0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
202 tayangan13 halaman

Alat Keselamatan di Kapal Laut

Alat-alat keselamatan di atas kapal sangat penting untuk menunjang keselamatan penumpang dan awak kapal. Standar keselamatan dan keselamatan di atas kapal telah diatur dalam peraturan SOLAS yang mencakup perangkat penyelamat jiwa dan peralatan pemadam kebakaran. Beberapa perlengkapan keselamatan wajib ada di atas kapal antara lain rakit penyelamat, pelampung, alat pemadam api, dan alat bantu evakuasi dar

Diunggah oleh

Lisa Wahyuni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
202 tayangan13 halaman

Alat Keselamatan di Kapal Laut

Alat-alat keselamatan di atas kapal sangat penting untuk menunjang keselamatan penumpang dan awak kapal. Standar keselamatan dan keselamatan di atas kapal telah diatur dalam peraturan SOLAS yang mencakup perangkat penyelamat jiwa dan peralatan pemadam kebakaran. Beberapa perlengkapan keselamatan wajib ada di atas kapal antara lain rakit penyelamat, pelampung, alat pemadam api, dan alat bantu evakuasi dar

Diunggah oleh

Lisa Wahyuni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALAT-ALAT KESELAMATAN DI ATAS KAPAL

Disusun sebagai salah satu syarat untk menyelesaikan


Program Pendidikan Diploma III Pelayaran

NAMA : M. HAFIZZUL AMRI


NIPD : 19.07.01.0029

PROGRAM STUDI D-III NAUTIKA


POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI
TAHUN 2022
PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini: 

Nama : M. HAFIZZUL AMRI

NIPD : 19.07.01.0029

Program Studi : D-III Studi Nautika

Menyatakan bahwa Laporan Tugas Akhir yang saya tulis dengan judul:

ALAT-ALAT KESELAMATAN DIATAS KAPAL


merupakan karya asli. Seluruh ide yang ada dalam Laporan Tugas Akhir tersebut,  kecuali

tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.  Jika pernyataan

diatas terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima  sanksi yang ditetapkan. 

Aceh, 22 Februari 2022

M. HAFIZZUL AMRI
NIPD : 19.07.01.0029
PERSETUJUAN SEMINAR 

LAPORAN TUGAS AKHIR 

Judul : ALAT-ALAT KESELAMATAN DIATAS KAPAL

Nama : M. HAFIZZUL AMRI

NIPD : 19.07.01.0029

Program Studi : D-III Studi Nautika

Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan.

Aceh, Februari 2022 


Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

ALAT-ALAT KESELAMATAN DIATAS KAPAL


Diajukan Oleh:
M. HAFIZZUL AMRI
NIPD. 19.07.01.0029
Diploma III Pelayaran Studi Nautika

Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Tugas Akhir


Pada tanggal

Meyetujui:

Pembimbing I Pembimbing II

Mengetahui:
Direktur Politeknik Pelayaran Malahayati

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT karena berkat, rahmat, hidayah, dan karunia-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan proposal skripsi dengan judul laporan “ALAT-ALAT
KESELAMATAN DIATAS KAPAL” dengan baik. Proposal skripsi ini disusun sebagai
salah satu syarat untuk menyelesaikan program D-III di Politeknik Pelayaran Malahayati
jurusan Nautika

Penulis menyadari dalam penyusunan proposal skripsi ini tidak akan selesai tanpa
bantuan dari berbagai pihak. Karena itu pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima
kasih kepada:

1. Bapak Capt. Agus Herlambang selaku dosen jurusan Pemuatan Cargo & Penumpang di
semester 3 dan 4.
2. Bapak Bayu Yudho selaku dosen P2TL di semester 4.
3. Segenap dosen jurusan Nautika di Poltikenik Pelayaran Malahayati atas ilmunya kepada
penulis.
4. Kedua orang tua dan saudara-saudara saya atas do’a, bimbingan serta kasih sayang yang
selalu tercurah selama ini.

Saya menyadari proposal skripsi ini tidak luput dari berbagai kekurangan. Penulis
mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan dan perbaikannya sehingga akhirnya
laporan proposal skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi bidang pendidikan dan
penerapan di lapangan serta bisa dikembangkan lagi lebih lanjut.

