tabel 2. 8 40
Tabel 2. 9 41
a.
BAB I
PENDAHULUAN
baja sudah tidak bisa dipakai lagi karena karet pada roller habis terkikis oleh gulungan
baja. roller pemeras tersebut akan di ganti dengan yang baru,kemudian bantalan bearing
pada roller pemeras yang lama akan dilepas dan dipasang ke roller pemeras baru. Proses
pelepasan bantalan roller pemeras tersebut membutuhkan tenaga yang lebih untuk
membuka, sehingga dibutuhkan alat yang dapat membantu dan meringankan pekerjaan
Kendala yang dihadapi mekanik saat mengganti bantalan bearing pada poros
dengan cara memukul menggunakan pelat dan menggunakan palu besar. Melepas bantalan
bearing poros pemeras dengan cara memukul dapat membuat kerusakan pada poros dan
bantalan bearing.
digunakan lagi setelah pelepasan, maka metode pelepasan harus hati-hati. Suatu hal yang
diperhatikan bahwa alat penarik (tracker) harus mengenai bagian yang akan dilepaskan
untuk menghindari kerusakan pada jalur lintasan elemen gelinding itu sendiri. Adapun alat
bantu yang biasa digunakan untuk proses pelepasan bantalan adalah menggunakan ring
atau pelat rata sejajar, menggunakan sepasang pelat ring belah, menggunakan extraktor
Membuat alat pembuka ball bearing dengan hidrolik jack 4 ton. Alat pembuka
ball bearing ini menggunakan sistem hidrolik dengan silinder kerja tunggal dilengkapi
pegas pembalik ram silinder, dengan kapasitas 4 ton, diameter piston pada silinder hidrolik
yang digunakan adalah 50,2 mm dengan diameter batang piston 25mm, panjang batang
penekan 200 mm. Tekanan kerja maksimum 21 MPa, dengan gaya tekan 43.000 N. Alat ini
mampu membuka dan memasang ball bearing dengan diameter ring dalam 50 mm pada
Eyere et al., (2018), penarik juga disebut ekstraktor, cukup dapat digunakan untuk
untuk melepas komponen dari poros dimulai hampir seabad yang lalu.
mengurangi tenaga, waktu, dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja pada proses
pembukaan bantalan roller pemeras, oleh karena itu penulis mengambil judul “Rancang
Bangun Alat Bantu Pembuka Bantalan Roller Pemeras” alat ini akan mempercepat dan
mempermudah proses pelepasan. Pada sistem alat ini diterapkan suatu metode yang
bertujuan untuk mempermudah pemakaian dari sistem kerja alat. Metode yang digunakan
adalah metode penekanan yang menggunakan hidrolik, dimana metode tersebut terdapat
suatu fungsi untuk membuka bantalan sehingga bantalan terlepas dari poros.
1.2 Tujuan
Desain dari pembuka bantalan ini memungkinkan bantalan roller pemeras dibuka
dari porosnya secara mudah dan aman, serta merancang alat-alat bantu lainnya. Untuk
membatasi masalah dalam kemampuan alat ini penulis membatasi masalah tersebut
diantaranya:
c) Pengujian alat.
d) Pengelasan
Puller bearing (tracker) adalah suatu alat bantu yang digunakan untuk melepas
bearing. Pada umumnya tracker memiliki cabang kaki tiga atau lima. Dalam perencanaan
alat bantu ini kami memakai tracker kaki tiga. Prinsip kerja dari tracker adalah ketika
kaki-kaki tracker mencekam bearing, poros berulir yang berada di tengah treker diputar
(sumber : [Link]
1.4.2 Ulir Daya
Dalam teknik mesin, ulir dibedakan menjadi dua kelompok menurut fungsinya,
yaitu ulir pengikat (Threaded fasteners) dan ulir daya (Power screws). Ulir pengikat
berfungsi untuk menyambung atau mengikat antara dua elemen, contohnya berbagai
macam baut. Ulir daya berfungsi untuk mendapatkan keuntungan mekanik yang besar,
biasanya diterapkan pada dongkrak ulir, klem, mesin pres, ragum, dan sebagainya. Jika
membahas ulir, biasanya dikenal istilah pitch dan kisar (lead). Pitch adalah jarak antara
puncak dengan puncak, sedangkan kisar adalah jarak yang ditempuh mur bila ulir diputar
satu putaran. Dilihat dari banyaknya ulir tiap gang (pitch) maka ulir dapat dibedakan
menjadi ulir tunggal dan ulir ganda. Ulir ganda artinya dalam satu putaran (dari puncak ulir
yang satu ke puncak ulir yang lain) terdapat lebih dari satu ulir, misalnya dua ulir, tiga ulir
(Sumber: [Link]
1.4.3 Bantalan/Bearing
Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga putaran
atau gerakan bolak - baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan panjang umurnya.
Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serea elemen mesin lainnya
bekerja dengan baik. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh
sistem akan menurun atau tidak dapat bekerja secara semestinya. Jadi, bantalan dalam
permesinan dapat disamakan peranannya dengan pondasi pada gedung. (Sularso, 2018).
Gambar 1. 3 bantalan/bearing
Roda karet berukuran 5 inchi (12.5 cm), tinggi keseluruhan 15 cm, ukuran tapak
9.5 cm (P) x 8 cm (L), tebal roda 35 mm, dan beban maksimal 300 kg/set, biasa digunakan
([Link]
1.4.5 Pengelasan
Las menurut kamus besar bahasa indonesia (1994) adalah penyambungan besi
dengan cara membakar. Dalam referensi teknis, terdapat beberapa definisi dari las, yakni
sebagai berikut:
Pengelasan listrik gas metal arc (Mig Welding) berdasarkan definisi dari Deutsche
Industrie Normen (DIN) dalam (Gunawan et al., 2017), mendefinisikan bahwa “Las adalah
ikatan yang dilakukan dalam keadaan lumer atau cair”. Sedangkan menurut (Harsono,
2021) mengatakan tentang pengertian mengelas yaitu “Salah satu cara menyambung dua
tenaga panas”. Sedangkan Sriwidartho, “Las adalah suatu cara untuk menyambung benda
Dari beberapa pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kerja kerja las
adalah menyambung dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas.
([Link]
a) Tipe-tipe Sambungan Las
b. Digunakan untuk pelat dan penumpu yang tidak terputus putus. Kampuh temu
lebih kuat menahan beban statik terutama beban dinamik dibandingkan dengan
kampuh leher. Kekuatan dinamik akan bertambah secara drastis bila kedua
permukaan dari kampuh akar di las dan digerinda searah dengan arah gaya.
Kampuh miring juga lebih kuat menahan beban statik. Sambungan butt joint
2) Butt Joint
a. Corner joint.
b. Edge joint.
c. T-joint.
1.4.6 Hidrolik
Dongkrak hidrolik merupakan salah satu aplikasi sederhana dari Hukum Pascal.
Berikut ini prinsip kerja dongkrak hidrolik. Saat penghisap kecil diberi gaya tekan, gaya
tersebut akan diteruskan oleh fluida (minyak) yang terdapat di dalam pompa. Akibatnya,
minyak dalam dongkrak akan menghasilkan gaya angkat pada pengisap besar dan dapat
“Tekanan yang diberikan pada suatu fluida dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala
arah sama rata”. Dongkrak hidrolik terdiri dari dua tabung yang berhubungan yang
memiliki diameter yang berbeda ukurannya. Masing-Masing ditutup dan diisi cairan
seperti pelumas (oli dkk). Apabila tabung yang permukaannya kecil ditekan ke bawah,
maka setiap bagian cairan juga ikut tertekan. Besarnya tekanan yang diberikan oleh tabung
yang permukaannya kecil diteruskan ke seluruh bagian cairan. Akibatnya, cairan menekan
pipa yang luas permukaannya lebih besar hingga pipa terdorong ke atas.
Luas permukaan pipa yang ditekan kecil, sehingga gaya yang diperlukan untuk
menekan cairan juga kecil. Tapi karena tekanan (Tekanan= gaya / satuan luas) diteruskan
seluruh bagian cairan, maka gaya yang kecil tadi berubah menjadi sangat besar ketika
cairan menekan ke pipa yang luas permukaannya besar.(Pascal & Prinsip, n.d.)
