0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
209 tayangan56 halaman

Standar Kerja Aman Listrik di Pertamina

Diunggah oleh

Ronny Doank
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
209 tayangan56 halaman

Standar Kerja Aman Listrik di Pertamina

Diunggah oleh

Ronny Doank
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Electrical Safe Work Standard

Pencegahan Kecelakaan Serius dan Fatality

PT Pertamina Hulu Rokan


Agustus 2021
Komunikasi SYLA/SWC
Start-Work Checks

Visi Tujuan
• Start-Work Checks selalu digunakan sebelum • Menghilangkan kematian yang terjadi karena
memulai pekerjaan untuk memastikan safeguards kegagalan melaksanakan Safe Work Practices
yang dibuat untuk mencegah kematian tersedia • Memastikan pekerjaan tidak akan dimulai sampai
dan berfungsi. semua safeguard secara fisik di verifikasi 100%
sepanjang waktu.

Setiap orang harus terlibat dalam pencegahan kematian


Alat Pencegahan Fatality

Save Your Life Start-Work Pencegahan


Actions Checks Kematian

Safeguards yang dibuat untuk Alat verifikasi yang dibuat Setiap orang pulang kerumah
mencegah kematian ketika untuk membantu pekerja dengan selamat.
melakukan pekerjaan yang memastikan Save Your Life
terkait dengan standard yang Actions dilengkapi segera
ada dalam SWP sebelum memulai pekerjaan

Save Your Life Actions dan Start-Work Checks tersedia untuk Safe Work Practices berikut:

1. Commercial Diving 4. Excavation 8. Working at heights


2. Confined Space Entry 5. Open Flame Hot work 9. High Voltage Life Line Work
3. Electrical Safe Work 6. Isolation of hazardous energy 10. Pipe Tubular Handling
- De-energized electrical work - De-isolation of Hazardous Energy 11. HIS Manual Work
- Energized / Live electrical work - Isolation of Hazardous Energy 12. HIS Remediation Works
7. Lifting and rigging
Save Your Life Actions
Tujuan
• Save Your Life Actions adalah pengaman yang
telah diidentifikasi sebagai upaya untuk
menyelamatkan hidup.
• Perusahaan ingin para pekerja menggunakan
Save Your Life Actions untuk memastikan setiap
orang dapat pulang ke rumah dengan selamat.

Kapan digunakan
• Melakukan verifikasi pengaman
• Melakukan analisa bahaya (contoh: JSA, PPHA)
• Sebagai alat bantu untuk Start-Work Verifiers dan
pelaksana kerja
Start-Work Checks
Tujuan
• Untuk memastikan safeguards tersedia dan
berfungsi/bekerja segera sebelum memulai pekerjaan.
• Alat yang dibuat untuk mengurangi human error.

Kapan digunakan
• Baik ketika permit diperlukan ataupun tidak, setiap kali
pekerjaan berikut dilakukan:
• Commercial diving • Isolation of hazardous energy
• Confined space entry • Lifting and rigging
• Electrical safe work • Working at heights
• Excavation • High Voltage Life Line Work
• Open Flame Hot work • Pipe Tubular Handling
• Isolation of hazardous energy
• HIS Manual Work

• HIS Remediation Works


Peran dalam Pelaksanaan SYLA/SWC
pelaksana kerja (person performing work)

• Pelaksana Kerja adalah orang yang terpapar dengan hazard (contoh: masuk ke dalam confined
space, pekerja di ketinggian).
• Pelaksana Kerja memiliki tanggung jawab yang penting untuk memastikan safeguard telah benar-
benar terpasang dan memeriksa SWC sebelum memulai pekerjaan, dengan berdiskusi bersama
kru kerja sebagai upaya untuk mencegah kematian.

Roles Persyaratan Tanggung Jawab


Person • Sudah mengikuti pelatihan • Memeriksa secara visual bahwa safeguard telah
Performing SWP. terpasang dan berfungsi sebelum memulai pekerjaan.
Work • Memiliki pengetahuan tentang ✓ Memiliki Start-Work Checks ditangan selama verifikasi
SYLA dan pekerjaan yang ✓ Memverfikasi secara fisik setiap safeguard yang
dilakukan. terpasang.
✓ Membubuhkan inisial pada setiap safeguard yang ada
• Terlatih dan tahu bagaimana di Start-Work Check
menggunakan Start-Work • Stop dan cari bantuan ketika SWC tidak dapat
Checks. diselesaikan.
• Tahu siapa yang harus • Menginformasikan ke[pada SW Verifier ketika SWC telah
dihubungi jika SWC tidak dilengkapi
dapat dikonfirmasi • Menunggu untuk memulai pekerjaan sampai semua SWC
telah di verifikasi.
Peran dalam Pelaksanaan SYLA/SWC
Start Work Verifier

• Start Work Verifier adalah orang yang bertanggung jawab memastikan secara fisik dan visual (di
lokasi kerja) bahwa safeguard telah dipastikan oleh kru kerja, terpasang, dan berfungsi segera
sebelum memulai pekerjaan.
• Start-Work Verifier tidak dapat dilakukan oleh orang yang juga berperan sebagai person performing
work.

Roles Persyaratan Tanggung Jawab


Start Work ▪ Sudah mengikuti pelatihan SWP. ▪ Memeriksa secara visual bahwa safeguard telah terpasang dan berfungsi
Verifier ▪ Memiliki pengetahuan tentang SYLA sebelum memulai pekerjaan.
dan pekerjaan yang dilakukan ✓ Memiliki SWC ditangan selama verifikasi
▪ Terlatih dan tahu bagaimana ✓ Memverfikasi secara fisik setiap safeguard yang terpasang.
menggunakan Start-Work Checks. ✓ Membubuhkan inisial pada setiap safeguard yang ada di Start-Work Check
▪ Tahu dan dapat mendemontrasikan ▪ Stop dan cari bantuan ketika SWC tidak dapat diselesaikan.
apa yang harus dilakukan ketika check ✓ Dokumentasikan ketika dan kenapa pekerjaan tidak dapat dimulai.
tidak dapat di verifikasi. ▪ Menginformasikan PMCoW ketika semua Start-Work Checks telah
▪ Sudah mendapatkan otorisasi Mgr dilengkapi.
atau CMR ✓ Tulis nama dan tanggal Start-Work Checks
▪ Re-checks Start-Work Checks ketika:
✓ Lingkup kerja atau kondisi berubah
✓ Waktu kerja diperpanjang lebih dari satu shift atau ketika terjadi pergantian
kru
✓ Tempat kerja ditinggalkan
✓ Diminta oleh Front-Line Supervisor
Persiapan Penggunaan Start Work Checks

Lengkapi kotak informasi pada bagian atas form:


A. PPW menentukan apakah SWC digunakan untuk awal kerja atau revalidasi (melanjutkan pekerjaan)
• Awal Kerja:
• Gunakan form SWC baru dan beri tanda pada kotak Awal Kerja
• Person Performing Work diisi oleh PMCOW
• SW Verifier adalah PA/AC/Third Party Contractor
• Revalidasi:
• Gunakan form SWC baru dan beri tanda pada kotak Revalidasi (Melanjutkan Pekerjaan)
• Person Performing Work diisi oleh PMCOW
• SW Verifier untuk revalidasi dilakukan oleh AC untuk on-plot dan BP HES Inspector/Third party untuk
Off-plot
B. SW verifier memastikan ruang lingkup dan peralatan kerja sesuai dengan yang disetujui di dalam PTW. Jika
TIDAK lakukan SWA.
C. Informasi cara pengisian tabel dapat dilihat pada Keterangan Pengisian Tabel (pada SWC Form)
Persiapan Penggunaan Start Work Checks

• Contoh Pekerjaan: Pengelasan pada vessel


• Review Start-Work Checks yang diperlukan:
• Hot Work
• Isolation of Hazardous Energy (IHE)
• Identifikasi SWV yang akan melakukan verifikasi akhir.
• Tentukan apakah terdapat energy berbahaya. Jika ya, lengkapi
SWC IHE terlebih dulu, lalu lengkapi SWC Hot Work.
• Lengkapi Start-Work Checks di lokasi kerja segera sebelum
memulai pekerjaan.
• Gunakan SWC De-Isolation IHE ketika pekerjaan sudah
selesai.
Memulai Start-Work Check
• Memulai Start-Work Checks:
• Setelah izin kerja dikeluarkan
• Setelah kegiatan Analisa Bahaya (contoh:
JSAs, toolbox talks)
• Di lokasi kerja, segera sebelum memulai
pekerjaan baik oleh kru kerja maupun Start-
Work Verifier

• Person(s) performing work harus:


• Me-review setiap action pada SWC
• Memastikan secara fisik safeguard terpasang
dan bekerja.
• Meminta Start-Work Verifier menyelesaikan
verifikasi akhir.
Apa yang dilakukan jika pemeriksaan tidak dapat
diselesaikan?
• Tunda pekerjaan, jangan memulai kegiatan.
• Para pekerja pelaksana dan pengawas lapangan (site
supervisor) harus bekerja sama untuk menyelesaikan
masalah.
• Ketika masalah sudah selesai, para pekerja pelaksana
harus memverifikasi secara fisik setiap check dapat
diselesaikan.
• Start-Work Verifier harus secara fisik memverifikasi
setiap safeguard untuk menyelesaikan verifikasi.
Menyelesaikan Start-Work Checks
• Start-Work Verifier menuliskan nama dan tanggal
pada kotak bagian bawah yang telah disediakan.
• Aktifitas kerja dapat dimulai sesuai arahan dari
pengawas kerja lapangan.
• Start-Work Checks harus dilengkapi ulang jika terjadi
perubahan lingkup kerja atau pekerjaan harus
dihentikan.
• Lakukan verifikasi ulang Start-Work Checks ketika:
• Ruang lingkup atau kondisi kerja berubah
• Waktu kerja diperpanjang melebihi satu shift
atau ketika terjadi pergantian kru.
• Tempat kerja ditinggalkan tanpa ada yang
menunggui.
• Diminta oleh frontline supervisor
Pengawasan Berkala/ Periodic Monitoring

