0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan7 halaman

Panduan Pembuatan Pil Kalii Iodida

Laporan ini membahas tentang praktikum pembuatan pil yang mengandung kalium iodida. Laporan ini menjelaskan tentang tinjauan pustaka, resep, deskripsi bahan, khasiat, perhitungan bahan, langkah pembuatan, dan penyimpanan hasil akhir sediaan berupa pil.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan7 halaman

Panduan Pembuatan Pil Kalii Iodida

Laporan ini membahas tentang praktikum pembuatan pil yang mengandung kalium iodida. Laporan ini menjelaskan tentang tinjauan pustaka, resep, deskripsi bahan, khasiat, perhitungan bahan, langkah pembuatan, dan penyimpanan hasil akhir sediaan berupa pil.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN SEMENTARA

PRAKTIKUM FARMASETIKA II

PIL

A. Nama Bentuk Sediaan


Nomor resep : IV

Nama resep : Pilulae Iodesi Kalici

Kekuatan sediaan : Kalii Iodida 3 gram

B. Tinjauan Pustaka
Pil adalah suatu sediaan yang berbentuk bulat seperti kelereng mengandung
satu atau lebih bahan obat (Moh. Anief, 2003).
Berat pil berkisar antara 100 mg sampai 500 mg. Berdasarkan beratnya, pil
dibagi menjadi:
1. Boli : Pil yang memiliki berat > 300 mg
2. Pil : Memiliki bobot 60-300mg, bobot ideal 100-150mg, dengan rata-rata
bobot yang dimiliki 120 mg
3. Granula : Pil yang memiliki berat < 60 mg (Anief, 2003).
Pil dengan “Pulvis Pro Pilulae” atau PPP berarti pil dengan Succus dan Radix
sama banyak, hasil pil terlalu keras. Pemakaian PPP sangat baik apabila jumlah
obatnya (bahan berkhasiat) banyak (Anief, 2003)
Adapun komposisi dari pil yaitu :
1.     Zat aktif
2.    Zat Tambahan, sebagai berikut :
a) Zat pengisi (akar manis atau bahan lain yang cocok)
b) Zat pengikat (Sari akar manis, Gom akasia, tragakan, campuran bahan
tersebut, atau bahan lain yang cocok)
c) Zat pembasah (Air, gliserol, sirup, madu, campuran bahan tersebut atau bahan
lain yang cocok)
d) Zat penabur (Likopodium atau talk, atau bahan lain yang cocok)
e)  Zat penyalut (Perak, balsam tolu, keratin, sirlak, kolodium, salol, gelatin,
gula, atau bahan lain yang cocok) (FI Ed III, 1979 : 23)
Pembuatan pil memiliki banyak keuntungan yaitu menutupi rasa obat yang tidak
enak, relatif lebih stabil dibanding sediaan lain yang mudah bereaksi dengan udara
dan cahaya, baik untuk obat yang dikehendaki memberikan aksi yang lambat.
Pembuatan pil memiliki beberapa kerugian yaitu seperti kurang cocok untuk obat
yang dikehendaki memberikan aksi yang cepat, obat tertentu dalam larutan pekat
dapat mengiritasi lambung (Ansel, 2005).

Menurut Farmakope Indonesia, persyaratan pil yaitu :


Pada penyimpanan bentuknya tidak boleh berubah, tidak begitu keras sehingga
dapat hancur dalam saluran pencernaan, dan pil salut enterik tidak hancur dalam
lambung tetapi dalam usus halus. Memenuhi keseragaman bobot. Timbang 20 pil satu
persatu, hitung bobot rata – rata, penyimpangan terbesar terhadap bobot rata – rata,
adalah :
Penyimpangan terbesar terhadap bobot rata

Bobot rata-rata – rata yang diperbolehkan

18 pil                                      2 pil

100 mg sampai 250 mg     10%                                       20 %

251 mg sampai 500 mg   7,5%                                      15 %

Memenuhi waktu hancur seperti tertera pada compessi yaitu dalam air 36o –
38o  selama 15 menit untuk pil tidak bersalut dan 60 menit untuk pil yang bersalut.
Sedang untuk pil bersalut enterik, direndam dulu dalam larutan HCl 0,06 N selama 3
jam, lalu dipindahkan dalam larutan dapar PH 6,8 suhu  36o – 38o, maka dalam 60
menit pengujian pil sudah hancur (Anief, 2003).
Untuk mencegah lengketnya massa pil pada alat pembuat pil, pada waktu menggulung
dan memotongnya maka massa pil-pil ditutupi dengan zat penabur, umumnya dipakai
lycopodium (Ansel, 2005).
Cara pembuatan pil, harus memerhatikan pembuatan massa pil yang elastis,
penggulungan, pemotongan, pembulatan, penyalutan (jika perlu). Dan dalam
pembuatan pil terdapat bahan-bahan yang perlu penanganan khusus yaitu pil yang
higroskopis, pil dengan ekstrak kental, dan pil dengan solutio kalii arsentis. Pil enterik
adalah pil-pil yang hancur dalam usus (tidak pada lambung) dan disalut. Bahan
penyalut adalah bahan atau zat yang digunakan untuk menyalut obat yang dapat
mengiritasi membran mukosa lambung , terurai oleh cairan lambung, dan efek
utamanya ditujukan pada usus. (Anief, 2003).
C. Resep
1. Resep No. IX

R/ Kalii Iodida 0,100


[Link]. XXX
S.t.d.d. pil 1
Pro: Ny. Sukma

2. Resep standar

R/ Iod. Kalii 5
Pulvis Succus Liquiritae 2
Pulvis Radix Liquiritae 2
Aqua glycerinate q.s
[Link].L (Anonim, 1978).
D. Deskripsi Bahan