([Link]
1.4.7 Baja st 37
Baja karbon rendah (low carbon steel) mempunyai karbon kurang dari 0,30%
sehingga memiliki sifat lunak dan juga memilki kekuatan yang lemah dibandingkan
dengan baja karbon menengah dan baja karbon tinggi akan tetapi baja karbon rendah
memiliki sifat ulet dan tangguh yang sangat baik. Baja karbon rendah memiliki kandungan
karbon yaitu kurang dari 0,30% perlu perlakuan tambahan jika 8 ingin melakukan
modifikasi material atau ingin dilakukan pengerasan material. Pada umumnya baja dengan
kandungan karbon diatas 0,30% bisa langsung dikeraskan, namun untuk kandungan sebuah
karbon dibawah 0,30% melalui proses penambahan karbon terlebih dahulu. Dengan sifat-
sifat yang dimiliki baja karbon rendah, maka baja karbon rendah dapat dipergunakan
sebagai baja-baja plat atau sirip, untuk bahan body kendaraan, untuk konstruksi bangunan
Jenis baja ST 37 merupakan standard penamaan DIN yang berarti baja dengan
kekuatan tarik 37 𝑘𝑔/𝑚𝑚2 , memiliki komposisi 0,17% C, 0,30% Si, 0,2- 0,5% Mn, 0,05%
golongan baja hypoeutectic yang meiliki kandungan struktur mikro ferrite dan pearlite.
Besi hollow memiliki beberapa keunggulanyang membuat jenis besi ini begitu
banyak diminati oleh masyarakat. Beberapa keunggulan besi hollow diantaranya adalah
tahan api, anti rayap, anti karat, proses pemasangan yang cepat, dan harganya cukup
terjangkau. Pemasangan yang lebih cepat tentu akan menghemat biaya tenaga kerja untuk
pemasangan. Selain itu harga besi hollow lebih terjangkau hingga mampu mengurangi
biaya konstruksi (Indrayadi, 2008). Besi hollow sendiri terdiri dari 2 jenis, yakni:
Besi hollow jenis ini rentan terhadap korosif terlebih ketika besi terpotong atau
tegesek dengan material lain. Maka dari itu, pada pengaplikasiannya besi
hollow ini memerlukan lapisan anti karat dan jenis cat dengan kualitas baik
agar terhindar dari karat serta tahan terhadap kondisi cuaca yang berubah.
Besi hollow kotak galvalume memiliki ketahanan terhadap korosi lebih tinggi
harganya yang lebih mahal. Ukuran besi hollow kotak untuk rumah minimalis
biasanya tidak telalu besar. Pemilihan besi hollow kotak dapat disesuaikan
dengan fungsi penggunaannya. Studi lebih lanjut tentang material ini juga
struktur sebagai tiang struktural dan mampu menyanggah struktur atap (ringan
bearing menunjukkan
dibutuhkan untuk
Bearing masih
(Hamdan
1. 2020 Poros mulus dan baik.
i, 2020)
Engkol Penggunaan jig ini juga
Sepeda dapat meningkatkan
Motor
kenyamanan dan
saat melepaskan
sepeda motor.
.
Dari hasil pembuatan
bearing dengan
menggunakan hydraulic
[Link] untuk
melepas
bearing(dismounting)
al., 2018) nt of a
Mechanical
Puller
-
tebal 57 mm.
Rancang
Bangun alat
Bantu
Agung
5. 2022 Pembuka
Suryanto
Bantalan
Roller
Pemeras
1.5 Metodologi
a) Metode wawancara
Metode pengumpulan data dengan melakukan konsultasi atau tanya jawab kepada
dosen pembimbing atau dengan pembimbing industri disaat magang industri serta
seluruh pihak yang memahami tentang perencanaan dan pembuatan alat bantu ini.
b) Metode kepustakaan
Metode pengumpulan data dengan mencari materi dari buku buku terkait maupun
browsing di internet atau dengan sumber lainnya yang menyangkut dengan alat
c) Metode observasi
sejak bulan Maret s.d Agustus 2022, bertempat di [Link], dan Teknik Perawatan Mesin
bangun alat bantu pembuka bantalan roller pemeras adalah sebagai berikut:
Mulai
Perencanaan
pembuatan alat
Perancangan/desain alat
Pembuatan alat
TIDAK
Uji Coba
Mesin
YA
Hasil
Laporan
Selesai
Gambar 1. 1
1.5.4 Deskripsi Tahap Penelitian
a) berisi tentang pengenalan alat yang akan dibuat dan mencari masalah atau kasus
yang terkait serta mencari referensi teori yang relevan dengan Perencanaan kasus
b) Perancangan alat (desain) yaitu mendesain alat dalam sebuah gambaran atau
c) Pembuatan alat yaitu tahap proses pembuatan rangka, dan memasang komponen-
d) Uji kelayakan berisi tentang pengujian alat yang sudah jadi untuk mengetahui
apakah alat tersebut sudah sesuai dengan fungsi yang diinginkan, apabila ada
kekurangan maka dapat diperbaiki agar fungsi dari alat dapat tercapai.
e) Data adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengukur atau menilai suatu alat
yang telah dibuat apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau tujuan yang ingin
dicapai.
