0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
94 tayangan6 halaman

Fase dan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut menjelaskan pengertian, tujuan, dan fase capaian pembelajaran pada kurikulum merdeka 2) Terdapat enam fase capaian pembelajaran yang masing-masing berlangsung 1-3 tahun 3) Capaian pembelajaran dirancang untuk memudahkan peserta didik dalam menguasai kompetensi sesuai kecepatan belajar mereka

Diunggah oleh

Astriy G
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
94 tayangan6 halaman

Fase dan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut menjelaskan pengertian, tujuan, dan fase capaian pembelajaran pada kurikulum merdeka 2) Terdapat enam fase capaian pembelajaran yang masing-masing berlangsung 1-3 tahun 3) Capaian pembelajaran dirancang untuk memudahkan peserta didik dalam menguasai kompetensi sesuai kecepatan belajar mereka

Diunggah oleh

Astriy G
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian, Tujuan, dan Fase Capaian

Pembelajaran pada Kurikulum


Merdeka
Posted on 24 Agustus 2022Author Admin  0
Pengertian, Tujuan, dan Fase Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

[Link]. Pengertian Capaian Pembelajaran (Learning Outcoming) merupakan


kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari
fase fondasi pada PAUD.

Capaian Pembelajaran pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah disusun untuk


setiap mata pelajaran. Sedangkan bagi peserta didik berkebutuhan khusus dengan
hambatan intelektual dapat menggunakan Capaian Pembelajaran pendidikan khusus.

Jika dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara, Capaian


Pembelajaran memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu yang tersedia untuk
mencapai tujuan tersebut (fase).

Untuk mencapai garis finish, pemerintah membuatnya ke dalam enam etape yang
disebut fase. Setiap fase lamanya 1-3 tahun.

Penyusunan Capaian Pembelajaran per fase merupakan upaya penyederhanaan


sehingga peserta didik dapat memiliki waktu yang memadai dalam menguasai kompetensi.
Penyusunan Capaian Pembelajaran per fase ini juga memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat pencapaian (Teaching at the Right Level),
kebutuhan, kecepatan, dan gaya belajar mereka.

Hal ini karena Capaian Pembelajaran disusun dengan memperhatikan fase-fase


perkembangan anak. Selain itu, penyusunan Capaian Pembelajaran per fase berguna bagi
guru dan satuan pendidikan.

Guru dan satuan pendidikan dapat memperoleh keleluasaan dalam menyesuaikan


pembelajaran sehingga selaras dengan kondisi dan karakteristik peserta didik.

Pada setiap akhir fase, terdapat kompetensi yang sama yang harus dicapai oleh peserta
didik, namun alur untuk mencapai akhir fase tersebut yang berbeda-beda disesuaikan
dengan kebutuhan belajar, karakteristik, dan perkembangan peserta didik yang beragam.

Baca : Tanya Jawab tentang Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan fase-fase Capaian Pembelajaran


dalam perencanaan pembelajaran.

1. Pembelajaran yang fleksibel

Ada kalanya proses belajar berjalan lebih lambat pada suatu periode (misalnya, ketika
pembelajaran di masa pandemi COVID-19) sehingga dibutuhkan waktu lebih
panjang untuk mempelajari suatu konsep.

Ketika harus “menggeser” waktu untuk mengajarkan materi-materi pelajaran yang


sudah dirancang, pendidik memiliki waktu lebih panjang untuk mengaturnya.

2. Pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik.

Fase belajar seorang peserta didik menunjukkan kompetensinya, sementara kelas


menunjukkan kelompok (cohort) berdasarkan usianya.

Dengan demikian, ada kemungkinan peserta didik berada di kelas III SD, tetapi belajar
materi pelajaran untuk Fase A (yang umumnya untuk kelas I dan II) karena belum tuntas
mempelajarinya.

3. Pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif.

Satu fase biasanya lintas kelas, misalnya Capaian Pembelajaran Fase D yang berlaku


untuk Kelas VII, VIII, dan IX.

Saat merencanakan pembelajaran di awal tahun ajaran, guru kelas VIII perlu berkolaborasi
dengan guru kelas VII untuk mendapatkan informasi tentang sampai
mana proses belajar sudah ditempuh peserta didik di kelas VII.
Selanjutnya peserta didik juga perlu berkolaborasi dengan guru kelas IX untuk
menyampaikan bahwa rencana pembelajaran kelas VIII akan berakhir di suatu topik atau
materi tertentu, sehingga guru kelas IX dapat merencanakan pembelajaran berdasarkan
informasi tersebut.

