0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan12 halaman

Metode Penelitian Kuantitatif di Pabrik Gula

Bab ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode explanatory research. Populasi penelitian ini adalah 31 karyawan bagian Keuangan dan Umum di suatu perusahaan. Seluruh populasi menjadi sampel dengan teknik total sampling. Variabel penelitian terdiri atas kepuasan kerja, disiplin kerja, dan kinerja karyawan yang diukur menggunakan angket skala Likert.

Diunggah oleh

luluk andi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan12 halaman

Metode Penelitian Kuantitatif di Pabrik Gula

Bab ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode explanatory research. Populasi penelitian ini adalah 31 karyawan bagian Keuangan dan Umum di suatu perusahaan. Seluruh populasi menjadi sampel dengan teknik total sampling. Variabel penelitian terdiri atas kepuasan kerja, disiplin kerja, dan kinerja karyawan yang diukur menggunakan angket skala Likert.

Diunggah oleh

luluk andi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan pada PT. Perkebunan Nusantara X Pabrik
Gula Lestari yang berlokasi di Jalan Raya Lestari, Ds. Ngrombot, Kec.
Patianrowo, Kertosono, Kab. Nganjuk, Jawa Timur 64391.

B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif
dengan metode penelitian explanatory research. Menurut (Sugiyono, 2015)
metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Pengumpulan
data menggunakan instrumen penelitian analisis data bersifat kuantitatif /
statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Penelitian ini akan menghasilkan sebuah pengetahuan baru dengan metode
analisis kuantitatif dan mengetahui hubungan atau kedudukan antar variabel
sehingga mengetahui pengaruh antar variabel kepuasan kerja, kinerja dan
disiplin kerja.

C. Populasi dan Teknik Sampel


1. Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013).
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap bagian Keuangan dan
Umum dengan jumlah 31 karyawan.

2. Sampel
Menurut (Sugiyono, 2013) sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakeristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut (Arikunto, 2005)

20
apabila sebuah subjek penelitian kurang dari 100, maka lebih baik diambil
semua subjek datanya sehingga penilitian tersebut merupakan penelitian
populasi. Dalam penelitian ini jumlah populasi yang diteliti kurang dari 100
maka penilitian ini mengambil seluruh jumlah responden yang ada yaitu
berjumlah 31 orang. Pengambilan sampel penilitian ini menggunakan
Teknik total sampling. Total sampling adalah teknik dalam pengambilan
sampel ketika jumlah populasi sama dengan jumlah sampel (Sugiyono,
2013).

D. Definisi Operasional Variabel


Definisi operasional variabel adalah pengertian variabel (yang diungkap
dalam definisi konsep) tersebut secara operasional, praktik dan nyata dalam
lingkup obyek penelitian atau obyek yang diteliti. Variabel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat. (Sugiyono,
2015) berpendapat bahwa definisi operasional variabel adalah suatu atribut
atau sifat maupun nilai dari obyek atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu
yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya.

Tabel 3. 1 Definisi Operasional Variabel

No Variabel Indikator Ukuran/Item Skala


1. Kepuasan kerja Gaji Jumlah bayaran yang Skala
adalah keadaan diterima karyawan Likert
emosional yang apakah sesuai dengan
menyenangkan atau kebutuhan dan
tidak dirasakan adil.
menyenangkan Pekerjaan itu Pekerjaan yang
bagaimana para Sendiri dilakukan karyawan
karyawan apakah memiliki
memandang elemen yang
pekerjaan mereka. memuaskan.
(Handoko, 2000) Rekan Kerja Rekan kerja yang
bersahabat,
kerjasama antar rekan
sekerja atau
kelompok kerja
adalah sumber
kepuasan bagi

