PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK
RSUD CIAWI KABUPATEN BOGOR
DISUSUN OLRH:
Ruli Rinaldi
NPM : 20303228
Makalah ini disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu Mata Kuliah
KKPMT IV
AKATELKOM – AKATEK BOGOR
IN COLABORATION WITH POLITEKNIK PIKSI GANESHA
2022
1
PREAMBULE
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-
Nya kami dapat menyelesaikan Proposal Penyelenggaraan Rekam medis Elektronik
di RSUD CIAWI Kab. Bogor . Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik lebih
diarahkan sebagai wujud implementasi pembaruan Media Rekam Medis yang
semula manual menjadi Rekam Medis Elektronik Sesuai PERMENKES 24 Tahun
2022 Tentang Rekam Medis Elektronik . Lebih jauh bahwa keberadaan Rencana
Penyelenggaraan Rakam Medis Elektronik RSUD CIAWI Kab. Bogor sebagai
penjabaran dan tahapan proses dalam pencapaian program pemerintah Indonesia
Health Service (HIS).
Secara umum, Rencana Penyelenggaraan Rekam medis Elektronik RSUD
CIAWI Kab. Bogor ini berisikan informasi mengenai program Penyelenggaraan
RME, kegiatan disertai indikator hasil, serta manfaat yang akan dilaksanakan Pada
fasilitas pelayanan Kesehatan. Di sisi lain, capaian hasil penyelenggaraan
merupakan hasil realisasi seluruh kegiatan yang direncanakan sebelumnya . Hal ini
diarahkan bagi pemenuhan target yang ditetapkan dalam rencana penyelenggaraan
RME.
Akhir kata, semoga Rencana Penyelenggaraan RME RSUD CIAWI Kab.
Bogor ini dapat menjadi media informasi, pertanggungjawaban serta peningkatan
Mutu Pelayanan di Pasilitas Pelayann Kesehatan .
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................2
DAFTAR ISI............................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.............................................................................................................3
1.2. Metode Penelitian.........................................................................................................5
1.3. Rumusan Masalah........................................................................................................5
1.4. Tujuan Penulisan..........................................................................................................6
1.5. Manfaat Penulisan............................................................................... ........................6
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Elektronik Rekam Medis………………….....……………...................…7
2.2. Dasar Hukum Elektronik Rekam Medis ……………......……………………...........9
2.3. Tujuan Elektronik Rekam Medis ………………….....………......................…….....9
2.4. Manfaat Elektronik Rekam Medis ………….........…………...................................10
BAB III PEMBAHASAN
3.1. Tahap implementasi Elektronik Rekam Medis…………………………….............12
3.2. Kendala Implemntasi Elektronik Rekam Medis……………………………...........13
BAB IV PENUTUP
Kesimpulan dan Saran………………………………………………...................………...14
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi dan sistem informasi di bidang kesehatan saat ini
sangat pesat. Perkembangan teknologi dan sistem informasi dinilai
memudahkan pekerjaan manusia dibanding dengan proses manual yang
seluruhnya dilakukan oleh manusia. Perkembangan pada sistem informasi
banyak dibutuhkan oleh perusahaan bahkan rumah sakit. Rumah sakit
berlomba-lomba menggunakan sistem informasi dalam membantu
melakukan tugasnya. Pemanfaatan teknologi dan sistem informasi bagi
rumah sakit dirasa lebih menguntungkan dan memudahkan petugas dalam
menyelesaikan pekerjaan.
Adanya perkembangan teknologi dan sistem informasi sangat
bermanfaat bagi rumah sakit. Salah satu penggunaan teknologi sistem
informasi di rumah sakit yang menjadi trend dalam pelayanan kesehatan
secara global adalah penggunaan rekam medik secara elektronik.
Pemanfaatan teknologi informasi di rumah sakit untuk mengelola rekam
medis dikenal dengan istilah Rekam Medik Elektronik (RME). RME sudah
banyak digunakan di berbagai rumah sakit di dunia sebagai pengganti atau
pelengkap rekam medik kesehatan yang berbentuk kertas.
Di era revolusi industri 4.0 ini, pemanfaatan teknologi informasi
merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari bahkan telah menjadi
kebutuhan dalam menunjang kegiatan suatu organisasI, Teknologi informasi
yang berkembang pesat saat ini juga telah menjangkau berbagai bidang
kehidupan, diantaranya adalah bidang kesehatan. Teknologi informasi yang
diterapkan dengan baik dapat mendukung proses pengelolaan manajemen
menjadi efektif efisien. penerapan teknologi informasi yang tepat dan sesuai
di bidang kesehatan jelas dapat memberikan benefit yang nyata bagi upaya
peningkatan mutu pelayanan kesehatan, tidak hanya di Indonesia namun juga
di berbagai negara lain
Berdasarkan Permenkes RI Nomor 82 Tahun 2013 Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit yang selanjutnya disingkat SIMRS adalah suatu
4
sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan
mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan Rumah Sakit dalam bentuk
jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh
informasi secara tepat dan akurat, dan merupakan bagian dari Sistem
Informasi Kesehatan.
