Panduan Instalasi Linux di VirtualBox
Panduan Instalasi Linux di VirtualBox
MODUL 1
Pengenalan Linux dan Virtual Box
Tujuan Praktikum
Untuk memahami VirtualBox beserta Instalasinya
Untuk memahami sistem Operasi Linux
Untuk mengetahui distro Linux Ubuntu
Teknik Informatika
Fungsi ini sangat penting jika seseorang ingin melakukan ujicoba dan simulasi
instalasi suatu sistem tanpa harus kehilangan sistem yang ada. Aplikasi dengan fungsi sejenis
VirtualBox lainnya adalah VMware dan Microsoft Virtual PC.
Sistem operasi yang dapat menjalankannya antara lain Linux, Mac OS X, Windows
XP, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, Solaris, dan OpenSolaris.
3. 2 Linux
Nama "Linux" berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh
Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem
operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah
dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.
Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh
perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell,
Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem
operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop,
superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video
seperti
PlayStation 2,
PlayStation 3 dan XBox,
telepon genggam dan router.
Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian dan
didistribusikan sebagai perangkat lunak bebas. Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika
Selatan yang berarti "kemanusiaan kepada sesama". Ubuntu dirancang untuk kepentingan
penggunaan pribadi, namun versi server Ubuntu juga tersedia, dan telah dipakai secara luas.
Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd. yang merupakan sebuah
perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Tujuan dari
distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam filosofi
Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis
Linux, tersedia secara bebas, dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas
maupun tenaga ahli profesional.
Sedangkan sejarah daftar versi-versi untuk distro ubuntu sendiri sudah cukup banyak,
(bisa dilihat di tabel berikut):
3. Percobaan Praktikum
1) Siapkan ISO untuk distro Linux Ubuntu
2) Siapkan file master Oracle VM VirtualBox
4 ) Centang Create a shortcut (opsional / tidak diharuskan). Klik Next pada tampilan
Custom Setup Oracle VM VirtualBox,
5 ) Klik Yes pada tampilan Warning : Network Interfaces pada Oracle VM
VirtualBox,
6 ) Klik Install pada tampilan Ready to Install Oracle VM VirtualBox ( memulai
proses instalasi ),
7 ) Pilih always trust software from “Oracle Corporation” . Klik Install pada tampilan
Would you like to install this device software Oracle VM VirtualBox,
8 ) Tunggu proses instalasi Oracle VM VirtualBox 4.1.8 selesai,
9 ) Centang "Start Oracle VM..." dan klik finish untuk langsung membuka aplikasi
VM VirtualBox.
3 ) Pada jendela “Create Virtual Machine”, Isilah kolom nama, type dan version
seperti berikut :
a. Name : Ubuntu 12.04 – [Nim Anda]
b. Type : Linux
c. Version : Ubuntu
d. Klik Next
4 ) Pada jendela selanjutnya, kita akan mengatur ukuran RAM virtual untuk mesin
VirtualBox, sesuaikan dengan spesifikasi PC laboratorium.
a. [Setting jangan melampui warna hijau]
b. Klik Next
5 ) Kemudian pada jendela Harddrive pilih “Create a Virtual Hard Drive Now”, klik
“Create”
6 ) Selanjutnya, pada jendela Hard drive File Type, pilih jenis harddisk bertipe VDI
(VirtualBox Disk Image), klik Next
MODUL 2
Instalasi Linux pada VirtualBox
Tujuan Praktikum
Untuk memahami instalasi Ubuntu di VirtualBox
Untuk mengetahui proses yang berjalan selama instalasi Ubuntu
Teknik Informatika
3 ) Untuk memilih file ISO yang telah kita siapkan sebelumnya, Klik button “Choose
a virtual disk file” berbentuk icon , dan Browse file ISO tersebut.
4 ) Jika file ISO sudah siap, klik tombol Start, dan akan muncul booting Ubuntu
12.04, tunggulah hingga option instalasi terload dengan sempurna. Seperti
tampilan berikut :
5 ) Pada tampilan di atas, pilih bahasa ke “English” dan klik “Install Ubuntu”.
6 ) Pastikanlah keadaan VirtualMachine anda seperti gambar berikut ini, lalu klik
continue.
7 ) Pada jendela selanjutnya yaitu “Instalation Type”, pilihlah “something else” untuk
mengatur secara manual tipe instalasi Linux Ubuntu kita, lalu klik continue
8 ) Setelah itu, akan terlihat daftar kondisi harddisk. Selanjutnya aturlah partisi pada
Ubuntu, dengan melakukan klik pada tombol New Partition Table
10 ) Selanjutnya akan tampil partisi yang masih kosong beserta dengan ukurannya.
