Asuhan Keperawatan RDS Neonatus 6 Hari
Asuhan Keperawatan RDS Neonatus 6 Hari
Disusun Oleh:
Nama : Fatma Qurrotunnada
NIM : 2211040162
Pre-Eklamsia : Tidak
Persalinan premature : Ya
By. Ny. S
Keterangan :
: Perempuan
: Laki- laki
: Hubungan anak
: Hubungan pernikahan
p : Pasien
: Meninggal
1. Pola napas tidak efektif b.d hambatan upaya napas d.d penggunaan otot bantu pernapasan, fase
ekspirasi memanjang, pernapasan cuping hidung
2. Menyusui tidak efektif b.d Ketidakadekuatan refleks menghisap bayi d.d BAK bayi kurang dari 8
kali dalam 24 jam, intake bayi tidak adekuat, bayi menghisap tidak terus menerus
3. Risiko Infeksi b.d Ketidakadekuatan pertahanan tubuh d.d tubuh bayi ikterik, BBLR
INTERVENSI KEPERAWATAN
Frekuensi napas 2 2 4
Pola napas 2 2 4
Kedalaman napas 2 3 4
Pernapasan cuping 2 3 5
hidung
Penggunaan otot 2 3 5
bantu napas
P: Lanjutkan Intervensi
- Monitor tanda-tanda vital
- Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, upaya
bernapas)
- Monitor bunyi atau suara napas tambahan
- Berikan oksigen
- Dokumentasikan hasil pemantauan
Tanggal/Jam DIAGNOSA IMPLEMENTASI KEPERAWATAN EVALUASI (SOAP)
KEPERAWATAN
22 November 2022 Pola napas tidak - Memeonitor tanda-tanda vital Evaluasi pada jam 20.45
Hari ke – 2 S: -
efektif b.d hambatan - Memonitor pola napas (frekuensi,
O: Pola nafas pasien masih irregular/tidak teratur, masih lambat
Jam 16:00 upaya napas d.d kedalaman, upaya bernapas)
dan terkadang cepat namun dangkal. Bentuk dada cekung, pasien
penggunaan otot - Memonitor bunyi atau suara napas masih berada di incubator dan terpasang CPAP 6.0; FiO 40%,
bantu pernapasan, tambahan nasal kanul terpasang, pernapasan cuping hidung Nampak sedikit
dan otot bantu napas masih terlihat tetapi tidak selalu. Hasil TTV
fase ekspirasi - Memberikan oksigen
didapatkan S = 36,2C; N = 124 x/m; RR = 41 x/m; SPO2 = 95%.
memanjang, - Mendokumentasikan hasil pemantauan A: Masalah pola nafas belum teratasi
pernapasan cuping Kriteria Skor Saat ini Ekspektasi
hidung
Frekuensi napas 2 3 4
Pola napas 2 3 4
Kedalaman napas 2 4 4
Pernapasan cuping 2 4 5
hidung
Penggunaan otot 2 4 5
bantu napas
P: Lanjutkan Intervensi
- Monitor tanda-tanda vital
- Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, upaya bernapas)
- Monitor bunyi atau suara napas tambahan
- Berikan oksigen
- Dokumentasikan hasil pemantauan
Tanggal/Jam DIAGNOSA IMPLEMENTASI KEPERAWATAN EVALUASI (SOAP)
KEPERAWATAN
22 November 2022 Pola napas tidak - Monitor tanda-tanda vital S: -
Hari ke – 3
efektif b.d hambatan - Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, O: Pola nafas pasien masih irregular/tidak teratur, masih lambat
Jam 16:00 upaya napas d.d upaya bernapas) dan terkadang cepat namun dangkal. Bentuk dada cekung, pasien
penggunaan otot - Monitor bunyi atau suara napas tambahan masih berada di incubator, CPAP sudah dilepas. nasal kanul ganti
bantu pernapasan, - Berikan oksigen dengan oksigen 1 lpm, pernapasan cuping hidung (-)dan otot
fase ekspirasi - Dokumentasikan hasil pemantauan bantu napas (-). Hasil TTV didapatkan S = 36,5C; N = 151 x/m;
memanjang, RR = 49 x/m; SPO2 = 97%.
