0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan11 halaman

AD/ART SIMAPALA MAN 2 Bulukumba

Dokumen tersebut merupakan contoh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) untuk Organisasi Siswa Pecinta Alam bernama SIMAPALA MATAHARI MAN 2 Bulukumba. AD tersebut mengatur tentang nama organisasi, maksud dan tujuan, keanggotaan, struktur organisasi, pimpinan, perubahan AD, dan pembubaran organisasi. Sedangkan ART mengatur tentang tempat kedudukan pimpinan, syarat keanggotaan, dan ra

Diunggah oleh

Panah Negeri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan11 halaman

AD/ART SIMAPALA MAN 2 Bulukumba

Dokumen tersebut merupakan contoh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) untuk Organisasi Siswa Pecinta Alam bernama SIMAPALA MATAHARI MAN 2 Bulukumba. AD tersebut mengatur tentang nama organisasi, maksud dan tujuan, keanggotaan, struktur organisasi, pimpinan, perubahan AD, dan pembubaran organisasi. Sedangkan ART mengatur tentang tempat kedudukan pimpinan, syarat keanggotaan, dan ra

Diunggah oleh

Panah Negeri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Contoh 

AD/ART Organisasi Pencinta Alam Terbaru 2020 - Pada postingan saya kali
ini, saya akan memposting tentang contoh Anggaran dasar (AD) dan Anggaran Rumah
Tangga (ART) Organisasi Pencinta Alam yang pernah saya geluti nama organisasi
pencinta alam ini adalah Korps Pemuda Pencinta Alam Maros Bagian Selatan (KPPA-
MBS). Saya yakin generasi muda banyak yang mencari di mesin pencari google tentang
contoh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga Organisasi pencinta Alam.
MUQADDIMAH
Bahwa dalam pembangunan nasional yang pada hakekatnya adalah pembangunan
manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia,
kemerdekaan Warga Negara Indonesia untuk berserikat atau berorganisasi dijamin oleh
Undang-Undang Dasar 1945.
Bahwa pembangunan di Indonesia khususnya pembangunan dibidang lingkungan
hidup, bukan semata-mata tugas dari pemerintah melainkan tugas masyarakat pada
umumnya serta Generasi  Muda pada khususnya.
Bahwa tugas dan tanggung jawab tersebut harus sistematis dan terstruktur dalam
wadah yang mampu menyuarakan, mengakomodir serta memperjuangkan aspirasi
masyarakatKabupaten Maros pada umumnya.
Bahwa di Kabupaten Maros pada umumnya, wilayah Maros Bagian Selatan khususnya,
wadah/organisasi yang bergerak dibidang lingkungan hidup masih minim.
Bahwa segenap potensi masyarakat khususnya pemuda di kabupaten Maros harus
diberdayakan semaksimal mungkin dalam pembangunan pada umumnya, terkhusus
pembangunan dibidang lingkungan hidup.                                  
                                                                                                         Maros, 22
April 2006
                                                                              Tertanda,

                                                                                                        ( AMIRUDDIN AL-
MARUZY )
                                                                                                                        Koordinator

ANGGARAN DASAR KORPS PEMUDA PENCINTA ALAM


MAROS BAGIAN SELATAN (KPPA – MBS)
KABUPATEN MAROS
BAB I
Pasal 1
NAMA, IDENTITAS DAN KEDUDUKAN

1. Organisasi ini bernama Siswa Madrasah Pecinta Alam matahari (SIMAPALA


MATAHARI) MAN 2 Bulukumba

2. SIMAPALA MATAHARI MAN 2 Bulukumba di dirikan Pada tanggal 22 April 2014


dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Berkedudukan di tempat
kedudukannya di MAN 2 Bulukumba

BAB II
Pasal 2
AZAS
SIMAPALA MATAHARI MAN 2 berazaskan Pancasila dan UUD 1945.
Pasal 3
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan organisasi ini ialah mempersatukan Pioner-pioner Siswa dan Siswi
dalam mengembangkan bakat dan minat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan
Madrasah dan Lingkungan hidup.
Pasal 4
USAHA DAN KEGIATAN

1. Mempersiapkan Pioner-pioner Muda yang intelektual, kreatif serta tangguh dalam


mengembangkan, menjaga dan melestarikan lingkungan Madrasah dan
Lingkungan hidup.