Pilih partisi tersebut, dan Klik tombol Add
11 ) Buatlah partisi awal, sekitar 5 GB yang nanti akan digunakan untuk sistem dasar
dengan Mount Point : ‘ / ’ (Slash). Yang terpenting dalam pembuatan partisi
adalah sesuaikan dengan tipe partisi (ext3), ukuran partisi, dan titik mount-nya,
seperti pada gambar dibawah ini.
12 ) Lalu buatlah partisi untuk swap area. Swap ini digunakan sebagai virtual
memori. Set swap area seperti pada gambar di bawah ini:
13 ) Kemudian buatlah partisi baru dengan Mount Point di /home. Partisi ini
akan menyimpan data-data dokumen utama yang dibuat oleh pengguna.
14 ) Jika pembuatan partisi telah selesai, maka akan tampak sebagai daftar seperti
pada tampilan berikut, kemudian lalu klik Install Now. (Usahakan cek terlebih
dahulu masing-masing partisi tersebut)
15 ) Pada saat proses instalasi berlangsung, kita akan diminta untuk memasukkan
data-data seperti “Where Are You”, lalu klik continue.
16 ) Pilih keyboard layout, pilih jenis English US dan klik Continue.
17 ) Masukkan Username, kemudian nama yang ingin digunakan untuk login, dan
isikan password. selanjutnya klik Continue
18 ) Lalu akan muncul tampilan seperti berikut, biarkan hingga proses selesai.
19 ) Setelah proses instalasi selesai, kita diharuskan melakukan reboot agar sistem
dapat digunakan. Klik Restart Now
20 ) Selanjutnya boot ulang dan masuklah sistem Ubuntu baru pada mesin Virtual
Tersebut. Login ke desktop dengan menggunakan username dan password yang
telah dibuat sebelumnya.
21 ) Happy, Linux ! ^_^
3. Tugas dan Latihan
1) Sebutkan (minimal 3) distro Linux selain Ubuntu yang telah kita install di atas !
Berikan sedikit penjelasan mengenai distro tersebut disertai screenshoot tampilan
distro ! (Buka [Link])
2) Pada jendela Create New Partition instalasi ubuntu, terdapat 2 tipe partisi yaitu
Primary dan Logical ! Berikanlah penjelasan mengenai kedua tipe partisi tersebut
!
3) Apa yang dimaksud dengan SWAP Area ? Berikanlah penjelasan secara detail !
PRAKTIKUM SISTEM OPERASI
MODUL 3
Perintah Dasar dan Direktori Linux
Tujuan Praktikum
Untuk memahami perintah-perintah dasar Linux melalui Terminal
Untuk mengenal format instruksi Linux
Menggunakan beberapa utilitas dasar di Terminal Linux
Memahami direktori di dalam sistem Linux
Teknik Informatika
1) Dasar Teori
Direktori Linux
Linux memiliki sistem file dan folder yang terletak di dalam /root, folder-folder
tersebut diantaranya adalah :
Perintah Dasar Linux
Pada dasarnya, setiap pemakai LINUX harus mempunyai nama login (user account)
yang sebelumnya harus didaftarkan pada administrator system. dan umumnya dalam huruf
kecil. Prompt dari shell bash pada LINUX menggunakan tanda “$”. Berikut adalah sesi
umum yang dipakai saat user atau root bekerja di sistem terminal :
Contoh sederhana :
$ ls
(Perintah ini tanpa menggunakan pilihan dan argumen tetap akan keluar sebuah hasil)
$ mkdir folder
(mkdir adalah perintah di terminal untuk membuat folder, dan folder adalah argumen)
$ mkdir –v folder
(mkdir dapat menangani dua argumen sekaligus yaitu folder1 dan folder2)
Berikut adalah beberapa perintah dasar pada Linux untuk penanganan file maupun
folder :
$ ls
Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linux perintah “dir” hanya berupa alias dari
perintah “ls”. Untuk perintah “ls” sendiri sering dibuatkan alias “ls –color”, agar pada
waktu di “ls” ditampilkan warna-warna sesuai dengan file-filenya, biasanya hijau
untuk execute, dsb.
$ ls -al
Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden + attribute/permission
filenya , lalu ditampilkan layar perlayar.
$ cd [nama-direktori]
$ cp [nama-file] [tujuan]
cp atau copy digunakan untuk mengcopy sebuah file atau folder. contohnya : cp
/home/data/[Link] /home/data/penting/. Maksudnya kita disini melakukan
copy pada [Link] kedalam folder Penting yang ada di dalam folder Data
$ mv [file/folder] [tujuan]
$ rm [nama-file]
$ mkdir directory
Membuat direktori baru. contoh mkdir folderbaru. Ini berarti kita telah membuat
folder baru di desktop dengan nama folderbaru.
