SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok bahasan : Perawatan Bayi
Sasaran : Ibu Post Partum dan Keluarganya
Tempat : Ruang Perawatan Ibu Nifas
Hari/tanggal : ………………………………….
Waktu : 10.00-10.30 (30 menit)
A. Tujuan
a. Tujuan umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta mampu
mengetahui dan memahami tentang perawatan bayi
b. Tujuan khusus
Setelah diberikan penyuluhan peserta dapat :
1. Mengetahui pengertian bayi baru lahir normal
2. Mengetahui pengertian perawatan bayi
3. Mengetahui tujuanperawatan bayi
4. Mengetahui cara perawatan bayi
a. Memandikan bayi
b. Perawatan tali pusar
B. Sub Pokok Bahasan
1. Pengertian bayi baru lahir normal
2. Pengertian perawatan bayi
3. Tujuanperawatan bayi
4. Cara perawatan bayi
a. Memandikan bayi
b. Perawatan tali pusat
C. Materi
1. Pengertian bayi baru lahir normal
2. Pengertian perawatan bayi
3. Tujuanperawatan bayi
4. Cara perawatan bayi
a. Memandikan bayi
b. Perawatan tali pusar
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
E. Media
1. Vidio Youtube
2. Lcd/proyektor
F. Proses kegiatan penyuluhan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 2 menit Pembukaan: 1. Menjawab salam
1. Memberi salam 2. Mendengarkan
2. Menjelaskan tujuan pembelajaran dan
3. Menyebutkan materi/ pokok memperhatikan
bahasan yang akan disampaikan
2 20 menit Pelaksana : Menyimak dan
Memutarkan vidio youtube tentang memperhatikan
perawatan bayi
Materi :
1. Pengertian bayi baru lahir normal
2. Pengertian perawatan bayi
3. Tujuanperawatan bayi
4. Cara perawatan bayi
a. Memandikan bayi
b. Perawatan tali pusar
3 6 menit Evaluasi : Bertanya dan
Meminta ibu untuk menjelaskan atau menjawab
menyebutkan kembali : pertanyaan
1. Pengertian bayi baru lahir normal
2. Pengertian perawatan bayi
3. Tujuanperawatan bayi
4. Cara perawatan bayi
a. Memandikan bayi
b. Perawatan tali pusar
4 2 menit Penutup : Menjawab salam
Mengucapkan terimakasih dan
Mengucapkan salam
G. Lampiran Materi
1. Pengertian bayi baru lahir normal
Bayi baru kahir normal adalah bayi yang lahir dalam kehamilan 37 minggu sampai 42
minggu dan berat badan lahir dari 2500 gram sampai 4000 gram
2. Pengertian perawatan bayi
Perawatan bayi adalah suatu tindakan merawat dan memelihara kesehatan bayi dalam
bidang preventif dan kuratif.
3. Tujuan perawatan bayi
a. Mempertahankan kebersihan dan kesehatan bayi
b. Mempertahankan kehangatan dan mencegah suhu bayi turun
c. Memastikan keamanan dan mencegah cedera atau infeksi
d. Mengidentifikasi masalah masalah yang memerlukan perhatian segera
4. Cara perawatan bayi
a. Memandikan bayi
Tujuan memandikan bayi
Membersihkan tubuh bayi
Mengobservasi keadaan
Memberikan rasa nyaman
Supaya bayi terlihat sehat (merasa sehat)
Supaya tidak terjadi iritasi
Persiapan alat
1 ember bayi berisi 2/3 air hangat
sabun mandi bayi
1 handuk
kapas rebus untuk mata
kasa steril
pakaian bayi lengkap (baju, popok, gurita, sarung tangan, sarung kaki, gedong,
topi)
minyak talon, bedak
kapas basah untuk membersihkan pantat bayi
tempat kapas dan baju kotor
sisir bayi
Langkah-langkah
Ibu mencuci tangan
Mendekatkan alat
Mempersiapkan pakaian yang akan digunakan
Membaringkan bayi diatas meja yang telah dialasi handuk
Membersihkan mata bayi dengan kapas rebus dari ujung mata ke pangkal
hidung
Membersihkan mulut bayi dengan kapas yang telah dibasahi air DTT
Melepaskan pakaian bayi
Membersihkan feses bayi (jika ada) dengan kapas yang sudah dibasahi
Membersihkan muka tanpa sabun
Membersihkan tubuh bayi dengan sabun yang dimulai dari kepala, telinga,
leher, dada, perut, lengan, ketiak, punggung, dan terakhir alat kelamin.
