0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan9 halaman

Penyuluhan Demam dan Pengobatan Tradisional

Acara penyuluhan ini akan membahas tentang penyakit demam dan pengobatan tradisional demam. Tujuannya adalah agar keluarga Tn. S dapat memahami konsep dasar demam, penyebab, gejalanya, komplikasinya, dan pengobatan tradisional demam. Kegiatannya meliputi presentasi, diskusi, dan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman keluarga setelah penyuluhan."

Diunggah oleh

Fera Rozanna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan9 halaman

Penyuluhan Demam dan Pengobatan Tradisional

Acara penyuluhan ini akan membahas tentang penyakit demam dan pengobatan tradisional demam. Tujuannya adalah agar keluarga Tn. S dapat memahami konsep dasar demam, penyebab, gejalanya, komplikasinya, dan pengobatan tradisional demam. Kegiatannya meliputi presentasi, diskusi, dan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman keluarga setelah penyuluhan."

Diunggah oleh

Fera Rozanna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Mengenal Penyakit Demam dan Pengobatan Tradisional

Hari / Tanggal : Jumat 14 Oktober 2022

Tempat : Rumah keluarga Tn. S

Waktu : 40 menit

A. Tujuan

1. Tujuan Instruksional Umum

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 40 menit diharapkan

keluarga Tn. S dan Ny. S dapat memahami tentang konsep dasar penyakit

Demam (Febris).

2. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 40 menit, diharapkan

keluarga Tn. S mampu :

a. Mengetahui apa pengertian dari demam (febris).

b. Mampu menjelaskan penyebab demam (febris).

c. Mampu menyebutkan tanda dan gejala umum demam (febris).

d. Mampu menyebutkan komplikasi demam (febris).

e. Mampu menyebutkan pengobatan tradisional demam (febris).

B. Topik bahasan

Materi pembahasan meliputi :

a. Pengertian dari demam (febris).

b. Penyebab demam (febris).


c. Tanda dan gejala umum demam (febris).

d. Komplikasi demam (febris)

e. Pengobatan tradisional

C. Materi

Terlampir

D. Media

a. Leaflet

b. Booklet

E. Metode

Ceramah dan Tanya jawab (diskusi)

F. Kegiatan Penyuluhan

Tahap Kegiatan Penyuluh Kegiatan Keluarga Waktu Media


Pembukaan 1. Mengucap kan Memperhatikan, dan 5 menit -
salam dan mendengarkan dengan
membuka seksama
pertemuan
2. Menjelaskan
tujuan
instruksional
umum dan tujuan
instruksional
khusus yang
ingin dicapai
pada pertemuan
ini
3. Menyebutkan
materi yang akan
diberikan

Penyajian 1. Menjelaskan Memperhatikan, 20 menit Leaflet


pengertian dari mendengarkan dengan Booklet
demam (febris). seksama, dan bertanya
2. Menjelaskan
penyebab demam
(febris)
3. Menjelaskan
tanda dan gejala
umum demam
(febris).
4. Menjelaskan
komplikasi
demam (febris)
5. Menjelaskan
pengobatan
secara tradisonal
Evaluasi 1. Menyimpulkan Menjawab dan 10 menit Leaflet
inti penyuluhan mempraktekkan Booklet
2. Meminta anggota
keluarga
menyebutkan
kembali tentang
materi yang
diperoleh
3. Memberi
kesempatan pada
anggota keluarga
untuk bertanya

Penutup 1. Menyampaikan -
hasil evaluasi Memperhatikan 5 menit
2. Menutup
pertemuan
3. Mengucapkan
salam

G. Metode Evaluasi

Evaluasi dilakukan dengan cara menggali tingkat pengetahuan keluarga

setelah penyuluhan diberikan.

a. Jelaskan Pengertian dari demam (febris).

b. Jelaskan Penyebab demam (febris).


c. Jelaskan Tanda dan gejala umum demam (febris).

d. Jelaskan Komplikasi demam (febris).

e. Jelaskan pengobatan secara tradisional untuk demam (febris).

