0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan81 halaman

Alat Bantu Pembuka Bantalan Roller

Dokumen tersebut membahas tentang rancang bangun alat bantu pembuka bantalan roller pemeras. Alat ini dirancang untuk melepaskan bantalan bearing pada poros pemeras dengan lebih aman dan efisien dibandingkan cara manual. Alat ini terbuat dari besi plat dan dilengkapi pengunci serta dongkrak hidrolik untuk memisahkan bantalan dari poros.

Diunggah oleh

Bang Ded
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan81 halaman

Alat Bantu Pembuka Bantalan Roller

Dokumen tersebut membahas tentang rancang bangun alat bantu pembuka bantalan roller pemeras. Alat ini dirancang untuk melepaskan bantalan bearing pada poros pemeras dengan lebih aman dan efisien dibandingkan cara manual. Alat ini terbuat dari besi plat dan dilengkapi pengunci serta dongkrak hidrolik untuk memisahkan bantalan dari poros.

Diunggah oleh

Bang Ded
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANCANG BANGUN ALAT BANTU PEMBUKA

BANTALAN ROLLER PEMERAS

Oleh :

Julian Nuryadin

D3
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SAMAWA
2022
PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME yang telah memberikan

Rahmat dan Anugerah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan

Tugas Akhir dengan judul “Rancang Bangun Alat Bantu Pembuka Bantalan Roller

Pemeras”. Laporan Tugas Akhir ini dibuat untuk melengkapi Mata Kuliah Tugas Akhir

yang menjadi salah satu syarat kelulusan mahasiswa di Program Studi Teknik Mesin

Universitas Samawa.

Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-

besarnya kepada pihak yang telah memberi dukungan dan bimbingan kepada penulis

sehingga dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini. Diantaranya yang terhormat:

1. Bapak/ibu selaku dosen pembimbing Tugas Akhir penulis yang telah memberikan

banyak ilmu serta bimbinginya dengan ketelitian dari awal hingga akhir proses

penyusunan Tugas Akhir ini.

2. Segenap Dosen Pengajar yang telah memberikan ilmu dan bantuan kepada penulis

selama mengikuti pendidikan.

3. Kedua orangtua, yang telah memberikan kasih sayang, nasehat, selalu memberikan

doa kepada penulis, motivasi dan memberikan semangat kepada penulis,sehingga

penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.

4. Seluruh teman-teman D3 jurusan Teknik Mesin Universitas Samawa. GOOD

LUCK dan TETAP SEMANGAT.

5. Seluruh teman-teman yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu terimakasih

juga karena telah memberikan doa kepada penulis.


Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini baik dalam

teknik penyajian maupun pembahasan. Demi kesempurnaan Laporan Tugas Akhir ini,

saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semoga Laporan

Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Sumbawa, Desember 2022

Penulis
ABSTRAK

Di dunia industri ada banyak macam jenis komponen mesin yang digunakan,

salah satunya adalah bearing. Dimana bearing biasa digunakan sebagai bantalan poros

supaya pada saat perpindahan daya, mengurangi terjadinya kehilangan daya akibat

gesekan. Untuk melepas bearing di sebuah poros dibutuhkan suatu alat, biasanya disebut

tracker.

Tracker yang digunakan di PT. IRNC Departemen HAPL telah mampu melepas

bantalan pada poros namun kurang efisien dan resiko bahayanya masih tinggi. Pada

penelitian ini, telah dibuat alat pelepas bantalan yang mempunyai kelebihan dari alat

pelepas bantalan yang berada di PT. IRNC Departemen HAPL. Alat pelepas bantalan ini

terbuat dari besi plat ST 37 dengan ketebalan 20 mm, di sisi depan alat ini terdapat sebuah

pengunci untuk mencekam bantalan pada poros, dan sebuah dongkrak manual yang berada

di tengah alat akan mendorong poros hingga bearing terlepas. Alat yang dibuat telah

mampu melepas bearing pada poros secara horizontal dengan maksimum ukuran lingkaran

poros bearing 300 x 400 mm dan maksimum ketinggian 900 mm serta proses maintenance