21
No Variabel Indikator Ukuran/Item Skala
pekerja secara
individu.
Atasan Gaya kepemimpinan
yang ditetapkan oleh
seorang manajer
dalam organisasi
dapat menciptakan
integrasi yang serasi
dan mendorong
gairah kerja
karyawan untuk
mencapai sasaran
yang maksimal.
Promosi Dengan promosi akan
memberikan
kesempatan untuk
pertumbuhan pribadi,
tanggung jawab yang
lebih banyak, dan
status sosial yang
meningkat dan
berdampak pada
kepuasan kerja.
Lingkungan Lingkungan fisik dan
kerja psikologis.
2. Disiplin kerja Disiplin Sikap atau tingkah Skala
adalah sikap terhadap laku yang Likert
karyawan yang waktu menunjukkan
senantiasa ketaatan terhadap jam
berkehendak untuk kerja.
mengikuti atau Disiplin Mematuhi tata tertib
mematuhi segala terhadap baik yang tertulis
peraturan dalam peraturan maupun tidak tertulis
bekerja yang telah dan dibuat agar
ditentukan oleh tujuan suatu
perusahaan organisasi dapat
(Anoraga, 2004). tercapai dengan baik
Etika kerja Aturan normatif yang
mengandung sistem
nilai dan prinsip
moral yang
merupakan pedoman
bagi karyawan dalam
melaksanakan
pekerjaan.

22
No Variabel Indikator Ukuran/Item Skala
3. Kinerja karyawan Kuantitas persepsi pegawai Skala
adalah suatu hasil terhadap jumlah Likert
kerja yang dicapai aktivitas yang
seseorang dalam ditugaskan beserta
melaksanakan hasilnya.
tugas-tugas yang Kualitas persepsi pegawai
dibebankan terhadap kualitas
kepadanya. pekerjaan yang
(Hasibuan, 2016) dihasilkan serta
kesempurnaan tugas
terhadap ketrampilan
dan kemampuan
pegawai.
Ketepatan Menyelesaikan pada
Waktu waktu yang telah
ditetapkan serta
memaksimalkan
waktu yang tersedia
untuk aktivitas yang
lain.

E. Sumber Data
Sumber data memiliki dua macam yaitu sumber data primer dan sumber
data sekunder. Menurut (Sugiyono, 2007) data primer adalah sumber data yang
langsung diperoleh oleh peneliti sedangkan data sekunder adalah data yang
tidak diperoleh secara langsung oleh peneliti. Pada penelitian ini penulis
menggunakan sumber data primer. Data primer dalam penelitian ini yaitu
berupa pernyataan responden dalam menjawab kuisioner yang sudah diberikan
dan data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti.

F. Teknik Pengumpulan Data


Dalam penelitian ini mengguanakan teknik pengumpulan data berupa
kuisioner (angket). Menurut (Sugiyono, 2013) kuesioner atau angket adalah
teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kuisioner tertutup dimana peneliti
telah membatasi pilihan jawaban yang diberikan kepada responden.

23
G. Teknik Pengukuran Data

Penelitian ini akan menggunakan teknik pengukuran variabel


menggunakan skala likert untuk mengetahui nilai terdahap jawaban responden.
Penggunaan skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan
persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
(Sugiyono, 2013).

Tabel 3. 2 Skala Likert

Simbol Keterangan Skor


SS Sangat Setuju 5
S Setuju 4
N Netral 3
TS Tidak Setuju 2
STS Sangat Tidak Setuju 1

H. Uji Instrumen
Menurut Sugiyono (Sugiyono, 2013) pada penelitian kuantitatif peneliti
akan menggunakan instrumen penelitian guna mengukur nilai variabel yang
akan diteliti. Uji validitas dan realibilitas dilakukan untuk menguji apakah
suatu kuesioner layak digunakan sebagai instrument penelitian.
1. Uji Validitas
Menurut (Sugiyono, 2013) uji validitas adalah suatu pengujian
kuisioner terhadap kevalidan kuisioner tersebut untuk mengukur apa yang
seharunya diukur. Uji validitas berfungsi untuk menguji apakah kuesioner
tersebut valid atau tidak.
Uji Validitas dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
𝑁(∑ 𝑋𝑌) − (∑ 𝑋 ∑ 𝑌)
𝑟=
√[𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑ 𝑋)2 ][𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑ 𝑌)2 ]

Keterangan:

r : Koefisien korelasi
x : Skor butir

24
y : Skor total butir
N : Jumlah sampel (responden)
∑Y : Jumlah skor total
∑X : Jumlah skor butir
Kriteria kelayakan perhitungan ini yaitu :
a. Apabila r hitung > r tabel berarti pernyataan dinyatakan valid.
b. Apabila r hitung < r tabel berarti pernyataan dinyatakan tidak valid.

