0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan23 halaman

Uji Validitas dan Reliabilitas SPSS 25

Dokumen tersebut membahas tentang uji validitas dan reliabilitas untuk mengukur kualitas suatu kuesioner. Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah pertanyaan dalam kuesioner mampu mengukur konstruk yang diukur, sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi jawaban responden terhadap pertanyaan dalam kuesioner."

Diunggah oleh

Tegar Hanggitananda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan23 halaman

Uji Validitas dan Reliabilitas SPSS 25

Dokumen tersebut membahas tentang uji validitas dan reliabilitas untuk mengukur kualitas suatu kuesioner. Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah pertanyaan dalam kuesioner mampu mengukur konstruk yang diukur, sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi jawaban responden terhadap pertanyaan dalam kuesioner."

Diunggah oleh

Tegar Hanggitananda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

APLIKASI KOMPUTER STATISTIK

Referensi:
1. Imam gHozali. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25
(Edisi 9). Semarang: Universitas Diponegoro 2. Zagladi, Arief Noviarakhman. 2016.
Teknik Analisis Data Kuantitatif dalam ilmu social Menggunakan PSPP.
1. UJI VALIDITAS

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu

kuesioner dikatakan valid jika Pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu

yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Misalkan kita ingin mengukur kinerja seorang

karyawan dan karyawan tersebut diberi 4 pertanyaan, maka pertanyaan tersebut harus dapat

secara tepat mengungkapkan tingkat kinerja. Jadi validitas ingin mengukur apakah pertanyaan

dalam kuesioner yang sudah kita buat betul-betul dapat mengukur Apa yang hendak kita ukur.

Terdapat dua metode pengujian validitas yang sering digunakan dalam analisa statistik,

yaitu mengukur kerataan suatu indikator dengan variabelnya melalui uji korelasi, dan mengukur

kerataan sekelompok indikator melalui analisis faktor konfirmatori. Akan tetapi pada

pembahasan pertemuan 3 ini kita hanya membahas melalui uji korelasi bivariate. Untuk analisis

faktor konfirmatori akan dibahas materinya secara khusus pada pertemuan berikutnya.

Uji validitas dengan analisis korelasi bivariate

Teknik yang paling populer untuk melakukan uji validitas instrumen adalah dengan cara

mengkorelasikan antara suatu indikator dengan variabelnya. Jika suatu indikator memiliki

korelasi yang memadai dengan variabelnya, maka indikator tersebut dinyatakan valid. Jika

tidak, maka indikator tersebut dinyatakan tidak valid.

Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji ini bisa dilakukan melaui beberapa cara

yaitu:

 Mambandingka nilai r hitung dengan nilai r tabel

- Jika r hitung > r tabel, maka indikator tersebut dinyatakan valid

- Jika r hitung < r tabel, maka indikator tersebut dinyatakan tidak valid

 Membandingkan nilai Sig. (2-tailed) dengan probabilitas 0,05

- Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 dan pearson correlation bernilai positif, maka

indikator tersebut valid


- Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 dan pearson correlation bernilai negatif, maka

indikator tersebut tidak valid

- Jika nilai Sig. (2-tailed) > 0,05, maka indikator tersebut tidak valid

Contoh kasus: seorang mahasiswa ingin mengukur tingkat kepuasan kerja seseorang

menggunakan 7 buah indikator yang masing-masing diwakili oleh 1 pertanyaan (disimbolkan

P1 sampai P7). Diketahui jawaban dari 30 responden atas pertanyaan 1 sampai dengan 7

adalah sebagai berikut (skala yang digunakan adalah skala likert 5 tingkat):

res P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 RES P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7

1 16
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
2 17
3 3 2 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3
3 18
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
4 19
3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4
5 20
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
6 21
3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
7 22
3 3 3 3 4 4 3 2 2 2 2 3 2 3
8 23
3 3 2 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3
9 24
3 3 2 3 4 4 4 2 2 2 2 3 3 3
10 25
3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4
11 26
2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3
12 27
3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3
13 28
4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 2 3 3 3
14 29
3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3
15 30
3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3
Keterangan:

1 = sangat tidak setuju

2 = tidak setuju

3 = ragu-ragu
4 = setuju

5 = sangat setuju

Langkah pertama kita menginput data ke Microsoft Excel, dengan merubah simbolnya

menjadi angka (skala likert). Beberapa ahli berpendapat bahwa nilai dari suatu variabel

merupakan penjumlahan dari semua indikatornya, dengan melihat pendapat tersebut berarti

kita perlu membuat nilai variabel dengan cara menjumlahkan semua pertanyaan dari P1 hingga

P7 untuk masing-masing responden agar tercipta nilai kepuasan kerja untuk masing-masing

responden. Cara paling mudah untuk memproses hal tersebut adalah dengan menambahkan

kolom baru di sebelah kanan P5 bernama KK (singkatan dari kepuasan kerja) dan mengisinya

dengan fungsi sum dari kolom P1 hingga P7.