Peralatan yang digunakan pada rancang bangun mesin alat pemompa otomatis
pada sistem pelumasan mesin frais dapat ditunjukan pada Tabel 1.2 berikut.
b)
rpm
Merek : Essen
8 Meter
Jangkauan panjang : 3M/10’
Material : Baja
1 Besi plat
Ketebalan 2 cm
Warna: hijau
5 Tinner Merek : Nippon Paint
Merek :RD-460
6 Elektroda
Ukuran : 4,0
8 Baut ulir st 37
9 Roda -
c)
BAB II
LAPORAN KERJA
2.1 Perencanaan
a) Pengenalan alat
d) Merancang alat bantu pembuka bantalan roller pemeras dengan kebutuhan bahan
e) Menyusun jadwal kerja sebagaimana yang dilakukan pada kegiatan penelitian. Pada
tahapan perencanaan ini dilakukan studi kasus dan studi referensi untuk menunjang
penyelesaian tugas akhir tentang rancang bangun alat bantu pembuka bantalan
roller pemeras departemen HAPL. Selain itu juga dilakukan rencana desain
2.2 Perancangan
Tabel 2. 1
No./Kode G01
komponen G02
Nama Ladaa
Komponen n
sampi
ng
Jumlah 2
No./Kode -
Gambar
No./Kode -
Mesin
Nama Mesin -
No./Kode Besi
Material
Ukuran 805x50x350 mm
Nomor lembar -
Tahapan Wa
proses ktu
No perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan
Al Alat
at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n
u poton ti
g m
menggu tangan t
na kan
gerin
da
tanga
denga
ukura
panja
ng
805 mm
sebanyak
2 buah
Gambar 2. 2
Tabel 2. 2
No./Kode G03
komponen
Komponen
Jumlah 1
No./Kode -
Gambar
No./Kode -
Mesin
Nama Mesin -
No./Kode Besi
Material
Ukuran 600x50x50 mm
Nomor lembar -
Tahapan Wa
proses ktu
No perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan
Al Alat
at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n
u poton ti
g m
menggu tangan t
nakan
gerin
da
tanga
n
denga
ukura
panja
ng
600 mm
sebanyak
1 buah
Gambar 2. 3
Tabel 2. 3
No./Kode G04
komponen
Nama Landasa
Komponen n
bagian
belakan
Jumlah 1
No./Kode -
Gambar
No./Kode -
Mesin
Nama Mesin -
No./Kode Besi
Material
Ukuran 600x80x45 mm
Nomor lembar -
Tahapan Wa
proses ktu
No perkir
Uraian Ketera
aan
proses ngan
Al Alat
at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n
u poton ti
g m
profil U tangan t
menggu
nakan
gerin
da
tanga
denga
ukura
panja
ng
600 mm
sebanyak
1 buah
Gambar 2. 4
Tabel 2. 4
No./Kode G05
komponen G06
Nama Tiang
Komponen utama
Jumlah 2
No./Kode -
Gambar
No./Kode -
Mesin
Nama Mesin -
No./Kode Besi
Material
Ukuran 1000x80x45 mm
Nomor lembar -
Tahapan Wa
proses ktu
No perkir
Uraian Ketera
aan
proses ngan
Al Alat
at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n
u poton ti
g m
profil U tangan t
menggu
na kan
gerin
da
tanga
denga
ukura
panja
ng
1000 mm
sebanyak
2 buah
Gambar 2. 5
Tabel 2. 5
No./Kode G07
komponen
Nama Penutup
Komponen tiang
utama
Jumlah 1
No./Kode -
Gambar
No./Kode -
Mesin
Nama Mesin -
No./Kode Besi
Material
Ukuran 500x80x40 mm
Nomor lembar -
Tahapan Wa
proses ktu
No perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan
Al Alat
at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n
u poton ti
g m
profil U tangan t
menggu
nakan
gerin
da
tanga
denga
ukura
panja
ng
500 mm
sebanyak
1 buah
Gambar 2. 6
Tabel 2. 6
No./Kode G08
komponen
Nama Stan
Komponen dongkra
Jumlah 1
No./Kode -
Gambar
No./Kode -
Mesin
Nama Mesin -
No./Kode Besi
Material
Ukuran 400x475x20 mm
Nomor lembar -
Tahapan Wa