1. Kalii Iodida

- Pemeriaan : Berupa Hablur heksahedral, transparent, serbuk granul, putih

- Kelarutan : sangat mudah larut dalam air mendidih, mudah larut dalam gliserin, dan
larut dalam etanol

- Kegunaan : Sebagai antifungi

- Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

- Stabilitas : stabil dalam suhu normal

- Inkompatibilitas : dengan asam kuat (Anonim, 1979)

2. Radix Liquiritae

- Pemeriaan : berbau khas lemak, rasanya sangat manis

- Kelarutan : larut dalam air

- Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat

- Kegunaan : sebagai zat penabur, pengisi


- Stabilitas : meleleh ketika dipanaskan

- Inkompatibilitas : - (Anonim. 1979)

3. Succus Liquiritae

- Pemeriaan : Serbuk cokelat, bau khas, lemah, rasa manis, menggumpal bila
dibiarkan

- Kelarutan : larut dalam air

- Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik

- Kegunaan : sebagai pengikat

- Stabilitas : stabil, tidak terpengaruh suhu

- Inkompatibilitas : dengan asam (Anonim, 1995)

4. Aquae destilata gliserinata

- Pemeriaan : larutan jernih, dibuat dengan mencampurkan gliserinata dengan aqua


destilata serta gliserin sama banyak

- Kelarutan : -

- Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik

- Kegunaan : sebagai pelarut

- Stabilitas : stabil di suhu ruang, menguap di suhu 100 derajat Celsius

- Inkompatibilitas : - (Anonim, 1995)

E. Khasiat bentuk sediaan


Berdasarkan isi formula tersebut sediaan ini dapat digunakan sebagai antifungi karena
mengandung kalii iodide.
F. Perhitungan dan Penimbangan Bahan
Jumlah pil yang akan dibuat adalah 30
1. Kalii Iodida
0,100×30 = 3 gram (1 pil mengandung 0,100 gram pada resep asli)
Diperlukan 30 pil, sedangkan pada resep standar utuk 50 pil maka:
30
x 5 gram = 3 gram
50
2. Pulv. Succus Liquiritae
30
x 2 gram = 1,2 gram
50
3. Pulv. Radix Liquiritae
30
× 2 gram = 1,2 gram
50
4. Aqua glycerinate q.s (quantum satis/secukupnya) ±3 tetes sampai elastis Talcum
secukupnya

G. Alat

1. Mortir dan stamper 8. Lap/serbet dan tisu

2. Neraca lengan 9. Pipet tetes

3. Kertas timbang 10. Wadah plastik

4. Anak timbang 11. Alat pemotong pil

5. Botol timbang 12. Pillen roller

6. Sudip 13. Pillen plank

7. Sendok sungu

H. Langkah Kerja

Ditimbang 3 gram KI Dibuat Pulvis Pro Pilulae


ditimbang 1,2 gram Pulv.
Succus Liquiritae dan Pulv.
Dimasukkan ke dalam mortar Radix Liquiritae
dan digerus

Dimasukkan ke dalam
Ditetesi Aqua glycerinate mortar, dicampur dan diaduk
hingga jenuh (1-3 tetes) hingga homogen

Dicampur dan diaduk hingga homogen


Ditambahkan aqua glycerinate sedikit demi sedikit sampai terbentuk
massa pil elastis. Bila belum melekat sempurna dan kurang elastis
dapat ditambahkan succus liquiritae hingga elastis

Dibulatkan massa pil, lalu digulung dengan pillen plank yang sudah
ditaburi talcum hingga berupa batang

Panjang batang disesuaikan dengan jumlah pil yang akan dibuat (30
pil)

Dipotong batang pil dengan pillen plank

Dibulatkan pil dengan pillen roller yang sebelumnya ditaburi talcum


agar tidak lengket

Dimasukkan pil ke dalam wadah plastik

Diberi etiket putih

I. Etiket
 Etiket yang digunakan berwarna putih, karena untuk pemakaian dalam
 Beyond use date : untuk formula oral yang mengandung air tidak lebih dari 14
hari saat disimpan di suhu dingin

Apotek
Farmasetika
Sekip Utara, Yogyakarta
No : IV Tgl: 8 Maret 2021
Nama Pasien : Ny. Sukma
Obat : Pilulae Kalii Iodida
Aturan Pakai : 3 x sehari 1 pil, sesudah makan
Obat Dalam
Peringatan Simpan di Kadaluarsa Apoteker

Obat Dalam Tempat sejuk dan


hindarkan sinar 22 Maret 2021
matahari
J. Wadah Akhir
Dalam wadah plastik yang tertutup baik (plastik obat)

K. Penyimpanan
Disimpan pada suhu sejuk dan kering, hindari sinar matahari langsung

L. Deskripsi Hasil Akhir Sediaan


Pil berwarna coklat dan berbentuk bulat. Pil yang dibuat sebanyak 30 pil harus
memiliki ukuran, bentuk, warna, dan dosisnya homogen dan seragam. Pil harus
memenuhi keseragaman bobot yaitu antara 60-300 mg. Selama penyimpanan bentuk
harus tetap dan tidak berubah, tetapi tidak begitu keras agar dapat hancur dalam
saluran pencernaan. Khasiat obat sebagai antifungi.

M. Daftar Pustaka
Anief, 2003, Farmasetika, UGM Press, Yogyakarta.
Anonim, 1978, Formularium Nasional Edisi II, Departemen Kesehatan Republik Indonesia,
Jakarta.
Anonim, 1979, Farmakope Indonesia Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia,
Jakarta.
Ansel, C.H., 2005, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Universitas Indonesia
press, Jakarta.
Syamsuni, 2007, Ilmu Resep, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.

Asisten Koreksi

Anda mungkin juga menyukai