Langkah ke dua pindahkan data ke SPSS, dengan mengisi variabel view dan data view

(sudah dijelakan pada pertemuan 2: cara input data).

Data variabel

Data view
Selanjutnya, pilih menu analyze, kemudian sub menu correlation, lalu pilih bivariate
Kemudian muncul Kotak baru dari kotak dialog “bivariate correlations”, masukkan semua

variabel ke kotak variabels. Pada bagian “correlation coefficients” centang pearson, pada

bagian “test of significance” pilih two-tailed, centang “flag significant correlations , lalu

klik OK.

Selanjutnya akan muncul output hasilnya (di window viewer)


Interpretasi output hasil uji validitas dengan korelasi bivariate :

 Pengambilan keputusan berdasarkan nilai R hitung dengan nilai R tabel

Contoh kita akan mengenalisis Apakah indikator 1 (P1) valid atau tidak. Berdasarkan

output “correlations” diketahui nilai R hitung (nilai pearson correlation indikator 1

dengan skor_total) adalah sebesar 0,620. Selanjutnya mencari R tabel dengan (df)=n-

2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel (n=30), maka besarnya df dihitung 30-2 =28,

dan alpha =0,05, di dapat R tabel = 0,361 (lihat R tabel pada df = 5 dengan uji 2

Sisi). Karena nilai R hitung sebesar 0,620 > r tabel 0361, maka Bagaimana dasar

pengambilan keputusan dalam uji validitas dapat disimpulkan bahwa indikator 1 valid.

 Pengambilan keputusan berdasarkan nilai Sig. (2-tailed) dengan probabilitas 0,05

Misalnya kita ingin melihat kembali apakah indikator 1 (P!) valid atau tidak. Berdasarkan

output correlations diatas untuk korelasi indikator 1 dengan skor_total adalah

sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa indikator 1 valid. Jika indikator

sudah valid maka indikator tersebut dapat dijadikan sebagai alat pengumpul data yang

akurat dalam sebuah penelitian.

NB : untuk mengetahui valid tidaknya dan indikator 2 dan seterusnya, caranya sama

seperti pada waktu kita menganalisis indikator 1 (P!)

Bagaimana jika indikator yang tidak valid ?

Jika itu terjadi maka ada dua alternatif yang bisa kita lakukan yaitu mengganti

pertanyaan di kuesioner atau menghapus pertanyaan di visioner. Hal tersebut

dikarenakan ada kemungkinan pertanyaan yang kita ajukan kurang jelas, sehingga

responden kesulitan dalam menjawabnya sehingga indikator tersebut menjadi tidak

valid.
2. UJI RELIABILITAS
Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan

indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban

seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji

reliabilitas pada dasarnya memastikan bahwa kuesioner yang kita bagikan untuk diisi oleh

responden penelitian mampu menghasilkan jawaban yang konsisten, dengan kata lain bisa

dikatakan bahwa uji reliabilitas bertujuan untuk mengecek konsistensi dari suatu alat

ukur. Jawaban responden terhadap pertanyaan ini dikatakan reliable jika masing-masing

pertanyaan dijawab secara konsisten atau jawaban tidak boleh acak oleh karena

masing-masing pertanyaan hendak mengukur hal yang sama. Jika jawaban terhadap

indikator acak, maka dapat dikatakan bahwa tidak reliable.

Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara:

1. Repeated measure atau pengukuran ulang: di sini seseorang akan disodori

pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda, dan Kemudian dilihat apakah Ia

tetap konsisten dengan jawabannya.

2. One Shot atau pengukuran sekali saja : disini pengukurannya hanya sekali dan

kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antara

Jawaban pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan

uji statistik cronbach Alpha (@). Suatu variabel dikatakan reliable jika memberikan

nilai cronbach Alpha > 0,70 (Nunnally, 1994).

Masih dengan Contoh kasus yang sama di atas.

Langkah analisis:

a. Dari menu utama SPSS, pilih scale kemudian pilih submenu reliability analysis
b. Kemudian muncul kotak dialog reliability analysis masukan indikator 1-7 ke dalam

kotak items dan pilih model Alpha


c. Kemudian pilih tombol statistics hingga tampak layar Windows reliability analysis

statistics  pada bagian descriptive for, centang item, scale, scale if item deleted

dan correlations  kemudian pilih continue dan oke

Output SPSS
Tampilan output SPSS di atas menunjukkan bahwa variabel kepusan kerja memberikan nilai

cronbach alpha 0,862 atau 86,2% yang menurut kriteria Nunnally (1994) bisa dikatakan

reliable.

