0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan30 halaman

Rencana Pengelolaan Ekosistem Gambut Riau

Rencana ini membahas tahapan penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut di Provinsi Riau, termasuk pengumpulan dan pengolahan data, analisis data, konsultasi publik, serta penetapan rencana oleh Gubernur Riau. Rencana ini bertujuan untuk mengelola 59 kawasan hidrologis gambut seluas 4,9 juta ha di 11 kabupaten/kota di Riau."

Diunggah oleh

Yuri Sapta Indra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan30 halaman

Rencana Pengelolaan Ekosistem Gambut Riau

Rencana ini membahas tahapan penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut di Provinsi Riau, termasuk pengumpulan dan pengolahan data, analisis data, konsultasi publik, serta penetapan rencana oleh Gubernur Riau. Rencana ini bertujuan untuk mengelola 59 kawasan hidrologis gambut seluas 4,9 juta ha di 11 kabupaten/kota di Riau."

Diunggah oleh

Yuri Sapta Indra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INDIKASI KEBIJAKAN RENCANA DAN PROGRAM

Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut


di Provinsi Riau
TAHAPAN PENYUSUNAN RPPEG PROVINSI RIAU
Dikembangkan dari PerMenLHK P.60/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019
(Tata Cara Penyusunan, Penetapan, dan Perubahan RPPEG)

PENGUMPULAN PENGOLAHAN
PERSIAPAN ANALISIS DATA PELAPORAN
DATA DATA
▪ Penyusunan ▪ Pengumpulan data ▪ Pengolahan data ▪ Analisis data kualitatif ▪ Penyusunan draft
Rencana kerja spasial dan non spasial dan kuantitatif Dokumen RPPEG Riau
▪ Konsultasi rencana spasial ▪ Harmonisasi hasil ▪ Konsultasi Publik 1 ▪ Asistensi perbaikan
kerja dengan KLHK ▪ Survei verifikasi analisis spasial (Penentuan Isu dokumen dengan
dan BRGM lapangan terhadap data non- Strategis) KLHK, BRGM, dan
▪ Pembentukan Tim spasial ▪ Perumusan rencana DLHK
RPPEG oleh ▪ Identifikasi perlindungan dan ▪ Finalisasi Laporan
Gubernur Riau permasalahan dan isu pengelolaan Akhir RPPEG Riau
▪ Sosialisasi Rencana strategis ekosistem gambut ▪ Penetapan Peraturan
Penyusunan RPPEG ▪ Konsultasi Publik 2 RPPEG oleh Gubernur
Riau (Perumusan RPPEG) Riau
Lintas Provinsi
3.54%

Kab/Kota
28.42%

KAWASAN Jumlah = 59 KHG KHG RIAU


HIDROLOGIS Luas = 4.984.688,74 ha
(%)
GAMBUT Lokasi = 11 dari 12 Kab/Kota
PROVINSI RIAU
Lintas
Kabupaten
68.04%

PROPORSI KHG TERHADAP


No KABUPATEN/KOTA LUAS WILAYAH KAB/KOTA (HA) TOTAL KHG (HA) JUMLAH KHG
LUAS WILAYAH KAB/KOTA (%)
1 Bengkalis 852.043,63 647.364,14 8 75,98
2 Dumai 217.779,79 217.226,03 1 99,75
3 Indragiri Hilir 1.346.589,47 1.169.877,69 11 86,88
4 Indragiri Hulu 797.816,84 266.138,67 8 33,36
5 Kampar 1.089.721,66 225.839,90 7 20,72
6 Kep. Meranti 363.679,18 361.725,03 6 99,46
7 Kuantan Singingi 527.273,74 0 0,00
8 Pekanbaru 63.340,30 8.019,91 2 12,66
9 Pelalawan 1.315.503,34 794.133,16 13 60,37
10 Rokan Hilir 915.472,45 623.972,38 6 68,16
11 Rokan Hulu 752.743,28 118.136,46 4 15,69
12 Siak 784.396,97 552.255,38 12 70,41
Kawasan Hidrologis Gambut Provinsi Riau
TAHAP PENENTUAN ISU STRATEGIS
Hasil Identifikasi: Pemilihan Isu PB: Penentuan Isu Strategis: Analisis
78 ISU 45 ISU 15 ISU DPSIR

Penjaringan Isu: Mempertimbangkan Faktor: Mempertimbangkan Faktor:


▪ FGD Sosialisasi Parapihak ▪ Karakteristik wilayah ▪ Kapasitas DDDTLH Konsultasi
▪ Penyebaran Google Form ▪ Tingkat potensi dampak ▪ Dampak Risiko LH
Publik
▪ Survei Verifikasi Lapangan ▪ Keterkaitan antar isu ▪ Jasa Ekosistem
▪ Analisis Data Spasial dan ▪ Keterkaitan dengan muatan KRP ▪ Intensitas bencana
Non Spasial ▪ Ketersediaan SDA
▪ Pengelompokan Isu ▪ Kehati
▪ Perubahan iklim Asistensi
▪ Keberlanjutan penghidupan KLHK
masyarakat;
▪ Risiko kesehatan / keselamatan
▪ Ancaman kearifan lokal