• Salah satu tanggung jawab AC adalah melakukan


pengawasan berkala di tempat kerja untuk memastikan
area kerja dalam kondisi aman/selamat.
• Dalam penerapan SWC, pengawasan berkala tetap
dilakukan oleh AC
• AC menggunakan kolom III pada SWC form yang
sudah dilengkapi sebelumnya dan mereview setiap cek
yang ada di dalam SWC
• AC harus memeriksa kesesuaian ruang lingkup dan
peralatan kerja dengan yang telah disetujui di dalam
PTW.
• Pekerjaan harus dihentikan jika ada cek yang tidak
dapat diselesaikan. Revalidasi harus dilakukan setelah
masalah dapat diselesaikan
• Setelah selesai me-review semua cek, AC menuliskan
nama, tanggal, dan jam pada tempat yang telah
disediakan. AC tetap menandatangani bagian verifikasi
di PTW form.
Ukuran sukses yang diharapkan
Pekerja Budaya

• Mengenali bahaya yang dapat menyebabkan • Pekerjaan dilakukan hanya ketika semua cek
cedera serius atau kematian. telah positif diverifikasi.
• Melakukan pekerjaan dengan terus • Tindakan segera dilakukan untuk memperbaiki
meningkatkan kepekaan terhadap kerentanan situasi jika ada satu cek yang tidak dapat
• Memastikan safeguard terpasang diselesaikan.
• Selalu menggunakan Start-Work Checks sebagai • Cek yang tidak lengkap dinilai sebagai
upaya untuk menyelamatkan hidup. informasi yang penting untuk membantu
• Mengharapkan rekan kerja untuk bekerja meningkatkan ekekusi kerja yang selamat.
dengan safeguard yang sudah teridentifikasi
• Kita belajar dengan menggunakan Start-Work
terpasang.
Checks.
De-Energized & Energized/Live Electrical Work
De-Energized & Energized/Live Electrical Work
Energized / Live Electrical Work
Electrical Safe Work Standard
Objectives
Membuat Keselamatan Pekerjaan Listrik adalah PRIORITAS!

• Memahami persyaratan pekerjaan untuk mempersiapkan dan


melakukan pekerjaan Listrik dengan aman di aktifitas operasi.
• Memberikan espektasi yang jelas terhadap tugas dan tanggung
jawab.
• Memberikan pengetahuan untuk melakukan verifikasi dan validasi
pada pekerjaan Listrik.

RENCANA PERSIAPAN VERIFIKASI DAN


DAPATKAN IZIN
KERJA AREA KERJA VALIDASI

VERIFIKASI DAN PELAKSANAAN


PENYELESAIAN PENGEMBALIAN
VALIDASI KERJA
Basic Concepts
Pekerjaan Listrik

Pekerjaan listrik adalah setiap pekerjaan yang melibatkan


bekerja pada atau dekat (pada sebagian besar kasus
dalam 3,2 meter atau10 kaki) peralatan atau sistem listrik
yang beroperasi pada tegangan 50 volt atau lebih, dan
yang memiliki paparan pada pengantar atau bagian-bagian
sirkuit yang terbuka dan berenergi/bertegangan.

Ini termasuk bekerja pada bukan peralatan listrik yang


berada di dalam 3,2 meter (10 kaki) dari peralatan atau
sistem listrik yang beroperasi pada tegangan 50 volt atau
lebih, yang memiliki paparan pada penghantar atau bagian-
bagian sirkuit yang terbuka dan bertegangan.
Basic Concepts
Kondisi Pekerjaan Listrik Aman

Suatu keadaan dimana konduktor atau bagian


sirkuit listrik telah terputus dari bagian yang
berenergi, dikunci/dilabeli (locked/tagged) sesuai
dengan standar yang ada, diuji untuk memastikan
ketiadaan tegangan (voltage), dan
membumikannya (grounding) jika diperlukan.
Basic Concepts
Precautions: Electrical Hazard
Limited approach boundary Approach Boundaries
Garis batas mendekat pada jarak tertentu dari
pengantar atau bagian sirkuit listrik bertegangan
terbuka dimana di dalamnya terdapat potensi bahaya
sengatan listrik

Restricted Approach Boundary


Sebuah batas perlindungan dari tersengat listrik yang
hanya boleh dilewati oleh personil yang memiliki
kualifikasi (pada jarak tertentu dari bagian yang
bertegangan), yang karena kedekatannya ke bahaya
tersengat listrik, memerlukan penggunaan teknik dan
peralatan proteksi dari tersengat listrik saat
melewatinya.
Basic Concepts
Arc-flash hazard
Kondisi berbahaya yang terkait dengan kemungkinan pelepasan energi yang disebabkan oleh arc flash.