pelepasan bearing lebih mudah dan safety dan tidak merusak bantalan.
DAFTAR ISI

PRAKATA 2

ABSTRAK 3

DAFTAR ISI 4

DAFTAR GAMBAR 5

DAFTAR TABEL 6

BAB 1 7

PENDAHULUAN 7

1.1 Latar Belakang 7

1.2 Tujuan 8

1.3 Ruang Lingkup 8

1.4 Tinjauan Pustaka 8

1.4.1 Puller Bearing 8

1.4.2 Ulir Daya 9

1.4.3 Bantalan/Bearing 9

1.4.4 Roda Karet 5 inch 10

1.4.5 Pengelasan 10

1.4.6 Hidrolik 12

1.4.7 Baja st 37 13

1.4.8 Besi Holo 13


1.4.9 Penelitian yang Relevan 14

1.5 Metodologi 16

1.5.1 Metode Perencanaan 16

1.5.2 Waktu dan Tempat 16

1.5.3 Tahap/Diagram Alir Penelitian 16

1.5.4 Deskripsi Tahap Penelitian 17

1.5.5 Alat dan Bahan 17

BAB 2 20

LAPORAN KERJA 20

2.1 Perencanaan 20

2.2 Perancangan 20

2.2.1 Desain Alat 20

2.2.2 Proses Plan 21

2.2.3 Proses asembly 36

2.3 Perancangan 39

2.3.1 Besi Holo 39

2.3.2 Besi UNP 39

2.3.3 Besi Plat 39

2.3.4 Peralatan Mesin 39

2.3.5 Mata Gerinda 39

2.3.6 Kawat Las 39

2.4 Proses Pembuatan 39


2.4.1 Pembuatan Rangka Bawah dan Tiang Utama 39

2.4.2 Pengelasan Rangka Bawah dan Tiang Utama 40

2.5 Proses Pembuatan Tracker 41

2.5.1 Pengukuran dan Pemotongan 41

2.6 Pengelasan Tarcker 42

2.7 Asembly 42

2.8 Pengujian 44

2.8.1 Standar Operasional Prosedur (SOP) 45

2.8.2 Prosedur Kerja Alat 45

2.8.3 Hasil Uji Coba 45

PENUTUP 46

DAFTAR PUSTAKA 47
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 25

Gambar 2. 2 27

Gambar 2. 3 29

Gambar 2. 4 31

Gambar 2. 5 33

Gambar 2. 6 35

Gambar 2. 7 37

Gambar 2. 8 39

Gambar 2. 9 45

Gambar 2. 10 45

Gambar 2. 11 46

Gambar 2. 12 46

Gambar 2. 13 47

Gambar 2. 14 48

Gambar 2. 15 48

Gambar 2. 16 49

Gambar 2. 17 49

Gambar 2. 18 49
DAFTAR TABEL

Tabel 1. 1 Alat yang digunakan 21

Tabel 2. 1 26

Tabel 2. 2 28

Tabel 2. 3 30

Tabel 2. 4 32

Tabel 2. 5 34

Tabel 2. 6 36

Tabel 2. 7 38

Tabel 2. 8 40

Tabel 2. 9 41

a.
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada saat proses, saat melakukan perbaikan/perawatan, roller pemeras gulungan

baja sudah tidak bisa dipakai lagi karena karet pada roller habis terkikis oleh gulungan

baja. roller pemeras tersebut akan di ganti dengan yang baru,kemudian bantalan bearing

pada roller pemeras yang lama akan dilepas dan dipasang ke roller pemeras baru. Proses

pelepasan bantalan roller pemeras tersebut membutuhkan tenaga yang lebih untuk

membuka, sehingga dibutuhkan alat yang dapat membantu dan meringankan pekerjaan

untuk membuka bantalan roller pemeras tersebut.

Kendala yang dihadapi mekanik saat mengganti bantalan bearing pada poros

pemeras adalah sulitnya melepaskan bearing tersebut. Mekanik biasanya melakukannya

dengan cara memukul menggunakan pelat dan menggunakan palu besar. Melepas bantalan

bearing poros pemeras dengan cara memukul dapat membuat kerusakan pada poros dan

bantalan bearing.

Menurut Arisandi Duddy, (2014), menyebutkan bahwa apabila bearing akan

digunakan lagi setelah pelepasan, maka metode pelepasan harus hati-hati. Suatu hal yang

diperhatikan bahwa alat penarik (tracker) harus mengenai bagian yang akan dilepaskan

untuk menghindari kerusakan pada jalur lintasan elemen gelinding itu sendiri. Adapun alat

bantu yang biasa digunakan untuk proses pelepasan bantalan adalah menggunakan ring

atau pelat rata sejajar, menggunakan sepasang pelat ring belah, menggunakan extraktor

eksternal, menggunakan plat penarik.

Membuat alat pembuka ball bearing dengan hidrolik jack 4 ton. Alat pembuka

ball bearing ini menggunakan sistem hidrolik dengan silinder kerja tunggal dilengkapi

pegas pembalik ram silinder, dengan kapasitas 4 ton, diameter piston pada silinder hidrolik
yang digunakan adalah 50,2 mm dengan diameter batang piston 25mm, panjang batang

penekan 200 mm. Tekanan kerja maksimum 21 MPa, dengan gaya tekan 43.000 N. Alat ini

mampu membuka dan memasang ball bearing dengan diameter ring dalam 50 mm pada

poros standar dengan baik.

Eyere et al., (2018), penarik juga disebut ekstraktor, cukup dapat digunakan untuk

melepaskan komponen yang tersangkut di poros dengan aman. Pengembangan penarik

untuk melepas komponen dari poros dimulai hampir seabad yang lalu.

Berdasarkan berbagai pendapat tersebut dalam tulisan ini penulis ingin

mengurangi tenaga, waktu, dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja pada proses

pembukaan bantalan roller pemeras, oleh karena itu penulis mengambil judul “Rancang

Bangun Alat Bantu Pembuka Bantalan Roller Pemeras” alat ini akan mempercepat dan

mempermudah proses pelepasan. Pada sistem alat ini diterapkan suatu metode yang

bertujuan untuk mempermudah pemakaian dari sistem kerja alat. Metode yang digunakan

adalah metode penekanan yang menggunakan hidrolik, dimana metode tersebut terdapat

suatu fungsi untuk membuka bantalan sehingga bantalan terlepas dari poros.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan penyusunan tugas akhir ini yaitu:

a) Untuk meminimalisir kerusakan pada bantalan poros pemeras.

b) Meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

c) Meringankan dan mengurangi tenaga kerja saat proses pengerjaan.

d) Mempercepat proses pembukaan bantalan

1.3 Ruang Lingkup

Desain dari pembuka bantalan ini memungkinkan bantalan roller pemeras dibuka

dari porosnya secara mudah dan aman, serta merancang alat-alat bantu lainnya. Untuk
membatasi masalah dalam kemampuan alat ini penulis membatasi masalah tersebut

diantaranya:

a) Mendesain alat bantu pembuka bantalan roller pemeras.

b) Memilih dongkrak hidrolik yang diinginkan.

c) Pengujian alat.

d) Pengelasan

e) Mampu membuka bantalan roller pemeras

1.4 Tinjauan Pustaka

1.4.1 Puller Bearing

Puller bearing (tracker) adalah suatu alat bantu yang digunakan untuk melepas

bearing. Pada umumnya tracker memiliki cabang kaki tiga atau lima. Dalam perencanaan

alat bantu ini kami memakai tracker kaki tiga. Prinsip kerja dari tracker adalah ketika

kaki-kaki tracker mencekam bearing, poros berulir yang berada di tengah treker diputar

yang akan mendorong as hingga bearing terlepas.