Pembagian Fase
Pada Pendidikan dasar dan menengah, Capaian Pembelajaran disusun untuk setiap mata
pelajaran.

Berikut ini pembagian fase Capaian Pembelajaran.

1. Fase Fondasi : PAUD

2. Fase A : Kelas I-II SD/MI

3. Fase B : Kelas III-IV SD/MI

4. Fase C : Kelas V-VI SD/MI

5. FAse D : Kelas VII-IX SMP/MTs

6. Fase E : Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

7. Fase F :

a. Kelas XI-XII SMA/MA/MAK

b. Kelas XI-XII SMK Program 3 tahun

c. Kelas XI-XII SMK program 4 tahun

Terdapat beberapa hal yang perlu dipahami tentang kekhasan CP sebelum memahami isi
dari capaian untuk setiap mata pelajaran, sebagai berikut.

1. Di dalam CP, kompetensi yang ingin dicapai ditulis dalam paragraf yang memadukan
antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau disposisi untuk belajar.

Sementara karakter dan kompetensi umum yang ingin dikembangkan dinyatakan


dalam profil pelajar Pancasila secara terpisah. Dengan dirangkaikan sebagai paragraf, ilmu
pengetahuan yang dipelajari peserta didik menjadi suatu rangkaian yang berkaitan.

2. Capaian Pembelajaran dirancang dengan banyak merujuk kepada teori belajar


Konstruktivisme dan pengembangan kurikulum dengan pendekatan “Understanding by
Design” (UbD) yang dikembangkan oleh Wiggins & Tighe (2005).
Dalam kerangka teori ini, “memahami” merupakan kemampuan yang dibangun melalui
proses dan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat
menjelaskan, menginterpretasi dan mengaplikasikan informasi, menggunakan berbagai
perspektif, dan berempati atas suatu fenomena.

Dengan demikian, pemahaman bukanlah suatu proses kognitif yang sederhana atau proses
berpikir tingkat rendah.

3. Memang apabila merujuk pada Taksonomi Bloom, pemahaman dianggap sebagai


proses berpikir tahap yang rendah (C2).

Namun demikian, konteks Taksonomi Bloom sebenarnya digunakan untuk perancangan


pembelajaran dan asesmen kelas yang lebih operasional, bukan untuk Capaian
Pembelajaran yang lebih abstrak dan umum.

Taksonomi Bloom lebih sesuai digunakan untuk menurunkan atau menerjemahkan Capaian


Pembelajaran ke tujuan pembelajaran yang lebih konkret.

Naskah Capaian Pembelajaran terdiri atas rasional, tujuan, karakteristik, dan capaian per
fase. Rasional menjelaskan alasan pentingnya mempelajari mata pelajaran tersebut serta
kaitannya dengan profil pelajar Pancasila.

Tujuan menjelaskan kemampuan atau kompetensi yang dituju setelah peserta didik
mempelajari mata pelajaran tersebut secara keseluruhan.

Karakteristik menjelaskan apa yang dipelajari dalam mata pelajaran tersebut, elemen-
elemen atau domain (strands) yang membentuk mata pelajaran dan berkembang dari fase
ke fase.

Capaian per fase disampaikan dalam dua bentuk, yaitu secara keseluruhan dan capaian
per fase untuk setiap elemen. Oleh karena itu, penting untuk pendidik mempelajari Capaian
Pembelajaran untuk mata pelajarannya secara menyeluruh.

Memahami Capaian Pembelajaran adalah langkah pertama yang sangat penting. Setiap
pendidik perlu familiar dengan apa yang perlu mereka ajarkan, terlepas dari apakah mereka
akan mengembangkan kurikulum, alur tujuan pembelajaran, atau silabusnya sendiri atau
tidak.

Beberapa contoh pertanyaan reflektif yang dapat digunakan untuk memandu guru dalam
memahami Capaian Pembelajaran , antara lain sebagai berikut.

a. Kompetensi apa saja yang perlu dimilikim peserta didik untuk sampai di capaian
pembelajaran akhir fase?

b. Kata-kata kunci apa yang penting dalam CP?

c. Apakah ada hal-hal yang sulit saya pahami?


d. Apakah capaian yang ditargetkan sudah biasa saya ajarkan?