2. membimbing peserta didik kearah perbaikan lingkungan hidup.

3. Menjadi mitra Madrasah dalam usaha-usaha di bidang lingkungan hidup.

4. menjadi chek and balance pada setiap pengambilan keputusan/kebijakan di


bidang lingkungan hidup.
Pasal 5
KEANGGOTAAN

1. Anggota KPPA-MBS Maros ialah Warga Negara Indonesia yang berdomisili di


Kabupaten Maros.

2. Menyetujui dan bersedia mendukung maksud dan tujuan organisasi.

3. Anggota KPPA-MBS Maros mempunyai hak memilih dan dipilih.

4. Peraturan keanggotaan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB III
Pasal 6
STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi terdiri dari :

1. Dewan penasehat dan Dewan Pembina.

2. Dewan Pimpinan Eksekutif, yang terdiri dari:

a. Ketua Umum;

b. Wakil Ketua Umum;

c. Sekretaris Jenderal;

d. Wakil Sekretaris Jenderal;

e. Bendahara Umum;

f. Wakil Bendahara Umum;

g. Ketua-ketua Divisi.

3. Tugas dan wewenang serta hal-hal yang belum diatur diatas diatur dalam        
Anggaran Rumah tangga.

BAB IV
Pasal 7
PIMPINAN

1. Pimpinan yang selanjutnya disebut Ketua Umum adalah pimpinan Eksekutif


tertinggi yang mengatur dan memimpin jalannya organisasi.

2. Cara pemilihan pimpinan diatur Dalam Anggaran Rumah Tangga.


BAB V
Pasal 8
Musyawarah Besar

1. MUBES adalah permusyawaratan tertinggi organisasi yang diadakan atas


undangan ketua Umum SIMAPALA MATAHARI MAN 2 kepada anggota-
anggotanya yang telah memiliki Nomor tanda Anggota.

2. MUBES diadakan satu kali dalam Satu tahun.

3. Apabila keadaan memerlukan dapat diadakan Kongres Luar Biasa sewaktu-


waktu.

4. Peraturan Kongres ditetapkan didalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VI
Pasal 9
KEUANGAN

1. Anggaran MAN 2 Bulukumba

2. Dipungut dari Anggota.

3. Bantuan-bantuan yang bersifat tidak mengikat.

4. Usaha-usaha lain yang halal.

BAB VII
Pasal 10
ANGGARAN RUMAH TANGGA

1. Hal-hal yang tidak disebut dalam Anggaran Dasar diatur didalam Anggaran
Rumah  Tangga.

2. Anggaran Rumah Tangga dirumuskan oleh MUBES.

3. Hal-hal yang belum diatur didalam Anggaran Rumah Tangga diatur didalam
peraturan-peraturan Lain.
BAB VIII
Pasal 11
PEMBUBARAN ORGANISASI

1. Pembubaran Organisasi hanya dapat dilakukan dengan keputusan MUBES yang


diundang untuk membicarakan pembubaran dan dihadiri oleh sedikitnya 50%
anggota ditambah 1 serta keputusannya diambil sedikitnya 50% ditambah 1
suara anggota yang hadir.

2. Sesudah organisasi Bubar, segala Hak milik organisasi digunakan untuk


kepentingan sosial.

BAB IX
Pasal 12
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Anggaran Dasar dapat diubah oleh MUBES dan Perubahannya apabila diputuskan
sedikitnya 50% ditambah 1 dari jumlah anggota Kongres yang hadir dalam
membicarakan hal tersebut.
Pasal 13
BERLAKUNYA ANGGARAN DASAR
Anggaran Dasar ini disahkan pada hari/tanggal Sabtu/22 April 2006 pukul 23.30 wita
dan dinyatakan berlaku sejak tanggal disahkan.

MUBES I SIMAPALA MATAHARI MAN 2


Nomor: 001/SMPL-MT/IV/2014
TENTANG ANGGARAN DASAR SIMAPALA MATAHARI MAN 2
M e n i m b a n g                  :  dst.

M e n g i n g a t                     :  dst.

M e m p e r h a t i k a n        :  dst
MEMUTUSKAN

M e n e t a p k a n                 : A N G G A R A N      D A S A R   SIMAPALA MATAHARI


MAN
2  BULUKUMBA                                                                               

  Di tetapkan Di : M A R O S
                                                                             Pada Tanggal   : 22 April 2006

                                    TEAM PERUMUS AD KPPA-MBS MAROS


                                                                            t.t.d

                                                                                    ( AMIRUDDIN AL-MARUZY )


                                                                          Koordinator

ANGGARAN RUMAH TANGGA SIMAPALA MATAHARI MAN 2


Pasal 1
TEMPAT DAN KEDUDUKAN PIMPINAN

1. Tempat kedudukan pimpinan ditetapkan oleh Rapat pertama pimpinan sesudah


ditetapkan oleh MUBES kemudian diumumkan kepada Anggota.

2. Sebelum ada ketetapan baru, kedudukan pimpinan tetap berlaku seperti yang
lalu.

Pasal 2
ANGGOTA
1.   Yang dapat menjadi Anggota ialah Siswa/Siswi MAN 2 Bulukumba Yang Masih Aktif
dan terdaftar Dalam Tahun ajaran berjalan dan menyetujui maksud dan tujujan
organisasi serta mendukung serta melaksanakan kegiatan organisasi.
2.   Permintaan menjadi Anggota diajukan secara tertulis kepada pembina dan mengisi
formulir keanggotaan
3.   Kewajiban Anggota:
a.  Setia dan mampu menjaga nama baik organisasi;
b   Taat kepada peraturan-peraturan organisasi dan kebijakan pembina;
c.  Mendukung kepentingan organisasi serta melaksanakan gerakan organisasi.
4.   Anggota berhak menyatakan pendapat, suara, memilih dan dipilih.
5.   Anggota berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, dan merusak citra dan
nama baik organisasi.

Pasal 3
STRUKTUR DAN PEDOMAN KERJA ORGANISASI

1. Dewan Penasehat adalah Kepala madrasah dan Kepala Urusan Tata Usaha
yang keduanya memberika nasehat, saran serta bantuan-bantuan baik bersifat
material maupun spiritual kepada organisasi.

2. Pengurus terdiri dari:

a. Ketua Umum; bertugas sebagai Pimpinan tertingi eksekutif yang mengatur


dan memimpin jalannya organisasi;

b. Wakil Ketua Umum; bertugas menggantikan Ketua Umum, bila Ketua


Umum berhalangan;

c. Sekretaris Umum; bertugas menjalankan tugas dibidang surat- menyurat,


hubungan ekstern dan intern organisasi serta hal-hal yang berhubungan
dengan kesekretariatan;

d. Wakil Sekretaris Jenderal: bertugas menggantikan Sekretaris Jenderal,


bila Sekretaris Jenderal berhalangan;

e. Bendahara Umum; bertugas menjalankan tugas dibidang keuangan, aset


organisasi serta hal-hal lain yang berhubungan dengan tugas
kebendaharaan;

f. Wakil Bendahara Umum; bertugas menggantikan tugas Bendahara


Umum, bila Bendahara Umum berhalangan.

