0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan9 halaman

Dampak Pergaulan Bebas Remaja

Dokumen tersebut menceritakan tentang pergaulan bebas sekelompok remaja di sekolah. Mereka sering meminum minuman keras dan menggunakan narkoba. Akhirnya mereka sadar dan meminta maaf kepada orang tua mereka setelah disadarkan oleh teman-teman mereka bahwa pergaulan itu tidak baik.

Diunggah oleh

Ahmad Nafis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan9 halaman

Dampak Pergaulan Bebas Remaja

Dokumen tersebut menceritakan tentang pergaulan bebas sekelompok remaja di sekolah. Mereka sering meminum minuman keras dan menggunakan narkoba. Akhirnya mereka sadar dan meminta maaf kepada orang tua mereka setelah disadarkan oleh teman-teman mereka bahwa pergaulan itu tidak baik.

Diunggah oleh

Ahmad Nafis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERGAULAN BEBAS REMAJA

Di sebuah SMA/MA terdapat sekelompok siswa yang terikat persahabatan


yang lumayan erat. Tetapi dari mereka ada siswa yang membawa pengaruh
buruk untuk mereka,siswa tersebut sering tidur dikelas, mabuk – mabukan dan
bahkan menggunakan narkoba.

Pebrian : Woi Taqim, di suruh ngerjain tugas kok malah tidur sih

(menepuk bahu Mustaqim dan duduk disebelahnya)

Mustaqim: Eeeee, suka - suka ku lah,kenapa jadi kau yang repot.

Fitra : udah, pada diem napa.

Mustaqim : Hmm. Btw kelen berdua mau ikut gak malming nanti ?

Pebrian : kemana qim ?

Mustaqim : Warung bu Nia , senang – senang kita.

Fitra & Pebrian : skuyy lah

Mustaqim : Bawak cewek kelen yah biar ada kawan cewekku nanti.

Pebrian : Yee, aku mana ada cewek

Mustaqim : Dasar jomblo, kau kekmana fit?

Fitra : Aku belum pasti , tapi nanti pulang sekolah aku mau nembak kawannya
si Aul itu loh .

Pebrian : yang mana nih kawan dia kan ada tiga

Fitra : Itu loh yang anak pindahan pesantren itu

Mustaqim : oowwhh!!
Pada saat jam ke tiga di pelajaran fisika ternyata bu Tsarah selaku guru mereka
berhalangan hadir. Katanya bu Tsarah sedang ada tugas di luar kota. Akhirnya
Aisyah , Aulia, Dea & Dwi pun bercerita.

Aisyah : Eehh wee, tengoklah aku suka loh sama fitra

Aulia : Si fitra kawannya cowokku ?

Aisyah : Iyalah berapa rupanya si fitra di sini

Aulia : Ee, tapi si fitra juga suka samamu syah

Dea : Masa iya sih?

Dwi : Iya gak percaya aku

Aisyah : bener ul ??

Aulia : Iya lah, aku dikasi tau si taqim

Aisyah : Tapi aku gak mau pacaran, kata guru ku waktu di pondok pacaran itu
dosa, nanti gandengan itu kan zina.

Dwi : Iya syah, gak usah lah kau pacar – pacaran dosa itu

Aulia : kau wi, suka dia lah dia yang mau pacran pun kau larang – larang

Dea :kau juga ul, sesat kali ajaranmu

Aisyah : Jadi kekmana aku ini wee ???

Aulia : Udahlah sukanya kau kan sama si fitrah,ps aja kelen

Pacaran syariah,,

Aisyah : Bisa ya gitu ??

Aulia : bisa, gosan kelen gandengan jadinya gak bersentuhan kan gak zinalah
itu namanya

Dwi : suka – suka mu lah ul

Dea : iya, suka kelen berdua lah

Pigi kita yok wi dah bel pun


Dwi : yok, luan kami ya

(pergi bersama dea)

Sepulang sekolah, tiba – tiba fitra mengajak aisyah untuk pulang


bersama , dengan niat fitra akan meminta Aisyah untuk menjadi pacarnya

Fitra : Eeemm syah,pulang sama yok ?

Aisyah : ( melihat ke arah teman – temannya untuk meminta persetujuan


temannya)

Aulia : Udah syah pigi lah kau , Kapan lagi pulang sama fitra

Ya kan fit ?

Fitra : kekmana syah ?

Aisyah : yaudah, ayok. Duluan ya

(pergi bersama fitra)

Di perjalanan pulang , fitra memberhentikan langkahnya yang membuat


Aisyah juga ikut berhenti.

Aisyah : Kenapa fit ??

Fitra : Gini syah,aku suka samamu ,kamu mau gak jadi pacarku ??

Aisyah : sejak kapan ?

Fitra : udah lama syah

Jadi mau ngk?

Aisyah : Iya fit aku mau

Keesokan harinya, di waktu istirahat fitra dkk menghaoiri meja pacarnya.


Mustaqim : Op,Op ada yang baru jadian nih

Aulia : ho’oh, pj lah yakan? Apalagi

Fitra : siap,rencana malam minngu jadi kan qim ?

Pebrian : aku ikut yah

Mustaqim : cewek mu mana , ada rupanya?

Pebrian : Kan ada dwi disini, ya ngk wi ?

Dwi : NAJISS, Inget dosa

Fitra : Alah, sok alim kau

Dea : memang betullah kata si Dwi ingat dosa kelen

Mustaqim : udahlah kelen ga mau ikut pergi aja sana, gak usah disini

Dea & Dwi pun pergi meninggalkan mereka.

Aisyah : Tapi we kekmana aku minta izin sama ibu?

Pasti gak di bolehin karna keluar malam

Fitra : Bilang aja sama ibu kalau kita mau kerja kelompok di rumahnya Aulia

Aisyah : Yaudah , nanti aku coba yah

Terus nanti jemputnya depan gang aja

Fitra : Iya sayang.

Malamnya , Aisyah pun meminta izin kepada ibunya dengan membohongi


ibunya

Aisyah : Bu, ica pergi dulu boleh gak bu?

Nabila : Mau kemana nak, malam malam gini?

Gak baik loh anak gadis keluar malam malam


Aisyah : Tapi ini ica mau kerja kelompok bu dirumahnya Aulia

Nabila :Memangnya gak bisa besok siang aja nak ?

Aisyah : gak bisa bu, soalnya di kumpulnya besok

Nabila : yaudah tapi ica hati hati ya nak!!

Aisyah : ica pergi dulu ya bu

Assalamu alaikum

Nabila : Wa’alaikum salam warahmatullah

Setelah berpamitan kepada ibunya Aisyah pun pergi bersama teman


temannya ke warung bu Nia, warung yang biasa digunakan Mustaqim untuk
minum minuman keras (miras)

Aisyah : Tempat apaan nih?

Fitra : Ini namanya warung bu Nia, tempat biasa buat senang – senang.

Bu Nia : Eh ada taqim, mau yang kayak biasa dek ?

Mustaqim : Iya bu, tapi buat kita semua yah bu

Bu Nia : Siap. Kalau gitu ibu buatkan dulu yah

Pebrian : Jangan lama ya bu

Saya udah haus nih

Bu Nia : Iya, tenang aja

Tak berapa lama bu Nia pun datang membawakan pesanan mereka yaitu
minuman keras dan juga 3 bungkus rokok.

Fitra : Makasih bu

Bu Nia : sama sama

Aisyah : Ini gapapa kita kesini, aku belum pernah ke tempat kayak gini soalnya.

Aulia : Gapapa elah, santai aja


Pebrian : Iya, minum gih

Seger ini

Merekapun meminum minuman [Link] saat meminum miras tersebut ada


seorang pria menghampiri mereka untuk memberikan pesanan mustaqim.

Ridho : Oi Qim, barang pesananmu nih

Mustaqim : Wess,pas kali ini mana bang

Ridho : Nah,(memberikan sebungkus pil ekstasi) 1 juta yah

Mustaqim : siap bang (memberikan uang tersebut)

Ridho : pigi dulu yah

Mustaqim :ok bang

Aisyah : Apa itu qim?

Mustaqim : Biasa,biar tenang pikiran

Mau kelen?

Fitra : Boleh lah

Nah wee

Mereka pun menerima pil itu dan mengonsumsinya. Setelahnya mereka pulang
dalam keadaan mabuk dan meracau tidak jelas. Pergaulan mereka benar benar
mempengaruhi sekolah [Link] mereka pun juga
[Link] Dea dan Dwi pun mengadukan mereka ke orang tua
Aisyah.

Dea & Dwi : Assalamu alaikum

Ibu

Nabila : Waalaikum salam


Ada apa ya nak ? , Aisyah lagi gk ada dirumah dianya lagi kerja
kelompok di rumahnya Aulia .Dari semalem belum pulang

Dea : Bukan gitu buk, kami mau ngasih tau sama ibu

Nabila : Apa nak ?

Dwi : Gini bu, Aisyah tuh sekarang sering ke diskotik bu dan dia sering tidur di
kelas bu

Nabila : Astaghfirullah ..... ternyata diluar dia seperti itu?? ,,,biar nanti ibu
marahin dia(sambil menahan emosi)

Dea : Menurut saya nih bu, ibu gak usah marahin dia nanti yang ada dia malah
makin parah bu

Nabila : Kalau gitu ibu minta tolong sama kalian buat nasehatin dia juga yah,,
biar dia sadar kalau yang dia kerjakan itu salah.

Dea & Dwi : Insyaa Allah bu

Dwi : Kalau gitu kami pamit ya bu

Assalamu alaikum

Nabila : Iya nak , waalaikum salam

makasih y Kalian hati hati

Dwi : Iya bu

Semakin hari pergaulan bebas mereka semakin mempengaruhi hidup mereka.

Mereka tampak letih , lesu , dan suka mengantuk di [Link] merekapun tidak
memperhatikan pelajaran di kelas

Dea : Ada apa sama kalian??

Dwi : Iya,bukannya tiap pergaulan kalian bikin kalian happy yah ? Kenapa jadi
lesu gini ?? duitnya habis??atau bingung mau cari uang dimana buat beli
narkoba ?? iya??

Aisyah : Maafin kita wi,de. Kita gak dengerin kata kata kalian
Fitra : iya kami nyesel

Pebrian ,Mustaqim & aulia: iya we,kami minta maaf yah

Dea : Ngapain kalian minta maaf ke kami, kami g nyalahin kalian kok.

Aisyah : Terus kami minta maaf sama siapa ?

Dwi: Kalian itu harusnya minta maaf sama orang tua kalian.....orang tu kalian
tuh sedih tau kalian kekgini diluar.

Fitra: Iya kami mau minta maaf

Mustaqim dan teman – temannya pun menyadari kesalahan [Link]


semua meminta maaf kepada orang tua mereka.

Aisyah : Bu , Aisyah minta maaf [Link] udah bandel, g nurut sama ibu

Aisyah udah bikin ibu kecewa bu ( menundukkan kepala & menangis)

Nabila : iya nak, ibu maafkan

Pesan ibu kamu jangan terjerumus lagi kesitu ya nak!

Aisyah : iya bu , Aisyah janji

Akhirnya mereka semua pun sadar dan kembali ke jalan yang [Link] –
teman semua...... miras dan narkoba itu bukanlah pilihan pelarian masalah
yang [Link] justru itu akan membahayakan hidup kita, dan akan
menjerumuskan kita [Link] pergaulan bebas demi kebahagiaan
hdup kita dunia dan akhirat.

Anda mungkin juga menyukai