RTL
Setiap program yang selesai dilaksanakan membutuhkan Rencana Tindak Lanjut
(RTL). Hal ini karena RTL merupakan salah satu Jaminan bagi keberlangsungan dan
keberlanjutan program. Dengan adanya RTL akan lebih memudahkan dalam
implementasi program ke depannya. Bukan saja terkait bentuk-bentuk program
lanjutan, melainkan juga bentuk-bentuk intervensi pihak lain untuk menyelenggarakan
program sejenis. Membutuhkan perencanaan yang matang untuk bisa menyusun RTL
yang baik sesuai program berdasarkan potensi dan kekuatan yang dimiliki. Selain itu,
membutuhkan juga pertimbangan aset yang telah dimiliki dan akan dikembangkan.
Termasuk di dalamnya adalah sumber daya manusia sebagai aset untuk koordinasi dan
kolaborasi.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, berikut ini beberapa RTL yang akan dilaksanakan
setelah mengikuti Pendikan Guru Penggerak Angkatan 4.
1. Melakukan refleksi akhir program Pendidikan Guru Penggerak. Kegiatan bertujuan
untuk mengetahui kekuatan yang harus ditingkatkan dan kelemahan yang harus
diperbaiki oleh diri sendiri selama mengikuti program. Kegiatan dilaksanakan melalui
umpan balik dari kepala sekolah, rekan sejawat, murid, dan orang tua/wali murid. Selain
itu juga melalui diskusi-diskusi informal dengan sejawat dalam komunitas praktisi di
sekolah;
2. Mengembangkan sosialisasi program Pendidikan Guru Penggerak bagi Komunitas
Praktisi di dalam dan sekitar sekolah. Tujuannya adalah untuk menggalang kekuatan
dan potensi di lingkungan sekolah dan sekitar untuk bersama-sama tergerak, bergerak,
dan menggerakkan. Sosialisasi yang dilakukan menyangkut garis besar pengalaman
dan praktik baik selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 2. Selain itu,
juga menyebarluaskan pemahaman dan pengetahuan lainnya terkait pembelajaran
berpusat pada murid;
3. Melaksanakan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam
komunitas praktisi sekolah melalui pelatihan terkait IT (Ms Office, Google Sites, Blog,
Video Pembelajaran, Canva for Education, dan lain-lain). Tujuannya adalah untuk
mempersiapkan sekolah menghadapi era digital yang pada akhirnya berdampak pada
murid. Program dilaksanakan dalam bentuk pelatihan-pelatihan secara rutin setiap
bulan;
4. Mengelola program berdampak pada murid di tingkat sekolah, terutama terkait literasi
berdiferensiasi. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kepemimpinan murid
dalam literasi berdiferensiasi di kelas secara komunal di sekolah. Kegiatan
dilaksanakan dengan terlebih dahulu memberikan penguatan kepada wali kelas dalam
implementasi literasi berdiferensiasi;
5. Menyelenggarakan pelatihan komputer bagi murid. Tujuannya untuk mempersiapkan
kemampuan murid dalam memanfaatkan komputer sebagai persiapan mengikuti
Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Selain itu juga meningkatkan murid
yang cakap digital;
6. Mengembangkan sosialisasi tentang pembelajaran berdiferensiasi dan sosial
emosional. Tujuannya agar terselenggara pembelajaran berdiferensiasi dan sosial
emosional di tingkat komunal sekolah. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan
pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berdiferensiasi dan Sosial
Emosional;
7. Mengembangkan budaya positif literasi dalam bentuk kesepakatan kelas ke tingkat
komunal sekolah. Tujuannya agar budaya positif literasi dalam bentuk kesepakatan
kelas dapat dilaksanakan di semua kelas yang ada di sekolah. Kegiatan dilaksanakan
dalam bentuk penguatan terhadap wali kelas dalam pembuatan kesepakatan kelas;
8. Mengembangkan program pengelolaan kelas yang menyenangkan bagi murid dalam
proses pembelajaran. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berpusat
pada murid. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penguatan wali kelas dalam menciptakan
kelas yang menyenangkan bagi murid;
9. Mengembangkan kegiatan coaching di tingkat sekolah bagi murid melalui
penyusunan program kerja Komunitas Praktisi di sekolah. Tujuannya untuk
menumbuhkan mindset anggota komunitas praktisi, bahwa mengajar adalah praktik
coaching. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyusunan rencana kerja tahunan
komunitas praktisi di sekolah;
10. Pertemuan dengan Komunitas Praktisi di sekolah dan sekitarnya guna membahas
program-program lain yang berdampak pada murid di sekolah. Tujuannya untuk
memetakan bentuk program berdampak ada murid yang dapat dilaksanakan di sekolah.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk diskusi secara intensif dan rutin dengan
Komunitas Praktisi di sekolah;
11. Melakukan sosialisasi kiprah sekolah kepada komunitas luar sekolah, masyarakat,
dan orang tua murid. Tujuannya untuk menyebarluaskan kemajuan yang dialami
sekolah kepada masyarakat luas. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pembuatan
brosur sekolah atau secara daring melalui media sosial sekolah.
Demikian RTL yang akan dilaksanakan ke depannya. RTL yang disusun bersifat jangka
panjang dan berkelanjutan. Pelaksanaan masing-masing program disesuaikan dengan
situasi dan kondisi di sekolah. Sebelum implementasi RTL terlebih dahulu diperlukan
koordinasi dengan Kepala Sekolah dan kolaborasi dengan sejawat. Tujuannya agar
semua program tindak lanjut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya risiko dalam pelaksanaan RTL, penting
menyusun manajemen risiko.