Gambar 1. 1 puller tracker

(sumber : [Link]
1.4.2 Ulir Daya

Dalam teknik mesin, ulir dibedakan menjadi dua kelompok menurut fungsinya,

yaitu ulir pengikat (Threaded fasteners) dan ulir daya (Power screws). Ulir pengikat

berfungsi untuk menyambung atau mengikat antara dua elemen, contohnya berbagai

macam baut. Ulir daya berfungsi untuk mendapatkan keuntungan mekanik yang besar,

biasanya diterapkan pada dongkrak ulir, klem, mesin pres, ragum, dan sebagainya. Jika

membahas ulir, biasanya dikenal istilah pitch dan kisar (lead). Pitch adalah jarak antara

puncak dengan puncak, sedangkan kisar adalah jarak yang ditempuh mur bila ulir diputar

satu putaran. Dilihat dari banyaknya ulir tiap gang (pitch) maka ulir dapat dibedakan

menjadi ulir tunggal dan ulir ganda. Ulir ganda artinya dalam satu putaran (dari puncak ulir

yang satu ke puncak ulir yang lain) terdapat lebih dari satu ulir, misalnya dua ulir, tiga ulir

dan empat ulir. (Widodo & Priyambudi, 2018).

Gambar 1. 2 ulir daya

(Sumber: [Link]

1.4.3 Bantalan/Bearing

Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga putaran

atau gerakan bolak - baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan panjang umurnya.
Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serea elemen mesin lainnya

bekerja dengan baik. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh

sistem akan menurun atau tidak dapat bekerja secara semestinya. Jadi, bantalan dalam

permesinan dapat disamakan peranannya dengan pondasi pada gedung. (Sularso, 2018).

Gambar 1. 3 bantalan/bearing

1.4.4 Roda Karet 5 inch

Roda karet berukuran 5 inchi (12.5 cm), tinggi keseluruhan 15 cm, ukuran tapak

9.5 cm (P) x 8 cm (L), tebal roda 35 mm, dan beban maksimal 300 kg/set, biasa digunakan

untuk rak etalase, lemari, gerobak, trolly dan lain lain.


Gambar 1. 4 Roda Karet 5 Inchi

([Link]

1.4.5 Pengelasan

Las menurut kamus besar bahasa indonesia (1994) adalah penyambungan besi

dengan cara membakar. Dalam referensi teknis, terdapat beberapa definisi dari las, yakni

sebagai berikut:

Pengelasan listrik gas metal arc (Mig Welding) berdasarkan definisi dari Deutsche

Industrie Normen (DIN) dalam (Gunawan et al., 2017), mendefinisikan bahwa “Las adalah

ikatan yang dilakukan dalam keadaan lumer atau cair”. Sedangkan menurut (Harsono,

2021) mengatakan tentang pengertian mengelas yaitu “Salah satu cara menyambung dua

bagian logam secara permanendengan menggunakan tenaga logam dengan menggunakan

tenaga panas”. Sedangkan Sriwidartho, “Las adalah suatu cara untuk menyambung benda

padat dengan cara mencairkannya melalui pemanasan”.

Dari beberapa pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kerja kerja las

adalah menyambung dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas.

([Link]
a) Tipe-tipe Sambungan Las

1) Lap Joint atau Fillet Joint

b. Single transverse fillet

c. Double transverse fillet

d. Parallel fillet joints

Gambar 1. 5 Sambungan las tipe lap joint atau fillet joint

b. Digunakan untuk pelat dan penumpu yang tidak terputus putus. Kampuh temu

lebih kuat menahan beban statik terutama beban dinamik dibandingkan dengan

kampuh leher. Kekuatan dinamik akan bertambah secara drastis bila kedua

permukaan dari kampuh akar di las dan digerinda searah dengan arah gaya.

Kampuh miring juga lebih kuat menahan beban statik. Sambungan butt joint

terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

2) Butt Joint

a. Square butt joint

b. Single V- butt joint

c. Single U- butt joint

d. Double V- butt joint

e. Double U- butt joint


Gambar 1. 6 Sambungan las tipe butt joint

3) Tipe sambungan lain

a. Corner joint.

b. Edge joint.

c. T-joint.

Gambar 1. 7 sambungan lain

1.4.6 Hidrolik

Dongkrak hidrolik merupakan salah satu aplikasi sederhana dari Hukum Pascal.

Berikut ini prinsip kerja dongkrak hidrolik. Saat penghisap kecil diberi gaya tekan, gaya

tersebut akan diteruskan oleh fluida (minyak) yang terdapat di dalam pompa. Akibatnya,
minyak dalam dongkrak akan menghasilkan gaya angkat pada pengisap besar dan dapat

mengangkat beban di atasnya

Prinsip kerja dongkrak hidrolik adalah dengan memanfaatkan hukum Pascal,

“Tekanan yang diberikan pada suatu fluida dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala

arah sama rata”. Dongkrak hidrolik terdiri dari dua tabung yang berhubungan yang

memiliki diameter yang berbeda ukurannya. Masing-Masing ditutup dan diisi cairan

seperti pelumas (oli dkk). Apabila tabung yang permukaannya kecil ditekan ke bawah,

maka setiap bagian cairan juga ikut tertekan. Besarnya tekanan yang diberikan oleh tabung

yang permukaannya kecil diteruskan ke seluruh bagian cairan. Akibatnya, cairan menekan

pipa yang luas permukaannya lebih besar hingga pipa terdorong ke atas.