Flash Protection Boundary (for arc-flash burn protection)


Jarak batas dimana kulit manusia yang tidak terlindungi yang dapat terkena luka bakar tingkat dua. Jarak
dimana seseorang perlu memakai alat pelindung diri yang sesuai untuk mencegah bahaya potensi energi
arc flash untuk setiap bagian tubuh yang terkena.
Electrical Safety Scenario
Perbaikan panel listrik mengakibatkan
elektrokusi – 1 fatality.
▪ Seorang teknisi listrik bekerja di panel listrik terbuka di
kapal, dia perlu menambahkan kabel baru dan Video : 1.56 min
memasangnya ke saklar di dalam panel. Perbaikan panel listrik mengakibatkan elektrokusi – 1 fatality

[Link]
▪ Electrician mengidentifikasi isolation breaker yang
memberi suplai ke seluruh panel dalam gambar
skematik.

▪ Electrician memutuskan sumber arus dan menandainya


dengan tepat

▪ Electrician sedang memasukkan kabel baru ke panel,


dan tangan kirinya bersentuhan dengan panel bus bar.

▪ 440 volt menyetrumnya dari bar bus ke tangan kirinya


Key Roles and Responsibilities

Qualified Electrical Person


▪ Memiliki pengetahuan tentang konstruksi dan pengoperasian peralatan dan instalasi listrik
(misalnya pekerja bersertifikat, dll)
▪ Melakukan analisis bahaya arc flash dan bahaya sengatan listrik
▪ Meninjau ulang hasil analisa bahaya arc flash dan bahaya sengatan listrik
▪ Memasang barikade areal pekerjaan listrik 10 feet dari limited approach boundary (batas mendekat
terbatas)
▪ Melakukan isolasi terhadap energi yang berbahaya (listrik)
▪ Melakukan pekerjaan listrik dalam limited approach boundaries
▪ Mengerti kapan harus menghentikan pekerjaan
Key Roles and Responsibilities
Authorized Electrical Person
▪ Memiliki pengetahuan tentang potensi bahaya listrik
▪ Melakukan isolasi terhadap energi yang berbahaya
(listrik)
▪ Memahami pekerjaan yang direncanakan dan prosedur
pemberitahuan keadaan darurat
▪ Hanya melakukan pekerjaan listrik dalam lingkup
kewenangannya (misalnya listrik vs mekanik vs
operator, dll)
▪ Mengerti kapan harus menghentikan pekerjaan.
Key Roles and Responsibilities

Electrical Standby Person


• Memiliki pengetahuan tentang potensi bahaya listrik
• Melakukan isolasi terhadap energi yang berbahaya (listrik)
• Memahami pekerjaan yang direncanakan dan prosedur
pemberitahuan keadaan darurat
• Melakukan observasi terhadap orang-orang yang
melakukan pekerjaan listrik dan membantu saat keadaan
darurat
• Memahami kapan harus menghentikan pekerjaan
• Electrical standby person haruslah Qualified atau
Authorized Electrical person yang terlatih dan memenuhi
syarat
Key roles and responsibilities
1. Apa saja peran utama yang terlibat dalam pekerjaan listrik?
2. Apa peran yang ANDA jalankan dalam pekerjaan listrik? dimana partisipasi ANDA dalam proses di bawah?
3. Apakah ANDA pernah mengalami insiden dimana Electrical Standby person terlibat?

RENCANA KERJA DAPATKAN IZIN PERSIAPAN AREA KERJA

VERIFIKASI DAN VALIDASI PELAKSANAAN KERJA PENGEMBALIAN


Electrical safety workflow key components
PLAN WORK WORKSITE PREPARATION VERIFICATION &
GET PERMISSION
VALIDATION
▪ Apa yang akan Anda lakukan
▪ Kapan izin atau rencana kerja ▪ Lakukan JSA ditempat kerja (persiapkan
▪ Apa yang Anda butuhkan ▪ Verifikasi bahwa areal kerja aman
dibutuhkan kru untuk bekerja)
▪ Siapa dan apa saja yang akan untuk melakukan pekerjaan listrik
▪ Isi PTW, izin elektrikal, izin lainnya / ▪ Barikade, tandai areal kerja
terpengaruh pekerjaan anda ▪ Verifikasi implementasi LOTO
▪ Tentukan bahaya dan mitigasi dokumentasi ▪ Implementasi isolasi/LOTO
▪ Lakukan inspeksi
▪ Diskusikan rencana isolasi ▪ Otorisasi ▪ Pertimbangan khusus
▪ Tindakan pencegahan ▪ Komunikasi ▪ Lakukan pengujian tegangan
▪ Persyaratan pekerjaan listrik
▪ Lakukan Inspeksi

