PIT & FISSURE
SEALANT
Kelompok G-2 Profesi 2020
Khuzaima Adyasti Nurfajriani
Mesy Tarine Aru Ariadno
M. Raihan Yusuf Widyamurti Sri Larasati
DEFINISI PIT FISSURE SEALANT TUJUAN PIT FISSURE SEALANT
● Pit and Fissure Sealant (PFS) adalah material ● Untuk mencegah dan menghentikan
yang diaplikasikan pada area pit dan fissure perkembangan perkembangan karies di
permukaan oklusal gigi posterior terutama di rongga mulut
gigi M1 permanen dengan menggunakan
● Untuk mencegah pertumbuhan bakteri -
material resin based sealant, GIC (glass
bakteri yang memicu perkembangan karies
ionomer cement), atau material preventif
pada area pit dan fissure gigi
lainnya
● Untuk menutup pit dan fissure sehingga
terlindung dari lingkungan oral yang
mendukung terjadinya pembentukan karies
Welbury - pediatric dentistry (2018). Ch 7
Mattewson - Fundamental of Pediatric Dentistry
Cameron
McDonald
INDIKASI PFS KONTRAINDIKASI PFS
● Permukaan pit dan fIssure gigi yang ● Terdapat karies rampan
dalam
● Terdapat lesi interproksimal pada gigi
● Seluruh molar permanen pada anak M1 permanen
dengan kondisi risiko sedang atau risiko
● Terdapat permukaan oklusal gigi M1
tinggi terkena karies
permanen yang terkena karies dentin
● GIgi posterior sulung anak dengan risiko
(perlu restorasi adekuat)
karies tinggi
MacDonald - dentistry for The Child and Adolescent Ch 17
Cameron - Handbook of Pediatric Dentistry Ch 5
MATERIAL PIT-FISSURE SEALANT
GLASS-IONOMER CEMENT
RESIN-BASED RMGIC
(GIC) KONVENSIONAL
RESIN-BASED
Resin Based Sealant merupakan material yang sering digunakan sebagai sealant karena sifat
estetisnya. Resin konvensional memiliki monomer BIS-GMA dan partikel filler yang
dipolimerisasi melalui proses fotokimiawi.
Keuntungan:
1. Estetis (warna dapat disesuaikan
dengan warna asli gigi) Kerugian:
2. Tingkat durabilitasnya lebih baik Polimerisasi shrinkage→
dari GIC microleakage→ bakteri dapat
3. Konduktivitas termal yang relatif berpenetrasi
rendah
4. Menghemat waktu kunjungan,
karena dapat langsung dipoles
Pinkham Pediatric Dentistry. Infancy Through
Adolescence. 4th edition
GIC KONVENSIONAL
→ GI diapat digunakan sebagai sealant
dikarenakan memiliki keuntungan berupa
kemampuan untuk melepaskan fluoride dan Kerugian :
melindungi permukaan gigi dari karies. - Bersifat kental, sehingga sulit untuk penetrasi
pada kedalaman fisur.
- Kesulitan penetrasi menyebabkan mechanical
retention pada permukaan email kurang baik
- GI bersifat rapuh dan tidak tahan terhadap
occlusal wear
GI juga dapat digunakan sebagai material sealant pada gigi dengan fisur yang
dalam apabila sulit untuk diisolasi akibat pasien yang kurang kooperatif.
Resin-Modified Glass Ionomer Cement (RMGIC)
RMGIC merupakan modifikasi dari glass-ionomer cement yang memiliki
komponen resin, sehingga proses pengerasannya berlangsung melalui 2
reaksi: polimerisasi fotokimiawi dan reaksi asam-basa
Kelebihan:
- Memiliki karakteristik fisik (strength) dan estetika yang lebih baik
dibanding GIC konvensional
- Lebih tahan air
- Working time lebih cepat
Koch, G., 2017. Pediatric Dentistry. 3rd ed. Chichester: John Wiley & Sons.
S. Colombo, M. Beretta. 2018. Dental Sealants Part 3: Which material? Efficiency and effectiveness.
European Journal of Pediatric Dentistry 19(3).
COMPOMER
Compomer merupakan material restorasi berbahan dasar resin yang
memiliki kemampuan adhesif seperti GIC dan dapat melepaskan fluoride
Kelebihan: Kekurangan:
- Dapat melepaskan - Kadar fluoride yang dilepaskan jauh
fluoride lebih sedikit dibandingkan GIC
- Memiliki karakteristik - Retensi lebih rendah dari resin
resin komposit
Koch, G., 2017. Pediatric Dentistry. 3rd ed. Chichester: John Wiley & Sons.
