0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan15 halaman

Peningkatan Kedisiplinan Siswa Melalui Konseling

Dokumen tersebut membahas upaya peningkatan kedisiplinan siswa melalui layanan konseling individu. Secara garis besar dibahas tentang latar belakang permasalahan kurangnya kedisiplinan siswa, rumusan masalah, tujuan, manfaat, teori-teori terkait kedisiplinan kelas, dan metode pelaksanaan layanan konseling individu untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.

Diunggah oleh

Al Hilal Hamdi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan15 halaman

Peningkatan Kedisiplinan Siswa Melalui Konseling

Dokumen tersebut membahas upaya peningkatan kedisiplinan siswa melalui layanan konseling individu. Secara garis besar dibahas tentang latar belakang permasalahan kurangnya kedisiplinan siswa, rumusan masalah, tujuan, manfaat, teori-teori terkait kedisiplinan kelas, dan metode pelaksanaan layanan konseling individu untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.

Diunggah oleh

Al Hilal Hamdi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROJEK

Upaya Peningkatan Kedisiplinan Melalui Layanan Konseling Individu Pada Siswa


Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah “ Manajemen Kelas “
Dosen Pengampu : Drs. Robenhart Tamba, [Link].

Di Susun oleh Kelompok 4 :

NAMA : Al Hilal Hamdi Rambe

KELAS : PGSD H 2020

MATA KULIAH : MANAJEMEN PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI S1 - PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2022
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya
sehingga kami masih diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan Laporan Projek Riset ini
dengan judul “Upaya Peningkatan Kedisiplinan Melalui Layanan Konseling Individu Pada
Siswa”. Laporan Projek ini kami buat guna memenuhi penyelesaian tugas pada mata kuliah
Manajemen Kelas semoga Laporan Projek ini dapat menambah wawasan dan pengatahuan bagi
para pembaca.
Dalam penulisan Laporan Projek ini, kami tentu saja tidak dapat menyelesaikannya sendiri
tanpa bantuan dari pihak lain. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih kepada:

1.      Kedua orang tua kami yang selalu mendoakan


2.      Kepada dosen pengampu,. Drs. Robenhart Tamba, [Link].

Kami menyadari bahwa Laporan Projek ini masih jauh dari kata sempurna karena masih
banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami dengan segala kerendahan hati meminta maaf dan
mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan ke
depannya.
Akhir kata kami mengucapkan selamat membaca dan semoga materi yang ada dalam
Laporan Projek Riset yang berbentuk makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya bagi
para pembaca.

Medan, Desember 2022

Kelompok

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ i

DAFTAR ISI......................................................................................................................ii

BAB 1 IDENTIFIKASI MASALAH................................................................................1

1.1 Latar Belakang ........................................................................................................1


1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan......................................................................................................2
1.4 Manfaat Penulisan....................................................................................................2
BAB 2 LANDASAN TEORI.............................................................................................3

2.1 Kajian Pustaka..........................................................................................................3

2.2 Dukungan Data........................................................................................................6

2.3 Informasi Awal........................................................................................................7

BAB 3 METODE PELAKSANAAN................................................................................8

3.3Tahapan Pelaksanaan Kegiatan.................................................................................9

BAB 4 PEMBAHASAN...................................................................................................10

4.1 Deskripsi Hasil......................................................................................................10

BAB 5 PENUTUP.............................................................................................................11