CLOSE OUT VERIFICATION & RESTORE WORK EXECUTION


VALIDATION
▪ Menutup izin kerja dan kembalikan ▪ Periksa peralatan ▪ Lakukan pekerjaan
▪ Verifikasi peralatan / mesin siap
ke tempatnya ▪ Lepaskan/ buka isolasi ▪ Berhenti bekerja jika kondisi
untuk difungsikan kembali dengan
melakukan pengujian dan / atau ▪ Restart Peralatan berubah
observasi ▪ Bersihkan tempat kerja ▪ Validasi ulang / batalkan izin kerja
▪ Lakukan inspeksi ▪ Inspeksi pekerjaan dan tempat kerja jika perlu
Electrical safety key components
Plan Work
Tentukan ruang lingkup pekerjaan
▪ Evaluasi apakah ada cara kerja yang lebih aman:
✓ Apakah anda harus bekerja dalam kondisi beraliran listrik?
▪ Tentukan bahaya atau mitigasi:
✓ Persiapkan Job Safety Analysis (JSA).
✓ JSA harus dilakukan oleh Qualified Electrical Person.
▪ Identifikasi sumber bahaya dan pencegahannya :
✓ Persiapkan diagram isolasi.
✓ Lockout/tagout.
▪ Peralatan, perkakas, dan personil yang diperlukan?
✓ Identifikasi peralatan dan perkakas yang diperlukan untuk bekerja secara baik dan
aman (rating yang sesuai untuk pekerjaan listrik).
✓ Verifikasi personil yang perlu untuk melakukan pekerjaan secara aman dan sesuai
dengan kualifikasinya.
▪ Peralatan atau operasi yang terdampak dari pekerjaan ini?
✓ Evaluasi peralatan dan operasi yang terdampak dari pekerjaan ini
Electrical safety key components
Sumber daya dan alat apa yang diperlukan?
▪ Peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam limited
approach boundary dari konduktor atau bagian-bagian sirkuit
bertegangan terbuka harus terisolasi dan memiliki rating untuk
tegangan di mana mereka dapat dengan aman digunakan.
▪ Tangga yang digunakan untuk pekerjaan listrik harus memiliki
komponen vertikal yang terbuat dari bahan non-konduktif.

Electrical Hazard Approach Boundary


Hazard Approach Boundary terkait dengan kunduktor atau bagian-
bagian sirkuit bertegangan terbuka untuk Unqualified, Authorized dan
Qualified Electrical Person harus ditentukan
Electrical safety key components
Electrical Hazard Approach Boundary
▪ Minimal dua pekerja diperlukan untuk semua pekerjaan yang melibatkan masuk kedalam limited
approach boundary dimana ada bahaya sengatan listrik :
• Pekerja di dalam limited approach boundary harus seorang Qualified Electrical Person dan harus
dilakukan pengujian tegangan dengan menggunakan sarung tangan karet yang memiliki rating
sesuai untuk nilai nominal peralatan sebelum bekerja pada kunduktor atau bagian-bagian sirkuit
yang bertegangan.
• Pekerja kedua harus bertindak sebagai Electrical Standby Person dan harus tetap berada di luar
limited approach boundary batas kecuali untuk membantu dalam situasi darurat.
• Pengecualian untuk persyaratan ini adalah :
• Semua sumber tegangan > 50 volts ke peralatan sudah dipastikan dimatikan dan diverifikasi
oleh Qualified Electrical Person, termasuk kemungkinan umpan balik saat pekerjaan akan
dimulai.
• Peralatan memiliki peralatan pentanahan yang terlihat dengan jelas untuk memastikan
bahwa pentanahan sudah dilakukan.
▪ Jika personil sedang bekerja dalam limited approach boundary maka semua perhiasan dan bahan
konduktif lainnya harus dilepaskan.
Hanya Qualified Electrical Person yang diperbolehkan untuk bekerja di dalam
Restricted Approach Boundary
Electrical safety key components
Persyaratan listrik untuk Peralatan Spesifik
GFCI dan RCD
• Ground-Fault Circuit Interrupters (GFCIs) dan / atau Residual Current Devices (RCDs)
harus disediakan pada peralatan bertenaga listrik (power tool) dan peralatan berkabel
lainnya yang digunakan diluar ruangan dan di lingkungan lembap.