Rekam medis elektronik (RME) digunakan sebagai tempat penyimpanan
informasi secara elektronik mengenai status kesehatan dan layanan
kesehatan yang diberikan pada pasien. Penggunaan RME memudahkan
tenaga kesehatan dalam mengakses informasi tentang pasien yang pada
akhirnya dapat membantu dalam pengambilan keputusan klinis. RME
merupakan teknologi pendukung yang memungkinkan memberikan
pelayanan yang berkualitas dan cepat dibandingkan dengan rekam medis
berbasis konvensional/ kertas.
Dalam rangka menjawab tantangan tersebut sebagaimana yang
tercantum juga dalam Permenkes No. 24 tahun 2022 seluruh Fasilitas
Pelayanan Kesehatan wajib menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik \,
Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Kabupaten Bogor telah menerapkan
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Terintegrasi untuk menunjang
segala kegiatan dari hulu hingga hilir demi menciptakan kinerja yang efektif,
efisien tepat guna dan tepat sasaran yang dimana di pusatkan di Elektronik
rekam Medik yang dimana sebagai tindak lanjut dari Implementasi SIMRS
pada RSUD Ciawi Kab. Bogor
1.2. METODE PENELITIAN
Data yang dikemukakan dalam penulisan ini diperoleh dari berbagai sumber
di internet dan bahan ajar yang diberikan dosen yang ada kaitannya dengan
Pembelajaran KKMPT Setelah membaca penulis mengambil pokok-pokok
dari isi bacaan tersebut dan menuangkannya ke dalam makalah ini.
1.3 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas maka dirumuskan masalah yang akan
dibahas pada makalah ini adalah :
5
1. Bagaimana Tahapan Implementasi Elektronik Rekam Medis pada di
RSUS CIAWI ?
2. Apa Saja Kendala Yang di hadapi selama penerapan Elektronik Rekam
Medis pada Pelayanan di RSUD Ciawi ?
1.4 Tujuan Penulisan
Adapun tujuannya, yaitu:
1. Sebagai syarat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah jaringan
komputer.
2. Sebagai bahan bacaan atau referensi untuk memperdalam pengetahuan
kita tentang Elektronik Rekam Medis beserta tahapan membangun
Elektronik Rekam Medis.
3. Untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah membangun Elektronik
Rekam Medis sederhana beserta dengan alat yang dibutuhkan dan jenis
jarigan apa yang akan dipakai.
1.5 Manfaat Penulisan
Penulis berharap dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat untuk
mengembangkan wawasan dan keterampilan penulis dan pembaca tentang
jaringan komputer dan bagaimana cara membangun jaringan komputer
sederhana yang mudah dipraktikan di rumah.
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Elektronik Rekam Medis
Perkembangan istilah tersebut menunjukkan bahwa Rekam Medik
Elektronik tidak hanya sekedar berubahnya kertas menjadi komputer ..
Johan Harlan menyebutkan bahwa Rekam Kesehatan Elektronik adalah
rekam medik seumur hidup (tergantung penyedia layanannya) pasien dalam
format elektronik, dan bisa diakses dengan komputer dari suatu jaringan
dengan tujuan utama menyediakan atau meningkatkan perawatan serta
pelayanan kesehatan yang efisien dan terpadu. RKE menjadi kunci utama
strategi terpadu pelayanan kesehatan di berbagai rumah sakit .
Sedangkan menurut Shortliffe (2001), Rekam Medik Elektronik (Rekam
Medik Berbasis-Komputer) adalah gudang penyimpanan informasi secara
elektronik mengenai status kesehatan dan layanan kesehatan yang diperoleh
pasien sepanjang hidupnya, tersimpan sedemikian hingga dapat melayani
berbagai pengguna rekam medik yang sah.
Dalam rekam kesehatan elektronik juga harus mencakup mengenai data
personal, demografis, sosial, klinis dan berbagai event klinis selama proses
pelayanan dari berbagai sumber data (multimedia) dan memiliki fungsi secara
aktif memberikan dukungan bagi pengambilan keputusan medik. Dengan
menggunakan rekam kesehatan elektronik menghasilkan sistem yang secara
khusus memfasilitasi berbagai kemudahan bagi pengguna, seperti proses
kelengkapan data, pemberi tanda peringatan waspada, pendukung sistem
keputusan klinik dan penghubung data dengan pengetahuan medik serta alat
bantu lainnya.
Di Indonesia rekam medik berbasis komputer ini lazim disebut Rekam
Medik Elektronik sering disingkat RME. Rekam Medik Elektronik (RME)
merupakan kegiatan mengkomputerisasikan isi rekam jejak kesehatan dan
proses yang berhubungan dengannya. Rekam Medik adalah “himpunan fakta
tentang kehidupan seorang pasien dan riwayat penyakitnya, termasuk
7
keadaan sakit, pengobatan saat ini dan lampau yang ditulis oleh para praktisi
kesehatan dalam upaya mereka memberikan pelayanan kesehatan terhadap
pasien”. Rekam Medik Elektronik (RME) bukanlah sistem informasi yang
dapat dibeli dan di-install seperti paket word-processing atau sistem
informasi pembayaran dan laboratorium yang secara langsung dapat
dihubungkan dengan sistem informasi lain dan alat yang sesuai dalam
lingkungan tertentu. Rekam Medik Elektronik (RME) merupakan sistem
informasi yang memiliki framework lebih luas dan memenuhi satu set fungsi,
menurut Amatayakul Magret K dalam bukunya Electronic Health Records: A
Practical, Guide for Professionals and Organizations, Rekam Medik
Elektronik (RME) harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Mengintegrasikan data dari berbagai sumber (Integrated Data From
Multiple Source).
b. Mengumpulkan data pada titik pelayanan (Capture Data At The Point Of
Care).
c. Mendukung pemberi pelayanan dalam pengambilan keputusan (Support
Caregiver Decision Making).
Sedangkan, Gemala Hatta menjelaskan bahwa Rekam Medik Elektronik
(RME) terdapat dalam sistem yang secara khusus dirancang untuk
mendukung pengguna dengan berbagai kemudahan fasilitas untuk
kelengkapan dan keakuratan data, memberi tanda waspada, peringatan,
memiliki sistem untuk mendukung keputusan klinik dan menghubungkan
data dengan pengetahuan medik serta alat bantu lainnya. Hal- hal Yang
Dapat Disimpan Dalam Rekam Medik Elektronik:
Teks (kode, narasi, report);
Gambar (komputer grafik, gambar yang di-scan, hasil foto rontgen digital);
Suara (suara jantung, suara paru);
Video (proses operasi)
8
2.2 DASAR HUKUM
• Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Pasal 46 dan Pasal 47 tentang
Praktik Kedokteran.
• Permenkes nomor 21 tahun 2020 tentang Rencana Strategi Kemenkes
menyebutkan pada tahun 2024 seluruh RS harus menggunakan ELEKRONIK
REKAMA MEDIS
• Permenkes Nomor 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis,
dijelaskan bahwa “Rekam Medis harus dibuat secara tertulis, lengkap dan
jelas atau secara elektronik”.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik
2.3 TUJUAN ELEKRONIK REKAMA MEDIS
1. Aspek Administrasi sesuai Akreditasi
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi, karena Isinya
menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai
tenaga medis dan para medis dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.
2. Aspek Medis
Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan atau perawatan yang harus
diberikan kepada seorang pasien.
3. Aspek Dokumentasi
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai dokumentasi, karena isinya
menyangkut sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai
sebagai bahan pertanggung jawaban dan laporan rumah sakit.
4. Aspek Keuangan
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai uang, karena isinya mengandung
data / informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek keuangan.
5. Aspek Hukum
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai hukum, karena isinya
menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan,
dalam rangka usaha untuk menegakkan hukum serta penyediaan bahan bukti
untuk menegakkan keadilan
6. Aspek Penelitian
9
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai penelitian, karena isinya
menyangkut data / informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek
penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan.
7. Aspek Pendidikan
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai pendidikan, karena isinya
menyangkut data / informasi tentang perkembangan kronologis dan kegiatan
pelayanan medik yang diberikan kepada pasien. Informasi tersebut dapat
dipergunakan sebagai bahan atau referensi pengajaran dibidang profesi si
pemakai
2.4 MANFAAT PENYELENGGARAAN ELEKRONIK REKAMA MEDIS Manfaat
teknologi informasi dalam Rekam Kesehatan Elektronik yang paling tinggi
adalah ‘mengurangi medical error’ dan ‘meningkatkan keamanan pasien
(patient safety)’. Salah satu peranan Teknologi Informasi dalam tindakan
pencegahan medical error, yakni dengan melakukan pengaturan rekam medik
pada suatu sistem aplikasi manajemen rekam medik. Dengan adanya sistem
aplikasi manajemen rekam medik, maka medical error dalam pengambilan
keputusan oleh tenaga kesehatan dapat dikurangi karena setiap pengambilan
keputusan berdasarkan rekam medik pasien yang telah ada.
Salah satu cara meningkatkan pelayanan kesehatan adalah dengan
menggunakan teknologi informasi untuk melakukan tindakan pencegahan
medical error melalui 3 mekanisme3, antara lain:
1. Pencegahan Adverse Event.
Salah satu contoh pencegahan Adverse Event adalah dengan
penerapan sistem penunjang keputusan dimana dokter bisa diberikan
peringatan mengenai kemungkinan terjadinya hal-hal yang
membahayakan keselamatan pasien mulai dari kemungkinan alergi,
kontraindikasi pengobatan, maupun kegagalan prosedur tertentu
2. Memberikan respon cepat setelah terjadinya Adverse Event.
Dengan adanya respon cepat untuk penanggulangan Adverse Event,
maka hal-hal yang tidak diinginkan akan cepat dihindari. Misalkan,
adanya penarikan obat Melacak dan menyediakan Feedback secara
cepat.
10
3. Melacak dan menyediakan Feedback secara cepat.
Teknologi Informasi saat ini memungkinkan komputer untuk melakukan
pengolahan terhadap data pasien dalam jumlah besar dan
menghasilkan analisa secara lebih cepat dan akurat. Dengan metode
Data Mining maka komputer bisa mendeteksi pola-pola tertentu dan
mencurigakan dari data klinis pasien. Teknik analisa ini relatif tidak
memerlukan para tenaga kesehatan untuk melakukan analisa,
melainkan komputer sendiri yang melakukan analisa dan memberikan
hasil interpretasinya.
11
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 TAHAP IMPLEMENTASI ELEKRONIK REKAMA MEDIS
Tahapan Implementasi Elekronik Rekam Medis pada RSUD Ciawi di Bagi
menjadi 2, dianataranya :
1. Tahap Perencanaan Elekronik Rekam Medis?
Analisis spesifikasi aplikasi-aplikasi software untuk mendukung proses alur
kerja, yaitu:
1. Kedalaman system rekam kesehatan elektronik/ EHR itu sendiri
2. Kedalaman system pengelolaan dokumen elektronik (EDMS) yang
digunakan sebagai rekam medis yang legal
3. Kedalaman system software lainnya yang tidak terintegrasi.
2. analisis dan evaluasi
Rancangan formulir yang sederhana dan ringkas.
Elemen-elemen yang dicantumkan di dalam formulir elektronik yang
telah disusun harus menurut urutan yang logis.
Nama formulir elektronik: Perlunya penamaan/judul formulir elektronik
untuk memudahkan mengidentifikasinya.
Tahap Implementasi Elektronik Rekam Medik Juga di berdasar
1. Tujuan Implementasi Rekam Medik Elekttronik
Manajemen Rumah Sakit merumuskan Tujuan dari diimplementasikan nya
RME :
Hanya sekedar kebutuhan billing system
Untuk memenuhi kredensialing, misal BPJS
Untuk memenuhi kredensialing dan Akreditasi SNARS
12
Hal ini perlu disepakati karena berkaitan dengan kelengkapan proses
dan formulir yang harus diisikan oleh para Profesional Pemberi Asuhan
(PPA)
2. Dibentuk Tim Ad Hoc
Perlu dibentuk Tim Ad Hoc yang mengawal implementasi RME, misal Tim
dari bebrapa Pokja Akreditasi, Komite Medik, utk memastikan
3. Training
Dilkaukam Training Workflow RME terutama standar Formulir sesuai
Akreditasi
4. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan Evaluasi dilakukan secara kontinu dalam pelakasanaan
RME oleh Tim Ad Hoc dan Direksi RS
3.2 KENDALA-KENDALA IMPLEMENTASI
1. Kendala – Kendala yang dihadapai saat implementasi ELEKRONIK
REKAMA MEDIS Pada RSUD Ciawi Kab. Bogor diantaranya :
Sumber Daya
SDM
Jaringan Internet
Hardware
Software
2. Pra Implentasi
Menyiapkan PPA untuk Pelatihan bagaimana menginput pada sistem
Keterbatasan Wifi/ jaringan
Penyediaan Saspras seperti Komputer, Tablet
Di input di meja nursing atau di tab yang di sediakan oleh RS
3. Implementasi
Kebingungan siapa yang mengentri, PPA atau Petugas Admin Ruangan
Penggunaan Komputer yang rebutan Ketika Dokter DPJP Visit bersama
Software ada yg tdk sesuai keinginan PPA
4. Pasca Implementasi
Evaluasi Pengisian EMT oleh PPA
Evaluasi& pengawasan jaringan berkala
Evaluasi& pemeliharaan Penambahan PC
13
BAB
PENUTUP
Dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi
penggunaan Rekam Medik Konvensional (RMK) sudah mulai ditinggalkan
karena memiliki banyak kekurangan yang ternyata dapat disempurnakan
oleh elekronik rekam medik
elekronik rekam medik sendiri lebih unggul pada beberapa faktor,
seperti tingkat keamanan dan kerahasiannya lebih tinggi, penggunaan yang
lebih mudah dan cepat, penyimpanan yang lebih ringkas dan lebih lama,
dengan fungsi dan kekuatan hukum yang masih sama dengan RMK sesuai
peraturan yang berlaku tentang rekam medik.