3. Divisi- divisi yang terdiri dari:


a. Divisi Penelitian dan Pengembangan Organisasi serta Hubungan
Masyarakat (LITBANG dan HUMAS), yang tugasnya sesuai denan ruang
lingkupnya.

b. Divisi Perencanaan dan Pelaksanaan Jelajah Alam (RANLAK J.A) yang


tugasnya sesuai dengan ruang lingkupnya.

c. Divisi Logistik, Konservasi dan SAR (L.K dan SAR) yang tugasnya sesuai
dengan ruang lingkupnya.

Pasal 4
KETUA
       1. Ketua menentukan kebijaksanaan organisasi, mengesahkan keputusan-keputusan serta
memimpin dan mengawasi pelaksanaannya.
       2. Membimbing Anggota serta meningkatkan kesadaran berorganisasi.
       3. Apabila terjadi kekosongan ketua pimpinan, Pimpinan dapat dijabat oleh salah seorang
wakil ketua atas persetujuan Pimpinan dengan memperhatikan usul dan saran Anggota.
       4. pelimpahan Jabatan Ketua Pimpinan diserahkan apabila kekosongan ketua pimpinan
terjadi selama kurang lebih 3 (tiga) bulan dan diserahkan setelah keadaan
memungkinkan.
Pasal 5
MASA JABATAN

1. Masa jabatan ketua adalah 1 (Satu) tahun dan hanya boleh menjabat selama 1
(satu) periode.

2. Selama Masa jabatannya, ketua dapat mengambil tindakan administratif


terhadap anggota yang merusak citra organisasi dan bertentangan dengan
maksud dan tujuan organisasi dan meminta saran kepada pembina.

Pasal 6
PERGANTIAN Ketua

1. Pergantian Ketua dilakukan dengan MUBES dan MUBES Luar biasa.

2. Ketua yang habis masa Jabatannya masih berhak menjalankan tugasnya sampai
terjadi serah terima jabatan.
3. Perombakan Anggota Divisi dapat dilakukan sewaktu-waktu bila keadaan
memerlukan.

Pasal 7
SYARAT CALON KETUA

1. a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta setia kepada Pancasila dan     
UUD 45:

b. Telah menjadi Anggota SIMAPALA MATAHARI MAN 2 sejak Kongres I;


c. Tidak cacat hukum dan cacat organisasi
d. Tidak sedang menjabat sebagai pengurus inti pada organisasi lain;
e. Sehat Jasmani dan Rokhani.
2. Untuk pemilihan ketua, maka dibentuk komisi pemilihan oleh Pimpinan        
Organisasi.
3. Pemilihan Pimpinan dilakukan secara langsung atau formatur.
4. Pedoman tata tertib pemilihan dibuat oleh komisi pemilihan.
Pasal 8
MUBES

1. MUBES diadakan atas undangan Panitia Mubes yang disetujui oleh Pembina
organisasi.

2. Tata cara Mubes diatur oleh Panitia Mubes yang disetujui oleh Pembina
Organisasi.

Pasal 9
RAPAT KERJA DAN RAPAT PIMPINAN

1. Rapat Kerja dilakukan setiap awal kepengurusan.

2. Rapat Pimpinan dapat dilakukan sewaktu-waktu.

Pasal 10
KEPUTUSAN MUBES

1. Keputusan MUBES dilakukan dengan musyawarah mufakat.

2. Bila pada point 1 tidak terlaksana maka diadakan voting sebanyak 3 kali.
Pasal 11
PENGAWASAN
Pengawasan atas pelaksanaan program kerja, keputusan dan kebijakan organisasi dan
pegelolaannya keuangannya dilakukan setiap saat oleh anggota.
Pasal 12
PERTANGGUNGJAWABAN
Keperluan umum organisasi bersama anggota diusahakan bersama serta setiap akhir
kepengurusan pimpinan menyampaikan laporan pertanggung-jawaban keuangan dan
program kerja..
MUBES SIMAPALA MATAHARI MAN 2
Nomor: 002/SMPL -MT/IV/2014
TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA SIMAPALA MATAHARI MAN 2
       M e n i m b a n g                  :  dst.
      M e n g i n g a t                     :  dst.
      M e m p e r h a t i k a n        :  dst
M  E  M  U  T  U  S  K  A  N