H. Kriteria Evaluasi

1. Evaluasi struktur

a. Anggota keluarga Tn. S dapat hadir

b. Tersedianya tempat pertemuan

c. Tersedianya media yaitu leaflet dan booklet

2. Evaluasi proses

Anggota keluarga antusias dan berpartisipasi aktif dalam mengikuti

kegiatan ini.

3. Evaluasi hasil

a. Menjelaskan apa pengertian dari demam (febris).

b. Mampu menjelaskan penyebab demam (febris).

c. Mampu menyebutkan tanda dan gejala demam (febris).

d. Mampu menyebutkan komplikasi demam (febris).

e. Mampu menyebutkan pengobatan tradisional demam (febris).


MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Febris/Demam
Demam adalah peningkatan suhu tubuh melebihi normal. Temperatur
normal tubuh berkisar antara 36-38 derajat celcius. Anak mengalami demam
apabila dengan pengukuran suhu temperatur :
· Termometer pada rektum atau anus melebihi 38 derajat celcius
· Termometer pada mulut melebihi 37,5 derajat celcius
· Termometer pada ketiak melebihi 37 derajat celcius
Demam adalah keluhan pada anak yang paling sering dijumpai, sekitar 10-
30% dari semua keluhan yang diketemukan pada instalasi gawat darurat di rumah
sakit atau dalam praktek dokter sehari-hari. Sampai usia 2 tahun rata rata anak
menderita demam sekitar empat sampai enam kali serangan. Sebagai manifestasi
klinis, maka demam terjadi pada sebagian besar penyakit infeksi yang ringan dan
serius, dari demam saja tak dapat dipakai untuk memprediksi beratnya penyakit.
Memang sebagian besar kejadian demam pada anak mudah didiagnosa, namun
telah diketahui juga demam pada kelompok yang beresiko tinggi, untuk diagnosa
memerlukan evaluasi lebih ekstensif.

B. Penyebab
Penyebab demam terbanyak adalah infeksi saluran pernafasan bagian atas
disusul infeksi saluran pencernaan. Hal tersebut dapat dimengerti karena infeksi
saluran pernafasan merupakan penyakit anak yang paling sering didapatkan.
Diagnosa banding anak dengan demam bisa amat banyak mulai akibat infeksi
saluran nafas yang sederhana, sampai keadaan penyakit yang serius seperti
bakteriemi, sepsis, meningitis, dan sebagainya. Untuk menetapkan diagnosa dari
keadaan demam yang kadang membingungkan, memang diperlukan keahlian dan
pengalaman.
C. Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala demam antara lain :
1. Anak rewel (suhu lebih tinggi dari 37,8 C – 40 C)
2. Kulit kemerahan
3. Hangat pada sentuhan
4. Peningkatan frekuensi pernapasan
5. MenggigiL
6. . DehidrasI
7. Kehilangan nafsu makan
Banyak gejala yang menyertai demam termasuk gejala nyeri punggung,
anoreksia dan somlolen. Batasan mayornya yaitu suhu tubuh lebih tinggi dari 37,5
ºC-40ºC, kulit hangat, takichardi, sedangkan batasan karakteristik minor yang
muncul yaitu kulit kemerahan, peningkatan kedalaman pernapasan,
menggigil/merinding perasaan hangat dan dingin, nyeri dan sakit yang spesifik
atau umum (misal: sakit kepala verigo), keletihan, kelemahan, dan berkeringat.

D. Cara Pencegahan
1. Jaga pola makan secara baik dan teratur. Hindari menunda waktu makan
karena akan mengakibatkan produksi asam lambung meningkat.
2. Makan makanan yang bersih, sehat dan bergizi. Hindari makanan yang
merangsang kerja lambung. Contohnya makanan pedas, asam, dan kopi.
3. Hindari stress yang berlebihan. Anda dapat mengalihkan rasa stress dengan
berolahraga yang baik bagi tubuh.
4. Tidak merokok.
5. Tidak mengkonsumsi alcohol.
6. Hindari penggunaan obat-obatan terutama yang mengiritasi lambung
misalnya aspirin.
E. Penatalaksanaan
1. Secara Fisik
Mengawasi kondisi klien dengan : Pengukuran suhu secara berkala setiap 4-6 jam.
Perhatikan apakah anak tidur gelisah, sering terkejut, atau [Link]
pula apakah mata anak cenderung melirik ke atas atau apakah anak mengalami
kejang-kejang. Demam yang disertai kejang yang terlalu lama akan berbahaya
bagi perkembangan otak, karena oksigen tidak mampu mencapai otak.
Terputusnya suplai oksigen ke otak akan berakibat rusaknya sel-sel otak. Dalam
keadaan demikian, cacat seumur hidup dapat terjadi berupa rusaknya fungsi
intelektual tertentu.
a. Bukalah pakaian dan selimut yang berlebihan
b. Memperhatikan aliran udara di dalam ruangan
c. Jalan nafas harus terbuka untuk mencegah terputusnya suplai oksigen ke
otak yang akan berakibat rusaknya sel – sel otak.
d. Berikan cairan melalui mulut, minum sebanyak –banyaknyaMinuman yang
diberikan dapat berupa air putih, susu (anak diare menyesuaikan), air buah atau air
teh. Tujuannnya adalah agar cairan tubuh yang menguap akibat naiknya suhu
tubuh memperoleh gantinya.
e. Tidur yang cukup agar metabolisme berkurang.
f. Kompres dengan air biasa pada dahi, ketiak,lipat paha.
Tujuannya untuk menurunkan suhu tubuh dipermukaan tubuh anak. Turunnya
suhu tubuh dipermukaan tubuh ini dapat terjadi karena panas tubuh digunakan
untuk menguapkan air pada kain kompres. Jangan menggunakan air es karena
justru akan membuat pembuluh darah menyempit dan panas tidak dapat keluar.
Menggunakan alkohol dapat menyebabkan iritasi dan intoksikasi (keracunan).
g. Saat ini yang lazim digunakan adalah dengan kompres hangat suam-suam kuku.
Kompres air hangat atau suam-suam kuku maka suhu di luar terasa hangat dan
tubuh akan menginterpretasikan bahwa suhu diluar cukup panas. Dengan
demikian tubuh akan menurunkan kontrol pengatur suhu di otak supaya tidak
meningkatkan pengatur suhu tubuh lagi. Di samping itu lingkungan luar yang
hangat akan membuat pembuluh darah tepi di kulit melebar atau mengalami
vasodilatasi, juga akan membuat pori-pori kulit terbuka sehingga akan
mempermudah pengeluaran panas dari tubuh.
2. Obat-obatan Antipiretik
Antipiretik bekerja secara sentral menurunkan suhu di pusat pengatur suhu di
hipotalamus. Antipiretik berguna untuk mencegah pembentukan prostaglandin
dengan jalan menghambat enzim cyclooxygenase sehinga set point hipotalamus
direndahkan kembali menjadi normal yang mana diperintah memproduksi panas
diatas normal dan mengurangi pengeluaran panas tidak ada lagi. Petunjuk
pemberian antipiretik:
· Bayi 6 – 12 bulan : ½ – 1 sendok the sirup parasetamol
· Anak 1 – 6 tahun : ¼ – ½ parasetamol 500 mg atau 1 – 1 ½ sendokteh sirup
parasetamol.
· Anak 6 – 12 tahun : ½ 1 tablet parasetamol 5oo mg atau 2 sendok the sirup
parasetamol.
DAFTAR PUSTAKA

Sumarmo S, Buku Infeksi dan Penyakit Tropis Edisi 1, Tahun 2002, Balai
Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Dr. Tony Smith, dr. Sue Davidson (editor). Demam pada Anak-anak. Buku
“Dokter di Rumah Anda” (terjemahan). Tahun 2009. Penerbit Dian
Rakyat, Jakarta.

Luszczak M. Evaluation and management of infants and young children with


fever. Am Fam Phys. 2001

Victor Nizet, Vinci RJ, Lovejoy FH. Fever in children. Pediatr Rev. 1994

Anda mungkin juga menyukai