Memasukkan bayi ke dalam ember bayi, memegang bayi dengan perasat parpu
kemudian membalas tubuh bayi
Mengeringkan bayi dengan handuk sambil memperhatikan kemungkinan
adanya kelainan-kelainan.
Merawat tali pusat
Memberikan minyak telon ke tubuh bayi secukupnya
Menaburi bedak pada tubuh bayi dengan hati-hati jangan sampai bedan
terhirup oleh bayi
Mengenakan popok, gurita, dan baju bayi serta sarung tangan serta sarung
kaki
Menyisir rambut secara perlahan-lahan dan hati-hati
Membungkus bayi dengan gedong
Meletakkan bayi di tempat yang nyaman atau bayi disusui oleh ibunya
Membereskan dan mengembalikan alat
Ibu mencuci tangan.
b. Merawat tali pusar
Tujuan perawatan tali pusat
Tujuan dari perawatan tali pusat menurut Sodikin (2009) ada empat, yaitu:
Mencegah terjadinya infeksi.
Mempercepat proses pengeringan tali pusat.
Mempercepat terlepasnya tali pusat
Mencegah terjadinya tetanus pada bayi baru lahir
Waktu Perawatan Tali Pusat Waktu untuk melakukan perawatan tali pusat
menurut Sodikin (2009), yaitu :
Sehabis mandi pagi atau sore.
Sewaktu-waktu bila balutan tali pusat basah oleh air kencing atau kotoran
bayi.
Lakukan sampai tali pusat puput atau kering.
Penatalaksanaan perawatan tali pusat (Panduan APN, 2010)
Peralatan Yang Dibutuhkan:
2 Air DTT, hangat, (a) untuk membasahi dan menyabuni, (b) untuk membilas
Washlap kering dan basah
Sabun bayi
Kassa steril
1 set pakaian bayi
Prosedur Perawatan Tali Pusat:
1. Cuci tangan.
2. Dekatkan alat.
3. Siapkan 1 set baju bayi yang tersusun rapi, yaitu: celana, baju, bedong yang
sudah digelar.
4. Buka bedong bayi.
5. Lepas bungkus tali pusat.
6. Bersihkan/ ceboki dengan washlap 2-3x dari bagian muka sampai kaki/ atas ke
bawah.
7. Pindahkan bayi ke baju dan bedong yang bersih.
8. Bersihkan tali pusat, dengan cara:
Pegang bagian ujung
Basahi dengan washlap dari ujung melingkar ke batang
Disabuni pada bagian batang dan pangkal
Bersihkan sampai sisa sabunnya hilang
Keringkan sisa air dengan kassa steril
Tali pusat tidak dibungkus.
9. Pakaikan popok, ujung atas popok dibawah tali pusat, dan talikan di pinggir.
Keuntungan : Tali pusatnya tidak lembab, jik0a pipis tidak langsung mengenai
tali pusat, tetapi ke bagian popok dulu.
10. Bereskan alat.
11. Cuci tangan.
DAFTAR PUSTAKA
Bobak, Lowdermilk, Jensen. 2015. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Meternity Nursing
Alih Bahasa Marin A. Wijaya. Peter I
Dep. Kes. RI. [Link] Pelaksanaan Stimulasi. Deteksi Dan Intervensi Dini Bayi Baru
Lahir.
Kosim. MS. 2015. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC