SIMULASI CODE BLUE
Rayi harus di lokasi
Seorang pasien sedang berada di ruang pendaftaran. Tiba-tiba merasakan sakit dada dan jatuh
pingsan.
Pengunjung lain berteriak : “tolong-tolong, ada yang pingsan” Pengunjung merengsek ke pasien yang
pingsan.
Petugas pendaftaran dan security mendatangi pasien yang pingsan. Security meminta orang yang
berkerumun untuk mundur.
Petugas pendaftaran : mengecek kesadaran pasien dengan memanggil dan menepuk “Pak, Pak”
Pasien tidak berespon.
Petugas pendaftaran meminta tolong ke security :Tolong code blue, Pak”
Security menghubungi bagian Informasi melalui HT : Informasi monitor...informasi monitor...
Bagian Informasi : Siap, bagian informasi.
Security : code blue di pendaftaran rawat jalan (3x)
Bagian informasi : Siap....
Bagian informasi mengaktifkan code blue : Code blue di pendaftaran rawat jalan (3x)
Petugas pendaftaran meminta tolong ke security : “Tolong code blue, Pak”
Security mengaktifkan code blue dari HT yang dibawa : “code blue di pendaftaran rawat jalan (3x)”
Sementara petugas pendaftaran melakukan pemeriksaan awal dengan mengamati adakah nafas.
Ditemukan nafas tidak ada.
Petugas pendaftaran segera melakukan kompresi jantung.
Tim code blue berlari mendatangi lokasi dengan membawa tiang infus, tabung oksigen dan tas
emergency.
Tim code blue terdiri dari :
Leader : yaitu seorang dokter yang menjadi pemimpin dan membantu pemasangan monitor
Airway : membantu pemasangan sungkup oksigen
Circulation : membantu pemasangan monitor dan melakukan kompresi jantung
Petugas obat : memasang infus dan memberikan obat
Pencatat : mencatat setiap tindakan yang sudah dilakukan
Saat ini hadirin mulai melihat tim code blue melakukan tugasnya masing-masing..........
Dokter : Pasang IV line
Oksigen dipasangkan ke sungkup.
Dokter : RJP stop. Cek irama. Cek nadi. Nadi tidak teraba. Monitor asistole. (Dokter sambil melihat
monitor dan mengecek nadi carotis) Pasang ETT. Injeksi adrenalin 1 ampul.
Petugas obat : adrenalin 1 ampul masuk.
Dokter pasang ETT. Petugas airwat mengecek dengan stetoskop cek apakah ETT sudah terpasang
dengan benar. Lakukan RJP 5 siklus.
Dokter : RJP stop. Cek irama. Irama VF. Siapkan DC syok. RJP lanjutkan
Petugas infus menyiapkan DC syok. Saya bebas, anda bebas, semuanya bebas...shock..tekan tombol
DC syok.
Dokter : Lanjutkan RJP 30/2
Dokter : Hentikan RJP. Cek irama, cek nadi. Irama bradikardia. (Dokter sambil melihat monitor dan
memegang carotis) Masukkan SA 2 ampul
Petugas infus : SA 2 ampul masuk.
Lanjutkan RJP 5 siklus
Dokter : Hentikan RJP. Cek irama, cek nadi. Irama sinus. Nadi teraba. Tensi 110/70. Respirasi 10x per
menit. Siapkan transfer ICU. Telpon ICU.
Brankar dikirim.
Petugas menelpon ke ICU, diterima perawat. Ada pasien laki-laki, post cardiac arrest sudah dilakukan
resusitasi akan dikirm ke ICU.
Perawat menginformasikan ke dokter anestesi : “Dok, post cardiac arrest sudah dilakukan resusitasi
akan dikirm ke ICU. Apa yang harus disiapkan?
Dokter : “Siapkan ventilator”
Pasien dikirim ke ICU
Selesai