100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan17 halaman

8 Langkah Troubleshooting Alat Berat

Troubleshooting mesin alat berat menemukan masalah pada sensor tekanan tinggi common rail. Sensor mengirim sinyal walaupun mesin mati, menunjukkan kerusakan. Perbaikan dilakukan dengan mengganti sensor. Saran untuk membersihkan tangki bahan bakar saat servis rutin.

Diunggah oleh

ITSUKA DANI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan17 halaman

8 Langkah Troubleshooting Alat Berat

Troubleshooting mesin alat berat menemukan masalah pada sensor tekanan tinggi common rail. Sensor mengirim sinyal walaupun mesin mati, menunjukkan kerusakan. Perbaikan dilakukan dengan mengganti sensor. Saran untuk membersihkan tangki bahan bakar saat servis rutin.

Diunggah oleh

ITSUKA DANI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERSENTASI TUGAS AKHIR

TROUBLE SHOOTING
D155A-6

UT SCHOOL
PROGRAM STUDI
TEKNIK ALAT BERAT
LATAR BELAKANG
Untuk meningkatkan kemampuan siswa UT School dalam menganalisa
dan memahami permasalahan – permasalahan yang terjadi pada suatu unit
alat berat, maka sangat diperlukan adanya analisa yang tepat pada
saat terjadi troubleshooting.

TUJUAN
➢ Dapat menganalisa dan memahami apabila terjadi suatu troubleshooting
➢ Dapat melakukan langkah perbaikan dengan tepat dan benar
➢ Sebagai referensi apabila menemui trouble yang sejenis

Service Division
EIGHT-STEPS TROUBLESHOOTING
STEP 3 :
STEP 1 : STEP 2 : OBSERVE &
TROUBLE POSSIBILITIES DIAGNOSTIC STEP 4 : STEP 5 :
SHOOTING CAUSES DATA ANALYSIS

Diperlukan ACTIVITIES ACTIVITIES


REFFERENSI & TOOLS
1 Shop Manual, PK2
+ Kemampuan berkomunikasi ⚫ hasil pengukuran ❖ bandingkan hasil
2 Troubleshooting Chart ⚫ hasil pengetesan pengukuran dengan
3 Parts & Service News ACTIVITIES ⚫ ambil photo untuk standard.
4 Tools Measurement 1. Observe
referensi ❖ diskusikan dengan
5 Digital Camera ❖ kondisi tempat operasi
❖ perawatan berkala
mekanik lainnya dan
❖ parts yang di gunakan atasan
ACTIVITIES
1. catat kemungkinan Kemungkinan 2. pengecekan
❖ check performa unit
yang dapat Menyebabkan trouble
3. Diskusi
2. indikasi parts atau cirkuit yang ❖ operator → gejala trouble
mungkin mengalami kerusakan ❖ mekanik → catatan trouble
sejenis

STEP 8 : STEP 7 : STEP 6 :


ACTION TO IMPROVEMENT CONCLUSION SUSPECTED CAUSE
REPORTING SYSTEM
PROVIDE ACTIVITIES ACTIVITIES ACTIVITIES
COMPREHENSIVE Atasi masalah dengan Pastikan penyebab Trouble • Tentukan bagian yang tidak
REPORT TO SHARE ❖ adjust dengan : berfungsi
OTHERS ❖ ganti atau repair part ❖ adjust • penyebab karena :
❖ modifikasi part ❖ ganti sementara dengan * bagian lain
Diskusikan dengan Customer part lain yang normal *penyebab utama
langkah untuk Mencegah ❖ modifikasi sementara
trouble kembali 3
S T E P 1 – TROUBLE SHOOTING CHART
Info tentang unit.
Customer Name : PT. Bukit Asam
Customer Business : Mining
Location :
Site Tanjung Enim
Machine Model : D155A-6
Machine S/N : 87704
Code No. :
DZ0045
SMR : 2884 H
Trouble Date : 16 APRIL 2020
S T E P 1 – TROUBLE SHOOTING CHART
Informasi trouble
S T EP 2 – P OS SIBILITIES C AUSE

Kemungkinan penyebab trouble ❖ Tools dan referensi yang digunakan


➢ Emergency stop aktif ➢ Tool box
➢ Battray sudah rusak/soak ➢ Filter wrench
➢ Level fuel habis ➢ Shop manual
➢ Sistem fuel terdapat udara ➢ Multitester
➢ Kebocoran pada fuel line ➢ Camera
➢ Kebuntuan pada filter fuel
➢ Kerusakan pada common rail pressure
sensor system
Preparation APD