ISU STRATEGIS
EKONOMI SOSIAL LINGKUNGAN
▪ Kesenjangan pembangunan ▪ Terbatasnya infrastruktur dan akses pelayanan dasar ▪ Alih fungsi dan kerusakan lahan
wilayah ▪ Keberlangsungan kemandirian pangan gambut
▪ Produktivitas pertanian lahan ▪ Peningkatan pertumbuhan penduduk ▪ Emisi Gas Rumah Kaca
gambut rendah ▪ Kapasitas dan peran kelembagaan dalam PPEG ▪ Kebakaran hutan dan lahan
▪ Tingkat kemiskinan dan ▪ Konflik pemanfaatan ruang dan lahan ▪ Penurunan keanekaragaman hayati
kesejahteraan masyarakat ▪ Pengawasan, evaluasi, dan penegakan hukum dalam ▪ Tata kelola air pada lahan gambut
pengelolaan gambut ▪ Banjir dan abrasi gambut
FOKUS PENTING KRP TERHADAP ISU STRATEGIS RPPEG RIAU
No Isu Strategis Fokus Penting Kebijakan, Rencana dan Program RPPEG Riau
A Aspek Ekonomi
1 Kesenjangan pembangunan wilayah ▪ Pembangunan infrastruktur wilayah dan Sumber Daya Manusia (SDM)
▪ Pengembangan Potensi Fungsi Lindung EG sebagai Ecoeduwisata dan Agroforestri
2 Produktivitas pertanian lahan gambut ▪ Penelitian intensifikasi budidaya eksisting dan pengembangan potensi budidaya lokal (Pertanian,
rendah perkebunan dan perikanan) yang tidak merusak gambut
3 Tingkat kemiskinan dan kesejahteraan ▪ Pengembangan potensi alternatif peningkatan ekonomi masyarakat gambut
masyarakat ▪ Pengembangan potensi Ecoeduwisata, Agroforestri, dan Potensi budidaya lokal (Pertanian,
perkebunan dan perikanan) yang tidak merusak gambut
B Aspek Lingkungan
1 Alih fungsi dan kerusakan lahan ▪ Penanggulangan dan pemulihan gambut rusak/Lahan bukan hutan pada Fungsi Lindung EG
gambut ▪ Perlindungan dan peletarian EG yang tidak rusak / tutupan lahan hutan alami
▪ Pencadangan EG pada: (1) areal FLEG <30% dari total KHG, (2) Areal Moratorium PIPPIB pada KHG, (3)
>50% gambut rusak pada konsesi; (4) Gambut diluar KHG
▪ Pencadangan Fungsi Budidaya pada Hutan Lindung dan KSA/KPA
▪ Penanggulangan dan pemulihan EG pada areal Pirit/kwarsa yang telah terekspos
2 Emisi Gas Rumah Kaca ▪ Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
3 Kebakaran hutan dan lahan ▪ Pencegahan, Penanggulangan dan Pemulihan (Pemerintah, Konsesi dan Masyarakat)
4 Penurunan KEHATI ▪ Menyediakan areal pelestarian NKT, dan pemulihan kawasan Hutan Lindung dan KSA/KPA
5 Rendahnya tata kelola air pada lahan ▪ Pengembangan penelitian kajian hidrologis pada setiap KHG
gambut ▪ Pengaturan dan pembatasan kegiatan budidaya pada EG
▪ Penyediaan sekat kanal dan pengaturan TMAT
6 Banjir dan abrasi gambut ▪ Pencegahan, Penanggulangan dan Pemulihan (Pemerintah, Konsesi dan Masyarakat)
FOKUS PENTING KRP TERHADAP ISU STRATEGIS RPPEG RIAU
No Isu Strategis Fokus Penting Kebijakan, Rencana dan Program RPPEG Riau
C Aspek Sosial
1 Terbatasnya infrastruktur dan ▪ Pembangunan infrastruktur dasar dan Sumber Daya Manusia (SDM)
akses pelayanan dasar
2 Keberlangsungan kemandirian ▪ Pengembangan infrastruktur dan intensifikasi pertanian
pangan ▪ Penetapan lahan pertanian berkelanjutan
3 Peningkatan pertumbuhan ▪ Pengaturan zona pengembangan pembangunan ekonomi wilayah
penduduk ▪ Pengaturan kawasan permukiman
4 Konflik pemanfaatan ruang ▪ Inventarisasi dan penetapan puncak kubah gambut pada FLEG
dan lahan ▪ Konservasi EG pada kawasan Hutan Lindung, KSA/KPA, dan puncak kubah gambut
▪ Pengaturan pemanfaatan areal FLEG di luar puncak kubah pada konsesi kehutanan dengan menyediakan areal NKT,
serta pencegahan kerusakan gambut dan terjadinya kebakaran
▪ Peninjauan ulang dan penetapan status izin konsesi perkebunan pada hutan produksi di luar puncak kubah gambut
▪ Pengaturan budidaya konsesi perkebunan pada FLEG dan APL yang diluar puncak kubah dengan pendekatan agroforest
mozaik, dengan pertimbangan areal NKT, dan penerapan ISPO melalui mekanisme insentif
▪ Pengaturan budidaya masyarakat diluar puncak kubah gambut berbasis perhutanan sosial dan pendekatan sistem
agroforest mozaik
▪ Pengaturan budidaya konsesi fungsi budidaya pada HP dan APL dengan menyediakan areal NKT serta pencegahan
kebakaran dan abrasi
▪ Pengaturan pemanfaatan FBEG oleh masyarakat pada HP dengan mekanisme TORA dan Perhutanan Sosial
▪ Pengaturan pemanfaatan FBEG oleh masyarakat pada APL yang tidak merusak gambut dan terjadi kebakaran
5 Kapasitas dan peran ▪ Sosialisasi dan pembentukan MPA/MPG
kelembagaan dalam PPEG ▪ Pelatihan dan penyediaan infrastruktur MPA/MPG
6 Pengawasan, evaluasi, dan ▪ Pengembangan sistem Monev dan Audit lingkungan pada Konsesi
penegakan hukum dalam ▪ Kolaborasi multipihak (KLHK, BRGM, Kementan, Disbun, Korporasi) untuk pembinaan dan pengawasan kegiatan
pengelolaan gambut budidaya masyarakat pada lahan gambut dengan mekanisme plasma
GAMBARAN UMUM KONDISI KONFLIK PEMANFAATAN RUANG DAN LAHAN GAMBUT

