0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan37 halaman

Program Bimbingan Konseling SMA 2022/2023

Program tahunan bimbingan dan konseling SMA Negeri 1 Rancabungur tahun pelajaran 2022/2023 membahas tentang rasional, dasar hukum, visi dan misi, deskripsi kebutuhan siswa, rumusan kebutuhan, komponen program, bidang layanan, pengembangan tema, rencana kegiatan, evaluasi, sarana prasarana, dan anggaran biaya. Program ini bertujuan untuk membantu pengembangan potensi siswa secara utuh melal

Diunggah oleh

Beni Beni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan37 halaman

Program Bimbingan Konseling SMA 2022/2023

Program tahunan bimbingan dan konseling SMA Negeri 1 Rancabungur tahun pelajaran 2022/2023 membahas tentang rasional, dasar hukum, visi dan misi, deskripsi kebutuhan siswa, rumusan kebutuhan, komponen program, bidang layanan, pengembangan tema, rencana kegiatan, evaluasi, sarana prasarana, dan anggaran biaya. Program ini bertujuan untuk membantu pengembangan potensi siswa secara utuh melal

Diunggah oleh

Beni Beni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM

BIMBINGAN DAN KONSELING


TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Di Susun Oleh :
Dika Rizalul Haq, [Link]
(NIP. 199502182019031010)

PROVINSI JAWA BARAT


SMA NEGERI 1 RANCABUNGUR
2022
LEMBAR PENGESAHAN

Program Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Rancabungur tahun pelajaran

2022/2023 ini telah disetujui dan di sahkan pada :

Hari : .................................................................................

Tanggal : .................................................................................

Mengetahui Guru BK/Konselor


Kepala Sekolah

Tata Muhammad Syaid, [Link]., [Link] Dika Rizalul Haq, [Link]


NIP. 197403022000121001 NIP. 199502182019031010

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun program Bimbingan dan Konseling
tahun pelajaran 2022/2023.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan
dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan bahawa
Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang mencakup: (a)
layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c) layanan responsif; dan
(d) layanan dukungan sistem”. Sehubungan dengan hal tersebut guru Bimbingan dan konseling
perlu menyusun program guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan bimbingan dan
konseling di sekolah.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini di dahului dengan menyusun angket
kebutuhan yang telah di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan di sekolah, agar dapat memenuhi
kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak lain yang terkait.
Pada kesempatan ini ijinkanlah kami mengucapkan terima kasih kepada
1. bapak Tata Muhammad Syaid, [Link]., [Link] selaku kepala sekolah SMA Negeri 1
Rancabungur
2. Teman sejawat guru BK SMA Negeri 1 Rancabungur
2. Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 Rancabungur
Kami berharap buku program pelayanan Bimbingan dan Konseling ini dapat bermanfaat
untuk kita semua. Kritik dan saran sangat kami perlukan dari teman-teman guru Bimbingan dan
Konseling untuk peningkatan mutu dalam menyusun buku program Bimbingan dan Konseling
yang akan datang.
Akhirnya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua pihak yang
membantu mudah-mudahan segala bantuan yang diberikan kepada kami menjadi pahala dan
mendapat imbalan pahala yang sepantasnya dari Tuhan YME. Amin

Bogor, Juli 2020


Hormat Kami

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ........................................................................................................... i


Kata Pengantar ................................................................................................................ ii
Daftar Isi ....................................................................................................................... iii

PROGRAM TAHUNAN ...................................................................................................... 1


A. Rasional ............................................................................................................. 1
B. Dasar Hukum .......................................................................................................... 3
C. Visi dan Misi ............................................................................................................ 5
1. Visi Misi SMA Negeri 1 Rancabungur .................................................................. 5
2. Visi Misi Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Rancabungur………………… 5
D. Deskripsi Kebutuhan ............................................................................................... 6
1. Profil Kebutuhan Siswa Berdasarkan Hasil Analisis Tugas Perkembangan ......... 6
2. Deskripsi Kebutuhan dari Hasil Asesmen ............................................................... 8
E. Rumusan Kebutuhan ................................................................................................. 10
F. Komponen Program ................................................................................................. 12
1. Layanan Dasar ........................................................................................................ 12
2. Layanan Responsif ................................................................................................ 12
3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual .................................................. 12
4. Dukungan Sistem .................................................................................................. 13
G. Bidang Layanan ....................................................................................................... 15
1. Bidang Pribadi ................................................................................................ 15
2. Bidang Sosial ..................................................................................................... 15
3. Bidang Belajar ....................................................................................................... 15
4. Bidang Karir .......................................................................................................... 16
H. Pengembangan Tema atau Topik ................................................................................ 17
I. Rencana Kegiatan / Operasional (Action Plan) ............................................................ 20
J. Rencana Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut .......................................................... 27
K. Sarana Prasarana ...................................................................................................... 29
L. Anggaran Biaya ......................................................................................................... 30
PROGRAM SEMESTERAN................................................................................................. 31
A. Program Semester Ganjil ......................................................................................... 32
B. Program Semester Genap ....................................................................................... 37
C. RPL BK ( Klasikal, Kelas Besar/Lintas Kelas, Kelompok, Individu )........................... 41

LAMPIRAN-LAMPIRAN
A. Inventori Tugas Perkembangan
B. Analisis Tugas Perkembangan
C. Hasil Analisis Tugas Perkembangan

iii
iv
PROGRAM TAHUNAN

A. RASIONAL
Pendukung utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa (Pembukaan UUD 1945 aliena ke-
4) adalah pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu dalam penyelenggaraannya tidak
cukup hanya dilakukan melalui transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi harus
diperhatikan juga pengembangan kemampuan siswadalam memahami diri dan lingkungannya,
yang berimbas pada kemampuan pengambilan keputusan yang cerdas dan bertanggungjawab.
Pengembangan kemampuan siswa dapat dilihat dari tiga aspek yakni kognitif, psimototrik,
dan pribadi sosial. Bimbingan dan konseling merupakan unit layanan sekolah yang berfokus
dalam pengembangan kemampuan siswa, maka pada dasarnya pelaksanaan bimbingan dan
konseling di sekolah merupakan hal yang penting dalam mencapai salah satu tujuan bangsa
Indonesia yakni “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Namun dalam mengoptimalkan kinerja
bimbingan dan konseling di sekolah diperlukan bimbingan dan konseling yang terprogram,
dalam membuat program yang baik dan benar perlu dilakukan pengkajian terlebih dahulu terkait
kebutuhan siswa.
Fenomena kebutuhan siswa dalam bidang layanan pribadi—sosial, berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Rachman (2010) sebesar 29,10 % siswa di Sekolah memiliki
kemampuan relasi pertemanan rendah dan kebanyakan siswa memiliki kemampuan relasi
pertemanan sedang yakni sebanyak 34,92 %. Maka berdasarkan hasil penelitian tersebut didapat
salah satu kebutuhan yang perlu dikembangkan pada siswa di Sekolah yakni kemampuan untuk
bersosialisasi.
Salah satu bentuk kemerosotan kemampuan sosial remaja adalah munculnya sikap egosentris
(Rahman, 2010), sikap egosentris adalah sikap yang mementingkan diri sendiri dimana individu
hanya melihat melalui perspektif dirinya dan tidak membuka diri untuk menerima perspektif
individu lain. Adapun perilaku bullying seperti menggoda (Teasing) Menggoda merupakan
bentuk lain dari sikap agresif, menggoda merupakan serangan mental terhadap individu lain
dalam bentuk verbal (kata-kata ejekan atau cemoohan) yang menimbulkan ketidaknyamanan
(Kusumasari, 2015). Persentase sikap egosentris pada siswa khususnya dianggap masih menjadi
problema dimana hanya 14 dari 88 orang (16%) yang memiliki sikap egosentris rendah, dan
sisanya terbagi menjadi 67 orang berada pada kategori sedang dan 7 orang (8%) (Rahman,
2010). Berdasarkan konsepnya sikap egosentris menggambarkan ketidak empatian individu,
sehingga melihat persentasi sikap egosentris remaja dapat disimpulkan bahwa kebanyakan
remaja masih belum menggambarkan sikap atau kemampuan berempati dalam kehidupan
sosialnya. Bukti faktual mengenai remaja yang belum mampu memiliki sikap dan kemampuan
empati adalah dari perilaku bullying yang dilakukan. Bagaimanapun sikap dan kemampuan
empati sangat berpengaruh dalam fluktiasi perilaku bullying remaja “Bullying was negatively
linked to affective empathy” (Caravita & Paola, 2008). Menurut survei pada tahun 2015 yang
dilakukan UNICEF 40% anak mengalami bullying di Sekolah, hal ini menggambarkan empati
masih belum tumbuh di lingkungan sebaik sekolah. Perilaku agresif seperti bullying sangat
sering dilakukan dalam bentuk kekerasan fisik tercatat sebesar 60, 8 % atau sebanyak 152 dari
250 siswa remaja, belum lagi kekerasan yang dilakukan oleh remaja dalam bentuk verbal yakni
73, 6 % atau sebanyak 184 dari 250 siswa remaja (Kusumaningsih, 2015).

