0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
108 tayangan9 halaman

Kesadaran Diri dalam Hubungan Interpersonal

Dokumen tersebut membahas tentang kesadaran diri (self awareness) dan penggunaan diri secara terapeutik dalam hubungan antarpersonal. Self awareness adalah pengetahuan yang sadar terhadap diri sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangan. Penggunaan diri secara terapeutik membantu meningkatkan kepercayaan dan menghindari stereotip. Kesadaran diri penting untuk memahami diri sendiri dan berhubungan dengan orang lain.

Diunggah oleh

Afiyah Nurzaimah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
108 tayangan9 halaman

Kesadaran Diri dalam Hubungan Interpersonal

Dokumen tersebut membahas tentang kesadaran diri (self awareness) dan penggunaan diri secara terapeutik dalam hubungan antarpersonal. Self awareness adalah pengetahuan yang sadar terhadap diri sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangan. Penggunaan diri secara terapeutik membantu meningkatkan kepercayaan dan menghindari stereotip. Kesadaran diri penting untuk memahami diri sendiri dan berhubungan dengan orang lain.

Diunggah oleh

Afiyah Nurzaimah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Afiyah Nurzaimah

Nim : 2111312008

Kelas : A2 Kelompok B

SELF AWARENESS (KESADARAN INTRAPERSONAL DALAM HUBUNGAN


INTERPERSONAL)

1. Pengertian Self awareness (Kesadaran diri)


Dalam kamus bahasa Inggris self berarti diri. Self disini berisi pola pengamatan dan
penilaian yang sadar terhadap diri sendiri baik sebagai subyek maupun obyek. Isitilah Self di
dalam psikologi mempunyai dua arti, yaitu sikap dan perasaan seseorang terhadap dirinya
sendiri, dan suatu keseluruhan proses psikologis yang menguasai tingkah laku dan penyesuaian
diri.
Sedangkan Awareness adalah kesadaran, keadaan, kesiagaan, kesediaan, atau mengetahui
sesuatu kedalam pengenalan atau pemahaman peristiwa - peristiwa lingkungan atau kejadian -
kejadian internal. Secara istilah kesadaran mencakup pengertian persepsi, pemikiran atau
perasaan, dan ingatan seseorang yang aktif pada saat tertentu.

Kesadaran diri (self awareness) atau dalam kata lain pengetahuan diri (self knowledge)
dimana individu akan sadar dengan dirinya sendiri, bahwa individu memiliki kekurangan serta
kelebihan, serta dalam kesehariannya individu sadar hal tersebut adalah dirinya. Yaitu suatu
tehnik yang bertujuan menggali perasaan klien yang tersimpan, dan bertujuan untuk menggali
atau mencari lebih dalam tentang masalah yang di hadapi klien, teknik ini bermanfaat pada
tahap kerja untuk mendapatkan gambaran yang detail tentang masalah yang di alami seorang
klien.

Kesadaran diri bisa dibedakan menjadi dua, yakni:

 Kesadaran diri publik


Orang yang memiliki kesadaran diri publik berperilaku mengarah keluar
dirinya. Artinya, tindakan - tindakannya dilakukan dengan harapan agar diketahui
orang lain. Orang dengan kesadaran publik tinggi cenderung selalu berusaha untuk
melakukan penyesuaian diri dengan norma masyarakat. Dirinya tidak nyaman jika
berbeda dengan orang lain.
 Kesadaran diri pribadi
Orang dengan kesadaran diri pribadi tinggi berkebalikan dengan kesadaran diri
publik. Tindakannya mengikuti standar dirinya sendiri. Mereka tidak peduli norma
sosial. Mereka nyaman - nyaman saja berbeda dengan orang lain. Bahkan tidak jarang
mereka ingin tampil beda. Mereka - mereka yang mengikuti berbagai kegiatan yang
tidak lazim dan aneh termasuk orang - orang yang memiliki kesadaran diri pribadi yang
tinggi.

Kesadaran diri atau (self - awareness) di yakini merupan satu dari sekian kunci
keberhasilan hidup. salah satu defensi dari self - awareness menyebutkan, ada 3 hal yang harus
di kenali dan di sadari sepenuhnya.

 nilai dan tujuan yang di miliki


 kebiasaan, gaya, kekuatan dan kelemahan diri
 hubungan antara perasaan, pemikiran dan tingkah laku

Rumus ABC:

 affect (perasaan)
 behavior (tingkah laku)
 cognition (pemikiran)

Cara menggunakan diri secara terapeutik (bagi perawat), yaitu mengembangkan


kesadaran diri (developing self awareness), mengembangkan kepercayaan (developing trust),
menghindari pengulangan (avoiding stereotypes), dan tidak menghakimi (becoming
nonjudgmental) (Chitty, 1997).