Peta Kawasan Hutan (SK.903) vs Fungsi Ekosistem Gambut Tutupan Lahan Eksisting vs Fungsi Ekosistem Gambut
Kawasan Hutan Fungsi Lindung Fungsi Budidaya Luas pada FEG Tutupan Lahan
No No Fungsi Budidaya Fungsi Lindung
(SK.903) ha % ha % ha % Tahun 2020
A Hutan Lindung/Konservasi 255.282,6 10,7 2.769,9 0,1 258.052,6 5,2 1 Tutupan Berhutan 652.782,52 1.148.797,96
1 Kawasan Konservasi 232.926,3 9,8 2.646,7 0,1 235.573,0 4,7 ▪ Hutan Lahan Kering
210,59 90,29
2 Hutan Lindung 22.356,4 0,9 123,2 - 22.479,6 0,5 Sekunder/ Bekas Tebang
B Hutan Produksi 1.515.657,5 63,5 1.441.272,9 55,5 2.956.930,4 59,3
▪ Hutan Mangrove Primer 6,55
▪ Hutan Mangrove
1 HP 1.063.147,6 44,5 717.050,0 27,6 1.780.197,6 35,7 116.931,21 10.184,12
Sekunder/Bekas Tebangan
2 HPT 212.573,8 8,9 293.068,7 11,3 505.642,5 10,1
▪ Hutan Rawa Primer 5.362,09 41.748,89
3 HPK 239.936,1 10,1 431.154,3 16,6 671.090,4 13,5
▪ Hutan Rawa Sekunder/ Bekas
C Area Penggunaan Lain 615.931,3 25,8 1.135.926,3 43,7 1.751.857,6 35,1 338.693,79 582.930,70
Tebangan
D Badan Air 125,0 0,0 17.723,2 0,7 17.848,2 0,4 ▪ Hutan Tanaman 191.578,29 513.843,96
Total 2.386.996,4 100,0 2.597.692,3 100,0 4.984.688,7 100,0 2 Semak Belukar dan Rawa 264.525,08 148.557,37
3 Perkebunan/ Kebun 1.285.228,60 921.516,06
Konsesi vs Fungsi Ekosistem Gambut 4 Pertanian / Sawah 280.950,72 123.523,37
Fungsi Fungsi Pemukiman dan Lahan
Konsesi Total 5 58.220,25 5.153,58
Budidaya Lindung Terbangun
Izin Usaha Perkebunan (IUP) 536.001 482.622 1.018.623 6 Pertambangan 9.072,00 3.972,70
Izin Usaha Pemanfaatan Hasil 7 Lahan Terbuka 24.602,50 34.123,43
480.257 824.536 1.304.794
Hutan Kayu (IUPHHK) 8 Tambak 823,59
Total 1.016.258 1.307.158 2.323.417
9 Tubuh Air 21.400,29 1.186,88
ARAHAN MUATAN
Rencana Perlindungan dan ▪ Penelitian
Pengelolaan Ekosistem Gambut Pemanfaatan EG ▪ Ilmu Pengetahuan
Fungsi Lindung ▪ Pendidikan
▪ Jasa Lingkungan
Pemanfaatan
Ekosistem Gambut ▪ Kawasan Hutan (HTI/HPH,
Pemanfaatan EG HKm, HTR, HD, open access)
Budidaya ▪ APL (Kebun Besar, Kebun
Masyarakat, open access)
Pencegahan ▪ Lindung
Kerusakan EG ▪ Budidaya

▪ Pemadaman Kebakaran
Pengendalian Penanggulangan ▪ Isolasi Areal Rusak
Ekosistem Gambut Kerusakan EG ▪ Pembuatan Tabat
▪ Cara Lain

▪ Rehabilitasi
Pemulihan Ekosistem gambut ▪ Restorasi
▪ Cara Lain
Pemeliharaan ▪ Pencadangan EG
Ekosistem Gambut ▪ Pelestarian FEG
Sumber:
▪ PP 71 tahun 2014 jo PP 57 Tahun 2016
▪ PerMenLHK No. P.60/2019
▪ Mitigasi Perubahan Iklim
▪ RPPEG Nasional Mitigasi dan Adaptasi ▪ Adaptasi Perubahan Iklim
Perubahan Iklim ▪ Adaptasi pembangunan
wilayah
Rencana Pemanfaatan Ekosistem Gambut
No Komponen Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 Pemanfaatan Ekosistem Gambut
Pemanfaatan Meningkatkan Pemanfaatan ekosistem Pengaturan ▪ Pengembangan penelitian pada ekosistem gambut
Fungsi pemanfaatan secara gambut yang optimal kegiatan penelitian berbasis multipihak
Lindung terbatas untuk kegiatan untuk kegiatan ekosistem gambut
penelitian, ilmu penelitian, ilmu Penyediaan sarana ▪ Pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan
pengetahuan, pengetahuan, pengembangan ilmu pendidikan kepada masyarakat
pendidikan dan jasa pendidikan dan jasa pengetahuan dan ▪ Menyediakan infrastruktur sarana sistem informasi
lingkungan dengan tetap lingkungan dengan tetap pendidikan ekosistem dan stasiun pemantauan ekosistem gambut sesuai
menjaga fungsi menjaga fungsi gambut. karakteristik wilayah
hidrologis Ekosistem hidrologis Ekosistem Pemanfaatan jasa ▪ Pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan
Gambut Gambut lingkungan ekosistem ekosistem gambut untuk kesejahteraan masyarakat
gambut. dan ekonomi wilayah
Pemanfaatan Mengembangkan Terjaganya Pengembangan kebijakan ▪ Pengembangan kebijakan dan pemanfaatan fungsi
Fungsi kegiatan budidaya keseimbangan fungsi dan pemanfaatan fungsi budidaya ekosistem gambut untuk ekonomi wilayah
Budidaya dengan tetap menjaga hidrologis Ekosistem budidaya ekosistem dan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga
keseimbangan fungsi Gambut dalam kegiatan gambut untuk ekonomi fungsi hidrologisnya.
hidrologis Ekosistem budidaya wilayah dan kesejahteraan ▪ Peningkatan usaha/kegiatan pemanfaatan fungsi
Gambut masyarakat dengan tetap budidaya ekosistem gambut di kawasan hutan dengan
menjaga fungsi tetap menjaga fungsi hidrologisnya
hidrologisnya. ▪ Peningkatan usaha/kegiatan pemanfaatan fungsi
budidaya ekosistem gambut di luar kawasan hutan
(APL) dengan tetap menjaga fungsi hidrologisnya.
▪ Pengembangan potensi lokal dan produk turunannya
dalam pemanfaatan ekosistem gambut
Indikasi Program | Pemanfaatan Ekosistem Gambut