2) Percobaan Praktikum
1) Siapkan ISO untuk distro Linux Ubuntu
2) Siapkan ruang VirtualBox yang telah dibuat sebelumnya
$ pwd <enter>
$ ls –l <enter>
$ ls –al <enter>
$ cd <enter>
$ ls <enter>
$ cd data <enter>
$ cd data-dokumen <enter>
<tekan ctrl+C>
5 ) Dalam perintah di atas, kita baru saja membuat folder bernama “data-dokumen"
dan “data-penting” serta file [Link] yang dibuat didalam data-dokumen.
6 ) Selanjutnya silahkan cek menggunakan Nautilus (Explorer Ubuntu), dan pastikan
folder beserta file yang baru saja dibuat telah ter-create.
7 ) Perintah selanjutnya adalah melakukan copy paste file yang telah dibuat ke dalam
suatu folder lain. Jalankan perintah berikut :
$ ls <enter>
$ cd data-dokumen <enter>
$ cd .. <enter>
$ cd data-penting <enter>
$ ls <enter>
$ cd data-dokumen <enter>
$ ls <enter>
$ rm [nama-anda].txt <enter>
$ ls
10 ) Cek kembali melalui Nautilus, apakah file [nama-anda].txt di dalam folder
“data-dokumen” sudah terhapus.
MODUL 4
Input Output (Redirection / Pipeline)
Tujuan Praktikum
Untuk memahami perintah dasar input output
Untuk memahami standar I/O pada terminal
Untuk memahami konsep dasar Pipeline (pipa)
Teknik Informatika
INPUT
PROSES
OUTPUT
Command atau instruksi yang ada pada Terminal Linux melalui Shell
merupakan sebuah eksekusi program atau pada gambar diatas yang disebut dengan
Proses.
Pada saat instruksi dimasukkan, maka Kernel Linux akan membuat sebuah
alur kerja atau proses dengan memberikan nomor PID (Process Identity). Proses
dalam Linux selalu membutuhkan Input dan menghasilkan suatu keluaran (output).
Pada proses yang ada di terminal, terdapat dua jenis proses yang sudah tidak asing
lagi, yaitu :
Redirection (Pembelokan)
Redirection dilakukan untuk standard input, output dan error, yaitu untuk
mengalihkan file descriptor input dari 0, 1 dan 2. Simbol untuk pembelokan adalah
tanda ‘<’ untuk input dan tanda ‘>’ untuk output.
Pipeline (Mekanisme Pipa)
Seperti pada umumnya, yang dinamakan pipa adalah sebagai alat penghubung
sebuah komunikasi antar benda. Maka dalam Linux, mekanisme pipa digunakan
sebagai alat komunikasi antar proses.
Mekanisme pipeline digunakan untuk menghubungkan atau menggabungkan
dua perintah dalam terminal Linux. Penghubung perintah tersebut menggunakan tanda
‘|’, (tanda tanda petik).
2. Percobaan Praktikum
a) Siapkan virtualMachine Ubuntu
b) Terminal ubuntu
MODUL 5
Manajemen User dan Group
Tujuan Praktikum
Untuk memahami manajemen user dan group
Teknik Informatika
Berikut adalah penjelasan beberapa file di dalam folder sistem /etc/ di dalam sistem Linux
atau Ubuntu pada khususnya :
/etc/passwd berisi daftar user yang dipisahkan dengan baris. Setiap baris berisi
informasi mengenai :
- Jika suatu saat pada perintah terminal $ nano /etc/passwd dan muncul baris yang
mirip seperti ini :
ossula:x:1001:1001:ossula:/home/ossula:/bin/bash
Maka, baris di atas menunjukkan user ossula mempunyai shadow password, UID dan
GID nya 1001. User root mempunyai home directory /home/ossula dan menggunakan
shell /bin/bash.
2) /etc/group (informasi group untuk user)
/etc/group berisi daftar group yang dipisahkan per baris. Setiap baris terdiri dari 4 kolom,
yang berisi informasi mengenai :
Group name — nama group.
Group password — Bila di-set, mengijinkan user yang bukan bagian dari group
bergabung ke dalam group dengan menggunakan printah newgrp dan
mengetikkan password. Jika lebih kecil dari x, maka shadow group password
digunakan.
Group ID (GID) — Bilangan numerik yang ekuivalen dengan group name.
Member list — daftar user yang menjadi milik group.