S. Colombo, M. Beretta. 2018. Dental Sealants Part 3: Which material? Efficiency and effectiveness.
European Journal of Pediatric Dentistry 19(3).
ALAT DAN BAHAN APLIKASI PIT &
FISSURE SEALANT
● Alat standar
● Brush profilaksis
● Saliva ejector
● Cotton roll
● Material PFS (resin komposit tanpa filler atau GIC)
● Paper pad dan spatula GIC
● Ball pointed
● Handpiece low speed dan bur poles
● Vaseline
TATALAKSANA PFS DENGAN MATERIAL RESIN-BASED
McDonald RE, Avery DR, Dean JA. Dentistry for the Child and Adolescent. 9th. Missouri: Mosby Elsevier; 2011. 315-8 p
● Evaluasi dan sterilisasi daerah kerja (gigi yang akan dilakukan PFS).
● Cleaning → Hal ini dilakukan untuk mendapatkan permukaan gigi yang bersih dari plak,
khususnya pada gigi dengan oral hygiene yang buruk.
○ Melakukan oral profilaksis dengan menggunakan brush profilaksis dan pumice.
● Isolation → Irigasi, keringkan, dan isolasi daerah kerja dengan bantuan saliva ejector dan
cotton roll.
TATALAKSANA PFS DENGAN MATERIAL RESIN-BASED
McDonald RE, Avery DR, Dean JA. Dentistry for the Child and Adolescent. 9th. Missouri: Mosby Elsevier; 2011. 315-8 p
● Etching and Washing → Hal ini dilakukan untuk menghilangkan smear layer dan meningkatkan
ikatan mekanis antara permukaan gigi - bahan resin, dengan menghasilkan microporosities pada
email dimana resin akan berpenetrasi dan membentuk resin tag.
○ Aplikasi etsa dengan asam fosfat 37% selama 20 detik menggunakan aplikator (brush/cotton
pellet) di seluruh permukaan email. Lalu irigasi, keringkan hingga tampak putih keruh (frosted
appearance) pada gigi.
Penambahan tahap aplikasi bonding-agent dilakukan untuk
meningkatkan retensi bahan resin dengan permukaan gigi.
Hal ini bisa dilakukan ketika isolasi daerah kerja minimal (gigi
yang baru erupsi, permukaan bukal/palatal dengan area
retensi rendah atau pasien yang kurang kooperatif).
TATALAKSANA PFS DENGAN MATERIAL RESIN-BASED
McDonald RE, Avery DR, Dean JA. Dentistry for the Child and Adolescent. 9th. Missouri: Mosby Elsevier; 2011. 315-8 p
● Aplikasi material pit fissure sealent dengan bahan resin komposit hingga menutupi seluruh
bagian pit dan fissure menggunakan aplikator (brush/probe).
● Lalu lakukan light-curing hingga resin setting.
● Lakukan pemeriksaan kembali menggunakan sonde untuk memeriksa adanya void
(gelembung udara) dan kelebihan bahan pada permukaan gigi.
TATALAKSANA PFS DENGAN MATERIAL RESIN-BASED
McDonald RE, Avery DR, Dean JA. Dentistry for the Child and Adolescent. 9th. Missouri: Mosby Elsevier; 2011. 315-8 p
● Check of Occlusal Interferences → Hal ini dilakukan untuk menghindari kelebihan bahan PFS pada
permukaan oklusal yang mungkin akan mengganggu oklusi pasien.
○ Cek oklusi dengan menggunakan articulating paper.
○ Lakukan pemolesan pada area yang ditandai (traumatic occlusion) dengan menggunakan
alpine bur/polishing bur.
● Reevaluation → Hal ini dilakukan untuk menilai keberhasilan perawatan, efektivitas dari bahan PFS
serta meninjau apabila terdapat keluhan dari pasien.
○ Kontrol periodik.
TATALAKSANA PFS DENGAN MATERIAL GIC
1. Sterilisasi daerah kerja
2. Melakukan oral profilaksis dengan menggunakan brush profilaksis dan
pumice murni
3. Irigasi, keringkan, dan isolasi dengan bantuan saliva ejector
4. Aplikasi conditioner (asam poliakrilat 10%) tunggu 10 detik, kemudian bilas,
dan keringkan
5. Pengadukan material GIC tipe 4 dengan gerakan melipat
6. Penutupan area pit dan fissure
7. Aplikasi vaseline / cocoa butter pada semua permukaan sealant
8. Cek oklusi dengan menggunakan articulating paper
9. Kontrol 1 minggu kemudian