No Komponen Program
1 Pemanfaatan Ekosistem Gambut
Pemanfaatan ▪ Inventarisasi dan penetapan areal puncak kubah gambut berbasis KHG
Fungsi Lindung ▪ Mempertahankan areal Fungsi Lindung EG yang masih alami dan berada pada puncak kubah gambut
▪ Pengaturan pemanfaatan areal FLEG di luar puncak kubah pada konsesi kehutanan dengan menyediakan areal NKT, serta
pencegahan kerusakan gambut dan terjadinya kebakaran
▪ Peninjauan ulang dan penetapan status izin konsesi perkebunan pada hutan produksi di luar puncak kubah gambut
▪ Pengaturan budidaya konsesi perkebunan pada FLEG dan APL yang diluar puncak kubah dengan pendekatan agroforest mozaik,
dengan pertimbangan areal NKT, dan penerapan ISPO melalui mekanisme insentif
▪ Pengaturan budidaya masyarakat diluar puncak kubah gambut berbasis perhutanan sosial dan pendekatan sistem agroforest mozaik
▪ Penelitian dan pengembangan komoditas jenis tumbuhan dan satwa lokal di EG yang bermanfaat besar
▪ Penelitian pengembangan dan inovasi jasa lingkungan di fungsi lindung EG
▪ Penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi nilai sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan
▪ Sosialisasi tentang pentingnya keberlanjutan ekosistem gambut terhadap nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan
▪ Pengintegrasian pendidikan lingkungan berbasis potensi lokal tentang PPEG.
▪ Pembangunan sistem informasi PPEG terintegrasi dan berbasis spasial pada setiap KHG
▪ Identifikasi dan pemetaan karakteristik Ekosistem Gambut pada setiap KHG
▪ Pembangunan stasiun pemantauan EG sesuai karakteristik KHG
▪ Pengembangan kebijakan pemanfaatan jasa lingkungan yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan ekonomi wilayah
▪ Identifikasi potensi pengembangan jasa lingkungan berbasis ekoeduwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat
▪ Sinkronisasi data perencanaan parapihak dalam PPEG
Indikasi Program | Pemanfaatan Ekosistem Gambut
No Komponen Program
1 Pemanfaatan Ekosistem Gambut
Pemanfaatan ▪ Pemanfaatan fungsi budidaya Ekosistem Gambut di kawasan hutan dan APL sesuai dengan RTRW Provinsi Riau
Fungsi ▪ Pemanfaatan budidaya secara terbatas pada fungsi lindung EG diluar puncak kubah gambut
Budidaya ▪ Penetapan areal perlindungan pada kawasan hutan lindung dan konservasi
▪ Peningkatan produktivitas usaha pemanfaatan EG di hutan produksi oleh korporasi dengan mencegah kerusakan gambut, kebakaran
dan abrasi
▪ Pemanfaatan EG di hutan produksi oleh masyarakat berbasis Perhutanan Sosial dan TORA
▪ Pemanfaatan fungsi budidaya di luar kawasan hutan (APL) oleh korporasi dengan menyediakan areal NKT serta mencegah
terjadinya, kerusakan gambut, kerbakaran dan abrasi
▪ Pemanfaatan fungsi budidaya di luar kawasan hutan (APL) oleh masyarakat dengan tetap menjaga fungsi hidrologis
▪ Kolaborasi multipihak (KLHK, BRGM, Kementan, Disbun, Korporasi) untuk pembinaan dan pengawasan kegiatan budidaya
masyarakat pada lahan gambut dengan mekanisme plasma
▪ Penetapan areal kerja korporasi yang bernilai konservasi tinggi untuk pelestarian KEHATI
▪ Pengembangan potensi jenis tanaman lokal untuk budidaya yang tidak merusak fungsi hidrologis ekosistem gambut
▪ Pengembangan potensi ekonomi sektor pertanian dan perkebunan yang tidak merusak fungsi hidrologis ekosistem gambut
▪ Pengembangan potensi ekonomi sektor perikanan yang tidak merusak fungsi hidrologis ekosistem gambut
Indikatif Rencana Pemanfaatan Fungsi Lindung Ekosistem Gambut

Indikatif Areal
Pemanfaatan
Luas (ha) %
Fungsi Lindung
Ekosistem Gambut

▪ Fungsi Lindung
Ekosistem gambut
1.184.494 47,5
pada Diluar Areal
Konsesi

▪ Fungsi Lindung
Ekosistem gambut 1.307.158 52,5
pada Areal Konsesi

Total 2.491.652 100,0

Kriteria Keterangan
Penelitian, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan : Fungsi Lindung Ekosistem Gambut pada areal konsesi
Jasa Lingkungan, Penelitian, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan : Fungsi Lindung Ekosistem Gambut pada non konsesi
Indikatif Rencana Pemanfaatan Fungsi Budidaya Ekosistem Gambut

Indikatif Area
Pemanfaatan Fungsi Budidaya Luas (ha) %
Ekosistem Gambut

▪ Kawasan Konservasi 5.328 0,2


▪ Kawasan Perlindungan
Hutan Alam dan Ekosistem 54.696 2,2
Gambut
▪ Kawasan Prioritas
73.273 2,9
Rehabilitasi
▪ Pemanfaatan Hutan
341.582 13,7
Berbasis Korporasi

▪ Pemanfaatan Hutan
870.348 35,0
Berbasis Masyarakat
▪ Pemanfaatan Non
Kehutanan Berbasis 169.426 6,8
Korporasi
▪ Pemanfaatan Non
Kehutanan Berbasis 840.304 33,7
Masyarakat
Kriteria Keterangan
▪ Fungsi Budidaya lainnya 134.935 5,4 Kawasan Konservasi : FBEG pada hutan lindung dan Konservasi
Kawasan Perlindungan Hutan Alam dan EG : FBEG pada IUPHHK-Hutan Alam
Total 2.489.892 100,0
Kawasan Prioritas Rehabilitasi : FBEG pada IUPHHK-RE
Pemanfaatan Hutan Berbasis Korporasi : FBEG pada kawasan hutan dan Konsesi (HTI)
Pemanfaatan Hutan Berbasis Masyarakat : FBEG pada kawasan hutan dan perhutanan sosial
Pemanfaatan Non Kehutanan Berbasis Korporasi : FBEG pada kawasan APL dan Konsesi
Pemanfaatan Non Kehutanan Berbasis Masyarakat : FBEG pada kawasan APL dan non konsesi (Perkebunan dan Pertanian)
Fungsi Budidaya lainnya : FBEG pada APL dan non konsesi yang dimanfaatkan masyarakat selain perkebunan dan pertanian
Rencana Pengendalian Ekosistem Gambut
No Komponen Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
2 Pengendalian Ekosistem Gambut
Pencegahan Mencegah terjadinya Berkurangnya kerusakan Pengembangan sistem ▪ Penataan ekosistem gambut berdasarkan fungsi dan
Kerusakan kerusakan Ekosistem pada fungsi lindung dan pencegahan kerusakan karakteristiknya
Ekosistem Gambut sesuai kriteria budidaya ekosistem ekosistem gambut ▪ Peningkatan pemahaman dan kesadaran hukum
Gambut baku kerusakan di fungsi gambut masyarakat / kelompok masyarakat dalam PPEG
lindung dan budidaya ▪ Pengembangan sistem evaluasi dan audit perizinan
ekosistem gambut pemanfaatan lahan gambut
▪ Pengembangan sistem pemantauan dan pengawasan
ketaatan terhadap ketentuan kriteria baku kerusakan.
▪ Penguatan kelembagaan pemerintah dan ketahanan
masyarakat.
▪ Pengembangan sistem deteksi dini pencegahan
kerusakan ekosistem gambut
Pencegahan pengurangan ▪ Pencegahan pengurangan luas dan/atau volume
luas dan/atau volume tutupan lahan dengan melibatkan pemangku
tutupan lahan kepentingan terkait
Pencegahan kerusakan ▪ Pencegahan kerusakan fungsi hidrologis ekosistem
fungsi hidrologis gambut dengan melibatkan pemangku kepentingan
ekosistem gambut terkait
Pencegahan tereksposnya ▪ Pencegahan tereksposnya sedimen berpirit dan/atau
sedimen berpirit dan/atau kwarsa di lahan gambut dengan melibatkan pemangku
kwarsa di lahan gambut kepentingan terkait
Rencann Pengendalian Ekosistem Gambut
No Komponen Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
2 Pengendalian Ekosistem Gambut
Penanggulangan Menanggulangi Menurunnya dampak Penanggulangan ▪ Penanggulangan kebakaran dan abrasi gambut secara
Kerusakan kerusakan yang kerusakan pada fungsi kerusakan ekosistem terpadu
Ekosistem terjadi pada fungsi lindung dan budidaya gambut secara tepat dan ▪ Pembangunan sistem pengendali air secara sistematis
Gambut lindung dan ekosistem gambut terkoordinasi
budidaya ▪ Penanggulangan kerusakan ekosistem gambut akibat
ekosistem gambut pembukaan lahan
▪ Pengisolasian secara tepat areal yang bersedimen pirit
dan/ atau kwarsa terekspos
Pemulihan Mengembalikan Pulihnya ekosistem Optimalisasi pemulihan ▪ Peningkatan kapasitas dalam pemulihan ekosistem
Kerusakan fungsi ekosistem gambut yang telah ekosistem gambut. gambut.
Ekosistem gambut yang telah mengalami kerusakan ▪ Pemulihan ekosistem gambut dengan cara restorasi,
Gambut mengalami pada fungsi lindung dan rehabilitasi, dan suksesi alami sesuai dengan
kerusakan pada budidaya kewenangannya
fungsi lindung dan ▪ Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
budidaya dalam pemulihan ekosistem gambut.
Indikasi Program | Pengendalian Ekosistem Gambut
No Komponen Program
2 Pengendalian Ekosistem Gambut
Pencegahan ▪ Inventarisasi karakteristik dan penetapan fungsi Ekosistem Gambut skala 1:50.000
Kerusakan ▪ Peningkatan kapasitas penyusunan RPPEG bagi pemerintah kabupaten/kota
Ekosistem ▪ Pengembangan kebijakan fungsi lindung (di dalam kawasan hutan dan APL) sesuai kewenangan
Gambut ▪ Pengembangan sistem pemantauan dan pengawasan pemanfaatan fungsi Ekosistem Gambut
▪ Peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam PPEG
▪ Pengembangan sistem evaluasi dan audit perizinan pada lahan gambut
▪ Pengembangan sistem pemantauan dan pengawasan terhadap kriteria baku kerusakan
▪ Penguatan kelembagaan, SDM, dan koordinasi antar Lembaga (pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan swasta)
▪ Pelatihan, pendampingan, penyediaan akses informasi publik, dan pola kemitraan
▪ Pembangunan dan pengembangan sistem deteksi dini pencegahan kerusakan Gambut (kebakaran, banjir dan abrasi)
▪ Pemasangan alat pemantau Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) yang terintegrasi
▪ Pengamanan areal rawan kebakaran dan bekas terbakar di Ekosistem Gambut
▪ Membangun sekat kanal dan infrastruktur pembasahan gambut pada areal rawan kebakaran
▪ Inventarisasi KEHATI di Ekosistem Gambut
▪ Identifikasi areal yang masih alami pada fungsi lindung EG
▪ Monitoring, evaluasi, dan pengawasan terhadap areal yang masih alami di fungsi lindung (sesuai kewenangannya)
▪ Pengembangan kebijakan pencegahan kerusakan fungsi hidrologis EG
▪ Pengembangan sistem pengelolaan air berbasis KHG
▪ Pemantauan TMAT, curah hujan, dan subsiden
▪ Melakukan penelitian kondisi hidrologis berbasis KHG
▪ Pemetaan sebaran sedimen berpirit dan/atau kwarsa
Indikasi Program | Pengendalian Ekosistem Gambut
No Komponen Program
2 Pengendalian Ekosistem Gambut
Penanggulangan ▪ Penguatan kelembagaan dan koordinasi penanggulangan kebakaran dan abrasi gambut (pemerintah, perusahaan, dan
Kerusakan masyarakat);
Ekosistem ▪ Pengembangan kebijakan pelaksanaan penanggulangan akibat kebakaran dan abrasi gambut
Gambut ▪ Pembangunan sekat kanal pada drainase buatan dengan mempertimbangkan kontur, aliran hidrologi
▪ Rehabilitasi lahan fungsi lindung Ekosistem Gambut sesuai dengan kewenangannya
▪ Peningkatan kapasitas kelembagaan dan SDM dalam pengembangan teknik pembukaan lahan yang ramah gambut
▪ Pengisolasian areal yang bersedimen pirit dan/atau kwarsa terekspos dengan rehabilitasi lahan dan menetapkan areal lindung
setempat
Pemulihan ▪ Pengembangan kebijakan pemulihan Ekosistem Gambut
Kerusakan ▪ Identifikasi kondisi kerusakan EG secara berkala
Ekosistem ▪ Peningkatan koordinasi dan kapasitas kelembagaan dalam pemulihan kerusakan EG (pemerintah, perusahaan dan masyarakat)
Gambut ▪ Pengembangan sistem monitoring pelaksanaan pemulihan kerusakan EG
▪ Pemulihan Ekosistem Gambut (restorasi, rehabilitasi, dan suksesi alami) di kawasan konservasi dan hutan lindung
▪ Pemulihan Ekosistem Gambut (restorasi, rehabilitasi, dan suksesi alami) di hutan produksi dan APL yang tidak dibebani izin
▪ Pemulihan Ekosistem Gambut (restorasi, rehabilitasi, dan suksesi alami) di areal berizin
▪ Pengembangan sistem monitoring TMAT di titik penaatan sesuai kewenangannya
▪ Penelitian dan pengembangan IPTEK dalam pemulihan fungsi EG
Indikatif Rencana Pencegahan Kerusakan Ekosistem Gambut