5.1 Kesimpulan............................................................................................................11
5.2 Saran...................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................12

ii
BAB I

IDENTIFIKASI MASALAH

1.1 Latar Belakang

Disiplin adalah patuh terhadap perintah dan aturan di mana individu dapat
mengembangkan kemampuan untuk mendisiplinkan diri sendiri sebagai salah satu ciri
kedewasaan [Link] merupakan salah satu faktor penunjang dalam
meningkatkan mutu pendidikan/[Link] adalah ketaatan/kepatuhan pada
peraturan, Dalam penerapan disiplin perlu dibuat peraturan dan tata tertib yang benar-
benar realistis menuju suatu titik yaitu kualitas.
Salah satu faktor pendukung keberhasilan visi dan misi sekolah adalah
kedisiplinan seluruh warga sekolah termasuk para [Link] adalah sikap taat
dan patuh terhadap suatu peraturan yang [Link] dituntut untuk
dilaksanakan/diterapkan di semua lingkungan, yaitu lingkungan keluarga, masyarakat dan
[Link] pelanggaran kedisiplinan yang masih terjadi di sekolah. Salah satunya
adalah kedisiplinan siswa yang masih kurang dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar
pada jam pertama di sekolah. Melihat kondisi tersebut, peneliti yang dalam hal ini
sebagai guru pembimbing telah memberikan layanan konseling kelompok pada siswa
yang kurang disiplin mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dan dalam setiap
layanan bimbingan klasikal selalu memberikan motivasi pada para siswa agar
meningkatkan kedisiplinan masuk sekolah ataupun mengikuti kegiatan belajar mengajar
di [Link] kondisi siswa yang belum menunjukkan peningkatan kedisiplinan
dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah diberi layanan konseling kelompok
dan bimbingan klasikal maka peneliti berencana untuk mengambil suatu
langkah/tindakan, yaitu dengan memberikan layanan konseling individu. Dengan layanan
konseling individu akan lebih efektif karena peneliti akan lebih mudah menggali data
pada siswa ( klien ) secara pribadi, siswa merasa lebih nyaman menyampaikan
masalahnya kepada guru pembimbing ( peneliti ) karena merasa terjaga privasinya dan
tidak ada intervensi dari pihak lain.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengimplementasian Kedisiplinan Kelas dalam hal masuk kegiatan
belajar mengajar
2. Bagaimana permasalahan yang terjadi dalam Kediplinan kelas ?
3. Bagaimana usaha yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan dalam
kedisplinan kelas dalam hal masuk kegiatan belajar mengajar ?

1.3 Tujuan
1. Untuk Mengetahui pengimplementasian Kedisiplinan siswa dalam hal masuk
kegiatan belajar mengajar
2. Untuk Mengetahui apa masalah yang terjadi dalam kedisiplinan kelas
3. Untuk Mengetahui usaha yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan dalam
kedisplinan kelas dalam hal masuk kegiatan belajar mengajar
1.4 Manfaat
Diharapkan dengan adanya laporan project ini dapat bermanfaat sebagai salah
satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dalamKedisiplinan Kelas dalam
hal masuk kegiatan belajar mengajar maupun pengelolaan kelas bagi mahasiswa atau
guru.

2
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kajian Pustaka


A. Defenisi Disiplin Kelas
Disiplin adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan
teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab
tanpa paksaan dari siapapun (AsyMas’udi, Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT TigaSerangkai, 2000). Sedangkan The Liang Gie
(1972) memberikan pengertian disiplin sebagai berikut Disiplin adalah suatu keadaan
tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada
peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.
Dengan disiplin dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatur perilaku anak dalam
mencapai tujuan pendidikan, karena ada perilaku yang harus dicegah atau dilarang,
dan sebaliknya, harus dilakukan. Pembentukan disiplin pada saat sekarang buakn
sekedar menjadikan anak agar patuh dan taat pada atyran dan tata tertib tanpa alas an
sehingga mau menerima begitu saja, melainkan sebagai usaha mendisiplinkan diri
sendiri (self discipline). Artinya ia berperilaku baik, patuh dan taat pada aturan bukan
karena paksaan dari orang lain atau guru melainkan karena kesadaran dari dirinya.
Disiplin bukanlah kepatuhan lahiriah, bukanlah paksaan, bukanlah ketaatan pada
otoritas gurunya untuk menuruti [Link] adalah suatu sikap batin, bukan
kepatuhan [Link] bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kelas
yang [Link] kelas yang tidak tegang, ada kebebasan tapi ada pula kerelaan
mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah.
B. Teknik-Teknik Membina Disiplin Kelas
Terdapat beberapa teknik membina disiplin kelas, antara lain:
- Teknik keteladanan guru, yaitu guru hendaknya memberi contoh teladan sikap
dan perilaku yang baik kepada siswanya.
- Teknik bimbingan guru, yaitu diharapkan guru senantiasa memberikan
bimbingan dan penyuluhan untuk meningkatkan kedisiplinan para siswanya.