Aceh, 22 Februari 2022

Penulis

M. HAFIZZUL AMRI
NIPD. 19.07.01.0029

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL

PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR

PERSETUJUAN SEMINAR

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Batasan Masalah
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
F. Sistematika Penulisan

BAB II LANDASAN TEORITIS

A. Standar Keamanan dan Keselamatan Diatas Kapal


B. Perlengkapan Keselamatan
C. Alat-Alat Keselamatan Diatas Kapal

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kapal adalah salah satu alat transportasi yang sangat diperlukan oleh banyak orang.
Kapal laut sangat berperan penting sebagai sarana transportasi masal oleh masyarakat
yang sering melakukan perjalanan laut dari satu pulau ke pulau tertentu dan waktunya juga
cukup cepat sesuai jenis kapal yang kita tumpangi. Mengingat dari fungsi dan kegunaan
transportasi ini dimana pada pengoperasiannya kapal sangatlah memiliki resiko
kemungkinan yang sangat besar dalam mengancam jiwa, maka diatas kapal amatlah
sangat dibutuhkan alat-alat keselamatan sebagai penunjang keselamatan penumpangnya.
Menurut IMO, penyebab kecelakaan yang telah terjadi di laut adalah 80%
disebabkan karena faktor manusia dan sisanya 20% beberapa faktor lain. Seringnya terjadi
kecelakaan di perairan laut Indonesia yang telah menyebabkan korban jiwa dan harta
benda kebanyakan terjadi akibat kelebihan kapasitas yang disebabkan oleh banyaknya
penumpang gelap yang masuk tanpa memiliki tiket yang sudah disediakan dan disesuaikan
dengan kapasitas muatan kapal. Sehingga pada saat terjadi keadaan gawat darurat, jumlah
alat penyelamat dan jumlah penumpang yang akan dievakuasi tidak seimbang sehingga
mengurangi efesiensi kegunaan alat penyelamat dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Di dalam konvensi SOLAS terdapat peraturan mengenai alat-alat keselamatan
yang wajib ada diatas kapal. Aturan tersebut terdapat pada chapter III (3) yaitu Life Saving
Appliances and Arrangements (Perangkat Pertolongan dan Alat Pengaturnya). Dengan
adanya peraturan tersebut diharapkan setiap kapal dapat menghindari terjadi kecelakaan di
atas kapal. Namun, pada penerapannya banyak kapal yang belum memenuhi standar
aturan yang terdapat pada chapter III SOLAS.
Dari uraian latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk membuat tulisan
dengan judul “Alat-Alat Keselamatan Diatas Kapal”.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Apa saja alat-alat keselamatan di kapal?

2. Bagaimana definisi dari alat-alat keselamatan di kapal?

3. Apakah fungsi dari alat-alat keselamatan di kapal?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui alat-alat keselamatan di kapal.

2. Mengetahui definisi dari alat-alat keselamatan di kapal.

3. Mengetahui fungsi alat-alat keselamatan di kapal.

E. Manfaat Penelitian
Melalui penulisan proposal ini, penulis berharap akan tercapainya beberapa
manfaat yang dapat dicapai, antara lain:
1. Secara teoritis yang diharapkan dari penulisan ini adalah dapat memberikan
pengetahuan tentang alat-alat keselamatan di kapal dan penggunaannya.
2. Penulisan ini diharapkan dapat digunakan untuk pedoman dalam menentukan
prosedur kelengkapan alat-alat keselamatan diatas kapal.
3. Memberikan penjelasan dan prosedur dalam melaksanakan kerja di kapal dengan
memakai alat-alat keselamatan.
4. Sebagai persyaratan dalam menempuh pendidikan Diploma III di Politeknik
Pelayaran Malahayati di Aceh.

F. Sistematika Penulisan
Agar diperoleh dan susunan pembahasan yang sistematik, terarah pada masalah
yang dipilih serta tidak bertentangan antara satu sama lain, maka penulisan ini akan
memberikan gambaran-gambaran secara garis besar atas penulisan karya tulis. Adapun
dalam sistematik penulisan yang dituangkan dalam karya tulis yaitu: Bab 1 memaparkan
mengenai Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penulisan, serta
Sistematika Penulisan. Bab 2 berisi tentang teori yang digunakan karya tulis baik teori
yang berasal dari buku-buku maupun media cetak dan online. Bab 3 menjelaskan tentang
Metode. Bab 4 berisi tentang Hasil Penelitian dan Pembahasan dan Bab 5 adalah bagian
penutup, penulisan akan memaparkan kesimpulan dan saran.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Standar Keamanan dan Keselamatan Diatas Kapal