Indikatif Area
Luas
Pencegahan Kerusakan %
(ha)
Ekosistem Gambut

▪ Area pencegahan Kategori I


24.344 0,49
(Prioritas I)

▪ Area pencegahan Kategori II


4.151.534 83,29
(Prioritas II)

▪ Area pencegahan Kategori III


808.811 16,23
(Prioritas III)

Kriteria Keterangan
Area pencegahan Kategori I (Prioritas I) : Area ekosistem yang tidak rusak (masih baik)
Area pencegahan Kategori II (Prioritas II) : Area ekosistem yang rusak ringan
Area pencegahan Kategori III (Prioritas III) : Area ekosistem yang rusak sedang-sangat berat
Indikatif Rencana Penanggulangan Kerusakan Ekosistem Gambut

Indikatif Areal
Penanggulangan
Satuan Jumlah
Kerusakan
Ekosistem Gambut

▪ Areal Bekas Kebakaran ha 284.474,16

▪ Areal Abrasi Gambut ha 6.292,10

▪ Sekat Kanal Lokasi 33.610

▪ Sumur Bor Lokasi 8.884

▪ Revegetasi ha 124.651.27

Kriteria Keterangan
Penanggulangan Kerusakan : Areal Bekas Kebakaran, Abrasi Gambut
dan Program Restorasi (Sekat Kanal, Sumur Bor dan Revegetasi)
Indikatif Rencana Pemulihan Kerusakan Ekosistem Gambut