3
- Teknik pengawasan bersama, yaitu dalam disiplin kelas yang baik
mengandung pula kesadaran akan tujuan bersama, guru dan siswa
menerimanya sebagai pengendali, sehingga situasi kelas menjadi tertib.

Dalam mewujudkan tujuan bersama tersebut, beberapa usaha yang dapat


dilakukan dalam pembinaan disiplin kelas adalah:

- Mengadakan perencanaan bersama antara guru dengan siswa.


- Mengembangkan kepemimpinan dan tanggung jawab pada siswa.
- Membina organisasi kelas secara demokratis.
- Membiasakan agar siswa dapat berdiri sendiri atau mandiri dalam
melaksanakan tugas dan kewajibannya.
- Membiasakan siswa untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuannya.
- Memberikan dorongan kepada siswa untuk mengembangkan pengettahuan
dan keterampilan.
1) Upaya Menegakan Disiplin
Upaya menegakan disiplin didalam kelas dapat dilakukan dengan meminta
dukungan berbagai pihak terkait, misalnya dari pihak guru, siswa dan orang tua.
Pihak-pihak tersebut selayaknya diajak bekerja sama dengan baik dan harmonis
serta ikut bertanggung jawab untuk menciptakan disiplin siswa. Upaya yang
dapat dilakukan oleh masing-masing pihak adalah sebagai berikut:
2) Pihak guru
Disiplin banyak bergantung pada pribadi [Link] guru yang mempunyai
kewibawaan sehingga disegani oleh [Link] tidak akan mengalami kesulitan
dalam menciptakan suasana disiplin dalam kelasnya walaupun tanpa
menggunakan tindakan atau hukuman yang ketat. Adapula guru yang tampaknya
tidak mempunyai kepribadian, ia tidak berwibawa sehingga tidak disegani
siswanya sekalipun ia menggunakan hukuman dan tindakan yang keras.
Akhirnya hukuman dan tindakan tidak efektif.
Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:

4
- Guru hendaknya jangan ingin berkuasa dan otoriter, memaksa siswa untuk
patuh terhadap segala sesuatu yang diperintahkan, karena sikap guru yang
otoroter membuat suasan kelas menjadi tegang dan sering diliputi rasa takut.
- Guru harus percaya diri bahwa ia mampu menegakan disiplin bagi dirinya dan
siswanya. Jangan tunjukan kelemahan dan kekurangannya pada siswa sebab
pada dasarnya siswa perlu perlindungan dan rasa aman dari gurunya.
- Guru jangan memberikan janji-janji yang tidak mungkin dapat ditepati. Juga
tidak memaksa siswa bebrjanji untuk memperbaiki perilakunya seketika sebab
mengubah perilaku tidak mudah, memerlukan waktu dan bimbingan.
- Guru hendaknya pandai bergaul dengan siswanya, akan tetapi jangan
terlampau bersahabat erat sehingga hilang rasa hormat siswa terhadapnya.
Akibatnya siswa menanggap guru sebagai teman dekat, sehingga cenderung
akan hilang kewibawaanya.

C. Aspek-Aspek Pengelolaan Kelas


1. Menata Ruang Kelas dan Perlengkapan
Kelas merupakan salah satu rumah kedua bagi guru yang mengajar di lembaga
pendidikan formal baik SD, SMP, ataupun [Link] banyak guru yang
tidak betah berlama lama di kelas karena mereka beranggapan suasananya tidak
kondusif, dan [Link] ini dapat diatasi dengan berbagai solusi
salah satunya adalah dengan menata kembali ruang kelas.
2. Empat Kunci Bagi Pengaturan Ruang yang Baik
Ruang kelas bukan lah sebuah wilayah yang amat luas yang berinteraksi dalam
waktu lama lebih lanjut Anda dan siswa akan berpartisipasi dalam dalam
berbagai kegiatan. Apabila Anda dapat mengatur ruang Anda akan mendapati
kemungkinan lancarnya pergerakan, dan penggunaan kelas menjadi efisien. Oleh
sebab itu, empat kunci berikut ini sebagai panduan untuk mengatur ruang kelas:
- Jadikan Wilayah Lalu Lalang Bebas Hambatan
Wilayah dimana banyak para siswa lalu lalang biasanya dapat menjadikan
waktu pengajaran menjadi berubah karena banyak siswa yang harus
menghindari beberapa hambatan- [Link] mengatasi kasus tersebut

5
sebaiknya guru mengatur jarak bangku setiap siswa satu dengan yang lain
sama lebar, kemudian melarang tas/ ransel siswa terletak di sisi luar meja
karena itu dapat menganggu siswa yang ingin maju untuk presentasi atau
menjawab soal
- Pastikan semua murid terpantau dengan mudah oleh guru
Masing-masing kelas memiliki siswa yang beraneka macam entah dari postur
[Link] siswa dan [Link] keadaan normal guru banyak
yang acuh terhadap point ini mungkin karena guru telah banyak pikiran jadi
malas untuk memikirkan hal-hal [Link] justru hal yang kecil itulah
dapat menyebabkan kondisi pengajaran makin tidak kondusif. Contoh konkret
hal kecil yang dapat berdampak besar adalah siswa senang duduk
berkelompok di pojok belakang kelas biasanya akan bercakap sendiri tanpa
memperhatikan guru karena banyak alasan misalnya pelajaran tidak menarik,
cara pengajaran membosankan atau bahkan mereka tidak paham akan mata
pelajaran tersebut, kondisi ini diperparah dengan adanya siswa tinggi duduk
didepan sendiri sehingga menutupi teman yang membuat gaduh.
2.2 Dukungan Data
Penyebab Perilaku Tidak Disiplin
Ada beberapa faktor yang memperngaruhi penyebab kedisiplinan, yaitu :
- Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh guru
- Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh sekolah; kondisi sekolah yang
kurang menyenangkan, kurang teratur, dan lain-lain dapat menyebabkan
perilaku yang kurang atau tidak disiplin.
- Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh siswa, siswa yang berasal dari
keluarga yang broken home.
- Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh kurikulum, kurikulum yang tidak
terlalu kaku, tidak atau kurang fleksibel, terlalu dipaksakan dan lain-lain bisa
menimbulkan perilaku yang tidak disiplin, dalam proses belajar mengajar
pada khususnya dan dalam proses pendidikan pada umumnya.

6
Jenis-Jenis Disiplin

1) Disiplin dirumah yaitu:


- Disiplin belajar
- Disiplin membantu orang tua
- Disiplin beribadah
2) Disiplin disekolah yaitu:
- Masuk sekolah tepat waktu
- Memakai pakaian seragam sekolah mentaati tatatertib sekolah
- Menghormati ibu tau bapak guru