2. Penggunaan Diri secara Terapeutik dan Analisis diri Perawat (Kesadaran


Intrpersonal dalam Hubungan Interpersonal)

Cara melakukan analisis diri adalah sebagai berikut:

1) Kesadaran Diri

Kemampuan self-awareness yang dimiliki oleh perawat dapat membuat perawat


menghargai perbedaan pemikiran, keunikan klien, dan menghargai pendapat orang lain.
Perawat harus mampu menilai perasaan, tindakan, dan reaksinya. Campbell (1980)
mengidentifikasi self awareness dalam model keperawatan holistik yang terdiri dari 4
komponen yang saling berhubungan yaitu:
a. Psikologis, yang berarti mengetahui emosi, motivasi, konsep diri, dan kepribadian.
Menyadari aspek psikologis berarti peka terhadap perasaan dan kejadian diluar yang
memengaruhi perasaan tersebut.
b. Fisik, yang berarti mengetahui fisik diri sendiri dan secara umum seperti sensasi tubuh,
gambaran diri (citra diri), dan potensi diri
c. Lingkungan, terdiri dari sosiokultural lingkungan, hubungan dengan orang lain, dan
mengetahui hubungan antara manusia dengan alam
d. Filosopi, artinya merasakan makna hidup. Filosopi pribadi tentang hidup dan mati
disini maksudnya bukan dalam artian spiritual, namun lebih kepada tanggung jawab
dan etika dalam berperilaku.

Gambaran kesadaran diri ditunjukkan oleh Johari Window yang terdiri dari 4 kuadran
dimana setiap kuadran menggambarkan perasaan, tingkah laku, dan pikiran seseorang.
Perubahan pada satu kuadran mempengaruhi kuadran yang lain.

a) Quadrant I disebut daerah terbuka (diketahui oleh diri sendiri dan orang lain) Daerah
ini berisikan semua informasi diri kita, perilaku, sikap, perbuatan, keinginan, motivasi,
gagasan, dan lain - lain yang diketahui oleh diri sendiri ataupun orang lain. Besarnya
daerah terbuka berbeda beda untuk tiap - tiap orang. Semakin luas daerah terbuka
semakin tinggi kesadaran diri kita dan berarti semakin baik komunikasi kita. Sebaliknya,
semakin sempit daerah terbuka semakin rendah kesadaran diri kita dan berarti semakin
buruk komunikasi kita.
b) Quadrant II disebut daerah buta (hanya diketahui oleh orang lain) Daerah ini berisikan
semua informasi diri kita, perilaku, sikap, perbuatan, keinginan, motivasi, gagasan, dan
lain - lain yang hanya diketahui orang lain dan kita sendiri tidak mengetahuinya. Bentuk
perilaku dalam diagram ini sebagian besar adalah perilaku yang tidak kita sadari atau
pengalaman terpendam yang muncul dan teramati oleh orang lain. Setiap orang harus
berusaha mengurangi daerah buta ini supaya dapat memperluas kesadaran dirinya dan
supaya komunikasinya baik.
c) Quadrant III disebut daerah tertutup / rahasia (hanya diketahui oleh diri sendiri) Daerah
ini berisikan semua informasi diri kita, perilaku, sikap, perbuatan, keinginan, motivasi,
gagasan, dan lain - lain yang hanya diketahui kita sendiri, sedangkan orang lain tidak
mengetahuinya. Individu cenderung menyimpan atau merahasiakan segala sesuatu yang
ada pada dirinya dan tidak terbuka pada orang lain. Mereka terlalu tertutup dan tidak
mengomunikasikan apa yang dia ketahui kepada orang lain.
d) Quadrant IV disebut daerah gelap / tidak dikenal (tidak diketahui, baik oleh diri
maupun orang lain). Daerah ini berisikan hal - hal yang tidak diketahui, baik oleh diri
sendiri maupun orang lain. Daerah gelap ini bisa kita buka dengan cara mengenal dan
mengamati apa yang ada pada diri dan sekitar kita, melalui interaksi terbuka , jujur ,
empati , dan saling percaya . Kita harus mempelajari halhal yang belum kita ketahui
ataupun belum diketahui oleh orang lain.