Luas permukaan pipa yang ditekan kecil, sehingga gaya yang diperlukan untuk

menekan cairan juga kecil. Tapi karena tekanan (Tekanan= gaya / satuan luas) diteruskan

seluruh bagian cairan, maka gaya yang kecil tadi berubah menjadi sangat besar ketika

cairan menekan ke pipa yang luas permukaannya besar.(Pascal & Prinsip, n.d.)

Gambar 1. 8 pompa hidrolik

([Link]
1.4.7 Baja st 37

Baja karbon rendah (low carbon steel) mempunyai karbon kurang dari 0,30%

sehingga memiliki sifat lunak dan juga memilki kekuatan yang lemah dibandingkan

dengan baja karbon menengah dan baja karbon tinggi akan tetapi baja karbon rendah

memiliki sifat ulet dan tangguh yang sangat baik. Baja karbon rendah memiliki kandungan

karbon yaitu kurang dari 0,30% perlu perlakuan tambahan jika 8 ingin melakukan

modifikasi material atau ingin dilakukan pengerasan material. Pada umumnya baja dengan

kandungan karbon diatas 0,30% bisa langsung dikeraskan, namun untuk kandungan sebuah

karbon dibawah 0,30% melalui proses penambahan karbon terlebih dahulu. Dengan sifat-

sifat yang dimiliki baja karbon rendah, maka baja karbon rendah dapat dipergunakan

sebagai baja-baja plat atau sirip, untuk bahan body kendaraan, untuk konstruksi bangunan

jembatan, untuk dibuat sebagai baut, untuk bahan pipa.

Jenis baja ST 37 merupakan standard penamaan DIN yang berarti baja dengan

kekuatan tarik 37 𝑘𝑔/𝑚𝑚2 , memiliki komposisi 0,17% C, 0,30% Si, 0,2- 0,5% Mn, 0,05%

P , 0,05% S. ST 37 memiliki kekuatan tarik sampai dengan 123.82 HV termasuk kedalam

golongan baja hypoeutectic yang meiliki kandungan struktur mikro ferrite dan pearlite.

Baja ST 37 termasuk kedalam golongan baja karbon rendah dikarenakan kandungan

karbonnya yang hanya 0,17 %.

1.4.8 Besi Holo

Besi hollow memiliki beberapa keunggulanyang membuat jenis besi ini begitu

banyak diminati oleh masyarakat. Beberapa keunggulan besi hollow diantaranya adalah

tahan api, anti rayap, anti karat, proses pemasangan yang cepat, dan harganya cukup

terjangkau. Pemasangan yang lebih cepat tentu akan menghemat biaya tenaga kerja untuk
pemasangan. Selain itu harga besi hollow lebih terjangkau hingga mampu mengurangi

biaya konstruksi (Indrayadi, 2008). Besi hollow sendiri terdiri dari 2 jenis, yakni:

a) Besi hollow kotak Galvanis

Besi hollow jenis ini rentan terhadap korosif terlebih ketika besi terpotong atau

tegesek dengan material lain. Maka dari itu, pada pengaplikasiannya besi

hollow ini memerlukan lapisan anti karat dan jenis cat dengan kualitas baik

agar terhindar dari karat serta tahan terhadap kondisi cuaca yang berubah.

b) Besi hollow Galvalume

Besi hollow kotak galvalume memiliki ketahanan terhadap korosi lebih tinggi

dibandingkan dengan besi hollow kotak galvanis, sehingga mempengaruhi

harganya yang lebih mahal. Ukuran besi hollow kotak untuk rumah minimalis

biasanya tidak telalu besar. Pemilihan besi hollow kotak dapat disesuaikan

dengan fungsi penggunaannya. Studi lebih lanjut tentang material ini juga

menunjukan bahwa besi hollow memenuhi persyaratan kekuatan dan kekakuan

struktur sebagai tiang struktural dan mampu menyanggah struktur atap (ringan

hingga bahan penutup atap genteng tanah liat)

Gambar 1. 9 besi holo


([Link]

1.4.9 Penelitian yang Relevan

No Nama Tahu Judul Hasil Keterangan

Hasil pengujian jig pelepas

bearing menunjukkan

bahwa waktu yang

dibutuhkan untuk

pelepasan bearing tidak


Desain dan

Pembuatan mencapai 10 detik, dengan

Jig Pelepas kondisi poros engkol yang

Bearing masih
(Hamdan
1. 2020 Poros mulus dan baik.
i, 2020)
Engkol Penggunaan jig ini juga
Sepeda dapat meningkatkan
Motor
kenyamanan dan

keselamatan operator pada

saat melepaskan

bearing poros engkol

sepeda motor.

.
Dari hasil pembuatan

rancang bangun alat

mounting dan dismounting

bearing dengan

menggunakan hydraulic

jack disimpulkan bahwa


Rancang
alat mounting dan
Bangun
dismounting bearing dapat
(Jabbar, Alat
memasang dan melepas
2 2016) 2016 Mounting
bearing dengan aman dan
Dan
mudah. Waktu yang
Dismountin
dibutuhkan untuk
g
memasang bearing

(mounting) 50,2 – 67,9

[Link] untuk

melepas

bearing(dismounting)

adalah 71,8-75,8 detik.