Indikatif Areal
Luas
Pemulihan Kerusakan %
(ha)
Ekosistem Gambut

▪ Area Pemulihan
3.874 0,08
Prioritas I

▪ Area Pemulihan
167.332 3,36
Prioritas II

▪ Area Pemulihan
637.604 12,79
Prioritas III

▪ Area Pemulihan
4.151.534 83,29
Prioritas IV

▪ Area Pemulihan
24.344 0,49
Prioritas V

Kriteria Keterangan
Area Pemulihan Prioritas I Gambut Rusak sangat berat
Area Pemulihan Prioritas II Gambut Rusak berat
Area Pemulihan Prioritas III Gambut Rusak sedang
Area Pemulihan Prioritas IV Gambut Rusak ringan
Area Pemulihan Prioritas V Gambut tidak rusak
Rencana Pemeliharaan Ekosistem Gambut
No Komponen Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
3 Pemeliharaan Ekosistem Gambut
Pencadangan Menetapkan dan Penetapan dan Identifikasi areal pencadangan▪ Pencadangan ekosistem gambut dari areal moratorium
Fungsi mengelola areal pengelolaan areal ekosistem gambut berdasarkan penundaan izin baru
Ekosistem pencadangan pencadangan kriteria penetapan areal ▪ Pencadangan ekosistem gambut dari areal fungsi
Gambut ekosistem gambut ekosistem gambut pencadangan lindung yang luasnya kurang dari 30% dari luas KHG
▪ Pencadangan ekosistem gambut dari areal fungsi
budidaya yang 50% dari luasnya telah diberikan izin
usaha dan melampaui kriteria baku kerusakan
▪ Pencadangan ekosistem gambut dari perubahan fungsi
budidaya menjadi fungsi lindung ekosistem gambut
▪ Pencadangan ekosistem dari areal gambut yang belum
masuk peta KHG.
Penetapan dan pengelolaan areal ▪ Penetapan dan pengelolaan areal pencadangan
pencadangan ekosistem gambut ekosistem gambut secara sistematis
Pelestarian Melestarikan ekosistem Terjaganya Pelestarian fungsi ekosistem ▪ Pengelolaan areal fungsi ekosistem gambut yang
Fungsi gambut pada fungsi ekosistem gambut gambut pada areal yang masih masih alami/tidak rusak
Ekosistem lindung dan budidaya pada fungsi alami/tidak rusak ▪ Konservasi keanekaragaman hayati
Gambut lindung dan
budidaya Pemanfaatan ekosistem gambut ▪ Kerjasama multipihak untuk melakukan monitoring
sesuai fungsinya dan evaluasi
Indikasi Program | Pemeliharaan Ekosistem Gambut
No Komponen Program
3 Pemeliharaan Ekosistem Gambut
Pencadangan ▪ Identifikasi areal penundaan ijin baru di fungsi lindung dan budidaya Ekosistem Gambut (areal moratorium)
Fungsi ▪ Identifikasi dan pemetaan areal fungsi lindung yang luasnya kurang dari 30% KHG dengan skala 1:50.000
Ekosistem ▪ Identifikasi EG dengan fungsi budidaya yang 50% dari luasnya yang telah diberikan izin mengalami kerusakan
Gambut ▪ Identifikasi dan pemetaan EG fungsi budidaya yang diusulkan dirubah fungsinya menjadi fungsi lindung untuk program
pemeliharaan
▪ Identifikasi dan pemetaan areal gambut yang belum masuk peta KHG
▪ Pengembangan kebijakan pemeliharaan dan pencadangan Ekosistem Gambut.
Pelestarian ▪ Monitoring dan evaluasi terhadap areal fungsi ekosistem yang tidak rusak (kondisinya baik)
Fungsi ▪ Kerjasama multipihak di kawasan konservasi dan hutan lindung
Ekosistem ▪ Monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan ekosistem gambut sesuai fungsinya.
Gambut
Indikatif Rencana Pencadangan Ekosistem Gambut

Areal Moratorium PIPPIB


Luas
Areal Moratorium
(ha)
▪ PIPPIB GAMBUT 1.366.878,47
▪ PIPPIB KAWASAN 257.894,03
▪ PIPPIB PRIMER 2.020,10
Total 1.626.792,61

KHG dengan Fungsi Lindung Ekosistem


Gambut <30% Total KHG
Persentase
Nama KHG FLEG terhadap
Total KHG (%)
▪ KHG Sungai Bangko - Sungai
24,2
Rokan Kanan
▪ KHG Sungai Boang - Sungai
29,0
Basira
▪ KHG Sungai Indragiri - Sungai
29,8
Belilas
▪ KHG Sungai Kiyap - Sungai
28,0
Kampar Kiri
▪ KHG Sungai Merusi - Sungai
28,0 Kriteria Keterangan
Belanak
Area Pencadangan Ekosistem Gambut : FEG berdasarkan Peta Moratorium Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut
▪ KHG Sungai Tumu 0,0
Indikatif Rencana Pelestarian Ekosistem Gambut