2. Uji Reliabilitas
Menurut (Sugiyono, 2013) reliabilitas menunjukkan pada suatu
pengertian bahwa instrument yang bila digunakan dalam penelitian untuk
memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat
pengumpulan data, dan mampu mengungkapkan informasi yang sebenarnya
dilapangan.
Uji Realibilitas mengunakan teknik analisis formula Alpha Cronbach
dengan rumusnya sebagai berikut :
𝑘 ∑ 𝜎𝑏 2
𝑟𝑖 = ( )( )
𝑘−1 𝜎𝑡 2
Keterangan :
𝑟𝑖 : Reliabilitas instrument
𝑘 : Banyaknya butir pertanyaan
∑ 𝜎𝑏2 : Jumlah varian butir
𝜎𝑡 2 : Varian total

Uukuran reliabilitas adalah:

a. Jika Cronbach’s Alpha ˃ 0,6 maka dinyatakan reliabel.


b. Jika Cronbach’s Alpha > 0,6 maka dinyatakan tidak reliabel.

I. Uji Asumsi Klasik


Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah dari hasil
estimasi regresi yang telah dilakukan, benar-benar bebas dari adanya gejala
heteroskedastisitas, gejala multikolinearitas dan gejala normalitas. Oleh karena
itu uji asumsi klasik perlu dilakukan.

25
1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji atau menentukan apakah


variabel berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini metode
yang digunakan untuk menguji normalitas adalah dengan
menggunakan uji Kolmogrov-Smimov dengan menggunakan taraf
signifikansi 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika
signifikansi > 0,05 dan lolos uji normalitas.

2. Uji multikoliniearitas
Uji Multikolinearitas digunakan untuk mengukur tingkat asosiasi
(keeratan) hubungan/pengaruh antar variabel bebas melalui besaran
koefisien korelasi ( r ). Jika nilai tolerance variabel bebas lebih dari
10% maka dapat disimpulkan di antara variabel bebas tidak terjadi
multikolinearitas.

3. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji sama tidaknya
varians dari residual dari observasi satu ke observasi lainnya. Jika
terdapat kesamaan varians dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain memiliki nilai yang tetap, maka disebut
homoskedatisitas. Pengujian Heterokedastisitas dalam penelitian ini
menggunakan Uji Glejser.

J. Teknik Analisis Data


1. Rentang skala
Rentang skala adalah alat yang digunakan untuk mengetahui dan
menjelaskan bagaimana kepuasan kerja, kinerja karyawan dan disiplin
kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan PTPN X (Persero) Pabrik
Gula Lestari Nganjuk. Menurut (Umar, 2001) Dalam menentukan rentang
skala menggunakan rumus sebagai berikut :

26
𝑛(𝑚 − 1)
𝑅𝑠 =
𝑚

Keterengan :

𝑅𝑠 : Rentang Skala

m : Jumlah alternatif jawaban

n : Jumlah sampel

Maka rentang skala dapat diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:

31(5 − 1)
𝑅𝑠 =
5
31 𝑋 4
= 5

124
= 5

= 24,8

= 25

Berikut ini merupakan skala penilaian disetiap kategori variabel


penelitian:
Tabel 3.3 Rentang Skala
Rentang Kepuasan Kinerja
Disiplin Kerja
Skala Kerja Karyawan
31 – 56 Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah
57 – 82 Rendah Rendah Rendah
83 – 108 Cukup Cukup Cukup
109 – 134 Tinggi Tinggi Tinggi
135 – 160 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi

2. Analisis Jalur (Path Analysis)


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur
(path analysis). Analisis jalur (path analysis) adalah perluasan dari analisis
regresi berganda untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel
(causal model), jika variabel exogeneous mempengaruhi variabel
endogenous tidak hanya secara langsung tetapi juga secara tidak langsung

27
Menurut (Ghozali, 2012). Penulis menggunakan analisis jalur (path
analysis) karena untuk mengetahui hubungan sebab akibat, dengan tujuan
menerangkan pengaruh langsung atau tidak langsung antar variabel
eksogen dengan variabel endogen. Analisis jalur (path analysis) digunakan
untuk persoalan atau rumusan masalah sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan tentang bagaimana kepuasan kerja, kinerja
karyawan dan disiplin kerja karyawan.
2. Untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja
karyawan.
3. Untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap disiplin kerja.
4. Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan.
5. Untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja
karyawan melalui disiplin kerja sebagai variabel mediasi.
Menurut (Sugiyono, 2014) analisis jalur adalah bagian dari model regresi
yang dapat digunakan untuk menganalisi hubungan sebab akibat antar satu
variabel dengan variabel lainnya. Analisis jalur digunakan dengan
menggunakan korelasi, regresi dan jalur sehingga dapat diketahui untuk
sampai pada variabel mediasi.

Py𝑥1 𝜀

Py𝑥2 Pzy

Kepuasan Disiplin Kinerja

(X) (Z) (Y)

Py𝑥3

Gambar 3.1 Diagram Jalur

28
Keterangan :

X = Variabel predikator (Kepuasan Kerja)

Z = Variabel mediasi (Disiplin Kerja)

Y = Variabel criterion (Kinerja Karyawan)

Pyx_1 = Koefisien jalur kepuasan kerja terhadap kinerja

Pyx_2 = Koefisien jalur kepuasan kerja terhadap disiplin kerja kerja

Pyx_3 = Koefisien jalur kepuasan kerja terhdap kinerja dengan

dimediasi disiplin kerja

Pzy = Koefisien jalur disiplin kerja terhadap kinerja

ε (epsilon) = Faktor lain yang mempengaruhi variabel dependen

(diluar yang dipengaruhi yang tidak diteliti)

K. Uji Hipotesis
1. Uji T ( Uji Parsial )
Menurut (Sugiyono, 2014) Uji T atau Uji parsial digunakan untuk
menguji signifikasi hipotesis komparatif dua sampel yang berkorelasi bila
datanya berbentuk ordinal. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui
apakah masing-masing variabel independen berpengaruh signifikan
terhadap variabel dependen.
Untuk mengetahui tingkat signifikan dapat dilakukan uji t dengan
rumus sebagai berikut :
t = 𝛽𝑛/𝑆𝛽𝑛
Keterangan :
t : Nilai signifikan (t hitung)
n : Banyaknya sampel
βn : Koefisien regresi setiap variabel
sβn: Standar error setiap variable

29
Sebagai dasar pengambilan keputusan dapat digunakan kriteria sebagai
berikut :
a. Bila nilai signifikan t < 0,05, maka H0 ditolak, artinya terdapat
pengaruh yang signifikan antra stau variabel independen terhadap
dependen.
b. Apabila nilai signifikan t > 0,05, maka H0 diterima, artinya tidak ada
pengaruh yang signifikan anatara satu variabel indepnden terhadap
variabel dependen. Hasil uji-t dapat dilihat pada output coefficient dari
hasil anlisis berganda

2. Uji Mediasi
Uji Sobel digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel mediasi yaitu
disiplin kerja. Suatu variabel disebut variabel mediasi jika variabel terebut
mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel
dependen.

Uji Sobel dilakukan dengan menguji kekuatan pengaruh tidak langsung


dari X ke Y melewati M, dimana M merupakan variabel mediasi. Pengaruh
tidak langsung X ke Y melewati M dihitung dengan cara mengalikan jalur
X ke M (dilambangkan dengan a) dengan jalur M ke Y (dilambangkan b),
sehingga dapat dilambangkan dengan (ab). Dari hasil perkalian tersebut,
didapat koefisien ab adalah (c-c‟), dimana c merupakan pengaruh X
terhadap Y tanpa mengontrol M, dan c‟ merupakan pengaruh X terhadap Y
setelah mengontrol M.

𝑆𝑎𝑏 √𝑏 2 𝑆𝑎2 + 𝑎2 𝑆𝑏 2 + 𝑆𝑎2 𝑆𝑏 2

Keterangan :
Sa = Standart error X-M
Sb = Standart error M-Y
b = Koefisien regresi M-Y
a = Koefisien regresi X-M

30
Untuk menguji signifikansi pengaruh tidak langsung secara parsial,
maka dihitung dengan rumus sebagai berikut (Ghozali, 2018) :

ab
t=
Sab

Hasil perhitungan signifikansi uji Sobel dapat disimpulkan terjadi


pengaruh mediasi jika nilai t hitung > nilai t table (nilai kritis).

31

Anda mungkin juga menyukai