Lebih dari satu abad silam, tenggelamnya kapal Titanic memancing perhatian
dunia. Selain besarnya jumlah korban jiwa yang timbul, tragedi tersebut juga
memunculkan pertanyaan seputar standar keselamatan di atas kapal. Namun tahukah
kalian, Mates? dari musibah itu juga, muncullah peraturan yang disebut Safety of Life at
Sea (SOLAS). 
SOLAS dibentuk berdasarkan hasil pertemuan perwakilan dari 13 negara yang
hadir pada tahun 1914, atau dua tahun setelah peristiwa tenggelamnya Titanic. Hingga
kini, SOLAS terus mengalami banyak tunjangan untuk meningkatkan keselamatan
penumpang kapal; paling baru dengan amandemen 2016.
Dalam SOLAS, telah dirinci peraturan mengenai alat-alat keselamatan di atas
kapal seperti Life Saving Appliances (LSA) atau perangkat penyelamat jiwa dan Fire
Fighting Appliances (FFA) atau peralatan pemadam kebakaran. Sebagai contoh, dalam
aturan SOLAS II-2/[Link] dan III/20.2 masing-masing dijelaskan mengenai standar
kondisi alat-alat pemadam kebakaran serta alat-alat penyelamat jiwa. Adapun dalam
kesempatan kali ini akan disebutkan alat-alat keselamatan apa saja yang ada di atas
kapal.

B. Perlengkapan Keselamatan
Perlengkapan keselamatan (safety equipment) adalah semua peralatan
keselamatan yang hanya digunakan pada keadaan darurat menyangkut
keselamatan manusia dan/atau kapal. Jumlah, jenis dan kelengkapan perlengkapan
keselamatan telah diatur oleh dalam peraturan keselamatan yang mengacu pada
ketentuan Intergovernmental Maritime Organization (IMO) melalui SOLAS 1974.
Peraturan ini berlaku untuk semua kapal baik yang sedang berlayar, berlabuh,
menangkap ikan, bersandar dan docking. Peralatan ini wajib ada di atas kapal dengan
jumlah yang cukup sesuai ketentuan yang berlaku dan disyahkan oleh yang berwenang.
Perlengkapan keselataman adalah semua peralatan yang digunakan bagi para
awak kapal (life jacket, immersion suit) untuk meninggalkan kapal (abandon ship) jika
kapal dinyatakan bahaya oleh Nakhoda termasuk sekoci penolong, life raft, dan rakit
penolong). Perlengkapan keselamatan ini wajib ada di kapal dan ditempatkan di tempat-
tempat yang mudah dijangkau dan diluncurkan dari kapal.
C. Alat-Alat Keselamatan Diatas Kapal
Alat keselamatan merupakan suatu media yang penting untuk mengantisipasi
apabila terjadi kemungkinan buruk di atas kapal. Untuk itu perlu diketahui berbagai alat
keselamatan diatas kapal sebagai berikut :

1. Sekoci Penyelamat
Sekoci penyelamat merupakan alat keselamatan diatas pertama yang biasanya
disebut dengan nama life boat. Alat keselamatan ini digunakan untuk menyelamatkan
berbagai orang yang sedang dalam keadaan bahaya di kapal. Perlu diketahui bahwa
sekoci merupakan perahu kecil yang ada di sebelah kanan dan kiri kapal atau lebih
tepatnya di deck sekoci.
Untuk kapal barang biasanya terdiri dari dua buah sekoci, sedangkan untuk jenis
kapal penumpang atau kapal pesiar sesuai dengan ukuran besar kecilnya kapal tersebut.
Pada umumnya sekoci berjumlah 12 buah dan sekoci tersebut terbuat dari logam atau
kayu, serta fiber. Rata-rata di dalam sekoci tersebut sudah tersedia berbagai
perlengkapan keselamatan jiwa yang terdiri dari makanan, minuman, obat – obatan, serta
sarana untuk mencari bantuan ke kapal lain.

2. Pelampung Penolong Bentuk Cincin (Ring Life Buoys)


Alat keselamatan ini berfungsi untuk mengapungkan orang di atas air. Alat ini
memiliki bentuk seperti ban mobil. Jika dalam keadaan darurat dan bahaya, pelampung
ini akan dilempar ke laut jika ada seorang penumpang yang jatuh ke laut. Untuk itu
pelampung ini harus memiliki warna yang mencolok agar dapat dikenali dengan mudah.

3. Jaket Penolong (Life Jackets)


Alat keselamatan yang memiliki bentuk seperti jaket penolong ini berbentuk
pakaian yang digunakan oleh penumpang untuk mengapungkan orang tersebut di laut
saat kondisi darurat terjadi. Warna yang terdapat pada jaket penolong ini harus mencolok
agar mudah dilihat dan dikenali. Selain itu, jaket ini juga harus dilengkapi dengan peluit
yang dikaitkan pada tali untuk menarik perhatian penolong.
4. Rakit Penolong Tiup (Inflatable Liferaft)
Rakit penolong terdiri dari dua tipe yaitu rakit kaku dan rakit tiup. Untuk tipe
rakit tiup ini dipakai jika tidak berhasil menurunkan sekoci. Rakit penolong juga harus
dilengkapi dengan penutup yang memiliki kegunaan untuk melindungi penumpang.
Warna rakit biasanya mencolok dengan warna jingga yang bertujuan agar mudah terlihat.
Saat ini rakit dikembangkan dalam bentuk seperti kapsul dengan kapasitas besar
dan dilengkapi tali pembuka yang panjang. Penggunaan alat ini cukup sederhana yaitu
hanya dengan cara dilemparkan ke laut kemudian ditarik talinya. Kemudian setelah itu
tali ditarik dan rakit akan secara otomatis menggembung. Di dalam rakit penolong ini
sudah terdapat perlengkapan keselamatan jiwa seperti obat-obatan, makanan, minuman.
Rakit ini dapat mengangkut hingga mencapai kapasitas 25 orang.

5. Pelempar Tali Penolong (Line Throwing Apparatus)


Alat keselamatan ini memiliki kegunaan sebagai alat penghubung pertama antara
survivor dengan penolong yang dapat mempermudah proses pendekatan,dan juga bisa
juga dipakai untuk berbagai kepentingan lainnya. Alat pelempar tali ini setidaknya harus
bisa  melempar tali paling dekat sejauh 230 meter.

6. Survival Suit dan Immersion Suit


Alat kesehatan yang satu ini memiliki fungsi sebagai pelindung yang dapat
mencegah suhu tubuh turun akibat dinginnya air laut.

7. Media Pelindung Panas (Thermal Protective Aid)


Untuk jenis alat kesehatan yang satu ini berguna sebagai pelindung tubuh, serta
dapat digunakan juga untuk mengurangi hilangnya panas badan.

8. Isyarat Asap (Pyrotechnis)


Alat keselamatan isyarat asap merupakan alat keselamatan yang digunakan sebagai
isyarat tanda bahaya jika survivor melihat adanya kapal penolong. Namun isyarat ini
hanya dapat dilihat dengan mata ketika siang hari dan menggunakan asap apung atau
disebut dengan bouyant smoke signal. Lalu untuk malam hari dapat
menggunakan obor tangan atau obor parasut.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Perlengkapan keselamatan dalam kapal sangat dibutuhkan karena perlengkapan
keselamatan adalah semua peralatan keselamatan yang hanya digunakanpada keadaan
darurat menyangkut keselamatan manusia dan/atau kapal. Selain itu Perlengkapan
keselataman adalah semua peralatan yang digunakan bagi para awak kapal untuk
meninggalkan kapal (abandon ship) jika kapal dinyatakan bahaya oleh Nakhoda.
Perlengkapan keselamatan ini wajib ada di kapal dan ditempatkan di tempat-tempat yang
mudah dijangkau dan diluncurkan dari kapal.
Dari hasil pembahasan diatas dapat diketahui bahwa alat-alat keselamatan diatas
kapal tersebut sangatlah penting diadakan pada tiap-tiap kapal jenis apapun karena hal ini
menyangkut keselamatan jiwa penumpang maupun pekerja kapal pada saat kapal
melakukan kegiatan pelayaran. Kebutuhan akan alat-alat keselamatan sangatlah
diperlukan diatas kapal karena kita tidak mengetahui kapan datang marabahaya dilaut.

B. Saran
Penulisan ini belum sepenuhnya dapat memberikan solusi dalam hal pemecahan
masalah dan pengambilan keputusan, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut. Tetapi
penulisan ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk menambah pengetahuan
mengenai alat-alat keselamatan di kapal dan penjelasan singkat lainnya dibidang bagian
perlengkapan keselamatan dikapal. Disarankan terhadap peralatan keselamatan yang telah
lama digunakan diatas kapal perlu dilaksanakan pengujian untuk memastikan bahwa alat-
alat tersebut masih layak untuk digunakan.
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Perhubungan Direktur Jendral Perhubungan Laut. 2012. Keselamatan Jiwa di


Laut 2010 : Departemen Perhubungan Direktur Jendral Perhubungan Laut, Jakarta.

Fajar. 1995. Macam-Macam Alat Keselamatan di Atas Kapal.

Noeralim, 2012. Alat-alat Penyelamat, Semarang : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.

Waroka. 2002. Zhukum Maritim. Jakarta: Yayasan Sunter Podomoro.

Anda mungkin juga menyukai