3 (Eyere et 2018 Developme

al., 2018) nt of a

Mechanical

Puller
-

Berdasarkan tahap awal di

mulai dari tahap obsrvasi,

Rancang pembuatan desain desain,

Bangun hingga pembuatan tracker

Tracker hidrolik outer bearing

(Armfirst Hidrolik dengan spesifikasi:

& Pelepas menggunakan rangka


4. 2019
Fahruddi Bearing tracker dari baja st dan

n, 2019) Kruk As pencekam tracker bearing

Pada dari bahan stainless steel

Sepeda dengan keseluran dimensi

Motor ukuran lebar 128 mm dan

panjang 454 mm dengan

tebal 57 mm.

Rancang

Bangun alat

Bantu
Agung
5. 2022 Pembuka
Suryanto
Bantalan

Roller

Pemeras
1.5 Metodologi

1.5.1 Metode Perencanaan

Adapun metodologi yang digunakan dalam perancangan dan pembuatan alat

bantu ini adalah sebagai berikut:

a) Metode wawancara

Metode pengumpulan data dengan melakukan konsultasi atau tanya jawab kepada

dosen pembimbing atau dengan pembimbing industri disaat magang industri serta

seluruh pihak yang memahami tentang perencanaan dan pembuatan alat bantu ini.

b) Metode kepustakaan

Metode pengumpulan data dengan mencari materi dari buku buku terkait maupun

browsing di internet atau dengan sumber lainnya yang menyangkut dengan alat

yang akan dibuat.

c) Metode observasi

Metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung

kelapangan pada saat magang industri.

1.5.2 Waktu dan Tempat

Penelitian ini akan dilaksanakan selama 1 semester (semester 6) yang dimulai

sejak bulan Maret s.d Agustus 2022, bertempat di [Link], dan Teknik Perawatan Mesin

Politeknik Industri Logam Morowali


1.5.3 Tahap/Diagram Alir Penelitian

Adapun proses perencanaan yang dilakukan dalam proses pembuatan rancang

bangun alat bantu pembuka bantalan roller pemeras adalah sebagai berikut:

Mulai

Perencanaan
pembuatan alat

Perancangan/desain alat

Pembuatan alat

TIDAK

Uji Coba
Mesin

YA

Hasil

Laporan

Selesai

Gambar 1. 1
1.5.4 Deskripsi Tahap Penelitian

a) berisi tentang pengenalan alat yang akan dibuat dan mencari masalah atau kasus

yang terkait serta mencari referensi teori yang relevan dengan Perencanaan kasus

guna menambah wawasan mengenai alat yang akan dibuat.

b) Perancangan alat (desain) yaitu mendesain alat dalam sebuah gambaran atau

sketsa komponen-komponen hingga menjadi sebuah alat yang diinginkan.

c) Pembuatan alat yaitu tahap proses pembuatan rangka, dan memasang komponen-

komponen pada rangka menjadi sebuah alat yang telah direncanakan.

d) Uji kelayakan berisi tentang pengujian alat yang sudah jadi untuk mengetahui

apakah alat tersebut sudah sesuai dengan fungsi yang diinginkan, apabila ada

kekurangan maka dapat diperbaiki agar fungsi dari alat dapat tercapai.

e) Data adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengukur atau menilai suatu alat

yang telah dibuat apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau tujuan yang ingin

dicapai.

f) Laporan merupakan bagian yang berisi data-data hasil pengujian.


1.5.5 Alat dan Bahan

Peralatan yang digunakan pada rancang bangun mesin alat pemompa otomatis

pada sistem pelumasan mesin frais dapat ditunjukan pada Tabel 1.2 berikut.

Tabel 1. 1 Alat yang digunakan

No Alat Spesifikasi Gambar

b)

Mesin Las busur


1 Project 1600
SMAW

Daya Listrik : 450 Watt

Ukuran Batu : 4” / 100 mm

2 Gerinda Ukuran spindel : M10x1.5

Kecepatan Tanpa beban : 12000

rpm

Tabung oksi dan


3
asetelin

4 Kacamata Bahan plastik


5 Sarung Tangan Bahan kain tebal

6 Mistar Siku Jangkauan 21 cm

7 Palu Jenis : Palu besi

Merek : Essen
8 Meter
Jangkauan panjang : 3M/10’

No Bahan Spesifikasi Gambar

Material : Baja
1 Besi plat
Ketebalan 2 cm

Material : Besi Hollow


2 Besi hollow
Ukuran : 5cm x 5cm

3 Besi profil U Material : Besi profil U

Ukuran : 8cm x 5cm

4 Cat Merek : Nippon Paint

Warna: hijau
5 Tinner Merek : Nippon Paint

Merek :RD-460
6 Elektroda
Ukuran : 4,0

Batu Gerinda Slep 4" WIPRO -

untuk metal - ukuran 100 mm x 6


7 Mata gerinda
mm x 16 mm - max 15000 RPM
potong
60m/s

8 Baut ulir st 37

9 Roda -

c)

10 Tuas naik turun -


d)

BAB II

LAPORAN KERJA

2.1 Perencanaan

Perencanaan tahapan proses perencanaan meliputi penetapan target dan tujuan,

identifikasi kemudahan dan hambatan serta pengembangan rencana atau rangkaian

kegiatan untuk mencapai tujuan.

a) Pengenalan alat

a. Mencari referensi yang berhubungan dengan pembuka bearing dan

permasalahan mengenai pembuka bearing

b) Kemudahan dan hambatan

a. Peralatan dan bahan baku untuk kerangka mudah diperoleh.

c) Rangkaian kegiatan pencapaian tujuan

d) Merancang alat bantu pembuka bantalan roller pemeras dengan kebutuhan bahan

dan alat yang efisien/ekonomis.

e) Menyusun jadwal kerja sebagaimana yang dilakukan pada kegiatan penelitian. Pada

tahapan perencanaan ini dilakukan studi kasus dan studi referensi untuk menunjang

penyelesaian tugas akhir tentang rancang bangun alat bantu pembuka bantalan
roller pemeras departemen HAPL. Selain itu juga dilakukan rencana desain

kebutuhan alat dan bahan serta jadwal penyelesain.

f) Pada proses perencanaan ini, mengetahui hasil uji coba alat.