Ada 3 prinsip yang dapat membantu menjelaskan tentang fungsi diri (Stuart, 2009):

a) Perubahan satu kuadaran akan mempengaruhi kuadran yang lain


b) Semakin kecil kuadran I, maka semakin buruk komunikasi yang terjadi
c) Memahami hubungan interpersonal berarti perubahan telah terjadi, sehingga kuadran 1
lebih besar dari kuadran yang lain

Cara meningkatkan kesadaran diri (Stuart, 2009):

a) Bertanya pada diri sendiri, dengan bertanya “siapakah saya?”, mencari tau kelemahan
dan kemampuan diri, mimpi serta target perbaikan diri
b) Mendengarkan orang lain, dengan membiarkan orang menilai tentang diri kita sehingga
kita mendapatkan feedback dari orang lain
c) Aktif mencari informasi mengenai diri sendiri. Misalnya dengan memaknai peristiwa
yang terjadi untuk memperoleh informasi diri
d) Melihat sisi diri yang berbeda, yaitu dengan melihat diri dari kacamata orang lain
e) Meningkatkan keterbukaan diri, dengan memaknai setiap interaksi yang diperoleh
DeVito menjelaskan bahwa untuk meningkat kesadaran diri dapat dilakukan dengan cara
berikut.

a Dialog dengan diri sendiri, melakukan komunikasi intrapersonal dengan diri sendiri
untuk mengenal aspek - aspek diri.
b Mendengarkan pendapat orang lain tentang diri kita.
c Mengurangi daerah buta dengan terus belajar dari lingkungan sekitar kita
d Amatilah diri Anda dari pandangan yang berbeda / dari sumber yang berbeda
e Memperluas daerah terbuka dengan terus - menerus menjalin komunikasi dan interaksi
dengan orang lain. Selain menggunakan joharry window untuk meningkatkan
kesadaran diri.

DeVito menjelaskan bahwa perawat juga dapat melakukan pengungkapan dirinya. Dengan cara
ini, perawat dilatih untuk jujur dalam mengungkapkan siapa dirinya.

 Ungkapan informasi tentang diri kita sendiri yang biasa kita sembunyikan
 Ungkapan hal - hal yang menyangkut diri kita yang tidak disadari
 Ungkapan hal - hal yang sebelumnya tidak diketahui orang lain
 Ungkapan informasi tentang diri kita: pikiran, perasaan, dan perilaku
 Ungkapan informasi yang biasa dan secara aktif disembunyikan
 Libatkan minimal satu orang untuk lebih banyak mengungkapkan diri kita (perawat),
baik tentang kebaikan, kejelekan, kelebihan, maupun kekurangan.

Zeman (2001) membagikan kesadaran diri itu ke dalam beberapa kategori antara lain:

 Terjaga dalam kondisi saat individu mempersepsikan dan berinteraksi


 Pengalaman, yang merupakan kesiagaan individu terhadap peristiwa yang berlangsung
di sekelilingnya
 Kondisi mental individu, yang meliputi keyakinan, harapan, niat dan hasrat.
 Kesadaran diri individu itu meliputi rekognisi diri, pengetahuan diri, perasaan atas
kepemilikan pikiran - pikiran, ide - ide, dan perasaan - perasaan individu sendiri.

Manfaat kesadaran diri di antaranya adalah:

 Memahami diri kita dalam berhubungan dengan orang lain


 Mengembangkan dan mengimplementasikan kemampuan diri
 Menetapkan pilihan hidup dan karir yang akan dicapai
 Mengembangkan hubungan kerja dengan orang lain
 Memahami nilai diversity
 Meningkatkan produktivitas
 Meningkatkan kemampuan peran serta kita pada organisasi, lingkungan, dan keluarg.

Hal yang penting untuk dapat memahami diri adalah dengan mengenali:

 kekuatan dan kelemahan diri


 perilaku diri
 pola pikir
 nilai / prinsip diri

2) Klarifikasi nilai

Klarifikasi nilai merupakan suatu metode dimana seseorang dapat menemukan nilai-
nilai dengan mengkaji, mengeksplorasi, dan menentukan nilai- nilai pribadi serta bagaimana
nilai-nilai tersebut digunakan dalam mengambil keputusan. Klarifikasi nilai penting untuk
mengetahui berapa banyak nilai yang kita miliki dan apakah nilai-nilai tersebut dapat kita
jadikan prinsip hidup. Klarifikasi nilai juga penting untuk mengambil keputusan dalam
melakukan tindakan keperawatan pada klien. Perawat yang sadar terhadap nilainya, maka akan
lebih sensitif dalam melakukan tindakan. Langkah-langkah proses klarifikasi nilai (Stuart,
2009):

a Memilih (choosing): kebebasan untuk memilih dari beberapa alternatif setelah


memperlihatkan secara teliti konsekuensi- konsekuensi dari setiap alternatif
b Memberikan penghargaan (prizing): memberikan penghargaan dan merasa gembira
dengan pilihannya. Keinginan untuk mempertahankan pilihan didepan umum
c Tindakan (acting): mengerjakan sesuatu dengan pilihannya dan mengulanginya pada
beberapa pola kehidupan yang lain.