3. STATISTIK DESKRIPTIF
Data yang digunakan dalam penelitian bentuknya bermacam-macam tergantung pada

bentuk dari variabel yang ingin diukur. Terdapat dua jenis variabel yang biasanya diukur dalam

suatu penelitian ilmiah, yaitu variabel manifest dan variabel laten. Penjelasan dari masing-

masing variabel adalah sebagai berikut:

1. Variabel manifest (observed)

Jenis yang paling sering ditemui adalah variabel manifest yaitu variabel yang dapat

diukur secara langsung karena bentuknya sudah berupaapa angka dari awal. Misalnya

variabel yang ingin diukur Adalah “gaji karyawan” yang dilihat dari nilai rupiahnya. Nilai

rupiah dari gaji karyawan sangat mudah untuk diukur dan disbanding-bandingkan.

Misalkan gaji dari Pak Ahmad sebesar Rp2.000.000 sedangkan gaji Pak Ali sebesar Rp

3.000.000. artinya gaji Pak Ali lebih besar dari gaji Pak Ahmad.

2. Variabel laten (unobserved)

Variabel jenis ini Sering kita temui dari data persepsi yang dikumpulkan dari kuesioner.

Variabel laten adalah variabel yang tidak dapat diukur secara langsung sehingga

membutuhkan serangkaian indikator untuk merubahnya dari tidak bisa diukur menjadi

terukur (observed). Sebagai contoh adalah kepuasan kerja karyawan. Bagaimana kita

bisa mengetahui apakah seseorang karyawan memiliki kepuasan kerja yang tinggi atau

justru memiliki kepuasan kerja yang rendah? Apakah sudah hanya cukup dengan

bertanya secara langsung?

“ Apakah Anda puas bekerja di perusahaan ini ?”


Pertanyaan Seperti di atas selain sulit untuk diukur juga sangat berpotensi

menimbulkan bias penilaian. Untuk mengatasinya, digunakan lah serangkaian indikator

untuk mengukur kepuasan kerja seseorang.

A. Input data dan statistik deskriptif untuk variabel manifest

Proses penginputan data di Microsoft Excel untuk variabel manifest tidak bersifat

langsung, karena datanya sudah berupa angka sehingga tidak dibutuhkan manipulasi

data dalam prosesnya. Peneliti cukup mengetikkan data yang dimiliki ke dalam kolom

kolom yang disediakan di Microsoft Excel.

Contoh kasus: Diketahui data harga saham pada perusahaan BEI selama 20 tahun

adalah sebagai berikut:

THN harga saham 2012 9450


2002 7500 2013 13000
2003 8950 2014 8000
2004 8250 2015 6500
2005 9000 2016 9000
2006 8750 2017 7600
2007 10000 2018 10200
2008 8200 2019 10600
2009 8300 2020 9270
2010 10900 2021 11430
2011 12800
 Selanjutnya input data di tersebut ke SPSS (variable view & data view)
 Kemudian pilih menu analyze sub menu descriptive statistics, lalu pilih

descriptives

 Kemudian muncul kotak dialog “descriptives”masukkan variabel yang akan di

analisis ke kotak variable(s), kemudian pilih optionspada kotak descriptives


options isikan statistik yang ingin anda analisis dengan mmemberi tanda centang

(cmisalnya mean, std. deviation, variance,range, minimum, maximum, sum) klik

continue,kemudian ok

 Hasil output
 Output tampilan SPSS di atas menunjukkan jumlah data harga saham (n) sebanyak

20 tahun yaitu mulai tahun 2002-2021, dari 20 harga saham ini harga saham

terendah dengan harga Rp 6.500, dan harga saham tertinggi Rp 13.000. rata2 dari

seluruh harga saham adalah Rp 9.385, dengan standar deviasi sebesar Rp 1708.852.

selisih dari harga saham terendah dengan harga saham tertinggi yaitu sebesar Rp

6.500, dan jumlah semua harga saham selama 20 tahun adalah Rp 187.700

B. Input data dan statistik deskriptif untuk variabel laten

Untuk data yang berasal dari kuesioner, input data terlebih dahulu ke Microsoft

excel yang dilakukan sesuai dengan kode dari masing2 penilaian responden terhadap

pertanyaan yang diberikan. MIsalnya menggunakan skala “Guttman” atau skala “likert”.