proses ktu
No perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan
Al Alat
at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n
u poton ti
g m
plat t
dengan
ketebala
n 20
mm
menggu
nakan
las oksi
dengan
ukuran
panjang
x lebar
400 x
475 mm
sebanya
k 1 buah
Gambar 2. 7
Tabel 2. 7
No./Kode G09
komponen G10
Nama Lengan
Komponen pembuk
bantala
Jumlah 2
No./Kode -
Gambar
No./Kode -
Mesin
Nama Mesin -
No./Kode Besi
Material
Ukuran 670x125x20 mm
Nomor lembar -
Tahapan Wa
proses ktu
No Perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan
Al Alat
at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n
u poton ti
g m
plat t
dengan
ketebala
n 20
mm
menggu
nakan
las oksi
dengan
ukuran
panjang
x lebar
670 x
125 mm
sebanya
k 2 buah
Gambar 2. 8
Tabel 2. 8
No./Kode G11
komponen
Nama Bagian
Komponen depan
pembuk
Jumlah 1
No./Kode -
Gambar
No./Kode -
Mesin
Nama Mesin -
No./Kode Besi
Material
Ukuran 670x125x20 mm
Nomor lembar -
Tahapan Wa
proses ktu
No perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan
Al Alat
at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n
u poton ti
g m
plat t
dengan
ketebala
n 20
mm
menggu
nakan
las oksi
dengan
ukuran
panjang
x lebar
670x12
5 mm
sebanya
k 1 buah
Tabel 2. 9
No./Kode G09
komponen
Nama Bagian
Komponen depan
pembuk
Jumlah 1
No./Kode -
Gambar
No./Kode -
Mesin
Nama Mesin -
No./Kode Besi
Material
Ukuran 670x125x20 mm
Nomor -
lembar
Tahapan W
proses ak
No tu
Uraian Keteran
perki
proses gan
raan
Alat Alat
dan
Sketsa bantu para Alat Set R
er n
poto ti
ng m
1 Menyam
bung
(G01
- kawat Mesin - meter 10 30
dan
las las 5m men meni
G02)
it t
- topeng Mistar
yang
las siku
sudah
dipotong - sarung
menggu tangan
nakan
las
2 Menyam
bung
(G03)
- kawat Mesin - mistar 10 30
yang
las las siku men meni
sudah
it t
- topeng -
dipotong
las meteran
menggu
nakan
las - apron
3 Menyam
bung
(G04)
- kawat Mesin - mistar 10 30
yang
las las siku men meni
sudah
it t
- topeng -
dipotong
las meteran
menggu
nakan - apron
las
4 Menyam
bung
(G05
- kawat Mesin - 10 30
dan
las las meteran men meni
G06)
it t
-topeng - mistar
yang
las siku
sudah
dipotong - apron
menggu
nakan
las
5 Menyam
bung
(G07)
- kawat Mesin - 20 30
dan las las meteran men meni
membua it t
- topeng - mistar
t lubang las siku
- apron
6 Menyam
bung
(G07)
- kawat Mesin - mistar 10 30
yang
las las siku men meni
sudah
it t
- topeng -
dipotong
las meteran
menggu
nakan - apron
las
7 Menyam
bung
(G08)
- kawaat Mesin - mistar 20 40
yang
las las siku men meni
sudah di
it t
- apron -
potong
meteran
menggu - topeng
nakan las
las
8 Menyam
bung
(G09
nakan
las
9 Menyam
bung
(G11)
- kawat Mesin - mistar 30 40
yang
las las siku men meni
sudah
it t
dipotong - apron -
da dan meteran
- topeng
membua las
t
diameter
setengah
lingkara
menggu
nakan
las
2.3 Perancangan
mencapai suatu tujuan dalam waktu tertentu. Sebelum melakukan suatu pekerjaan maka
Besi yang digunakan pada penelitian ini yaitu material besi yang berbentuk
persegi dengan ukuran 5 × 5 cm. Besi ini dipilih karena sangat kokoh serta memiliki
Besi yang digunakan yaitu material besi yang berbentuk u atau biasa disebut profil
U dengan ukuran 8 × 4 cm. Besi ini di pilih karena kuat dan mudah di dapat.