Penyelenggaraan elekronik rekam medik tidak berbeda jauh dengan RMK.
Dokter masih melakukan pencatatan tetapi media yang digunakan berbeda.
Dalam hal ini, RMK menggunakan kertas sedangkan elekronik rekam
medik menggunakan sistem komputerisasi, dengan sistem keamanan
menggunakan PIN, password, sidik jari maupun pemindai retina. Melihat
banyaknya faktor-faktor yang menghambat penggunaan elekronik rekam
medik seperti kesiapan pengguna, kelegalan dan keamanan data yang
masih kurang jelas, belum adanya standar ketetapan elekronik rekam
medik dari pemerintah, sampai faktor finansial pengadaan sistem yang
masih kurang menyebabkan elekronik rekam medik belum dapat
diimplementasikan segera di tiap rumah sakit di Indonesia. Tetapi sangat
mungkin dilakukan secara bertahap, mengingat besarnya manfaat dari
penggunaan RME dibandingkan dengan RMK.
Pemerintah sebaiknya segera membuat ketetapan tentang standar
yang jelas mengenai teknis dan aturan dalam penyelenggaran RME.
Rumah sakit memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga medis dan staf
yang terlibat dalam alur operasional elekronik rekam medik. Pemerintah
14
dan rumah sakit bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan
finansial, yang menjadi penghambat penerapan RME di instansi kesehatan.
Sosialisasi dari pemerintah dan rumah sakit kepada masyarakat tentang
penggunaan RME, demi kepentingan pasien.
DAFTAR PUSTAKA
Amatayakul, Margret K., Electronic Health Record A Practical Guide For
Professionals And Organizations (Chichago : AHIMA, 2013).
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa
Edisi Ke Empat (Jakarta : PT. Gramedia pustaka utama, 2015).
Douglas page, Integration : Linking Infection Control And Elekronik Rekama Mediss
Hospital&Health
Networks (ABI/INFORM Global, 2010).
Erlianto, Lourent Monalizabeth et al., The Implementation Of The Human,
Organization, And Technology –Fit (HOT –Fit) Framework To Evaluate
The Electronic Medical Record (ELEKRONIK REKAMA MEDIS) System In A
Hospital. Procedia
Computer Science 72 (2015). Diakses pada tanggal 8 Juli 2017
[Link]
of_the_Human_Organization_and_Technology-Fit_HOT
Fit_Framework_to_Evaluate_the_Electronic_Medical_Record_ELEKRONIK
REKAMA MEDIS_Syste
m_in_a_Hospital
Fahmi Hakam, Analisis Perencanaan Dan Evaluasi Sistem Informasi Kesehatan
(Yogyakarta :Gosyen Publishing,2016).
Firmani, Naafiati, Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu
(SITT) Dengan Pendekatan Hot Fit Model Di Puskesmas Se-Kota Semarang
(Semarang : UNDIP, 2015). Diakses pada tanggal 23 juni 2017.
[Link]
25010111130139
Ghozali, Imam,“Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program Spss”.
(Semarang : Badan Penerbit Undip, 2001).
15
Gulo, W. MetodologiPenelitian (Jakarta : PT. Grasindo, 2010).
Handiwidjoyo, Wimmie., Jurnal Rekam Medis Elektronik Eksplorasi Karya
Sistem Informasi Dan Sains, 2009.
Hatta, Gemala R., Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan Disarana
Pelayanan Kesehatan (Jakarta : UI –Press, 2014).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 377/Menkes/SK/III/2007 Tentang Standar
Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan.
16