0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan3 halaman

Metode Penambangan Stull Stoping

Metode stull stoping melibatkan pemasangan penyangga kayu (stull) secara beraturan atau tidak beraturan dari hanging wall ke footwall untuk menyangga tempat penambangan. Metode ini cocok untuk endapan kuat dan tebal dengan batuan samping yang mudah pecah, dengan kedalaman hingga 1,1 km. Keuntungan metode ini adalah cara penambangannya sederhana dan fleksibel, sementara kerugian bisa memicu amblesan atau pengotoran bila tidak diatur den

Diunggah oleh

Afifah Dilasukma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan3 halaman

Metode Penambangan Stull Stoping

Metode stull stoping melibatkan pemasangan penyangga kayu (stull) secara beraturan atau tidak beraturan dari hanging wall ke footwall untuk menyangga tempat penambangan. Metode ini cocok untuk endapan kuat dan tebal dengan batuan samping yang mudah pecah, dengan kedalaman hingga 1,1 km. Keuntungan metode ini adalah cara penambangannya sederhana dan fleksibel, sementara kerugian bisa memicu amblesan atau pengotoran bila tidak diatur den

Diunggah oleh

Afifah Dilasukma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STULL STOPING

Stull stoping merupakan metode penambangan yang dimana tempat penggaliannya


menggunakan penyangga kayu (timber) dan penyangga tersebut dipasang langsung dari
hangingwall ke footwall. Penyangga ini disebut stull yang dapar dipasang dengan jarak yang
beraturan (sistematis) atau konstan, tetapi juga bisa hanya dipasang pada tempat-tempat
tertentu bila keadaan batuannya memungkinkan.
Cara penambangan ini sangat unik, karena penerapannya dibatasi oleh panjang stull
(timber), artinya urat bijih (vein) yang dapat dikerjakan sama dengan panjang kayu yang ada.
Adanya persoalan lubang-lubang bekas lombong, dapat dibuat modifikasi lain. Jika tidak
ingin terjadi amblesan (surface subsidence), maka stope yang sudah ditambang harus diisi
dengan material pengisi (filling material), sehingga perubahan ini menjadi cut and fill
sehingga dapat berubah menjadi cut and fill. Jika, penurunan permukaan bumi diperbolehkan
terjadi, maka lubang-lubang bekas lombong boleh dibiarkan kosong dan runtuh secara
alamiah maka biasanya yang dipakai top slicing.
A. Syarat Penerapan
Metode penambangan stull stoping cocok untuk endapan bijih yang memiliki
karakteristik seperti berikut:
- Kekuatan bijih: agak kuat dan tebal, sehingga tak perlu disangga secara langsung
selama penambangan berlangsung.
- Kekuatan batuan samping: mudah pecah menjadi bongkah-bongkah (slabs), sehingga
perlu penyanggaan.
- Bentuk endapan vein dan kemiringan endapan tidak terlalu berpengaruh.
- Ukuran endapan: antara 1-3 m, yaitu ketebalannya masih bisa dicapai oleh penyangga
kayu tanpa sambungan (timber).
- Kadar bijih: nilai yang tinggi, karena ongkos penambangannya juga tinggi, sehingga
perolehan penambangan (mining recovery) harus tinggi.
- Kedalaman: moderat (<1,1km).
B. Metode Penambangan
- Kegiatan penambangan dimulai dengan aktivitas development dengan urutan seperti
pada penambangan overhand stoping namun lebih sederhana.
- Setelah semua level dibuat, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan raise antarlevel.
- Ore pass dibuat mengikuti kemajuan stope. Drawpoint dan drawbell tidak diperlukan
karena biasanya ujung bawah ore pass digunakan chute.
- Berbeda dengan cut and fill, stull stoping jarang mengambil manfaat dari system
mekanisasi.
- Stope yang sempit tidak dapat mengakomodasi mobile equipment. Oleh karena itu,
siklus operasi penambangan mengikuti siklus penambangan manual, yaitu pemboran,
charging+blasting, pemuatan, dan pengangkutan.
- Salah satu hal yang sangat penting pada metode ini yaitu pemasangan stull yang harus
dilakukan/diletakkan sedemikian rupa di dekat back setelah peledakan produksi
dilakukan. Selain itu, pemasangan plat form di lantai supaya pekerja dapat melakukan
pemboran dengan nyaman.

CONTOH METODE STULL STOPING

(FLAT BACK STULL STOPING)

C. Keuntungan dan Kekurangan Stull Stoping


1) Keuntungan
- Cara penambangannya termasuk sederhana.
- Cukup luwes, dalam artian dapat menambang bentuk- bentuk yang tidak teratur
(irregular) dan batas antara bijih dengan batuan samping yang kurang jelas (sukar
diikuti).
- Mudah diubah ke metode penambangan yang lain, misalnya: square set stoping, cut
and fill atau metode ambrukan.
- Bisa meninggalkan pillar yang terbuat dari barren rock, dengan syarat pillar tersebut
tidak terlalu besar.
- Karena luwes dan dapat melakukan selective mining, maka hasil perolehan
tambangnya tinggi.
- Lebih aman jika dibandingkan dengan square set stoping atau cut and fill, karena
ukuran endapan bijihnya tipis.
2) Kerugian
- Metode ini bisa menyebabkan terjadinya pembusukan serta bahaya kebakaran.
- Dapat menyebabkan amblesan jika tidak diikuti dengan pengisian terhadap bekas-
bekas lombong.
- Pada umumnya sukar untuk menghindari terjadinya pengotoran (dilution) terutama
kalau batuan sampingnya mudah slabbing.

Anda mungkin juga menyukai