2 APD
1. Safety helmet
2. Glasses
3. Pakaian kerja
3 4. Gloves
5. Danger tag
6. Safety shoes

5 4

Service Division
S T E P 3 – O B S E RV E A N D D I A G N O S T I C

Info operator:
❑Trouble tersebut muncul saat unit akan dioperasikan kembali unit susah hidup
❑ Bisa hidup tetapi menunggu waktu +-20 menit
Melakukan pemeriksaan kondisi unit sebelum melakukan trouble shooting

Historycal :
▪ Tgl 11-04-20 .terjadi trouble low power pada HM 2828 H
ACTION: check error
gound test
replace pre & main fuel filter
clecan strainer fuel
reset error & ground test

Pengecekan kondisi unit


• Test engine tidak bisa running
• cek emergency stop, fuel gauge, batray

Service Division
S T E P 4 – C O L L E C T D ATA
Pengecekan pada
1 kondisi battray Tegangan Drop voltage
Normal battray 24v 22,02 v

Pengecekan strainer
2 dan elemen racor
Kondisi bersih

3 Pengecekan hose suply

Tidak ada kebuntuan

Melakukan bleading fuel

Tidak ada gelembung yang keluar


Pengecekan sensor pressure
common rail

Melakukan pengecekan
melalui panel.
Pada pengecekan ini mendapat temuan
pada rail pressure sensor terdapat
pressure 1224 kg/cm2

Service Division
Lakukan pengecekan pada
sensor
• Tegangan input(power)
• tegangan output (signal)

Engine hidup Engine mati

Tegangan power standby (1) 5.14v 5.14v


dan (3)
Tegangan signal (2) dan (3) 3.25 v 4.1 v
Service Division
S T E P 5 – A N A LY S I S
pengecekan standart aktual Keterangan
Tegangan battray 24volt 24volt OK
OK
Strainer fuel bersih Tidak buntu OK
Water sparator bersih Tidak terlalu kotor OK
Element racor Bersih Kondisi baik OK
Kebuntuan hose suply ke filter Tidak buntu Tidak buntu OK
Rail pressure (saat kunci kontak on) 0-4kg/cm2 1224 kg/cm2 Not OK
Tegangan power standby 4.75-5.25volt 5.14 volt OK

Tegangan signal 0.26-4.6volt 4.1 volt OK

❑ Dari hasil pengechekan problem ini terjadi karena sensor high press pada common rail
abnormallity (sensor jammed)
❑ Saat pengecekan pada signal masih terdapat tegangan saat engine mati.. harusnya tidak
ada ada tegangan.

Service Division
S T EP 6 – S U SPECTED C AU SE
penyebab terjadinya trouble engine tidak bisa
running :
1. Adanya kerusakan pada sensor rail pressure yang seharusnya pada
saat engine dimatikan switch kunci kontak “ON” kembali, Pressure
yang ditampilkan adalah “0-4kg/cm2” dan pada kabel signal saat
engine mati seharusnya tidak ada tegangan .

Service Division
S T E P 7 – C O N C LU S I O N

Disimpulkan bahwa penyebab trouble tersebut disebabkan oleh rail pressure jamed yang
mengakibatkan sensore masih mengirim signal ke controller saat engin mati

Kerusakan sensor tersebut karena penggunaan bahan bakar yang kurang baik sehinga kotoran masih
ikut masuk membuat pergerakan spring di sensor untuk kembali ke posisi semula lambat dan
berakibat signal pada sensor masit terdapat tegangan .

Service Division
S T E P 8 – A C T I O N T O I M P R OV E M E N T

➢Lakukan pengantian rail press high sensor


Improvement
➢ Lakukan flushing fuel tank setiap dilakukan service

Pengecekan
pressure pada
panel
Kunci kontak ON Engine running
Service Division
Service Division
Komponen mekanikal
1. Fuel tank : sebagai penampung fuel
2. Fuel filter : sebagai penyaring fuel
3. Feed pump : sebagai supply fuel bertekanan rendah
4. High Pressure Pump: sebagai penghasil tekanan tinggi
5. Common rail : sebagai penampung dan pendistribusi fuel bertekanan tinggi
6. Pressure limiter : sebagai pembatas tekanan fuel maksimal di common rail
7. Injector : sebagai pengabut fuel ke ruang bakar

Komponen electrical
1. TWV selenoid valve : sebagai pengatur timing dan jumlah fuel yang
dikabutkan injctor
2. NE revolution sensor : sebagai pembaca putaran engine
3. G revolution sensor : sebagai pembaca urutan (firing order) engine
4. Common rail pressure sensor : sebagai pembaca tekanan fuel di common rail
5. Engine controller : sebagai pengatur utama fuel sistem

Service Division

Anda mungkin juga menyukai