M e n e t a p k a n              :  ANGGARAN    RUMAH   TANGGA   SIMAPALA


MATAHARI MAN 2

Di tetapkan Di : Bulukumba
                                                                             Pada Tanggal   : 22 April 2014

                                    Pembina SIMAPALA MATAHARI MAN 2


                                                                            t.t.d

                                                      ( RIDWAN, [Link] )

Common questions

Didukung oleh AI

The date '22 April 2014' is significant as it marks the official establishment and approval of the SIMAPALA MATAHARI MAN 2 organization. This starting point indicates a structured beginning agreed upon by members, showcasing their organized intent to embark on their environmental initiatives .

The KPPA-MBS organizational structure is designed with a hierarchy comprising a Dewan penasehat and Dewan Pembina, along with a Dewan Pimpinan Eksekutif. This executive board includes positions such as Chairman, Vice Chairman, Secretary-General, and Treasurer, plus division leaders to handle various operations. This structure ensures that the organization benefits from experienced guidance (advisory boards) while maintaining operational efficiency through executive leadership roles .

Membership in the KPPA-MBS organization is restricted to Indonesian nationals residing in Kabupaten Maros, with an agreement to support and promote the organization's aims. Members have electoral rights, meaning they can vote and be elected to positions, a reflection of participatory governance. This contrasts with broader organizational bylaws which might not always confer voting rights, hence incorporating a higher degree of member agency and involvement .

The KPPA-MBS structure, with its layered hierarchy from advisory boards to executive leadership and divisions, allows it to engage both in strategic planning and operational management. The advisory board provides informed guidance, while executive roles ensure concrete execution of environmentally-focused programs. Specialized divisions like logistics and conservation are pivotal in translating advocacy into actionable efforts, facilitating community engagement and resource mobilization in environmental projects .

Conflict resolution and organizational change within KPPA-MBS are managed through MUBES, the highest deliberative process, providing a democratic platform for addressing internal disputes and deciding on amendments to organizational rules. Additionally, the Anggaran Rumah Tangga allows for changes through formal amendments during MUBES or extraordinary congresses, ensuring adaptability and cohesion beyond conflicts .

The KPPA-MBS's Anggaran Dasar and Anggaran Rumah Tangga articulate principles and operations around both Pancasila and UUD 1945, embedding these national philosophies into organizational goals and governance. This alignment ensures activities and decisions reflect national values, fostering civic responsibility and unity within broader societal frameworks .

Leadership term limits, set at one year per term for KPPA-MBS, prevent stagnation and promote dynamism within the organization by ensuring periodic infusion of new ideas and perspectives. Such limits foster organizational sustainability through leadership accountability, continuous talent nurturing, and reduce risks of autocratic governance, ultimately supporting adaptive strategies in meeting environmental goals .

The primary objectives of the KPPA-MBS organization are to unite the pioneer students in developing talents and interests within the environmental field, prepare young pioneers to be intellectual, creative, and resilient in environmental preservation, guide students toward environmental improvements, act as partners to the educational institution in environmental efforts, and serve as a check and balance in environmental decision-making .

The Anggaran Rumah Tangga of KPPA-MBS regulates the organization's functioning and decision-making by detailing membership criteria, duties and powers of the leadership, and mechanisms for leadership election and replacement. It also sets protocols for meetings like MUBES, and makes provisions for the amendment processes. Such regulations ensure democratic processes in decision-making and operational continuity, supporting the overall governance framework .

The dissolution of KPPA-MBS requires a MUBES convened specifically for this purpose, with at least 50% + 1 member participation and decision consensus. Post-dissolution, any remaining organizational assets are allocated for social purposes, implying a continued commitment to community benefit even after the organization ceases to exist .

Anda mungkin juga menyukai