2.2 Perancangan

Dalam perencanaan terdapat tahapan-tahapan dilakukan yaitu desain alat dan

proses plan, sebagai berikut:

2.2.1 Desain Alat

Sebelum melakukan sebuah perencanaan penulis terlebih dahulu membuat desain

alat yang akan dibuat, sebagai berikut:


2.2.2 Proses Plan
Gambar 2. 1

Tabel 2. 1

No./Kode G01

komponen G02

Nama Ladaa

Komponen n

sampi

ng

Jumlah 2

No./Kode -

Gambar

No./Kode -

Mesin

Nama Mesin -

No./Kode Besi

Material

Ukuran 805x50x350 mm

Nomor lembar -
Tahapan Wa

proses ktu

No perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan

Al Alat

at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n

u poton ti

g m

1 Memoto kapur Mesin Meteran 5 30

ng besi gerinda 5m menit meni

menggu tangan t

na kan

gerin
da

tanga

denga

ukura

panja

ng

805 mm

sebanyak

2 buah
Gambar 2. 2

Tabel 2. 2

No./Kode G03

komponen

Nama Landasan tengah

Komponen

Jumlah 1

No./Kode -

Gambar

No./Kode -

Mesin

Nama Mesin -

No./Kode Besi

Material

Ukuran 600x50x50 mm

Nomor lembar -
Tahapan Wa

proses ktu

No perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan

Al Alat

at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n

u poton ti

g m

1 Memoto kapur Mesin Meteran 5 30

ng besi gerinda 5m menit meni

menggu tangan t

nakan

gerin

da

tanga
n

denga

ukura

panja

ng

600 mm

sebanyak

1 buah
Gambar 2. 3
Tabel 2. 3

No./Kode G04

komponen

Nama Landasa

Komponen n

bagian

belakan

Jumlah 1

No./Kode -

Gambar

No./Kode -

Mesin

Nama Mesin -

No./Kode Besi

Material

Ukuran 600x80x45 mm

Nomor lembar -
Tahapan Wa

proses ktu

No perkir
Uraian Ketera
aan
proses ngan

Al Alat

at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n

u poton ti

g m

1 Memoto kapur Mesin Meteran 5 30

ng besi gerinda 5m menit meni

profil U tangan t

menggu

nakan

gerin

da
tanga

denga

ukura

panja

ng

600 mm

sebanyak

1 buah
Gambar 2. 4
Tabel 2. 4

No./Kode G05

komponen G06

Nama Tiang

Komponen utama

Jumlah 2

No./Kode -

Gambar

No./Kode -

Mesin

Nama Mesin -

No./Kode Besi

Material

Ukuran 1000x80x45 mm

Nomor lembar -
Tahapan Wa

proses ktu

No perkir
Uraian Ketera
aan
proses ngan

Al Alat

at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n

u poton ti

g m

1 Memoto kapur Mesin Meteran 5 30

ng besi gerinda 5m menit meni

profil U tangan t

menggu

na kan

gerin

da
tanga

denga

ukura

panja

ng

1000 mm

sebanyak

2 buah
Gambar 2. 5
Tabel 2. 5

No./Kode G07

komponen

Nama Penutup

Komponen tiang

utama

Jumlah 1

No./Kode -

Gambar

No./Kode -

Mesin

Nama Mesin -

No./Kode Besi

Material

Ukuran 500x80x40 mm

Nomor lembar -
Tahapan Wa

proses ktu

No perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan

Al Alat

at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n

u poton ti

g m

1 Memoto kapur Mesin Meteran 5 30

ng besi gerinda 5m menit meni

profil U tangan t

menggu

nakan

gerin

da
tanga

denga

ukura

panja

ng

500 mm

sebanyak

1 buah
Gambar 2. 6
Tabel 2. 6

No./Kode G08

komponen

Nama Stan

Komponen dongkra

Jumlah 1

No./Kode -

Gambar

No./Kode -

Mesin

Nama Mesin -

No./Kode Besi

Material

Ukuran 400x475x20 mm

Nomor lembar -
Tahapan Wa

proses ktu

No perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan

Al Alat

at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n

u poton ti

g m

1 Memoto kapur Oksi Meteran 10 30

ng besi asetelin 5m menit meni

plat t

dengan

ketebala

n 20

mm
menggu

nakan

las oksi

dengan

ukuran

panjang

x lebar

400 x

475 mm

sebanya

k 1 buah
Gambar 2. 7
Tabel 2. 7

No./Kode G09

komponen G10

Nama Lengan

Komponen pembuk

bantala

Jumlah 2

No./Kode -

Gambar

No./Kode -

Mesin

Nama Mesin -

No./Kode Besi

Material

Ukuran 670x125x20 mm

Nomor lembar -
Tahapan Wa

proses ktu

No Perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan

Al Alat

at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n

u poton ti

g m

1 Memoto kapur Oksi Meteran 10 30

ng besi asetelin 5m menit meni

plat t

dengan

ketebala

n 20

mm
menggu

nakan

las oksi

dengan

ukuran

panjang

x lebar

670 x

125 mm

sebanya

k 2 buah
Gambar 2. 8
Tabel 2. 8

No./Kode G11

komponen

Nama Bagian

Komponen depan

pembuk

Jumlah 1

No./Kode -

Gambar

No./Kode -

Mesin

Nama Mesin -

No./Kode Besi

Material

Ukuran 670x125x20 mm

Nomor lembar -
Tahapan Wa

proses ktu

No perkir
Uraian Keteran
aan
proses gan

Al Alat

at dan R
Sketsa Alat Set
ba para u
proses ukur up
nt meter n

u poton ti

g m

1 Memoto kapur Oksi Meteran 10 30

ng besi asetelin 5m menit meni

plat t

dengan

ketebala

n 20

mm
menggu

nakan

las oksi

dengan

ukuran

panjang

x lebar

670x12

5 mm

sebanya

k 1 buah

Tabel 2. 9

No./Kode G09

komponen

Nama Bagian

Komponen depan

pembuk

Jumlah 1

No./Kode -

Gambar

No./Kode -
Mesin

Nama Mesin -

No./Kode Besi

Material

Ukuran 670x125x20 mm

Nomor -

lembar

Tahapan W

proses ak

No tu
Uraian Keteran
perki
proses gan
raan

Alat Alat

dan
Sketsa bantu para Alat Set R

proses met ukur up u

er n

poto ti

ng m

1 Menyam

bung

(G01
- kawat Mesin - meter 10 30
dan
las las 5m men meni
G02)
it t
- topeng Mistar
yang
las siku
sudah

dipotong - sarung

menggu tangan

nakan

las

2 Menyam

bung

(G03)
- kawat Mesin - mistar 10 30
yang
las las siku men meni
sudah
it t
- topeng -
dipotong
las meteran
menggu

nakan
las - apron

3 Menyam

bung

(G04)
- kawat Mesin - mistar 10 30
yang
las las siku men meni
sudah
it t
- topeng -
dipotong
las meteran
menggu

nakan - apron

las

4 Menyam

bung

(G05
- kawat Mesin - 10 30
dan
las las meteran men meni
G06)
it t
-topeng - mistar
yang
las siku
sudah

dipotong - apron

menggu

nakan

las

5 Menyam

bung

(G07)
- kawat Mesin - 20 30
dan las las meteran men meni

membua it t
- topeng - mistar
t lubang las siku

- apron

6 Menyam

bung

(G07)
- kawat Mesin - mistar 10 30
yang
las las siku men meni
sudah
it t
- topeng -
dipotong
las meteran
menggu

nakan - apron

las

7 Menyam

bung

(G08)
- kawaat Mesin - mistar 20 40
yang
las las siku men meni
sudah di
it t
- apron -
potong
meteran
menggu - topeng

nakan las

las

8 Menyam

bung
(G09

dan - kawat Mesin - mistar 20 40


G10) las las siku men meni
yang it t
- apron -
sudah
meteran
- topeng
dipotong
las
menggu

nakan

las

9 Menyam

bung

(G11)
- kawat Mesin - mistar 30 40
yang
las las siku men meni
sudah
it t
dipotong - apron -

da dan meteran
- topeng
membua las
t

diameter

setengah

lingkara

menggu

nakan

las
2.3 Perancangan

Perancangan merupakan bentuk kegiatan yang sudah dikoordinasikan untuk

mencapai suatu tujuan dalam waktu tertentu. Sebelum melakukan suatu pekerjaan maka

harus mempersiapkan hal-hal yang harus dipersiapkan.

2.3.1 Besi Holo

Besi yang digunakan pada penelitian ini yaitu material besi yang berbentuk

persegi dengan ukuran 5 × 5 cm. Besi ini dipilih karena sangat kokoh serta memiliki

ketahanan yang kuat serta mudah untuk didapat.

2.3.2 Besi UNP

Besi yang digunakan yaitu material besi yang berbentuk u atau biasa disebut profil

U dengan ukuran 8 × 4 cm. Besi ini di pilih karena kuat dan mudah di dapat.

2.3.3 Besi Plat

Dalam penelitian ini material besi yang digunakan yaitu besi plat dengan

ketebalan 2 cm. Besi plat ini mudah di dapat

2.3.4 Peralatan Mesin

Mesin yang ingin digunakan dalam penelitian ini ada 3 yaitu mesin potong oksi,

mesin gerinda tangan, mesin las dan. Mesin ini terdapat di dalam perusahaan IRNC.
2.3.5 Mata Gerinda

Mata gerinda yang digunakan adalah mata gerinda potong dan mata gerinda

penghalus.

2.3.6 Kawat Las

Kawat las yang digunakan pada penelitian ini berdiameter 3,6 mm dan 4,0 mm

dikarenakan material yang ingin dilas tebal.

2.4 Proses Pembuatan

Setelah dilakukan perancangan dan perencanaan yang sesuai maka tahap

selanjutnya adalah proses pembuatan.

2.4.1 Pembuatan Rangka Bawah dan Tiang Utama

a) Pemotongan material

Pada proses pembuatan rangka bawah yang pertama harus dilakukan yaitu

pemotongan material besi holo dan UNP, besi yang dipotong memiliki ukuran yang

berbeda-beda. Untuk ukuran Panjang besi holo 805 mm dibutuhkan 2 potong, ukuran

Panjang 600 mm dibutuhkan potong, ukuran panjang besi UNP 600 mm dibutuhkan 1

potong, ukuran Panjang UNP 1000 mm dibutuhkan 2 potong dan ukuran 500 mm

dibutuhkan 1 potong.
(a) (b)

Gambar 2. 9

2.4.2 Pengelasan Rangka Bawah dan Tiang Utama

Pengelasan dilakukan apabila proses pemotongan sudah selesai dilakukan dengan

ukuran yang sudah ditentukan. Proses pengelasan dilakukan untuk menyambungkan

material yang sudah terpotong menjadi satu membentuk suatu kerangka.