• Best Practice - Gunakan GFCIs kapan saja Anda menggunakan kabel sambungan
(extension) atau perangkat yang terhubung kabel listrik.
Electrical safety key components
Mendapatkan Izin Kerja
Apakah pekerjaan memerlukan Izin?
• Sebuah ijin kerja listrik bertegangan harus digunakan saat melakukan pekerjaan (misalnya pekerjaan fisik seperti
mengganti sekering, pengetatan baut, dll) di dalam limited approach boundary atau arc flash protection boundary dari
konduktor atau bagian sirkuit listrik bertegangan terbuka yang tidak dalam electrically safe working condition dengan
pengecualian berikut untuk pekerjaan yang dilakukan oleh Qualified Electrical Person:
• Tes diagnostik listrik dan maintenance troubleshooting dimana tidak ada perubahan fisik peralatan (misalnya pengujian untuk
tegangan, pengujian untuk elemen permisif, dll).
• Melakukan pentanahan pada peralatan yang dalam electrically safe working condition
• Melakukan operasi switching menggunakan live line tool
• Melakukan pengamatan perawatan pencegahan dan prediktif dan thermography inframerah dari luar limited approach boundary
• Mengatur ulang perangkat overload.
▪ Persiapkan izin dan dokumentasi yang sudah diidentifikasi pada fase perencanaan seperti izin dan diagram (seperti
yang diperlukan).
Electrical safety key components
Persiapan Lokasi Kerja
Diskusi dan validasi Onsite JSA (persiapan kru untuk bekerja)
• Harus dikembangkan atau direvisi ditempat oleh personel yang melaksanakan pekerjaan
untuk meyakinkan identifikasi dan mitigasi yang sistematis terhadap bahaya spesifik sebelum
memulai pekerjaan
• Isi JSA harus dikomunikasikan kepada tim kerja dan pihak lain yang terkena dampak
langsung sebelum mulai bekerja.
Electrical safety key components
Lockout (gembok) harus digunakan untuk mengamankan
peralatan yang diisolasi sehingga berada pada posisi off
dan/atau aman.
▪ Perangkat lockout yang digunakan untuk mengisolasi energi
berbahaya harus :
– Hanya digunakan untuk tujuan IHE.
– Memenuhi persyaratan hukum yang berlaku, standar Perusahaan dan /
atau best practice di dunia industri
– Gembok, tag dan warna yang dipakai oleh setiap group harus
distandarisasi dan dikomunikasikan ke seluruh SBU.
– Tags harus terlihat dan terbaca, berisi nama orang yang menggembok
dan tanggal pemasangan gembok/tag.
– Harus tahan cuaca (contoh : panas, hujan, angin, dll).
– Mudah dilihat dan kuat (agar tidak dirubah orang tak bertanggung jawab).
– Dipasang kuat pada titik isolasi (contoh : jangan merekat tag ke
peralatan)
▪ Gunakan personal lock dan tag
Electrical safety key components
Pasang Barikade dan Tandai area kerja

• Zona kerja yang aman seperti yang didefinisikan oleh Approach boundary baik flash protection ataupun limited
approach boundary, mana yang lebih besar, harus diberikan barikade dan ditandai dengan label peringatan.
• Tindakan (tanda-tanda misalnya tag keselamatan, barikade, dll) harus berada di tempat untuk mencegah atau
membatasi akses tidak berkepentingan ke area kerja listrik mengandung konduktor berenergy atau bagian sirkuit.

Note : YELLOW chains (rantai KUNING) untuk menentukan zona


kerja aman
Electrical safety key components
Pertimbangan Khusus

▪ Selalu mempertimbangkan atau mengevaluasi alternatif sebelum memulai aktivitas kerja listrik yang berenergi.
▪ Selalu asumsikan sistem kelistrikan, saluran listrik, peralatan listrik dan / atau komponen listrik berada dalam
keadaan berenergi sampai terverifikasi diisolasi.
▪ Jika pekerjaan apa pun harus dilakukan dalam sistem yang hidup (live), kembangkan sebuah rencana untuk
memperoleh persetujuan dari otoritas tingkat tinggi organisasi.
▪ Peralatan listrik yang dapat mengekspos pekerja dengan tingkat energi insiden lebih besar dari 167,4 J / cm2 (40
kal / cm2) hanya boleh dikerjakan pada saat rangkaian berada dalam electrical safe working condition.
▪ Tingkat energi insiden harus ditentukan oleh qualified electrical person.
▪ Grounding diperlukan (termasuk pada peralatan terisolasi) untuk mencegah umpan balik (back-feed) pada
peralatan, termasuk namun tidak terbatas pada:
• Switchgear buses.
• Feeders dari sub-stasiun.
• Sirkuit konduktor terbuka.
• Sirkuit motor > 690 volt, nominal.
Electrical safety key components
Pengujian Tegangan (Voltage Testing)
• Pengujian Tegangan harus dilakukan untuk mengkonfirmasi
isolasi listrik
• Persyaratan untuk pengujian tegangan meliputi sebagai
berikut ini:
• Rating APD sesuai (misalnya sarung tangan, pakaian,
lengkungan dinilai face shield, topi keselamatan kelas E, dll).
• Instrumen uji dalam kondisi baik dan dikalibrasi dan disetujui
untuk pengujian tegangan. Kalibrasi Instrumen harus dilakukan
setiap tahun dan didokumentasikan.
• Pastikan alat uji/tes dalam kondisi kerja yang tepat sebelum
dan sesudah pengujian.
• Setiap konduktor dan / atau sirkuit yang teridentifikasi dalam
rencana kerja (misalnya fase ke fase dan fase ke tanah untuk
ketiga sistem fase) harus diuji.
• Kapan saja terjadi perubahan tempat kerja atau tempat kerja
dibiarkan tanpa pengawasan, tegangan harus diuji ulang.
• Metode pengujian tegangan alternatif yang disetujui harus
diidentifikasi dan didokumentasikan ketika tidak ada point yang
dapat diakses untuk melakukan pengujian
Electrical safety key components
Persyaratan Peralatan Dekat Jaringan Listrik
▪ Peralatan (termasuk mobile equipment) harus menjaga jarak minimum terhadap jaringan listrik yang
berenergi
• Scaffolding.
• Cranes.
• Bucket trucks (not rated for electrical work).
• Cement pumpers.
• Fork trucks.
• And others.

Jarak Minimum Untuk Tegangan Tertentu


Electrical safety key components
Persyaratan untuk Mobile Equipment yang Digunakan untuk Pekerjaan Listrik

• Persyaratan untuk peralatan bergerak yang digunakan untuk pekerjaan listrik termasuk, namun tidak
terbatas pada:
• Boom peralatan Mobile dan ember harus terisolasi dan diuji setiap tahun
• Peralatan bergerak hanya dapat dioperasikan oleh tenaga terlatih dalam penggunaan peralatan
• Peralatan bergerak harus di grounded kecuali jika konduktor listrik / bagian sirkuit yang terkait dengan
kabel listrik overhead telah grounded dengan benar
• Qualified Electrical Person harus memasang barikade di sekitar peralatan mobile untuk dioperasikan
dengan jarak 3,2 meter (10 kaki) dari limited approach boundary
• Seorang spotter khusus harus digunakan saat peralatan dioperasikan di dekat kabel listrik saluran udara.
Electrical safety key components
Persyaratan Pekerjaan Listrik – PPE

• Kabel Energi dan / atau konduktor dengan perlindungan kesalahan tanah terisolasi (yaitu sirkuit dilindungi oleh
sensitif Ground Fault Circuit Interrupters atau Residual Current Device (RCD GFCIs atau)) hanya boleh ditangani
saat mengenakan PPE dengan rating yang sesuai
• Personel yang melaksanakan pekerjaan listrik harus dilengkapi dengan APD sesuai dengan standar industri
(misalnya ANSI, ASTM, NFPA 70 E dll.).
Electrical safety key components
Inspeksi

• Alat dan peralatan yang digunakan untuk pekerjaan listrik harus disimpan di lokasi yang kering dan
harus dibersihkan dan diperiksa sebelum setiap penggunaan.
• Peralatan harus diuji setiap tahun atau sesuai dengan peraturan setempat yang berlaku,
mana yang lebih ketat.
• Pemeriksaan dan uji harus didokumentasikan.

• Semua peralatan listrik harus dirawat, diperiksa dan disimpan sesuai dengan instruksi pabrik,
persyaratan hukum yang berlaku, standar Perusahaan dan / atau praktik terbaik industri yang berlaku
Electrical safety key components
Verifikasi dan Validasi
▪ Verifikasi bahwa area kerja aman untuk melakukan pekerjaan listrik.
▪ Verifikasi bahwa sumber energi sudah dihilangkan dengan melakukan
pengetesan dan/atau observasi (rencana isolasi dan LOTO).
▪ Verifikasi penggunaan PPE yang tepat dan sesuai
▪ Inspect.

WAJIB UNTUK
MENGGUNAKAN
CHECK-LIST INI
(SYLA/SWC)!!
Electrical safety key components
Start-Work Authority: Saya tidak akan mulai bekerja hingga saya meyakinkan...
Electrical safety key components

Stop dan
sediakan (cari
bantuan) jika
safeguard tidak
tersedia
Electrical safety key components

Pelaksanaan Kerja

Tindakan yang diperlukan jika ada perubahan kerja, Kondisi tidak selamat atau tak terduga
berkembang atau ada perubahan personil, perubahan pada kondisi yang dicatumkan pada permit,
kecelakaan atau keadaan darurat.
• Gunakan Stop Work Authority (SWA)
• Tinjau ulang JSA
Electrical safety key components
Keabsahan Izin Kerja

▪ Berhenti bekerja, lakukan penilaian dan mitigasi


bahaya
▪ Validasi ulang izin, termasuk namun tidak terbatas
pada:
• Masuk tanpa izin ke dalam limited approach boundary
• Kegagalan peralatan pengujian (misalnya meter tegangan,
dll.)
• Hasil pengujian/tes tegangan diluar batas yang dapat
diterima
• Penggunaan peralatan atau APD yang tidak tidak sesuai
• Sebuah insiden dan / atau nearmiss terjadi
• Melebihi kondisi yang ditetapkan pada permit
Electrical safety key components
Pengembalian

Penyelesaian Kerja
• Personil yang bertanggung jawab (PMCoW, Personil listrik) harus memastikan bahwa peralatan siap untuk
dioperasikan kembali dengan:
• Melepas atau membuka semua isolasi
• Memindahkan peralatan pemadam kebakaran setelah 30 menit fire watch, jika diperlukan
• Pindahkan semua barikade dan tanda-tanda peringatan yang dipasang
Lepaskan Isolasi
• Setiap Isolasi harus dilepaskan
Nyalakan Kembali Mesin / Peralatan
• Sebelum kembali dinyalakan, personil yang mengoperasikan peralatan harus mengkonfirmasi bahwa aman untuk
melanjutkan pekerjaan.
• Personil operasi fasilitas yang bertanggung jawab harus hadir sebelum menyalakan kembali peralatan / mesin.
Bersihkan Tempat Kerja, Pastikan tempat kerja dalam kondisi yang selamat, bersih dan teratur.
Periksa Kerja dan Pekerjaan Lapangan, Kembalikan peralatan / mesin dan tempat kerja ke kondisi semula.

53
Electrical safety key components
Verifikasi dan Validasi
▪ Verifikasi bahwa isolasi sudah dilepaskan

▪ Verifikasi peralatan/mesin agar siap untuk kembali dapat bekerja/


berfungsi dengan melakukan pengujian dan/atau observasi

▪ Lakukan pemeriksaan/inspesi.
Electrical safety key components
Penutupan

• Izin ditandatangani melalui tanda tangan basah oleh:


• PMCoW
• Jika diperlukan, Subject Matter Expert (SME)
• Permit Approver
• PMCoW harus memverifikasi dan menginformasikan Permit Approver bahwa:
• Pekerjaan sudah diselesaikan
• Tempat kerja telah dipulihkan
• Peralatan / mesin sudah siap untuk kembali dihidupkan atau difungsikan
• Sebuah diskusi penutup dengan tim kerja telah dilakukan dan
didokumentasikan di Onsite JSA
Safe Electrical Work - Barrier Model: List of safeguards

“Ultimate Consequence”
“Initiating Event”

“Incident”
Engineered / Physical Administrative Individual Post Incident
(Preventative) (Preventative) (Preventative) (Mitigation)
Safe Electrical Work - Barrier Model: List of safeguards

“Ultimate Consequence”
“Initiating Event”

“Incident”
Engineered / Physical Administrative Individual Post Incident
(Preventative) (Preventative) (Preventative) (Mitigation)

• Proper grounding. • Procedures and standards. • Hazard identification. • Fire-fighting equipment.


• GFCIs. • Maintenance procedures. • Communication. • Emergency procedures.
• Fuses and circuit • Operating procedures. • Personal Protective • Incident reporting
breakers. • Equipment inspections. Equipment. process.
• Guard live parts. • Electrical permit to work. • Human performance. • First-aid training.
• Lockout/Tagout. • Isolation checklists. • Use of SWA. • Pressure relief devices.
• Proper use of flexible • Training. • Emergency safety
cords. • Job Safety Analysis (JSA). devices.
• Close electric panels. • Isolation tags.
• Voltage testing. • Warning signs/labels.
• Securing and barricading
work area.
• Arc-flash hazard analysis.
• Shock hazard analysis.
• Minimum Clearance
Distance.
Make It Personal - Take away

1. Apa komitmen Anda untuk memastikan bahwa Pekerjaan Listrik akan dilakukan dengan
aman?
2. Apa saja safeguard yang akan Anda periksa dalam aktifitas Pekerjaan Listrik di lokasi
kerja Anda?
3. Perbaikan apa yang menurut Anda harus dilakukan untuk kegiatan Pekerjaan Listrik
dalam operasi Anda?

Anda mungkin juga menyukai