0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan5 halaman

Manajemen Risiko di Laboratorium Kesehatan

Manajemen risiko laboratorium bertujuan untuk mengurangi risiko yang dapat terjadi di laboratorium dengan melakukan langkah-langkah keselamatan seperti menggunakan alat suntik sekali pakai, mematikan sentrifuge selama 30 menit jika terjadi kecelakaan, dan melakukan desinfeksi sebelum dan sesudah pemeriksaan.

Diunggah oleh

pus purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan5 halaman

Manajemen Risiko di Laboratorium Kesehatan

Manajemen risiko laboratorium bertujuan untuk mengurangi risiko yang dapat terjadi di laboratorium dengan melakukan langkah-langkah keselamatan seperti menggunakan alat suntik sekali pakai, mematikan sentrifuge selama 30 menit jika terjadi kecelakaan, dan melakukan desinfeksi sebelum dan sesudah pemeriksaan.

Diunggah oleh

pus purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

LABORATORIUM
No. : 440/ /SOP VIII/
Dokumen PUSK-UKP/ 2018
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal
: 13 Maret 2018
Terbit
Halaman : 1 dari 3
UPK PUSKESMAS Patricia Ami Dameuli, SKM
PURNAMA NIP. 19751016 200501 2009

1. Pengertian Manajemen risiko laboratorium adalah upaya untuk menanggulangi semua


risiko yang mungkin terjadi di laboratorium, suatu proses kegiatan yang
dimulai dengan tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengendalian yang bertujuan untuk memberdayakan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) di laboratorium puskesmas
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah petugas dalam penerapan
manajemen risiko laboratorium
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPK Puskesmas Purnama Nomor : 440/141/PUSK-
UKP/2018 tentang Penerapan Manajemen Resiko Klinis
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit
5. Prosedur 1. Petugas menggunakan jarum semprit dengan sistem pengunci untuk
mencegah tusukan dari terlepasnya jarum semprit.
2. Petugas menggunakan alat suntik sekali pakai.
3. Petugas mematikan sentrifuse dan jangan dibuka selama 30 menit, jika
diduga ada tabung yang pecah saat sentrifugasi.
4. Petugas menggunakan hand scoun dan sarung tangan yang tebal untuk
mengambil forsep/ pecahan untuk mencegah penularan specimen yang
infeksius.
5. Petugas menggunakan pipet otomatis dan tidak menggunakan pemipetan
mulut karena dapat menyebabkan tertelannya organisme pathogen.
6. Petugas menggunakan alat masker guna melindungi terhirupnya partikel
mikroorganisme
7. Petugas menggunakan jas laborat yang telah terstandar.
8. Petugas menggunakan sterilisator pada alat laborat untuk menghindari
kontaminasi mikroorganisme yang patogen
9. Petugas menggunakan insenerator untuk penanganan limbah hasil
pemeriksaan laboratorium
10. Petugas melakukan desinfektan disebelum dan sesudah pemeriksaan
laboratorium.
6. Diagram Alir
Petugas menggunakan Petugas mematikan
jarum semprit dengan sentrifuse dan jangan
sistem pengunci untuk Petugas menggunakan dibuka selama 30 menit,
mencegah tusukan dari alat suntik sekali pakai jika diduga ada tabung
terlepasnya jarum semprit yang pecah saat
sentrifugasi.

patogen Petugas Petugas menggunakan pipet Petugas menggunakan


menggunakan alat otomatis dan tidak hand scoun dan sarung
masker guna melindungi menggunakan pemipetan tangan yang tebal untuk
terhirupnya partikel mulut karena dapat mengambil forsep/
mikroorganisme patogen menyebabkan tertelannya pecahan untuk
organisme pathogen. mencegah penularan
specimen yang infeksius.

Petugas menggunakan Petugas menggunakan


Petugas menggunakan sterilisator pada alat laborat insenerator untuk
jas laborat yang telah untuk menghindari penanganan limbah hasil
terstandar kontaminasi mikroorganisme pemeriksaan
yang patogen laboratorium

Petugas melakukan
desinfektan disebelum
dan sesudah
pemeriksaan
laboratorium

7. Unit terkait Laboratorium


8. Dokumen
Terkait

2 dari 3
9. Rekaman Historis Perubahan
[Link]
No Yang dirubah Isi Perubahan
diberlakukan

3 dari 3
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO LABORATORIUM

No. Dokumen : 445/C/226/PalTiga/2017


No. Revisi :-
DAFTAR
TILIK Tanggal Terbit : 21 Februari 2017
PUSKESMAS
PAL TIGA Halaman : 1 dari 1

Tidak
No Langkah Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
1 Apakah Petugas menggunakan jarum semprit dengan
sistem pengunci untuk mencegah tusukan dari
terlepasnya jarum semprit ?
2 Apakah Petugas menggunakan alat suntik sekali pakai ?
3 Apakah Petugas mematikan sentrifuse dan jangan
dibuka selama 30 menit, jika diduga ada tabung
yang pecah saat sentrifugasi ?
4 Apakah Petugas menggunakan hand scoun dan sarung
tangan yang tebal untuk mengambil forsep/
pecahan untuk mencegah penularan specimen
yang infeksius ?
5 Apakah Petugas menggunakan pipet otomatis dan tidak
menggunakan pemipetan mulut karena dapat
menyebabkan tertelannya organisme pathogen?
6 Apakah Petugas menggunakan alat masker guna
melindungi terhirupnya partikel mikroorganisme?
7 Apakah Petugas menggunakan jas laborat yang telah
terstandar ?
8 Apakah Petugas menggunakan sterilisator pada alat
laborat untuk menghindari kontaminasi
mikroorganisme yang pathogen ?
9 Apakah Petugas menggunakan insenerator untuk
penanganan limbah hasil pemeriksaan
laboratorium?
10 Apakah Petugas melakukan desinfektan disebelum dan
sesudah pemeriksaan laboratorium ?
JUMLAH

CR : …………………………%
4 dari 3
Pontianak,……………………..
Pelaksana / Auditor

……………………..

5 dari 3

Anda mungkin juga menyukai