Contoh kasus : seorang mahasiswa ingin mengukur tingkat kepuasan kerja seseorang

menggunakan 5 buah indikator yang masing2 diwakili oleh 1 pertanyaan (disimbolkan

dengan P1 sampai P5). Diketahui jawaban dari 7 responden atas pertanyaan 1-5 adalah

sebagai berikut (menggunakan skala likert 5 tingkat)


Gambar diatas menunjukkan data yang sudah dijadikan angka pada Microsoft Excel.

Data yang masuk adalah nilai dari pertanyaan 1 hingga pertanyaan 5 untuk 7 orang

responden. Beberapa ahli berpendapat bahwa nilai suatu variabel merupakan

penjumlahan dari semua indikatornya, sedangkan kelompok ahli yang lain berpendapat

bahwa nilai dari suatu variabel merupakan rata-rata dari nilai semua indikatornya.

Misalkan saja kita setuju dengan ahli yang pertama, berarti kita perlu membuat nilai

variabel dengan cara menjumlahkan semua pertanyaan dari P1 hingga P5 untuk masing-

masing responden agar tercipta nilai kepuasan kerja untuk masing-masing responden.

Cara paling mudah untuk memproses Hasil tersebut adalah dengan menambahkan kolom

baru di sebelah kanan P5 bernama KK (singkatan dari kepuasan kerja) dan mengisinya

dengan fungsi sum dari kolom P1 hingga P5. Masukkan rumusnya di kolom yang pertama,

kemudian copy ke semua kolom yang ada di bawahnya sehingga ke-7 responden memiliki

nilai kepuasan kerja sendiri-sendiri.

Langkah selanjutnya pindahkan data (input) ke variabel view dan data view:
Setelah program SPSS memiliki data yang dibutuhkan maka kita sudah bisa melakukan proses

analisis data. Melalui analisis data di SPSS, kita bisa mengetahui seberapa sering

responden menjawab “sangat tidak setuju”, “setuju” atau “sangat setuju”. Kita juga bisa

mengetahui statistik deskriptif dari masing-masing pertanyaan, seperti nilai rata-rata dan

standar deviasinya.

Setelah menginput data langkah selanjutnya mencari frekuensi pilihan jawaban responden

dengan cara memilih analyze lalu descriptive statistics, lalu pilih frequencies
selanjutnya muncul kotak dialog frequencies, pindahkan variabel p 1 sampai 5 ke kolom

variabel(s), kemudian pilih oke

hasil output :

Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pertanyaan 1 tidak ada yang menjawab sangat tidak

setuju (valid 1) atau 0%, terdapat 1 orang yang menjawab tidak setuju (valid 2) atau
14,29%, terdapat 1 orang yang ragu-ragu (valid 3) atau 14,29%, terdapat 2 orang yang

menjawab setuju (valid 4) atau 28,57%, dan terdapat 3 orang yang menyatakan sangat

setuju (valid 5)atau 42, 86%. Analisis yang sama dapat dilakukan terhadap pertanyaan-

pertanyaan selanjutnya.

Selanjutnya Untuk mengetahui statistik deskriptif dari data tersebut maka pilih analyze,

descriptive statistics, pilih descriptives.

Kemudian muncul kotak dialog berjudul “descriptives”, pilih P! sampai P5 di kolom yang sebelah

kiri lalu kita tekan symbol panah ke kanan, sehingga kelima variabel tersebut pindah ke kolom

variable(s).
Selanjutnya pilih option, kemuadian centang mean, standard deviation, minimum dan maksimum,

pilih continue kemudian oke.


Hasil output

Dari hasil analisis statistik deskriptif pada gambar di atas dapat dibuatkan kesimpulan sebagai

berikut:

1. Pertanyaan 1 memiliki nilai mean 4 yang artinya rata-rata jawaban responden adalah

setuju (deviasinya 1,155).

2. Pertanyaan 2 memiliki nilai mean 3,86 yang artinya rata-rata jawaban responden sedikit

dibawah setuju (deviasinya 1,2`15)

3. Pertanyaan 3 memiliki nilai mean 1,86 yang artinya rata-rata jawaban responden sedikit

dibawah tidak setuju (deviasinya0,900)

4. Pertanyaan 4 memiliki nilai mean 2,86 yang artinya rata-rata jawaban responden sedikit

dibawah ragu-ragu (deviasinya 1,345)

5. Pertanyaan 5 memiliki nilai mean 1,71 yang artinya rata-rata jawaban responden sedikit

dibawah tidak setuju (deviasinya 0,756)

Anda mungkin juga menyukai