100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
53 tayangan18 halaman

PBL dalam Pembelajaran Telling Time SMP

Laporan ini menggambarkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris mengenai materi telling time menggunakan model Problem Based Learning pada siswa SMP Negeri 2 Semitau. Metode ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan siswa secara aktif. Langkah-langkahnya meliputi pemetaan kompetensi dasar, analisis target kompetensi, dan perumusan indikator pencapaian kompetensi.

Diunggah oleh

Muhammad Hafiddin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
53 tayangan18 halaman

PBL dalam Pembelajaran Telling Time SMP

Laporan ini menggambarkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris mengenai materi telling time menggunakan model Problem Based Learning pada siswa SMP Negeri 2 Semitau. Metode ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan siswa secara aktif. Langkah-langkahnya meliputi pemetaan kompetensi dasar, analisis target kompetensi, dan perumusan indikator pencapaian kompetensi.

Diunggah oleh

Muhammad Hafiddin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

BEST PRACTICE
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MATERI TELLING TIME
PADA SISWA SMP NEGERI 2 SEMITAU
TAHUN PELAJARAN 2021

DI SUSUN OLEH:
MUHAMMAD HAFIDDIN, [Link]

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULI


DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 2 SEMITAU
Jl. Pendidikan No.3. Kec. Semitau Kab. Kapuas Hulu
Kalimantan Barat
Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN 2
A. Latar belakang 2
B. Jenis kegiatan 3
C. Manfaat kegiatan 3
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN 4
A. Tujuan dan saran 4
B. Bahan/Materi kegiatan 4
C. Cara melaksanakan kegiatan 5
D. Alat dan instrument 8
E. Waktu kegiatan 9
BAB III HASIL KGIATAN 10
BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI 12
A. Simpulan 12
B. Rekomendasi 13
Daftar Pustaka 15
Lampiran 17

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Bahasa Inggris merupakan Bahasa internasional yang sangat banyak
digunakan masyarakat dunia, baik sebagai Bahasa ibu atau Bahasa kedua. Oleh
karena itu mempelajari Bahasa Inggris di era globalisasi ini menjadi sebuah
kebutuhan agar bangsa kita tidak tertinggal dalam memperoleh informasi dan
dapat berkomunikasi dengan masyarakat global. Maka daripada itu Pendidikan
Bahasa Inggris di sekolah dapat dimaksimalkan agar dapat mempersiapkan
masyarakat Indonesia di tengah pergaulan dan komunikasi internasional.

Dalam kurikulum K13 siswa dituntut untuk aktif berperan dalam


pembelajaran. Sehingga diperlukan model pembelajaran yang tepat untuk
mendukung ketercapaian kurikulum tersebut terkait dengan keaktifan siswa dalam
pembelajaran. Dalam berkomunikasi aktif dalam Bahasa inggris selain harus
memiliki perbendaharaan kosa kta yang mumpuni, siswa perlu memahami materi
dasar Bahasa inggris berkaitan dengan waktu, hari, bulan dan tanggal. Materi
pelajaran tersebut terdapat pada jenjang SMP kelas VII. Guru pengampu mata
pelajaran Bahasa Inggris dituntut untuk dapat menyampaikan materi tersebut pada
semester ganjil.

Keberhasilan dalam penyampaian pengajaran tidak semena – mena


tertumpu pada guru yang mengampu mata pelajaran tesebut, namun tergantung
pada keberhasilan murid dalam proses menyerap pembelajaran, sedangkan
keberhasilan murid tidak hanya tergantung pada sarana dan prasarana pendidikan,
kurikulum maupun metode. Namun tentunya guru mempunyai posisi yang sangat
strategis dalam meningkatkan prestasi murid dalam penggunaan dan pemanfaatan
strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan.

Berbagai persiapan diperlukan dalam pemenuhan pembelajaran sesuai


dengan tuntutan kurikulum 13 sehingga guru pelaksana merasa terbebani sebelum
dan dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga guru pelaksana tidak dapat
konsisten menerapkan pembelajaran dengan maksimal dan cenderung
menggunakan pembelajaran klasikal atau ceramah.

2
Oleh sebab itu model pembelajaran kurikulum 13 harus disosialisasikan
lebih maksimal dengan memberikan workshop atau pelatihan – pelatihan rutin dan
menjangkau seluruh jenjang Pendidikan dan wilayah daerah. Hal tersebut
dimaksudkan agar guru memahami lebih mendalam tentang kurikulum dan
penerapannya serta dapat menciptakan karya inovatif dan menrapkan model
pembelajaran inovatif.

B. Jenis Kegiatan
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, diketahui bahwa ruang

lingkup penelitian ini meliputi kajian pembelajaran, khususnya pada Pembelajaran

Kurikulum 13 dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada materi telling time.

Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran, merupakan program

yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru

dalam merencanakan, melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi pembelajaran

yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi HOTS (High order

thinking skill). Program ini merupakan bagian dari program Pengembangan

Keprofesian Berkelanjutan yang diamanatkan oleh Undang- Undang Nomor 14

Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Menteri Pendayagunaan

Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan

Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

C. Manfaat Kegiatan

1. Membiasakan guru dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada


keterampilan berfikir tingkat tinggi.
2. Membiasakan siswa dalam berfikir tingat tinggi agar dapat meningkatkan
kompetensi dalam belajar.
3. Memeberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi.
4. Memberikan acuan pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervise.

3
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tujuan dan Sasaran


1. Mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan merata dalam pendidikan.
2. Meningkatkan efektifitas dalam kegiatan pembelajaran.
3. Membantu dalam pembinaan peningkatan kompetensi guru.
4. Membantu dalam pelaksanaan supervisi untuk peningkatan kompetensi
pembelajaran.

B. Bahan/Materi Kegiatan
Bahan atau materi ajar yang digunakan dalam praktik baik ini adalah materi
pelajaran SMP kelas VII pada semester ganjil yaitu materi telling time.
Bahasa Inggris Kelas VII
Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang
KD 3.3 melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait
nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu dalam bentuk
angka, tanggal, dan tahun, sesuai dengan konteks
penggunaannya. (Perhatikan kosa kata terkait angka ardinal dan
ordinal)
Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat
KD 4.3 pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan
meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam
hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun, dengan
fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar
dan sesuai konteks.

4
C. Cara Melaksanakan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan praktik baik ini dilaksanakan untuk meningkatkan
kualitas dalam pembelajaran khususnya pada pembelajaran Bahasa Inggris.
Metode yang digunakan adalah dengan cara menerapkan pembelajaran
dengan model problem based learning (PBL) atau dalam artiannya adalah
pembelajaran berbasis masalah.
Berikut adalah langkah-langkah dalam pelaksanaan praktik baik yang telah
dilaksanakan penulis.
1. Pemetaan KD
Pemetaan KD dilaksanakan untuk menemukan KD yang sesuai dan dapat
diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada SMP kelas VII yaitu
berkaitan dengan materi telling time. KD yang digunakan adalah KD pada
semester ganjil yaitu KD 3.3 Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan
tindakan memberi dan meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu
dalam hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun, sesuai dengan
konteks penggunaannya. (Perhatikan kosa kata terkait angka ardinal dan
ordinal) dan KD 4.3 Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat
pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu dalam bentuk
angka, tanggal, dan tahun, dengan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
2. Analisis Target Kompetensi
Haasil analisis menargetkan kompetensi sebagai berikut.

5
Perumusan Indikator Pencapaian Kompetesi

IPK Bahasa Inggris Kelas VII


KD Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan
3.3
teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan
memberi dan meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama
waktu dalam hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun,
sesuai dengan konteks penggunaannya. (Perhatikan kosa kata terkait
angka ardinal dan ordinal)
3.3.1 Mengidetifikasi struktur Short Message Menemukan suatu
kegiatan berdasarkan waktu kegiatan pada tabel aktivitas. (C4)
KD
Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek
4.3
dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu
dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun, dengan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

4.3.1 Membuat dialog tentang aktivitas sehari – hari yang melibatkan


waktu. (C6)
4.3.2 Menyajikan teks dialog tentang aktivitas sehari hari berdasarkan
waktu kegiatan secara lisan. (C6)

B. BAHAN DAN MATERI


Bahan / Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam praktik baik pembelajaran ini adalah materi kelas
VII untuk tema telling time.
Bahasa Inggris
KD Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan
3.3
teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan
memberi dan meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama
waktu dalam hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun,
sesuai dengan konteks penggunaannya. (Perhatikan kosa kata terkait
angka ardinal dan ordinal)
3.3.1 Mengidetifikasi struktur Short Message Menemukan suatu
kegiatan berdasarkan waktu kegiatan pada tabel aktivitas. (C4)

6
KD
Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek
4.3
dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu
dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun, dengan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

4.3.1 Membuat dialog tentang aktivitas sehari – hari yang melibatkan


waktu. (C6)
4.3.2 Menyajikan teks dialog tentang aktivitas sehari hari berdasarkan
waktu kegiatan secara lisan. (C6)

C. METODE/CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

1. Penggunaan aspek HOTS, 5M, 4 Dimensi Pengetahuan dan Kecapakan Abad


2l di dalam proses pembelajaran.

2. Karena K-13 mengamanatkan penerapan pendekatan saintifik (5M) yang


meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/
mengasosiasikan, dan mengomunikasikan. Lalu optimalisasi peran guru dalam
melaksanakan pembelajaran abad 21dan HOTS (Higher Order Thinking
Skills). Selanjutnya ada integrasi literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter
(PPK) dalam proses belajar mengajar (PBM). Pembelajaran pun perlu
dilaksanakan secara kontekstual dengan menggunakan model, strategi, metode,
dan teknik sesuai dengan karakteristik Kompetensi Dasar {KD) agar tujuan
pembelajaran [Link] abad 21 secara sederhana diartikan
sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan abad 21- kepada peserta
didik, yaitu 4C yang meliputi: (1) Communication (2) Collaboration, (3)
Critical Thinking and problem solving, dan {4} Creative and lnnovative.
Berdasarkan Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Krathwoll dan
Anderson, kemampuan yang perlu dicapai siswa bukan hanya LOTS (Lower
Order Thinking Skills) yaitu C1 (mengetahui) dan C-2 (memahami), MOTS
(Middle Order Thinking Skills) yaitu C3 {mengaplikasikan) dan C-4

7
{mengalisis), tetapi juga harus ada peningkatan sampai HOTS (Higher Order
Thinking Skills), yaitu C-5 (mengevaluasi), dan C-5 (mengkreasi).Penerapan

pendekatan saintifik, pembelajaran abad 21 (4C), HOTS, dan integrasi literasi


dan PPK dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan
dalam rangka menjawab tantangan, baik tantangan internal dalam rangka
mencapai 8 (delapan) SNP dan tantangan eksternal, yaitu [Link]
berbagai pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) K-13 yang telah dilakukan
selama ini diharapkan mampu mengubah paradigma guru, juga meningkatkan
kompetensi guru dalam pembelajaran, Pendekatan saintifik, pembelajaran abad
21 {4C), HOTS, integrasi literasi dan PPK, dan pembelajaran kontekstual
sebenarnya bukan hal yang baru bagi guru. Secara sadar ataupun tidak
sebenarnya sudah hal tersebut dilakukan, hanya dalam K-13 lebih ditegaskan
lagi untuk dilaksanakan pada PBM, dan hasilnya dilakukan melalui penilaian
otentik yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi siswa.

D. Alat/lnstrumen
Berbagai model - model pembelajaran yang sudah banyak dikenal oleh
guru juga diharapkan untuk dapat menggunakan atau mengembangkan mode-
model pembelajaran yang lebih variatif agar pembelajaran lebih, menyenangkan
dan menantang. Pembelajaran yang HOTS ditindaklanjuti dengan penilaian
HOTS. Soal-soal yang diberikan harus mengukur ketercapaian siswa pada ranah
C-4, C-5, dan C-6, disesuaikan dengan KKO yang telah ditetapkan pada RPP.
Instmmen test yang digunakan bisa dalam bentuk soal Pilihan Ganda (PG) atau
uraian. Soal PG dan HOTS yang berorientasi pada HOTS tentunya bukan sekedar
menanyakan sekedar menanyakan "apa?",
"siapa?", "kapan?" dan "dimana?", tetapi menanyakan "mengapa?" dan
"bagaimana?". Berdasarkan kepada hal tersebut, maka guru harus banyak
membiasakan soal-soal HOTS kepada siswa, agar siswa terbiasa mengasah nalar,
meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif.

Media pembelajaran yang diaplikasikan dalam praktik baik ini adalah (a)
slide power point, (b) video pembelajaran interactive, (c) buku guru dan buku
siswa when English rings a bell untuk kelas VII dari kemendikbud 2017 (a)
instrument yang digunakan untuk mengamati proses pembelajaran adalah lembar

8
observasi dan (b) instrument untuk melihat hasil belajar siswa dengan instrument
soal pilihan ganda.

E. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan praktik baik ini di laksanakan pada tanggal 4 November, bertempat di SMP
Negeri 2 Semitau.

9
BAB III
HASIL KEGIATAN

Diimplementasikannya kurikulum 2013 (K-13) membawa konsekuensi guru


yang harus semakin berkualitas dalam melaksanaan kegiatan pembelajaran. Karena K-
13 mengamanatkan penerapan pendekatan saintifik (5M) yang meliputi mengamati,
menanya, mengumpulkan informasi, menalar/ mengasosiasikan, dan
mengomunikasikan. Lalu optimalisasi kemampuan guru dalam melaksanakan
pembelajaran abad 21 dan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Selanjutnya ada
integrasi literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam proses belajar
mengajar (PBM). Pembelajaran pun perlu dilaksanakan secara kontekstual dengan
menggunakan model, strategi, metode, dan teknik sesuai dengan karakteristik
Kompetensi Dasar (KD) agar tujuan pembelajaran tercapai.

Pembelajaran abad 21secara sederhana diartikan sebagai pembelajaran yang


memberikan kecakapan abad 2l kepada peserta didik, yaiu 4C yang meliputi: (l)
Communication (2) Collaboration, (3) Critical Thinking and problem solving, dan (4)
Creative and Innovative. Berdasarkan Taksonomi Bloom yangtelah direvisi oleh
Krathwoll dan Anderson, kemampuan yang perlu dicapai siswa bukan hanya LOTS
(Lower Order Thinking Skills) yaitu C1 (mengetahui) dan C-2 (memahami), MOTS
(Middle Order Thinking Skills) yaitu C3 (mengaplikasikan) dan C-4 (mengalisis),
tetapi juga harus ada peningkatan sampai HOTS (Higher Order Thinking Skills), yaitu
C-5 (mengevaluasi), dan C-6 (mengkreasi).Penerapan pendekatan saintifik,
pembelajaran abad,2l (4C), HOTS, dan integrasi literasi dan PPK dalam pembelajaran
bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalanrangka menjawab tantangan,
baik tantangan internal dalam rangka mencapai 8 (delapan) SNP dan tantangan
eksternal, yaitu [Link] berbagai pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek)
K-l3 yang telah dilakukan selama ini diharapkan mampu mengubah paradigma guru,
juga meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran. Pendekatan saintifrk,
pembelajaran abad 2l (4C), HOTS, integrasi literasi dan PPK, dan pembelajaran
kontekstual sebenarnya bukan hal yang baru bagi guru. Secara sadar ataupun tidak
sebenarnya sudah hal tersebut dilakukan, hanya dalam K-13 lebih ditegaskan lagi

10
untuk dilaksanakan pada PBM, dan hasilnya dilakukan melalui penilaian otentik yang
mampu mengukur ketercapaian kompetensi siswa.

Masalah yang dihadapi terutama adalah belum terbiasanya siswa belajar degan
model Problem based learning (PBL),. Dengan tujuan untuk mendapat nilai
ulangan yang baik guru selalu mengguakan metode ceramah, siswa pun merasa lebih
percaya diri menghadapi ulangan (penilaian) setelah mendapat penjelasan guru
melalui ceramah. Agar siswa yakin bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dengan
Problem based learning (PBL). dapat membuat mereka lebih meguasai materi
pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana, mengapa, dan
manfaat belajar berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order
thinking skills HOTS).

11
Bab IV
Simpulan dan Rekomendasi

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang desain

pembelajaran (RPP) yang telah dikembangkan maka dapat

disimpulkan sebagai berikut:

1. Ada kondisi dan potensi pengembangan desain pembelajaran

menggunakan model pembelajaran Problem based learning (PBL)

berbasis HOT dikarenakan di SMP Negeri 2 Semitau belum

menggunakan model pembelajaran dan belum melatih kemampuan

perpikir tingkat tinggi pesrta didik atau HOTS.

2. Proses pembelajaran menerapkan desain pembelajaran (RPP) yang model

Problem based learning (PBL) dengan tujuan meningkatkan kemampuan

berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skill (HOTS) pada

jenjang kognitif dari C4-C6, anlisis, evaluasi dan kreasi,

3. Produk desain pembelajaran (RPP) menggunakan model pembelajaran

Problem based learning (PBL) berbasis higher order thinking skill (HOTS)

ini efektif diterapkan berdasarkan hasil nilai belajar pretest dan postest

yang meningkat.

4. Produk desain pembelajaran (RPP) menggunakan model pembelajaran

Problem based learning (PBL) berbasis higher order thinking skill (HOTS)

ini efesien diterapkan berdasarkan waktu yang digunakan lebih sedikit

dari
12
yang direncanakan.

A. Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran Bahasa Inggris dengan model
pembelajaran Problem based learning (PBL), berikut disampaikan rekomendasi
yang relevan.
1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan
buku guru serta jaring-jaring tema yang telah disediakan, tetapi berani
melakukan inovasi pembelajaran Bahasa Inggris yang kontekstual sesuai
dengan latar belakang siswa dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan
membuat pembelajaran lebih bermakna.
2. Siswa diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam
belajar, tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar degan cara ini
akan membantu siswa menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih
tahan lama (tidak mudah lupa).
3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut
melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah,
seperti penyediaan sarana da prasarana yang memadai dan kesempatan bagi
penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini aka menambah wawasan guru
lain tentang pembelajaran HOTS.
4. Pengembangkan produk desain pembelajaran harus memenuhi kriteria efektif,

efesien dan daya tarik, efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan

pembelajaran yaitu pada hasil pembelajaran yang didapatakan peserta didik.

Efesiensi berkaitan dengan penggunaan waktu untuk mencapai tujuan

pembelajaran. Sedangkan daya tarik berkaitan dengan ketertarikan anak disaat

pembelajaran yang berlangsung dimana anak tertarik dengan pembelajaran

dengan menggunakan model pembelajran Problem based learning (PBL).

5. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunkan desain pembelajaran berupa

RPP ini sesuai dengan teori belajar kognitiv dan kontruktivistik dimana peserta

13
didik menemukan sendiri permasalahan yang ada selain itu peserta didik aktif

melakukan kegiatan, aktif berpikir, menyusun konsep dan memberi makna

tentang hal-hal yang dipelajari hal ini juga sesuai dengan tujuan pengembangan

desain pembelajaran untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi anak.

Pengembangan Pada desain pembelajaran ini menerapkan teori desain

ASSURE sehingga menjadi RPP dengan memilih.

6. Metode pembelajaran Problem based learning (PBL), yang diterapakan sesuai

langkah- langkah pembelajaran nya untuk melatih kemampuan berpikir tingkat

tinggi atau higher order thinking skill (HOTS) pada peserta didik.

7. Jenis penelitian R&D (penelitian dan pengembangan) ini dinilai oleh banyak

orang sebagai penelitian yang rumit sehingga kurang diminati oleh penelit

karena kurang memahami langkah-langkah penelitian dan pengembangan.

Penelitian dan pengembangan hendaknya dimulai dari hal-hal-hal sederhana

Namun mempunyai manfaat yang sangat berarti bagi guru maupun peserta

didik, hal ini yang melandasi peneliti untuk mengembangkan desain desain.

8. Desain pembelajaran berupa RPP yang akan di jadikan sebagai motivasi guru
untuk mengembangkan RPP dengan berbagai model pembelajaran sehingga
tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. pengembangan yang
peneliti tuangkan dalam kegiatan ini meliputi langkah- langkah : 1)
pendahuluan, yang berisi analisis kebutuhan dan identifikasi sumber daya
untuk memenuhi kebutuhan, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal,
4) validasi ahli, 5) revisi produk, 6) uji coba dan, 7) produk akhir adalah desain
pembelajarn berupa RPP tema 6 subtema 2 pembelajaran ke2. Kegiatan ini
menjadi pijakan empirik dan sumber inspirasi bagi peneliti untuk melakukan
hal yang sama pada obyek dan kompetensi yang berbeda.

14
DAFTAR PUSTAKA

Pandu. (2021). Gramedia Blog. Retrieved from Gramedia: [Link]


bloom/
Pendidikan, J. (2017, Agustus 20). Pengertian Kurikulum 2013. Retrieved from Jejak Pendidikan:
[Link]
Siti Wachidah, D. (2017). Bahasa Inggris When English Rings a Bell Kelas VII. Jakarta:
Kemendikbud.
Yoki Aryana, M. D. (2018). Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir
Tingkat Tinggi. Jakarta: Kemendikbud.

15
LAMPIRAN

Lampiran 1 : Foto-foto kegiatan


Lampiran 2 : RPP
Lampiran 3 : Bahan Ajar (RPP)
Lampiran 4 : LKPD (RPP)
Lampiran 5 : Kisi-kisi soal (RPP)
Lampiran 6 : Soal, kunci, dan pedoman penyekoran (RPP)
Lampiran 7 : Lembar observasi proses pembelajaran (RPP)
()Lampiran 8 : Jurnal Refleksi Pembelajaran

17

Anda mungkin juga menyukai