Dalam penelitian ini material besi yang digunakan yaitu besi plat dengan
Mesin yang ingin digunakan dalam penelitian ini ada 3 yaitu mesin potong oksi,
mesin gerinda tangan, mesin las dan. Mesin ini terdapat di dalam perusahaan IRNC.
2.3.5 Mata Gerinda
Mata gerinda yang digunakan adalah mata gerinda potong dan mata gerinda
penghalus.
Kawat las yang digunakan pada penelitian ini berdiameter 3,6 mm dan 4,0 mm
a) Pemotongan material
Pada proses pembuatan rangka bawah yang pertama harus dilakukan yaitu
pemotongan material besi holo dan UNP, besi yang dipotong memiliki ukuran yang
berbeda-beda. Untuk ukuran Panjang besi holo 805 mm dibutuhkan 2 potong, ukuran
Panjang 600 mm dibutuhkan potong, ukuran panjang besi UNP 600 mm dibutuhkan 1
potong, ukuran Panjang UNP 1000 mm dibutuhkan 2 potong dan ukuran 500 mm
dibutuhkan 1 potong.
(a) (b)
Gambar 2. 9
Gambar 2. 10
Gambar 2. 11
Pada proses pembuatan tracker yang pertama harus dilakukan yaitu pengukuran
setelah itu pemotongan menggunakan oksi, material besi di pakai besi plat ketebalan 2 cm,
besi plat yang dipotong memiliki ukuran yang berbeda-beda. Untuk ukuran yang pertama
panjang 475 mm dan lebar 400 mm dibutuhkan 1 potong, ukuran Panjang 670 mm dan
2.7 Asembly
Gambar 2. 14
Gambar 2. 15
Poros ulir
Gambar 2. 16
Roda naik
turun
Gambar 2. 17
Roda naik
turun
Gambar 2. 18
2.8 Pengujian
melakukan pengujian pada alat yang akan diuji adalah sebagai berikut:
b. Membersihkan alat
Diame Waktu
ter
N (
o. m
1 1 2,5 1400
2 2 4,7 840
3 3 4,7 840
4 4 4,7 840
5 5 4,7 840
6 6 4,7
.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
maka dapat disimpulkan bahwa, alat yang dibuat telah mampu melepas bantalan pada
poros secara horizontal dengan maksimum ukuran lingkaran poros bantalan 300x400 mm
dan maksimum ketinggian 900 mm, serta proses maintenance pelepasan bantalan lebih
mudah, tidak membutuhkan tenaga banyak, safetyi, serta tidak merusak poros dan
bantalan.
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Armfirst, J. G., & Fahruddin, A. (2019). Design of Hydraulic Puller for Releasing
Crankshaft Bearings on Motorcycle. R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal,
4(2), 119–127. [Link]
Eyere, E., Larry, O., & Peter, O. (2018). Development of a Mechanical Puller. 3(7), 284–
289.
Gunawan, Y., Endriatno, N., & Anggara, B. H. (2017). Analisa Pengaruh Pengelasan
Listrik Terhadap Sifat Mekanik Baja Karbon Rendah Dan Baja Karbon Tinggi.
Enthalpy-Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin, 2(1), 1–12.
Hamdani, H. (2020). Desain dan Pembuatan Jig Pelepas Bearing Poros Engkol Sepeda
Motor. Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri …, 3(1), 173–176.
Harsono. (2021). Penyuluhan Dan Pelatihan Teknik Dasar Pengetahuan Mengelas Bagi
Masyarakat Nelayan Kelurahan Marunda Di Lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu
Pelayaran Jakarta. 5(1996), 6.
Indrayadi, M. (2008). STRUKTUR ATAP BAJA RINGAN. Muzayanah, 1–10.
Jabbar, A. (2016). Rancang Bangun Alat Mounting Dan Dismounting. Jurnal Teknologi
Terpadu, 4(2), 84–87. [Link]
Pascal, H., & Prinsip, D. H. (n.d.). Dongkrak Hidrolik.
Pustaka, I. I. T. (2014). Gambar II-1 Design of Mechanical Hydraulic Jack
([Link]). 4–18.
Widodo, E., & Priyambudi, G. D. (2018). Rekayasa Sliding Seat Pada Pompa Observasi
Untuk Efektifitas Laboratorium. Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin, 7(1).
[Link]