Contoh sederhana hasil $ nano /etc/group:
organisasi:x:162:ossula,hmj
Baris diatas menunjukkan, group “organisasi” menggunakan password shadow (x),
mempunyai GID Unik 162 dan anggota usernya adalah Ossula dan HMJ
Perintah Definisi
$ useradd Menambah user account. Digunakan untuk keanggotaan
primer dan sekunder.
$ userdel Menghapus user account
$ usermod Meng-edit atribut account termasuk beberapa fungsi
yang berhubungan dengan masa berlaku password. Juga
digunakan untuk menentukan keanggotaan primer dan
sekunder.
$ passwd Melakukan setting password. Selain untuk mengubah
password user juga untuk mengontrol semua aspek
tentang masa berlaku password.
$ chpasswd Membaca file yang berisi username dan password dan
update setiap password user.
$ chage Mengubah masa berlaku password user. Perintah passwd
juga digunakan untuk tujuan ini.
$ chfn Mengubah infirmasi GECOS sebuah user.
$ chsh Mengubah shell default user.
Sedangkan tabel perintah untuk menajemen group adalah sebagai berikut :
Perintah Definisi
$ groupadd Menambah group, tetapi tidak menentukan user pada
group tersebut. Perintah useradd dan usermod digunakan
untuk menentukan user pada group yang ada.
$ groupdel Menghapus group.
$ groupmod Memodifikasi nama group adau GID, tetapi tidak
mengubah keanggotaan group. Perintah useradd dan
usermod menentukan user pada group yang ada.
$ passwd Mengubah keanggotaan group dan melakukan setting
password untuk mengijinkan anggota selain group
tersebut yang mengetahui password group untuk
bergabung. Juga digunakan untuk menentukan
administrator group.
$ grpck Memeriksa integritas file /etc/group dan /etc/gshadow.
2. Percobaan Praktikum
a) Siapkan virtualMachine Ubuntu
b) Terminal ubuntu
MODUL 6 (Bonus)
Linux Shell Scripting
Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui tentang Linux Shell Bash
Untuk mengetahui basic logika Shell Bash
Untuk membuat program sederhana menggunakan Shell
Teknik Informatika
Shell adalah program untuk user atau lingkungan yang disediakan untuk
interaksi pengguna sistem. Shell merupakan penerjemah bahasa perintah yang
mengeksekusi perintah membaca dari perangkat input standar (keyboard) maupun
dari file.
Shell bukanlah bagian dari kernel sistem, tetapi Shell menggunakan kernel sistem
untuk menjalankan program, membuat file dan lain-lain.
$ cat $SHELL
Percobaan 6 : Aritmatika
1) Buatlah file lain di dalam folder /home/[nama-user] dengan nama aritmatika,
ketik perintah berikut untuk membuatnya :
$ nano aritmatika <enter>
2) Kemudian ketiklah script berikut di dalam editor nano :
clear
echo “1 ditambah 1 sama dengan ”
expr 1 + 1
echo “2 ditambah 2 sama dengan “
expr 2 + 2
Keterangan :
- Fungsi untuk aritmatika sederhana di awali dengan perintah EXPR kemudian
diikuti angka yang ingin ditambahkan atau dikurangi,
- Fungsi dasar aritmatika meliputi
o Penambahan tanda +
o Pengurangan tanda –
o Pembagian tanda /
o Perkalian tanda \*
o Modulus tanda %
- Misal untuk aritmatika sederhana bisa menggunakan perintah :
$ expr 1 \* 2 (perkalian)
$ expr 6 / 2 (pembagian)
$ expr 20 % 3 (modulus)
$ expr 2 + 3 (penambahan)
3) Untuk mengakhiri editor nano, tekan CTRL+X, tekan y, dan enter.
4) Kemudian berilah hak akses permission untuk file mycommand dengan cara :
$ chmod +x aritmatika
5) Eksekusi dengan menggunakan perintah berikut :
$./aritmatika
6) Screenshot hasil dan tulis penjelasan di laporan
3. Tugas dan Latihan
a) Buatlah sebuah program sederhana dengan hasil keluaran seperti berikut
Ketik Angka Pertama :
2
Ketik Angka Kedua :
3
3 + 2 = 5
3-2 = 1
3 x 2 = 6
3 / 2 = 1.5
b) Buatlah program sederhana tersebut dengan menggunakan perintah read untuk
pembacaan variabel dan expr untuk melakukan operasi perhitungan
c) Variabel angka pertama dan kedua harus diketik oleh user !
d) Buat folder baru di dalam /home/[nama-user] dengan nama folder Program
e) Program boleh diberi nama apa saja ! Sesuai keinginan
f) Catat step by step pembuatan Shell Script Program tersebut !