Gambar 2. 10
Gambar 2. 11

2.5 Proses Pembuatan Tracker

2.5.1 Pengukuran dan Pemotongan

Pada proses pembuatan tracker yang pertama harus dilakukan yaitu pengukuran

setelah itu pemotongan menggunakan oksi, material besi di pakai besi plat ketebalan 2 cm,

besi plat yang dipotong memiliki ukuran yang berbeda-beda. Untuk ukuran yang pertama

panjang 475 mm dan lebar 400 mm dibutuhkan 1 potong, ukuran Panjang 670 mm dan

lebar 125 dibutuhkan 2 potong, ukuran Panjang 475 mm dibutuhkan 1 potong.


Gambar 2. 12

2.6 Pengelasan Tarcker

Setelah bahan di potong menggunakan las oksi selanjutnya menyatukan bahan-

bahan yang sudah dipotong menggunakan las SMAW.


Gambar 2. 13

2.7 Asembly

Dalam proses amsembly yang dilakukan dalam pembuatan ialah:

a) Langkah pertama melakukan penyambungan pengelasan antara landasan

dengan tiang utama.

e) Melakukan pengelasan penahan tiang utama.

f) Selanjutnya memasukkan pembuka bantalan/tracker.

g) Mengelas bearing ke pembuka bantalan/tracker sebagai roda, agar mudah

bergerak ketika di naik, turunkan.

h) Mengelas poros ulir agar pembuka bantalan/tracker bisa naik, turun.

i) Memasang tuas pemutar ke poros ulir agar mudah di putar.

j) Selanjutnya memasang dan mengelas roda pada landasan.


Tiang utama

Gambar 2. 14

Dudukan Penahan tiang


dongkrak utama

Gambar 2. 15
Poros ulir

Gambar 2. 16

Roda naik
turun

Gambar 2. 17
Roda naik
turun

Gambar 2. 18
2.8 Pengujian

2.8.1 Standar Operasional Prosedur (SOP)

Adapun standar operasional prosedur (SOP) yang harus diperhatikan sebelum

melakukan pengujian pada alat yang akan diuji adalah sebagai berikut:

1) Sebelum uji coba

a. Pastikan alat dalam kondisi baik untuk digunakan.

b. Menggunakan atribut k3.

2) Saat uji coba

a. Menyiapkan alat dan bahan saat melakukan pengujian.

b. Buka pin pengancing yang ada di roller pemeras.

c. Selanjutnya memasang alat di roller yang akan di uji.

d. Melakukan langkah-langkah prosses pengujian

3) Setelah uji coba

a. Memastikan alat dalam keadaan baik

b. Membersihkan alat

2.8.2 Prosedur Kerja Alat

1) Putar tuas pengangkat untuk menaikan pembuka bantalan/tracker

2) Pasang pembuka bantalan/tracker di bantalan yang akan di buka

3) Pasang dongkrak di pembuka bantala/tracker

4) Setelah terpasang buka dengan dongkrak di lakukan secara manual

2.8.3 Hasil Uji Coba

Diame Waktu

ter
N (

o. m

1 1 2,5 1400

2 2 4,7 840

3 3 4,7 840

4 4 4,7 840

5 5 4,7 840

6 6 4,7

.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Setelah melakukan tahap perencanaan, perancangan, pembuatan dan uji coba

maka dapat disimpulkan bahwa, alat yang dibuat telah mampu melepas bantalan pada

poros secara horizontal dengan maksimum ukuran lingkaran poros bantalan 300x400 mm

dan maksimum ketinggian 900 mm, serta proses maintenance pelepasan bantalan lebih

mudah, tidak membutuhkan tenaga banyak, safetyi, serta tidak merusak poros dan

bantalan.

3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

Armfirst, J. G., & Fahruddin, A. (2019). Design of Hydraulic Puller for Releasing
Crankshaft Bearings on Motorcycle. R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal,
4(2), 119–127. [Link]
Eyere, E., Larry, O., & Peter, O. (2018). Development of a Mechanical Puller. 3(7), 284–
289.
Gunawan, Y., Endriatno, N., & Anggara, B. H. (2017). Analisa Pengaruh Pengelasan
Listrik Terhadap Sifat Mekanik Baja Karbon Rendah Dan Baja Karbon Tinggi.
Enthalpy-Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin, 2(1), 1–12.
Hamdani, H. (2020). Desain dan Pembuatan Jig Pelepas Bearing Poros Engkol Sepeda
Motor. Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri …, 3(1), 173–176.
Harsono. (2021). Penyuluhan Dan Pelatihan Teknik Dasar Pengetahuan Mengelas Bagi
Masyarakat Nelayan Kelurahan Marunda Di Lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu
Pelayaran Jakarta. 5(1996), 6.
Indrayadi, M. (2008). STRUKTUR ATAP BAJA RINGAN. Muzayanah, 1–10.
Jabbar, A. (2016). Rancang Bangun Alat Mounting Dan Dismounting. Jurnal Teknologi
Terpadu, 4(2), 84–87. [Link]
Pascal, H., & Prinsip, D. H. (n.d.). Dongkrak Hidrolik.
Pustaka, I. I. T. (2014). Gambar II-1 Design of Mechanical Hydraulic Jack
([Link]). 4–18.
Widodo, E., & Priyambudi, G. D. (2018). Rekayasa Sliding Seat Pada Pompa Observasi
Untuk Efektifitas Laboratorium. Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin, 7(1).
[Link]

Anda mungkin juga menyukai