2.3 Informasi Awal


Pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan
menanamkan pola perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu, atau membentuk
manusia dengan ciri-ciri tertentu, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan
moral (Sukadji, 1988). Kemampuan untuk mendisiplinkan diri sendiri terwujud dalam
bentuk pengakuan terhadap hak dan keingian orang lain, dan mau mengambil bagian
dalam memikul tanggung jawab sosial secara manusiawi. Hal inilah yang sesunguhnya
menjadi hakekat dari disiplin.
Pembentukan disiplin diri merupakan suatu proses yang harus dimulai sejak masa kanak-
kanak. Oleh karena itu pendidikan disiplin pertama-tama sudah dimulai dari keluarga
(orangtua).Dalam kehidupan masyarakat secara umum, metode yang paling sering
digunakan untuk mendisiplinkan warganya adalah dengan pemberian hukuman. Hal yang
sama dilakukan juga oleh sebagian besar orangtua atau pun guru dalam mendidik anak-
anak atau murid-murid. Dalam belajar pun kedisiplinan sangat penting, orang yang
berhasil dalam berbisnis dan belajar adalah orang yang keras terhadap dirinya sendiri atau
orang yang dsisiplin terhadap waktu dan lain – lain. Maka kesimpulan pendek yang dapat
kita tarik adalah Jika ingin berhasil dalam belajar kedisiplinan musti harus ditegakkan.

7
BAB III

METODE PELAKSANAAN

Banyak peserta didik yang tidak mau membicarakan masalah pribadi atau urusan
pribadi mereka dalam diskusi kelas dengan guru. Beberapa dari mereka ragu untuk
berbicara di depan kelompok-kelompok kecil. Oleh karena itu, konseling individu dalam
sekolah-sekolah, terutama juga di sekolah dasar guru bukan hanya sebagai pendidik saja
melainkan harus mampu juga menjadi seorang konselor bagi siswa-siswi nya yang
mengalami masalah [Link] pada asumsi bahwa konseli itu akan lebih suka
berbicara sendirian dengan seorang [Link] konseling secara pribadi dengan
siswa ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan disiplin kelas yang terjadi di
lingkungan siswa sekolah dasar.

3.1 Tahapan Pelaksanaan Konseling Individu


Secara umum, proses konseling terdiri dari tiga tahapan yaitu: (1) tahap awal (tahap
mendefinisikan masalah); (2) tahap inti (tahap kerja); dan (3) tahap akhir (tahap
perubahan dan tindakan).
1. Tahap Awal
Tahap ini terjadi dimulai sejak klien menemui konselor hingga berjalan sampai
konselor dan klien menemukan masalah klien. Pada tahap ini beberapa hal yang
perlu dilakukan, diantaranya :
- Membangun hubungan konseling yang melibatkan klien (rapport). Kunci
keberhasilan membangun hubungan terletak pada terpenuhinya asas-asas
bimbingan dan konseling, terutama
asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan; dan kegiatan.
- Memperjelas dan mendefinisikan masalah. Jika hubungan konseling sudah
terjalin dengan baik dan klien telah melibatkan diri, maka konselor harus
dapat membantu memperjelas masalah klien.
- Membuat penaksiran dan perjajagan. Konselor berusaha menjajagi atau
menaksir kemungkinan masalah dan merancang bantuan yang mungkin
dilakukan, yaitu dengan membangkitkan semua potensi klien, dan

8
menentukan berbagai alternatif yang sesuai, untuk mengantisipasi masalah
yang dihadapi klien.

2. Inti (Tahap Kerja)


Setelah tahap Awal dilaksanakan dengan baik, proses konseling selanjutnya
adalah memasuki tahap inti atau tahap kerja.
Pada tahap ini terdapat beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya :
- Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah klien lebih dalam. Penjelajahan
masalah dimaksudkan agar klien mempunyai perspektif dan alternatif baru
terhadap masalah yang sedang dialaminya.
- Konselor melakukan reassessment (penilaian kembali), bersama-sama
klien meninjau kembali permasalahan yang dihadapi klien.
- Menjaga agar hubungan konseling tetap terpelihara.

3. Akhir (Tahap Tindakan)


Pada tahap akhir ini terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu :
- Konselor bersama klien membuat kesimpulan mengenai hasil proses
konseling.
- Menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan
kesepakatan yang telah terbangun dari proses konseling sebelumnya.
- Mengevaluasi jalannya proses dan hasil konseling (penilaian segera).
- Membuat perjanjian untuk pertemuan berikutnya

9
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Hasil

Dalam membangun kerjasama dengan personil sekolah, dalam hal ini Kepala Sekolah,
Guru Mata dan wali kelas, harus” proaktif” dalam memberikan input tentang peserta didik dan
menerima serta menindak lanjuti temuan informasi dari mereka untuk membantu peserta didik.
Secara periodik Guru wali kelas di sekolah ini menyampaikan Laporan tentang pelaksanaan,
proses maupun hasil BK kepada Kepala Sekolah, begitu juga melakukan komunikasi timbal
balik dengan orang tua [Link] / tanggapan Kepala Sekolah dan guru-guru tentang
keberadaan BK, pada umumnya sudah baik, mereka memahami akan tugas dan peranan BK di
sekolah dan mereka juga memahami peran apa yang harus mereka lakukan untuk membantu
keterlaksanaan program BK. Mereka mendukung apabila terdapat program yang melibatkan
mereka.

Salah satu faktor kurang disiplinnya siswa dalam kegiatan belajar adalah keterlambatan
siswa masuk kelas pada jam pertama. Hal tersebut menunjukkan bahwa layanan konseling
individu yang telah diberikan belum menunjukkan hasil yang diharapkan, yaitu
berkurangnya/tidak ada siswa yang terlambat masuk pada kegiatan belajar mengajar jam
[Link] penelitian ini, peneliti menggunakan data kondisi awal yang berasal dari catatan
keterlambatan atau masalah masalah lainnya yang menunjukkan adanya perubahan berupa
penurunan prosentase keterlambatan siswa, dari kondisi awal Hal ini berarti kedisiplinan siswa
mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Setelah diberi tindakan berupa layanan konseling individu dengan konsultasi orang tua
diperoleh data hasil pengamatan yang menunjukkan adanya perubahan berupa penurunan
prosentase keterlambatan siswa, Hal ini berarti kedisiplinan siswa mengalami peningkatan yang
sangat [Link] karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa dari kondisi
awal ke kondisi akhir mengalami peningkatan yang cukup baik.

10
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Bimbingan merupakan bantuan yang dibeikan pada siswa dalam rangka upaya
menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan sedangkan
konseling adalah semua bentuk hubungan antara dua orang, dimana seorang yaitu klien
dibantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan
lingkungannya, hubungan konseling menggunakan wawancara untuk memperoleh dan
memberikan informasi, melatih atau mengajar, meningkatkan kematangan, memberikan
bantuan melalui pengambilan keputusan . Pada umumnya pelaksanaan kegiatan
Bimbingan dan Konseling telah berjalan disekolah dasar namun ternyata sekolah tidak
memiliki program Bimbingan dan Konseling. Masalah-masalah belajar yang biasa
dialami siswa adalah kesulitan dalam beberapa mata pelajaran seperti matematika dan
bahasa inggris.

5.2 Saran

Sebagai calon guru terutama yang sudah menjadi seorang guru Sekolah Dasar kita
hedaknya perlu memahami pentingnya pemahaman tentang jenis – jenis layanan
bimbingan konseling serta bidang – bidangnya pada sekolah dasar guna menunjang
ketercapaian tujuan pelaksanaan bimbingan dan konseling yang searah dengan tujuan
pendidikan nasional agar layanan konseling individu yang telah diberikan menunjukkan
hasil yang diharapkan.

11
DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2011. Kedisiplinan adalah Modal kesuksesan. [Link] 2011.


Diakses tanggal 5 Mei 2018

Djamarah, S.B. 2002. Rahasia Sukses Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Endriani, A. [Link] Meningkatkan Disiplin. [Link]


Diakses tanggal 5 Mei 2018

Syamsu, Yusuf & Juntika Nurihsan. 2012. Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.

12

Anda mungkin juga menyukai