3) Mengungkapkan perasaan

Eksplorasi perasaan merupakan hal yang perlu dilakukan agar perawat terbuka dan
sadar terhadap perasaannya sehingga ia dapat mengontrol perasaannya. Individu yang tidak
mampu mengungkapkan perasaannya dapat merusak interaksinya dengan orang lain. Analisa
diri perawat adalah kemampuan perawat dalam menilai aspek-aspek yang dimiliki dalam
dirinya agar dapat melakukan kemampuan diri secara terapeutik kepada klien. Salah satu aspek
analisa kesadaran diri perawat dalam komunikasi terapeutik adalah eksplorasi perasaan.
Eksplorasi adalah tehnik untuk menggali perasaan, pikiran dan pengalaman klien. Hal ini
penting dilakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin, menutup diri atau tidak
mampu mengemukakan pendapatnya. Dengan tehnik ini memungkinkan klien untuk bebas
berbicara tanpa rasa takut, tertekan dan terancam.

4) Berperan sebagai role model

Berperan sebagai role model artinya menggunakan diri sebagai alat melalui contoh
yang ditampilkan oleh perawat. Perawat yang memiliki kepribadian yang baik dapat
melakukan tindakan secara profesional maupun model yang baik bagi klien. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kekuatan model peran dalam membentuk perilaku adaptif dan maladaptif.
Jadi, perawat memiliki kewajibab untuk menjadi model peran yang adaptif dan menumbuhkan
perilaku produktif kepada klien.

5) Altruisme

Altruisme merupakan tindakan sukarela untuk membantu orang lain tanpa pamrih atau
mengharapkan imbalan dari orang lain. Altruisme memberikan perhatian penuh kepada klien,
memberikan pertolongan dengan segera pada saat klien tidak mampu melakukan suatu
tindakan. Altruisme merupakan lawan dari egoisme. Perawat yang mempunyai karakter
altruisme akan merasakan kepuasaan pribadi dalam melakukan setiap asuhan keperawatan
kepada kliennya. perawat yang memiliki jiwa altruisme akan mampu menjawab pertanyaan
“kenapa saya ingin membantu orang lain?”. Altruisme terbentuk jika ada ketertarikan untuk
membantu orang lain karena didasari cinta dan kemanusiaan.

Ada 3 ciri-ciri altruisme, yaitu:

 Empati, yaitu kemampuan untuk merasakan perasaan yang dialami orang lain tanpa
berlarut didalamnya
 Keinginan memberi, dengan maksud memenuhi kebutuhan orang lain
 Sukarela, apa yang diberikan itu semata-mata untuk orang lain, tidak ada niat untuk
mendapatkan imbalan atas jasa yang diberikan

Perilaku altruisme menurut teori Myers:


 Memberikan perhatian terhadap orang lain. Membantu orang lain karena atas dasar
kasih sayang, pengabdian, kesetiaan yang diberikan tanpa adanya keinginan untuk
mendapatkan balasan dari orang lain
 Membantu orang lain. Membantu orang lain atas dasar keinginan yang tulus dan dari
hati nurani tanpa adanya paksaan dan pengaruh dari orang lain
 Meletakkan kepentingan orang lain diatas kepentingan diri sendiri. Dalam membantu
orang lain, segala kepentingan pribadi dikesampingkan dan lebih mengutamakan
kepentingan orang lain atau kepentingan umum.

6) Etik dan bertanggung jawab

Etika adalah peraturan atau norma yang dapat digunakan sebagai acuan bagi perilaku
seseorang yang berkaitan dengan tindakan yang baik dan buruk yang dilakukan oleh seseorang
yang berkaitan dengan tindakakn yang baik dan buruk yang dilakukan oleh seseorang dan
merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab moral. Dari konsep pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana
sepatutnya manusia hidup didalam masyarakat yang menyangkut aturan aturan atau prinsip -
prinsip yang menentukan tingkah laku yang benar, yaitu:

 Baik dan buruk


 Kewajiban dan tanggung jawab

Tujuan etika profesi keperawatan adalah mampu:

 Mengenal dan mengidentifikasi unsur moral dalam praktik keperawatan


 Membentuk strategi / cara dan menganalisis masalah moral yang terjadi dalam praktik
keperawatan
 Menghubungkan prinsip moral / pelajaran yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan
pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan kepada Tuhan, sesuai dengan
kepercayaannya.

Perawat sebagai profesi mempunyai kode etik dan tanggung jawab tertentu yang
menggambarkan nilai-nilai dalam melakukan asuhan keperawatan. Perawat perlu memahami
dan menggunakan kode etik pada setiap tugas- tugasnya.
DAFTAR PUSTAKA

Anjaswarni,[Link] dalam [Link] selatan:EGC.

Sarfika,[Link] teraupetik dalam [Link]:andalas university


press.

Anda mungkin juga menyukai