pernapasan cuping Kriteria Skor Saat ini Ekspektasi
hidung
Frekuensi napas 2 3 4
Pola napas 2 3 4
Kedalaman napas 2 4 4
Pernapasan cuping 2 5 5
hidung
Penggunaan otot 2 5 5
bantu napas
P: Lanjutkan Intervensi
- Monitor tanda-tanda vital
- Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, upaya bernapas)
- Monitor bunyi atau suara napas tambahan
- Berikan oksigen
- Dokumentasikan hasil pemantauan
Tanggal/Jam DIAGNOSA IMPLEMENTASI KEPERAWATAN EVALUASI (SOAP)
KEPERAWATAN
22 November 2022 Menyusui tidak - Memeriksa posisi OGT dengan memeriksa Evaluasi pada jam 14:05
Hari ke – 1
efektif b.d residu lambung atau mengauskultasi S: -
Jam 09:10 Ketidakadekuatan hembusan udara O: pasien terpasang OGT, Pasien belum BAB dalam 8 jam ini,
refleks menghisap - Memonitor residu lambung sudah BAK 4 kali/8 jam, refleks menghisap masih lemah, pasien
bayi d.d BAK bayi - Memonitor pola BAB tampak tenang dan banyak tidur, pasien sudah diberikan nutrisi
kurang dari 8 kali - Menggunakan teknik bersih dalam ASI melalui OGT 9 cc/3 jam dan terdapat residu ASI berwarna
dalam 24 jam, intake pemberian susu melalui selang putih 1 cc, residu berwarna coklat agak bening 0,5 cc
bayi tidak adekuat, - Meninggikan kepala 30-40 derajat selama A: masalah menyusui tidak efektif belum teratasi
bayi menghisap tidak pemberian susu Kriteria Skor Saat ini Ekspektasi
terus menerus - Mengkur residu sebelum pemberian susu
Hisapan bayi 2 2 4
- Mengirigasi dengan 1-2cc air putih hangat Intake bayi 2 2 5
setelah pemberian susu Miksi bayi lebih dari 2 3 4
8 kali/24 jam
Hisapan bayi 2 3 4
Intake bayi 2 4 5
Miksi bayi lebih dari 2 4 4
8 kali/24 jam
Hisapan bayi 2 3 4
Intake bayi 2 5 5
Miksi bayi lebih dari 2 4 4
8 kali/24 jam
Ikterik 2 3 4
Berat badan 2 2 3
P: Lanjutkan Intervensi
- Monitor tanda dan gejala infeksi
- Monitor TTV
- Anjurkan pemberian nutrisi
- Kolaborasi pemberian antibiotik gentamicin 1x9 mg, ampicillin
2x110 mg
Tanggal/Jam DIAGNOSA IMPLEMENTASI KEPERAWATAN EVALUASI (SOAP)
KEPERAWATAN
24 November 2022 Risiko Infeksi b.d - Monitor tanda dan gejala infeksi S: -
Hari ke – 3
Ketidakadekuatan - Monitor TTV O: pasien masih tampak ikterik namun lumayan berkurang, berat
Jam 16:00 pertahanan tubuh d.d - Anjurkan pemberian nutrisi badan masih sama seperti hari kemarin yaitu 1,7kg, Pasien
tubuh bayi ikterik, - Kolaborasi pemberian antibiotik gentamicin 1x9 minum ASI 15 cc dan di ASI ibu pada jam 16:00 dan 19:30 lewat
BBLR mg, ampicillin 2x110 mg oral. Hasil TTV didapatkan. S = 36,5C; N = 151 x/m; RR = 49
x/m; SPO2 = 97%.
A: Masalah risiko infeksi belum teratasi
Kriteria Skor Saat ini Ekspektasi
Ikterik 2 4 4
Berat badan 2 2 3
P: Lanjutkan Intervensi
- Monitor tanda dan gejala infeksi
- Monitor TTV
- Anjurkan pemberian nutrisi
Kolaborasi pemberian antibiotik gentamicin 1x9 mg, ampicillin 2x110
mg