Selain untuk mengenal lebih mendalam mata pelajaran yang diajarkan, memahami Capaian
Pembelajaran juga dapat memantik ide-ide pengembangan rancangan pembelajaran.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk memantik ide.

a. Bagaimana capaian dalam fase ini akan dicapai anak didik?

b. Materi apa saja yang akan dipelajari dan seberapa luas serta mendalam?

c. Proses belajar seperti apa yang akan ditempuh peserta didik?

Catatan Penting tentang Capaian Pembelajaran


Berikut ini adalah beberapa catatan penting tentang Capaian Pembelajaran untuk
jenis/jenjang.

Pada PAUD, Capaian Pembelajaran bertujuan untuk memberikan arah yang sesuai dengan
usia perkembangan pada semua aspek perkembangan anak sehingga kompetensi
pembelajaran yang diharapkan dicapai anak pada akhir PAUD dapat dipahami dengan jelas
agar anak siap mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya.

Lingkup CP di PAUD dikembangkan dari tiga elemen stimulasi yang saling terintegrasi dan
merupakan elaborasi dari aspek-aspek perkembangan anak, yaitu nilai agama dan moral,
fisik motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa; dan nilai Pancasila; serta bidang-bidang
lain untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak sesuai dengan kebutuhan pendidikan
Abad 21 di Indonesia.

Tiga elemen stimulasi yang dimaksud, yaitu: 1) Nilai Agama dan Budi Pekerti; 2) Jati Diri;
dan 3) Dasar-dasar Literasi, Matematika, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni;
diharapkan dapat mengeksplorasi aspek-aspek perkembangan anak secara utuh dan tidak
terpisah.

Sementara itu, pada SMK terdapat beberapa kekhasan. Pendidik dapat melakukan analisis
CP mata pelajaran kejuruan SMK bersama dengan mitra dunia kerja. Pada jenjang SMK
terdapat program empat tahun sebagaimana tercantum dalam daftar konsentrasi keahlian
yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pada program empat tahun pembelajaran diselenggarakan hingga kelas XIII mata pelajaran
yang diajarkan pada kelas XIII adalah: Matematika, Bahasa Inggris, dan Praktik Kerja
Lapangan. Capaian pembelajaran fase F berlaku pada pada mata pelajaran yang diajarkan
hingga kelas XIII.

Pada Pendidikan Kesetaraan, penyusunan alur tujuan pembelajaran memperhatikan


alokasi waktu didasarkan pada pemetaan Satuan Kredit Kompetensi (SKK) yang ditetapkan
oleh satuan pendidikan dengan bentuk pembelajaran tatap muka, tutorial, mandiri atau pun
kombinasi secara proporsional dari ketiganya.

Capaian pembelajaran pada mata pelajaran kelompok umum, mata pelajaran


pemberdayaan, dan mata pelajaran keterampilan mengacu pada capaian pembelajaran
yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Baca : Capaian Pembelajaran PAUD Dikdasmen Pada Kurikulum Merdeka

Satuan pendidikan dapat mengembangkan capaian pembelajaran pada mata pelajaran


keterampilan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, lingkungan belajar dan satuan
pendidikan.

Untuk Pendidikan Khusus, pembagian fase didasarkan pada usia mental peserta didik. Bagi
peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual, dapat
menggunakan Capaian Pembelajaran pendidikan khusus.

Capaian Pembelajaran pada peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan


intelektual dapat dilakukan lintas fase dan lintas elemen, sesuai dengan kondisi,
kemampuan, hambatan dan kebutuhan.

Sementara peserta didik berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual menggunakan


Capian Pembelajaran reguler dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum.

Berikut ini adalah rumusan fase capaian pembelajaran pada Pendidikan Khusus.

 Fase A : Kelas I-II SD/MI (Usia Mental ≤ 7 tahun)


 Fase B :  Kelas III-IV SD/MI (Usia Mental ± 8 tahun)
 Fase C : Kelas V-VI SD/MI
 Fase D : Kelas VII-IX SMP/MTs (Usia Mental ± 9 tahun)
 Fase E : Kelas X SMA/SMK/MA/MAK (Usia Mental ± 10 tahun)
 Fase F : Kelas XI-XII SMA/SMK/MA/MAK

Anda mungkin juga menyukai