1
Fenomena kebutuhan siswa dalam bidang layanan akademik, berdasarkan hasil penelitian
didapat bahwa gambaran motivasi akademik atau belajar siswa yakni terdapat 9 orang atau 20%
yang berada pada kategori sangat tinggi, terdapat 9 orang atau 20% yang berada pada kategori
tinggi, terdapat 22 orang atau 50% pada kategori sedang dan terdapat 4 orang atau 9% pada
kategori rendah (Mappeasse, M. Y, 2009). Siswa belum mampu mengembangkan motivasi
akademik atau belajar pada dirinya yang membuatnya kesulitan dalam menciptakan suasana
nyaman dalam belajar. Bahkan peran motivasi menjadi urgen dalam pencapaian kesuksesan
skolastik pada siswa karena dengan motivasi siswa mampu mengarahkan tingkah laku dan
menentukan kekuatan dari perilaku yang ditampilkan. Motivasi cukup berperan untuk
mendapatkan nilai terbaik, disertai dengan penguasaan materi kegiatan belajar di sekolah (Yunita
dan Mustagfrin, 2002).
Fenomena kebutuhan siswa dalam bidang layanan karir, berdasarkan hasil penelitian didapat
hasil kematangan karir siswa yakni sebanyak 40% siswa berada pada ketegori rendah dan
sisanya yakni 60% pada kategori sangat rendah (Kamil & Daniati, 2016), menurut penelitian
yang sama dilakukan pemberian layanan informasi khususnya mengenai karir, sehingga didapat
hasil gambaran kematangan karir siswa yang berbeda yakni peningkatan rata-rata dari tingkat
kematangan karir siswa yang berada pada rata-rata 47,2 menjadi 73,3. Terlihat adanya perubahan
skor yang sangat signifikan antara siswa yang sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi
(Kamil & Daniati, 2016).
Berdasarkan gambaran kebutuhan yang diapat dari hasil penelitian mengenai fenomena-
fenomena yang muncul sebagai permasalahan yang dialami siswa di atas maka menjadi bukti
kuat pentingnya pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, dan menjadi salah
satu landasan penyusunan program bimbingan dan konseling dengan tujuan pemberian bantuan
kepada siswa untuk mencapai perkembangan [Link] bimbingan dan konseling
dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta
pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan
bagi peserta didik yang bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan
terjadinya masalah merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan
potensi individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan
konseling saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua, dan sekolah.

2
B. DASAR HUKUM

1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang harus
diperoleh semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 89 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah
Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan Nomor 29 Tahun 1990 tentang
Pendidikan Menengah.

2. ”Konselor” sebagai salah satu jenis tenaga kependidikan dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Bab I Pasal 1
angka 6 dinyatakan bahwa “pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi
sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator,
dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam
penyelenggaraan pendidikan”.

3. Pelayanan konseling yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri telah
termuat dalam struktur kurikulum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan
Pendidikan Dasar Menengah.

4. Beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 54 ayat (6)
Peraturan Pemerintah republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang
menyatakan bahwa beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang
memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah mengampu bimbingan dan
konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau
lebih satuan pendidikan. Lebih lanjut dalam penjelasan Pasal 54 ayat (6) yang dimaksud
dengan “mengampu layanan bimbingan dan konseling” adalah pemberian perhatian,
pengarahan, pengendalian, dan pengawasan kepada sekurang-kurangnya 150 (seratus lima
puluh) peserta didik, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk pelayanan tatap muka
terjadwal di kelas dan layanan perseorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan
memerlukan.

5. Penilaian kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 22 ayat (5)
Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara
Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dinyatakan bahwa penilaian kinerja guru
bimbingan dan konseling atau konselor dihitung secara proporsional berdasarkan beban
kerja wajib paling kurang 150 (seratus lima puluh) orang Konseli dan paling banyak 250
dua ratus lima puluh) orang Konseli per tahun.

3
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008
tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, yang menyatakan
bahwa kualifikasi akademik konselor dalam satuan pendidikan pada jalur pendidikan
formal dan nonformal adalah: (i) sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan
konseling; (ii) berpendidikan profesi konselor. Kompetensi konselor meliputi kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, yang
berjumlah 17 kompetensi dan 76 sub kompetensi.

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun


2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs, Nomor 69 Tahun 2013
Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA, dan Nomor 70 Tahun 2013
Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK/MAK, yang memberikan
kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum
memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan kelompok
peminatan, lintas minat atau pendalaman minat.

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan dan
konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan bahawa
Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang
mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c)
layanan responsif; dan (d) layanan dukungan system. Bidang layanan bimbingan dan
konseling mencakup : (a) bidang layanan pribadi, (b) bidangan layanan belajar, (c) bidang
layanan sosial, (d) bidang layanan karir

9. Panduan Operasional Penyelenggaran Bimbingan dan Konseling SMP, 2016, Dirjen Guru
dan Tenaga Kependidikan (GTK). Pada POP BK SMP ini dapat memfasilitasi guru BK /
Konselor dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, melaporkan dan
menindaklanjuti layanan bimbingan dan konseling

4
C. VISI DAN MISI

1. Visi dan Misi SMA NEGERI 1 RANCABUNGUR


a. Visi
Terciptanya institusi yang unggul dalam prestasi dan IPTEK, teladan dalam
sikap, berwawasan lingkungan, berdasarkan iman dan taqwa kepada Tuhan yang
Maha Esa.
b. Misi
1) Meningkatkan keunggulan dalam prestasi, profesionalisme dan penguasaan
IPTEK warga sekolah sesuai dengan bakat dan minat yang berorientasi pada
kepentingan daerah, nasional dan internasional;
2) Membudayakan 5 S(senyum, salam, sapa, sopan dan santun) dan berakhlak
yang baik; dan
3) Menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, rapih, indah dan asri.
2. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling SMA NEGERI 1 RANCABUNGUR
a. Visi
Visi bimbingan dan konseling adalah terwujudnya layanan bimbingan dan
konseling yang profesional dalam memfasilitasi perkembangan peserta
didik/konseli menuju pribadi unggul dalam imtak, iptek, tangguh, mandiri dan
bertanggung jawab
b. Misi
1) Menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling yang memandirikan
peserta didik/konseli berdasarkan pendekatan yang humanis dan multikultur.
2) Membangun kolaborasi dengan guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua,
dunia usaha dan industri, dan pihak lain dalam rangka menyelenggarakan
layanan bimbingan dan konseling
3) Meningkatkan mutu guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui
kegiatan pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.

5
D. DESKRIPSI KEBUTUHAN

Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik dan


hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru Bimbingan
dan Konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment). Tujuan
penyusunan instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan Konseli.
Ada beberapa contoh aplikasi instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui
kebutuhan Konseli, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas Perkembangan
(ITP), Alat Ungkap Masalah (AUM), Analisis Tugas Perkembangan (ATP), Identifikasi
Kebutuhan dan Masalah Konseli (IKMS) dan lain-lain. Selain itu pengalaman Konselor
dalam melaksanakan program pelayanan konseling dan masukan dari berbagai fihak terkait
juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan daftar kebutuhan peserta didik.
Instrumen yang digunakan untuk mengungkap kebutuhan siswa SMA Negeri 1
Rancabungur adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP) yang dianalisis menggunakan
software Analisis Tugas Perkembangan (ATP). Berdasarkan hasil analisis menggunakan
ATP maka didapat profil kebutuhan siswa SMA Negeri 1 Rancabungur sebagai berikut:
1. Profil Kebutuhan Siswa XII MIPA 2 Berdasarkan hasil Analisis Inventori Tugas
Perkembangan (ITP)

6
7
8
2. Deskripsi Kebutuhan dari Hasil Asesmen

BIDANG DESKRIPSI ASSESMEN


RUMUSAN KEBUTUHAN
LAYANAN KEBUTUHAN
PRIBADI Saya memperoleh ketentraman Mendapatkan ketentraman
dalam berdo’a dalam beribadah
Saya menerima akibat atas Memiliki pemahaman bahwa
perbuatan yang telah dilakukan setiap keputusan ada
konsekuensinya
Saya meyakini bahwa suami-istri Memiliki pemahaman soal
berada dalam posisi yang sederajat kesetaraan Gender
Bila meminjam sesuatu, selalu Memiliki rasa tanggung jawab
saya kembalikan tepat waktu yang tinggi
SOSIAL Saya toleran terhadap situasi yang Mampu memiki sikap yang kuat
di luar harapan dalam menghadapi kondisi yang
di luar keinginan
Saya bergaul secara wajar tanpa Memiliki sikap yang baik dalam
keinginan menguasai kelompok kelompok
Saya berinteraksi dengan orang Memiliki nilai-nilai
lain berdasarkan nilai-nilai persahabatan
persahabatan
BELAJAR Saya mengendalikan kebebasan Memiliki sikap yang peka
diri agar orang lain tidak terhadap lingkungan
terganggu
Saya berani mengambil resiko atas Memiliki pemahaman
keputusan yang dibuat konsekuensi dalam pengambilan
keputusan
Saya menganalisis permasalahan Memahami sikap yang tepat
sebelum memberikan dukungan dalam menghadapi suatu
kondisi tertentu
KARIR Saya meningkatkan bidang Memahami kemampuan diri
pekerjaan yang diminati
Saya menyesuaikan rencana kerja, Memiliki rencana karir dengan
sesuai dengan kemampuan diri tujuan yang realistis
Saya menghitung tuntutan kerja Memiliki pemahaman mengenai
dalam memilih pekerjaan kesiapan kerja
Saya menyesuaikan cara dan Memiliki pemahaman mengenai
kebiasanaan, sesuai dengan tuntutan dunia kerja saat ini
tuntutan pekerjaan dewasa ini
Saya mau berwirausaha karena Memiliki sikap wirausaha
dapat hidup mandiri
Saya menyukai pekerjaan apa saja Memiliki pemahaman tentang
yang sesuai dengan bidang hubungan antara kemampuan
keahlian saya diri dan pekerjaan

E. RUMUSAN KEBUTUHAN

9
Rumusan tujuan dibuat berdasarkan hasil assesmen yang dilakukan atau hasil deskripsi
kebutuhan peserta didik/konseli. Rumusan tujuan akan dicapai dan disusun dalam bentuk
prilaku yang harus dikuasai peserta didik/konseli setelah memperoleh layanan bimbingan dan
konseling. Maka rumusan kebutuhan siswa SMA Negeri 1 Rancabungur dapat disusun
sebagai berikut:
BIDANG RUMUSAN
TUJUAN LAYANAN
LAYANAN KEBUTUHAN
PRIBADI Mendapatkan ketentraman Peserta didik memiliki ketentraman dalam
dalam beribadah beribadah
Memiliki pemahaman Peserta didik memiliki sikap yang mampu
bahwa setiap keputusan ada menerima setiap konsekuensi dari
konsekuensinya pengambilan keputusan
Memiliki pemahaman soal Peserta didik memiliki konsep kesetaraan
kesetaraan Gender gender
Memiliki rasa tanggung Peserta didik memiliki sikap bertanggung
jawab yang tinggi jawab

SOSIAL Mampu memiki sikap yang Peserta didik memiliki sikap resiliensi
kuat dalam menghadapi
kondisi yang di luar
keinginan
Memiliki sikap yang baik Peserta didik memiliki sikap yang baik
dalam kelompok dalam kelompok

Memiliki nilai-nilai Peserta didik menerapkan nilai-nilai


persahabatan persahabatan dalam berinteraksi dengan
orang lain

BELAJAR Memiliki sikap yang peka Peserta didik memiliki sikap yang peka
terhadap lingkungan secara sosial

Memiliki pemahaman Peserta didik memahami setiap konsekuensi


konsekuensi dalam yang akan muncul dalam mengambil
pengambilan keputusan keputusan
Memahami sikap yang tepat Peserta didik memiliki kemampuan dalam
dalam menghadapi suatu menentukan sikap yang tepat
kondisi tertentu
KARIR Memahami kemampuan diri Peserta didik mempelajari kemampuan yang
dimiliki dan mencoba untuk melakukan
pengembangan diri
Memiliki rencana karir Peserta didik merancang rencana karir
dengan tujuan yang realistis dengan tujuan yang realistis
Memiliki pemahaman Peserta didik memiliki kesiapan kerja yang
mengenai kesiapan kerja baik di masa depan
Memiliki pemahaman Peserta didik memiliki kesiapan kerja yang
mengenai tuntutan dunia baik di masa depan
kerja saat ini

10
Memiliki sikap wirausaha Peserta didik menumbuhkan jiwa wirausaha

Memiliki pemahaman Peserta didik menikmati pekerjaan yang


tentang hubungan antara sesuai dengan kemampuan diri
kemampuan diri dan
pekerjaan

F. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program bimbigan dan konseling di SMA meliputi : (1) layanan dasar, (2)
layanan peminatan dan perencanaan individual, (3) Layanan Responsif, dan (4) dukungan
sistem. Berikut penjelasan mengenai masing-masing komponen
1)  Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli
yang berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang
pribadi, sosial, belajar, dan karir sebagai pengejawantahan tugas-tugas perkembangan mereka.
Layanan dasar merupakan inti pendekatan perkembangan yang diorganisasikan berkenaan
dengan pengetahuan tentang diri dan orang lain, perkembangan belajar, serta perencanaan dan
eksplorasi karir. Layanan dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang
langsung diberikan kepada peserta didik/konseli adalah bimbingan kelompok, bimbingan
klasikal, dan bimbingan lintas kelas. Aktivitas yang dilaksanakan melalui media adalah papan
bimbingan, leaflet dan media inovatif bimbingan dan konseling. Bagi guru kelas yang
menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling, layanan bimbingan klasikal dapat
diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran tematik.
2)  Layanan Responsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek peserta
didik, atau masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang bersumber dari
lingkungan kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layanan terdiri atas konseling
individual, konseling kelompok, konsultasi, konferensi kasus, referal dan advokasi. Sementara
aktivitas layanan responsif melalui media adalah konseling melalui elektronik dan kotak
masalah. Pada konteks layanan responsif di Sekolah Dasar, guru bimbingan dan konseling
atau konselor memberikan intervensi secara singkat. Pada layanan responsif juga dilakukan
advokasi yang menitikberatkan pada membantu peserta didik/konseli untuk memiliki
kesempatan yang sama dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Guru bimbingan dan
konseling atau konselor menyadari terdapat rintangan-rintangan bagi peserta didik yang
disebabkan oleh disabilitas, jenis kelamin, suku bangsa, bahasa, orientasi seksual, status
sosial ekonomi, pengaruh orangtua, keberbakatan, dan sebagainya. Guru bimbingan dan
konseling atau konselor harus memberikan advokasi agar semua peserta didik/konseli
mendapatkan perlakuan yang setara selama menempuh pendidikan di Sekolah Dasar.
3) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik
Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian bantuan
kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat dan mengimplementasikan rencana
pribadi, sosial, belajar, dan karir. Tujuan utama layanan ini ialah membantu peserta didik
11
belajar memantau dan memahami pertumbuhan dan perkembangannya sendiri dan mengambil
tindakan secara proaktif terhadap informasi tersebut Layanan peminatan dan perencanaan
individual berisi aktivitas membantu setiap peserta didik untuk mengembangkan dan
meninjau minat dan perencanaan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Aktivitas dimulai sejak
peserta didik masih di sekolah dasar dan berlanjut terus sampai di sekolah menengah.
Rencana yang telah dibuat oleh peserta didik ditinjau dan diperbaharui secara berkala dan
didokumentasikan di dalam profil peserta didik, misalnya dalam bentuk grafik. Aktivitas
layanan peminatan dan perencanaan individual yang langsung diberikan kepada peserta didik
dapat berupa kegiatan bimbingan klasikal, konseling individual, konseling kelompok,
bimbingan kelas besar atau lintas kelas, bimbingan kelompok, konsultasi dan kolaborasi.
Aktivitas peminatan dan perencanaan individual di Sekolah Dasar terintegrasi dengan
kegiatan ekstrakurikuler. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menggambarkan
minat peserta didik pada aktivitas tertentu. Guru bimbingan dan konseling atau konselor dap
at memberikan informasi tentang perencanaan pribadi, akademik dan karir dalam pemilihan
kegiatan ekstra kurikuler bagi peserta didik.

4)  Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja
infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara berkelanjutan yang secara
tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran
perkembangan peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam dukungan sistem adalah (1)
administrasi, yang di dalamnya termasuk melaksanakan dan menindaklanjuti asesmen,
kunjungan rumah, menyusun dan melaporkan program bimbingan dan konseling, membuat
evaluasi, dan melaksanakan administrasi dan mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2)
kegiatan tambahan dan pengembangan profesi, bagi konselor atau guru kelas yang berfungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling, kegiatan pengembangan profesi dilaksanakan sesuai
dengan tugasnya sebagai guru kelas dengan diperkaya oleh kegiatan pelatihan atau lokakarya
tentang bimbingan dan konseling untuk memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling atau konselor. Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (guru sebagai pembelajar) bagi konselor atau guru bimbingan dan konseling
dapat dilakukan dengan moda tatap muka, daring dan kombinasi antara tatap muka dan
daring.

Berdasarkan hasil angket kebutuhan peserta didik, maka alokasi waktu komponen
program adalah sebagai berikut :
N KOMP. JMLH PRO PERHIT.
NO MATERI / TOPIK / KEGIATAN
O PROG LYN PS WKT/JAM
1 Layanan 1 Ibadah dan ketentraman hidup 16 34 34% x 24
Dasar 2 Ngomongin agama bukanlah hal yang % =8.4
tabu !
3 Mereduksi kecemasan
4 Kausalitas akan selalu berlaku
5 Berpikir sebelum bertindak

12
6 Respect itu mudah
7 Teman yang menyenangkan
8 Peran gender-ku
9 Komunikasi dengan efektif
10 Jadi Pria dan Perempuan yang saling
memahami
11 Freedom of Expretion
12 Apa itu bimbingan dan konseling ?
13 Jangan menunda untuk belajar
14 Masa depanku ditentukan oleh hasil
belajarku hari ini
15 Superman pun punya kelemahan
16 Belajar memilih dan mencoba
berargumen
2 Layanan 1 Buat apa hemat ? 13 28 28% x 24 =
Peminatan 2 1 strategi tidaklah cukup untuk % 6,7
dan menjatuhkan musuh
Perencanaan 3 Mengenal medan pertempuran !
Individual 4 Saya tahu kemana harus
Peserta melangkah !!
Didik 5 Kamu pilih yang mana ???
6 Mantap untuk melanjutkan sekolah
ke jenjang Perguruan Tinggi
7 Cara atau strategi masuk Perguruan
Tinggi Negeri
8 Menganalisis pilihan karir setelah
lulus SMA
9 Eksplorasi berbagai macam jurusan
di Perguruan Tinggi
10 Eksplorasi berbagai macam pekerjaan
untuk lulusan SMA
11 Semangatmu hari ini menentukan
perjuanganmu untuk masa depan
12 Jangan kaget cara belajarnya beda
13 Sukses ? punya banyak materi ?
3 Layanan 1 Memaknai tata tertib sekolah 10 22 22% x 24 =
Responsi 2 Mencoba lebih asertif % 5,3
3 Akibat perilaku kurang disiplin
4 Meningkatkan rasa percaya diri
5 Membangun persahabatan yang sehat
dengan teman sebaya
6 Berusaha menghargai waktu
7 Barusaha hari ini untuk pencapaian di
masa depan
8 Mencari alternative solusi dalam
masalah karir
9 Membangun interaksi yang
menyenangkan dan tidak menekan
10 Mengkorelasikan minat dan bakat
dengan pilihan karir
13
4 Dukungan 1 Pengembangan Jejaring 7 15 15% x 24 =
Sistem 2 Kegiatan Manajemen % 3,6
3 Pengembangan staf
4 Kunjungan rumah
5 Kolaborasi
6 Pengembangan Profesi Konselor
7 Penelitian dan Pengembangan
100
JUMLAH JAM 46 24
%

G. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu
bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir yang
merupakan satu kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta
didik/konseli
1. Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau konselor
kepada peserta didik atau konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan, mengambil
keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab tentang
perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan secara optimal
dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1) memahami
potensi diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik maupun psikis,
(2) mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupannya, (3)
menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik.
2. Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk
memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil
berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu
menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya
sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1) berempati
terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar sosial budaya, (3)
menghormati dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan dengan nilai dan norma yang
berlaku, (5) berinteraksi sosial yang efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain secara
bertanggung jawab, dan (8) mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang
saling menguntungkan.
3. Belajar
Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri
untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan
pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan
mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan,

14
dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang dikembangkan
meliputi;
(1) Menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan belajar
(2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
(3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
(4) Memiliki keterampilan belajar yang efektif
(5) Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya
(6) Memiliki kesiapan menghadapi ujian

4. Karir
Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada
peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi
dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis
berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya
sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi :
(1) Pengetahuan konsep diri yang positif tentang karir
(2) Kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir
(3) Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir
(4) Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar
(5) Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir
(6) Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik dan
kesempatan karir
(7) Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di masyarakat
(8) Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki - perempuan.

H. MENGEMBANGKAN TEMA / TOPIK LAYANAN BK

Tema/topik merupakan rincian lanjut dari identifikasi deskripsi kebutuhan peserta


didik/konseli dalam aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karier yang akan
dituangkan dalam RPL BK (Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling)

BIDANG RUMUSAN
TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA
LAYANAN KEBUTUHAN
PRIBADI Mendapatkan ketentraman Peserta didik memiliki Mencapai
dalam beribadah ketentraman dalam ketentraman dalam
beribadah ibadah
Memiliki pemahaman Peserta didik memiliki sikap Decision Making
bahwa setiap keputusan yang mampu menerima
ada konsekuensinya setiap konsekuensi dari
pengambilan keputusan

15
Memiliki pemahaman soal Peserta didik memiliki Peran Gender
kesetaraan Gender konsep kesetaraan gender

Memiliki rasa tanggung Peserta didik memiliki sikap Konsekuensi dan


jawab yang tinggi bertanggung jawab tanggung jawab

SOSIAL Mampu memiki sikap Peserta didik memiliki sikap Menjadi Pribadi
yang kuat dalam resiliensi Tangguh
menghadapi kondisi yang
di luar keinginan
Memiliki sikap yang baik Peserta didik memiliki sikap Team Work
dalam kelompok yang baik dalam kelompok

Memiliki nilai-nilai Peserta didik menerapkan Makna Sahabat


persahabatan nilai-nilai persahabatan
dalam berinteraksi dengan
orang lain
BELAJAR Memiliki sikap yang peka Peserta didik memiliki sikap Menjadi Observer
terhadap lingkungan yang peka secara sosial

Memiliki pemahaman Peserta didik memahami Strategi membuat


konsekuensi dalam setiap konsekuensi yang keputusan
pengambilan keputusan akan muncul dalam
mengambil keputusan
Memahami sikap yang Peserta didik memiliki Pilih yang mana ?
tepat dalam menghadapi kemampuan dalam
suatu kondisi tertentu menentukan sikap yang tepat
KARIR Memahami kemampuan Peserta didik mempelajari Pontensi dan Karir
diri kemampuan yang dimiliki
dan mencoba untuk
melakukan pengembangan
diri
Memiliki rencana karir Peserta didik merancang Perencanaan Karir
dengan tujuan yang rencana karir dengan tujuan
realistis yang realistis
Memiliki pemahaman Peserta didik memiliki Wawancara Kerja
mengenai kesiapan kerja kesiapan kerja yang baik di
masa depan
Memiliki pemahaman Peserta didik memiliki Tuntutan Dunia
mengenai tuntutan dunia kesiapan kerja yang baik di Kerja Zaman
kerja saat ini masa depan Now !
Memiliki sikap wirausaha Peserta didik menumbuhkan Pentingkah
jiwa wirausaha Wirausaha ?

I. RENCANA KEGIATAN/OPERASIOAL (ACTION PLAN)

16
Rencana kegiatan (action plan) bimbingan dan konseling merupaan rencan yang
menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang didapat dari
hasil assesmen terhadap kondisi peserta didik/konseli serta standar kompetensi kemandirian
Konseli. Rencana kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dari beberapa komponen, yaitu :
(a) Bidang layanan
Berisi tentang bidang layanan bimbingan dan konseling
(b) Tujuan Layanan
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai yang berbasis hasil asesmen, tugas
perkembangan atau standar kompetensi kemandirian Konseli
(c)   Komponen layanan
Terdiri dari empat komponen yaitu (1) layanan dasar, (2) layanan responsif, (3)
peminatan dan perencanaan individual, (4) dukungan system
(d)   Strategi layanan
Merupakan kegiatan/strategi layanan yang dilakukan dan disesuaikan dengan komponen
layanan. Contohnya, untuk komponen layanan dasar, strategi layanan yang dapat
dilaksanakan adalah bimbingan
(e)   Kelas
Berisi kelas yang akan mendapatkan layanan bimbingan dan konseling
(f)      Materi,
Berisi tentang tema/topik materi yang akan dibahas untuk mencapai tujuan.
(g)     Metode,
Berisi teknik/strategi kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang akan dilakukan.
(h)     Alat/media,
Berisi alat dan media yang akan digunakan misalnya power point presentation, kertas
kerja dan sebagainya.
(i)       Evaluasi,
Berisi jenis dan alat evaluasi yang digunakan untuk memastikan ketercapaian tujuan
layanan.
(j)       Ekuivalensi,
Berisi penyetaraan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan dengan jumlah
jam. (secara rinci dapat dilihat pada Lampiran Permendikbud No.111 Tahun 2014 tentang
Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah).

17
PROGRAM KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SMAN 1 RANCABUNGUR
TAHUN PELAJARAN 2022-2023

Juli Agustus September Oktober Novemper Desember Januari Februari Maret April Mei Juni
Komponen
Bulan
Dan Keg Layanan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
PERSIAPAN
Pembagian tugas guru bimbingan
1 dan konseling/konselor X
Assesmen kebutuhan (Angket
2 Masalah Siswa) X
Menyusun program bimbingan dan
3 konseling X
Konsultasi program bimbingan dan
4 konseling X X
5 Pengadaan sarana / prasarana BK X
PELAKSANAAN
LAYANAN DASAR
1 Bimbingan Klasikal X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

Libur Semester 2 / Kenaikan Kelas


2 Bimbingan Kelas Besar/lintas kls X X

Ulangan Tengah Semester 1


3 Bimbingan Kelompok

Ulangan Akhir Semester 1

Ulangan Akhir Semester 2


4 Pengembangan Media BK
5 Papan Bimbingan

Libur Semester 1
6 Leaflet
LAYANAN RESPONSIF
1 Konseling Individual disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan

Ulangan Tengah
2 Konseling Kelompok disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
3 Referal (Alih Tangan Kasus) disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
4 Konsultasi disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
5 Bimbingan Teman Sebaya disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
6 Konferensi Kasus disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
7 Konseling Melalui elektrik disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
PEMINATAN & P. INDIVIDUAL
1 Bimbingan Klasikal disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
2 Konseling Individual disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
3 Konseling Kelompok disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
4 Bimbingan kelas besar disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
5 Bimbingan Kelompok disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
6 Konsultasi disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
8 Career day X X
DUKUNGAN SISTEM
1 Pengembangan Jejaring X X X X X X X X X X X X
2 Kegiatan Manajemen X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
3 Pengembangan staf X
Kunjungan rumah disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
4 Kolaborasi disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
5 Pengembangan Profesi Konselor
a. In House Training X
b. Pendidikan Lanjut disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
6 Penelitian dan Pengembangan X X X X X X
AKUNTABILITAS
1 Evaluasi Proses X X X X X X X X X X
2 Evaluasi Hasil X X X X X X X X X X
3 Supervisi X X
4 Pembuatan Laporan X X X X X X X X X X

Mengetahui Bogor, Juli 2022


Kepala Sekolah Guru BK/Konselor

Tata Muhammad Sya'id, M. Pd Dika Rizalul Haq, S. Pd


NIP. 197403022000121001 NIP. 1995021802019031010

18
J. RENCANA EVALUASI. PELAPORAN DAN TINDAK LANJUT

1. EVALUASI
Evaluasi merupakan langkah penting dalam manajemen pelayanan bimbingan dan
konseling (BK). Evaluasi secara umum ditujukan untuk mengetahui tingkat
keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan.
Dalam evaluasi program bimbingan dan konseling terdapat 2 (dua) jenis evaluasi,
yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil.
Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil
penilaian proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling brlangsung.
Fokus penilaian adalah keterlibatan unsur-unsur dalam pelaksanaan kegitan bimbingan
dan konseling.
Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh informasi
tentang keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari hasilnya. Evaluasi
hasil pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan pada hasil yang diacapi oleh
peserta didik yang menjalin pelayanan bimbingan dan konseling. Fokus penilaian
dapat diaragakan pada berkembangnya :
a. Pemahaman diri, sikap, dan prilaku yang diperoleh berkaitan dengan materi / topik
/ masalah yang dibahas
b. Perasaan positif sebagai dampak dari proses atau meteri/topik/masalah yang
dibahas
c. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pasca layanan dalam rangka
mewujudkan upaya pengembangan/pengetasan masalah.
Langkah-langkah pelaksanaan :
a. Penyusunan rencana evaluasi
b. Pengumpulan Data
c. Analisa dan interpretasi data
2. PELAPORAN
Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi. Isi dalam pelaporan lebih
bersifat mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil-hasil yang telah
dicapai dalam kegiatan evaluasi sebelumnya. Pelaporan pada hakikatnya merupakan
kegiatan menyusun dan mendeskripsikan seluruh hasil yang telah dicapai dalam
evaluasi proses maupun hasil dalam format laporan yang dapat memberikan informasi
kepada seluruh pihak yang terlibat tentang keberhasilan dan kekurangan dari program
bimbingan dan konseling yang telah dilakukan.
Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan yiatu :
a. Sistematika laporan hendaknya logis dan dapat dipahami
b. Deskripsi laporan yang disusun hendaknya memperhatikan kaidah penulisan dan
kebahasan yang telah dilakukan
c. Laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus dilaporkan secara
akurat dan tepat waktu.
19
Langkah-langkah dalam penyusunan laporan :
a. Tahap persiapan
b. Pengumpulan dan penyajian data
c. Penulisan laporan
d. Sistematika laporan
3. TINDAK LANJUT
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
menindaklanjuti hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan
data dan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi, guru BK atau konselor dapat
memikirkan ulang keseluruhan program yang telah dilaksanakan denganc ara
membuat desain ulang atau merevisi seluruh program atau beberapa bagian dari
program yang dianggap belum begitu efektif.
Langkah-langkah tindak lanjut :
a. Menentukan aspek-aspek perbaikan atau peningkatan yang akan dilakukan.
b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan
konseling tertentu dalam rangka perbaikan atau pengembangan
c. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut sesuai dengan aspek-aspek yang akan
diperbaiki atau dikembangkan dan alokasi waktu yang telah ditentukan.

K. SARANA DAN PRASARANA BIMBINGAN DAN KONSELING

Prasarana pokok yang diperlukan ialah ruang bimbingan dan konseling yang cukup
memadai. Ruang dimaksud hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga peserta dididk
yang berkunjung merasa senang dan nyaman, serta ruangan tersebut dapat digunakan untuk
pelaksanaan berbagai jenis kegiatan layanan bimbingan dan konseling baik individu
maupun kelompok sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling.
Sedangkan Sarana dan prasarana berisi fasilitas dan perlengkapan yang mendukung
terhadap keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Sarana yang akan digunakan
dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling meliputi :
a. Alat pengumpul data, baik tes maupun non tes, yaitu :
1) Sosiometri
2) Inventori Tugas Perkembangan
3) Catatan Anekdot
b. Alat penyimpan data, khususnya dalam bentuk himpunan data yaitu :
1) Analisis Tugas Perkembangan
2) Basis Data Prestasi Akademik
3) Daftar Peserta Didik Binaan
c. Kelengkapan penunjang teknis yaitu :
1) Data informasi Peserta Didik
2) Media Digital Layanan Bimbingan dan Konseling (Google Classroom)
3) Media Cetak (Poster atau Banner)
20
d. Perlengkapan administrasi, yaitu :
1) Alat tulis kantor ( Pulpen, pensil, buku folio, dan HVS)
2) Rencana Pemberian Layanan (RPL Klasikal, Bimbingan Kelompok,
Konseling individual dan Kelompok, Home Visit, Konferensi Kasus)
3) Laporan Pemberian Layanan Bimbingan dan Konseling
Sedangkan prasarana penunjang layanan : Ruang bimbingan dan konseling terdiri
atas : ruang tamu, ruang kerja, ruang bimbingan dan konseling kelompok/diskusi, ruang
dokumentasi (terlampir)

L. ANGGARAN DAN BIAYA

Anggaran biaya menyesuaikan dengan anggaran sekolah yang dialokasikan untuk


kegiatan bimbingan dan Konseling dengan rincian kebutuhan sebagai berikut :
Rencana anggaran berisi uraian jenis kegiatan dan rincian besar anggaran yang
dibutuhkan. Jumlah besar anggaran menunjukkan kebutuhan besaran anggaran untuk
mendukung keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Rencana anggaran disusun
untuk mendukung implementasi program secara cermat, rasional dan realistik.

Adapun rencana anggaran kegiatan bimbingan dan konseling pada tahun ini adalah
sebagai berikut :

Jumlah
No Jenis Barang Kebutuhan
Barang Uang
1. Kertas HVS - Analisa AUM 2 Plano Rp. 500.000,-
- Angket Siswa
- Program BK
- Undangan orang tua
- Format-format BK
2. Buku Folio - Buku Tamu 1 Rp. 90.000,-
- Buku ijin 1
- Buku Agenda surat 1
- Buku Agenda Kerja 3
3. Exbanner - Pohon Karier 1 Rp. 70.000,-
4. Tampilan - Biblio konseling 10 Rp. 600.000,-
Kepustakaan
5. Gunting - 1 Rp. 15.000,-
6. Snel heckter - Jurnal Kegiatan Klasikal 3 Rp. 30.000,-
21
- Program umum 3
- Bukti Fisik 3
7. Staples - Kecil 1 Rp. 10.000,-
- Tanggung 1 Rp. 20.000.-
8. Transport - Home visit Rp. 1.065.000,-
( 27 X 3 X Rp. 15.000,-)
Jumlah Rp. 2.380.000,-

PROGRAM SEMESTERAN

Setelah membuat rencana kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun, kemudian
mendistribusikan komponen layanan dan strategi kegiatan dalam porgam semesteran dalam
bentuk yang lebih rinci.
Terdapat beberapa komponen dalam program semeseteran, yaitu :
1. Bulan dan komponen program
2. Layanan Dasar
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema layanan dalam komponen layanan
dasar, seperti bimbingan klasikal dengan tema yang sudah dibuat dalam rencana
kegiatan
3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema dalam komponen layanan perencanaan
individual misalnya bimbingan klasikal dengan tema merencanakan karir masa depan
“kuliah atau kerja”
4. Layanan Responsif
Berisi strategi layanan dan topik/tema (bila ada) dalam komponen layanan responsif,
misalnya : konseling kelompok dengan tema/topik “3 Kata Penting dalam Pergaulan”
5. Dukungan sistem
Berisis tentang strategi kegiatan dalam dukungan sistem seperti pengembangan
jejaring, kegiatan manajemen.

22
A. PROGRAM SEMESTER GANJIL

PROGRAM SEMESTER GANJIL BIMBINGAN DAN KONSELING


SMA NEGERI 1 RANCABUNGUR
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Bidang Sas
N Jenis Fungs Wa
Bimbingan Tujuan ara
o. Kegiatan/Layanan i BK ktu
P S B K n
A. PERSIAPAN
Assesmen
kebutuhan Terungkapnya kebutuhan
1 Juli
(Angket Masalah peserta didik/konseli
Siswa)
Konsultasi
Menciptakan sinergitas
Program Ag
2 antara guru BK dengan
bimbingan dan ust
seluruh stakeholder sekolah
konseling
Mempersiapkan Memiliki administrasi
administrasi lengkap terkait pelaksanan Ag
3
bimbingan dan layanan bimbingan dan ust
konseling konseling semester 1
B. LAYANAN BK
1 LAYANAN
. DASAR
a. Bimbingan
Klasikal
Pesera didik/konseli X,
Apa itu Pema
V mengetahui peran dan fungsi XI
bimbingan dan hama Juli
bimbingan dan konseling di dan
konseling ? n
Sekolah XII
X,
Ibadah dan Pema Peserta didik/konseli
XI Ag
ketentraman V hama memahami hakikat ibadah
dan ust
hidup n dalam kehidupan
XII
Peserta didik/konseli X,
Ngomongin Pema memiliki ketertarikan
XI Ag
agama bukanlah V hama terhadap hal ikhwal bersama
dan ust
hal yang tabu ! n orang lain XII

23
Peserta didik/konseli mampu
Pema me-manage
X,
hama kecemasan/stress yang
Mereduksi XI Ag
V n dan dialami
kecemasan dan ust
Pence
XII
gahan

Pema Peserta didik/konseli


X,
hama menjadi pribadi yang lebih
Kausalitas akan XI Ag
V n dan bertanggung jawab dengan
selalu berlaku dan ust
Pence menerima konsekuensi dari
XII
gahan setiap perbuatannya
Peserta didik/konseli mampu X,
Pema
Berpikir sebelum berperilaku sesuai dengan XI Sep
V hama
bertindak norma-norma yang berlaku dan t.
n
XII
Peserta didik/konseli mampu X,
Pema saling menghargai perbedaan XI
Respect itu Sep
V hama dengan orang lain
mudah dan t.
n
XII
Peserta didik/konseli dapat
X,
Pema menjalin hubungan sosial
Teman yang XI Sep
V hama dengan teman sebaya dengan
menyenangkan dan t.
n norma-norma kewajaran
XII
yang berlaku
Peserta didik/konseli
X,
Pema memiliki pemahaman
V XI Sep
Peran gender-ku hama mengenai tugas-tugas
dan t
n berdasarkan gender masing-
XII
masing
Peserta didik/konseli X,
Pema
Komunikasi V kemampuan berinteraksi XI
hama Okt
dengan efektif yang baik untuk menjalin dan
n
persahabatan yang baik XII

Peserta didik/konseli mampu X,


Jadi Pria dan Pema
V memahami berbagai XI
Perempuan yang hama Okt
perbedaan pendapat yang dan
saling memahami n
muncul akibat gender XII

Peserta didik/konseli X,
Pema
Freedom of V memahami arti kebebasan XI
hama Okt
Expretion pribadi yang melekat pada dan
n
setiap individu XII

24
Peserta didik/konseli X,
Pema
Jangan menunda V mengetahui pentingnya XI
hama Okt
untuk belajar menumbuhkan kebiasaan dan
n
belajar yang baik sejak dini XII
Peserta didik/konseli
Masa depanku X,
Pema mengetahui hubungan
ditentukan oleh V XI No
hama prestasi belajar dengan
hasil belajarku dan v
n kehidupan di masa yang
hari ini XII
akan datang
X,
Pema Peserta didik/konseli
Superman pun V XI No
hama memahami keunggulan dan
punya kelemahan dan v
n kelemahan pada diri sendiri
XII

X,
Belajar memilih Pema Peserta didik/konseli
V XI No
dan mencoba hama memiliki kemampuan untuk
dan v
berargumen n mengemukakan pendapatnya
XII
b. Bimbingan
Kelompok
X,
Menjalin Peserta didik/konseli
XI
pertemanan yang V mencoba pola kebiasaan
dan
sehat yang baik dalam pertemanan
XII
c. Papan
Bimbingan
Pema Peserta didik/konseli
Tips dan Trik X, Juli
hama memperoleh informasi
Sukses dalam XI –
V V V V n dan melalui media tulis
Pengembangan dan Des
pence
diri XII b
gahan
d. Pengemb. Peserta didik/konseling tidak X,
Media BK Pema perlu takut untuk datang ke XI Juli
V V V V hama ruang BK dan –
n XII Des

e. Leafleat Peserta didik/konseli X,


memperoleh informasi Juli
Pema XI
melalui media cetak –
V V V V hama dan Des
n XII

2 LAYANAN
. RESPONSIF
1. Konseling Penge X, Juli
Individual ntasan Terbantunya peserta didik XI –
dalam mengatasi dan Des
hambatan/memecahkan XII
masalah yang dialaminya
25
2. Konseling X, Juli
Kelompok Terbantunya memecahkan XI –
Penge masalah peserta didik Des
ntasan melalui kelompok dan
XII

3. Konsultasi Pema Terbantunya memberikan X, Juli


hama informasi yang dibutuhkan XI –
n dan oleh peserta didik dan Des
penge XII
ntasan
4. Konferensi Diperolehnya kesepakatan X, Juli
Kasus Penge bersama mengenai masalah XI –
ntasan peserta didik dan Des
XII
5. Advokasi Terentaskannya masalah X, Juli
konseli yang terkait dengan XI –
Penge pihak lain agar hak-hak Des
ntasan konseli tetap terlindungi dan
XII

6. Konseling X, Juli
elektronik Terselenggaranya layanan XI –
Penge Bimbingan dan Konseling Des
ntasan yang lebih efektif dan
XII

7. Kotak Pema Tertampungnya masalah X, Juli


masalah hama peserta didik/konseli yang XI –
n dan introvert dan Des
penge XII
ntasan

3 PEMINATAN Pema Terentaskannya masalah X


. DAN hama konseli yang terkait dengan
n dan pemilihan jurusan dan XI
PERENC.
penge rencana karir masa depan dan
INVIDIVUAL
ntasan XII
4 DUKUNGAN
. SISTEM
a. Melaksanakan Pengumpulan data dan
dan kebutuhan peserta didik
menindaklanjuti
assesmen
b. Kunjungan Mengetahui langsung
rumah kondisi peserta didik di
lingkungan rumah
c. Menyusun dan Pertanggungjawaban kinerja
melaporkan kepada kepala sekolah
program
bimbingan dan
26
konseling
d. Membuat Penilaian ketercapaian
evaluasi program layanan bimbingan
dan konseling
e. Melaksanakan
administrasi Bukti fisik pelaksanaan
bimbingan dan bimbingan dan konseling
konseling
f. Pengembangan
keprofesian Pengembangan diri / profesi
konselor

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru BK

Tata Muhammad Syaid, [Link]., [Link] DIKA RIZALUL HAQ, [Link]


NIP. 197403022000121001 NIP. 199502182019031010

27
B. PROGRAM SEMESTER GENAP
PROGRAM SEMESTER GENAP BIMBINGAN DAN KONSELING
SMA NEGERI 1 RANCABUNGUR
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Bidang Sas
N Jenis Fungs Wakt
Bimbingan Tujuan ara
o. Kegiatan/Layanan i BK u
P S B K n
A. PERSIAPAN
Konsultasi
Menciptakan sinergitas
Program
1 antara guru BK dengan Jan
bimbingan dan
seluruh stakeholder sekolah
konseling
Mempersiapkan Memiliki administrasi
administrasi lengkap terkait pelaksanan
2 Jan
bimbingan dan layanan bimbingan dan
konseling konseling semester 2
B. LAYANAN BK
1 LAYANAN
. DASAR
a. Bimbingan
Klasikal
Peserta didik/konseli
memperoleh strategi- X Mingg
Reviu hasil ujian V strategi untuk meraih dan u ke-2
kesuksesan disekolah XI Jan

Peserta didik/konseli
memperoleh keterampilan
Reach your Pema X Mingg
untuk menginvestigasi dunia
V hama dan u ke-3
future kerja dalam kaitannya
n XI Jan
dengan pengetahuan dan
pembuatan pemilihan karier.
Keragaman Peserta didik/konseli
Profesi di Pema memperoleh strategi-strategi X Mingg
Masyarakat V hama untuk memperoleh kepuasan dan u ke-4
n dan kesuksesan karir di masa XI Jan
yang akan datang
Peserta didik/konseli
Keanekaragama Pema memperoleh pengetahuan, X Mingg
n budaya V hama sikap, dan keterampilan- dan u ke-1
Indonesia n keterampilan interpersonal XI Feb

28
untuk membantu memahami
diri dan orang lain
Peserta didik/konseli
memperoleh pengetahuan,
Pema Mingg
Peran-peran di sikap, dan keterampilan-
V hama XI u ke-4
masyarakat keterampilan interpersonal
n Jan
untuk membantu memahami
diri dan orang lain
Peserta didik/konseli
memperoleh pengetahuan,
Pema Mingg
Menajemen sikap, dan keterampilan-
V hama X u ke-1
Stress keterampilan interpersonal
n Feb
untuk membantu memahami
diri dan oranglain
Wish list Peserta didik/konseli
(membuat pohon Pema membuat keputusan- Mingg
harapan) V hama keputusan, menentukan XI u ke-1
n tujuan-tujuan dan berani Feb
untuk bertindak
Peserta didik/konseli mampu
Pema saling menghargai perbedaan Mingg
Respect itu
V hama dengan orang lain X u ke-2
mudah
n Feb

Peserta didik/konseli dapat


Pema menjalin hubungan sosial Mingg
Teman yang
V hama dengan teman sebaya dengan XI u ke-2
menyenangkan
n norma-norma kewajaran Feb
yang berlaku
Peserta didik/konseli
memperoleh sikap
Pema pengetahuan, bakat, dan Mingg
Sifatku dimata
V hama keterampilan yang X u ke-3
kalian
n berpengaruh pada Feb
keefektifan belajar di
sekolah
Peserta didik/konseli
memperoleh sikap
Pema pengetahuan, bakat, dan Mingg
Cara belajar
V hama keterampilan yang XI u ke-3
efektif
n berpengaruh pada Feb
keefektifan belajar di
sekolah
Peserta didik/konseli
Pema memperoleh strategi-strategi Mingg
Jangan takut  
hama untuk memperoleh kepuasan X u ke-4
bermimpi V
n dan kesuksesan karier di Feb
masa yang akan datang

29
Peserta didik/konseli
Pema memperleh strategi-strategi X Mingg
Alternatif  
hama untuk memperoleh kepuasan dan u ke-2
pemilihan karir V
n dan kesuksesan karir di masa XI Feb
yang akan datang

Peserta didik/konseli
memperoleh sikap
Pema pengetahuan, bakat, dan X Mingg
V hama keterampilan yang dan u ke-3
n berpengaruh pada XI Feb
keefektifan belajar di
sekolah
Peserta didik/konseli
memperoleh sikap
Pema pengetahuan, bakat, dan X Mingg
Pengetahuan V
hama keterampilan yang dan u ke-4
Umum
n berpengaruh pada XI Feb
keefektifan belajar di
sekolah
Pesera didik/konseli
memperoleh sikap
Kelemahan dan
Pema pengetahuan, bakat dan X Mingg
kekuatan diri V hama keterampilan yang dan u ke-1
sebagai senjata
n berpengaruh pada XI maret
belajar
keefektifan belajar
disekolah
Pesera didik/konseli
Keterampilan memperoleh sikap
berkomunikasi Pema pengetahuan, bakat dan X Mingg
secara efektif dan V hama keterampilan yang dan u ke-3
keterampilan n berpengaruh pada XI maret
menyimak keefektifan belajar
disekolah
b. Bimbingan
Kelompok
X,
Menjalin Peserta didik/konseli
XI
pertemanan yang V mencoba pola kebiasaan
dan
sehat yang baik dalam pertemanan
XII
c. Papan
Bimbingan
Pema Peserta didik/konseli
Tips dan Trik X,
hama memperoleh informasi
Sukses dalam XI Juli –
V V V V n dan melalui media tulis
Pengembangan dan Desb
pence
diri XII
gahan
d. Pengemb. V V V V Pema Peserta didik/konseling tidak X, Juli –
Media BK hama perlu takut untuk datang ke XI Des
n ruang BK
30
dan
XII

e. Leafleat Peserta didik/konseli X,


Pema memperoleh informasi XI Juli –
V V V V hama melalui media cetak dan Des
n XII

2 LAYANAN
. RESPONSIF
1. Konseling X, Juli –
Individual Terbantunya peserta didik XI Des
Penge dalam mengatasi dan
ntasan hambatan/memecahkan XII
masalah yang dialaminya

2. Konseling X, Juli –
Kelompok Terbantunya memecahkan XI Des
Penge masalah peserta didik
ntasan melalui kelompok dan
XII

3. Konsultasi Pema Terbantunya memberikan X, Juli –


hama informasi yang dibutuhkan XI Des
n dan oleh peserta didik dan
penge XII
ntasan
4. Konferensi Diperolehnya kesepakatan X, Juli –
Kasus Penge bersama mengenai masalah XI Des
ntasan peserta didik dan
XII
5. Advokasi Terentaskannya masalah X, Juli –
konseli yang terkait dengan XI Des
Penge pihak lain agar hak-hak
ntasan konseli tetap terlindungi dan
XII

6. Konseling X, Juli –
elektronik Terselenggaranya layanan XI Des
Penge Bimbingan dan Konseling
ntasan yang lebih efektif dan
XII

7. Kotak Pema Tertampungnya masalah X, Juli –


masalah hama peserta didik/konseli yang XI Des
n dan introvert dan
penge XII
ntasan

3 PEMINATAN Pema Terentaskannya masalah


. DAN hama konseli yang terkait dengan

31
n dan pemilihan jurusan dan
PERENC.
penge rencana karir masa depan
INVIDIVUAL
ntasan
4 DUKUNGAN
. SISTEM
a. Melaksanakan Pengumpulan data dan
dan kebutuhan peserta didik
menindaklanjuti
assesmen
b. Kunjungan Mengetahui langsung
rumah kondisi peserta didik di
lingkungan rumah
c. Menyusun dan
melaporkan
Pertanggungjawaban kinerja
program
kepada kepala sekolah
bimbingan dan
konseling
d. Membuat Penilaian ketercapaian
evaluasi program layanan bimbingan
dan konseling
e. Melaksanakan
administrasi Bukti fisik pelaksanaan
bimbingan dan bimbingan dan konseling
konseling
f. Pengembangan
keprofesian Pengembangan diri / profesi
konselor

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru BK

Tata Muhammad Syaid, [Link]., [Link] DIKA RIZALUL HAQ, [Link]


NIP. 197403022000121001 NIP. 199502182019031010

32

Anda mungkin juga menyukai