Indikatif Areal
Luas
Pelestarian Ekosistem
(ha)
Gambut

▪ Gambut Tidak Rusak 24.344

▪ Tutupan Lahan
Berhutan 1.801.580,47

Kriteria Keterangan
Area Pelestarian Ekosistem Gambut : Gambut tidak rusak dan tutupan lahan berhutan
Rencana Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
No Komponen Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
4 Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
Mitigasi Menurunkan tingkat Penurunan tingkat emisi gas Optimalisasi pelaksanaan ▪ Integrasi kebijakan perlindungan dan
Perubahan emisi gas rumah kaca rumah kaca yang berasal dari perlindungan dan pengelolaan pengelolaan ekosistem gambut ke dalam
Iklim yang berasal dari ekosistem gambut ekosistem gambut untuk kebijakan mitigasi perubahan iklim
ekosistem gambut menurunkan emisi GRK. ▪ Pengelolaan data dan informasi kegiatan
perlindungan dan pengelolaan ekosistem
gambut untuk mendukung pencapaian
target penurunan emisi GRK.
Adaptasi Meningkatkan Peningkatan kemampuan Optimalisasi pelaksanaan ▪ Peningkatan kapasitas adaptasi dan
Perubahan kemampuan adaptasi adaptasi masyarakat dan perlindungan dan pengelolaan ketahanan dampak perubahan iklim pada
Iklim dan ketahanan ketahanan ekosistem gambut ekosistem gambut untuk ekosistem gambut
ekosistem gambut dari dampak perubahan iklim meningkatkan ketahanan
dari dampak ekosistem gambut akibat
perubahan iklim perubahan iklim.
Adaptasi Mewujudkan Meningkatnya upaya Optimalisasi pembangunan ▪ Integrasi pembangunan wilayah berbasis
pembangunan pembangunan adaptasi pembangunan wilayah yang adaptif terhadap rendah karbon untuk meningkatkan
wilayah sekitar wilayah di ekosistem wilayah di ekosistem gambut risiko perubahan iklim pada ketahanan dampak perubahan iklim
ekosistem gambut yang dengan mempertimbangkan ekosistem gambut
gambut memiliki ketahanan dampak perubahan iklim
terhadap terhadap dampak
perubahan perubahan iklim
iklim
Indikasi Program | Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

No Komponen Program
4 Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
Mitigasi ▪ Penyusunan rencana aksi mitigasi perubahan iklim dan penetapan target penurunan emisi GRK dari EG
Perubahan Iklim ▪ Integrasi kebijakan PPEG dan rencana aksi mitigasi perubahan iklim ke perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah
▪ Pengembangan dan pemanfaatan potensi sumber energi baru terbarukan pada EG
▪ Pengembangan sistem informasi pemantauan emisi GRK yang terukur, terlaporkan, dan terverifikasi pada EG
▪ Peningkatan koordinasi dalam pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pencapaian target penurunan emisi GRK dari EG
▪ Penghitungan capaian penurunan dan kontribusi penyerapan emisi GRK dari EG.
Adaptasi ▪ Penyusunan rencana aksi adaptasi dan penetapan target ketahanan perubahan iklim pada EG
Perubahan Iklim ▪ Integrasi kebijakan PPEG dan rencana aksi adaptasi perubahan iklim ke perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah
▪ Peningkatan koordinasi dan kapasitas kelembagaan untuk pelaksanaan dan pencapaian aksi adaptasi perubahan iklim pada EG
▪ Pengembangan potensi teknologi adaptasi perubahan iklim di EG berdasarkan kearifan lokal.
Adaptasi ▪ Pengembangan potensi dan kontribusi nilai ekonomi karbon dari EG di tingkat daerah
pembangunan ▪ Integrasi PPEG, rencana mitigasi dan adaptasi serta rencana pembangunan rendah karbon dalam perencanaan dan pelaksanaan
wilayah sekitar pembangunan daerah pada EG
ekosistem gambut ▪ Peningkatan partisipasi masyarakat pada EG dalam mendukung peningkatan ketahanan perubahan iklim dan pengurangan emisi
terhadap GRK
perubahan iklim ▪ Pengembangan standar dan teknologi pembangunan pada EG yang ekonomis serta adaptif terhadap perubahan iklim
▪ Sosialisasi standar dan teknologi rancangan bangunan pada EG yang ekonomis dan adaptif terhadap perubahan iklim
Indikatif Rencana Mitigasi Perubahan Iklim

Indikatif Areal
Luas
Mitigasi Perubahan Iklim %
(ha)
Ekosistem Gambut

Mitigasi Prioritas I 24.344 0,49

Mitigasi Prioritas II 4.151.534 83,29

Peningkatan Stok Karbon


3.874 0,08
Prioritas I

Peningkatan Stok Karbon


167.332 3,36
Prioritas II

Peningkatan Stok Karbon


637.604 12,79
Prioritas III

Kriteria Keterangan
Mitigasi Prioritas I : Areal ekosistem gambut yang kondisinya baik
Mitigasi Prioritas II : Areal ekosistem gambut yang kondisinya rusak ringan
Peningkatan Stok Karbon Prioritas I : Areal ekosistem gambut yang kondisinya rusak sangat berat
Peningkatan Stok Karbon Prioritas II : Areal ekosistem gambut yang kondisinya rusak berat
Peningkatan Stok Karbon Prioritas III : Areal ekosistem gambut yang kondisinya rusak sedang
Indikatif Rencana Adaptasi Perubahan Iklim

Indikatif Areal
Adaptasi Luas
%
Perubahan Iklim (ha)
Ekosistem Gambut

Adaptasi Prioritas I 778.256,5 15,6

Adaptasi Prioritas II 107.541,6 2,2

Adaptasi Prioritas III 4.095.744,7 82,2

Adaptasi Prioritas IV 3,6 0,0

Kriteria Keterangan
Adaptasi Prioritas I : Gambut dengan Kerentanan Perubahan Iklim yang Sangat Tinggi dan berada pada potensi luapan
Adaptasi Prioritas II : Gambut dengan Kerentanan Perubahan Iklim yang Tinggi
Adaptasi Prioritas III : Gambut dengan Kerentanan Perubahan Iklim Sedang
Adaptasi Prioritas IV : Gambut dengan Kerentanan Perubahan Iklim yang Rendah
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai